K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 ISSN 2808-4667 LITERASI KEUANGAN. MINAT DALAM MENGGUNAKAN FINANCIAL TECHNOLOGY DAN INKLUSI KEUANGAN GURU Andrean1 . Fransiska Soejono2 Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas 1e-mail: Andrean. czr@gmail. 2e-mail: fransiskasoejono@gmail. ABSTRAKSI Penelitian ini merupakan penelitian dasar yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan minat menggunakan financial technology terhadap Inklusi Keuangan guruAeguru di kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Responden merupakan guru di pendidikan formal SD. SMP. SMA yang berlaku di dinas pendidikan kota Palembang baik itu sekolah swasta maupun sekolah negeri. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan data responden diperoleh dari kuesioner. Hasil pengujian menemukan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh terhadap inklusi keuangan, sedangkan minat menggunakan financial technology memiliki pengaruh positif signifikan terhadap inklusi Kata Kunci: Literasi Keuangan. Financial Technology. Inklusi Keuangan. Minat ABSTRACT This research is a basic research that aims to analyze the influence of financial literacy and interest in using financial technology on the financial inclusion of teachers in the city of Palembang. The sample in this study were 100 respondents with snowball sampling technique. Respondents are teachers in formal elementary, junior high and high school education that apply in the Palembang city education office, both private and public schools. The analysis technique used is multiple regression analysis and respondent data obtained from the The test results in this study found that financial literacy has no effect on financial inclusion, while the interest in using financial technologyhas a significant positive effect on financial inclusion. Keywords: Financial Literacy. Financial Technology. Financial Inclusion. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 PENDAHULUAN Literasi Keuangan dalam mengelola keuangan pribadi dan pemahaman keuangan mengenai tabungan, asuransi dan investasi (Chen dan Volpe, 1. Tingkat Literasi Keuangan yang rendah membuat masyarakat rentan untuk menjadi kurang bijak dalam memilih produk keuangan (Lestari, 2. Sebaliknya, orang yang mempunyai tingkat literasi keuangan yang tinggi akan mampu memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan peren canaan keuangan dengan lebih baik, terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas dan mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan jasa Keuangan. Survei nasional yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 tentang Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia menemukan tingkat Literasi Keuangan sebesar Hal ini menunjukan bahwa dari 100 orang penduduk Indonesia hanya kurang lebih 30 orang penduduk Indonesia yang mempunyai literasi keuangan yang baik. Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki literasi keuangan yang baik. OJK mendukung program perluasan akses layanan produk dan jasa keuangan yang disebut sebagai inklusi keuangan. Otoritas Jasa Keuangan dalam penelitian tentang Strategi Nasional ISSN 2808-4667 Literasi Keuangan Indonesia (Revisit tahun 2. mengatakan bahwa literasi keuangan masyarakat akan diikuti dengan inklusi keuangan Hal ini dikarenakan masyarakat yang telah mengetahui lembaga jasa keuangan, terampil memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan serta memiliki keyakinan terhadap lembaga jasa Pada tahun 2016 tingkat inklusi keuangan telah mampu 82%, selisih 7. 18% dari target pemerintah yaitu sebesar 75% berdasarkan peraturan Presiden nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Otoritas Jasa Keuangan dalam terbitan Strategi Nasional Literasi Keuangan . menyebutkan bahwa literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat meningkat di Data hasil survey Otoritas Jasa Keuangan di tahun 2013 dan 2016 menunjukkan bahwa perkembangan literasi keuangan dan inklusi keuangan di Indonesia tidak Peningkatan inklusi keuangan tidak disertai dengan peningkatan literasi keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang mempunyai akses dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan tetapi tidak memiliki pemahaman dalam mengelola produk dan layanan jasa keuangan. Perkembangan teknologi informasi dan internet telah mengubah pola hidup sehingga menyebabkan sektor keuangan mengalami inovasi. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 yaitu muncul layanan jasa keuangan berbasis digital yang sangat mempermudah kehidupan saat ini yang disebut Financial Technology. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2. mengungkapkan Populasi Penduduk di Indonesia sebanyak 264 juta jiwa, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet, sehingga memungkinkan masyarakat mengalami kemudahan di dalam akses Financial Technology. Survei FintechNews Singapore menyatakan masyarakat Indonesia lebih banyak menggunakan layanan Fintech berbasis pembayaran sebesar 38% dan pinjaman sebesar 31%. Perkembangan Fintech yang begitu pesat ini dapat membantu pemerintah dalam mencapai target terkait Inklusi Keuangan, yaitu dapat menyediakan produk dan layanan jasa keuangan secara digital sehingga dapat lebih efektif dan efisien serta memiliki cakupan yang luas (Hutabarat. Menurut Bank Indonesia . Fintech dapat menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses produk Ae produk keuangan, yang selama ini tidak dapat dijangkau oleh perbankan. Semakin sering seseorang menggunakan layanan keuangan yang mobile maka level kapasitas keuangannya akan semakin tinggi (Yeo dan Patti, 2. Mendari dan Soejono . menyatakan bahwa memberikan edukasi literasi keuangan khususnya melalui dunia pendidikan tidak lepas ISSN 2808-4667 dari peran serta guru-guru dan Guru dan dosen menjadi ujung tombak didalam memberikan edukasi kepada peserta didik . iswa dan mahasisw. , karena generasi mereka lah yang akan berperan di masa yang akan datang, maka guru harus memiliki tingkat Literasi Keuangan yang baik. Jika guru memiliki literasi keuangan yang tinggi akan mendorong guru tersebut untuk memiliki produk keuangan. Menurut APJII posisi kedua yang menggunakan internet terbesar adalah di pulau Sumatera dengan jumlah pemakai 05%, sehingga akan mendorong minat menggunakan financial technologyyang telah ber -kembang LANDASAN TEORI Otoritas Jasa Keuangan . menyatakan literasi keuangan masya rakat akan diikuti dengan inklusi keuangan masyarakatnya. Hal ini dikarenakan masyarakat yang telah mengetahui lembaga jasa keuangan, terampil memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan serta memiliki keyakinan terhadap lembaga jasa Semakin tinggi tingkat literasi keuangan semakin tinggi pula tingkat inklusi keuangan. Hutabarat . mengungkapkan literasi keuangan berpengaruh positif terhadap inklusi keuangan. Dengan demikian hipotesis penelitian (H. dikembangkan sebagai berikut: H1 : Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap inklusi keuangan guru di kota Palembang. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia . mengata kan 64,8% penduduk di Indonesia telah tersambung ke internet, kemudian memasuki era revolusi industri 0 membuat media Online terutama digital berkembang pesat, maka Fintech merupakan salah satunya dan Fintech telah memasuki era 3. dimana peningkatan penggunaan jasa keuangan di dalam era ini meningkat sangat tajam, maka hal inilah yang menyebabkan timbulnya minat dalam menggunakan layanan Financial Technology, yaitu keinginan dan dorongan untuk meng gunakan atau menggunakan kembali Financial Technology, karena banyak inovasi produk dan jasa keuangan yang semakin mempermudah konsumen keuangan, untuk menggunakan produk dan/atau jasa keuangan, terdapat pula perusahaan start-up di sektor jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan layanan dengan lebih cepat, praktis dan mudah bagi para Hutabarat . mengungkap kan hasil penelitiannya menunjukan Financial technology berpengaruh positif terhadap Inklusi Keuangan. Oleh karenanya hipotesis penelitian dapat disampaikan sebagai berikut: H2 : Minat menggunakan Financial technology berpengaruh positif terhadap Inklusi Keuangan guru di kota ISSN 2808-4667 METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian Dasar. Menurut Sekaran . , penelitian Dasar yaitu pene litian yang dilakukan untuk memberikan kontribusi bagi pengetahuan yang sudah ada, dengan tujuannya menghasilkan pokok pengetahuan dengan berusaha memahami sepenuhnya bagaimana masalah masalah itu terjadi dalam organisasi dan dapat diselesaikan. Penelitian ini mengambil populasi guru-guru di kota Palembang. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball. Pengumpulan penelitian ini menggunakan kuesioner atau angket. Intrumen kuesioner dalam penelitian ini diadopsi dari berbagai penelitian terdahulu. Variable literasi keuangan mengadopsi dari daftar pertanyaan yang disusun oleh Definit pada penelitian Van Rooij. Lusardi and Alessie . , untuk variable Minat Menggunakan Financial technology menggunakan instrument kuesioner yang diadopsi dari skripsi Andhadari . yang meneliti AuPengaruh tingkat literasi keuangan terhadap minat menggunakan produk Financial Teknology pada mahasiswa universitas muhammadiyah YogyakartaAy. Sedangkan Variabel Inklusi Keuangan menggunakan instrument kuesioner yang diadopsi dari kuesioner yang disusun oleh The Organization for Economic Co-Operation Development (OECD)/ International Network of Financial Education (INFE) revisi tahun . UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini adalah Inklusi Keuangan. Menurut Strategi Nasional Keuangan Inklusif . Inklusi Keuangan adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, danaman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inklusi Keuangan terdiri dari pertanyaan tentang kepemilikan produk pembayaran, produk tabungan ISSN 2808-4667 dan investasi, produk asuransi, dan produk pinjaman/kredit, pernah mendengar dan memahami minimal lima produk keuangan. Pengukuran variabel Inklusi Keuangan diukur dengan memberikan skor 1 jika responden mempunyai salah satu dari produk pembayaran, produk tabungan, investasi atau pensiun, produk asuransi, produk kredit, dan memiliki 5 produk keuangan dan jika tidak memiliki salah satu diberikan skor 0, maka skor maksimum pada variabel Inklusi Keuangan adalah 5, kemudian skor total responden dibuat dalam persentase terhadap skor maksimum. Tabel 1 Variabel Inklusi Keuangan Variabel Inklusi Keuangan Indikator Produk Pembayaran Produk Tabungan. Investasi. Pensiun Produk Asuransi Produk Kredit Memiliki 5 Produk Keuangan Sumber: OECD/INFE . Salah satu variabel Independent atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah Literasi Keuangan. Menurut Chen dan Volpe . , literasi keuangan (Financial Literac. adalah tentang pengetahuan atau kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi dan pemahaman keuangan mengenai tabungan, asuransi dan investasi. Dalam Variabel Literasi Keuangan dibagi menjadi dua kelompok yaitu Basic Financial Literacy dan Advance Financial Literacy diukur dengan menggunakan skala pengukuran guttman. Skala pengukuran guttman memberikan Auskor 1 untuk jawaban benarAy dan Auskor 0 untuk jawaban salahAy. Kemudian dihitung dengan metode bobot sederhana . imple weight metho. yang digunakan oleh Bumcrot. Lin dan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Lusardi . dalam DEFINIT . yaitu dengan rumus 1/jumlah pertanyaan. Kemudian untuk mendapatkan skor Financial ISSN 2808-4667 Literacy adalah skor rata Ae rata dari Basic Financial Literacy dan Advanced Financial Literacy. Tabel 2 Variabel Literasi Keuangan Variabel Indikator Basic Kartu identitas (KTP/SIM) Financial 2. Jumlah minimum untuk membuka rekening Literacy tabungan Saldo minimum tabungan Jaminan simpanan dari pemerintah Simple interest Compounded interest Loan. erhitungan tingkat bunga kredi. Discount Inflasi Time value of money Money illusion Advance 1. Tingkat bunga dan harga obligasi Financial 2. Pendapatan saham vs obligasi Literacy 3. Risiko saham dan obligasi Pengertian membeli saham Pengertian membeli obligasi Pinalti menjual obligasi sebelum jatuh tempo Pilihan investasi dengan keuntungan tinggi Pilihan investasi dengan fluktuasi pendapatan tinggi / risiko tinggi Diversifikasi investasi Sumber :Van Rooij. Lusardi and Alessie . Definit SEADI OJK . membagi 3 kategori pengukuran literasi keuangan yaitu < 60 % individu memiliki pengetahuan literasi keuangan yang rendah, 60% -79% menunjukkan bahwa seorang individu memiliki pengetahuan literasi keuangan yang sedang, dan >80% menunjukkan bahwa seorang individu memiliki pengetahuan literasi keuangan yang tinggi. Minat menggunakan Financial technology adalah keinginan dan dorongan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 untuk menggunakan atau menggunakan kembali Inovasi di sektor Salah satu variabel Independent atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah Minat Menggunakan Financial technology yaitu mengukur minat guru Ae guru dalam memanfaatkan Financial (Andhadari. ISSN 2808-4667 Variabel Financial technology menggunakan skala pengukuran modified likert-type dengan skala pengukuran 5 . = Sangat tidak setuju, 2 = Tidak setuju, 3 = Netral, 4 = Setuju, dan 5 = Sangat setuj. Skor maksimum untuk Financial technology adalah 55. Tabel 3 Variabel Minat Menggunakan Financial Technology Minat Menggunak an Financial Technology Memahami Financial Technology Mengenal Produk Produk Financial Technology Mudah Dalam Mengakses Financial Technology Mudah dalam bertransaksi menggunakan Fintech Mendapatkan Manfaat dari Financial Technology Fintech sebagai Inovasi baru produk keuangan Berniat menggunakan Financial Technology Mencoba menggunakan Financial Technology Menggunakan Fintech sebagai alat pembayaran Memilih Fintech daripada ATM Akan terus menggunakan Fintech Sumber :Andhadari . Dalam melakukan analisis data dan menginterprestasikan data, kuesioner harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu yaitu sebuah kuesioner harus Valid dan Reliabel, dikarenakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan tepat dan cermat dan sesuai dengan tujuan. Kuesioner yang tepat dan cermat dalam memenuhi tingkat validitas dan reliabilitasnya sehingga tidak keliru dalam mengambil kesimpulan yang sesuai dengan keadaan yang Variabel Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan dalam penelitian ini menggunakan pengujian dengan Point Biserial Correlation. Menurut Arikunto . Point Biserial Corelation digunakan apabila kita hendak mengetahui korelasi antara dua variabel, yang satu berbentuk variabel kontinu, sedangkan yang lain variabel diskrit murni. Rumus Point Biserial Corelation adalah sebagai berikut: UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 ycycyycaycnyc = ycAycy Oe ycAyc ycy Oo ycyc yc Variabel Financial Technologi dalam penelitian ini menggunakan uji Korelasi Product Momen Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05 dengan cara mengkorelasikan masing Ae masing skor item dengan skor total. Menurut Arikunto . Reliabilitas adalah menunjuk pada pengertian bahwa instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas instrumen merupakan syarat pengujian validitas instrumen, karena itu instrumen yang valid umumnya pasti reliabel tetapi pengujian reliabilitas instrumen perlu dilakukan. Variabel Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan dalam penelitian ini merujuk Arikunto . , yang mengungkapkan untuk mengetahui reliabilitas angket dapat menggunakan rumus KOeR 20. Rumus dari KOeR 20 adalah sebagai berikut: ycOyc Oe Ocycyyc yco yc11 = ( ycoOe1 ycOyc Variabel Financial Technologi dalam penelitian ini menggunakan uji CronbachAos Alpha dengan nilai CronbachAos Alpha> 0,6. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden dari penelitian ini adalah guru Ae guru di sektor pendidikan formal yang ISSN 2808-4667 mengajar di kota Palembang. Kuesioner dibagikan melalui media Google Form dan juga Hard copy dengan bertemu guru di sekolahan secara langsung. Kuesioner terdiri dari berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan data pribadi, seperti Jenis Kelamin, usia, pendidikan sertifikasi guru, bidang mengajar, dan mengajar disekolah swasta atau Rincian dari karakteristik responden dapat dilihat di tabel Penelitian ini memiliki jumlah perempuan yang lebih banyak dibanding lakiAelaki. Wanita 60% dan lakiAelaki 40%. Penelitian ini memiliki jumlah responden guruAe guru di kota Palembang dengan usia yang masih produktif. GuruAeguru yang telah memasuki usia dewasa sebesar 66% dengan rincian berumur 17 Ae 25 tahun sebanyak 10%, 26 Ae 34 tahun sebanyak 31%, 35 Ae 42 tahun sebanyak 25%, sedangkan guruAeguru yang mau memasuki usia lanjut yaitu berumur 43 Ae 51 tahun sebanyak 14%, dan 52 Ae 59 tahun sebanyak 20%. Pendidikan terakhir yang ditamat- kan oleh guruAeguru di kota Palembang dibagi menjadi 5 kelompok, sebagian besar guru telah menamat kan pendidikannya hingga tingkat strata 1 sebanyak 83%, sedangkan masih ada guru yang pendidikan terakhir yang ditamatkannya pada tingkat SMA/SMK sebanyak 2%, diploma 1%, guru di kota Palembang yang menamatkan pendidikan terakhirnya di tingkat S2 sebanyak UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 14%, dan belum ada guru yang menempuh pendidikannya hingga S3. Pendapatan guruAeguru dikota Palembang yang pendapatannya masih dibawah upah minimum kota sebesar 60%. Upah minimum kota ditetapkan per januari 2020 adalah Rp3. 519, sehingga kesejahteraan guru di kota Palembang belum begitu diperhatikan. Mayoritas guru menerima pendapatan sebesar Rp2. 001 Ae Rp3. 000 sebanyak 50%, ternyata masih ada guru yang berpenghasilan < Rp2. 000 sebanyak 10%, sedangkan guru di kota Palembang yang pendapatannya telah lebih besar atau sama dengan upah minimum kota hanya sebesar 40%, yang berpendapatan Rp 001 Ae Rp 4. 000 sebanyak 23%. Rp4. 001 Ae Rp5. sebanyak 10%. Rp5. 001 Ae Rp 000 sebanyak 5% dan > Rp 000 sebanyak 2%. Ternyata masih banyak guru yang belum memiliki sertifikasi sebagai guru, sertifikasi guru sangat penting karena menunjukkan bahwa seorang guru telah lulus uji kopetensi dari lembaga sertifikasi. ISSN 2808-4667 Guru Ae guru dikota Palembang yang memiliki sertifikasi sebagai guru sebanyak 45% sedangkan yang belum memiliki sertifikasi guru sebanyak 55%. Dalam Penelitian ini banyak guru yang mengajar di sekolah swasta sebesar 75% sedang kan yang bekerja di sekolah negeri sebanyak 25%. GuruAeguru dikota Palembang yang mengajar dibidang ekonomi/bisnis sebanyak 10% sedangkan yang mengajar dibidang non ekonomi/bisnis sebanyak 90%. Hasil penelitian ini menunjukan persentase jumlah jawaban benar untuk variabel Literasi Keuangan yang dibagi menjadi 2 kelompok, 11 pertanyaan untuk Basic Financial Literacy dan 10 pertanyaan untuk Advance Financial Literacy, variabel Minat Menggunakan Financial technology terdapat 11 pertanyaan dengan persentase jumlah responden yang menjawab sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju, dan Variabel Inklusi Terdapat 5 pertanyaan yang menanyakan kepemilikan alat pembayaran, tabungan dan investasi, asuransi, kredit, dan sadar akan 5 produk keuangan. Tabel 4 Statistik Deskriptif Min Mean Max Standar Deviasi 100 15% 60,77% 100% 0,17290 Variabel Financial Literacy Financial Technology Inklusi Keuangan 100 0% Sumber data diolah 3,25 9,57400 79,80% 100% 0,20985 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Tabel 4 menunjukan bahwa rata Ae rata tingkat Financial Literacy Indexguru Ae guru di kota Palembang adalah pada tingkat moderat sebesar 60,77%. Hal ini menunjukan bahwa tingkat literasi keuangan guruAeguru masuk kategori moderat, tetapi sangat tipis sekali untuk memasuki kategori moderat dengan selisih 0,77%. Lalu rataAerata untuk Minat Menggunakan Financial technology guru sebesar 3,25 hal ini dapat dikatakan guru Ae guru belum begitu berminat dalam memanfaatkan dan menggunakan layanan Financial Technology terlihat rataAerata jawaban guruAeguru sedikit diatas pilihan 3 yaitu Netral, yang dimana guruAe guru tidak begitu merminat terhadap Financial Technology. Sedangkan tingkat Inklusi Keuangan guruAeguru rataAerata sebesar 79,80% dimana tingkat kepemilikan guruAeguru terhadap produk dan layanan jasa keuangan cukup tinggi. Financial Literacy di hitung dengan menggunakan uji korelasi point biserial. Hasil dari pengujian diatas memperlihatkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel 1,98472 maka dapat disimpulkan item pertanyaanFinancial Literacy dalam penelitian ini valid, tetapi pada pertanyaan FL13 tidak valid dengan t hitung lebih kecil dari t tabel, maka pertanyaan FL 13 dari Financial Literaci dihapus dan di uji Kembali memperlihatkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttable 1,98472 maka dapat disimpul30 ISSN 2808-4667 kan semua item pertanyaan Financial Literacy dalam penelitian ini Minat Menggunakan Financial technology di hitung dengan menggunakan uji korelasi produk momenpearson. Hasil dari pengujian diatas memperlihatkan bahwa nilai rhitung lebih besar dari pada nilai rtable 0,195 maka dapat disimpulkan semua item variabel Minat Menggunakan Financial technology dalam penelitian ini valid. Uji validitas untuk variabel Inklusi Keuangan dan Literacy Keuangan menggunakan uji korelasi point biserial. Hasil dari pengujian diatas memperlihatkan bahwa nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel 1,98472 maka dapat disimpulkan semua item variabel Basic Financial Literacy dalam penelitian ini valid. Pengujian reliabilitas ini untuk variabel Literasi Keuangan. Inklusi Keuangan menggunakan rumus KR 20 dan variabel Financial technology menggunakan metode CronbachAos Alpha. CronbachAos Alpha > 0,6 maka dianggap instrumen yang digunakan Reliabel, menurut Kuncoro . Penelitian residual yang terdistribusi normal dengan tingkat signifikasi lebih besar dari 0,05. Nilai VIF lebih kecil dari 10 dan juga nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 pada masingmasing variabel sehingga dapat dikatakan tidak terjadi masalah multikolineritas. Penelitian ini menggunakan uji Park untuk menguji dalam model regresi ada tidaknya UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 terjadi ketidaksamaan variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Hasil dalam penelitian ISSN 2808-4667 ini memiliki nilai sig >0,01 maka dapat disimpulkan tidak terjadi Tabel 4. Uji t Keterangan Regresi Koefisie 0,325 -0,154 Std error Sig. Kostanta 0,069 0,000 Literasi Keuangan 0,097 0,115 Minat Menggunakan 0,016 0,002 0,000 Financial Technology Adj. ycI 2 = 0,458 Keterangan: Inklusi Keuangan sebagai Variabel Dependen Sumber data diolah Bedasarkan tabel 5 dapat dilihat nilai beta untuk variabel Financial Literacy bernilai negatif dan Minat Menggunakan Financial technologybernilai positif, maka persamaan regresi dalam penelitian ini adalah: Y= 0,325 (-0,154FL) 0,016FT e Penelitian ujit menunjukkan bahwa nilai signifikansi Financial Literacy lebih besar dari 0,05 sehingga H1 ditolak dan H0 diterima artinya Financial Literacy tidak berpengaruh terhadap Inklusi Keuangan. Nilai signifikansi Minat Menggunakan Financial technology lebih kecil dari 0,05 maka H2 diterima artinya Minat Menggunakan Financial technology terbukti berpengaruh positif terhadap Inklusi Keuangan. Bedasarkan analisis dan hasil pengujian secara keseluruhan dalam penelitian ini maka dapat Financial Literacy tidak memiliki pengaruh terhadap Inklusi Keuangan GuruAe guru di kota Palembang, sehingga dapat diartikan bahwa tinggi dan rendahnya tingkat pengetahuan atau kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi dan pemahaman keuangan mengenai tabungan, asuransi dan investasi, dan kredit, maka tidak akan mempengaruhi penggunaan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan seperti tabungan, asuransi, investasi, dan kredit oleh guruAeguru di kota Penelitian ini juga mencoba mencari tahu mengapa Literasi Keuangan tidak mempengaruhi Inklusi Keuangan. Padahal menurut Otoritas Jasa Keungan seharusnya UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan berjalan beriringan. Peneliti mencoba membagi Literasi Keuangan menjadi 2 kelompok variabel menurut Definit pada penelitian Van Rooij. Lusardi and Alessie . yaitu Basic Financial Literacy dan Advanced Financial Literacymaka ditemukan hasil yang berbeda, hasilnya terdapat pada tabel berikut. Terlihat hasil yang berbeda, tabel diatas menunjukan bahwa Basic Financial Literacy Berpengaruh positif signifikan terhadap inklusi keuangan, kemudian Advance Financial Literacy berpengaruh negatif signifikan terhadap Inklusi Keuangan, dan Minat Menggunakan Financial technology berpengaruh positif signifikan terhadap Inklusi Keuangan. Perbedaan terdapat pada Literasi Keuangan, pada Basic Financial Literacy berpengaruh terhadap Inklusi Keuangan. Advance Financial Literacy memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Inklusi Keuangan GuruAeguru di kota Palembang. Dugaan Peneliti, hanya dengan pengetahuan keuangan dasar saja sudah cukup untuk menjadikan bekal dalam memiliki produk dan jasa keuangan, tanpa perlu memiliki pengetahuan Advance Financial Literacy berpengaruh negatif dikarenakan dengan memiliki pengetahuan keuangan yang tinggi akan membuat semakin berhatiAehati dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. ISSN 2808-4667 Berdasarkan analisis dan hasil pengujian secara keseluruhan dalam penelitian ini maka dapat disim pulkan bahwa Financial technology memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Inklusi Keuangan GuruAeguru di kota Palembang, sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi minat guruAeguru di kota Palembang menggunakan Financial technology akan mendorong penggunaan produk dan layanan jasa keuangan berbasis teknologi, sehingga penggunaan produk keuangan juga akan meningkat. Dengan adanya minat dalam menggunakan Financial technology dapat membuat layanan keuangan semakin luas dan dapat menjangkau masyarakat, dan juga minat dalam menggunakan Financial technology ini dapat mengefisiensi waktu dan biaya operasional guruAe guru di kota Palembang. Dengan adanya minat dalam menggunakan Financial technology akan mendorong menggunakan Financial Teknology sehingga Inklusi Keuangan akan berpengaruh. Hal ini BAPPENAS . Financial technology merupakan salah satu Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan ditargetkan akan terus meningkat hingga tahun 2019 menjadi Hutabarat . dalam penelitiannya juga menemukan bahwa financial technology berpengaruh positif signifikan terhadap Inklusi Keuangan. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 KESIMPULAN Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, dan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan guru di kota Palembang sebesar 60,77% termasuk kategori moderat. Tingkat Minat menggunakan financial technology oleh guru di kota Palembang sebesar 3,25, sehingga guru di kota Palembang cukup berminat menggunakan Tingkat Inklusi Keuangan guru di kota Palembang sebesar 79,80%, dimana tingkat kepemilikan produk dan layanan jasa keuangan guru di kota Palembang dikategorikan Literasi Keuangan mempengaruhi Inklusi Keuangan Guru di kota Palembang. Minat Menggunakan Financial technology memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Inklusi Keuangan Guru di kota Palembang. Pada penelitian ini digunakan variabel Literasi Keuangan yang terdiri dari 2 kelompok yaitu Basic Financial Literacy dan Advanced Financial Literacy, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak memiliki pengaruh terhadap Inklusi Keuangan. Agar hasil penelitian lebih baik maka disarankan untuk variabel Literasi Keuangan menggunakan Basic Financial Literacy (Aribawa, 2. , atau Advanced Financial Literacy (Yilmas dan Funda, 2. Sedikitnya referensi penelitian variabel minat menggunakan Financial technology dan Literasi ISSN 2808-4667 Keuangan Terhadap Inklusi Keuangan, sehingga membuat sulitnya mendapatkan referensi terkait Literasi Keuangan dan Financial technology terhadap Inklusi Keuangan. Peneliti telah mencari literatur di Emerald Insight. Google Scholar, dan Sinta Dikti. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan kumpulan literatur yang lain seperti: Scopus. Ebsco. E-resources. International Journal of Education and Research. Directory of Open Access Journal. Cambride Journal. Oxford Journal. Sampel yang diambil dalam penelitian ini kurang representatif. Jumlah populasi guru di kota Palembang sebanyak 16. 181 (Kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2019Ae2. sulitnya memperoleh izin penyebaran kuesioner dari instansi pendidikan yang terkaitdan keterbatasan waktu penelitian. Sehingga membuat responden guru dalam penelitian ini Penelitian selanjutnya dapat menggunakan pengambilan sampel dengan rumus Slovin, atau teknik sampling kuota atau lainnya yang membuat sampel menjadi lebih representatif, dan juga mempunyai pergaulan yang luas dengan guru di kota Palembang. Adjusted r square dalam penelitian ini sebesar 45,8%, dimana masih terdapat 54,2% faktor lain yang mempengaruhi Inklusi Keuangan, sehingga penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh dari faktorAefaktor lain seperti pendapatan, usia, jenis kelamin, peker- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 jaan, dan pendidikan (Hutabarat. Untuk Variabel Minat Menggunakan Financial technologyakan lebih menarik untuk meneliti responden Milenial yaitu orang yang lahir antara tahun 1982 sampai Literasi Keuangan guruAeguru di kota Palembang masuk kategori moderat dengan Rincian Basic Financial Literacy sebesar 72,54% dan Advance Financial Literacy sebesar 49% sehingga rataAerata tingkat Financial Literacy sebesar 60,77% hampir memasuki kategori rendah sedangkan pada tingkat Inklusi Keuangan tinggi sebesar 79,80%, sehingga hal ini menunjukkan bahwa masih banyak guruAe guru yang menggunakan produk dan layanan jasa keuangan namun tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang fungsi, pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan memahami setiap resiko yang terdapat dalam produk Menurut Mendari dan Soejono . Edukasi Literasi keuangan melalui dunia pendidikan tidak lepas dari peran serta guruguru dan dosen. Guru dan dosen menjadi ujung tombak didalam memberikan edukasi kepada peserta didik . iswa dan mahasisw. , harapannya semakin dini masyarakat diperkenalkan dengan literasi keuangan. Hasil penelitian ini agar dijadikan pertimbangan bagi GuruAeguru di kota Palembang untuk menambah pengetahuan atau kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi dan pemahaman ISSN 2808-4667 keuangan mengenai tabungan, asuransi dan investasi (Chen dan Volpe 1. Dengan demikian barulah seorang guru dapat memberikan pemahaman yang baik kepada siswa, sehingga di masa yang akan datang akan meningkatkan generasi muda yang mempunyai pengetahuan keuangan yang tinggi, sehingga mendorong naik index Financial Literacy di Indonesia, yang akan meningkatkan perekonomian Indonesia dan generasi yang melek Penelitian ini juga menjadikan perhatian khusus untuk Lembaga Otoritas Jasa Keuangan agar dapat mengedukasi guruAeguru, dan menambah pengetahuan atau kemampuan dalam mengelola keuangan pribadi, serta pemahaman keuangan mengenai tabungan, asuransi, dan investasi (Chen dan Volpe 1. sehingga Index Literasi Keuangan akan meningkat, karena kualitas guru akan semakin baik sehingga generasi muda dapat diperkenalkan sejak dini mengenaik Literasi Keuangan, hal ini sebagai salah satu upaya Otoritas Jasa Keuangan juga dalam meningkatkan Literasi Keuangan di dunia pendidikan, sehingga tidak berfokus pada siswa melainkan pada guru juga, sehingga antara guru dan siswa akan Penyedia jasa layanan keuangan juga dapat menjadi kebija kan untuk semakin meningkatkan dan memberikan edukasi terkait Financial Technology UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 sehingga masyarakat terutama guruAe guru di kota Palembang lebih berminat dalam menggunakan Financial Technology. Financial technology harus terus dikembangkan dan ditingkatkan segala aspeknya, dimana penggunaan Financial technology mampu mendukung peningkatan Inklusi Keuangan dengan lebih dipermudah nya dalam mengakses produk dan layanan jasa keuangan. Penyediaan Financial technology juga harus men dukung pekerjaan dan melindungi konsumen, sehingga akan meningkatkan minat menggunakan Financial Technology, dan kepercayaan terhadap Financial Technology, serta keputusan dalam memanfaatkan Financial Technology. DAFTAR PUSTAKA Agung Hidayat. APJII: Pengguna Internet di Indonesia Tembus 171,2 Juta. https://industri. news/apjii-penggunainternet-di-indonesiatembus-1712-juta. Diakses 26 September. Anwar Hidayat. Teknik Sampling Dalam Penelitian. https://w. /2017/06/teknik-samplingdalam-penelitian. Diakses 20 Januari. Aribawa. Dwitya. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja dan Keberlangsungan ISSN 2808-4667 UMKM di Jawa Tengah. Siasat Bisnis. Vol. 20 No. Hal 1-13. Arikunto. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta. Chen. , dan Volpe. Analysis Of Personal Financial Literacy Among College Student. Financial Service Review. Vol. PP. 107 Ae Definit. Seadi, dan OJK. Developing Indonesian Financial Literacy Index. http://w. asia/rese arch-project6. Diakses 13 Januari 2020 Dewi. Andhadari Yunita Putri Sintya Dewi. Pengaruh Tingkat Literasi Keuangan Terhadap Minat Penggunaan Produk Finansial Teknologi Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas MuhammadiyahYogyakarta. tp://repository. id/ha ndle/123456789/22115. Diakses 20 Desember 2019 Dinda Wulandari. Literasi Keuangan, 31,64% Penduduk Sumsel Teredukasi dan Memanfaatkan. https://sumatra. com/read/20180726/ 534/821005/literasikeuangan-3164-penduduksumsel-teredukasi-memanfaatkan. Diakses 26 September. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 Finansialku. Apa Itu Inklusif Keuangan Literasi Keuangan. https://w. /apa-itu-inklusif-keuangandan-literasi-keuangan/. Diakses 26 September. Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21. Edisi 7. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang. Hutabarat. Febrina. Pengaruh Literasi Keuangan dan Financial Technology Terhadap Inklusi Keuangan Pada Masyarakat Jabodetabek. Institut PertanianBogor. https://repository. andle/123456789/95669. Diakses 20 September 2019 Islami. Puji Amalia. Analisis Tingkat Literasi Keuangan Pemulung Di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. http://repository. andle/123456789/11433?sh ow=full. Diakses 26 September 2019 Kaban. Debi. Yolanda. Analisis Financial Literacy Financial Behavior Serta Financial Attitude Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara. ISSN 2808-4667 http://repository. andle/123456789/63845. Diakses 26 September 2019 Kuliah Marketing. Minat Untuk Menggunakan (Intention to Us. https://kuliah com/2017 /01/30/minat-untukmenggunakan-intention-touse/. Diakses 1 februari. Lestari. Sri. Literasi keuangan serta penggunaan produk dan jasa lembaga keuangan. Jurnal Fokus Bisnis. Vol. No. Hal14-24. Mendari. Anastasia. Sri. , dan Soejono. Fransiska. Literasi keuangan dosendosen di Palembang: Faktor Gender dan Usia. Benefit Jurnal Manajemen dan Bisnis. Vol. Hal 74-88. Organization for Economics Cooperation Development. Measuring Financial Literacy: Questionnaire and Guidance Notes for Conducting an Internationally Comparable Survey of Financial Literacy. https://w. org/daf/fi n/financialeducation/49319977. Diakses 26 September 2019. Organization for Economics Cooperation Development. OECD/INFE Toolkit For Measuring Financial Literacy And Financial Inclusion. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2022 http://w. org/financi al/education/2018-INFEFinLit-MeasurementToolkit. Diakses September 2019 Otoritas Jasa Keuangan. Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia Revisit (SNLKI). https://w. id/id/ber ita-dankegiatan/publikasi/Documen ts/Pages/Strategi-NasionalLiterasi-Keuangan-Indonesia(Revisit-2. /SNLKI (Revisit 2017 Diakses 20 September Otoritas Jasa Keuangan. Kajian Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan: Perlindungan Konsumen Pada Fintech. Departemen Perlindungan Konsumen. Jakarta. https://konsumen. MinisiteDPLK/images/upload /201807131451262. Fint Diakses 26 September Poetri. Intan. 7 Rekomendasi