Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6. Issue 3. November 2025 Journal Homepage: http://pusdikrapublishing. com/index. php/jsr Penerapan English for Specific Purposes (ESP) dalam Pembelajaran Komunikasi Penyiaran Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Sumarni STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil Corresponding Author: Sumarni. ARTICLE INFO Article history: Received 18 Agustus 2025 Revised 23 Sept 2025 Accepted 25 Oktober 2025 Kata Kunci Keywords How to cite Email: pohansumarni37@gmail. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan English for Specific Purposes (ESP) dalam pembelajaran Komunikasi Penyiaran Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sebagai upaya meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa Program Studi KPI. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dosen bahasa Inggris telah mengadaptasi prinsipprinsip ESP dalam pengajaran, meskipun belum terintegrasi secara formal dalam kurikulum. Mahasiswa menilai pembelajaran berbasis ESP lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan profesi penyiaran Islam, terutama dalam meningkatkan keterampilan berbicara, penulisan naskah siaran, dan komunikasi dakwah dalam bahasa Inggris. Implementasi ESP juga terbukti meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan kolaborasi, dan kesadaran budaya global mahasiswa. Namun, tantangan utama masih terletak pada keterbatasan sumber daya dosen dan bahan ajar kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum ESP yang kolaboratif antara dosen bahasa Inggris dan dosen KPI, serta penggunaan media digital untuk mendukung praktik penyiaran berbahasa Inggris di lingkungan PTKI. English for Specific Purposes. Komunikasi Penyiaran Islam. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Pembelajaran Bahasa Inggris. Dakwah Global. https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr PENDAHULUAN Bahasa Inggris telah menjadi bahasa global yang secara signifikan mempengaruhi dunia pendidikan, profesional, dan media. Dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan, khususnya di program studi komunikasi penyiaran Islam, penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi antarbangsa, tetapi juga sebagai jembatan untuk memahami literatur internasional, teknologi penyiaran modern, dan praktik dakwah lintas budaya. Dengan demikian, tuntutan kepada mahasiswa tidak sekadar menguasai bahasa Inggris umum, melainkan menguasai bahasa Inggris yang relevan dengan konteks keilmuan dan profesional mereka. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 Pada banyak perguruan tinggi keagamaan, pembelajaran bahasa Inggris masih diterapkan secara generikAimateri bahasa umum yang kurang terhubung langsung dengan kebutuhan spesifik mahasiswa program studi seperti Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Akibatnya, mahasiswa sering mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada tugas-tugas profesional seperti menyiarkan program dakwah internasional, menerjemahkan naskah siaran, atau berkomunikasi dengan komunitas global dalam konteks Islam. Kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara pembelajaran bahasa Inggris yang diberikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan English for Specific Purposes (ESP) menawarkan kerangka yang sangat relevan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. ESP didefinisikan sebagai pendekatan pengajaran bahasa Inggris yang semua keputusan mengenai isi dan metode pembelajaran didasarkan pada alasan spesifik pelajar untuk belajarAitermasuk kebutuhan profesi atau akademik tertentu. Pendekatan ini menuntut analisis kebutuhan, pengembangan materi yang relevan dengan disiplin, dan pemilihan metode yang kontekstual (Hutchinson & Waters, 1987 dalam Hyland, 2. Dalam konteks pembelajaran komunikasi penyiaran Islam, penerapan ESP menjadi sangat strategis. Mahasiswa KPI tidak hanya perlu menguasai keterampilan bahasa seperti mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Inggris, tetapi juga harus memahami register, leksikon, gaya komunikasi, dan etika penyiaran dalam konteks dakwah Islam. Dengan ESP, pembelajaran bahasa Inggris dapat disesuaikan dengan tugas-profesional seperti menyiapkan skrip siaran, melakukan wawancara tokoh Islam internasional, menyampaikan khutbah berbahasa Inggris, dan memproduksi konten multimedia dakwah dalam bahasa Inggris. Kajian literatur menunjukkan bahwa di banyak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia, implementasi ESP masih terbatas. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa di program komunikasi dan penyiaran Islam merasa bahwa materi bahasa Inggris kurang relevan dengan kebutuhan profesional mereka dan kurikulum belum benar-benar mencerminkan tugas-tugas yang mereka hadapi (Rofik. Penelitian pengembangan materi ESP untuk program Pendidikan Agama Islam juga menegaskan bahwa modul yang terintegrasi dengan konteks Islam sangat membantu meningkatkan relevansi dan motivasi mahasiswa (Sulaiman et al. , 2. Selanjutnya, penerapan ESP dalam pembelajaran KPI juga dihadapkan pada tantangan-kontekstual. Antaranya adalah keterbatasan sumber daya dosen yang memahami konteks penyiaran dan dakwah dalam bahasa Inggris, terbatasnya media praktik siaran berbahasa Inggris, dan kurangnya analisis kebutuhan yang mendalam di masing-masing institusi keagamaan. Sebagaimana ditemukan bahwa meskipun terdapat kebutuhan yang spesifik, banyak kursus bahasa Inggris di PTKI belum melakukan analisis kebutuhan secara komprehensif. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan mengeksplorasi penerapan ESP dalam pembelajaran komunikasi penyiaran Islam di perguruan tinggi keagamaan Islam. Fokus utama meliputi bagaimana ESP dapat diintegrasikan dalam kurikulum, materi, metode pembelajaran, dan evaluasi untuk mahasiswa program studi KPI. Artikel ini juga menyajikan rekomendasi implementasi praktis agar pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks penyiaran Islam menjadi lebih bermakna dan efektif. Akhirnya, melalui penerapan ESP yang kontekstual dan relevan, diharapkan mahasiswa KPI tidak hanya mampu menggunakan bahasa Inggris secara umum, tetapi juga siap secara kompeten dan profesional dalam dunia penyiaran Islam global. Integrasi antara keunggulan bahasa dan nilai-Islam menjadi kunci untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi komunikasi global dan kepekaan dakwah. Semoga tulisan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, karena bertujuan untuk memahami secara mendalam penerapan pendekatan English for Specific Purposes (ESP) dalam pembelajaran Komunikasi Penyiaran Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggambarkan kondisi aktual penerapan ESP, strategi yang digunakan dosen, kendala yang dihadapi, serta persepsi mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran. Menurut Creswell . , pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi fenomena secara kontekstual dan mendalam melalui interaksi langsung antara peneliti dan partisipan di lingkungan alami. Subjek penelitian meliputi dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris dan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di beberapa PTKI, seperti STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil dan dua perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya di wilayah Sumatera. Penentuan partisipan dilakukan menggunakan purposive sampling, yakni pemilihan informan yang dianggap paling memahami konteks penerapan ESP (Sugiyono, 2. Jumlah informan terdiri dari enam dosen bahasa Inggris, tiga dosen KPI, dan 30 mahasiswa aktif yang terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris berbasis penyiaran Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner terbuka. Observasi digunakan untuk mengamati proses pembelajaran ESP di kelas, termasuk interaksi dosen-mahasiswa, penggunaan media, serta jenis aktivitas yang dilakukan. Wawancara dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman dosen maupun mahasiswa tentang efektivitas dan tantangan penerapan ESP dalam konteks KPI. Dokumentasi berupa silabus. RPS, dan bahan ajar dianalisis Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 untuk mengetahui sejauh mana prinsip ESP telah diintegrasikan dalam kurikulum. Sementara itu, kuesioner digunakan untuk memverifikasi hasil temuan dan memperluas data secara triangulatif (Miles. Huberman, & Saldaya, 2. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman . yang terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi informasi penting yang relevan dengan fokus penelitian, sedangkan penyajian data disusun dalam bentuk deskripsi naratif dan tabel tematik untuk memudahkan pemaknaan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif, dengan menafsirkan makna dari data empiris yang diperoleh di lapangan. Proses analisis dilakukan secara berkelanjutan sejak awal pengumpulan data hingga tahap akhir penelitian. Untuk menjaga validitas dan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber dan metode. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi dari dosen, mahasiswa, dan dokumen resmi kampus, sedangkan triangulasi metode dilakukan dengan mengombinasikan hasil wawancara, observasi, dan Selain itu, member checking dilakukan untuk memastikan interpretasi peneliti sesuai dengan pandangan partisipan (Creswell & Poth, 2. Dengan demikian, hasil penelitian memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Secara keseluruhan, metode penelitian ini dirancang untuk memperoleh gambaran komprehensif tentang implementasi ESP dalam pembelajaran KPI di PTKI. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan dasar empiris bagi pengembangan kurikulum dan model pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih relevan, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan profesi penyiaran Islam. Hasil studi juga diharapkan berkontribusi dalam peningkatan kompetensi global mahasiswa KPI yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan English for Specific Purposes (ESP) di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mulai mendapat perhatian serius dari para dosen bahasa Inggris dan pimpinan program studi. Berdasarkan hasil wawancara dengan enam dosen bahasa Inggris dan tiga dosen KPI di tiga PTKI, ditemukan bahwa 78% dosen telah mencoba menyesuaikan materi ajar bahasa Inggris dengan konteks penyiaran Islam, meskipun belum dilakukan secara sistematis dan terstruktur dalam kurikulum. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya integrasi ESP dalam mendukung kompetensi profesional mahasiswa KPI (Hyland, 2. Dari hasil observasi pembelajaran, diketahui bahwa sebagian besar kelas bahasa Inggris di program KPI masih menggunakan pendekatan umum . eneral Englis. , seperti materi percakapan sehari-hari, tata bahasa dasar, dan membaca teks naratif. Namun. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 dalam beberapa kasus, dosen mulai memperkenalkan istilah-istilah khas penyiaran seperti news script, live report, broadcast dialogue, dan public speaking for daAowah. Upaya ini mencerminkan tahap awal penerapan ESP yang berorientasi pada kebutuhan disiplin Menurut Hutchinson dan Waters . , tahapan seperti ini merupakan transisi penting dari language-centered approach menuju learning-centered approach dalam pembelajaran bahasa. Hasil kuesioner terhadap 30 mahasiswa KPI menunjukkan bahwa 83% responden merasa pembelajaran bahasa Inggris yang berbasis konteks penyiaran Islam jauh lebih menarik dan relevan dibandingkan materi umum. Mereka merasa lebih termotivasi karena dapat melihat keterkaitan langsung antara kemampuan berbahasa Inggris dengan profesi yang akan mereka tekuni, seperti penyiar dakwah, reporter, dan produser konten Islami. Temuan ini sejalan dengan penelitian Rofik . yang menegaskan bahwa relevansi materi terhadap bidang studi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran ESP. Dalam aspek keterampilan berbahasa, hasil observasi dan wawancara memperlihatkan peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara . peaking skil. dan menulis . riting skil. Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran berbasis ESP mampu menggunakan terminologi penyiaran secara lebih tepat dalam simulasi program siaran dan pembuatan naskah berita Islam. Misalnya, mereka mampu mempraktikkan news casting atau interview segment menggunakan bahasa Inggris dengan ekspresi profesional. Menurut Richards . , keterampilan bahasa yang dikaitkan dengan konteks profesi nyata lebih cepat berkembang karena mahasiswa belajar dalam situasi komunikatif yang Selain peningkatan keterampilan linguistik, penerapan ESP juga berkontribusi terhadap peningkatan soft skills mahasiswa, seperti kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan kesadaran budaya global. Ketika mahasiswa KPI melakukan latihan siaran atau wawancara berbahasa Inggris, mereka tidak hanya belajar struktur kalimat, tetapi juga belajar etika komunikasi dan budaya audiens internasional. Hal ini sejalan dengan konsep intercultural communicative competence yang menekankan pentingnya kepekaan lintas budaya dalam komunikasi global (Byram, 2. Dari sisi dosen, penelitian ini menemukan bahwa sebagian dosen masih menghadapi kesulitan dalam menerapkan ESP secara konsisten. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan sumber daya, seperti bahan ajar yang sesuai, waktu perkuliahan yang singkat, serta kurangnya pelatihan bagi dosen bahasa Inggris tentang konsep ESP. Beberapa dosen juga mengaku belum sepenuhnya memahami karakteristik komunikasi penyiaran Islam, sehingga kolaborasi antara dosen bahasa Inggris dan dosen KPI menjadi hal yang mendesak (Syafrudin & Wulandari, 2. Kolaborasi lintas bidang ini penting untuk memastikan materi yang diajarkan benar-benar relevan dan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 Analisis dokumen terhadap silabus dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di tiga PTKI menunjukkan bahwa hanya satu institusi yang secara eksplisit mencantumkan English for Broadcasting atau English for Islamic Communication dalam kurikulumnya. Dua institusi lainnya masih mencantumkan mata kuliah AuBahasa Inggris UmumAy tanpa orientasi spesifik terhadap bidang KPI. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerapan ESP di PTKI masih berada pada tahap awal dan memerlukan kebijakan kurikulum yang lebih Sebagaimana dikemukakan oleh Dudley-Evans dan St. John . , pengintegrasian ESP ke dalam kurikulum harus melalui proses perencanaan yang sistematis dan berbasis analisis kebutuhan profesional. Dari hasil wawancara, mahasiswa juga menyampaikan kebutuhan akan media dan teknologi yang mendukung pembelajaran ESP, seperti laboratorium penyiaran berbahasa Inggris, podcast studio, dan penggunaan platform digital untuk latihan siaran. Mereka menilai bahwa pembelajaran berbasis proyek digital seperti membuat video dakwah atau Islamic news podcast dalam bahasa Inggris lebih efektif dan relevan dengan tren media saat ini. Penelitian Sulaiman et al. juga menegaskan bahwa penggunaan teknologi dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran ESP dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ESP dalam konteks komunikasi penyiaran Islam menuntut perpaduan antara pendekatan linguistik, profesional, dan religius. Dosen perlu merancang pembelajaran yang menekankan authentic learning, yaitu kegiatan belajar yang meniru situasi kerja nyata. Misalnya, mahasiswa dapat dilatih untuk menulis naskah berita Islami dalam bahasa Inggris, melakukan wawancara tokoh agama asing, atau memproduksi program dakwah digital untuk audiens internasional. Pendekatan ini terbukti memperkuat hubungan antara teori dan praktik, sekaligus menumbuhkan kompetensi komunikasi profesional berlandaskan nilai Islam (Hyland, 2. Secara pedagogis, hasil penelitian ini juga memperkuat gagasan bahwa ESP bukan sekadar pengajaran bahasa Inggris yang berorientasi pada kebutuhan vokasional, melainkan bagian integral dari pengembangan kompetensi akademik dan karakter Pembelajaran ESP di KPI dapat berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas profesional Muslim yang mampu berdakwah di ruang global dengan bahasa yang santun, informatif, dan inklusif. Sejalan dengan pandangan Azra . , pendidikan Islam modern harus mampu melahirkan generasi yang memiliki Islamic worldview sekaligus kompetensi global. Namun demikian, penelitian ini juga mengungkap beberapa tantangan implementatif yang perlu ditindaklanjuti, seperti belum adanya pelatihan khusus bagi dosen ESP di PTKI, serta perlunya panduan kurikulum nasional yang mengakomodasi kebutuhan bahasa spesifik di bidang komunikasi Islam. Oleh karena itu, pengembangan kebijakan akademik dan peningkatan kapasitas dosen menjadi faktor kunci dalam Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025 Page 976-983 keberhasilan penerapan ESP. Model kemitraan akademik antara program studi KPI, jurusan bahasa Inggris, dan lembaga penyiaran Islam dapat menjadi solusi Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan ESP dalam pembelajaran Komunikasi Penyiaran Islam di PTKI berpotensi besar dalam meningkatkan kompetensi linguistik dan profesional mahasiswa. Meskipun masih terdapat kendala implementasi, hasil penelitian ini menunjukkan arah positif menuju pembelajaran bahasa Inggris yang kontekstual, integratif, dan berbasis nilai Islam. Penerapan ESP yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lulusan KPI yang tidak hanya cakap berbahasa Inggris, tetapi juga unggul dalam menyampaikan pesan dakwah di tingkat global. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan English for Specific Purposes (ESP) dalam pembelajaran Komunikasi Penyiaran Islam di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dan komunikatif mahasiswa. ESP terbukti mampu menjembatani kebutuhan antara penguasaan bahasa Inggris dan tuntutan profesi penyiaran Islam melalui materi, aktivitas, dan pendekatan yang kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ESP mendorong peningkatan motivasi belajar, kemampuan berbicara, serta pemahaman mahasiswa terhadap istilah dan praktik komunikasi Islami dalam konteks Meskipun masih terdapat kendala, seperti keterbatasan bahan ajar dan pelatihan dosen, penerapan ESP di PTKI memberikan arah baru bagi pengembangan kurikulum bahasa Inggris berbasis profesi dan nilai-nilai Islam. Dengan dukungan kebijakan institusional dan kolaborasi antarbidang keilmuan, pembelajaran ESP diharapkan dapat menghasilkan lulusan KPI yang kompeten, religius, dan siap bersaing di dunia penyiaran DAFTAR PUSTAKA