KESKOM. : 77-82 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Analisis Mutu Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Analysis of Implementation Quality of Training And Education By UPT Bapelkes. Riau Provincial Health OEce Islamiyah1. Irwan Muryanto2. Abdurrahman Hamid3. Jasrida Yunita4. Reno Renaldi5 1,3,4,5 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. STIKes Hang Tuah Pekanbaru Dinas Kesehatan Provinsi Riau ABSTRACT ABSTRAK The ability of the UPT health training center for Riau Provincial Health OEce in providing educa on and health training was faced with several problems. The objec ve of the research was to analyze the implementa on of health educa on and training by the UPT Bapelkes Riau province. The design of this research is qualita ve. The tringula ons that used were source tringula on, method and data. The results showed that the tangible dimensions for facili es and infrastructure were s ll not good enough, the human resources and staA appearance were quite Reliability was good enough. Responsiveness was good Assurances were good and empathy was good. Sugges on for UPT Bapelkes Riau province to complete facili es and infrastructure as well as carried out quality safety and quality Kemampuan UPT Balai Pela han Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau selama dalam memberikan pendidikan dan pela han kesehatan dihadapkan pada beberapa masalah. Tujuan peneli an untuk menganalisis mutu penyelenggaraan pendidikan dan pela han kesehatan oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Jenis peneli an ini adalah kualita f. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber, metode dan data. Hasil peneli an dimensi tangible sarana dan prasarana masih kurang baik. SDM dan penampilan staf sudah cukup baik. Reliability sudah cukup baik. Responsiveness sudah cukup baik. Assurances sudah baik dan empathy sudah baik. Saran bagi UPT Bapelkes Provinsi Riau untuk melengkapi sarana dan prasarana serta melakukan quality assurance dan quality Keywords : Tangible. Reliability. Responsiveness. Assurance. Empathy. Health Educa on and Training. Health Training Center Kata Kunci :Tangible. Reliability. Responsiveness. Assurance. Empathy. Pendidikan dan Pela han. Balai Pela han Kesehatan Correspondence : Islamiyah. Email : mia. mardani@gmail. com, 081276766699 A Received 27 Februari 2021 A Accepted 28 Februari 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 78 April 2021 PENDAHULUAN Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek pen ng dalam se ap instansi atau organisasi penyedia layanan Mutu merupakan gabungan karakteris k dan barang dan jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan konsumen, baik kebutuhan yang dinyatakan atau kebutuhan yang tersirat. Pendekatan kualitas pelayanan yang banyak dijadikan acuan dalam peneli an adalah model Service Quality . (Ismainar, 2. Terdapat 5 . komponen mutu menurut Parasuraman dan Zeithaml . dalam (Pohan, 2. yang melipu tangible . asilitas Asi. , reliability . epat waktu dan akura. , responsiveness . epat tangga. , assurance . aminan kualita. , empathy . epedulian dan perha a. Dalam konteks pelayanan yang diberikan widyaiswara dimensi tangible berhubungan dengan penampilan widyaiswara, media pembelajaran yang digunakan widyaiswara, kemampuan widyaiswara dalam memberikan contoh-contoh (Nuraini, 2. Reliability . merupakan suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berar ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan dan tanpa kesalahan (Henryanto, 2. Responsiveness . epat tangga. merupakan suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan, membiarkan pelanggan menunggu tanpa alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang nega f terhadap kualitas pelayanan(Henryanto, 2. Bentuk Assurance . aminan dan kepas a. yaitu jaminan terhadap pegawai yang memiliki perilaku kepribadian . ersonality behavio. yang baik dalam memberikan pelayanan tentu akan berbeda pegawai yang memiliki watak atau karakter yang kurang baik dan yang kurang baik dalam memberikan pelayanan. Assurance melipu beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun (Aminullah, 2. Empa . menurut (Lestari, 2. merupakan dimensi mutu pelayanan yang melipu pemahaman pemberian perha an secara individual kepada pelanggan, kemudahan dalam melakukan komunikasi yang baik, dan memahami kebutuhan pelanggan. Empa memberikan kemudahan dalam melakukan hubungan dengan peserta yang bersifat pribadi yang berupaya untuk memahami peserta, seper kemampuan interaksi dengan peserta, kemampuan memo vasi peserta, kemampuan memperlakukan peserta tanpa membedakan. Hasil peneli an (Nugroho, 2. , memberikan buk empiris bahwa dimensi empathy dari kualitas pelayanan mempengaruhi kepuasan peserta. UPT Balai Pela han Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau sebagai salah satu unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan Provinsi Riaumempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai h p://jurnal. penyelenggara pendidikan dan pela han (DIKLAT) serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Pela han yang diselenggarakan di Bapelkes Provinsi Riau diprioritaskan pada pela han teknis yang mengutamakan pada pencapaian kompetensi kerja tenaga kesehatan. Jenis pendidikan dan pela han yang diselenggarakan di Bapelkes Provinsi Riau yaitu pela han jabatan fungsional kesehatan, pela han manajemen kesehatan, pela han teknis profesi kesehatan dan teknis upaya kesehatan. Pela han dak berdasarkan ru nitas tetapi berdasarkan kebutuhan SDM kesehatan yang didapat dari Training Need Asessment (TNA). Hasil studi pendahuluan, meskipun akreditasi UPT Balai Pela han Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah B, masih terdapat kekurangan dan kendala dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan DIKLAT seper pani a dan pela h yang kurang responsiveness . epat tangga. terhadap keluhan peserta DIKLAT terutama keluhan mengenai fasilitas dan prasana Bapelkes. Pela h masih ada yvang dak mengindahkan reliability . etepatan wakt. dengan datang terlambat, sehingga pelaksanaan DIKLAT sering mundur dari waktu yang ditetapkan. Tidak ada jaminan . materi yang disampaikan tepat sasaran sesuai kebutuhan peserta, karena walaupun pela h sudah memiliki ser Akat, belum tentu dapat mentransfer dengan baik ilmu pengetahuaannya kepada peserta. Kurangnya empathy . epedulian dan perha a. pemegang kebijakan terhadap peningkatan kualitas UPT. Bapelkes terhadap penyelenggaraan DIKLAT yang terlihat dari ketersediaan fasilitas Asik (Tangibl. Adanya keluhan dan kekurangan pada ketanggapan pela h, ketepatan waktu pela han, materi pela han, kurangnya kepedulian dan kurangnya sarana prasarana akan berdampak kurang baik pada kegiatan atau proses penyelenggaraan DIKLAT dan kepuasan peserta terhadap mutu penyelenggaraan DIKLAT. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan peneli an ini untukAuAnalisis Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pela han Kesehatan oleh UPT Bapelkes Provinsi Riau Tahun 2020Ay. METODE Peneli an ini merupakan peneli an kualita f, desain peneli an menggunakan fenomenologidengan pendekatan p a d a p en eli a n in i ya it u m en g g u n a ka n wawa n ca ra mendalamdan observasi tentang penyelengaraan pendidikan dan pela han kesehatan oleh UPTBapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020. Waktu peneli an dilaksanakan pada Mei Ae September 2020. Pemilihan informan disesuaikan dengan prinsip peneli an kualita f yaitu Kesesuaian (Aprropriantenes. dan kecukupan (Adequac. Pada peneli an ini wawancara dilakukan dengan informan yang berbeda antara informan satu dengan yang lain berjumlah 7 . orang yaitu Kepala UPT. Balai Pela han, kepala Tata Usaha UPT Balai Pela han Kesehatan. Kepala Seksi penyelenggaraan pela han. Seksi pengkajian. Islamiyah, et al Analysis Of Implementa on Quality Of Training And Educa on Analisis Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pela han Kesehatan pengembangan dan pengendalian mutu. Widyaiswara dan peserta DIKLAT. Jenis data dalam peneli an ini adalah data primer yang terdiri dari hasil wawancara dan observasi dan data sekunder yaitu penelusuran dokumen terkaitpenyelengaraan pendidikan dan pela han kesehatan oleh UPTBapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Tehnik yang biasa digunakan ada 4 . yaitu wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan Fokus Group Discussion (FGD). Analisa data dalam peneli an ini dilakukan secara kualita f dengan melakukan transkip data, mengkoding data, proses analisis, menyajikan data dalam bentuk matriks, analisis data selama pengumpulan data dan menganalisis data secara content analysis . nalisis is. Uji validitas yang digunakan dalam peneli an kualita f adalah Triangulasi. HASIL PENELITIAN Peneli an ini dilaksanakan di UPT. Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengenai mutu penyelenggaraan pendidikan dan pela han kesehatan (Tangible. Reliability. Responsiveness. Assurance. Empath. Jenis pela han yang telah dilaksanakan dalam 1 . tahun terakhir adalah pela han Jabatan Fungsional Kesehatan dan Pela han Teknis Kesehatan. Dari hasil wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen didapatkan hasil peneli an sebagai berikut : Tangible (Buk Fisi. Sarana dan prasarana cukup, perlu perbaikan dan ASN dak memahami tupoksinya. sudah memenuhi standar. Penampilan ASN sudah bagus Sarana prasarana sangat kurang. Lingkungan di UPT. Bapelkes kurang bersih. Jumlah di seksi penyelenggaraan cukup. Pelaksanan diklat tetap dapat dilaksanakan, walaupun ada Sarana prasarana sangat kurang. Kebersihan kurang. Pelayanan ASN dan non ASNpenyelenggaraan pela han secara umum sudah cukup bagus. Sarana dan prasarana Belum memenuhi standar akreditasi. Lingkungan di UPT. Bapelkes Jumlah ASN dan non ASN cukup tapi masih belum op mal dalam melaksanakan pekerjaan. Sarana prasarana sangat kurang. Kebersihan lumayan baik. Seksi penyelenggara cukup, potensi SDM yang. Hasil tetap tercapai tujuan namun kadang kurang maksimal. Asrama kebersihannya masih kurang, pani a sigap semua. Pelaksanaan sudah baik. Hasil pela han baikAsrama masalah kebersihannya kurang. Penampilan widyaiswaranya sopan AC diruang kelas ma , sehingga peserta Hasil Diklat cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini : AuSarana prasarana sangat kurang, asrama itu belum memenuhi standar akreditasi, laboratorium tak pernah digunakanAy. (IU 2. IU 3. IU . AuLingkungan di UPT Bapelkes ini kurang bersih, kamar mandi bau kecoa, kamar bau. Bangunan gedung Baplekes ini sudah sangat lama sehingga perlu perbaikan lagiAy. (IU 2. IU 3, (IP 2. AuKadang AC ma dikelas, peserta jadi tak nyaman, dan pindah cari kelas yang AC nya bagus, kadang kelas tak cukup sementara peserta banyakAy(IU 2. IP 2. AuSebenarnya jumlah di seksi penyelenggaraan cukup, cuma potensinya SDM saja yang berbeda-beda. Ay (IU2. IU . AuKalau bicara masalah pela h ya widyaiswara jadi saya kira sudah sangat bagus ya baik dari segi ilmunyaAy. (IU 1. IU . AuPenampilan ASN dan non ASN penyelenggaraan pela han secara umum itu sudah cukup bagus, namun ada juga beberapa orang yang kurang dan ini biasanya langsung dian sipasi. Ay(IU 1. IU 3. IU 4. IP 2. Reability (Kehandala. Secara umum sudah bagus. Sudah sesuai prosedur, sudah punya standar nasional, kurikulum yang dipakai secara nasional. Sebagian besar fasilitator sudah mampu. Sudah cukup bagus, tapi belum 100%. Hasil yang diterima peserta belum maksimal. Sebagian besar fasilitator sudah mampu. Sudah tepat waktu, hasil belum maksimal. Program pela han sudah bagus, hasil seseuai dengan tujuan yang ingin dicapaicukup baik, karena dinilai sesuai tujuan MOT. Sudah tepat waktu. Hasilnya diterima baik oleh pesertaRata Ae rata kemampuan widyaiswaracukup baguskemampuan pela h atau pengajar sudah cukup bagus dan peserta bisa memahami semua materi yang disampaikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini : AuMungkin saya secara umum sajalah sudah cukup bagus,Ay. (IU IU 1. IP 2. IP 2. AuUntuk ketepatan waktu cukup baik sudah tepat waktuAy. (IU IU 2. IP . AuOutputnya ya, sudah punya standar nasional, kurikulum juga yang dipakai secara nasional. Sarannya sih modul-modul yang ada perlu digan dengan tahun yang baruAy. (IU . Responsivenes . epat tangga. Pela h sudah menjelaskan tujuan pela han. Materi sudah terlaksana sesuai, kurikulumnya. widyaiswara Masih kurang tanggap terhadap keluhan peserta. Tujuan pela hkan menjelaskan materi diawal jelas. Rata-rata widyaiswara sudah bisa menanggapi apa yang ditanya, sudah tanggap. MOT belum semua widyaiswara melakukan, widyaiswara bisa untuk menjawab pertanyaan peserta. Pela h menjelaskan Sudah sesuai tujuan DIKLAT, cukup tanggap. Pela h menjelaskan Sudah sesuai tujuan DIKLAT, cukup tanggap hasil DIKLAT sesuai dengan Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini : AuKalau materi itu otoma s sudah terlaksana sesuai kurikulum dan Struktur Program yang telah ditetapkan oleah BPPSDM Kementerian Kesehatan RIAy. (IU 1. IU 2. IU 3. IU 4. IP . AuSudah bisa menanggapi apa yang ditanya, saya juga lihat sekali-kali monitoring dikelas apa yang ditanyakan peserta bisa dijawab widyaiswara Au( IU 2. IU 3. IP . Assurance (Jaminan dan kepas a. j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 80 April Secara garis besar widyaiswara terampil, keamanan lingkungan UPT Bapelkes sudah terjaga Sudah cukup baik. Widyaiswarasudah memiliki ser Akat, keamanan lingkungan UPT Bapelkes sudah terjagaPengawasan kurang. Ada penjaga keamanan (Satpa. Pela h sudah TOT jadi sudah terampildan memiliki ser Akat. Keamananlingkungan UPT Bapelkes Sudah terjamin Sudah terla h karena sudah ada ser Akat. Lingkungan UPT Bapelkes Belum terjamin keamanannya. Sebagian besar pela h sudah trampil, menguasai materi yang diberikan. Lingkungan UPT Bapelkes Belum terjamin keamanannya. Sebagian besar pela h sudah trampil, menguasai materi yang Lingkungan UPT Bapelkes Belum terjamin Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut AuMereka kan sudah TOT semua jadi mereka terampil ya Au(IU 2. IU 3 IU . AuBelum terjamin sepenuhnyakan, ada yang motornya masuk dalam kamar. Karena sarpras, kalau parkir harus ada tempat yang memang aman, parkir yang dijaga ketat ada yang seper satu Solusinya kalau malam hari ada petugas khusus untuk mejaga kendaraan diluarAu(IP . Empathy Komunikasi sudah bagus dan sopan. Komunikasi sudah bagus, pela h sudah ramah dan sopan. Komunikasi sudah bagus, pela h ramah dan sopan. Komunikasi sudah bagus, sudah sopan, pela hmendengarkanmasukan-masukan dari peserta. Rasa empa cukup, pela hsopan. Pela h mendengrkan keluhan pesertadan ditanggapi. Ditanggapi dengan baik. Perha an dan kesopanan bagus. Komunikasi sudah bagus, pela h sudah ramah dan sopan. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini : AuSudah bagus, komunikasinya juga bagus Au(IU 1. IU 2. IU . AuPela h mendengarkan masukan-masukan dan ada yang bisa langsung dijelaskan dan ada yang disampaikan kepada pani a atau pengendali pela han. Solusinya, maunya ada kotak saran atau keluhan di Bapelkes, nan itu bisa untuk evaluasi bago penyelenggara DIKLATAu( IU . AuPela hnya bagus, sopan semua Au( IU 3. IU 4. IP . AuAda ditanyakan, dan ada ditanggapi dengan baik oleh pela hAu( IP. PEMBAHASAN Dimensi Mutu Tangible Dalam Penyelengaaran DIKLAT oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020 Dalam penyelenggaraan DIKLAT, dimensi mutu tangiable merupakan aspek pen ng dalam meningkatkan kepuasan Untuk itu sebaiknya UPT Bapelkes Provinsi Riau dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai ASN dan non ASN serta menindak tegas pegawai yang belum melakukan tugasnya sesuai tupoksi seper membuat sanksi tertulis. Untuk sarana dan prasarana sebaiknya UPT Bapelkes Provinsi Riau membuat h p://jurnal. pertemuan atau seminar FGD dengan mengundang pemegang kebijakan seper BAPEDA dan DPRD Provinsi Riau untuk memaparkan kondisi UPT Bapelkes Provinsi Riau terutama sarana dan prasarana. Memberi punishment bagi ASN dan Non ASN yang dak memelihara sarana dan prasarana dengan baik seper sanksi tertulis dan denda jika alat yang digunakan hilang atau rusak. Harum . menyatakan menyatakan ada hubungan antara wujud Asik . dengan kepuasan pasien. Buk Asik atau buk langsung merupakan ketersediaan sarana dan prasarana termasuk alat yang siap pakai serta penampilan karyawan atau staf yang menyenangkan Dimensi Mutu Reliability Dalam Penyelengaaran DIKLAT oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020 Reliability . menurut Henryanto . , merupakan suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berar ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan dan tanpa Penyelenggaraan pela han berkualitas menurut Supriyono . menjadi pen ng karena pada hakikatnya, pela han memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap pesertapela han mengingat fungsi pen ng pela han, maka pela han yang dibangun oleh sebuah lembaga pela han harus memperha kan mutu komponen-komponen pela han termasuk kehandalan dari pengajar atau pela h dalam memberikan pela han. Penyelenggaraan pela han berkualitas menurut Supriyono . menjadi pen ng karena pada hakikatnya, pela han memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap pesertapela han mengingat fungsi pen ng pela han, maka pela han yang dibangun oleh sebuah lembaga pela han harus memperha kan mutu komponen-komponen pela han termasuk kehandalan dari pengajar atau pela h dalam memberikan pela han. Dimensi Mutu Responsiveness Dalam Penyelengaaran DIKLAT oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020 Responsiveness . aya tangga. dalam peneli an Aminullah . adalah suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat . dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. Suatu organisasi sangat menyadari pen ngnya kualitas layanan daya tanggap . atas pelayanan yang diberikan. Se ap orang yang mendapat pelayanan sangat membutuhkan penjelasan atas pelayanan yang diberikan agar pelayanan tersebut jelas dan dimenger . Upaya mewujudkan dan merealisasikan hal tersebut, maka kualitas layanan daya tanggap mempunyai peranan pen ng atas pemenuhan berbagai penjelasan dalam kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Hasil peneli an ini sejalan dengan peneli an Henryanto Islamiyah, et al Analysis Of Implementa on Quality Of Training And Educa on Analisis Mutu Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pela han Kesehatan . yang menyatakan responsiveness . epat tangga. merupakan suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan, membiarkan pelanggan menunggu tanpa alasan yang jelas menyebabkan persepsi yang nega f terhadap kualitas pelayanan. Dimensi Mutu Assurance Dalam Penyelengaaran DIKLAT oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020 Assurance ( jaminan dan kepas a. menurut Aminullah. , merupakan dimensi mutu pelayanan yang mencakup pengetahuan dan keramah-tamahan para karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan, kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki p a ra s t a f, b e b a s d a r i b a h ay a , r i s i ko a t a u ke ra g u raguan. Pengetahuan, kesopan santunan dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Hal ini melipu beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun. Hasil peneli an ini sejalan dengan penel an Nugroho . yang menyatakan jaminan adalah pengetahuan dan kesopananserta kemampuan untuk menimbulkankepercayaan dan keyakinan. Indikator yangpaling nggi dalam memberikan kepuasanadalah kedisiplinan widyaiswara akan jadwalkegiatan. Dimensi Mutu Empathy Dalam Penyelengaaran DIKLAT oleh UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2020 Empa bisa memudahkan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, perha an pribadi dan memahami kebutuhan para pelanggan. Responden yang menyatakan empa petugas kurang baik, cendrung untuk merasa dak puas dalam hal pelayanan. Rasa dak puas itu muncul karena kurangnya waktu untuk berkonsultasi atau petugas terlalu sedikit menjelaskan kepada pasien tentang penyakitnya sehingga pasien merasa cemas akan penyakit yang dialaminya. Ke dakpuasan itu juga muncul karena petugas masih ada yang kurang ramah dalam melayani pasien. Hasil peneli an ini sejalan dengan peneli an Nugroho . , empa merupakan rasa kepedulian, memberi perha an pribadi Indikator yang paling nggi dalam memberikan kepuasan adalah kemampuan dalam membimbing peserta. KESIMPULAN Hasil peneli an menunjukkan dimensi tangible untuk sarana dan prasarana masih kurang baik, sedangkan untuk SDM dan penampilan staf sudah cukup baik. Reliability sudah cukup baik. Responsiveness sudah cukup baik. Assurances sudah baik dan empathy sudah baik. UPT Bapelkes Provinsi Riau dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai ASN dan non ASN serta menindak tegas dengan memberi punisment secara bertahap,meningkatkan kompetensi WI dalam metode dan teknik berkomunikasi. Membuat analisa dan buat laporan ke atasan apabila terdapat keluhan yang dak ditanggapi dengan baik oleh penyelenggara pela han. Lakukan pengontrolan dan pengawasan oleh atasan dan ASN yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan tugas Satpam serta p e n j a ga a s ra m a . M e m b e r i ka n p e n g h a rga a n ke p a d a penyelenggara pela han yang ramah dan sopan, yang didapatkan dari hasil evaluasi penyelenggara pela han pada sesi akhir pela han. Ucapan Terima Kasih Peneli mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing, dosen penguji, informan peneli an. Kepala UPT. Balai Pela han Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau beserta staf, keluarga dan teman serta berbagai pihak yang telah membantu dalam riset ini . DAFTAR PUSTAKA