Modernisasi Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo Sollah Solehudin Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo Email: sollahsolehudin7@gmail. Abstract In this modern era pesantren are required to modernize every aspect of the educational aspects especially with the purpose of pesantren able to compete with other institutions both in quality and quantity of education. This condition occurs in Pesantren Zainul Hasan Genggong that change patterns towards modern education. The purpose of this research includes the history of the modernization of education and how the modernization of education pesantren in Pesantren Zainul Hasan Genggong. This research used a qualitative approach, whereas other types of research using case studies. The collection of data by observation, interviews, documentation. Analysis of the data by . Collection of Data . Reduction of Data . Presentation of Data . Withdrawal of Conclusion. Data validity checking with . Dependability . Confirmability. Results of this study showed that the old teaching system that is maintained tends to lag, and the demands of a society increasingly complex and varied. While the form of modernization of education include institutional aspects, curriculum, learning and functional aspects of pesantren. Modernization of the institutional aspects, ie from individual leadership . to a collective system . with a clear division of labor. In the aspect of the curriculum, the introduction of a curriculum created by Kemdikbud and Kemenag. In the aspect of teaching, namely from system to system halakah classical / schooling by teaching methods that apply to modern educational institution, such as a lecture, question and answer, discussion, demonstration, drama, recitation, and teamwork Keywords. Modernization. Education of Pesantren. Pendahuluan Kemajuan pembangunan di berbagai sektor membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sehingga membutuhkan peningkatkan proses pendidikan kearah yang lebih serius, dan hal ini diikuti oleh perubahan sikap masyarakat yang semakin selektif dalam memilih dan memilah lembaga pendidikan yang ideal dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak berabad abad lamanya karena kiprahnya dalam dunia pendidikan yang tidak bisa diragukan lagi utamanya dalam menciptakan dan membentuk tatanan sosial kemasyarakatan. (Yasmadi, 2. Sekarang perhatian kepada peran pesantren cukup besar, ini berawal dari kebijakan Pemerintah yang bersinggungan dengan pendidikan di pondok pesantren yaitu keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang ditandatangani oleh Menteri Agama (Prof. Dr. Mukti Al. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Letjen. TNI Dr. Teuku Syarif Thaye. dan Menteri Dalam Negeri (Jend. TNI Purn. Amir Machmu. Dan terakhir, terbitnya Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 yang isinya menyamaratakan antara pendidikan agama dengan pendidikan umum, yang mana pelaksanaannya, pemerintah memberikan wewenang penuh kepada Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengatur penyelenggaraan pendidikan di Madrasah dan Pondok Pesantren, baik dalam hal pembiayaan, pengadaan dan pengembangan Sumberdaya manusia. Pengembangan kelembagaan dan sarana, serta peningkatan mutu lembaga pendidikan agama tersebut. Sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan, pengembangan pesantren harus terus didorong. Urgensi pengembangan pesantren meliputi banyak hal, namun orientasi pesantren sebagai lembaga pendidikan islam mengharuskan memodernisasi pendidikannya. Sikap pesantren yang seperti ini bukan tanpa alasan dikarenakan era pendidikan salaf . pesantren sudah tidak cocok dan cendrung sangat terlambat merespon dinamika keilmuan keilmuan dizaman sekarang. Sehingga pada hasilnya pendidikan pesantren jauh tertinggal dari lembaga pendidikan lainnya baik berupa mutu pendidikannya ataupun sarana pendidikannya. Oleh karenanya modernisasi pendidikan pesantren adalah solusi tepat bagi perubahan kualitas mutu pendidikan pesantren dalam merespon dinamika keilmuan. (Mahmud, 2. Pesantren Zainul Hasan Genggong adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang tidak mampu menghindarkan diri dari arus modernisasi. Modernisasi yang merambah berbagai pelosok atau penjuru daerah ternyata berpengaruh besar terhadap pengembangan pendidikan yang ada di pesantren tersebut. Tetapi dengan mengadopsi model pendidikan modern. Pesantren Zainul Hasan Genggong yang tadinya kecil dan sederhana, ternyata mampu berkembang lebih baik, dan menjadi pesantren yang cukup besar di wilayah Probolinggo. Hal di atas dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menciptakan sistem pendidikan baru, bukan berarti sistem pendidikan yang lama lebih jelek, sebagaimana ada satu kaidah elektis yang sudah menjadi kultur pesantren yang berbasis ASWAJA yang terkenal dengan a a eE aI a aA e a aEa aO eEa ea a eE a a eO a eEA ca AEaO eECa a eO aI EA aEaA AoAo Memelihara nilai dan sistem lama yang baik, dan mengadopsi nilai dan sistem baru yang lebih baik AoAo. (A. Qodri Azizi, 2. Metode Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi atau pengamatan, wawancara mendalam, dan studi Pengamatan dilakukan untuk mendapatkan data-data yang terkait dengan kondisi geografis, kondisi fisik pesantren, kehidupan para santri, dan setting kehidupan masyarakat sekitar Wawancara dilakukan untuk menggali informasi yang tidak bisa diliput melalui pengamatan. Wawancara terutama dilakukan untuk mendapatkan data-data yang terkait dengan sejarah modernisasi pesantren, modernisasi pendidikan pesantren meliputi kurikulum, kelembagaan dan aspek pembelajaran pesantren. Wawancara secara mendalam dilakukan terutama kepada tokoh sentral pesantren, yakni pengasuh pengasuh pesantren. Kepala Madrasah, para guru madrasah. Alumni, dan beberapa siswa madrasah atau sekolah yang ada di Adapun studi dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan datadata tertulis terkait dengan Pesantren Zainul Hasan Genggong, serta data-data lain yang terkait dengan bahasan tentang pesantren. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan prosedur analisis yang meliputi: reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. (Mudjia Raharjo, 2. Pembahasan Kebijakan Modernisasi Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Idealitas dari sebuah institusi pendidikan sangat penting. Sebab dengan itu institusi pendidikan akan mampu menggerakkan usaha memperbaiki kualitas pendidikan yang pada akhirnya berimplikasi pada perbaikan taraf hidup masyarakat. Maka jika pesantren memiliki idealitas seperti itu, ke depan diharapkan pesantren mempunyai andil besar dalam proses modernisasi, karena dunia pesantren bersinggungan langsung dengan Maka cukup realistis, jika Yayasan Pesantren Zainul Hasan Genggong mulai berbenah dan merintis berdirinya lembaga pendidikan dengan system klasikal sebagaimana sekolah-sekolah lain di luar Pesantren. Dalam kaitan ini, ada empat alasan yang mendasari modernisasi pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong. Pertama, sistem salafi . membutuhkan waktu lama dan tidak mudah untuk Kedua, sistem khalafi . dalam bentuk klasikal secara administrative lebih mudah pembinaan dan Ketiga, sistem klasikal model madrasah membutuhkan waktu relatif cepat, hanya beberapa tahun saja, tidak seperti sistem lama . Keempat, dalam sistem madrasi materi pelajarannya dapat bervariasi, tidak semata-mata pelajaran agama, tetapi pelajaran umum dapat ditambahkan dalam Alasan ini sejalan dengan anjuran Kemenag, bahwa dalam rangka konvergensi, sebaiknya pesantren yang tradisional dikembangkan menjadi sebuah madrasah, disusun secara klasikal, dengan memakai kurikulum yang tetap dan memasukkan mata pelajaran umum di samping agama, sehingga murid di madrasah mendapatkan pendidikan umum yang sama dengan murid di sekolah umum. Dalam pada itu proses pendidikan yang cukup esensial adalah intelektualisme, yakni suatu studi yang merekonstruksikan pemahaman terhadap Islam lewat interpretasi secara kontinyu, dengan menggunakan pendekatan berbagai disiplin ilmu sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian pendidikan Islam sebenarnya adalah sebuah rasionalisasi dan koherenisasi Islam dengan berbagai perubahan obyektif yang senantiasa berkembang. Oleh karena itu perubahan sistem, model dan teknik serta kurikulum pendidikan merupakan suatu hal yang harus selalu diupayakan. (Kareel A. Steenbink. Ada beberapa alasan yang menurut M. Habib Chirzin menjadikan sebagian pesantren masih bertahan dengan sistem lama, di antaranya: . cara seperti itu telah berjasa dan berhasil melahirkan ulama pada zaman dahulu. pertimbangan dari aspek aqidah dan syari'ah. keterbatasan informasi yang diterima dan kerangka referensi yang dimilikinya. semangat mengisolasi diri yang belum kunjung padam. besarnya kedaulatan yang dimiliki pesantren tersebut. Pesantren harus tampil sesuai zaman dan waktu yang ada, mengingat institusi pendidikan yang lain terus berbenah menjadi yang terbaik. Pesantren tidak boleh berdiam diri atau jalan ditempat dalam menghadapi perubahan perubahan yang semakin kompleks yang mengakibatkan AoAokematianAoAo terhadap pesantren itu sendiri. alasan yang melatarbelakangi modernisasi pendidikan pesantren di Pesantren Zainul Hasan Genggong. Di antaranya. Pertama, sistem pengajaran yang lama . kalau dipertahankan cenderung ketinggalan zaman. dan kedua, adanya tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan variatif. Dua hal di atas dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menciptakan sistem pengajaran baru, bukan berarti sistem yang lama lebih Bentuk Modernisasi Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Pesantren di Indonesia merupakan lembaga pendidikan yang sangat dinamis. Interaksi antara pesantren dengan modernisasi yang berlangsung secara berkelanjutan mendorong munculnya model-model lembaga pendidikan pesantren khas Indonesia. Di samping itu muncul pula Pesantren di Indonesia yang mengusung konsep baru yang umumnya dibangun oleh para muslim reformis. Sedangkan pesantren salaf yang merubah pola pesantren menjadi khalaf setidaknya mengadopsi aspek-aspek tertentu dari sistem pendidikan modern, khususnya dalam kandungan kurikulum, teknik dan metode pengajaran. Ini menandakan langkah awal pesantren dalam memodernisasi Langkah konkret Pesantren Zainul Hasan Genggong dalam memodernisasi pendidikan pesantren diantaranya meliputi modernisasi kelembagaan, kurikulum, metode pengajaran pendidikan pesantren dan modernisasi fasilitas . arana dan prasaran. pesantren, seperti terealisasinya laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan jaringan internet di dalam Selaras dengan teori modernisasi Azumardi Azra: Modernisasi pesantren mengubah sistem dan pendidikan Perubahan yang sangat mendasar misalnya terjadi pada aspek-aspek kelembagaan, kurikulum dan metodologi. Dalam hal ini. AuBanyak pesantren tidak hanya mengembangkan madrasah sesuai dengan pola Departemen Agama, tetapi juga bahkan mendirikan sekolah-sekolah umum dan universitas umumAy. Berikut bentuk modernisasi di Pesantren Zainul Hasan Genggong Tabel A. 1 Bentuk Modernisasi Pendidikan Pesantren Zainul Hasan NO Aspek-Aspek Sebelum Modernisasi Modernisasi Kelembagaan Kyai sebagai Dari individu . berubah tunggal, sebagai menjadi otoritas tunggal . pembagian kerja yang jelas pada setiap pengurus. Menghasilkan pendidikan dan organisasi dalam pesantren. Kurikulum Sumber kurikulum hanya dari kiai, hanya sebatas ilmu agama . l Quran dan kitab Aspek Pembelajaran Tidak Metodenya bandongan dan Fungsional Pesantren Sebatas lembaga Memasukkan kurikulum Kemenag dan Kemendikbud RI. Meliputi ilmu ilmu umum bukan sekedar ilmu agama, ditambah pengetahuan ilmu bahasa asing dan juga ilmu Memakai sistem klasikal seperti resitasi, tanya jawab, demonstrasi, kerja kelompok dan diskusi. Namun metode konvensional masih digunakan seperti bandongan dan sorogan. Sebagai lembaga pendidikan, sebagai lembaga sosial, dan sebagai lembaga ekonomi. Sarana Prasarana Sarana masih sebatas papan tulis dan Pengadaan media pembelajaran seperti laptop dan LCD, laboratorium computer, laboratorium bahasa. WIFI, gedung sekolah, klinik pesantren, perpustakaan, kantor DPP Tanaszaha, aula, gedung olahraga dan koperasi pesantren. Sumber : Data Primer, diolah 2019 Kesimpulan Pada awalnya aktivitas pendidikan di Pesantren Zainul Hasan Genggong hanya sebatas mengajarkan pengajian al-QurAoan dengan program Tahfidhul QurAoan dan pengajaran kitab kuning klasik sebagai program intinya. Agar tetap survive. Pesantren Zainul Hasan Genggong mulai berbenah, bergerak maju menyesuaikan persaingan terhadap lembaga pendidikan yang semakin maju dengan harapan mampu bersaing kualitas mutu dan kuantitasnya. Kebijakan modernisasi pendidikan pesantren Zainul Hasan Genggong: Pertama, sistem pengajaran yang lama . kalau dipertahankan cenderung ketinggalan zaman. dan kedua, adanya tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan Dua hal diatas menjadikan motivasi konstruktif untuk memodernisasi pendidikan di Pesantren Zainul Hasan Genggong. Bentuk konkret modernisasi pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong meliputi beberapa aspek, yaitu : Modernisasi pada aspek kelembagaan dan organisasi, yaitu dari kepemimpinan individu . kepada sistem kepemimpinan kolektif . dengan pembagian kerja yang jelas. Modernisasi pada aspek kurikulum. Pada awal berdiri penentuan kurikulum Pesantren Zainul Hasan Genggong adalah semata-mata otoritas kiai, sehingga kurikulum yang ada identik dengan kiai pesantren tersebut yang pada umumnya hanya mengajarkan pelajaran-pelajaran agama Islam saja, akan tetapi setelah mengalami modernisasi kurikulum tidak lagi menjadi otoritas kiai saja, kurikulum ditentukan berdasarkan pada kurikulum yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama, di samping itu menggunakan kurikulum Tarbiyah A-lma`had yang diadopsi dari PesantrenAl-Amin Prenduan. Madura Jawa Timur. Sehingga terjadi perpaduan dan keseimbangan antara mata pelajaran agama dan mata pelajaran umum. Modernisasi pada aspek pengajaran, yaitu dari sistem halaqah dengan metode menghapal kitab Al-QurAoan serta mengkaji kitab-kitab klasik ke sistem klasikal / persekolahan dengan metode pengajaran yang berlaku pada lembaga pendidikan modern, seperti metode ceramah. Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, drama, resitasi, dan kerja kelompok. Modernisasi pada aspek fungsional Pesantren Zainul Hasan Genggong meliputi: . sebagai lemabaga pendidikan yaitu sumber ilmu pengetahuan Islam, pemelihara tradisi Islam dan sebagai reproduksi ulamaAo, . sebagai lembaga ekonomi, . sebagai lembaga sosial. Modernisasi pada aspek sarana prasarana meliputi pengadaan media pembelajaran seperti Laptop. LCD Proyektor, laboratorium komputer, laboratorium bahasa. WIFI, gedung sekolah, klinik pesantren, perpustakaan, kantor dewan pimpinan pusat Ikatan Santri dan Alumni Pesantren Zainul Hasan (TANASZAHA), aula, gedung olahraga dan koperasi pesantren. Sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan, pengembangan pesantren harus terus didorong. Urgensi pengembangan pesantren meliputi banyak hal, namun orientasi pesantren sebagai lembaga pendidikan islam mengharuskan memodernisasi Sikap pesantren yang seperti ini bukan tanpa alasan dikarenakan era pendidikan salaf . pesantren sudah tidak cocok dan cendrung sangat terlambat merespon dinamika keilmuan keilmuan dizaman sekarang. Sehingga pada hasilnya pendidikan pesantren jauh tertinggal dari lembaga pendidikan lainnya baik berupa mutu pendidikannya ataupun sarana pendidikannya. Oleh karenanya modernisasi pendidikan pesantren adalah solusi tepat bagi perubahan kualitas mutu pendidikan pesantren dalam merespon dinamika Daftar Pustaka