IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 E-ISSN 2987-1298 Konsep Populasi dan Sampling Serta Pemilihan Partisipan Ditinjau Dari Penelitian Ilmiah Pendidikan Nidia Suriani1. Risnita2. Syahran Jailani3. RSUD Raden Mattaher Jambi1. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi2-3. Email Korespondensi: nidnods. ns@gmail. Article received: 12 Maret 2023. Review process: 03 April 2023. Article Accepted: 15 Mei 2023. Article published: 1 Juli 2023 ABSTRACT Every research always begins with questions about one or several individual groups or certain objects. The purpose of this paper is to find out the concept of population and sampling as well as the selection of participants in terms of educational scientific research. The approach in this paper uses a literature study approach. The data collection technique in this paper uses documentation, namely in the form of books that are relevant to the theme of the paper and journals that are published online. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and verification or drawing conclusions. The results of this paper First, the population is all the data that concerns us in a scope and time that we specify, the sample is part of the population, for example . are taken using certain methods, the sampling technique is a way to determine samples whose number corresponds to the sample size that will be used as the actual data source, taking into account the characteristics and distribution of the population in order to obtain a representative sample, the sampling techniques are grouped into two, namely probability sampling and nonprobability sampling. Both research participants are all people or humans who participate or take part in a research activity, so that participants are part of the subject involved in mental and emotional activities physically as informants to respond to the activities carried out, and support the achievement of activity goals, as well take responsibility for their involvement. Keywords: Population and Sampling. Selection of Participants. ABSTRAK Setiap penelitian selalu diawali dengan pertanyaan mengenai satu atau beberapa kelompok individual atau objek tertentu. Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah pendidikan. Pendekatan dalam makalah ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dalam makalah ini menggunakan dokumentasi, yakni berupa buku-buku yang relevan dengan tema makalah serta jurnal-jurnal yang terpublikasi secara online. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari makalah ini Pertama populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 tentukan, sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh . yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu, teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif, teknik sampling dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Kedua partisipan penelitian adalah sebagai semua orang atau manusia yang berpatisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga partisipan merupakan bagian subjek yang dilibatkan dalam kegiatan mental dan emosi secara fisik sebagai informan untuk memberikan respon terhadap kegiatan yang dilakukan, dan mendukung pencapaian tujuan kegiatan, serta bertanggung jawab atas keterlibatannya. Kata Kunci: Populasi dan Sampling. Pemilihan Partisipan. PENDAHULUAN Penelitian adalah karya ilmiah yang bertujuan mengungkap rahasia ilmiah secara objektif, disempurnakan dengan bukti yang lengkap dan konklusif. Penelitian adalah proses kreatif untuk mendapatkan informasi dengan mengungkapkan gejala dengan caranya sendiri. Pada dasarnya, informasi ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang diajukan sebelumnya. Jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu dalam bentuk apa pun yang diidentifikasi oleh peneliti untuk mendapatkan informasi tentang hal tersebut dan kemudian menarik kesimpulan. Secara teoritis, variabel penelitian juga dapat diartikan sebagai orang, benda, atau kegiatan dengan atribut atau karakteristik nilai yang berubah-ubah, yang ditentukan dan disimpulkan oleh peneliti. Variabel ini menjadi sangat penting dalam berbagai metode penelitian, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Karena tidak mungkin peneliti melakukan penelitian tanpa adanya variabel. Namun terkadang banyak hal juga yang menyebabkan kita lupa mengenai apa dan seperti apa variabel serta apa saja jenis variabel dalam penelitian itu. Banyak hal yang menjadi pertanyaan itulah sebabnya perlu dibahas lebih lanjut mengenai variabel yang akan menjadi suatu hal yang sangat penting. Dalam penelitian, salah satu bagian dalam lengkah-langkah penelitian adalahmenentukan pupulasi, sampel dan teknik sampling Seorang peneliti dapatmenganalisa data keseluruhan objek yang diteliti sebagai kumpulan atau komunitas tetentu. Seorang peneliti juga dapat mengidentifikasi sifat-sifat suatu kumpulan yang menjadi objekpenelitian hanya dengan mengamati dan mempelajari sebagian kumpulan teresebut. Kemudian, peneliti akan medapatkan metode atau langkah yang tepat untuk memperolehkeakuratan penelitian dan penganalisaan data terhadap objek. Untuk itu kami akan mengkajilebih dalam mengenai populasi dan sampel. Tujuan dari makalah ini adalah untuk membahas tentang konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah Dengan hasil dari makalah ini dapat memberikan kontribusi bagi Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 para peneliti yang sedang menyelesaikan tugas kuliah berupa skripsi, tesis, dan disertasi dalam menentukan populasi dan sampling serta pemilihan partisipan pada penelitian yang sedang dilakukan. Untuk itu maka penulis merumuskan judul pada makalah ini adalah konsep populasi dan sampling serta pemilihan partisipan ditinjau dari penelitian ilmiah pendidikan. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan, dimana alat yang digunakan yakni pena dan buku untuk menarik kesimpulan dari beberapa pendapat tentang suatu tema. Teknik pengumpulan data dalam makalah ini dengan menggunakan dokumentasi, dimana penulis mengumpulkan refenrensi berupa buku-buku yang relevan dengan tema makalah dan jurnal-jurnal terpublikasi secara online yang berkatan dengan tema makalah ini. Teknik analisis data dalam makalah ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Populasi dan Sampling (Kuantitati. Pengertian Populasi Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpilannya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi itu (Sugiyono, 2. Setiap penelitian selalu diawali dengan pertanyaan mengenai satuatan beberapakelompok individual atau objek tertentu. Salah satu tujuan penelitian adalah menjelaskan sifatp opulasi. Secara bahasa populasi diartikan sebagai sejumlah orang atau hewan yang tinggal di (MerriamWebste. Gravetter dan Wallnau . mendefinisikan populasi sebagai the set of all the individuals of interest in a particular study. Hal ini berartipopulasi adalah seluruh individu yang hendak diteliti. Namun kata AoindividuAo pada definisitersebut tidak boleh hanya diartikan sebagai Anggota populasi dapat berupamanusia . ndividu, subje. , misalnya populasi manusia di perguruan tinggi. atau bukanmanusia . , misalnya populasi tikus, populasi perusahaan, hingga populasi komponenotomotif yang dihasilkan suatu pabrik Menurut Nanang Martono . populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syaratsyarat tertentu yang berkaitan dengan masalah peneliti. Sejalan dengan pendapat tersebut. Wiratna Sujarweni . mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang itetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulan. Menurut Sugiyono . populasi adalah suatu wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu. Sedangkan Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 menurut Margono . populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, hewan, benda, tumbuhan, fenomena, gejala, dan peristiwa lainnya yang memiliki karateristik tertentu dalam suatu Sedangkan menurut V. Wiratna Sujarweni . mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan ditarik kesimpulan. Menurut Sugiono . 1, hlm. Aupopulasi adalah wilayah generalisai yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Kesimpulannya bahwa populasi adalah suatu kumpulan menyeluruh dari obyek yang merupakan perhatian dari peneliti. Satu orang pun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu orang itu mempunyaiberbagai karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul,kepemimpinannya, dan lain-lain. Misalnya, akan melakukan penelitian tentangkepemimpinan presiden Y maka kepemimpinan itu merupakan sampel dari semuakarakteristik yang dimiliki presiden Y. Dalam bidang kedokteran, satu orang sering bertindaksebagai populasi. Darah yang ada pada setiap orang adalah populasi, kalau akan diperiksacukup diambil sebagian darah yang berupa Data yang diteliti dari darahtersebut selanjutnya diberlakukan ke seluruh darah yang dimiliki orang tersebut. Berdasarkan dari definisi di atas yang telah dikemukakan oleh para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa populasi adalah keseluruhan objek atau subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu untuk diteliti dan diambil kesimpulan. Populasi tidak harus manusia tetapi bisa juga hewan, tumbuhan, fenomena, gejala, atau peristiwa lainnya yang memiliki karakteristik dan syaratsyarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian dan dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel. Sebagai contoh, apabila peneliti ingin meneliti mahasiwa Universitas Negeri Jambi semester Genap tahun ajaran 2022/2023, maka populasinya adalah seluruh mahasiswa Universitas Negeri Jamni baik program diploma, sarjana, magister, maupun doktor yang telah melakukan registrasi pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Sedangkan mahasiswa yang tidak melakukan registrasi atau cuti tidak dihitung sebagai anggota populasi. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel yaitu sejumlah individu yang dipilih dari populasi dan merupakan bagian yangmewakili keseluruhan anggota Sampel yang baik memiliki sifat Suatu sampel yang tidak representatif terhadap setiap anggota populasi,berapa pun ukuran sampel itu, tidak dapat digeneralisasi terhadap Bila populasibesar, dan peneliti tidak mungkin semua yang ada pada populasi, misalnyakarena keterbatasan dana. Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 tenaga, waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yangdiambil dari populasi tersebut. Bagaimana kita boleh mengadakan penelitian sampel? Penelitian sampel baru bolehdilaksanakan apabila keadaan subjek di dalam pupulasi benar-benar Apabila subjekpenelitian tidak homogen, maka kesimpulan tidak boleh diberlakukan bagi seluruh populasi. asilnya tidak Proses denganmenggunakan dua lingkaran, yaitu lingkaran besar dan lingkaran kecil. Jika suatu sampel dipilih berdasarkan suatu panduan tertentu sehingga bersifatrepresentatif terhadap populasi, maka data yang Data yang diperoleh dari sampel disebut denganstatistik. Namun demikian, generalisasi data yang diperoleh dari sampel harus dilakukandengan cermat dan hatihati, karena adanya kesalahan . yang melekat pada setiap penelitian. Syarat Pengambilan Sampel Data yang diperoleh dari sampel harus dapat mewakili populasi. Agar data tersebut valid maka sampel harus representatif. Menurut Soegeng dalam. Tahir . mengatakan bahwa syarat-syarat terpenting dalam pengambilan sampel yaitu : Sampel harus mewakili populasi . mencerminkan sifatsifat populasi semaksimal mungkin. Sampel harus dapat menentukan presisi, tingkat ketepatan, kesalahan baku yang ditentukan oleh perbedaan hasil yang diperoleh dari sampel dengan hasil yang diperoleh dari populasi. ( Dengan syarat kedua metode yang dilaksanakan sam. Pengambilan sampel harus sederhana dan mudah dilaksanakan. Pengambilan sampel harus dapat memberi banyak keterangan dengan biaya minimal Pada dasarnya teknik pengambilan sampel dikelompokkan menjadi dua, yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Probability sampling Probability sampling adalah teknik yang cara pengambilan data atau sampel sehingga semua data mempunyai kemungkinan terpilih sebagai sampel yang sama besar. Adapun teknik sampel probabilitas meliputi: A Pengambilan Sampel Secara Random Sederhana ( Simple Random Samplin. Cara pengambilan sampel dengan teknik ini ialah dengan memberikan suatu nomor yang berbeda kepada setiap anggota populasi, kemudian memilih sampel dengan menggunakan angka-angka Keuntungan menggunakan teknik ini ialah peneliti tidak membutuhkan pengetahuan tentang populasi sebelumnya bebas dari kesalahan-kesalahan klasifikasi yang kemungkinan dapat terjadi. dengan mudah data dianalisis serta kesalahan kesalahan dapat Adapun kelemahan dalam teknik ini yaitu peneliti tidak dapat memanfaatkan pengetahuan yang dipunyainya tentang populasi dan tingkat kesalahan dalam penentuan ukuran sampel lebih besar. Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 A Pengambilan Sampel Secara Random Bertingkat (Stratified Random Samplin. Teknik ini melibatkan pembagian populasi menjadi kelompokkelompok yang homogen, masing-masing kelompok berisi subjek dengan karakteristik yang sama, dan kemudian pengambilan sampel secara acak dalam kelompok-kelompok tersebut. Misalnya jika sebuah sekolah memiliki populasi dengan 75 persen siswa yang bahasa pertamanya adalah bahasa Inggris dan 25 persen dengan bahasa pertama yang berbeda, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak yang berisi 75 persen penutur bahasa Inggris pertama dan 25 persen. bahasa pertama yang berbeda, untuk menjaga agar proporsi dalam sampel sama dengan proporsi dalam populasi. A Pengambilan Sampel klaster (Cluster Random Samplin. Teknik ini digunakan apabila populasi tidak terdiri dari individu-individu melaikan terdiri dari kelompokkelompok. Teknik sampling ini sering digunakan melalui dua tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling. Contohnya, penelitian dilakukan terhadap populasi penduduk Indonesia. Untuk menentukan penduduk mana yang dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang ditetapkan, misalnya di Indonesia terdapat 34 provinsi, sampelnya menggunakan 10 provinsi. Maka 10 provinsi tadi diambil secara random. Kentungan menggunakan teknik ini adalah dapat mengambil populasi besar yang tersebar didaerah, pelaksanaanya lebih mudah dan murah dibandingkan teknik lainnya. Sedangkan, kelemahannya ialah jumlah individu dalam setiap pilihan tidak sama ada kemungkinan penduduk satu daerah berpindah ke daerah lain tanpa sepengetahuan peneliti, sehingga penduduk tersebut mungkin menjadi anggota rangkap sampel A Teknik Sampel Punggung Tahap sampling merupakan perpanjangan dari cluster sampling yang melibatkan pemilihan sampel secara bertahap, yaitu mengambil sampel dari sampel. Misalnya, satu jenis sampling tahap mungkin memilih sejumlah sekolah secara acak, dan dari dalam masing-masing sekolah ini, memilih sejumlah kelas secara acak, dan dari dalam kelas tersebut memilih sejumlah siswa. A Pengambilan Sampel Multi-fase Dalam Teknik ini, pengambilan sampel tahap ada satu tujuan pemersatu di seluruh pengambilan sampel. Pada contoh sebelumnya tujuannya adalah untuk menjangkau sekelompok siswa tertentu dari wilayah tertentu. Namun, dalam sampel multi-fase tujuan berubah pada setiap fase, misalnya, pada fase satu pemilihan sampel mungkin didasarkan pada kriteria geografi . isalnya siswa yang tinggal di wilayah tertent. fase dua mungkin didasarkan pada kriteria ekonomi . isalnya sekolah yang anggarannya dikelola dengan cara yang sangat berbed. fase tiga mungkin didasarkan pada kriteria Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 politik . isalnya sekolah yang siswanya berasal dari daerah yang memiliki tradisi mendukung partai politik tertent. , dan seterusnya. Di sini populasi sampel berubah pada setiap fase penelitian. Nonprobability Sampling Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampel ini meliputi : A Sampling Sistematis Sampling sistematis adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Misalnya anggota populasi diberi nomor urut terdiri dari 50 orang dari nomor 1 sampai dengan nomor 50 pengambilan sampel dapat nomor ganjil atau genap saja atau kelipatan dari bilangan tertentu. A Sampling Kuota Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri Ae ciri tertentu sampai jumlah . yang A Sampling Aksidental Sampling Aksidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, apabila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. A Sampling Purpasive Sampling Purpasive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya penelitian tentang makanan, maka sampel datanya adalah orang yang ahli makanan. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif. A Sampling Jenuh Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel, apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan apabila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan A Snowball Sampel Snowball sampel adalah teknik penentuan sampel yang mula Ae mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Salah satu masalah yang dihadapi dalam teknik penarikan sampel adalah tentang berapa banyak unit analisis . kuran sampe. yang harus diambil. Oleh karena itu, pada saat peneliti mengajukan usulan penelitian, disarankan untuk secara tegas memberikan gambaran operasional berupa ukuran sampel minimal yang akan digunakan untuk penelitiannya. Ukuran sampel ini akan memberikan isyarat mengenai kelayakan penelitian . ligibility of the researc. Ukuran sampel bisa ditentukan melalui dua dasar pemikiran, yaitu ditentukan atas dasar pemikiran statistis, dan atau Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 ditentukan atas dasar pemikiran non statistis. Ditinjau dari aspek statistis, ukuran sampel ditentukan oleh beberapa faktor, diantarany: Bentuk parameter yang menjadi tolak ukur analisis, dalam arti apakah tujuan penelitian ini untuk menaksir rata-rata, persentase, atau menguji kebermaknaan hipotesis, . Tipe sampling, apakah simple random sampling, stratified random sampling atau yang lainnya. Tipe sampling ini berkaitan dengan penentuan rumus-rumus yang harus dipakai untuk memperoleh ukuran sampel, dan . Variabilitas variabel yang diteliti . eseragaman variabel yang ditelit. , makin tidak seragam atau heterogen variabel yang diteliti, makin besar ukuran sampel minimal. Sedangkan dipandang dari sudut nonstatistis, ukuran sampel ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya: Kendala waktu atau time constraint, . Biaya, dan . Ketersediaan satuan sampling. Beberapa ahli menyebutkan bahwa dalam melakukan pengambilan sampel, dapat dilakukan langkah-langkah berikut, diantaranya: Menentukan populasi target, . Membuat kerangka sampling, . Menentukan ukuran sampel, . Menentukan teknik dan rencana pengambilan sampel, . Melakukan pengambilan sampel. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka langkah-langkah penarikan sampel dapat kita uraikan sebagai berikut: Pertama yang harus ditentukan dalam langkah mendesain penarikan sampel adalah menentukan populasi sasaran dengan tegas, yang dilanjutkan dengan penentuan populasi studi dari populasi sasaran tadi. Menentukan area populasi, hal ini berkaitan dengan data penelitian yang akan dijadikan lokasi penelitian. Menentukan ukuran populasi . ize of populatio. sebagai dasar untuk menarik sampel. Biasanya populasi diambil dari data sensus. Carilah data tersebut secara lengkap, dapatkan data yang akurat dan up to date. Buatlah kerangka sampling dengan memasukan data dari populasi studi secara lengkap dan jelas, serta hal yang terpenting adalah satuan-satuan sampling diberi nomor sesuai dengan jumlah digit populasinya, secara berurutan dari nomor paling kecil sampai dengan nomor yang paling besar. Tentukan ukuran sampel dengan menggunakan rumus-rumus yang sesuai. Gunakan tabel angka random ataupun program komputer sebagai alat . Satuan sampling terpilih sebagai anggota sampel, merupakan langkah terakhir dari desain sampling yang pada hakikatnya merupakan cerminan dari populasi. Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 Menurut Margono . 4: 128-. penentuan sampel perlu memperhatikan sifat dan penyebaran populasi. Berkenaan hal itu, dikenal beberapa kemungkinan dalam menetapkan sampel dari suatu populasi berikut ini: Sampel Proporsional Sampel proporsional menunjuk kepada perbandingan penarikan sampel dari beberapa subpopulasi yang tidak sama jumlahnya. Dengan kata lain unit sampling pada setiap subsampel sebanding jumlahnya dengan unit sampling dalam setiap subpopulasi, misalnya, penelitian dengan menggunakan murid SLTA Negeri sebagai unit sampling yang terdiri dari 3. 000 murid SMA Negeri dan 1. 500 murid STM Negeri. Dengan demikian perbandingan subpopulasi adalah 2:1. Dari populasi itu akan diambil sebanyak 150 murid. Sesuai dengan proporsi setiap subpopulasi, maka harus diambil sebanyak 100 murid SMA Negeri dan 50 murid STM Negeri sebagai sampel. Area Sampel Sampel ini memiliki kesamaan dengan proporsional sampel. Perbedaannya terletak pada subpopulasi yang ditetapkan berdasarkan daerah penyebaran populasi yang hendak diteliti. Perbandingan besarnya sub populasi menurut daerah penelitian dijadikan dasar dalam menentukan ukuran setiap sub sampel. Misalnya, penelitian yang menggunakan guru SMP Negeri sebagai unit sampling yang tersebar pada lima kota kabupaten. Setiap kabupaten memiliki populasi guru sebanyak 500, 400, 300, 200 dan A B C G H I M N O D E F J K L Sampel Pertama Pilihan A Pilihan B Pilihan C Pilihan E Pilihan H 100. Melihat populasi seperti itu, maka perbandingannya adalah 5:4:3:2:1. Jumlah sampel yang akan diambil 150. Dengan demikian dari setiap kabupaten harus diambil sampel sebesar 50, 40. 30, 20 dan 10 orang guru. Sampel Ganda Penarikan ganda atau sampel kembar dilakukan dengan maksud menanggulangi kemungkinan sampel minimum yang diharapkan tidak masuk seluruhnya. Untuk itu jumlah atau ukuran sampel ditetapkan dua kali lebih banyak dari yang ditetapkan. Penentuan sampel sebanyak dua kali lipat itu dilakukan terutama apabila alat pengumpul data yang dipergunakan adalah kuesioner atau angket yang dikirimkan melalui pos. Dengan mengirim dua set kuesioner pada dua unit sampling yang memiliki persamaan, maka dapat diharapkan salah satu di antaranya akan dikembalikan, sehingga jumlah atau ukuran sampel yang telah ditetapkan . Sampel Majemuk . ultiple sample. Sampel majemuk ini merupakan perluasan dari sampel ganda. Pengambilan sampel dilakukan lebih dari dua kali lipat, tetap memiliki kesamaan dengan unit sampling yang Dengan sampel multiple ini kemungkinan masuknya data sebanyak jumlah sampel yang telah ditetapkan tidak diragukan lagi. Penarikan sampel majemuk ini hanya dapat dilakukan apabila jumlah populasi cukup besar. Margono . 4: . menyatakan bahwa dalam setiap penelitian, populasi yang dipilih erat hubungannya dengan masalah yang ingin dipelajari. Dalam penelitian fertilitas misalnya. Suatu sampel biasanya dipilih dari populasi wanita usia subur . mur 15-49 tahu. yang Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 pernah kawin. Dalam penelitian tenaga kerja dipilih populasi peduduk usia dalam penelitian transmigrasi, para transmigran yang menjadi populasi sasaran. dan dalam penelitian memakai alat kontrasepsi, para akseptor yang menjadi sasaran peneliti. Unsur-unsur yang diambil sebagai sampel disebut unsur sampling. Unsur sampling diambil dengan menggunakan kerangka sampling . ampling fram. Kerangka sampling ialah daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling. Kerangka sampling dapat berupa daftar mengenai jumlah penduduk, jumlah bangunan, mungkin pula sebuah peta yang unit-unitnya tergambar secara jelas. Sebuah kerangka sampling yang baik, menurut Margono . harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Harus meliputi seluruh unsur sampel . idak satu unsur pun yang . Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali. Harus up to date. Batas-batasnya harus jelas, misalnya batas wilayah. rumah tangga . iapasiapa yang menjadi anggota rumah tangg. Harus dapat dilacak di lapangan. jadi hendaknya tidak terdapat beberapa desa dengan nama yang sama. Pemilihan Partisipan/Informan Kunci . Partisipan atau subjek penelitian merupakan pihak-pihak yang dipilih berdasarkan kepentingan penelitian. Arikunto . 6, hlm. mengemukakan bahwa. AuSubjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika kita bicara tentang subjek penelitian, sebetulnya kita berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti. Ay Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Ada tiga jenis informan yaitu informan kunci, informan ahli, dan informan insidensial. Informan kunci merupakan informan yang memiliki pemahaman dan informasi yang baik dan menyeluruh tentang topik penelitian yang dibahas oleh peneliti. Informan kunci umumnya adalah seorang ahli di bidang tertentu atau seorang narasumber yang dapat menjelaskan tentang kondisi maupun informasi mengenai permasalahan utama peneliti sehingga tujuan peneltian dapat Penentuan dan pemilihan informan kunci harus disesuaikan dengan ruang lingkup penelitian. Informan kunci diutamakan bersumber dari ahli yang menguasai topik penelitian, dapat pula orang yang kesehariannya beraktivitas di lokasi kajian. Misalnya, pada penelitian kebencanaan di wilayah X, informan kunci yang dapat dijadikan pedoman adalah ahli kebencanaan dengan kualifikasi akademis yang mumpuni dan tokoh lokal wilayah X tersebut yang memahami sepenuhnya keadaan di wilayah X. Teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya wawancara mendalam, observasi partisipatif, observasi non-partisipatif, dan diskusi kelompok terfokus. Seluruh teknik pengumpulan data kualitatif harus dilakukan oleh peneliti sendiri, karena Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 seluruh teknik tersebut bersifat terbuka dan mendalam. Apabila dilakukan langsung oleh peneliti, informasi yang diperoleh dapat diarahkan penelusurannya kepada data yang dibutuhkan sesuai tujuan penelitian. Selain itu, kualitas data juga dapat dikontrol langsung oleh peneliti. Peneliti yang turun langsung dalam pengumpulan data dapat mengetahui secara lengkap tentang informasi dari para informan, tanpa adanya perantara yang memungkinkan adanya pergeseran makna dalam komunikasi. Maka dari itu, peneliti kualitatif diharapkan juga dapat melakukan transkrip hasil pengumpulan data sesegera mungkin setelah pengumpulan data agar menghindarkan dari penyimpangan hasil, utamanya untuk menjaga ingatan yang masih segar terhadap informasi tersebut. Pemilihan partisipan yang digunakan oleh peneliti yaitu teknik nonprobability sampling. Sugiyono (Sugiono, 2. menyatakan bahwa AuNonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Ay Teknik yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah teknik purposive sampling dan teknik snowball sampling. Purposive sampling menurut Sugiyono (Sugiono, 2. adalah AuPengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek atau situasi sosial yang diteliti. Ay Sedangkan teknik snowball sampling dilakukan ketika data sampel yang didapatkan belum memadai, sehingga peneliti mencari lagi sumber data yang mendukung. Sugiyono (Sugiono, 2. menambahkan bahwa Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu belum mampu memberikan data yang memuaskan, maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data. Jumlah sampel dalam penelitian kualitatif tidak bisa ditentukan sejak awal, karena tuntasnya sebuah penelitian bukan ditentukan oleh banyaknya sampel, namun jika sampel yang ada sudah tidak bisa memberikan data yang baru lagi atau jenuh Dalam penelitian kualitatif, sering digunakan istilah informan. Peneliti membagi informan dalam penelitian ini menjadi informan kunci dan informan pendukung, dengan rincian sebagai berikut: Informan kunci. Informan kunci merupakan sumber informasi utama yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Informan pendukung. Informan pendukung merupakan sumber informasi yang akan mendukung informasi kunci. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah orangorang yang berinteraksi secara intens dengan informan kunci, seperti saudara kandung atau tiri dari anak tunagrahita, kakek nenek yang turut mengasuh subjek penelitian, saudara luas dari Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 informan kunci atau orang lain yang menetap dalam satu rumah dalam waktu yang lama. Dalam keseluruhan proses penelitian kualitatif, peneliti terus berfokus pada upaya mempelajari makna yang diperoleh . oleh para partisipan tentang masalah atau isu penelitian, bukan makna yang disampaikan oleh peneliti atau penulis lain dalam literatur tertentu. Sangat mengutamakan dan menghargai persepsi atau pendapat dari partisipan atau narasumber. Minat peneliti banyak tercurah pada persepsi dan makna dari partisipan, yang meliputi: . jati diri. aspek yang berpengaruh dan . interaksi tindakan. Manusia . sebagai alat atau instrumen kunci dalam pengumpulan data. Para peneliti kualitatif mengumpulkan sendiri secara langsung data dengan melakukan dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara terhadap Mereka dapat menggunakan protokol sejenis instrumen untuk mengumpulkan data, tetapi diri mereka yang sebenarnya menjadi satusatunya instrumen kunci dalam mengumpulkan informasi. Peneliti yang bersangkutan pada umumnya tidak menggunakan kuesioner atau instrumen yang dibuat oleh peneliti lain. Menyebutkan maksud dan pertanyaan penelitian dalam bentuk open-ended . untuk menangkap pengalaman Kita meneliti fenomena tunggal yang menarik perhatian dan menyatakan fenomena ini dalam pernyataan maksud. Penelitian kualitatif yang menelaah AuprofesionalismeAy guru. Misalnya, menanyakan kepada guru SMA. AuApakah artinya menjadi seorang profesional?Ay Pertanyaan ini memfokuskan pada ide tunggal, yaitu menjadi seorang profesional, dan respon terhadapnya akan mendapatkan data kualitatif, misalnya kutipan. Mengumpulkan data didasarkan pada kata-kata . isalnya dari wawancar. atau dari gambar . isalnya fot. dari sejumlah kecil individu sedemikian rupa sehingga pandangan para partisipan bisa didapatkan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengumpulkan data dari partisipan dengan mengembangkan formulir yang disebut protokol atau daftar pertanyaan . digunakan merekam data selama penelitian berjalan. Formulir tersebut berisi beberapa pertanyaan umum dengan berbagai jenis dan bentuk sehingga para partisipan dapat memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut secara terperinci dan terbuka. Pertanyaan yang terdapat dalam formulir akan memungkinkan mengalami perubahan, dan muncul pertanyaan baru jika sewaktu-waktu dibutuhkan selama pengumpulan data Contoh formulir tersebut termasuk protokol wawancara, yang terdiri atas empat atau lima pertanyaan, atau protokol observasi, yaitu peneliti merekam catatan tentang perilaku partisipan. Selain itu, peneliti mengumpulkan data teks . ata-kat. atau gambar. Rekaman audio yang ditranskripsikan membentuk basis data yang berupa kata-kata. Mengamati partisipan di tempat kerja atau dalam keluarga, peneliti membuat catatan yang akan menjadi basis data kualitatif (Creswell, 2. Nidia Suryani. Risnita. Syahran Jailani IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan Volume 1 Nomor 2 Juli 2023 SIMPULAN Keseimpulan dalam makalah ini Pertama populasi adalah seluruh data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan, sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh . yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu, teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif, teknik sampling dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. Kedua partisipan penelitian adalah sebagai semua orang atau manusia yang berpatisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga partisipan merupakan bagian subjek yang dilibatkan dalam kegiatan mental dan emosi secara fisik sebagai informan untuk memberikan respon terhadap kegiatan yang dilakukan, dan mendukung pencapaian tujuan kegiatan, serta bertanggung jawab atas keterlibatannya. UCAPAN TERIMAKASIH