SAINTEKES Ae VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 TEORI KEPERAWATAN HILDEGARD E PEPLAU DAN APLIKASINYA PADA KASUS GANGGUAN JIWA Sunardi1. Irna Nursanti2 Program Studi Magister Keperawatan. Fakultas Ilmu Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Jakarta Article Information Article history: Received Januari 20, 2024 Approved Januari 28, 2024 Keywords: Hildegard. Peplau, nursing theory, applications ABSTRACT This literature review explores Hildegard Peplau's Interpersonal Relations Theory in the context of psychodynamic nursing. It outlines the theory's fundamental concepts, emphasizing human, environmental, and health aspects. The case analysis demonstrates the theory's application in managing patient Its strengths include enhancing mental well-being, reducing anxiety, and providing better care. However, the theory has limitations, particularly its emphasis on psychological aspects and neglect of the physical environment. The conclusion highlights the importance of integrating a holistic approach to enhance nursing care effectiveness. ABSTRAK Kata Kunci: Hildegard. Peplau, teori keperawatan, aplikasi Ulasan literatur ini membahas Teori Hubungan Interpersonal Hildegard Peplau dalam konteks keperawatan psikodinamik. Memaparkan konsep dasar teori, fokusnya pada aspek manusia, lingkungan, dan kesehatan. Analisis kasus memperlihatkan penerapan teori dalam pengelolaan kecemasan pasien. Kelebihannya melibatkan peningkatan kejiwaan, penurunan kecemasan, dan pemberian asuhan yang lebih baik. Namun, teori ini memiliki kekurangan terutama dalam penekanan pada aspek psikologis dan kurangnya perhatian pada lingkungan fisik. Kesimpulan menekankan pada pentingnya menggabungkan pendekatan holistik untuk meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan. A 2024 SAINTEKES *Corresponding author email: irnanursanti@umj. PENDAHULUAN Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan dan profesinya sangat Dalam konteks perkembangan ilmu keperawatan di Indonesia, penting bagi perawat org/10. 55681/saintekes. untuk memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap teori keperawatan yang mendukung Dalam konteks ini, kita membahas Teori Keperawatan oleh Hildegard E. Peplau. SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 (Mawaddah, 2. Hildegard E. Peplau, lahir pada 1 September 1909 di Pennsylvania. AS, merupakan perintis teori keperawatan berbasis hubungan interpersonal. Pendidikannya dalam psikologi interpersonal dan keperawatan psikiatri membentuk dasar teorinya. Peplau mendorong perawat untuk menjadi lebih terdidik, memberikan perawatan terapeutik, dan merubah pola pikir tradisional menjadi modern. (Adams, 2. Namun, teori Hildegard E Peplau memperoleh beberapa kritik. Beberapa menilai beberapa konsepnya terlalu abstrak, sulit diukur, dan terlalu fokus pada aspek biologis. Peplau juga kurang menekankan aspek psikososial, spiritual, dan kurang mempertimbangkan keberagaman budaya dalam pendekatannya. Meskipun demikian, teori ini tetap menjadi landasan bermanfaat untuk perawatan kesehatan modern, dengan catatan perawat harus memahami dan mengatasi kelemahan ini dalam praktik klinis mereka. (Angelo Gonzalo, 2023. Evans, 2. Ulasan dan Analisis kasus ini bertujuan untuk menyajikan uraian teori Hildegard E Peplau dan aplikasinya dalam praktik keperawatan sehari-hari. METODOLOGI Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka teoritis disertai laporan dan analisa Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Teori Hildegard E Peplau Teori (Psychodynamic Nursin. yang dikembangkan oleh Hildegard E. Peplau adalah suatu pendekatan yang terinspirasi dari model org/10. 55681/saintekes. hubungan interpersonal terapeutik. Dalam konsepnya. Peplau menjelaskan bahwa teori ini melibatkan kemampuan untuk memahami perilaku seseorang dengan tujuan membantu mengidentifikasi kesulitan yang dialami dan menerapkan prinsip-prinsip kemanusiaan terkait masalah-masalah yang timbul dari pengalaman Teori ini menekankan fokus pada individu, perawat, dan proses interaktif yang membentuk hubungan antara perawat dan klien. Peplau mengartikulasikan bahwa melalui pendekatan ini, perawat dapat lebih baik memahami dan merespons kebutuhan kesehatan klien dengan lebih efektif (Torres, 1986. Marriner-Tomey, 1. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah proses Tujuan keperawatan adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian (Chinn dan Jacobs, 1. Oleh sebab itu perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawat dan klien, dimana perawat bertugas sebagai narasumber, konselor, dan wali. (Adams, 2017. Alligood, 2. Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia, mencakup 4 komponen sentral: (Angelo Gonzalo, 2023. Alligood, 2. Pasien Sistem dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar Pasien adalah subjek yang langsung dipengaruhi oleh adanya proses (Alligood, 2. SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 Perawat Berdasararkan teori yang dikembangkan oleh Peplau perawat memiliki peranan untuk mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan klien yang bersifat partisipatif, sedangkan klien mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Dalam pelaksanaan model Peplau, ada 6 peran Perawat: (Angelo Gonzalo. Alligood, 2. C Sebagai mitra kerja Hubungan perawat klien merupakan hubungan yang memerlukan kerja sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu dibina rasa saling percaya, mengasihi, dan manghargai. C Sebagai sumber informasi Perawat harus mampu memberikan informasi yang akurat, jelas, dan rasional kepada klien dalam suasana yang bersahabat dan akrab. C Sebagai pendidik Perawat harus berupaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan pada klien/keluarganya mengatasi masalah kesehatan. C Sebagai pemimpin Perawat harus mampu untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerjasama dan partisipasi aktif klien. C Sebagai wali/pengganti Perawat merupakan individu yang dipercaya pasien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat, atau rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya. C Sebagai konselor Perawat harus dapat memberi bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan lebih mudah dilakukan. (Angelo Gonzalo, 2023. Alligood, 2. Ansietas (Masalah Kecemasan yang terjadi akibat sakit / Sumber Kesulita. Dalam model Hidegard E. Peplau, ansietas adalah konsep yang memiliki peranan org/10. 55681/saintekes. penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasanya tingkat ansietas meningkat. Oleh karena itu, perawat pada saat ini harus mengkaji tingkat ansietas pasien. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi pasien semakin Ansietas disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang. Ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologi dan biologi Dalam model Peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. (Malarvizhi & Manivannan, 2. Proses Interpersonal Ada 4 tahapan InterPersonal . ubungan terapeuti. Perawat Ae Pasien Menurut Peplau dalam keperawatan, yaitu: (Angelo Gonzalo. Alligood, 2. Fase Orientasi: Fase orientasi dimulai oleh perawat di rumah sakit, membentuk hubungan dengan pasien. Penting untuk membangun hubungan profesional dan Keterlibatan pasien, penjelasan, dan pertanyaan merupakannya bagian penting dalam fase ini. Klien menyampaikan masalah dan harapan, sementara perawat merespons dan mengidentifikasi solusi. Fase Identifikasi: Pada fase identifikasi masalah, klien mengenali peran tanggung jawab diri. Pasien memilih bantuan profesional, merespons secara selektif, dan responsnya bervariasi, dari mandiri hingga sangat tergantung pada . Fase Eksploitasi/ Fase Kerja: Selama Fase Kerja, perawat dan pasien Tanda transisi dari fase SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 menganggap perawat sebagai sumber daya, bukan kewajiban sosial. Klien memanfaatkan layanan perawat. Pada fase eksploitasi, pasien menggunakan bantuan profesional sesuai kebutuhan, merasa integral dalam lingkungan, dan mungkin menyampaikan permintaan atau teknik menarik perhatian. Perawat harus menggunakan prinsip teknik wawancara untuk mengatasi masalah mendasar dan membantu pasien dalam memanfaatkan semua bentuk bantuan. Fase Resolusi/ Fase Pengakhiran: Fase perawat-klien terjadi setelah mencapai tujuan klien. Perawat dan klien mengakhiri hubungan mereka secara profesional. Dalam fase resolusi, klien tidak lagi membutuhkan layanan profesional, dan hubungan Keduanya perlu mengakhiri hubungan terapeutik, mungkin sulit karena ketergantungan psikologis, namun, pasien menjadi lebih mandiri dan matang. (Angelo Gonzalo, 2023. Alligood, 2. Konsep Model Keperawatan Hildegard E Peplau Dikaitkan dengan Paradigma Keperawatan . Keperawatan Menurut Peplau, merupakan terapi karena merupakan seni penyembuhan, membantu individu yang sakit atau memerlukan pelayanan kesehatan. Peplau menjelaskan tujuan keperawatan adalah untuk membantu orang lain mengidentifikasi kesulitan yang mereka rasakan dan bahwa perawat harus menerapkan prinsip-prinsip hubungan manusia terhadap masalah yang muncul pada semua tingkat pengalaman. org/10. 55681/saintekes. Manusia Peplau mendefinisikan manusia sebagai organisme yang Auberusaha dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang ditimbulkan oleh kebutuhan. Ay . Lingkungan Lingkungan adalah faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan manusia dan mencakup antara lain lingkungan sosial, status ekonomi, dan kesehatan. Terapi lingkungan dapat membantu perawat dalam menjaga pola pertahan tubuh terhadap penyakit dan meningkatkan pola interaksi yang sehat dengan Meskipun Peplau tidak secara langsung mendorong perawat untuk mempertimbangkan budaya dan adat istiadat pasien ketika pasien menyesuaikan diri dengan rutinitas rumah sakit. Kesehatan Sehat merupakan simbol perkembangan kepribadian dan proses kehidupan manusia yang berlangsung secara terus menerus menuju kehidupan yang kreatif dan konstruktif. Sedangkan perilaku sehat adalah perilaku yang memfasilitasi pemenuhan kebutuhan, kepuasan, kesadaran diri, dan intergrasi pengalaman yang berarti, misalnya pengalaman sakit. (Angelo Gonzalo, 2023. Alligood, 2. Hubungan Teori Hildegard E Peplau dengan Proses Keperawatan Ada banyak kesamaan antara proses keperawatan dan fase interpersonal Peplau. Fase Peplau dan proses keperawatan berurutan dan fokus pada interaksi terapeutik. Keduanya bila menemui stress, harus menggunakan tekhnik problem solving secara kolaboratif dengan tujuan akhir adalah menemukan kebutuhan Keduanya menggunakan observasi, komunikasi, dan recording sebagai alat dasar untuk praktek Perawat. Ada perbedaan juga antara fase Peplau dan proses keperawatan. SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 Keperawatan profesional saat ini memiliki pengertian tujuan yang lebih jelas dan memiliki area praktek yang spesifik. Keperawatan beranjak dari peran physicianAos helper ke arah consumer advocacy. Mukhadioni, 2. Penerapan Konsep Hildegard E Peplau dalam Asuhan Keperawatan Analisis Kasus Tn. S, 30 tahun, merasa enggan untuk berinteraksi dengan orang lain, sering dikamar sendiri dan melamun, malas melakukan kegiatan rumah, merasa bingung ketika diajak kenalan dengan orang lain dan tidak tau mulai dari mana dengan apa yang akan dibicarakan. Keluarga terkadang mengajak Tn. S untuk berinteraksi dengan tetangga sekitar, tetapi Tn. tetap tidak mau dan mengatakan ia merasa malu bertemu dengan orang dengan alas an malu karena kurang percaya diri. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa seperti ini 7 bulan yang lalu dan mendapat perawatan selama 1 minggu ke rumah sakit jiwa. Tetapi keluarga tidak rutin membawa kontrol kembali ke rumah sakit, dengan alasan sudah dianggap sembuh oleh keluarga. Pengobatan sebelumnya tidak berhasil karena pasien tidak minum obat secara Ibu pasien mengatakan Tn. S sering dipukul oleh ayahnya jika bandel saat masih Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa seperti ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 110/70 mmHg. N: 82 X / menit. S: 36,2 0 C. P : 20 X / TB: 165 cm. BB: 59 kg. Pasien mengatakan bahwa dirinya tidak berguna, karena tidak bisa membantu orangtunya untuk bekerja dikebun, dan membantu adiknya mengerjakan pekerjaan Pasien mengatakan klien mengatakan ingin sembuh dan tidak malu lagi untuk keluar dari rumah dan bersosialisasi dengan tetangga. org/10. 55681/saintekes. Pengkajian Teori Hildegard E Peplau Asuhan keperawatan dengan konsep Pendekatan teori Hildegard E. Peplau : Fase orientasi Menetapkan hubungan awal . Mengenalkan diri secara ramah dan membangun kepercayaan. Mendengarkan dengan empati untuk memahami perasaan dan kebutuhan . Mengidentifikasi kekhawatiran dan tingkat kecemasan pasien. Menyusun kontrak . Menjelaskan peran perawat dalam . Bersama-sama menetapkan tujuan perawatan yang spesifik dan realistis. Menyepakati tanggung jawab masingmasing dalam mencapai tujuan tersebut. Memfasilitasi partisipasi pasien . Mendorong pasien untuk berbicara tentang pengalaman dan perasaannya. Mengajak pasien untuk berpartisipasi dalam perencanaan strategi mengatasi . Melibatkan keluarga atau dukungan sosial yang relevan jika diinginkan oleh Menggunakan penilaian . Melakukan terhadap tingkat kecemasan dan dampaknya pada kesejahteraan pasien. Menilai faktor-faktor pemicu kecemasan dan strategi penanganan yang sudah digunakan pasien. Mengembangkan kemampuan adaptasi . Membantu pasien mengidentifikasi dan mengelola respon terhadap stres. Memberikan dukungan emosional dan edukasi tentang strategi adaptasi yang SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 . Mendorong penggunaan mekanisme koping yang positif. Mengembangkan kepercayaan . Membangun hubungan saling percaya melalui konsistensi dan kejujuran. Memberikan dukungan emosional dan positif pada setiap langkah perubahan yang diambil oleh pasien. Mengakhiri pembicaraan . Mengidentifikasi tanda-tanda kemajuan dan pencapaian tujuan bersama. Mempersiapkan mengakhiri fase orientasi dengan merinci rencana perawatan selanjutnya. (Yustawiningsih, 2020. Abdul Wakhid. Fase Identifikasi Analisa data dan diagnosa keperawatan Pada kasus Tn S, diagnosa yang diberikan antara lain: Isolasi sosial Diagnosa tersebut ditetapkan karena pasien merasakan lebih senang di kamar seharian, enggan berinteraksi dengan orang lain, suka melamun, bingung ketika diajak kenalan, kontak mata kurang, dan afek yang tumpul. Harga diri rendah Diagnosa tersebut ditetapkan karena pasien mengatakan malu bertemu orang, malas melakukan kegiatan, suka diam dan menyendiri di kamar, dan jarang terlibat dengan kegiatan sosial. Menetapkan hubungan identifikasi Perawat melakukan pemahaman mendalam terhadap pengalaman dan kebutuhan pasien. Ini melibatkan penyelidikan lebih lanjut terhadap aspek identitas yang memengaruhi kecemasan dan mengidentifikasi peran sosial pasien dalam keluarga serta masyarakatnya. Menggali isu identitas org/10. 55681/saintekes. Dalam penanganan kecemasan pasien, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor penyebabnya, memahami dampaknya pada self-esteem serta persepsi diri pasien. Merumuskan konsep diri Dalam merawat kecemasan pasien, perawat dapat membantu merumuskan konsep diri yang positif, mengidentifikasi kekuatan internal, dan mengembangkan strategi koping yang Kolaborasi strategi koping, penerapan teknik relaksasi, serta penguatan hubungan terapeutik menjadi kunci dalam kesejahteraan pasien. Intervensi keluarga dan dukungan sosial Perawat perlu mengidentifikasi membangun jaringan positif menjadi strategi yang efektif untuk membantu pasien mengatasi tingkat kecemasan yang dialaminya. Edukasi tentang identitas dan kecemasan Perawat dapat membantu pasien memahami bahwa perubahan dalam konsep diri dapat memengaruhi tingkat kecemasan, sementara menyediakan materi edukasi tertulis atau sumber daya lainnya mendukung pemahaman pasien terhadap aspek tersebut. Evaluasi kemajuan Evaluasi rutin terhadap konsep diri dan tingkat kecemasan membantu perawat mengidentifikasi perubahan, memastikan peningkatan positif, serta SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 menyesuaikan rencana asuhan sesuai kebutuhan pasien. Intervensi keperawatan Perintah mengidentifikasi penyebab isolasi sosial, termasuk hubungan dengan orang serumah atau yang tidak dekat, serta Selanjutnya, jelaskan manfaat memiliki teman dan Sambung merinci kerugian ketidakmampuan memiliki teman dan berbicara. Latih kemampuan meminta bantuan dari anggota keluarga dengan menyertakan latihan dalam jadwal harian. Evaluasi latihan ini, berikan pujian, dan latih memberikan pujian sebagai bagian dari rutinitas harian. (PPNI, 2016. PPNI, PPNI, 2018 . Fase Eksploitasi Pengembangan strategi koping lanjutan menyesuaikan strategi dengan situasi baru, dan menggali teknik koping sesuai dengan perubahan kondisi. Penguatan hubungan terapeutik dijaga melalui umpan balik positif dan penekanan pada peran perawat sebagai Pengelolaan kecemasan melibatkan dukungan dan strategi, serta pemberdayaan pasien untuk mengambil peran aktif dalam keputusan perawatan. Libatkan keluarga dan dukungan sosial, lakukan edukasi lanjutan, evaluasi rutin dan pemantauan, serta perencanaan transisi untuk persiapan fase Evaluasi akhir mencakup refleksi, evaluasi tingkat kecemasan, dan penguatan (Yustawiningsih, 2020. Abdul Wakhid, 2. Fase Resolusi Dalam implementasi untuk penyakit pasien, langkah pertama adalah membangun org/10. 55681/saintekes. hubungan saling percaya dengan pasien. Selanjutnya, membantu pasien menyadari masalah isolasi sosial yang dialaminya dan melatih keterampilan berbicara, baik antara pasien dan keluarga maupun dalam kegiatan sehari-hari. Melatih cara berbicara saat melakukan kegiatan dan meminta tolong dalam pekerjaan rumah adalah aspek penting yang diintegrasikan ke dalam jadwal kegiatan harian pasien untuk meningkatkan interaksi sosial dan dukungan keluarga. (Yustawiningsih, 2020. Abdul Wakhid, 2. Setelah implementasi oleh perawat, meskipun awalnya klien kesulitan menyebutkan keuntungan berinteraksi, evaluasi menunjukkan Klien sekarang mampu berinteraksi dengan keluarga dan orang lain, serta dapat menyebutkan keuntungan dari interaksi Peningkatan ini menunjukkan kemajuan dalam mengatasi isolasi sosial. Untuk memaksimalkan kemampuan, fokus pada melatih keterampilan meminta tolong dalam melakukan pekerjaan rumah kepada anggota keluarga melalui pendekatan terapeutik. (Yustawiningsih, 2020. Abdul Wakhid, 2. Analisa Teori Keperawatan Hildegard E Peplau Teori Peplau menawarkan kelebihan, termasuk meningkatkan kesejahteraan pasien, mengurangi kecemasan, memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik, dan mendorong Namun, mencakup fokus terlalu besar pada aspek kejiwaan, kurangnya perhatian pada lingkungan fisik, dan kesulitan dalam mengaplikasikannya pada pasien yang sulit mengekspresikan Perawat memberikan asuhan yang holistik dan efektif, menggabungkan pendekatan Peplau dengan elemen lain untuk mencapai keseimbangan yang optimal dalam perawatan pasien. SUNARDI ET AL - VOLUME 03 NOMOR 01 . 57 - 64 SIMPULAN Dalam keseluruhan, teori Hildegard Peplau memberikan landasan yang kuat untuk praktik keperawatan psikodinamik. Fokusnya pada hubungan interpersonal terapeutik menghasilkan asuhan yang holistik dan Penggabungan kelebihan teori ini dengan pendekatan lain dapat meningkatkan efektivitas perawatan pasien. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, guru-guru saya, keluarga, dan sahabat saya yang telah mendukung saya selama perjalanan hidup saya hingga saat ini. DAFTAR PUSTAKA