Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PROFIL SENYAWA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SEPAT (Mitragynaspecios. DAN DAUN DADANGKAK (Hydrolea spinosa L. Rakhmadhan Niah*. Eka Kumalasari Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin *Email: nia. rachma91@gmail. Artikel diterima: 14 Agustus 2019. Disetujui: 19 Oktober 2019 ABSTRAK Daun sepat (Mitragynaspecios. dan daun dadangkak (Hydrolea spinosa L. merupakan tumbuhan daerah Kalimantan Selatan. Tumbuhan tersebut sering dimanfaatkan secara tradisional untuk mengurangi kadar gula dalam darah dan Efektivitas tersebut diduga karena terdapat aktivitas antioksidan kuat pada senyawa golongan flavonoid. Senyawa golongan flavonoid bekerja melalui mekanisme penangkapan radikal bebas, mengurangi stress oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil senyawa flavonoid daun sepat dan daun dadangkak dengan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH . ,1-diphenyl2picrylhydrazy. Ekstrak daun sepat dan daun dadangkak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Profil senyawa flavonoid diperoleh secara kuantitatif dengan menggunakan larutan baku kuersetin. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH . ,1-diphenyl2picrylhydrazy. Hasil penelitian menunjukkan nilai flavonoid total pada pelarut metanol adalah daun dadangkak 51. 19 mg QE/g ekstrak dan daun sepat 43. 25 mg QE/g ekstrak. Aktivitas antioksidan sangat kuat (< 50 g/mL) terdapat pada ekstrak metanol daun sepat dengan nilai 34. 70 g/mL dan ekstrak metanol daun dadangkak dengan nilai 38. 41g/mL. Kata kunci: Flavonoid. DPPH. Sepat. Dadangkak ABSTRACT Sepat folium (Mitragynaspecios. and dadangkak folium (Hydrolea spinosa L. ) are plants in South Kalimantan. These plants are often used traditionally to reduce blood sugar and antibacterial levels. The effectiveness is suspected because there is strong antioxidant activity in flavonoid compounds. Flavonoid compounds work through the mechanism of capturing free radicals, reducing oxidative stress. The purpose of this study was to determine the profile of flavonoid compounds of sepat folium and dadangkak folium by test the antioxidant activity with DPPH . ,1-diphenyl-2picrylhydrazy. Extract of sepat folium and dadangkak folium were made by the maceration method using methanol as a solvent. Profiles of flavonoid compounds were obtained quantitatively by the standard solution of quercetin. The extract obtained was tested for antioxidant activity by the DPPH . ,1-diphenyl-2picrylhydrazy. Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 391 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 The results showed that the total flavonoid value in methanol solvent was the extract of dadakak folium is 51. 19 mg QE / g extract and extract of sepat folium is 43. 25 mg QE / g extract. Very strong antioxidant activity (<50 g / mL) was found in methanol extracts of sepat folium with a value of 34. 70 g / mL and methanol extracts of dadangkak folium with a value of 38. 41 g / mL. Keywords: Flavonoids. DPPH. Sepat. Dadangkak PENDAHULUAN dikarenakan pengaruh pola hidup. Stres oksidatif dan gangguan seperti kualitas makanan. Beberapa diidentifikasi sebagai proses penting Peningkatan kadar radikal untuk pencegahan berbagai penyakit. bebas dalam tubuh menyebabkan Perawatan kerusakan fungsi ginjal dan organ pengelolaan penyakit telah mendapat perhatian lebih di antara para peneliti Pasien Hal ini dapat dikaitkan memainkan peran penting dalam dengan salah satu metabolit sekunder perkembangan penyakit (Ganesan et yang kaya akan antioksidan, yaitu , 2. Patofisiologi penyakit flavonoid (Ganesan et al. , 2. Sifat biologis dari bahan herbal meningkatkan pembentukan radikal menarik para peneliti untuk untuk mengembangkan obat terapi herbal meningkatkan kadar peroksidasi lipid Berbagai tanaman daerah dalam ginjal, yang mengarah pada Kalimantan Selatan sudah banyak cedera tubulus ginjal dan fibrosis digunakan secara emperis untuk pengobatan diabetes mellitus dan gangguan ginjal. Senyawa fitokimia pencegahan kerusakan ginjal akibat tumbuhan tersebut diduga mampu glukosa dan toksisitas oksalat berada Pilihan (Khan Hal Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 392 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 melalui pengurangan stres oksidatif. ROS dan TNF- 5 (Liao et al. METODE PENELITIAN Daun (Mitragynaspecios. Bahan yang digunakan dalam dadangkak (Hydrolea spinosa L. penelitian ini adalah daun sepat merupakan tumbuhan yang banyak daerah Barabai dan daun dadangkak Alat dan Bahan Kalimantan Selatan. Banjarmasin. Kalimantan Secara emperis daun sepat dan daun Selatan. Bahan lain yang digunakan yaitu metanol p. a (Merc. , kuarsetin, 1,1-diphenyl-2- menurunkan kadar gula dalam darah picrylhydrazil(DPPH) Alat yang digunakan dalam Mekanisme tanaman tersebut diduga penelitian ini antara lain blender melalui mekanisme antioksidan yang (Philips HR 2115 Blender tango terdapat pada senyawa flavonoid. Plasti. Flavonoid merupakan senyawa yang memiliki sejumlah gugus hidroksil Laborota yang tidak tersubstitusi (Adhayanti et UV-Vis , 2. Pembuktian bahwa daun timbangan analitik (Ohau. , dan alat- sepat dan daun dadangkak memiliki alat gelas (Pyre. kemampuan antioksidan perlu dikaji Tahap Pendahuluan DPPH. , (Heidolph Instrument 4. , spektrofotometer (U-2800 Penelitian Semakin tinggi kadar flavonoid total (Sigma- Hitach. , daun sepat dan daun dadangkak di Laboratorium Biologi. Fakultas (Indayani et al. , 2. Penelitian ini Matematika dan Ilmu Pengetahuan bertujuan mengetahui profil senyawa Alam, flavonoid daun sepat dan daun Mangkurat. Universitas Lambung Tahap Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 393 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Simplisia menggunakan spektrometer UV-VIS dihaluskan hingga lolos mesh 60. dengan panjang gelombang 517 nm. Serbuk kering ditimbang dengan sehingga didapat nilai IC50 (Lestari et , 2018. Safitri et al. , 2. Serbuk simplisia diuji secara analisis kualitatif/Skrining Fitokimia (Ariani HASIL DAN PEMBAHASAN et al. , 2. Serbuk daun kemudian Determinasi dilakukan di Labolatorium FMIPA metode maserasi dengan pelarut Universitas Lambung Mangkurat, hasil determinasi dari daun kayu sepat menunjukan species dari daun Ekstrak rendemennya (Niah et al. , 2. Uji Flavonoid Total Mitragynaspeciosa. Hasil Larutan ekstrak 1000 ppm diambil sebanyak 1 mL, tambahkan Hydrolea 1 mL AlCl3 10% dan 8 mL asam spinosa L. Serbuk daun kayu sepat asetat 5%, diam kan selama 1 menit, yang didapat sebanyak 300 gram dan serbuk daun dadangkak yang didapat pada panjang gelombang maksimum adalah 400 gram. Susut pengeringan (Bakti et al. , 2. Pengujian Aktivitas Antioksidan simplisia tersebut adalah 0,67 % DPPH . ,1-diphenyl- untuk daun sepat dan 1,176% untuk 2picrylhydrazy. dibuat larutan stok daun dadangkak. Susut pengeringan 80 ppm. Buat konsentrasi sampel uji tersebut menjadi indikator tentang 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm besarnya senyawa yang hilang pada dan 50 ppm. Masing-masing sampel proses pengeringan. Adapun ekstrak uji diambil 2 mL dan dimasukkan kental yang diperoleh adalah ekstrak kedalam tabung reaksi. Tambahkan metanol daun sepat sebesar 17,00 % larutan DPPH sebanyak 2 mL, kemudian dikocok dan diinkubasi dadangkak 33,50%. selama A15 menit. Hitung serapan Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 394 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Skrining daun sepat dan ekstrak metanol daun senyawa yang dilakukan meliputi uji dadangkak dilakukan dengan metode Uji AlCl3. Prinsip metode pewarnaan ini adalah AlCl3 bahwa ekstrak metanol sepat dan membentuk kompleks asam yang stabil dengan C-4 gugus keto, lalu mengandung fenol dan flavonoid. dengan C-3 atau C-5 gugus hidroksil Flavonoid yang tereduksi dengan Mg dari flavon dan flavonol. Selain itu dan HCl dapat memberikan warna AlCl3 juga membentuk kompleks merah, kuning atau jingga (Latifah, asam yang labil dengan gugus orto Pengujian fenol menunjukkan dihidroksil pada cincin A atau B dari hasil positif dengan terbentuknya perubahan warna ekstrak menjadi Fessenden mempunyai serapan maksimum pada penambahan FeCl3, warna positif pada pengujian karena terbentuknaya Pengukuran (Fessenden 1. sehingga akan 8 nm. flavonoid total ini Fe3 dimulai dengan melakukan hidrolisis (Agustin. Hasil terhadap sampel. Hal ini bertujuan membuktikan bahwa ekstrak metanol flavonoid dalam bentuk daun sepat dan ekstrak metanol daun . lavonoid yang masih terikat dengan dadangkak memiliki profil senyawa gugus gul. dapat terurai menjadi fenolik, khususnya flavonoid. Oleh flavonoid dalam bentuk aglikon karena itu, penelitian dilanjutkan . lavonoid tungga. karena analisis flavonoid akan lebih baik jika berada menggunakan spektrofotometri uv- dalam bentuk aglikonnya (Harborne vis untuk menganalisis kandungan Hasil pengukuran flavonoid total pada ekstrak metanol flavonoid total daun sepat dan ekstrak metanol daun metanol dari tumbuhan sepat dan dadangkak dapat Pengukuran Gambar 1. flavonoid total dari ekstrak metanol Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 395 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 antialergi, dan antikanker (Neldawati et al. , 2. Aktivitas Antioksidan daun sepat dan daun dadangkak dengan pemilihan pelarut metanol (Niah et al. , 2. , diduga dapat menangkal radikal bebas dengan Pengujian antioksidan dengan metode DPPH memberikan nilai IC50 yang berbeda Gambar 1. Flavonoid total . ekstrak metanol daun sepat dan . ekstrak metanol daun dadangkak antara kedua tumbuhan yang dapat Berdasarkan Gambar 1 didapat menangkal radikal bebas dari metode rerata kadar flavonoid total pada DPPH dinamakan dengan IC50, yaitu pelarut metanol, yaitu dadangkak konsentrasi yang dapat meredam 19 mg QE/g ekstrak dan sepat 50% radikal bebas DPPH (Supomo 25 mg QE/g ekstrak. Hal tersebut et al. , 2. Nilai IC50 semakin kecil dipengaruhi oleh sifat kelarutan dari senyawa flavonoid pada tumbuhan Flavonoid g/mL) dilihat pada Gambar 2. Efektivitas suatu sampel untuk Aktivitas sekunder yang terdiri dari beberapa metanol daun sepat dan ekstrak metanol daun dadangkak dengan kelarutan yang nilai berturut-turut 34. 70 g/mL. berbeda-beda, tetapi pada umumnya 41g/mL. Aktivitas antioksidan memiliki tingkat pelarut semi polar hingga polar antioksidan sangat kuat karena nilai (Febrianti et al. , 2. Tanaman IC50 g/mL (Molyneux 2. Hasil tersebut dapat disimpulkan pelarut metanol Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 396 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Walaupun dibandingkan ekstrak metanol daun flavonoid total ekstrak metanol daun ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Hal tersebut ekstrak metanol dadangkak, ekstrak diduga ada peran senyawa metabolit metanol daun sepat lebih besar aktivitas antioksidan. % Daya hambat radikal bebas y = 1. r = 0. IC50= 34. 70 PPM . y = 1. r = 0. IC50= 38. 41 PPM . PPM Sepat Metanol Dadangkak Metanol Linear (Sepat Metano. Linear (Dadangkak Metano. Gambar 2. Regresi Linier kurva baku kuersetin dan Aktivitas Antioksidan (IC. Ekstrak Metanol daun sepat dan . Ekstrak Metanol daun dadangkak KESIMPULAN Hasil vis untuk menganalisis kandungan flavonoid total pada ekstrak. Kadar membuktikan bahwa ekstrak metanol flavonoid total pada ekstrak metanol daun sepat dan ekstrak metanol daun daun dadangkak adalah 1. 19 mg dadangkak memiliki profil senyawa QE/g ekstrak dan ekstrak metanol fenolik, khususnya flavonoid. Oleh daun sepat adalah 43. 25 mg QE/g karena itu, penelitian dilanjutkan Aktivitas antioksidan sangat kuat (< 50 g/mL) terdapat pada menggunakan spektrofotometri uv- kedua ekstrak, yaitu ekstrak metanol Rakhmadhan Niah & Eka Kumalasari | 397 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 391-399 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 daun sepat dan ekstrak metanol daun dadangkak dengan nilai berturutturut 34. 70 g/mL. 41g/mL. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kepada RISTEKDIKTI yang telah membantu penelitian ini dengan skim riset penelitian dosen pemula tahun pendanaan 2019. DAFTAR PUSTAKA