PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Email: pintoe@utu. Volume 2 | Nomor 2 | Desember 2024 e-ISSN: & p-ISSN: Doi Submitted: 30/08/2024 Accepted: 29/12/2024 Published: 31/12/2024 Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Potensi Lokal untuk Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan di Kampun Baru Kabupaten Aceh Singkil. Muhammad Rahmad1. Nadia Pramesti2. Irfandi3. Yofani Andika4. Sumiyati5. Silva Naselah6. Siti Mariam7. Siti Aminah8*. Aswin Nasution9 1,2Program Studi Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 3Program Studi Akutansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar 4Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Teuku Umar 5Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Teuku Umar 6Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar 7Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar *8Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar 9Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar *Email korespondensi: sitiaminah@utu. ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Baru. Kecamatan Singkil Utara. Kabupaten Aceh Singkil. Pengabdian dilakukan pada 15 Juli hingga 15 Agustus 2024 oleh kelompok KKN Universitas Teuku Umar. Kampung Baru ini dikelilingi perkebunan sawit, dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, buruh, dan pegawai swasta. Program bertujuan memanfaatkan daun kelor untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga. Daun kelor diolah menjadi puding bernilai gizi tinggi dan kaya protein, zat besi, serta vitamin A, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting pada anak. Persiapan meliputi koordinasi dengan ibu-ibu desa serta penyediaan bahan dan alat. Selama pelaksanaan, kelompok KKN membantu produksi dan penjualan puding daun kelor di desa dan sekitarnya. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan aktif warga dalam proses produksi dan pemasaran produk, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan kesehatan, dan mendorong pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pemanfaatan Potensi lokal. Daun Kelor. Ekonomi dan Kesejahteraan ABSTRACT Program this community service program was carried out in Kampung Baru. Singkil District North. Aceh Singkil District, from July 15 to August 15, 2024, by the KKN group of Universitas Teuku Umar. The village is surrounded by oil palm plantations, and the majority of the population work as farmers, laborers, and private The program aims to utilize moringa leaves to improve the economy and welfare of the residents. Moringa leaves are processed into a pudding with high nutritional value, rich in protein, iron and vitamin A. Rich in protein, iron, and vitamin A, so it is expected to contribute to the prevention of stunting in children. Preparation includes coordination with village women as well as the provision of materials and tools. During implementation, the KKN group assisted in the production and sale of moringa pudding in the village and surrounding areas. village and surrounding areas. This program focuses on community empowerment through active involvement in the production process and marketing of the product, with the hope to increase community income, improve health, and encourage sustainable local resource management. sustainable management of local resources. Keywords: Utilization of local potential. Moringa Leaves. Economy and Welfare PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR M Rahmad et al PENDAHULUAN Kelor (Moringa oleifer. adalah tanaman yang memiliki kandungan gizi tinggi, dengan daun yang kaya akan nutrisi seperti beta karoten, vitamin C, zat besi, dan kalium. Daun kelor dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian keluarga, karena harganya yang terjangkau dan mudah dibudidayakan. Setiap bagian dari tanaman ini memiliki manfaat yang besar bagi tubuh. Selain kandungan nutrisinya yang melimpah, kelor juga merupakan jenis tanaman yang kaya akan antioksidan. Antioksidan yang terdapat pada daun tanaman kelor adalah salah satu yang paling menonjol (Huang, 2. Daun kelor memiliki ukuran yang kecil, berbentuk oval, berwarna hijau tua, dan tumbuh lebat pada batang kecil-kecil. Tanaman kelor dapat dibudidayakan dimana saja seperti di halaman atau pekarangan rumah. Halaman rumah atau pekarangan merupakan lahan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian tanaman kelor yang akan bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi. Tanaman kelor mudah ditemukan dan dan dapat dibudidayakan tanpa memerlukan biaya yang besar sehingga dapat membantu pemulihan malnutrisi pada anak-anak dengan cepat. Tanaman kelor bisa dikembangkan melalui stek batang atau biji yang ditanam langsung di lahan (Wadu et al. , 2. Di Kampung Baru, hampir setiap halaman rumah memiliki pohon kelor yang melimpah, sehingga pohon kelor menjadi salah satu tanaman yang banyak dijumpai di desa tersebut (Maharani dan Murwanti, 2. Dengan adanya potensi lingkungan yang mendukung serta masyarakat yang memiliki kemauan untuk belajar dan menciptakan sesuatu yang dapat meningkatkan ditambah dengan ketersediaan lahan di Kampung Baru yang memiliki tanaman kelor dalam jumlah yang cukup banyak, maka produk-produk berbahan dasar daun kelor ini memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan (Ismunandar et al. Melalui program pengabdian ini, dilakukan kegiatan pembuatan puding dengan bahan utama daun kelor. Puding ini merupakan jenis makanan yang diolah dengan cara direbus dan dikukus, menghasilkan gel dengan tekstur lembut. Inovasi kuliner ini tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan (Duwika et al. , 2. Puding ini memiliki warna hijau alami dari daun kelor dengan rasa yang lembut dan manis. Selain menjadi camilan sehat, puding daun kelor diharapkan dapat menjadi sumber tambahan nutrisi, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta memiliki potensi untuk mencegah kondisi seperti stunting pada anak-anak. Daun kelor memiliki manfaat luar biasa untuk kesehatan karena kandungan gizinya yang tinggi dan beragam. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa daun kelor mengandung gizi yang signifikan, seperti protein sebesar 22,7%, lemak 4,65%, karbohidrat 7,92%, dan kalsium sebanyak 350-50 mg (Nweze et al. , 2. Daun kelor yang segar atau belum dikeringkan juga kaya akan asam amino lengkap, antioksidan tinggi, dan antimikroba (Nuraina et al. , 2. Pohon kelor adalah tanaman yang banyak terdapat di aceh, salah satunya yaitu di Kampung Baru Kecamatan Singkil Utara. Kabupaten Aceh SIngkil. Namun Masyarakat Kampung Baru belum banyak mengetahui tentang manfaat dari daun kelor tersebut. Manfaat daun kelor, terutama dalam hal gizi dan nutrisi, dapat berperan dalam upaya pencegahan stunting. Selain itu, tepung daun kelor juga dapat menjadi komponen utama yang efisien, murah, aman, mudah didapat, dan bergizi tinggi untuk meningkatkan asupan gizi keluarga (Moedjiherwati et al. , 2. Program Kuliah Kerja Nyata Reguler Angkatan XXII 2024 untuk melakukan Program-program kerja bersama dengan pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam memanfaatkan Potensi Lokal Menuju Ketahanan Ekonomi dan Sosial Di Kabupaten Aceh Singkil. KKN Reguler ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di desa lokasi KKN dilaksanakan terutama di Kampung Baru. Sejumlah penelitian terdahulu PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR M Rahmad et al sudah membahas manfaat daun kelor baik dari segi kesehatan maupun ekonomi. Yaitu penelitian yang dilakukan oleh (Hanif & Berawi, 2. menghasilkan pemberian gizi seimbang dalam 1. 000 hari pertama kehidupan (HPK) dapat memenuhi kebutuhan zat gizi makro maupun mikro untuk menghindari atau mengurangi risiko stunting. Penelitian yang dilakukan oleh (Wadu et al. , 2. menghasilkan Kelompok tani tertarik untuk mempelajari produk olahan kelor yang memiliki nilai ekonomi yang menguntungkan, karena Bahan dasar daun kelor mudah ditemukan oleh peserta, sehingga Para peserta tertarik untuk mengolah kelor karena dapat menarik minat anak-anak untuk mengonsumsi jajanan sehat dan higienis yang dibuat sendiri. Dan penelitian yang dilakukan oleh (Dewi et al. , 2. menghasilkan bahwa Puding daun kelor mengandung gizi yang kaya, termasuk zat besi, protein, dan vitamin A, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan anak-anak. Meskipun banyak penelitian yang mengungkapkan potensi gizi dan ekonomi daun kelor, namun penelitian yang secara khusus mengkaji pemanfaatan daun kelor dalam bentuk puding untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting, masih jarang ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengembangkan puding daun kelor sebagai pilihan camilan bergizi sekaligus meningkatkan pendapatan METODE Kegiatan ini dilakukan di Kampung Baru. Kecamatan Singkil Utara. Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 15 Juli-15 Agustus 2024. Kampung Baru dikelilingi oleh sawit milik kebun PT. PLB Astra dan oleh sawit milik warga sekitar kampung baru. Sebagian masyarakat bekerja sebagai Petani. Buruh Pabrik, dan Pegawai Swasta. Konsep pengabdian ini dengan memanfaatkan daun kelor, perbedaanya dalam program kerja utama ini berupa pemanfaatan daun kelor untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan di kampung baru. Dalam upaya peningkatan ekonomi ini manfaat daun kelor sebagai landasan utama meningkatkan ekonomi warga dengan cara pembuatan puding daun kelor. Program pengabdian ini adalah bagian dari program kerja bidang utama KKN Angkatan XXII Reguler Universitas Teuku Umar. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggabungkan cara Penyuluhan berbasis Ceramah dengan Praktek Langsung. Metode Ceramah digunakan agar masyarakat dapat memahami informasi yang akan disampaikan oleh mahasiswa selaku narasusmber dalam kegiatakan pembuatan Puding Daun Kelor. Kemudian setelah selesai proses penyampaian informasi maka dilanjutkan dengan metode Praktek langsung bersama masyarakat setempat. Praktek Langsung terdiri dari 3 tahap pelaksanaan yaitu: Tahap Persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi kegiatan. Berikut ini adalah beberapa tahapan kegiatan pengabdian masyarakat yang akan Tahap Persiapan Pada tahap ini kami mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat puding daun kelor, seperti daun kelor, susu, daun pandan, gula, agar Ae agar dan lain Ae Dan juga kami mengkoordinasi dengan ibu Ae ibu kampung baru untuk proses pembuatan puding daun kelor agar semua proses berjalan sesuai yang sudah kami rencanakan sebelumnya. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR M Rahmad et al Tahap pelaksanaan kegiatan Gambar 1 Bagan Alir kegiatan pembuatan puding daun kelor Evaluasi pelaksanaan kegiatan Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat puding daun kelor. Pengenalan daun kelor, mulai dari kandungan yang dimiliki daun kelor, manfaat daun kelor, serta pengolahan cara pembuatan puding daun kelor. Tips Ae tips cara mengolah puding daun kelor. Review serta umpan balik dari ibu Ae ibu yang sudah hadir saat proses pembuatan puding daun kelor. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Tim pengabdian melakukan kegiatan persiapan mulai dari diskusi dengan ibu Ae ibu kampung baru, ibu Ae ibu PKK kampung baru, melakukan survey untuk lokasi kegiatan dan melakukan persiapan tempat untuk melaksanan kegiatan yang akan kami lakukan Dalam hal ini hasil dari diskusi tersebut para ibu Ae ibu kampung baru dan ibu Ae ibu PKK kampung baru sangat mendukung dengan kegiatan yang akan kami lakukan, karena bisa dengan mengetahuinya kegiatan ini dan hasil yang telah kami buat nantinya bisa di praktik mandiri oleh ibu Ae ibu kampung baru guna untuk meningkatkan ekonomi dan mengetahui manfaat dari daun kelor sehingga daun kelor yang ada di kampung baru tidak terbuang sia Ae sia dan bisa dimanfaatkan oleh ibu Ae ibu dan warga yang ada di kampung baru. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilakukan guna untuk meningkatkan ekonomi warga kampung baru dan juga untuk mengetahui betapa pentingnya daun kelor yang memiliki begitu banyak manfaat. Daun kelor yang ada di kampung baru bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi, tetapi bisa juga mencegah terjadinya stunting di kampung baru. Karena daun kelor tersebut mengandung kaya akan protein, zat besi, dan vitamin A yang cocok untuk anak Ae anak dan balita. PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR M Rahmad et al Gambar 2 Proses memasak puding daun kelor Gambar 3 Proses penuangan pudding daun kelor kedalam cup Gambar 4 Hasil Puding daun kelor yang sudah kami buat Gambar 5 Proses pemasaran pudding daun kelor kepada warga Kampung baru Dalam upaya peningkatan ekonomi dengan menggunakan potensi lokal di Kampung Baru, tim pengabdian membuat makanan yaitu puding daun kelor. Hal ini juga bisa meningkatkan ekonomi warga kampung Baru dengan cara membuat pudding daun kelor yang sudah kami praktikkan kepada ibu Ae ibu kampung baru. Dimana produk tersebut kemudian di pasarkan baik di dalam kampung baru sendiri maupun di luar kampung baru sendiri. Tidak hanya bisa meningkatkan ekonomi, tetapi puding daun kelor juga bisa memberi manfaat yang lebih. Salah satunya yaitu puding daun kelor bisa mencegah stunting untuk anak Ae anak dan balita karena daun kelor sendiri memiliki manfaat yaitu protein, zat besi, dan vitamin A. Potensi lokal adalah segala bentuk sumber daya yang dimiliki oleh suatu wilayah, baik yang berasal dari alam maupun hasil kreasi manusia, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Daun kelor telah lama diakui sebagai tanaman yang sangat bergizi. Daun kelor menawarkan berbagai manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisi dan antioksidan yang tinggi. Selain itu, daun kelor juga dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai jenis makanan dan minuman (Wirawan et al. , 2. Pengelolaan dan pengembangan potensi lokal yang efektif tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan identitas budaya masyarakat. Daun kelor yang sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai sayuran kini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah (Mei & Putrawan, 2. Daun kelor dapat diubah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti puding daun kelor. Pengembangan industri rumahan yang mengolah daun kelor menjadi produk- PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR M Rahmad et al produk ini dapat menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Kampung Baru. Beragam produk yang menggunakan bahan dasar daun kelor telah dikembangkan untuk memperbaiki kualitas gizi pangan dan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi tanaman kelor (Ndukang et al. , 2. Pengembangan potensi daun kelor juga bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat, khususnya warga dan ibu Ae ibu di Kampung Baru. Mereka dapat dilibatkan dalam berbagai tahap produksi. Puding daun kelor tidak hanya menambah variasi dalam menu makanan, tetapi juga merupakan metode inovatif untuk mengedukasi anak-anak tentang manfaat nutrisi. Selain itu, proses pembuatan puding ini dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan dan meningkatkan konsumsi daun kelor di kalangan masyarakat (Wicaksana & Rachman, 2. SIMPULAN DAN SARAN Dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi lokal daun kelor di Kampung Baru. Kabupaten Aceh Singkil, dapat memberikan dampak yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam tahap persiapan, dukungan yang kuat dari ibu-ibu desa dan PKK Kampung Baru menjadi fondasi penting bagi keberhasilan kegiatan ini, karena mereka melihat peluang ekonomi dan manfaat kesehatan dari daun tim pengabdian berhasil mengolah daun kelor menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti puding daun kelor. Produk ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan di dalam maupun luar Kampung Baru, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan, khususnya dalam pencegahan stunting pada anakanak dan balita. Pengembangan potensi daun kelor di Kampung Baru menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sumber daya lokal dapat meningkatkan ekonomi, memperkuat solidaritas sosial, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal yang ada di kampung baru, dapat diterapkan sesuai dengan apa yang sudah disampaikan pada kegiatan tersebut. sehingga masyarakat kampung baru bisa memanfaatkan potensi local menjadi pusat utama peningkatan ekonomi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat kampung baru. DAFTAR PUSTAKA