HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD TGK CHIK DI TIRO THE RELATIONSHIP BETWEEN THE MANAGEMENT FUNCTION OF THE HEAD OF THE ROOM AND THE PERFORMANCE OF NURSES IN IMPLEMENTING NURSING CARE IN THE INPATIENT ROOM OF HOSPITAL TGK CHIK DITIRO Neila Fauzia*. Risna. Nur Shalati Dian Dini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Nurul Islam. Aceh. Indonesia Neilafauzia. nf@gmail. ABSTRAK Perawat memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan rumah sakit, terutama dalam memberikan asuhan keperawatan profesional selama 24 jam. Fungsi manajemen kepala ruangan menjadi faktor penting yang mendukung kinerja perawat untuk menjamin pelayanan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan standar Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 127 perawat pelaksana dan kepala ruangan di lima ruang rawat inap dengan sampel sebanyak 56 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan dinilai efektif oleh 66,1% responden dan kurang efektif oleh 33,9% responden. Sementara itu, kinerja perawat dinilai baik oleh 66,1% responden dan kurang baik oleh 33,9% responden. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dan kinerja perawat . -value = 0,. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi manajemen kepala ruangan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kepala ruangan dan evaluasi berkala disarankan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan di RSUD Tgk Chik di Tiro. Kata Kunci: Manajemen. Kinerja. Perawat ABSTRACT Nurses have a crucial function in the hospital service system, particularly when it comes to delivering professional nursing care throughout the day. The management function of the chief of the room is a vital component that supports nurses' performance in providing effective, efficient, and standard operational services. The objective of the research was to know the correlation between the supervisory tasks and nurses' performance in implementing nursing care in the inpatient room in Tgk Chik di Tiro Public Hospital in Pidie Regency. The type of research was quantitative through cross-sectional design. The population in the research was 127, including the integrating nurse and the chief of the five inpatient room which 56 respondents were taken as samples by using a stratified random sampling This research was conducted from December 13th to 26th, 2024. obtain the data, the researcher used a questionnaire sheet and analyzed the data used the Chi-Square test. The result showed that the supervisory task of the chief of the room was effective for 66. 1% of respondents and insufficiently effective for 9% of respondents. It found that nursesAo performance was sufficient for 66. of respondents and deficient for 33. 9% of respondents. Through statistical analysis, it showed that there was a significant correlation between the supervisory tasks and nurses' performance (P-value of 0. In brief, the supervisory role of the chief of the room has significant effects on the effectiveness of nurses. To increase the quality of nursing care at RSUD Tgk Chik in Tiro. Therefore, the researcher expected that the head of the facility acquire more and that periodic assessments take place. Keywords: Management. Nurses. Performance PENDAHULUAN Pelayanan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit (Kemenkes. Pelayanan sentral di rumah sakit. Pelayanan keperawatan biasanya terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan pelayanan medis dan layanan kesehatan lainnya. Pelayanan keperawatan diberikan sepanjang 24 Dengan demikian, kualitas pelayanan keperawatan perlu ditingkatkan secara terus menerus dan Meningkatnya pelayanan keperawatan dirumah sakit pelayanan di rumah sakit (Husna et Perawat memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dukungan terhadap profesi ini sangat krusial untuk mewujudkan sistem kesehatan Selain memberikan pelayanan secara langsung, perawat juga turut berkontribusi dalam merumuskan kebijakan kesehatan serta memperkuat layanan kesehatan Perawat keadaan darurat serta memastikan keberlanjutan sistem kesehatan di tingkat global (WHO, 2. Aspek terpenting dari kinerja perawat adalah pelaksanaan asuhan keperawatan, adapun tahapan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yakni tahapan pengkajian, diagnosa Pelaksanaan asuhan keperawatan selama ini dijadikan acuan dalam menilai kinerja perawat. Dalam sistem perawatan kesehatan, sumber daya manusia memiliki peran strategis yang berdampak signifikan Rendahnya kesejahteraan profesional untuk profesi perawat perilaku kerja yang kontraproduktif, dan pada akhirnya dapat mengganggu kualitas perawatan yang diberikan (Zaghini et al. Kualitas keperawatan sangat dipengaruhi oleh proses, peran dan fungsi dari manajemen pelayanan keperawatan. Manajemen keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh manajer atau pengelola keperawatan yang meliputi pengaturan staf, pengarahan serta mengawasi sumber-sumber yang ada baik sumber daya maupun sumber dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien kepada pasien, keluarga dan masyarakat (Husna et al. Studi dilakukan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro menunjukkan adanya keluhan pasien terkait lambatnya pelayanan di ruang rawat Meski manajemen kepala ruangan dianggap baik dalam hal briefing dan handover, akan tetapi terdapat masalah pada komitmen yang tidak konsisten, pergantian shift tanpa izin, dan kesalahan pengisian CPPT (Catatan Perkembangan Pasien Terintegras. masih terjadi. Masalah utama yang teridentifikasi dalam hal ini adalah ketidakdisiplinan perawat, pengawasan yang hanya dilakukan berdampak pada penurunan skor Berdasarkan fenomena di atas, perlu dilakukan suatu penelitian apakah ada hubungan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat Penelitian mengidentifikasi fungsi manajemen kepala ruangan dan kinerja perawat keperawatan ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TGK Chik di Tiro Kabupaten Pidie. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah manajemen kepala ruangan dan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD TGK Chik di Tiro Kabupaten Pidie. BAHAN DAN METODE Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional adalah penelitian yang ditekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali pada satu saat. Dengan studi ini, akan diperoleh prevalensi atau efek suatu fenomena . ariabel independe. dihubungkan dengan . ariabel (Nursalam, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat dan kepala ruangan yang berjumlah 127 Orang di RSUD Tgk Chik Di Tiro yang tersebar di 5 ruangan rawat inap. Sampel dalam penelitian ini adalah 56 perawat pelaksana dan kepala ruangan dari jumlah populasi, dengan penarikan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang telah di uji validitas. Ada dua bagian kuesioner yaitu kuesioner fungsi manajemen kepala ruang yang diberikan pada perawat pelaksana, dan kuesioner kinerja perawat yang diberikan kepada kepala ruang untuk menilai perawat pelaksana. Kuesioner ini menggunakan skala likert. Pengkategorian dalam penilaian kinerja dibagi menjadi baik dan kurang baik dan penilaian fungsi manajemen menjadi efektif dan kurang efektif. Kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel independen dan dependen dengan menggunakan uji Chi-Square. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Fungsi Manajemen Kepala Ruangan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan Efektif Kurang Efektif Total Hasil olah data terkait distribusi fungsi manajemen kepala ruang (Tabel . dapat dilihat bahwa fungsi manajemen kepala ruangan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro mendominan, efektif sebesar 66,1% dan yang kurang efektif sebesar 33,9%. Tabel 2. Distribusi Kinerja Perawat Kinerja Perawat Baik Kurang Baik Total Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro mendominasi baik sebesar 66,1% dan yang kurang baik sebesar 33,9%. Analisis Bivariat Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil uji chi-square didapatkan bahwa nilai p-value < 0,05 yaitu 0,000 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro Tabel 3. Analisis Bivariat Kinerja Perawat Variabel Kurang Baik Baik Total Fungsi Manajemen Kurang Efektif Kepala Ruangan Efektif Total P value 0,000 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro dapat diketahui bahwa dominan kepala ruangan memiliki fungsi manajemen yang efektif . ,1%) dibanding kurang efektif . ,9%) dan perawat mempunyai kinerja yang baik . ,1%) lebih dominan dibandingkan yang berkinerja kurang baik . ,9%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p value= 0,000 (P<0,. artinya ada hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro. Hasil hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro. Hasil pada penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sentana . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pendekatan manajemen kepala ruang terhadap kinerja perawat dengan hasil p value 0,001. Hasil penelitian ini sejalan juga dengan penelitian Jakri dan Timun . , bahwa fungsi manajemen kepala ruangan berhubungan dengan kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di ruang rawat inap puskesmas Waelengga Kab. Manggarai Timur. Adapun penelitian dari Sari et al. menyebutkan bahwa ada hubungan bermakna antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Jambi dengan nilai p value 0,026. Nursalam . berpendapat bahwa fungsi manajemen sangat penting dalam sistem pelayanan dibidang keperawatan, dimana kepala ruangan merupakan seseorang yang mengelola dan memimpin seluruh proses agar setiap perawat pelaksana mencapai tujuan asuhan keperawatan yang berkualitas. Kualitas pelayanan dipengaruhi oleh proses, peran dan fungsi dari manajemen pelayanan kepala ruangan selaku manajer atau pengelola keperawatan pengorganisasian, pengaturan staf, pengarahan serta mengawasi sumbersumber yang ada baik sumber daya maupun sumber dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien kepada pasien, keluarga dan masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dibuat maka dapat ditarik suatu kesimpulan, antara lain manajemen kepala ruangan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro di persentase sebesar 66,1%. Hasil kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro di kategorikan baik dengan persentase sebesar 66,1%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Tgk Chik di Tiro dengan nilai p value = 0,000 (<0,. UCAPAN TERIMAKASIH Syukur dan terima kasih kepada responden dan seluruh pihak yang terlibat dan turut membantu dalam proses penyelesaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA