Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS X Sukarni1. Putri Wulandini 2*. Nunuk Suyanti3 Universitas Islam Riau. Pekanbaru Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Kec. Bukit Raya. Kota Pekanbaru. Riau Universitas Abdurrab. Pekanbaru Jl. Riau Ujung No. Tampan. Air Hitam. Payung Sekaki. Kota Pekanbaru e-mail : putri. wulandini@univrab. Artikel Diterima : 26 Agustus 2023. Direvisi : 24 September 2023. Diterbitkan : 30 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: banyaknya stressor dan tuntutan yang didapatkan mahasiswa dapat menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa sehingga menyebabkan munculnya stres akibat penyusunan tugas akhir. Tujuan: untuk mengetahui tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas X . Metodologi: penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk melihat gambaran secara objektif. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh mahasiswa tingkat akhir di FKIP Universitas X dan jumlah sampel yang digunakan adalah 114 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Hasil ukur tingkat stres berdasarkan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Hasil: responden menurut tingkat stres yang mayoritas yaitu stres sedang yang berjumlah 71 responden . ,3%), sedangkan stress ringan terdapat 17 responden . ,9%) dan stress berat sebanyak 26 responden . ,8%). Diskusi: civitas akademik dapat membrikan pelatihan cara komunikasi interpersonal yang lebih motivasi, dukungan terhadap mahasiswa tingkat akhir, sehingga stress dapat diminimalisir. Kata Kunci: stress, mahasiswa, tingkat akhir Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 171 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: the many stressors and demands that students get can be a separate pressure for students, causing stress due to the preparation of the final project. Objective: to determine the level of stress on final year students at the Faculty of Teaching and Education. University of X. Methodology: quantitative research with a descriptive design, namely a research method conducted with the main objective to see an objective picture. The population in this study were all final year students at FKIP University X and the number of samples used was 114 people. This study uses a questionnaire research instrument. Results: of measuring stress levels based on the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Results: respondents according to stress levels were the majority, namely moderate stress, totaling 71 respondents . 3%), while mild stress there were 17 respondents . 9%) and severe stress as 26 respondents . 8%). Discussion: the academic community can provide training in ways of interpersonal communication that are more motivational, support for final year students, so that stress can be minimized. Keywords: stress, student, final year Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 172 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas (Hartaji, 2. Dalam kamus Bahasa Indonesia (KBI), mahasiswa didefinisikan sebagai individu yang belajar di perguruan tinggi (KBBI, 2. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar di jenjang lembaga perguruan tinggi, dimana tugas mereka yang paling utama yaitu dituntut untuk memiliki kemandirian dan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas akademik yang telah ditetapkan, guna mencapai kompetensi Tugas akademik mahasiswa diantaranya adalah tugas mata kuliah yang harus diselesaikan tepat waktu, pencapaian beban studi, praktikum. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan tugas akhir. Namun, dalam proses penyelesaikan tugas-tugas akademiknya mahasiswa akan dihadapkan oleh kendala-kendala yang bervariasi. Kendala-kendala tersebut akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya tingkat perkuliahan yang dicapainya. Begitu juga dengan mahasiswa tingkat akhir, dimana pada tingkat ini mahasiswa dihadapkan stressor-stressor perkuliahan (Ushfuriyah. Menurut Syofia . ikutip dari Zakiyah, 2. mengatakan banyaknya stressor dan tuntutan yang didapatkan mahasiswa dapat menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa sehingga menyebabkan munculnya stres akibat penyusunan tugas Penelitian yang di lakukan Iswanto dengan responden sebanyak 72 JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 mahasiswa yang sedang menyusun tugas 15,3% mahasiswa mengalami stres berat, 41,7% mahasiswa mengalami stres sedang dan 43,0% mahasiswa mengalami stres ringan. Di Indonesia gangguan mental masih menjadi salah satu permasalahan yang Riskesdas 2013 menyatakan emosional di Indonesia mencapai 14 juta orang atau 6% dari jumlah penduduk di Indonesia untuk usia 15 tahun ke atas. Berdasarkan hasil Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2013 didimensikan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Dasar (Balitbangke. menunjukkan bahwa prevalensi stres berat paling tinggi terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menunjukkan sekitar 3 dari setiap 1000 mahasiswa tingkat akhir mengalami stres berat (Riskesdas, 2. Menurut penelitian oleh (Dagnew & Dagne, 2. yang dilakukan di University of Gondar di Ethiopia prevalensi gangguan mental emosional pada mahasiswa adalah 40,9%, sedangkan menurut penelitian yang dilakukan di German University prevalensi mahasiswa adalah 22,7% (Rahmayani. , dkk. Penelitian sejenis juga telah dilakukan di beberapa negara di Asia, salah satunya di sekolah kedokteran negeri maupun swasta di Bangladesh dengan 1363 responden menyatakan bahwa prevalensi stres adalah 73%, dimana 64% pada pria dan 36% pada wanita (Eva EO. , dkk, 2. Hasil penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan di Jizan University didapatkan prevalensi stres pada mahasiswa kedokteran adalah 71,9%. Prevalensi stres pada wanita adalah 77% Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 173 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index sedangkan pria lebih rendah yaitu 64% (Sani, 2. Dalam penelitian (Lestari, 2. diketahui bahwa mahasiswa mengalami hal stres diakibatkan kurangnya perhatian, penghargaan, kepedulian, masukkan dan saran serta informasi dan petunjuk untuk menjalankan perkuliahan dengan baik, baik itu dari keluarga, teman dan dosen. Mahasiswa tingkat akhir merasa tertekan dan terbebani yang dikarenakan oleh jadwal kuliah yang padat, tugas kuliah yang menumpuk, merasa tegang bila meghadapi masalah, bahkan ada yang merasa kehilangan semangat kuliah karena harapan tidak sesuai dengan rencana. Beberapa penelitian yang terkait mengenai hubungan dukungan sosial terhadap tingkat stres yaitu menurut Suci Lestari tahun 2017 Program Studi D IV Bidan Pendidik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta menunjukkan bahwa 73 responden, terdapat total 26 mahasiswa . ,6%) tidak stres dengan dukungan sosial tinggi, 2 mahasiswa . ,7%) tidak stres dengan dukungan sosial sedang, 33 mahasiswa . ,2%) mempunyai tingkat stres ringan dengan dukungan sosial tinggi, 2 mahasiswa . ,7%) memiliki tingkat stres ringan dengan dukungan sosial ringan, 6 mahasiswa . ,2%) memiliki tingkat stres sedang dengan dukungan sosial tinggi, 1 mahasiswa . ,4%) memiliki tingkat stres sedang dengan dukungan sosial sedang, 2 mahasiswa . ,7%) memiliki tingkat stres tinggi dengan dukungan sosial sedang dan 1 mahasiswa . ,4%) memiliki tingkat stres tinggi dengan dukungan sosial rendah. Tujuan penelitian ini yakni Untuk Mengetahui tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas X. JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 METODOLOGI Jenis yang digunakan penelitian adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk melihat gambaran atau tentang suatu keadaan secara objektif (Setiadi, 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir FKIP dengan jumlah Sampel didapatkan 114 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan untuk variabel dependen adalah kuesioner yang pernyataan-pernyataan mengukur tingkat stres yang diadaptasi dan dimodifikasi dari kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) dari Hyland Behaviorial Health. Skala yang diberikan merupakan tanggapan subjek yang berupa salah satu pilihan dari empat alternatif jawaban yang tersedia. Pemberian skor untuk tiap subjek didasarkan atas sifat pernyataan dan alternatif jawaban yang dipilih. 6 soal untuk pernyataan yang bersifat favorable adalah sangat setuju (SS) bernilai 0, setuju (S) bernilai 1, tidak setuju (TS) bernilai 2, sangat tidak setuju (STS) bernilai 3, sedangkan 8 soal untuk pernyataan yang bersifat unfavorable adalah sangat setuju (SS) bernilai 3, setuju (S) bernilai 2, tidak setuju (TS) bernilai 1, sangat tidak setuju (STS) bernilai 0. Nilai dari tiap item pernyataan dari tingkat stres dijumlahkan dan kemudian dikategorikan menjadi 3 kategori diadaptasi dari Depression Anxiety and Stress Scale (DASS) yaitu ringan memiliki rentang skor 1-18, sedang memiliki rentang skor 19-25, berat memiliki rentang skor Ou26. Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 174 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index HASIL PENELITIAN Tabel 1 Distibusi frekuensi responden berdasarkan tingkat stress Tingkat Stres Ringan Sedang Berat Total Frekwensi Persentase Berdasarkan tabel 1 diatas menunjukkan bahwa dari 114 responden di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau, distribusi responden menurut tingkat stres yang mayoritas yaitu stres sedang yang berjumlah 71 responden . ,3%), sedangkan stress ringan terdapat 17 responden . ,9%) dan stress berat sebanyak 26 responden . ,8%). JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 terhadap fisik, psikologis, intelektual, sosial dan spiritual, stres dapat mengancam keseimbangan Stres emosi dapat menimbulkan perasaan negatif atau destruktif terhadap diri sendiri dan orang lain. Stres intelektual akan dalam menyelesaikan masalah, stres sosial akan mengganggu hubungan individu terhadap kehidupan. Stres menunjukan bahwa stres bukanlah suatu hal yang sederhana. Salah satu definisi stres adalah suatu reaksi fisik dan psikis terhadap suatu tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari (Priyoto, 2. Susane L . mengatakan pada setiap individu mempunyai tingkat stres yang berbeda-beda, stres pada individu disebabkan oleh berbagai macam stressor, pada individu salah satu reaksi stresnya dipicu oleh berbagai stimulus, serta dapat menimbulkan tanda dan gejala stres berupa gejala fisik, gejala mental, gejala emosi, dan gejala perilaku. Menurut Priyoto . mengatakan sumber stres berasal dari diri sendiri, keluarga serta Masyarakat dan lingkungan. Sumber stres dalam diri sendiri, pada umumnya dikarenakan konflik yang terjadi antara keinginan dan kenyataan berbeda. Mengingat bahwa manusia adalah mahluk rohani,dan mahluk jasmani, maka stresor dapat dibagi menjadi tiga yaitu stresor rohani . , stresor mental . , dan stresor jasmani . Stres yang bersumber dari masalah keluarga dapat terjadi karena adanya perselisihan masalah keluarga, masalah keuangan, serta adanya tujuan yang berbeda di antara anggota keluarga. Masyarakat dan lingkungan juga menjadi salah satu sumber stres. Kurangnya hubungan interpersonal, serta kurang adanya PEMBAHASAN Berdasarkan didapatkan distribusi berdasarkan tingkat stres tingkat stres yang mayoritas yaitu stres sedang yang berjumlah 71 responden . ,3%), sedangkan stress ringan terdapat 17 responden . ,9%) dan stress berat sebanyak 26 responden . ,8%). Stres adalah suatu reaksi fisik dan menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan sehari-hari (Priyoto, 2. Menurut Hans Selye yang dikutip dari Hidayat . stres itu sendiri merupakan respons tubuh yang tidak spesifik terhadap setiap kebutuhan tubuh yang terganggu, suatu fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat dihindari setiap orang mengalaminya, stres dampak secara total pada individu yaitu Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 175 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index pengakuan di masyarakat, merupakan penyebab stres dari lingkungan dan Menurut Syofia . ikutip dari Zakiyah, 2. mengatakan banyaknya stressor dan tuntutan yang didapatkan mahasiswa dapat menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa sehingga menyebabkan munculnya stres akibat penyusunan tugas Penelitian yang di lakukan Iswanto . dengan responden sebanyak 72 mahasiswa yang sedang menyusun tugas 15,3% mahasiswa mengalami stres berat, 41,7% mahasiswa mengalami stres sedang dan 43,0% mahasiswa mengalami stres ringan. Hasil penelitian Suci Lestari tahun 2017 Program Studi D IV Bidan Pendidik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas AoAisyiyah Yogyakarta menunjukkan bahwa 73 responden, terdapat 28 responden tidak stress, 35 responden memiliki stress ringan, 7 responden memiliki stress sedang serta 3 responden stres tinggi . Tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau termasuk Salah satu faktor tidak hanya dukungan sosial yang mempengaruhi tingkat stres individu tetapi penarikan diri dari lingkungan seperti merasa tidak akan ada yang menolong. Dengan demikian menurut asumsi peneliti bahwa hasil penelitian pada tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir tinggi,hal ini disebabkan bukan hanya karena faktor dukungan sosial tetapi penarikan diri dari lingkungan dalam membuat tugas akhir. JMM 2023 ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 SIMPULAN Distribusi responden berdasarkan tingkat stres yang terbanyak adalah stres sedang dengan jumlah 71 responden . ,3%). DAFTAR PUSTAKA