Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA ANALYSIS OF FACTORS THAT AFFECTS THE DEMAND OF TEMPE CHIPS IN CENTER OF KEDUNG JENAR HOME INDUSTRY. BLORA REGION Destisya Firsty Bianridha*. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Sudarto. No 13 Tembalang. Kota Semarang *E-mail: destisyafirsty@students. (Diterima 23-03-2022. Disetujui 01-06-2. ABSTRAK Keripik tempe merupakan produk olahan kedelai yang dikonsumsi sebagai camilan yang mempunyai permintaan tinggi di masyarakat, khususnya Kabupaten Blora. Permintaan keripik tempe dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain harga keripik tempe, harga keripik bawang, harga keripik pelepah pisang, usia, pendapatan konsumen, jumlah anggota keluarga, selera konsumen, dan waktu beli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan keripik tempe dan untuk menganalisis elastisitas permintaan keripik tempe di Sentra Oleh-Oleh Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten Blora. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan 100 responden. Penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Data dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabelvariabel bebas serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Secara parsial, variabel harga keripik tempe, harga keripik bawang, usia, pendapatan konsumen, jumlah anggota keluarga, selera konsumen, dan waktu beli berpengaruh terhadap permintaan keripik tempe. Sedangkan harga keripik pelepah pisang tidak berpengaruh terhadap permintaan keripik tempe. Elastisitas harga keripik tempe bersifat inelastis 0,371 sehingga termasuk kategori barang normal. Elastisitas silang menggunakan keripik bawang dengan elastisitas 0,258 dan keripik pelepah pisang dengan elastisitas 0,473 sebagai barang Elastisitas pendapatan sebesar 0,76. Kata kunci: elastisitas harga, elastisitas pendapatan, elastisitas permintaan, keripik tempe. ABSTRACT Tempe chips are processed soybean products that are consumed as a snack which has a high demand in the community, especially in Blora Regency. The demand for tempe chips is influenced by several factors, including the price of tempe chips, the price of onion chips, the price of banana midrib chips, age, consumer income, number of family members, consumer tastes, and time of purchase. This study aimed to analyze the factors that influence the demand for tempe chips and to analyze the elasticity of demand for tempe chips at the Kedung Jenar Tempe Chips Center. Blora Regency. The research location was selected by purposive sampling. The method used is survey method and using 100 Determination of respondents used accidental sampling. Data were analyzed by multiple linear regression. The results of multiple linear regression analysis show that the independent variables simultaneously had a significant effect on the dependent ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah Partially, the price of tempe chips, the price of onion chips, age, consumer income, number of family members, consumer tastes, and time of purchase affected the demand for tempe chips. While the price of banana midrib chips had no effect on the demand for tempe chips. The price elasticity of tempe chips was 0. 371 inelastic so it is included in the category of normal goods. Cross elasticity with onion chips had an elasticity of 0,258 and banana midrib chips had an elasticity of 0. 473 as substitutes. The income elasticity was 0. Keywords: demand, demand elasticity, income elasticity, price elasticity, tempe crisps Meningkatnya jumlah permintaan kedelai PENDAHULUAN Masyarakat memerlukan konsumsi pangan yang baik dalam memenuhi pertumbuhan penduduk dan ekonomi, kecukupan gizi untuk menunjang hidup Kecukupan gizi yang seimbang masyarakat (Permadi, 2. Produk pada masyarakat sehari Ae hari hendaknya olahan kedelai yang sangat terkenal di mencakup kecukupan protein, vitamin, pasaran dan sering dijadikan lauk oleh mineral, dan juga kalori. Kebutuhan kalori diperoleh dari konsumsi makanan Selain itu olahan kedelai lain juga dapat sehari-hari satunya keripik tempe. Keripik tempe . rotein hewan. dan tumbuh-tumbuhan diperoleh dari hasil olahan tempe yang . rotein nabat. Permintaan kebutuhan sudah melalui beberapa tahap proses pangan akan protein nabati menunjang Kadar protein keripik tempe cukup tinggi yaitu berkisar antara 23% Protein nabati yang sering hingga 25% (Pratiwi et al. , 2. Banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada olahan kedelai seperti tempe dan Permintaan kedelai terus meningkat kripik tempe serta harganya yang juga sebaliknya produksi kedelai oleh petani mengkonsumsi setiap harinya, dengan Indonesia cenderung menurun sehingga demikian akan berpengaruh terhadap pemerintah harus memenuhi kebutuhan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 Kabupaten banyak gizi, sehingga permintaan yang wilayah di Jawa Tengah yang terkenal tidak pasti mengakibatkan para pengrajin dengan industri rumah tangga yang keripik tempe pada Sentra Oleh-Oleh khusus bergerak dalam sektor pertanian Kedung Jenar kesulitan memprediksi yaitu produk olahan dari kedelai. Produk jumlah produksi dan tentunya kesediaan olahan kedelai yang dihasilkan pada kebutuhan bahan baku. Apabila terdapat industri rumahan yaitu tempe dan keripik kelebihan jumlah produksi atau bahan Jumlah pengusaha keripik tempe yang sampai saat ini masih berkembang Kabupaten Blora Blora pengusaha keripik tempe (Badan Pusat berpotensi menimbulkan kerugian. Maka Statistik, 2. Di Kabupaten Blora terdapat sentra pengolahan keripik tempe yang berpusat di Kelurahan Kedung Jenar mempengaruhi permintaan produk olahan dengan jumlah 40 unit home industry kedelai agar kegiatan pengolahan pada (Dinas Perindustrian Kabupaten Blora. Kabupaten Blora dapat terlaksana secara Produksi keripik tempe yang cukup faktor-faktor tinggi dijadikan sebagai salah satu oleholeh khas Kabupaten Blora. Kabupaten METODE PENELITIAN Blora memiliki nilai produksi olahan Penelitian dilaksanakan pada bulan kedelai yang lebih tinggi dibandingkan September hingga Oktober 2021 di daerah lain karena banyaknya jumlah Sentra industri rumah tangga yang memproduksi Kabupaten Blora. Jawa Tengah. Lokasi makanan ringan berbahan dasar kedelai penelitian dipilih secara purposive atau yaitu keripik tempe. Selain itu, terdapat secara sengaja dengan pertimbangan industri rumahan yang mengolah kedelai Kabupaten Blora merupakan kabupaten menjadi tempe sebagai lauk sehari hari dengan 40 industri rumahan produk olahan kedelai Tak Oleh-Oleh produk olahan yang dikonsumsi oleh harganya terjangkau serta mengandung Kedung Jenar faktor-faktor mempengaruhi permintaan keripik tempe ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah Kedung Jenar keseluruhan akan terkumpul sebanyak Kabupaten Blora. Metode penelitian yang 100 sampel atau 100 responden. digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode pengumpulan data yang metode survei. Metode survei bertujuan dilakukan adalah wawancara langsung untuk memperoleh informasi dengan cara dengan konsumen keripik tempe pada mengambil beberapa sampel dari suatu Sentra Keripik Tempe. Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu data primer dan kuesioner (Sugiyono, 2. Data primer diperoleh dengan Pengambilan sampel yaitu non metode observasi dan wawancara dengan alat bantu kuesioner kepada konsumen metode quota sampling. Metode quota keripik tempe pada Sentra Keripik Tempe mengenai harga keripik tempe, harga sampel dengan cara menetapkan jumlah keripik bawang, harga keripik pelepah dipenuhi dari suatu populasi, khusunya konsumen, tingkat pendidikan, jumlah tak terhingga (Neuman, 2. anggota keluarga, selera konsumen dan Penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Accidental permintaan produk keripik tempe. Data sampling merupakan metode penetuan diperoleh dari referensi jurnal, buku, dan dinas atau instansi terkait penelitian. konsumen yang secara kebetulan bertemu Metode analisis data digunakan di lokasi penelitian dengan syarat telah adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Analisis (Meitasari masing-masing Kriteria reponden dalam penelitian ini variabel dengan cara mendeskripsikan yaitu konsumen di atas 20 tahun yang data secara faktual yang terdapat pada penelitian (Ghozali, 2. Penyajian bertemu pada kios-kios di Sentra Keripik menggunakan tabel distribusi frekuensi Tempe dan persentase. Metode analisis yang sampel diambil secara acak sehingga total digunakan untuk menentukan faktor- Konsumen Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 faktor yang mempengaruhi permintaan Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel CoeffiStd. tProbacient Error Statisbility Constanta 15,231 12,201 1,248 0,215 Harga -0,005 0,000 -2,875 0,005 Keripik Tempe Harga 0,046 0,000 -1,067 0,049 Keripik Bawang Harga -1,7E0,000 -0,297 0,767 Keripik Pelepah Usia -5,1E0,000 -0,112 0,011 Pendapatan 0,000 0,006 0,629 0,031 Jumlah 0,130 0,053 0,474 0,015 Anggota Keluarga Selera 0,062 0,079 0,779 0,038 Konsumen Waktu Beli 0,710 0,127 0,560 0,077 R-squared 0,892 Adjusted R0,731 F-statistic 3,582 Prob (F0,001 *Signifikan p O 0,05. produk olahan kedelai pada industri rumahan keripik tempe di Kedung Jenar persamaan regresi linier berganda. Berikut persamaan matematis dari faktor-faktor permintaan produk olahan kedelai: Y = ao b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 b6X6 b7X7 b8X8 e Keterangan: Jumlah permintaan keripik tempe . g/bula. Konstanta Koefisien regresi X1: Harga keripik tempe (Rp/k. X2: Harga keripik bawang (Rp/k. X3: Harga keripik pelepah pisang (Rp/k. X4: Pendapatan konsumen (Rp/bula. X5: Usia (Tahu. X6: Jumlah anggota keluarga (Oran. X7: Selera konsumen (Sko. X8: Waktu Beli . ari libur: 1. Non hari libur: . Errora(Hanafi et al. , 2. Berdasarkan hasil analisis data Oleh Keripik Tempe Kabupaten Blora adalah sebagai berikut: Y = 15,231 - 0,005X1 0,046X2 Ae 1,7E0,05X3 Ae 5,1E-004X4 0,0004X5 Analisis regresi linier berganda produk keripik tempe pada Sentra Oleh- HASIL DAN PEMBAHASAN 0,130X6 0,062X7 0,071X8 e variabel-variabel Uji F independen yaitu harga keripik tempe, harga keripik bawang, harga keripik Berdasarkan penelitian diperoleh pelepah pisang, pendapatan, usia, jumlah hasil seperti pada Tabel 1. Bahwa nilai F anggota keluarga, selera konsumen, dan waktu beli terhadap permintaan keripik signifikan sebesar 0,001. Berdasarkan tabel F dengan tingkat kepercayaan 95% 3,582 atau tingkat kesalahan 5% atau 0,05 dengan rumus df 1 = k-1 = 8-1 = 7, df 2 = ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah n-k = 100-8 = 92, maka diperoleh nilai F 0,005 . ,005 O 0,. dapat diartikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat 2,11. Dimana signifikansi 0,001 O 0,05 dan nilai F hitung = 3,582 > F tabel = 2,11 sehingga keripik tempe memberikan pengaruh dapat diartikan bahwa Ho ditolak. yang cukup signifikan terhadap jumlah Dapat ditarik kesimpulan bahwa permintaan keripik tempe pada Sentra pada taraf signifikansi 5%, variabel bebas Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten pada penelitian ini yaitu harga keripik Blora. Koefisien regresi pada variabel tempe, harga keripik bawang, harga harga keripik tempe bernilai negatif (-) keripik pelepah pisang, pendapatan, usia, berbanding terbalik permintaan keripik tempe. Apabila jumlah permintaan keripik tempe meningkat, maka harga keripik penelitian ini yaitu permintaan produk keripik tempe yang terdapat pada Sentra sebaliknya, apabila harga keripik tempe Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten meningkat, maka jumlah permintaan akan Blora. Hal ini sesuai dengan pendapat Nilai koefisien beta sebesar - Pangemanan dan Lorraine . yang 0,0052 yang artinya apabila terjadi menyebutkan bahwa faktor Ae faktor yang peningkatan harga keripik tempe sebesar Rp 1. 000 akan menurunkan permintaan komoditas yang dapat diukur antara lain: keripik tempe sebesar 5,2 kg. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Irawan atau substitusi, et al. , . yang menyebutkan bahwa jumlah anggota keluarga, pendapatan menentukan harga jual keripik tempe konsumen dan selera konsumen. sangat mempengaruhi tingkat pembelian Uji t konsumen, sehingga harga patok yang Harga keripik tempe ditawarkan tidak terlalu tinggi. Bahan Begitu Berdasarkan Tabel 1. dapat dilihat dasar yang digunakan juga yaitu kedelai bahwa nilai t tabel lebih besar daripada t impor dimana harga kedelai impor jauh hitung . ,98609 > -2,. dengan tingkat lebih murah dibanding kedelai lokal, signifikansi kurang dari 0,05 yaitu senilai sehingga dapat menekan harga produksi. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 Harga Keripik Bawang tempe dengan berat lebih kecil yaitu per Diketahui bahwa nilai t tabel lebih pcs kisaran 0,125 kg dengan harga Rp besar daripada nilai t hitung variabel 500 Ae Rp 7000,-, meskipun dalam harga keripik bawang . ,986 > - 1,. sekali pembelian dengan jumlah banyak dengan signifikansi kurang dari 0,05 dan juga pertimbangan konsumen untuk yaitu senilai . ,049 O 0,. artinya Ho Dapat Sedangkan untuk produk keripik bawang, produsen lebih banyak menjual dengan keripik bawang memberikan pengaruh berat 0,25 kg per pcs seharga Rp 12. nyata terhadap jumlah permintaan keripik sehingga dapat mempengaruhi pembelian tempe di Sentra Keripik Tempe Kedung Namun dalam pembelian Jenar Kabupaten Blora. Koefisien regresi dengan berat yang sama per kilonya, harga keripik bawang bernilai positif harga keripik tempe lebih tinggi daripada yaitu sebesar 0,0046. Artinya apabila keripik bawang sehingga produk keripik harga keripik bawang meningkat, maka bawang dapat dapat meningkatkan jumlah permintaan tempe sebagai bahan camilan masyarakat. keripik tempe dan begitu juga sebaliknya. Hal ini dikarenakan keripik bawang dapat Nilai koefisien regresi sebesar 0,0046 dijadikan barang pengganti . yang berarti peningkatan harga keripik produk keripik tempe sebagai barang bawang sebesar Rp 1. 000 maka akan meningkatkan permintaan keripik tempe harganya yang lebih terjangkau. Hal ini sebanyak 4,6 kg. sesuai dengan pernyataan Sitorus et al. Berdasarkan . yang menyebutkan bahwa harga diperoleh, dapat dilihat bahwa dengan berat yang sama per kilonya, terdapat perbandingan bahwa harga keripik tempe lebih tinggi daripada harga keripik mengalami kenaikan maka orang akan Terdapat selisih yang cukup mencari komoditas lain yang fungsinya tinggi antara harga produk keripik tempe dengan produk keripik bawang yaitu Hal tersebut juga didukung mencapai Rp 18. Masyarakat yang oleh pendapatan Ibrahim dan Widiarto lebih memilih membeli produk keripik . yang menyatakan bahwa keripik ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah dijual di masyarakat terutama di Sentra makanan ringan yang saat ini banyak Keripik Tempe masih tergolong produk disukai oleh masyarakat, karena rasanya baru yang terjual di pasaran sehingga yang gurih, aroma khas dari bawang peminatnya masih jarang. Berdasarkan sebagai penambah cita rasa dan aroma, hasil observasi juga diperoleh bahwa serta mudah dibeli. Harga keripik pelepah pisang pelepah pisang per kilogramnya. Harga Berdasarkan Tabel 1. bahwa nilai t tabel lebih besar daripada nilai t hitung variabel harga keripik sedangkan harga keripik pelepah pisang bawang . ,986 > - 0,. dengan yang hanya sebesar Rp 60. 000 sehingga signifikansi lebih dari 0,05 yaitu senilai terdapat selisih Rp 10. Meskipun . ,767 > 0,. artinya Ho diterima dan harga produk keripik pelepah pisang H1 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa lebih rendah daripada produk keripik variabel harga keripik pelepah pisang tempe, namun produk keripik pelepah permintaan keripik tempe, tergolong tempe di Sentra Keripik Tempe Kedung produk keripik baru yang dijual di Sentra Jenar Kabupaten Blora. Koefisien regresi Oleh-Oleh variabel harga keripik pelepah pisang masyarakat masih awam dan kurang bertanda negatif (-) berarti harga keripik mengetahui terkait produk tersebut. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sitorus et dengan jumlah permintaan keripik tempe. , . yang menyebutkan bahwa Nilai koefisien regresi sebesar -1,7E-005 yang berarti jika terjadi peningkatan harga keripik pelepah pisang sebesar satu mengalami kenaikan maka orang akan permintaan keripik tempe sebesar 1,7 kg. mencari komoditas lain yang fungsinya Artinya Harga keripik pelepah pisang tidak berpengaruh terhadap permintaan Pemanfaatan pelepah pisang produk keripik tempe, disebabkan karena produk keripik pelepah pisang yang namun selain itu banyak masyarakat yang Kedung Jenar. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 mengubahnya menjadi keripik sehingga permintaan keripik tempe akan semakin memiliki nilai tambah dan nilai ekonomis besar jika dikonsumsi oleh konsumen tersendiri, sehingga tak kalah saing dengan usia yang lebih muda. Pernyataan dengan keripik lain. Hal ini sesuai dengan tersebut sesuai pendapat Rahayu et al. pendapat Cindarbumi dan Mufid . yang menyatakan bahwa tingkat usia seseorang menyebabkan perubahan pelepah pisang merupakan inovasi dari preferensi sehingga berpengaruh terhadap olahan batang pisang sehingga dapat permintaan akan suatu barang, apabila dinikmati konsumen dengan rasa gurih dan renyah. Penciptaan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah serta pembelian produk. Menurut pendapat memiliki daya jual yang tak kalah dengan Jessica et al. bahwa anak lebih produk keripik di pasaran. banyak anak muda yang suka ngemil atau Usia memilih makan makanan ringan. Hal ini Berdasarkan Tabel 1. dapat dilihat juga sesuai dengan pendapat Yuniarsih et bahwa nilai t tabel lebih besar daripada . yang menyebutkan bahwa nilai t hitung variabel usia . ,98609 > - keripik tempe layak dikonsumsi oleh 0,. dengan tingkat signifikansi kurang berbagai kalangan, dari usia anak Ae anak dari 0,05 yaitu sebesar . ,011 O 0,. hingga dewasa. artinya Ho ditolak dan H1 diterima. Dapat Pendapatan disimpulkan bahwa variabel usia dapat Berdasarkan Tabel 1. bahwa nilai t tabel lebih besar daripada permintaan keripik tempe pada Sentra Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten . ,98609 > 0,. dengan signifikansi Blora. Koefisien regresi yang diperoleh kurang dari 0,05 yaitu senilai . ,031 O pada variabel usia bernilai negatif (-) 0,. artinya Ho ditolak dan H1 diterima. yang berarti permintaan keripik tempe Dapat berbanding terbalik dengan usia. Nilai pendapatan konsumen dapat memberikan koefisien regresi yaitu sebesar -5,1E-004 berarti jika usia meningkat satu tahun, permintaan keripik tempe di Sentra maka permintaan keripik tempe menurun Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten Blora. Artinya Hasil ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah ( ) Annisa Hartini . permintaan keripik tempe berbanding menyebutkan bahwa konsumen yang lurus dengan pendapatan konsumen. Nilai koefisien regresi sebesar 0,000097 berarti kemampuan lebih dalam mengeluarkan jika pendapatan meningkat Rp 100. pendapatannya untuk biaya lainnya. Hal maka permintaan terhadap keripik tempe ini didukung oleh pendapat Abdillah . yang menyebutkan bahwa apabila Berdasarkan hasil observasi diperoleh pendapatan konsumen tinggi maka akan tinggi juga peluang konsumen bersedia pendapatan rata-rata tinggi dan sangat tinggi yaitu lebih dari 3. 000 setiap Jumlah Anggota Keluarga Hal Berdasarkan penelitian diperoleh nilai t tabel lebih besar daripada t hitung menurut Badan Pusat Statisik (BPS) yang membedakan dalam 4 kategori yaitu : ,98609 > 0,. (Tabel . dengan nilai signifikansi hitung kurang dari 0,05 dengan pendapatan rata-rata lebih dari Rp yaitu sebesar 0,015 . ,015 O 0,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya rata-rata antara Rp 2. 000 s/d Rp/ memberikan pengaruh terhadap jumlah permintaan keripik tempe pada Sentra pendapatan sedang dengan pendapatan Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten rata Ae rata antara Rp 1. 000 s/d Rp Blora. Koefisien regresi variabel jumlah 000 per bulan, dan golongan anggota keluarga bertanda positif ( ) rata-rata pendapatan tinggi dengan pendapatan 000 per bulan. Artinya apabila permintaan keripik tempe. Nilai koefisien regresi sebesar 0,130 yang berarti jika meningkat, maka permintaan produk keripik tempe juga akan meningkat. keluarga sebesar satu orang, maka akan Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan meningkatkan 0,130 jumlah permintaan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 Kondisi Sentra Keripik Tempe Kabupaten Blora. keluarga konsumen semakin banyak. Kedung maka konsumsi akan produk keripik Koefisien regresi variabel jumlah anggota tempe juga semakin banyak, sehingga hal keluarga bertanda positif ( ) berarti jumlah anggota keluarga berbanding permintaan keripik tempe yang tinggi di lurus dengan jumlah permintaan keripik Sentra Keripik Tempe Kedung Jenar Nilai koefisien regresi sebesar Kabupaten Blora. Hal ini sejalan dengan 0,038 yang berarti akan meningkatkan pendapat Sitorus et al. yang 3,8% lebih tinggi jumlah permintaan menyebutkan bahwa jumlah tanggungan Jenar Kondisi meningkatkan pendapatan mereka untuk memiliki selera atau penilaian terhadap mencukupi kebutuhan setiap orang yang ada di suatu keluarga. Hal ini didukung berbeda-beda, ada yang menilai dari segi oleh pendapat Deviana et al. yang rasa dan tekstur, sehingga hal ini dapat jumlah anggota dalam keluarga maka keripik tempe yang tinggi di Sentra jumlah kebutuhan juga akan meningkat Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten Blora. Pernyataan ini sesuai dengan memenuhi gizi yang seimbang, hal ini pendapat Paulus dan Ellen . yang akan mempengaruhi permintaan suatu menjelaskan bahwa selera konsumen bersifat subjektif dimana setiap individu Selera Konsumen akan memiliki selera yang berbeda-beda Berdasarkan penelitian diperoleh nilai t tabel lebih besar daripada t hitung komoditas tersebut. Berdasarkan variabel variabel selera konsumen . ,98609 > selera konsumen pada penelitian ini 0,. terdapat indikator rasa dan tekstur. Hal signifikansi hitung kurang dari 0,05 yaitu ini didukung oleh pendapat Adiyoga dan sebesar 0,038 . ,038 O 0,. , maka H0 Nurmalinda . yang menyebutkan ditolak dan H1 diterima. Artinya variabel selera konsumen memberikan pengaruh mengidentifikasi selera konsumen yaitu (Tabel hal-hal ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah keripik tempe yang tinggi di Sentra tampilan, kemasan produk dan lain-lain. Keripik Tempe Kedung Jenar Kabupaten Waktu Beli Blora. Pernyataan ini sesuai dengan Berdasarkan penelitian diperoleh pendapat Ernawati dan Suryani . nilai t tabel lebih besar daripada t hitung yang menyebutkan bahwa pada hari raya variabel waktu beli . ,98609 > 0,. permintaan suatu barang akan meningkat dengan nilai signifikansi hitung kurang karena kenaikan konsumsi yang dijadikan dari 0,05 yaitu sebesar 0,077 . ,077 O kebutuhan konsumen terhadap barang 0,. , maka H0 ditolak dan H1 diterima. tersebut jauh lebih tinggi. Hal ini Artinya variabel waktu beli memberikan didukung oleh pendapat Ibrahim dan pengaruh terhadap jumlah permintaan Widiarto keripik tempe pada Sentra Keripik Tempe Kedung Blora. kudapan yang biasanya dikonsumsi oleh Koefisien regresi variabel waktu beli masyarakat pada selingan waktu antara bertanda positif ( ) berarti waktu beli tergolong jenis makanan yang bersifat Jenar Kabupaten regresi sebesar 0,710 yang berarti hari digunakan camilan sehari Ae hari. libur atau hari-hari besar justru peluang Elastisitas Elastisitas menggambarkan derajat tempe meningkat sebesar 0,71% lebih kepekaan pada analisis permintaan atau tinggi, sehingga pengrajin keripik tempe respon unit komoditas yang diminta di harapkan memproduksi keripik tempe terhadap perubahan salah faktor yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa atau mempengaruhinya sebesar satu persen. Tabel 2. Elastisitas Permintaan Keripik Tempe pada Sentra Oleh-Oleh Kedung Jenar Koefisien ElastiNo. Variabel Rata-rata Regresi . Permintaan 15,231 139,75 tempe (Y) Harga -0,052 0,25 tempe (X. Harga 0,046 0,17 bawang (X. Pendapatan 0,000009 4. 591 0,289 (X. permintaan keripik tempe. Nilai koefisien Kondisi disebabkan karena konsumen melakukan pembelian pada saat hari libur atau hari besar lebih tinggi, biasanya konsumen membeli produk keripik tempe pada Sentra Keripik Tempe digunakan sebagai oleh-oleh. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 Elastisitas Harga Elastisitas seberapa besar derajat kepekaan jumlah Elastisitas Silang besar derajat kepekaan atau persentase Berdasarkan perhitungan hasil penelitian perubahan permintaan terhadap produk diperoleh nilai elastisitas harga keripik komoditas lain atau komoditas yang tempe yaitu sebesar -0,25 dengan sifat dapat menggantikan komoditas utama. permintaan inelastis. Artinya jika harga Berdasarkan keripik tempe meningkat 1% dari harga elastisitas harga keripik bawang yaitu 0 < rata-rata sebesar Rp 69. 500/kg maka 0,17 < 1. Artinya elastisitas keripik permintaan produk keripik tempe akan bawang bersifat inelastis dan tergolong menurun sebesar 0,25% dari permintaan barang substitusi. Dapat disimpulkan rata-rata keripik tempe sebesar 139,75 kg. Demikian sebaliknya jika harga keripik meningkat 1% dari harga rata Ae rata yaitu Elastisitas sebesar Rp 52. 500 per kilogram maka Hal Sukirno produk keripik bawang sendiri akan menyebutkan bahwa harga mutlak dari koefisien harga kurang dari satu . ,25 < bawang memiliki nilai positif yang . mengindikasikan bahwa permintaan artinya barang substitusi terhadap produk keripik tempe berisifat inelastis yang keripik tempe dan dapat menggantikan artinya kenaikan harga keripik tempe produk keripik tempe jika harganya lebih Demikian permintaan produk keripik tempe yang Harga diminta di Sentra Keripik Tempe Kedung Jenar dalam jumlah yang lebih kecil. Hal jumlah komoditas yang diminta, namun ini diperkuat oleh pendapat Astami komoditas substitusinya berkurang. Hal . ini didukung oleh pendapat Cindarbumi . yang menyebutkan bahwa jika nilai elastisitas silang bernilai positif ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KERIPIK TEMPE DI SENTRA OLEH-OLEH KEDUNG JENAR. KABUPATEN BLORA Destisya Firsty Bianridha. Agus Setiadi. Suryani Nurfadillah maka barang X dan Y termasuk barang substitusi, namun jika bernilai negatif pendapatan bertanda positif dan lebih dari artinya barang X dan Y tergolong barang satu, maka menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan akan menyebabkan kenaikan bawang dilakukan untuk menggantikan permintaan barang pada jumlah tertentu. keripik tempe apabila keripik tempe Konsumen yang berpendapatan tinggi akan lebih mampu membeli keripik kekurangan persediaan. Keripik bawang tempe dalam jumlah besar sehingga diharapkan sebagai barang pengganti menyebabkan tingginya permintaan akan karena memiliki harga yang kurang lebih produk keripik tempe. Konsumen akan setara dengan keripik tempe. membeli keripik tempe digunakan untuk Elastisitas Pendapatan persediaan camilan sehari Ae hari dengan Pembelian Elastisitas kandungan gizi dari kedelai sebagai membandingkan persentase perubahan bahan bakunya. Hal ini sesuai dengan jumlah komoditas yang diminta dengan pendapat Yuniarti et al. yang perhitungan elastisitas pendapatan yaitu domestik karena mengandung vitamin C sebesar 0,289. Artinya jika pendapatan dan kadar lemak sebanyak 7,48% AKG meningkat 1% dari pendapatan rata Ae rata per 100gram. 591/bulan 0,289% permintaan produk keripik tempe akan Berdasarkan penelitian diperoleh hasil KESIMPULAN DAN SARAN Harga keripik tempe, harga keripik permintaan rata Ae rata sebesar 139,75 bawang, harga keripik pelepah pisang, kg/bulan. Begitu juga dengan nilai elastisitas anggota keluarga, selera konsumen, dan 0 < 0,289 < 1, maka tergolong barang waktu beli secara serempak berpengaruh inelastis, dimana dapat diartikan bahwa signifikan terhadap permintaan keripik jumlah permintaan barang tersebut lebih tempe di Sentra Keripik Tempe Kedung kecil dibandingkan proporsi kenaikan Jenar Kabupaten Blora. Hal ini didukung dengan Secara parsial, harga keripik tempe, pendapat Rahmawati et al. , . yang harga keripik bawang, usia, pendapatan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 885-901 konsumen, jumlah anggota keluarga. Bagi pemerintah atau dinas terkait, berpengaruh secara signifikan terhadap menunjukkan bahwa produksi keripik permintaan keripik tempe, kecuali harga keripik pelepah pisang tidak berpengaruh impor, sehingga perlu adanya stabilisasi terhadap permintaan keripik tempe di pemerintah dalam stok kedelai setiap Sentra Keripik Tempe Kedung Jenar tahunnya agar proses produksi dapat Kabupaten Blora. berjalan lancar dan permintaan keripik Elastisitas harga keripik tempe Disarankan keripik bawang bersifat inelastis dan bernilai positif, artinya keripik tempe tempe pada sentra tetap stabil bersifat inelastis, elastisitas silang harga menunjukkan bahwa keripik bawang dan DAFTAR PUSTAKA