Penggunaan Metode Sosiodrama dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Siswa dalam Kemahiran Berbicara Farhan Faizan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: Farhanfaizan28@gmail. Maman Dzuliman Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: mamandzuliman@gmail. Wahyudin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon Email: wahyudin@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode sosiodrama terhadap peningkatan kemampuan keterampilan berbicara . aharah kala. di kelas Vi MTs Alwashliyah Talun Cirebon. Serta Salah satu faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya suatu pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu, guru harus pandai memilih metode yang tepat dan sesuai agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu alternative yang digunakan adalah dengan menerapkan metode sosiodrama dalam pembelajaran kemampuan berbicara . aharat kala. Bahwasanya metode sosiodrama merupakan salah satu metode pembelajaran yang di arahkan untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran. Dan juga merupakan metode yang efektif, karena metode ini mampu memberikan pemahaman bagi siswa dan membuat mereka lebih semangat lagi dalam belajar khususnya dalam pembelajaran kemampuan keterampilan Berbicara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis metode Quasi Eksperimental. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi,tes,dan dokumentasi sedangkan analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan,uji normalitas, uji homogenitas uji t tes dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini adalah bahawas terdapat pengaruh penggunaan metode sosiodrama terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam keterampilan berbicara. Kata Kunci: Sosiodrama. Kemampuan Siswa. Keterampilan berbicara Abstract The purpose of this research how much influence the use of Sosiodrama Methode to increase student Speaking Skills in learning Arabic in class Vi MTs AlWashliyah Cirebon. And One of the factors that influence the success or Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin failure of learning is the teacher. Therefore, teachers must be clever in choosing the right methods so that the expected learning objectives can be achieved to the One alternative that is used is to apply Sociodrama method in Speaking learning. That picture media is one of the learning media that is directed to facilitate students in understanding learning. And Sociodrama method is an effective method, because this method able to provide understanding for students and make them even more enthusiastic in learning, especially in Speaking Skills learning. This research uses quantitative methods with the type of Quasi experimental methods. Data collection methods in this study are by observation, tests and Documentation, while data analysis in this study is to use,normality test, homogeneity test t test and hypothesis test. The results of this study are that there is an influence of the use of Sociodrama method to increase ability students in the Speaking Skills. Keywords: Sociodrma. Student Ability. Speaking Skills AIEAA AONA N E uEO O IO I OC EIO EuIOEO CO INA A O EOIE EO EOA. AeI EAAE EII I EOAEO EIO EuEIO OIA A O I OEOI EIEI EO AO O EOEAU A eA. AI O AE EEOI NO EIEIA AEEOIO EAO OEEO O OIEI COC NA EEOI EIAOE uEO EA A EE EII NO OC OC EIO EuIO AO EOI INA. AECAOA A EI NN EOC C EO OAO CAU A OOC EIO EuIONO OC AEAUAeIA A OIIN E AO NNA. A OA AO IN eIAU Ae OENI E I AO EEOIA A OC I EOI AO NN E NOA. AEE NO EIO u E EOOA A OOC EOE EOI EO OIN E AO N EEA. AEIE OE OEOCA A OI NN EE EO I EOIA. ANO O EO O EII O EAOA AIN eI I OCEIO EuIO AE oIIN eI OA A IN eIAUA C EEAUA OC EIO EIOA:AeI EOOA Pendahuluan Dalam pembelajaran bahasa, kemampuan menggunakan bahasa disebut kemahiran berbahasa. Pada umumnya, semua pakar pembelajaran bahasa sepakat bahwa keterampilan dan kemahiran El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin berbahasa Arab tersebut terbagi menjadi empat. Diantaranya adalah keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Dalam pemerolehan keterampilan berbahasa, kita biasanya melalui hubungan urutan yang teratur,mula-mula pada masa kecil, kita belajar menyimak/mendengarkan bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita belajar membaca dan menulis. Keterampilan berbicara . aharah al-kala. adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide,pendapat, keinginan, atau perasaan kedalam mitra bicara. Adapunberbicara merupakan kombinasi faktorfaktor fisik, psikologi, neurologis, semantik, dan linguistik secara luas. Sehingga, dapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial. Dengan demikian, untuk menunjang hal tersebut di perlukan adanya pembelajaran yang menarik, tidak monoton sehingga pembelajaran tata bahasa yang di berikan oleh guru tidak cepat di Dalam kegiatan belajar, tidak semua anak didik yang diajar mempunyai kemampuan untuk berkonsentrasi dalam waktu yang relatife lama. Daya tangkap antara peserta didik yang satu dengan yang lain berbeda, selain itu tingkat intelegensi setiap siswa juga berbeda. Berdasarkan beberapa factor perbedaan sebagaimana tersebut diatas, memerlukan strategi pengajaran yang tepat. Dalam hal ini Guru mempunyai peranan penting dalam suatu proses pendidikan. Pelajaran bahasa arab merupakan pelajaran yang dianggap sulit dan dianggap sebuah momok oleh siswa. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu terobosan baru dalam proses pembelajaran bahasa, sehingga siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan dan merasa senang untuk belajar bahasa arab. Sehingga seorang Guru dituntut untuk mampu menguasai berbagai metode dan strategi dalam proses pembelajaranya. Metode merupakan bagian Tarigan,Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa. (Bandung. Angkasa, 2. Hal. Lihat Tarigan. Berbicara sebagai suatu keterampilan Berbahasa. , (Bandung. Angkasa,1. 3 Lihat Trianto. Model pembelajaran terpadu dalam teori dan praktek, (Jakarta. Prestasi Pustaka, 2. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin komponen pengajaran yang menduduki posisi penting, selain tujuan. Guru, peserta didik, media, lingkungan, dan evaluasi4Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode sosiodrama. Dimana sosiodrama dapat menjadi salah satu alternative dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan5 Metode sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungan dengan masalah social6 Sosiodrama digunakan untuk memberikan pemahaman dan penghayatan akan masalah social serta mengembangkan kemampuan siswa untuk memecahkannya Bahasa arab merupakan pelajaran mengenai bahasa yang mana didalam praktiknya tidak terlepas dari percakapan, metode sosiodrama diterapkan bertujuan agar siswa lebih mampu mengembangkan keterampilan berbahasa, disamping membantu untuk lebih memahami isi ataupun materi pelajaran. Dengan metode ini siswa akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab siswa tidak hanya mendengarkan uraian Guru tetapi juga melakukan aktifitas lain seperti memahami, membuat dan menulis naskah drama, melakukan demonstrasi serta kegiatan lainya dalam berbahasa Arab sehingga siswa tidak merasa Dalam praktiknya metode sosiodrama sering digunakan dalam pembelajaran yang banyak berkaitan dengan sosial khususnya mata pelajaran bahasa Arab, bahasa Indonesia. Metode sosiodrama tidak hanya digunakan dalam pembelajaran di kelas saja akan tetapi dapat menghasilkan suatu karya berupa naskah drama berbahasa Arab dan dapat di pertunjukan melalui teater yang mana dapat mengembangkan kreatifitas siswa dalam berkarya dan khususnya berbahasa Arab. Hal ini dikarenakan metode sosiodrama dalam praktiknya secara tidak langsung mampu mencakup kemahiran-kemahiran yang harus dicapai dalam suatu pembelajaran bahasa Arab dimana dalam metode Thoifuri. Menjadi Guru Inisiator. ( Semarang: Rasail Media Grou. Hal. Melvin L . Silberman. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (Bandung Nusamedia, 2. Hal. 6 Syaiful Bahri Djamarah. Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: PT Rineka Cipt. Hal. 7 Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. (Jakarta: Kencana Media Group 2007 ). Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin sosiodrama siswa harus menulis naskah dimana dalam menulis naskah siswa dilatih dalam kemahiran menulis ( Al-khitabah ), menghafal naskah berlatih membaca teks dalam kemahiran membaca ( Al- qiraAoah ) ,selanjutnya mendramakan naskah yang telah ditulisnya, dalam kegiatan demonstrasi ini selain diasah mentalnya para siswa juga dilatih kemahirannya dalam berbicara ( Al-kalam ). Selain itu ketika mendramakan naskah para siswapun juga dilatih kemahirannya dalam hal mendengarkan ( Al-istimaAo ). Dan secara keseluruhan siswa yang menjadi audience juga dilatih menerjemahkan dan mendengarkan percakapan mereka. Sehingga siswa lebih aktif dalam pembelajarannya dan merasa senang dalam bahasa Arab karena dalam praktiknya Guru hanya menjadi pengarah dan pembimbing. Hal ini menjadikan suatu pelajaran efektif, efisien, dan menyenangkan dengan sebuah pertunjukan drama karena pembelajaran ini menjadi suatu hal yang menarik. Pada kenyataanya pada pembelajaran bahasa Arab dikelas yang diperbanyak hanya teori saja dan kurang diperhatikannya untuk pengembangan kemampuan berbicara bahasa Arabnya sehingga siswa banyak yang kurang mampu dalam kemahiran berbicara ( Al-kalam ) bahasa arab dimana bahasa juga digunakan sebagai bahasa komunikasi dan perlu pembiasaan dalam mengucapkan kosa kata bahasa Arab. Untuk itu banyak siswa merasa bosan dan jenuh bahkan sebagian siswa ada yang tertidur dikelas ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan uraian di atas peneliti merasa tertarik untuk Eksperimentaltasi dengan metode sosiodrama untuk mengembangkan atau meningkatkan kemahiran berbicara (Al-kala. bahasa Arab di MTs Al Washliyah dan memilih judulAuPenggunaan Metode Sosiodrama Terhadap Upaya Peningkatan Maharah Al-kalam Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas Vi MTs Al Washliyah Talun Kabupaten Cirebon. Metode Penelitian Penelitian dengan judul Au AuPenggunaan Metode Sosiodrama Serta Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Siswa Dalam Kemahiran Berbicara (Study Eksperimental untuk kelas Vi siswa MTs Al Washliyah talun Cirebo. merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimentaltal Design. Desain yang digunakan dalam riset ini adalah Non Equivalent Control Group Design. Desain ini terdapat pretest dan posttest, sehingga pengaruh treatment dapat El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin dihitung dengan cara membandingkan nilai kelas Eksperiment dan 8 Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut: O1 = nilaipretest kelas Eksperimental O2 = nilai posttest kelas Eksperimental O3=nilai pretest kelas control 04= nilai posttest kelas kontrol X = perlakuan . , dengan menggunakan metode sosiodrama. Penelitian ini telah dilakukan dalam dua tahap yaitu pemberian tes awal . dan pemberian tes akhir . Pemberian tes awal dimana pada tahap ini tanpa diberikan perlakuan. Pemberian tes akhir diberikan perlakuan ditandai dengan X. Keduanya untuk mengetahui pengaruh kemampuan keterampilan berbicara . aharah kala. sebelum dan sesudah menggunakan metode Sosiodrama terhadap kemampuan siswa dalam keterampilan berbicara. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas Vi MTs AlWashliyah Talun Cirebon. Populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang tersusun atas subyek maupun obyek yang memiliki kualitas dan ciri-ciri tertentu yang dipatenkan peneliti untuk dipahami dan dipelajari serta dibentuk sebuah Populasi yang dipilih dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas Vi MTs AlWashliyah cirebon tahun ajaran 2018 / 2019. Jumlah seluruh siswa kelas Vi yaitu 38 siswa dari kelas A dan B. Sampel adalah wakil atau sebagian populasi kecil yang akan Pada penelitian ini, peneliti mengambil sampel dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Sampel untuk penelitian ini yaitu kelas B sebagai kelas Eksperimental dan kelas A sebagai kelas Hatch dan Farhady, 1981 dalam Sugiyono mengatakan bahwa variabel merupakan suatu atribut yang dimiliki sebuah obyek atau seseorang yang memiliki sebuah variasi di antara satu orang dengan orang yang lain dan bisa dikatakan satu obyek dengan obyek yang lain. Kerlinger 1973 dalam Sugiono menjelaskan bahwa variabel merupakan sifat maupun konstrak yang nantinya akan dipelajari. Lihat Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif dan R&D (Bandung. PT Alpabeta, 2. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Contoh dari variabel ini misalnya tingkat aspirasi, pendidikan, status sosial, penghasilan, golongan gaji, produktivitas kerja, jenis kelamin dan lain sebagainya. Kerlinger juga menjelaskan bahwa suatu variabel dikatakan sebagai sifat yang akan diambil dari nilai yang berbeda. Maka dari itu variabel bisa dikatakan sesuatu yang bervariasi. Untuk pendapat selanjutnya yaitu dari Kidder, mengatakan bahwa suatu variabel adalah sebuah kualitas yang mana peneliti akan mempelajari dan menarik kesimpulan darinya. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dapat diukur dengan adanya ketercapaian aspek dan penilaian yang digunakan sebagai data hasil dari penelitian dalam bentuk isntrument penelitian sebagai berikut: Lembar tes yang digunakan pada penelitian ini terdapat dua jenis tes yaitu pretest dan posttest untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam keterampilan berbicra bahasa arab. Pada lembar tes terdapat tes lisan berupa Uraian yang digunakan siswa untuk menjawab tes lisan yang telah disediakan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini akan diperoleh dari hasil pengumpulan data yang menggunakan teknik tes, dokumentasi dan observasi langsung. Teknik tes bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan pemahaman siswa dalam kosakata bahasa arab. Tes dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pretest dan Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa terhadap pemahaman siswa dalam kosakata bahasa arab sebelum mendapatkan perlakuan. Sedangkan posttest digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mendapatkan perlakuan. Teknik observasi dilakukan untuk mengamati pelaksanaan kegiatan pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode Sosiodrama pada kelas Eksperimental secara langsung. Teknik observasi juga dilakukan untuk mengamati penelitian sebagai guru pelaksana pembelajaran ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran, pengamatan dilakukan oleh guru. Teknik analisis data ini diperoleh setelah semua data terkumpul dan akan dianalisis sehingga diperoleh hasil yang diperlukan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini analisis data instrument menggunakan uji validitas dan uji realibilitas dan uji t test. Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu Suatu instrument dikatakan valid apabila dapat El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin mengungkap data dari variabel yang diteliti secara cepat. Validitas dalam penelitian ini diukur menggunakan program pengolahan data SPSS 21 dengan korelasi Product Moment. Kriteria item yang valid yaitu dengan melihat hasil probabilitas. Jika nilat thitung > ttabel maka item dinyatakan valid. Jika thitung < ttabel maka item dinyatakan tidak valid. Uji realibilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat di percaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen sudah baik. Item yang valid akan dilakukan perhitungan realibilitas dengan menggunakan rumus CronbachAos Alpha dengan tujuan mencari koefesien realibilitasnya. Realibilitas dari skala ini diketahui dengan menggunakan program SPSS Uji realibilitas dengan teknik CronbachAos Alpha yaitu dengan cara menentukan nilai varian tiap butir pertanyaan, menentukan nilai varian total dan menentukan realibilitas instrument. Kriteria uji realibilitas dalam rumus CronbachAos Alpha menggunakan batasan 0,6. Jika realibilitas < 0,6 maka kurang baik, jika realibilitas 0,7 dapat diterima dan jika realibilitas > 0,8 maka baik. Uji normalitas berguna untuk mengetahui setiap sampel yang akan digunakan berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak normal. Uji normalitas data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria jika signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal, dan jika signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan pada hasil data pretest dan posttest Pada penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 melalui Levene. Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai signifikansi atau probabilitas < 0,05 maka data tidak homogen, sedangkan jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka data homogen. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik t-test. Teknik ini merupakan teknik statistik yang dipergunakan untuk menguji Suharsimi Arikunto. Prosedur (Jakarta. Rineka Cipta,2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Penelitian Pendidikan Praktik. Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin signifikansi perbedaan dua buah mean yang berasal dari dua buah mean distribusi (Winarsunu, 2015:. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berjenis rasio dan digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai pretest dan posttest, perhitungannya menggunakan uji t-test. Uji t-test ini nantinya akan dijadikan pembanding antara kelas Eksperimental tanpa menggunakan perlakuan dan kelas Eksperimental menggunakan Adanya alasan menggunakan uji t-test ini yaitu karena tidak adanya keterkaitan antara sampel yang digunakan. Maksudnya yaitu perlakuan yang terdapat pada kelas Eksperimental melalui perlakuan pretest dan posttest. Uji t-test pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 dengan rumus Indipendent Samples T-Test. KETERAMPILAN BERBICARA (Maharat kala. Definisi Kalam Yang dimaksud dengan kalam adalah pengucapan bunyi- bunyi berbahasa arab dengan baik dan benar sesuai dengan bunyi-bunyi yang berasal dari mahkraj yang dikenal oleh para linguistic. Tujuan Pembelajaran Keterampilan Kalam Tujuan pembelajaran kalam adalah sarana berinteraksi dengan orang lain dan memahami apa yang diinginkan penutur. Pembelajaran ini dimulai setelah siswa mengetahui bunyi hurufhuruf bahasa Arab, mengetahui perbedaan antara bunyi huruf satu dengan huruf lainnya yang berbeda, dsb. Prinsip-prinsip Pengajaran Keterampilan Kalam Agar pembelajar kalam yang baik bagi non Arab, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: Hendaknya guru memiliki kemampuan yang tinggi tentang keterampilan ini. Memulai dengan suara-suara yang serupa antara dua bahasa ( bahasa pebelajar dan bahasa ara. Abd. Wahab Rosyidi dan MamluAoatul Nikmah. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab. (Malang: UIN-Maliki Press, 2. Hal. 11 Abd. Wahab Rosyidi dan MamluAoatul Nikmah. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab. (Malang: UIN-Maliki Press, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Hendaknya pengarang dan pengajar memperhatikan tahapan dalam pengajaran kalam, seperti dengan lafadz-lafadz mudah yang terdiri dari satu kalimat, dua kalimat dan seterusnya. Memulainya dengan kosa kata yang mudah. Memfokuskan pada bagian keterampilan bagi keterampilan berbicara, yaitu: Cara mengucapkan bunyi dari makhrajnya dengan baik dan benar. Membedakan pengucapan harakat panjang dan pendek. Mengunangkapkan ide-ide dengan cara yang benar dengan memperhatikan kaidah tata bahasa yang ada. Melatih siswa bagaimana cara memulai dan mengakhiri pembicaraan dengan benar. Memperbanyak latihan-latihan, seperti latihan membedakan pengucapan bunyi, latihan mengungkapkan ide-ide. Tahapan Pembelajaran Kalam Tahapan-tahapan pembelajaran keterampilan berbicara ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tahapan pada tingkat pemula, tingkat menengah dan tingkat lanjut. Adapaun penjelasannya adalah sebagai Bagi tingkat mubtadiAo . Siswa diminta untuk belajar mengucapkan kata, menyusun kalimat dan mengungkapkan pikiran mereka secara sederhana. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa sehingga berakhir membentuk sebuah tema yang sempurna. Guru mulai melatih bicara dengan member pertanyaanpertanyaan sederhana. Guru menyuruh siswa menjawab latihan-latihan syafahiyah dengan melafalkan percakapan, atau menjawab Abd. Wahab Rosyidi dan MamluAoatul Nikmah. Memahami Konsep Dasar Pembelajaran Bahasa Arab. (Malang: UIN-Maliki Press, 2. Hal. 13 Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. (Malang: UINMaliki Press, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks yang telah siswa baca. Bagi tingkat mutawasit . Belajar berbicara dengan bermain peran. Berdiskusi dengan tema tertent. Berbicara tentang peristiwa yang terjadi pada siswa . Bercerita tentang informasi yang telah didengar dari televisi, radio, atau lainya Bagi tingkat mutaqaddim . ingkat ata. Guru memilihkan tema untuk berlatih berbicara. Tema yang dipilih hendaknya menarik, yang berhubungan dengan kehidupan siswa sehari-hari. Tema harus jelas dan terbatas. Siswa dipersilahkan untuk memilih satu tema atau lebih sampai akhirnya siswa bebas memilih tema yang dibicarakan tentang apa yang mereka ketahui. Didalam proses pembelajaran keterampilan berbicara, seorang pengajar juga harus melakukan pembetulan secara langsung pada aspek kesalahan siswa, serta ada aspek penilaian diakhir pertemuan Pembetulan aspek berbicara Dalam berbagai latihan berbicara, terutama percakapan, bercerita, diskusi dan seterusnya, pengajar seringkali menemukan kesalahan dan kekurangan siswa, baik pada aspek kebahasaan maupun nonkebahasaan. Guru seringkali merasa risih dan tidak sabar untuk segera membetulkannya. Hal ini bisa difahami karena boleh jadi pengajar merasa berkewajiban untuk tidak membiarkan siswa berkelanjutan dalam kesalahan. Aspek Penilaian Adapun aspek-aspek yang dinilai pada akhir pertemuan dalam kegiatan berbicara, sebagaimana disarankan oleh para ahli adalah sebagai berikut: Aspek kebahasaan Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. (Malang: UINMaliki Press, 2. Hal. 15 Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. (Malang: UINMaliki Press, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin . Pengucapan . Ketepatan bacaan . ad, syidda. Penempatan tekanan . Nada dan irama . Pilihan kata . Kelincahan . Sistematika pembicaraan . Kerjasama Skala penilaian ini dapat dipergunakan untuk penilaian individual maupun kelompok. Metode Pembelajaran Bahasa Arab Metode adalah cara mengajar yang digunakan oleh pengajar dalam sebuah proses pembelajaran bahasa agar tercipta tujuan yang ingin dicapai. Ketepatan seorang pengajar dalam memilih sebuah metode akan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran Metode Sosiodrama Belajar sambil bermain dipilih oleh peneliti karena peneliti beranggapan bahwa seorang anak tidak bisa jauh dari Bermain adalah alat pelepas emosi (Freud, 1. , pengembangan diri dalam bersosial (Erikson, 1. , ekspresi leluasa tanpa tekanan batin. Metode sosiodrama dan role playing dapat dikatakan sama artinya, dan dalam pemakaiannya sering disilihgantikan. Sosiodrama pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial. Tujuan yang diaharapkan dengan penggunaan metode sosiodrama antara lain: Agar siswa dapat menghayati dan menghargai orang lain. Dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab. Dapat belajar mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan. Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. (Malang: UINMaliki Press, 2. Hal. 17 Syaiful Mustofa. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Inovatif. (Malang: UINMaliki Press, 2. Hal. 18 Slamet Suyanto. Dasar-dasar Pendidikan Usia Dini. (Yogyakarta: Hikayat, 2. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah. Petunjuk guna menggunakan metode sosiodrama adalah: Tetapkan dahulu masalah- masalah sosial yang menarik perhatian siswa dikelas. Ceritakan kepada kelas . mengenai isi dari masalah-masalah dalam konteks cerita tersebut. Tetapkan siswa yang dapat atau bersedia memainkan peranannya didepan kelas. Jelaskan kepada pendengar mengenai peranan mereka pada waktu sosiodrama sedang berlangsung. Beri kesempatan kepada para pelaku untuk berunding beberapa menit sebelum mereka memainkan peranannya. Akhiri sosiodrama pada waktu situasi pembicaraan mencapai Akhiri sosiodrama dengan kelas untuk bersama-sama memecahkan masalah persoalan yang ada pada sosiodrama tersebut. Jangan lupa menilai hasil sosiodrama tersebut sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut. Bila sosiodrama baru diterapkan dalam pengajaran, maka hendaknya guru terlebih dahulu menerangkan teknik pelaksanaanya, danmenentukan diantara siswa yang tepat untuk memerankan lakon tertentu, yang secara sederhana dimainkan didepan kelas. Setelah pementasan selesai, yang dilakukan guru adalah mengevaluasi hasil sosiodrama yang telah diperankan dengan cara mendiskusikannya bersama-sama dengan siswa, serta memecahkan masalah-masalah yang ada pada sosiodrama. Dalam pelaksananya, selain naskah cerita yang didramakan diberikan oleh guru, siswa diberi kesempatan untuk menyusun naskah ceritanya sendiri. Hal ini bertujuan agar siswa mampu mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, sehingga siswa mendapatkan pengalaman langsung dan berkesan dengan kuat serta tahan lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengalaman yang menyenangkan yang sulit untuk Syaiful Bahri Djamarah. Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: PT Rineka Cipt. Hal. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Pengaruh Penggunaan Metode Sosiodrama terhadap Peningkatan Kemampuan Keterampilan Berbicara Pada tes ini dimulai dengan memberikan pretest di kelas kontrol. Waktu yang diberikan kepada siswa sekitar 45 menit. Setelah dilaksanakan pretest, peneliti melaksanakan pembelajaran bahasa arab tanpa menggunakan metode sosiodrama. Setelah pembelajaran selesai dan untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa peneliti melakukan posttest untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman siswa sebelum dan sesudah pembelajaran tanpa menggunakan media gambar dan metode index card match. Adapun hasilnya sebagai berikut: Statistics Pre testKontrol Post testkontrol Valid Missing Mean Median Mode Minimum Maximum Sum Diketahui hasil perhitingan SPSS 21 dari nilai pretest di kelas yaitudengannilaiminimum40,maksimum55, 00denganrata-rata48,16. Sedangkan 00denganrata-rata72,42. Pada tes ini dimulai dengan memberikan pretest di kelas Eksperimental. Waktu yang diberikan kepada siswa sekitar 45 menit. Setelah dilaksanakan pretest, peneliti melaksanakan pembelajaran kosakata bahasa arab dengan menggunakan media gambar dan metode index card match. Setelah pembelajaran selesai dan untuk mengetahui kemampuan pemahaman siswa peneliti melakukan posttest untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman siswa sebelum dan El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin sesudah pembelajaran dengan menggunakan media gambar dan metode index card match. Adapun hasilnya sebagai berikut: Statistics Pre testEksperimental Post testEksperimental Valid Missing Mean Median Mode Minimum Maximum Sum Diketahui hasil perhitingan SPSS 21 dari nilai pretest di kelas yaitudengannilaiminimum40,maksimum60, 00denganrata-rata48,53. Sedangkan 00denganrata-rata82,42. Uji Normalitas Uji normalitas berguna untuk mengetahui setiap sampel yang akan digunakan berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau tidak normal. Uji normalitas data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria jika signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal, dan jika signifikansi < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Adapun hasil uji normalitas pada penelitian ini sebagai Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Belajar Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. pretest Eksperimental postestEksperimental El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin pretest kontrol Dari tabel di atas diketahui bahwa uji normalitas di kelas control pretest-posttest dan kelas ekperimen pretest-postest sebesar . ,57>0,. ,73>0,. Hal ini dapat diketahui bahwa uji nomalitas berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan pada hasil data pretest dan posttest Pada penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 melalui Levene. Kriteria pengujiannya adalah apabila nilai signifikansi atau probabilitas < 0,05 maka data tidak homogen, sedangkan jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05 maka data homogen. Test of Homogeneity of Variances Hasilbelajarkelas Levene Statistic Sig. ANOVA Hasilbelajarkelas Sum of Squares Mean Square Between Groups Within Groups El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Total Dari tabel diatas diketahui bahwa uji Homogenitas dikelas kontrol dan kelas Eksperimental sebesar 0,931>0,05. Hal ini berarti dapat kita ketahui data berdistribusi Homogen. Uji hipotesis Uji Hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik t-test. Teknik ini merupakan teknik statistik yang dipergunakan untuk menguji signifikansi perbedaan dua buah mean yang berasal dari dua buah Paired Samples Test Paired Differences Mea Pai Pre testEksperimental r 1 Post testEksperimental Pai Pre testKontrol - Post r 2 testcontrol Std. Deviati Std. Error Mean Sig. 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Kesimpulan kemampuan siswa terhadap keterampilan berbicara tanpa menggunakan metode sosiodrama di kelaskontrol pada nilai pretestyaitudengannilaiminimum40,maksimum55, 00denganrata-rata48,16. Sedangkan 00denganrata-rata72,46. Dan keterampilan berbicara denganmenggunakanmetode sosiodramadi kelasEksperimental nilaiminimum40,maksimum60, 00denganratarata48,53. Sedangkan kelasEksperimentalyaitudengannilaiminimum75, maksimum92, median 00denganrata-rata82,42. Hal ini berarti terdapat peningkatan yang besar pada hasil pretest dan posttest. El-Ibtikar Vol 9 No 1 Juni 2020 Farhan Faizan. Maman Dzuliman. Wahyudin Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian perlakuan terhadap kemampuansiswaterhadap keterampilan bebicara . aharat kala. aharat kala. dengan menggunakanmedia gambar dan metode index card march. Hal ini dibuktikan dari perhitungan T-Test dengan menggunakan analisis SPSS 21. Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah nilai Sig. sebesar 0,000. Hasil sig. sebesar 0,000 yang berarti bahwa nilai ini lebih kecil dari 0,05 dimana dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Daftar Pustaka