Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN INOVATIF DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN BAGI GURU SD DESA PELABUHAN DALAM KECAMATAN PEMULUTAN OGAN ILIR Sisca Octarina*. Putra Bahtera Jaya Bangun. Fitri Maya Puspita. Indrawati,Evi Yuliza Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya Jalan Raya Palembang Prabumulih KM 32 Indralaya Ogan Ilir Korespondensi: sisca_octarina@unsri. Artikel history Received Revised Published : 25 Agustus 2023 : 13 Oktober 2023 : 30 Oktober 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Materi pecahan merupakan materi yang sulit untuk dipahami siswa. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan pengenalan konsep dasar pecahan, pengenalan media pembelajaran dan alat peraga, pendampingan pembuatan alat peraga, hingga dilanjutkan dengan tutorial. Penggunaan media pembelajaran dan alat peraga sangat membantu siswa dalam pemahaman konsep. Visualisasi benda dan kreatifitas dapat meningkatkan pemahaman siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini memperkenalkan media pembelajaran materi pecahan yang interaktif dan inovatif kepada guru-guru Sekolah Dasar di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Hasil survey menunjukkan guru-guru di desa tersebut jarang menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Matematika di kelas. Keterbatasan dana, minimnya pengetahuan, dan keahlian menjadi faktor penghambat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, peserta diberikan kuisioner untuk menilai sejauh mana pengetahuan peserta tentang konsep dan aplikasi media pembelajaran. Setelah itu peserta dikenalkan informasi seputar pemanfaatan media pembelajaran, cara penggunaan alat peraga hingga cara mendemonstrasikan alat di hadapan siswa. Tim pelaksana melakukan kegiatan pendampingan sebanyak 3 kali, dan post tes diberikan pada pertemuan terakhir. Peserta kegiatan pengabdian ini adalah 15 guru dan tenaga pendidik dari Sekolah Dasar di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. Tim pelaksana meliputi 4 staf dosen dari Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya dan 8 mahasiswa sebagai pembantu pelaksana. Hasil menunjukkan sebanyak 90% peserta mendapatkan nilai post tes di atas 85 menandai bahwa kegiatan ini cukup berhasil. Diharapkan pendampingan ini dapat terus berlanjut. Peserta dapat memberikan informasi dan ilmu ini ke teman sejawat maupun siswa mereka sendiri. Kata kunci: Pecahan. Media Pembelajaran. Alat Peraga. Pengabdian Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di semua tingkatan pendidikan, dari dasar hingga menengah. Penguasaan konsep matematika sangat penting, terutama pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Menurut Amir & Andong . , belajar Matematika akan membantu siswa berpikir kritis, berhitung, dan dapat menggunakan konsep dasar Matematika pada pelajaran lain dan Matematika itu sendiri. Banyak siswa gagal memahami konsep Matematika sehingga tidak percaya diri. Selain itu, materi Matematika sangat banyak dan sulit dipahami. Materi pecahan dianggap sebagai salah satu yang paling sulit. Kondisi lapangan saat ini menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh guru atau guru terpusat (Kho & Tyas, 2. Siswa hanya diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran saat mengerjakan latihan soal. Akibatnya, pandangan umum bahwa belajar Matematika adalah menghafal rumus dan kemudian mengerjakan latihan soal. Namun, banyak guru yang hanya memaksa siswa untuk mengerjakan soal-soal tersebut tanpa memberikan atau mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Karena situasi ini. Matematika selalu menjadi tantangan bagi siswa, baik dari materi maupun dari guru. Salah satu konsep Matematika yang paling sulit dipahami secara praktis adalah pecahan, yang memungkinkan verbalisme dan miskonsepsi (Nasrullah et al. , 2015. Toyib et al. , 2. Secara teoritis, pelajaran pecahan lebih sulit dipelajari daripada bilangan bulat (Kania, 2. Mahyudin et al. menyatakan bahwa mempelajari konsep pecahan sangat memungkinkan siswa mengalami miskonsepsi. Diduga karena fakta bahwa konsep pecahan sangat sulit untuk dicerna oleh siswa, siswa menghadapi kesulitan untuk memahaminya (Hidayah, 2. Sebuah model sangat penting untuk menyampaikan konsep matematika yang abstrak (Subarinah et al. , 2. Alat peraga yang sesuai, seperti benda manipulatif sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran dan pemahaman konsep pecahan (Iriyanto & Irawati, 2015. Kleden et al. , 2021. Trisnani. Kesalahan konsep pecahan akan berdampak negatif pada penguasaan materi yang lebih tinggi bagi banyak guru dan siswa. Dengan kata lain, pemahaman yang buruk tentang pecahan akan mengakibatkan pemahaman yang buruk tentang banyak konsep dasar Matematika. Guru yang memiliki pemahaman yang salah tentang pecahan akan memiliki dampak negatif terhadap generasi yang mereka ajarkan. Mereka akan mempengaruhi konsep yang lebih tinggi karena pecahan adalah konsep dasar Matematika. Masyarakat Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir memiliki tingkat pengetahuan yang lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat kota seperti Palembang. Keterampilan masyarakat, siswa, dan guru serta penguasaan teknologi para ahli masih rendah. Hal ini terlihat dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh tim pelaksana ke masyarakat dan beberapa SD pada Desa Pelabuhan Dalam. Kecamatan Pemulutan. Kabupaten Ogan Ilir. Kemampuan untuk menggunakan media pendidikan dan pembelajaran masih sangat rendah. Guru biasanya tidak menggunakan alat peraga dan hanya memanfaatkan fasilitas sekolah. Di Desa Pelabuhan Dalam. Kecamatan Pemulutan. Kabupaten Ogan Ilir, ada 15 orang khalayak sasaran yang akan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian di Kecamatan Pemulutan pernah dilakukan sebelumnya. Akan tetapi jenis media pembelajaran yang dilakukan berbeda. Octarina et al. melakukan kegiatan pendampingan pembuatan media pembelajaran menggunakan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index aplikasi Geogebra yang diharapkan keahlian teknologi informasi guru-guru di Desa Pemulutan meningkat. Desa Pelabuhan Dalam merupakan salah satu desa binaan Universitas Sriwijaya, sehingga kegiatan pembinaan diharapkan dapat terus dilakukan dan berlanjut. Tim pelaksana yang beranggotakan 4 orang dosen dan 8 mahasiswa semuanya berlatar belakang pendidikan dari Jurusan Matematika Fakultas MIPA, sehingga diyakini pasti sangat mampu untuk melaksanakan kegiatan ini. Pelabuhan Dalam adalah salah satu desa di Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir yang terletak tak jauh dari kota Palembang. Walaupun dekat dengan ibukota Provinsi, teteap terjadi perbedaan pada kualitas pendidikan di daerah dan kota. Desa Pelabuhan Dalam terletak di bagian timur Kabupaten Ogan Ilir dengan luas sekitar 350 km 2 dan berbatasan dengan Desa Kedukan. Sukarami, dan Pemulutan di sebelah utara. Desa Pemulutan Ilir dan Sembedak berbatasan di sebelah selatan, dan Sungai Irigasi/Desa Pemulutan Ilir berbatasan di sebelah barat. Secara umum, lokasinya adalah dataran rendah dengan sungai dan rawa di sekitar bukit. Hal inilah yang mendasari diperlukannya kegiatan pendampingan pengembangan media pembelajaran interaktif dan inovatif bagi guru-guru SD di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir. METODE KEGIATAN Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah: Observasi dan Wawancara Langsung Observasi dan wawancara langsung dengan peserta kegiatan pengabdian dilakukan sebelum dan selama kegiatan. Tahapan pelaksanaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi proses belajar dan mengajar Matematika di SD Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan dan mencari strategi dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Kesuksesan kegiatan pengabdian masyarakat itu sendiri bergantung pada observasi. Ekspositori. Presentasi, dan Tanya Jawab Ekspositori, presentasi, dan tanya jawab adalah metode kegiatan pelaksanaan yang Pemberian materi pengenalan serta konsep-konsep dasar pecahan diberikan pada awal kegiatan. Hal ini membantu peserta agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep pecahan sebelum mengikuti instruksi lebih lanjut. Pada pertemuan kedua hingga ketiga, peserta diberi penjelasan tentang cara membuat media pembelajaran yang terdiri dari alat manipulatif atau peraga. Media pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang konsep pecahan. Tim pelaksana menggunakan metode tanya jawab setelah materi disampaikan pada setiap pertemuan . ertemuan pertama hingga kedu. Pada pertemuan ketiga, tim melakukan evaluasi penguasaan penggunaan media pembelajaran. Proses ini dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan Tim melakukan survei atau peninjauan langsung ke lokasi pelaksanaan. Selain itu, tim mengurus surat perizinan tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat kepada Kepala SD Negeri 15 Pemulutan. Surat kesediaan sekolah untuk bermitra ditunjukkan dalam izin tersebut. Selanjutnya, tim membuat proposal yang akan diajukan untuk kegiatan pengabdian dengan skema reguler. Tim juga melakukan wawancara dengan guru dan tenaga pendidik untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. Tim mempersiapkan kegiatan dengan memberikan pendampingan untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan inovatif serta membuat modul untuk petunjuk pelaksanaan kegiatan. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Tahap pelaksanaan Tahap kedua yang dilakukan yaitu tahap pelaksanaan yang terbagi menjadi dua kali Masing-masing pertemuan pertama hingga kedua, tim memperkenalkan konsep dasar pecahan dan pemanfaatan alat peraga dalam membantu pembelajaran Matematika khususnya pecahan. Tim juga mengenalkan cara membuat alat peraga. Selanjutnya dilakukan tahapan implementasi, dimana pada tahapan ini, peserta dapat menerapkan hasil pembelajaran hasil kegiatan pendampingan di kelas. Tahap evaluasi Tahap yang terakhir adalah tahapan evaluasi. Tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi akhir untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengabdian secara Tim memberikan soal evaluasi yang berkaitan dengan konsep dan alat peraga serta materi pendampingan. Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah: Mengundang dan menghadirkan peserta kegiatan dalam hal ini guru dan tenaga pendidik untuk mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan. Menyediakan tempat untuk pelaksanaan kegiatan. Mewajibkan semua guru yang hadir pada pelaksanaan kegiatan agar dapat mentransfer ilmunya kepada guru yang tidak ikut kegiatan. Memantau keberlangsungan dan keberlanjutan kegiatan pelatihan sehingga program yang serupa dapat terus dikembangkan di lingkungan mitra. HASIL DAN PEMBAHASAN Aktivitas belajar harus dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat diukur melalui pemahaman siswa tentang konsep, penguasaan materi, dan prestasi belajar. Semakin banyak siswa memahami konsep dan menguasai materi, semakin baik prestasi mereka. Ketepatan penerapan model dan media pembelajaran juga merupakan komponen penting keberhasilan pembelajaran (Salsabila et al. , 2. Seorang pendidik khususnya guru wajib memiliki pemahaman yang baik tentang metode dan model pembelajaran. Perancangan pembelajaran dan perencanaan kegiatan belajar mengajar adalah fungsi dari media pembelajaran. Manfaat dari media pembelajaran adalah memperjelas penyajian materi dan informasi sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar. Media pembelajaran yang menarik dapat menarik perhatian siswa, sehingga meningkatkan keaktifan dan nilai akhir hasil belajar siswa (Fazriyah et al. , 2. Media pembelajaran yang digunakan harus menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Ketidakmampuan untuk menyelesaikan masalah verbal merupakan lanjutan dari ketidakmampuan untuk menerapkan konsep dan prinsip. Beberapa kesulitan yang dihadapi siswa saat menggunakan konsep adalah sebagai berikut (Amir & Andong. Ketidakmampuan untuk mengingat nama secara teknis. Ketidakmampuan untuk menjelaskan makna istilah yang menggambarkan ide tertentu. Ketidakmampuan untuk mengingat satu atau lebih kondisi yang diperlukan untuk menunjukkan sesuatu dengan menggunakan satu kata yang mewakilinya. Ketidakmampuan untuk mengingat kondisi yang cukup untuk menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang mewakili ide tersebut. Tidak dapat mengkategorikan objek sebagai contoh dari objek lain. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Ketidakmampuan siswa untuk mengambil kesimpulan dari ide yang diberikan. Salah satu jenis alat peraga yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika adalah alat manipulatif. Alat manipulatif ideal membantu siswa memahami konsep matematika yang abstrak dan penuh dengan verbalisme yang membuatnya mudah dipahami, seperti konsep pecahan. Pengajaran dasar dan menengah memiliki banyak jenis Menurut Kania . Guru dapat membantu siswa belajar matematika dengan membuat bentuk geometri, kue, potongan pizza, martabak, buah apel, potongan pecahan, dan garis bilangan. Dewan Guru Matematika Nasional Amerika menegaskan bahwa penggunaan alat peraga model matematika secara visual dan manipulatif sangat penting di semua tingkatan pendidikan. Dengan memanfaatkan alat manipulasi, siswa dapat lebih mudah belajar. Mereka dapat menuangkan gagasan, memberikan penjelasan, memanipulasi objek secara praktis, dan menikmati keterlibatannya dalam memahami konsep pecahan. Dengan menggunakan benda manipulatif, siswa tidak hanya menikmati belajar, tetapi juga membantu mereka memahami konsep pecahan (Suarsana & Pujawan, 2. Sebagai contoh, jika siswa hanya melihat angka, mereka akan kesulitan memahami bahwa 1/3 lebih besar daripada 1/4 ketika mereka melihat perbandingan dua pecahan yang tidak sama seperti 1/3 dan 1/4. Namun, ketika mereka melihat penggunaan model pecahan untuk menjelaskan setiap pecahan dan mengetahui bahwa 1/3 lebih besar daripada 1/4, siswa akan sangat senang. Banyak metode manipulasi membantu siswa memahami konsep matematika dengan lebih baik. Bilangan pecahan adalah bilangan bulat dengan bentuk Q = m/n, m tidak sama dengan 0, m adalah pembilang, dan n adalah penyebut. Garis di antara m dan n disebut garis pecahan. Alat peraga yang terdiri dari benda konkrit yang mudah dibagi menjadi beberapa bagian yang sama besar dan gambar yang menunjukkan luas derah suatu bangunan atau garis bilangan diperlukan untuk memperkenalkan konsep pecahan. Bilangan pecahan sejati atau murni adalah bilangan pecahan yang pembilangnya lebih kecil dari penyebutnya dan faktor persekutuan antara pembilang dan penyebut hanya bilangan 1, sedangkan bilangan pecahan senilai adalah bilangan pecahan yang memiliki nilai yang sama. Bilangan pecahan campuran adalah bilangan pecahan yang pembilangnya lebih besar dari penyebutnya, atau bilangan pecahan senama adalah bilangan pecahan yang memiliki penyebut yang sama. Operasi pecahan terdiri dari beberapa bagian meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian (Nuryanto et al. , 2. Penjumlahan pecahan dengan berpenyebut sama atau sejenis dapat diselesaikan dengan menjumlahkan bagian pembilangnya saja. Contoh : 3 2 5 8 8 8 Penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda atau tidak sejenis Penjumlahan pecahan dengan berbeda penyebut atau tak sejenis dapat dilakukan dengan mengubah pecahan tersebut menjadi sejenis. Untuk mengubah pecahan tak sejenis menjadi sejenis dapat mengunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Keci. dari penyebut pecahan tersebut. Contoh : 3 =U Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penyelesaian : KPK 7 dan 5 adalah 35 3 = 3 =3 = 3 = 3 Pengurangan pecahan dengan berpenyebut sama atau sejenis Sama halnya dengan penjumlahan pecahan berpenyebut sama atau sejenis yaitu dengan mengurangkan pembilang, penyebutnya tetap. Contoh : 3 2 1 Oe = 8 8 8 Pengurangan pecahan dengan berpenyebut berbeda atau tak sejenis Pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda atau tak sejenis dapat dilakukan dengan merubah pecahan campuran tersebut menjadi pecahan murni atau pecahan biasa. Kemudian gunakan KPK dari penyebut 5 dan 2 adalah 10. Contoh : 1 3 22 3 110 21 89 3 Oe = Oe = Oe 7 5 35 35 35 Perkalian antara bilangan asli dan pecahan Perkalian antara bilangan asli dan pecahan dilakukan dengan cara mengalikan bilangan asli tersebut dengan pembilang pecahan, sedangkan penyebutnya tetap. Contoh: 3 3y3 9 3y = = =1 Perkalian antar pecahan Yang perlu dipahami dalam perkalian antar pecahan yaitu perkalian dilakukan dengan mengalikan antara pembilang dengan pembilang dan mengalikan antara penyebut dengan Apabila dalam bilangan pecahan terdapat perkalian pecahan campuran, maka pecahan tersebut diubah terlebih dahulu menjadi pecahan biasa, baru dapat melakukan perkalian dengan mudah. Contoh: y = 8 7 56 28 Pembagian bilangan asli oleh pecahan Pembagian bilangan asli dengan pecahan menghasilkan pecahan baru dengan pembilangnya merupakan hasil kali bilangan asli dengan penyebut pecahan dan penyebutnya merupakan pembilang pecahan lama. Perlu diingat pula bahwa pembagian kebalikan dari pada perkalian. Contoh: 3 3 5 15 3: = y = 5 1 3 Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pembagian antar pecahan dan pembagian pecahan oleh bilangan asli Pecahan baru dibuat dengan membagi antar pecahan tak sejenis, di mana pembilangnya adalah hasil kali pembilang pecahan yang dibagi dengan penyebut pecahan pembagi dan penyebutnya adalah hasil kali penyebut pecahan yang dibagi dengan pembilang pecahan Contoh: 3 2 3 7 21 : = y = 8 7 8 2 16 Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambaran alat peraga konsep pecahan yang dikembangkan dan disampaikan dalam kegiatan pendampingan kepada masyarakat dapat dilihat pada Gambar 1-4. Gambar 1. Lingkaran Gabus yang Menunjukkan Pecahan Senilai Gambar 2. Gambar Potongan Pizza dan Soal Latihan yang Telah Dibuat Gambar 3. Alat Peraga Pembelajaran Pecahan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 4. Rupa-Rupa Alat Peraga Konsep Pecahan Tahap terakhir dari pendampingan adalah evaluasi. Untuk mengetahui seberapa memahami dan berhasil peserta mengikuti kegiatan, diberikan tes tertulis dan praktek. Kriteria keberhasilan kegiatan adalah 90% peserta mendapatkan nilai di atas 85 saat diuji oleh pendamping. Komponen dan indikator keberhasilan yang dievaluasi disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Aspek yang dievaluasi dan indikator keberhasilan Komponen yang Dinilai 1 Kehadiran Aktivitas/ respon peserta Tingkat Pemahaman Indikator Tingkat Keberhasilan 95% peserta selalu hadir dan turut berpartisipasi pada waktu pelaksanaan 90% peserta menunjukkan sikap responsif dan aktif selama pendampingan berlangsung. 95% peserta dapat memahami mengembangkan media pembelajaran inovatif dan interaktif untuk pembelajaran materi Gambar 5 menunjukkan rata-rata hasil pre tes dan post tes para peserta. Rata-rata nilai pre tes peserta sebelum diberikan kegiatan pendampingan adalah 50, dan terlihat tingkat pemahaman peserta sangat baik setelah diberikan kegiatan pendampingan, yang ditunjukkan dengan rata-rata nilai post tes sebesar 95. Gambar 5. Diagram Perbandingan Rata-Rata Nilai Pre Tes Kegiatan dan Post Tes Kegiatan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Instrumen non tes berupa kuisioner kepada peserta kegiatan juga digunakan sebagai evaluasi tingkat keberhasilan kegiatan pendampingan. Hasil persentase tanggapan peserta terhadap beberapa instrumen kuisioner disajikan pada Gambar 6. Instrumen Kuisioner Instrumen Non Tes Indikator Keberhasilan Kegiatan Peraga Pecahan Memudahkan Guru dalamA Peraga Pecahan dapat Membantu Guru dalamA Peraga Pecahan dapat Meningkatkan Daya TarikA Peraga Pecahan Cocok Diterapkan untuk Siswa SD Peraga Pecahan Mudah Dipahami Penggunaannya Peraga Pecahan yang Disajikan Menarik Persentase Jawaban Kuisioner Sangat Setuju Setuju Gambar 6. Instrumen Non Tes Indikator Keberhasilan Kegiatan Berdasarkan Gambar 6, sebanyak 73,33% peserta menyatakan sangat setuju bahwa peraga pecahan memudahkan guru dalam menjelaskan materi ke siswa dan 26,67% peserta menyatakan setuju. 80% peserta menyatakan sikap sangat setuju bahwa peraga pecahan dapat dimanfaatkan dalam perancangan materi pembelajaran yang interaktif dan 20% peserta menyatakan sikap setuju. Untuk instrumen kuisioner ketiga, 61,54% peserta menyatakan sikap sangat setuju bahwa peraga pecahan dapat meningkatkan daya tarik siswa dalam belajar. Selain itu, seluruh peserta menyatakan sangat setuju bahwa peraga pecahan yang ditunjukkan dalam kegiatan pendampingan ini cocok diterapkan untuk siswa SD. Lebih dari 85% peserta juga menyatakan sikap sangat setuju bahwa peraga pecahan ini mudah dipahami penggunaannya dan peraga yang disajikan menarik. Gambar 7-9 menyajikan beberapa foto pelaksanaan kegiatan pendampingan. Gambar 7. Narasumber Menyampaikan Materi Gambar 8. Peserta Mengerjakan Evaluasi yang Diberikan Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 9. Foto Bersama Tim Pelaksana dan Peserta Kegiatan Pendampingan Program serupa, terutama untuk guru dan siswa di daerah terisolasi, diharapkan dapat dilanjutkan setelah kegiatan pengabdian ini selesai. Diharapkan bahwa peserta dapat memberikan informasi atau pengetahuan ini kepada teman sejawat dan siswa sekolah mereka. KESIMPULAN DAN SARAN Aktivitas penyuluhan dan pendampingan pengembangan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif dalam peningkatan pemahaman materi pecahan ini sangat Sangat diharapkan bahwa media pembelajaran yang inovatif dan interaktif akan membuat siswa lebih tertarik untuk belajar di kelas dan membuat guru lebih mudah memberikan materi kepada siswa. Kegiatan serupa, terutama dalam hal aplikasi untuk pembelajaran lainnya, harus dilakukan dengan lebih intensif. UCAPAN TERIMA KASIH Publikasi artikel ini dibiayai oleh Anggaran DIPA Badan Layanan Umum Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2023 Nomor SP DIPA-023. 677515/2023, tanggal 30 November 2022, sesuai dengan SK Dekan FMIPA No. 0323/UN9. FMIPA/TU. SK/2023 tanggal 26 Juli 2023. DAFTAR PUSTAKA