e-ISSN: 2654-8488 Jurnal Riset Akuntansi Aksioma https://aksioma. Vol. 23 No. Juni 2024 DETERMINAN POTENSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DI INDONESIA (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2. Yuniar Is Hairani 1. Isnawati2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram. Indonesia, yuniarhairani2125@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Mataram. Indonesia, isna@unram. Riwayat Artikel: Received: 08 November 2023 Revised: 03 Maret 2024 Accepted: 14 Maret 2024 Publlished: 06 Mei 2024 Corresponding Author: Nama: Yuniar Is Hairani Email: yuniarhairani2125@gmail. DOI: 10. 29303/aksioma. A 2024 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstract: This investigation is based on a case of fraud in a company like the one that has occurred in PT Kimia Farma Tbk and PT Indofarma Tbk. This is intended to make a test the variables of the cause of fraud in detecting the potential for fraud occurrence in manufacture companies listed on the Indonesian Stock Exchange by 2020-2022 which refers to the fraud hexagon theory. The study proposes six hypotheses tested with the f-score model. This research using second data obtained from the company's annual statement of accounting by 2020-2022, which is further analyzed using variables in the fraud hexagon theory. The results showed that the external pressure calculated with DAR influenced the potential for fraudulent financial reporting, when the External Auditor Quality. Auditor Change. Changes in Director, and Government Projects calculated using dummy variables and CEOAos Picture calculated based on the number of corporate leadersAo photos did not influence the potential of financial fraud Keywords: Fraudulent Financial Reporting. F-Score Model. Hexagon Fraud. Abstrak: Penelitian ini berangkat dari maraknya kasus fraud pada perusahaan yang terjadi pada PT Kimia Farma Tbk dan PT Indofarma Tbk. Kajian ini ditujukan guna dapat melakukan pengujian variabel penyebab fraud dalam mendeteksi potensi terjadinya fraud di perusahaan manufaktur yang ada pada BEI periode tahun 2020-2022 yang mengacu pada fraud hexagon theory. Kajian ini mengusulkan enam hipotesis yang diuji dengan f-score Kajian ini menerapkan data sekunder yang didapatkan dari laporan keuangan tahunan perusahaan periode 2020-2022 yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan variabel-variabel dalam fraud hexagon Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA Hasil penelitian memperlihatkan jika External Presure yang dikalkulasi dengan DAR berdampak pada potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan sementara External Auditor Quality. Change in Auditor. Change in Dirctor. Proyek Pemerintah yang dihitung dengan variabel dummy dan CeoAos Picture yang dihitung berdasarkan jumlah foto pemimpin perusahaan tidak berdampak pada kemungkinan pelanggaran laporan Kata kunci: Fraud Hexagon. F-Score Model. Kecurangan Laporan Keuangan. PENDAHULUAN Kasus kecurangan laporan keuangan oleh entitas ekonomi saat ini semakin Kasus kecurangan Enron dan World Com, yang masuk kedalam perusahaan terbesar secara global. Perusahaan-perusahaan ini memanipulasi laba mereka hingga menghasilkan laba usaha yang besar untuk menarik investor untuk terus berinvestasi. Enron dengan lembaga keuangan/akuntan Arthur Andersen melakukan kesalahan dengan melebihkan hasil keuangannya. Berdasarkan kasus tersebut The Wall Street mengalami kerusuhan. Terdapat rugi dengan nominal yang besa sampai >60 juta dollar Amerika pada pangsa saham . Bahkan Enron juga menyembunyikan hutang yang ipunyai untuk pembodohan masyarakat. Sistem akuntansi Enron di 1998 hingga tahun 2000 dapat dikatakan baik (Khotimah, 2. Selain itu, ada kasus yang melibatkan Bank of Credit and Commerce International, yang melakukan tindak kecurangan sebesar $20 . ua pulu. Miliar dan lebih dari $13 . iga bela. Miliar dana yang tidak tercatat. Selain itu, ada tuduhan lainnya, seperti penyuapan dan dukungan terorisme, pencucian uang . oney launderin. , penyelundupan, penjualan teknologi nuklir, dan lainnya. Survei Fraud Indonesia. Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia . mengungkapkan bahwa jumlah kecurangan di Indonesia sebanyak 239 kasus dengan 167 kasus korupsi, 50 kasus penyalahgunaan aset dan 22 kasus kecurangan laporan keuangan. Meskipun jumlah kasus kecurangan laporan keuangan paling rendah dibandingkan dengan jenis kecurangan lainnya, namun hal tersebut tidak dapat dipandang remeh karena masih tetap ditemukan kasus kecurangan laporan keuangan dari waktu ke waktu (Bayagub et al. , 2. ACFE . menyebutkan 3 bentuk kecurangan atau AuFraud TreeAy meliputi corruption, assets misappropriation, dan financial statement fraud. Menurut Yogi . menyebutkan bahwa kultur organisasi mendasari tindakan kecurangan yang di normalisasi, kultur organisasi dapat membentuk sistem pemikiran yang ditujukan pada anak cucu. Sistem pemikiran ini akan mentoleransi serta menjadikan kebiasaan buruk menjadi normal sehingga mengakibatkan kasus fraud pada beberapa organisasi swasta seperti perusahaan maupun instansi pemerintahan. Kasus kecurangan berkaitan dengan perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negar. , khususnya PT Kimia Farma, yang termasuk perusahaan yang melakukan produksi obat-obatan. Dalam audit di tanggal 31 Desember 2001, pihak Kimia Farma memberi tahu terkait keuntungan bersih sebanyak Rp 132 miliar. Namun Kementerian BUMN dan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Moda. menyebutkan jika keuntungan terlalu besar sehinga mengacu pada pembuatan rekayasa. Sesudah dilakukan audit saat 3 Oktober 2002, laporan akuntansi PT. Kimia Farma 2001 diperlihatkan ulang sebab terdapat suatu kesalahan dasar. Dalam laporan keuangan baru, laba yang diberikan sebanyak Rp 99,56 miliar, lebih rendah Rp 32,6 miliar berasal dari keuntungan yang dipublikasi sebelumnya. Kesalahan tersebut disebabkan oleh overestimasi. Pendapatan sebesar Rp2,7 miliar, overestimasi ketersediaan sebanyak Rp23,9 miliar, overestimasi persediaan sebesar Rp8,1 miliar dan Pendapatan yang overestimasi sebesar Rp10,7 Menurut tijauan dari Bapepam dikatakan jika audit KAP terhadap laporan Vol. No. Juni 2024 akuntansi PT Kimia Farma telah memenuhi aturan dasar audit yang sah tapi tidak ditemukan adanya dugaan rekayasa. KAP dinilai belum efektif dalam pembantuan managemen atas kecurangan yang sudah terjadi. Berdaarkan hal itu, pihak jajaran pimpinan PT Kimia Farma Tbk dikenakan denda sebesar satu miliar dibayarkan ke Kas negara karena melakukan tindakan melebih-lebihkan laporan akuntansi saat 2001 (Tempo, 2. Selain hal tersebut, terdapat kasus pada PT Indofarma Tbk. BAPEPAM berhasil melakukan penemuan karakteristik penting dengan total rugi selama 2 tahun yang dialami perusahaan tersebut. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan jika nilai dari barang mempunyai harga yang tinggi dibandingkan dengan nilai yang seharusnya . pada nagian ini terdapat . dalam penyajian harusnya . pada sajian nilai segmentasi ini disajikan produk dan jasa pada langkalangkah pada 2001 sebesar Rp 28,87 M. Sehingga terjadi penutunan keuntungan bersih sehingga menyebabkan keuntungan bersih yang semakian rendah (Sandria, 2. Kasus fraud di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh lemahnya jeratan hukum dan moralitas dari individu yang tidak baik. Menurut Utari . dalam Siregar . menyatakan jika tindakan korupsi mampu disebabkan 2 hal faktor yakni, faktor internal contohnya sebab kurangnya moralitas seperti keimanan, inntegritas, rasa malu, karakter boros atau konsumtif serta faktor sosial maupun kerabat yang menyebabkan tindk fraud. Sedangkan faktor eksternal misalnya karena faktor finansial karena pendapatan yang lebih kecil dari kebutuhan, aspek politis, mendapatkan kekuasan dan menjaga otoritas, aspek manajemen yaitu tidak adanya transfaransi, sisi hukum pada aturan UU dan lemahnya penegakan hukum serta aspek sosial seperti budaya yang tidak mendorong perilaku anti korupsi. Hal tersebut yakni penyebab terjadinya fraud menyebabkan terjadinya normlisasi terhadap kasus fraud. Tindakan kecurangan yang terus dinormalisasi akan berdampak kepada perusahaan maupun kepada negera. Menurut Budiartini dkk . konsekuensi dari terdapat tindak licik yakni rusaknya sistem organisasi, kerusakan moral dampak negatif lainnya terhadap perusahaan. Selain itu tindakan fraud dapat merugikan negara yang dapat menyebabkan terjadinya PHK yang sehingga angka pengangguran makin tinggi dan menyebabkan tingginya angka kemiskinan dan tingkat kejahatan. Fraud dapat diukur dengan menggunakan beberapa variabel diantaranya adalah tekanan atau presure dll. Teori yang kompleks untuk mengukur indikasi terjadinya fraud adalah Hexagon Fraud Theory, toeri ini terdiri dari variabel presure, opportunity, rasionalization, capability, arrogance, dan collution. Penelitian dengan menggunakan Hexagon Fraud theory tidak banyak dilakukan pengkajian hingga penulis tertarik dalam mengkaji hal tersebut. Hexagon fraud theory memiliki keunggulan dibandingkan dengan teori lain yakni adanya variabel collution sebagai tambahan dalam mendeteksi adanya indikasi kecurangan. Menurut Sari dkk . mengungkapkan bahwa collution yang diproyeksikan akan berdampak pada pelanggaran laporan akuntansi. Hasil penelitian yang sama diperoleh Vousinas . yang menyebutkan collution berdampak baik pada fraud finansial statement. Menurut kajian oleh Permata dan Vousinas dapat menejlaskan jika kerjasama dengan pemerintah ternyata mnimbulkan usaha guna memperoleh pendapatan besar yang tersampaikan melalui laporan keuangan tahunan perusahaan. Agusputri & Sofie . melakukan penelitian terkait dengan pelanggaran pada laporan akuntansi di perusahaan bidang manufaktur. Variabel yang dilakukan pengkajian yakni stabilnya keuangan, pergantian auditor, rasionalisasi, tekanan dari luar, target, tidakefektifan dari beberapa faktor. Kajian ini menunjukkan jika target keuangan serta tidak efektifnya peninjauan berdampak positif pada pelanggaran keuangan ,sedangkan tekanan dari luar, pergantian auditor, dan rasionalisasi, perilaku industri, pergantian auditor, dan rasionalisasi berdampak buruk pada pelanggaran laporan akuntansi dan Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA stabilitas keuangan, pergantian direksi, dan frekuensi gambar CEO tidak berdampak terhadap pelanggaran atas laporan keuangan. Faradiza . juga melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur, yang melibatkan variabel frekuensi visual CEO, rotasi CEO, direksi, kestabilan keuangan, tekana eksternal, target, perilaku industri, serta rasio aktual. Hasil kajian memeperlihatkan jika variabel frekuensi, rotasi CEO, direksi, kestabilan keuangan, target, perilaku industri, tidak efektifnya jalan pegawasan berdampak pada laporan akuntansi sementara variabe visual CEO, tekanan eksternal, auditor dan rasio aktual tidak berdampak pada pelanggaran laporan keuangan. Berdasarkan Damayani et al. , . melakukan kajian tambahan dengan menerapkan beberapa variabel yakni stabilnya akuntansi, target keuangan, tekanan ekternal, dan faktor lain dimana menunjukkan bahwa variabel sifat industri berampak pada adanya pelanggaran pada laporan tersebut, sementara variabel stabilnya akuntansi, target keuangan, tekanan eksternal, kepunyaan manajerial, ketidakefektifan pengawasan, pegantian auditor, rotasi direksi dan frekuensi visual CEO tidak tidak bedampak pada pelanggaran laporan keuangan. Penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan yakni apakah external presure mampu mengetahui adanya pelanggaran laporan akuntansi. External Pressure merupakan suatu tekanan yang dihadapi manajemen dalam mendapatkan dana untuk mendukung operasional perusahaan dan situasi keuangan perusahaan yang baik bagi manajemen dianggap menguntungkan bagi pengguna eksternal. Tujuan kajian ini guna menganalisis kemungkinan pelanggaran laporan akuntansi pada studi kasus pada perusahaan manufkatur yang ada pada BEI tahun 2020-2022. Secara rinci, tujuan kajian yakni : guna mengetahui external presure mampu mengetahui adanya pelanggaran laporan akuntansi. guna mengetahui external auditor quality dapat mengetahui pelanggaran laporan akuntansi. untuk mengetahui change in auditor dapat mendeteksi kecurangan laporan keuangan. untuk mengetahui change in director dapat mendeteksi pelanggaran laporan keuangan. untuk mengetahui ceoAos picture dapat mendeteksi tindak pelanggaran laporan keuangan. dan untuk mengetahui proyek pemerintah dapat mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Healtha, 2. yang menemukan jika external pressure berdampak baik pada pelanggaran laporan keuangan. Maka hipotesis kajin ini yakni : HCA : External Pressure berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Kesempatan atau Opportunity merupakan peluang untuk melakukan fraud (Vousinas, 2. Vousinas . mengungkapkan faktor yang memperlihatkan opportunity yang menyebabkan seseorang terlibat fraud diantaranya adalah External Auditor Quality. External Auditor Quality atau Kualitas Eksternal Auditor adalah kapabilitas yang dipunyai pihak auditor untuk memprediksi adanya kecurangan dalam laporan keuangan. Karena kualitas auditor eksternal mempengaruhi kegiatan audit, audit laporan akuntansi memerlukan pihak auditor dri luar dimana mempunyai kompetensi dan keahlian yang tepat. Yang dkk . dalam Ratnasari & Solikhah . menyebutkan bahwa kualitas auditor dapat mempengaruhi kualitas kegiatan audit. Auditor ekternal yang bekerja pada KAP big four mempunyai kapabilitas yang unggul untuk menemukan dan mengungkapkan kecurangan daripada auditor eksternal yang bekerja pada KAP non big four (Lennox & Pittman, 2. Pada penelitian Farber . menyebutkan bahwa oleh KAP big four diaudit memiliki persentase yang lebih rendah dalam melakuakan fraud. Dengan demikian, kecurangan laporan keuangan memiliki kemungkinan yang rendah pada perusahaan dimana menerapkan auditor ekternal KAP big four. Sehingga hipotesisnya yakni : Vol. No. Juni 2024 HCC : External Auditor Quality berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan Rasionalisasi yakni perilaku individu yang menormalkan aktivitas pelanggaran dan menormalisasinya serta menganggap yang dilakukan adalah wajar. Vousinas . pergantian auditor yakni salah satu faktor rationalization yang mendukung individu bertindak pelanggaran. Menurut SAS No. 99, indikasi terjadinya fraud dapat dilihat dari pengaruh pergantian auditor. Auditor adalah pemeriksa dan pengawas laporan keuangan dari suatu perusahaan yang mana auditor dapat mengetahui yang terjadi dalam suatu perusahaan, apabila perusahaan terindikasi melakukan tindakan fraud maka auditor dapat mengetahuinya. Menurut Lou & Wang . dalam Larum dkk . , perusahaan melakukan pergantian auditor bertujuan guna menekn potensi terdeteksinya pelanggaran dalam laporan akuntansi yang dilakukan oleh auditor. Adanya rotasi auditor pada perusahaan dapat menjadi indikasi hilangnya tanda pelanggaran ( fraud trai. sebelum dilakukan pemerikasaan. Studi menunjukkan jika ketika auditor diganti, tingkat kegagalan audit meningkat (Skousen et al. , 2. Berdasarkan kajian oleh Sagala & Siagian . Imtikhani & Sukirman . dan Yanti & Munari . memperlihatkan jika change in auditor berdampak pada potensi pelanggaran laporan keuangan. Sehingga hipotesisnya yakni dibawah ini : HCE : Change in Auditor berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Capability yakni kaabilitas seseorang guna berperan penting dalam menentukan kemungkinan terjadinya kecurangan. Orang harus berkemampuan yang cakap guna melihat peluang supaya mampu melanggar aturan. Healtha . mengungkapkan salah satu faktor dimana memperlihatkan capability dimana melakukan pelanggaran diantaranya adalah Change in Director yakni pergantian tugas dan wewenang dewan jajaran pimpinan lama dengan dewan direksi periode baru yang diharapkan mempu membangun kinerja manajemen yang lebih baik. Pergantian direksi dianggap dapat mencegah terjadinya fraud atau sebaliknya dengan adanya pergantian direksi yang baru dapat menjadikan pemicu untuk melakukan fraud dalam suatu entitas (Healtha, 2. Septriyani & Handayani . mengemukakan tujuan dari pergantian direksi sebagai cara guna menyembunyikan aktivitas pelanggarakan yang telah dilakukan pada pimpinan sebelumnya. Menurut kajian oleh Yanti & Munari . Istiyanto & Yuyetta . , dan Larum dkk . menemukan hasil bahwa change in director berdampak baik pada kemungkinan adanya pelanggaraan laporan keuangan. Sehingga hipotesisnya yakni dibawah ini : HCE : Change in Director berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Menurut Vousinas . Arrogance adalah hubungan yang dikehendaki orang sesuai dengan kehendak hatinya sendiri. Arrogance diproksikan dengan CEOAos Picture. Jumlh tampilan visual CEO yang ada di lapora akuntansi tahunan perusahaan menjadi indikasi terjadinya fraud disebabkan tingginya tingkat arogansi untuk memperlihatkan msyarakat terkait dengan kedudukan di perusahaan tersebut (Healtha, 2. Perilaku arogansi tersebut dilakukan oleh CEO sebab CEO berpendapat jika kontrol internal perusahaan tidak berlaku sebab status dan posisinya (Apriliana & Agustina, 2. Dapat disimpulkan bahwa makin banyak visualisasi CEO yang muncul di annual report sehingga semakin menunjukkan bahwa tingginya sikap kesombongan CEO pada suatu perusahaan yang mana memungkinkan terjadinya kecurangan pada laporan akuntansi makin besar. Kajian oleh Sasongko dkk . dan Larum dkk . menggunakan CEOAos Picture sebagai pengukuran arrogance. Hasil Penelitian tersebut menunjukkan bahwa CEOAos Picture berpberdampak baik pada kemungkinan pelanggaran laporan keuangan. Sehingga hipotesisnya adalah dibawah ini : Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA HCI : CEOAos Picture berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. Proyek Pemerintah yakitu kerja sama antara perusahaan dengan pemerintah dalam sebuah proyek. Proyek Pemerintah dianggap menjadi salah satu faktor penyebab fraud terjadi dikarenakan makin tinggi skala kerja sama perusahaan bersama proyek milik pemerintah sehingga makin tinggi pula pendapatan yang diterima perusahaan (Healtha, 2. Kerja sama ini juga memudahkan perusahaan untuk mengakses dukungan untuk meningkatkan kinerja dan nilai bisnis (Achmad dkk, 2. Berdasarkan kajian oleh Sari & Nugroho . menemukan hasil bahwa collusion yang dalam hal ini digambarkan dengan proyek pemerintah berpengaruh signifikan positif terhadap potensi terjadinya pada laporan akuntansi. Shingga hipotesisnya yakni dibawah ini : HCI : Proyek Pemerintah berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. METODE Menurut Sugiyono . , kerangka berpikir berfungsi sebagai variansi konseptual yang menerangkan terkait dengan semua elemen yang sudah diidentidikasi menjadi probem yang dignifikan. Pemikiran agar dapat menjelaskan rancangan kegiatan penelitian sehingga dapat terlihat proses penelitian yang diperlukan untuk mengetahui indikasi dalam mengetahui pelanggaran laporan keuangan. Kerangka pemikiran kian ini yakni dibawah ini : Gambar 1. Rerangka Konseptual Sumber : Cressey . Wolfe d Hermanson . Crow Howarth . Georgius L. Vousines . Vol. No. Juni 2024 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang didapatkan dengan metode sampel survei yang diperoleh melalui informasi yang disebarkan pada media seperti website resmi, jurnal umum, majalah, koran dan lainnya. Populasi pada kajian yakni perusahaan manufaktur yang ada di BEI tahun 2020-2022 sedangakan sampel dari penelitian ini yakni perusahaan bidang barang konsumsi . onsumer good. manufaktur yang ada di BEI tahun 2020 sampai 2022. Kajian ini menerapkan teknik pengambilan purposive sampling, yang berarti mengambil sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Persyaratan sampel yang diterapkan adalah: Perusahaan Manufaktur dalam industri makanan dan minuman yang ada di BEI 2020-2022. Perusahaan yang melakukan publikasi laporan akuntansi semenjak 2020-2022 dengan rutin. Perusahaan yang menyajikan data sesuai dengan variabel penelitian dan dipublikasikan secara menyeluruh untuk periode 2020-2022. Tabel 1. Kriteria Sampel Kriteria Sampel Jumlah Perusahaan Perusahaan Manufaktur pada sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 20202022 Perusahaan yang melakukan publikasi laporan keuangan tahunan semenjak 2020-2022 dengan rutin Perusahaan yang memberikan data sesuai dengan variabel kajian dan dipublikasikan secara menyeluruh tahun 20202022 Banyaknya sampel perusahaan mitra Banyaknya sampel kajian x 3 tahun Jumlah sampel penelitian . Sumber : diolah sendiri 2023, otoritas jasa keuangan Berdasarkan data yang dikumpulkan maka dilakukan pengujian-pengujian sebagai berikut: Sebanyak 84 sampel data perusahaan dari industri makanan dan minman siap untuk diolah, namun 9 sampel menjadi outlier sehingga dikelurkan dari analisis, dengan demikian jumlah pengamatan adalah 75. Statistik dengan deskriptif, dilakuakan dengan program SPSS. Uji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, heterokedastisitas multikolinearitas, dan autokorelasi. Uji regresi linear berganda terdiri dari uji koefisien determinasi(RA), uji simultan . ji F) dan uji signifikansi . ji T). Definisi operasional dari penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan Variabel dependen dalah penelitian ini adalah potensi kecurangan laporan keuangan yang dapat dideteksi dengan menggunakan F-Score model . AK dkk . mendefinisikan F-Score model adalah teknik yang digunakan optimal untuk melakukan penilaian potensi kecurangan laporan keuangan dikarenakan dapat mendapat taraf kebeneran yang tinggi. Skousen & Twedt . F-Score model pada kajian melakukan mengitung F-Score model dengan menjumlahkan 2 variabel antara accrual quality dan financial performance, yang dirumuskan sebagai berikut: F Ae Score = Accrual Quality Financial Performances Berdasarkan Richardson dkk . Accrual Quality dapat diproksikan melalui RSST accrual. Formula dari RSST accrual yakni dibawah ini: Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA RSST accrual = (OIyanyaC OIycAycyc OIycycycA ycyeyeIyeeyeCyeOyeI ycyeayeiyeCyes ycyeiyeiyeIyeiyei Keterangan : = Working Capital NCO =Non-Current Operating Accrual FIN = Financial Accrual Dimana formula tersebut dihitung dengan : =(Current AssetsAeCurrent Liabilitie. NCO = (Total AssetsAeCurrent AssetsAe Investment And Advance. Ae (Total Liabilities Current Liabilities Ae Long Term Deb. FIN = (Total Investment Ae Total Liabilitie. Average Total Assets = (Beginning Total Assets End Total Assets ) / 2 Skousen dkk . dalam Indriani & Terzaghi . , financial performance pada laporan keuangan dinilai mampu memprediksi adanya pelanggaran laporan keuangan diman rumusnya yakni : Financial Performance = Change In Receivables Change In Inventories Change In Cash Sales Change In Earnings Dimana formula tersebut dapat dihitung : OI yacyayauyayayayaoyauyauyaya Change In Receivable= yaycyceycycayciyce ycNycuycycayco yaycycyceycyc OI yaOyayayayayayayayaya Change In Inventories= yaycyceycycayciyce ycNycuycycayco yaycycyceycyc OI yaeyaoyauyaya OI yacyayauyayayayaoyauyauyaya Change In Cash Sales=ycIycaycoyceyc . - yacyayauyayayayaoyauyauyaya . cOe. Change In Earnings=yaycyceycycayciyce ycNycuycycayco yaycycyceycyc . Oe yaycyceycycayciyce ycNycuycycayco yaycycyceycyc . cOe. Dechow dkk . menyebutkan nilai F-Score model memiliki range yang mampu membedakan apakah laporan keuangan tersebut memiliki risiko salah saji atau Berikut kualifikasi range tersebut : F-Score >2,45=Risiko Tinggi. F-Score >1,85=Risiko substansial. F-Score >1=Risiko > normal. F-Score <1=Risiko rendah /normal. Sehingga dapat disimpulkan apabila value F-Score model suatu perusahaan > 1, sehingga perusahaan akan kemungkinan melakukan pelanggaran pada laporan keuangan. Sedangkan variabel independen terdiri dari External Pressure. External Auditor Quality. Change in Auditor. Change in Director. CEOAos Picture. Proyek Pemerintah. External Pressure merupakan suatu tekanan bagi oleh pihak operasional management memperoleh dana yang digunakan untuk mendukung opersional dari perusahaan dan situasi keuangan perusahaan yang baik bagi manajemen dianggap menguntungkan bagi pengguna eksternal. Jika kinerja dan rasio keuangan perusahaan baik maka perusahaan memiliki akses terhadap sumber pendanaan sehingga pihak eksternal yakin bahwa perusahaan mempu menyerahkan pinjaman kembli yang telah dikelolanya dan bisa menyediakan return besar. External Pressure di kajian ini dapat digambarkan melelui leverage ratio (LEV) yang mana leverage rasio dikalkulasi dengan formula Debt to Assets Rasio (DAR). Debt to Assets Rasio yaeyayayaoyau yaEyayauya ycyeayeiyeCyes ycyeiyeiyeIyeiyei External Auditor Quality yakni keterampilan yang dipunyai auditor untuk memprediksi adanya pelanggaran dalam laporan keuangan. Yang dkk . dalam Ratnasari & Solikhah . menyebutkan bahwa kualitas auditor dapat mempengaruhi kualitas audit diidentifikasi dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk big four Vol. No. Juni 2024 (PWC. Deloitte. Ernst & Young. KPMG) dan KAP non big four. Kajian Lennox & Pittman . menemukan jika seorang auditor dimana bekerja pada KAP big four lebih mampu menemukan dan mengungkap kecurangan daripada auditor eksternal yang bekerja di KAP non big four. Variabel dummy pada kajian digunakan untuk mengukur External Auditor Quality. Perusahaan yang menerapkan layanan audit KAP big four diberi kode 1, sebaliknya perusahaan yang tidak menerapkan diberi kode 0. Menurut SAS No. 99, potensi terjadinya fraud dapat dilihat dari pergantian Menurut Lou & Wang . dalam Larum dkk . , perusahaan mengganti auditor guna menekan potensi terdeteksinya pelanggaran dalam laporan keuangan. Change in Auditor di kajian ini dilakukan pengukuran dimana menerapkan variabel Perusahaan dimana melakukan pergantian auditor pada tahun 2020-2022 dikode 1 dan yang tidak mengganti ditulis kode 0. Wolfe & Hermanson . melakukan penelitian dan menemukan bahwa denan adanya kondisi pergantian direksi dapat dinilai sebagai pemicu stress period dalam menciptakan peluang yang tinggi untuk melakukan Tindakan fraud. Selama periode 2020-2022, perusahaan yang mengalami rotasi direksi ditulis kode 1 dan yang tidak akan Tampilan foto CEO yang ada di laporan akuntansi tahunan perusahaan yang massive menjadi indikasi terjadinya fraud disebabkan tingginya tingkat arogansi untuk memperlihatkan publik terkait kedudukan yang dipunyai pada perusahaan (Healtha. Perilaku arogansi tersebut dilakukan oleh CEO diakibatkan persepsi CEO dalam kontrol dari dalam pada perusahaan tidak sah sebb status serta posisinya (Apriliana & Agustina, 2. CEOAos Picture dalam penelitian dikalkulasi melalui perhitungan total foto direktur pada laporan keuangan tahuanan milik entitas. Proyek pemerintah pada penelitian ini diartikan sebagai kerja sama antara pemerintah dengan perusahaan. Proyek pemerintah dianggap menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya fraud dikarenakan semakin besar skala kerja sama perusahaan dengan proyek tersebut sehingga semakin besar pula pendapatan yang diterima Pada kajian ini, variabel dummy digunakan untuk mengukur Proyek Pemerintah. Perusahaan dimana mempunyai proyek dengan pemerintah selama periode 2020-2022 diberi kode 1 serta perusahaan yang tidak memiliki proyek dengan pemerintah diberi kode. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Hasil Analsisis Deskriptif Descriptive Statistics Min Max Mean Std. Deviation F_Score Valid N . Sumber: diolah sendiri . , output SPSS Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA Tabel 3. Hasil Analisis Variabel Dummy Variabel EAQ Variabel Dummy CID 79,8% 20,2% CIA 86,9% 13,1% 86,9% 13,1% Sumber: diolah sendiri . , output SPSS Hasil dari analisis stastistik deskriptif menunjukkann bahwa terdapat 75 data di masing-masing variabel kajian berperan sebagai sampel. Indikator kajian ini dapat digambarkan yakni : Pada kajian ini variabel dependen kemungkinan pelanggaran laporan keuangan memiliki mean sebesar 0. 5752 yang dihitung dengan F-Score. Hasil tersebut menunjukkan F-Score < 1 yang artinya perusahaan berpotensi rendah untuk melakukan kecurangan (Dechow, dkk 2. Hasil standar deviasi pada kajian yakni 6463 menunjukkan bahwa standar deviasi > mean yang menunjukkan bahwa tersebar dengan heterogen. Variabel External Presure yang dikonotasikan dengan EP yang mempunyai value mean 0. 3673 atau 36,73% yang menunjukkan mean kapabilitas perusahaan pada pembayaran perusahaan dalam membayar utang kepada kreditor. Nilai paling rendah pada variabel external presure sebesar 0. 745 yang menunjukkan bahwa tingakat kemampuan dalam membayar utang paling rendah sedangkan nilai paling tinggi 9643 yang menunjukkan jika perusahaan memounyai kemampuan dalam membayar hutang paling tinggi. Nsimpangan baku pada variabel ini sebesar 0. 1916 yang menggambarkan jika nilai standar deviasi lebih kecil dari mean yang artinya data tersebut menyebar merata atau homogen. Variabel External Auditor menggunakan jasa audit KAP big four pada periode 2020-2022 sebesar 19% atau sebanyak 16unit analisis. Sedangkan kode 0 untuk perusahaan yang tidak menggunakan jasa audit KAP big four pada periode 2020-2022 sebesar 81% atau 68unit analisis. Data ini menunjukkan bahwa sampel dari penelitian yang menggunakan KAP big four lebih sedikit daripada perusahaan yang tidal menggunakan KAP big four. Data tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan pelanggaran laporan akuntansi perusahaan semakin tinggi. Variabel Change in Director yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy. Kode 1 menunjukkan perusahaan yang mengganti dirktur selama periode 2020-2022 sebesar 20,2% sedangakan kode 0 untuk perusahaan yang tidak melakukan pergantian direktur sebesar 79,8%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadi objek penlitian tidak sering melakukan pergantian direktur yang menyebabkan semakin kecilnya potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan perusahaan. Variabel Change in Auditor yang dihitung menggunkan variabel dummy. Perusahaan yang mengganti auditor selama 2020-2022 dengan kode 1 memiliki nilai sebesar 13,1% sedangkan perusahaan yang tidak melakukan pergantian auditor dengan kode 0 memiliki nilai sebesar 86,9%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadi objek dalam penelitian tidak sering melakukan pergantian auditor yang menyebabkan semakin kecilnya potensi terjadinya pelanggaran laporan akuntansi perusahaan. Menggunakan variabel dummy, variabel poyek pemerintah dengan kode 1 guna perusahaan dimana mengerjakan koordinasi kerjasama 2020-2022 memiliki nilai sebesar 13,1% sedangkan kode 0 untuk perusahaan yang tidak melakukan kerjasama dengan pemerintah selama periode 2020-2022 sebesar 86,9%. Hal ini memperlihatkan jika obyek dalam penelitian tidak sering melakukan kerjasama dengan penerintah yang menyebabkan semakin kecilnya potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan perusahaan. Variabel CeoAos Picture yang menghasilkan nilai mean sebesar 4,21 yang artinya bahwa banyak visualisasi CEO yang ada pada annual report sedikit yang memperlihatkan adanya Vol. No. Juni 2024 kesombongan CEO pada suatu perusahaan rendah. Nilai standar deviasi dalam variabel ini sebesar 2,440 dimana memperlihatkan jika simpangan baku lebih kecil dibandingkan mean yang berarti data tersebut menyebar secara merata atau homogen. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Monte Carlo Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Based on 10000 sampled tables with starting seed 1535910591. Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Data dengan signifikansi > 0. 05 disebut sebagai data yang tersebar secara Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov mmeperlihatkan signifikansi sebanyak 061 dimana memeprlihatkan jika data yang diterapkan pada kajian ini berdistribusi normal sebab nilai signifikansi > 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Unstandardized Coefficients Model Coefficientsa Standardized Coefficients Std. Error (Constan. EAQ CID CIA Sig. Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Uji multikolinearitas diterapkan dalam menentukan hubungan variabel independen pada kajian. Regresi yang baik tidak tidak ada hubungan antar variabel independen satu sama lain. Varian Infaltion Factor (VIF) serta toleransi diterapkan guna menentukan suatu multikolinearitas antara variabel independen. Jika value toleran > Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA 10 serta value VIF < 10. 00 Sehingga pada penelitian ini nilai toleran variebel independen > 0. 10 serta value VIF dari variabel independen < 10. 00 maka mampu dikatakan jika, berdasarkan hasil uji multikolineritas yang dilakukan pada penelitian ini tidak ada multikolinearitas antara variabel independen. Tabel 6. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. EAQ CID CIA Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: Abs_Res Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Uji heteroskedastisitas diterapkan gna melihat persamaan varian dengan value Metode yang digunakan guna melakukan deteksi heterokedastisitas yakni menerapkan uji glejser dengan acuan penentuan putusan jika nilai signifikansi . variabel independen > 0. Pada kajian ini tidak ditemukan gejala heterokedastisitas karena nilai signifikansi dari variabel independen > 0. Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. CP. CID. PP. CIA. EP. EAQ Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Dalam model linear, uji autokorelasi digunakan untuk menentukan apakah ada hubungan diantara error gangguan pada periode t atau yang sebelumnya. Regresi yang baik yakni yang bebas tanda autokorelasi. Teknik yang digunakan untuk mendeteksi adanya tanda autokorelasi adalah melalui uji durbin watson dengan acuan pnentuan putusan sebagai berikut: Tabel 8. Dasar Pengambilan Keputusan Dasar d < dl atau d > 4-dl du < d < 4-du dl < d < du atau 4Aedu < d < 4-dl Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Keputusan Ada autokorelasi Tidak ada autokorelasi Tidak bisa diambil simpulan Menurut hasil uji autokorelasi pada kajian ini maka diperoleh nilai durbin watson . yakni sebanyak 2,031. Nilai dU dan dL dapat diperoleh dari tabel Durbin Watson Vol. No. Juni 2024 dengan memperhatikan variabel . dan sampel . Variabel dalam penelitian ini ada 6 dengan sampel sebanyak 75 hingga didapatan value dU yakni 1,8013 serta dL 1,4577, sedangakan nilai 4-dU diperoleh 2,1987 dan nilai 4-dL sebesar 2,5423. Berdasarkan nilai durbin watson sehingga mampu diambil kesimpulan jika pengujian autokorelasi dalam penelitian ini dU < d < 4-dU yang berarti pada kajian ini tidak ada autokorelasi. Pengujian tersebut digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecurangan laporan keuangan dengan faktor yang mempengaruhinya berdasarkan proksi-proksi dari teori fraud Hexagon. Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. EAQ CID CIA Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Simpulan yang didapatkan pada menurut regresi sebelumnya yakni : Konstanta 325 memeprlihatkan jika pelanggaran laporan akuntansi tetap sebesar 1, external presure sebesar 2. 225 dengan arah negatif, hal ini memperlihatkan jika masing-masing satuan naiknya external presure sehingga kemungkinan adanya pelanggaran laporan keuangan akan mengalami penurunan sebanyak 2. 225 melalui dugaan variabel lain tetap. Extrenal Auditor Qualit sebesar 0. 232 dengan arah positif menunjukkan bahwa setiap satu satuan peningkatan Extrenal Auditor Quality, kemungkinn adanya pelangaran dalam laporan keuangan akan meningkat sebesar 0. melalui dugaan variabel lain tetap. Change in Direkto. 085 menuju positif, memperlihatkan jika masing-masing satu satuan peningkatan Change in Direktor, potensi adanya pelanggaran laporan keuangan akan meningkat sebanyak 0. 085 melalui asumsi variabel lain tetap. Nilai koefisien regresi . Change in Audito. menuju negatif memperlihatkan jika masing-masing satu satuan kenaikan Change in Auditor. Nilai koefisien regresi . Proyek Pemerinta. 097 menuju positif yang berarti setiap satu satuan kenaikan Proyek Pemerintah. Nilai koefisien regresi . CeoAos Pictur. 005 dengan arah positif, memperlihatkan jika ma sing-masing satu satuan kenaikan Proyek Pemerintah potensi pelanggaran laporan keuangan akan meningkat sebesar 0. 005 melalui dugaan variabel lain tetap. Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. CP. CID. PP. CIA. EP. EAQ Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Seberapa besar kontribusi variabel independen mempengaruhi variabel dependen dapat dihitung dengan mengguakan analisis koefisien determinasi. Hasil uji determinasi menunjukkan nilai 0. 360 yang menunjukkan bahwa variabel independen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi variabel dependen sebesar 36% sedangakan sisanya sebesar 74% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diuji pada penelitian ini. Tabel 11. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAb Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. CP. CID. PP. CIA. EP. EAQ Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS Uji F disebut juga sebagai simultan berarrti memperlihatkan jika seluruh variabel bebas (X) memiliki dampk yang sama pada variabel terikat (Y). Dasar pengambilan keputusan pada uji simultan adalah apabila nilai signifikansi < 0. 05 atau yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco maka secara simultan terdapat korelasi pada variabel independen serta dependen. Berdasarakan hasil uji simultan . ji F) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 000 dan nilai yaEaycnycycycuyci sebesar 7. 937 dan yaycycaycayceyco sebesar 2. 337 maka dapat disimpulkan nilai signifikansi < 0. 05 atau yaEaycnycycycuyci > yaycycaycayceyco sehingga dalam penelitian ini terdapat pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Vol. No. Juni 2024 Tabel 12. Hasil Uji Signifikansi (Uji T) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Sig. Ket. Beta (Constan. EAQ CID 000 Signifikan 169 Tidak sig. 579 Tidak sig. CIA 226 Tidak sig. 612 Tidak sig. Dependent Variable: F_Score Sumber : diolah sendiri . , output SPSS 867 Tidak sig. Uji T pada penelitian ini digunakan guna mengetahui dampak dari tiap variabel independen . xternal presure, external auditor quality, change in director, change in auditor, proyek pemerintah dan ceoAos pictur. terhadap variabel dependen . ecurangan laporan keuanga. Ketentuan pengambilan keputusan yaitu apabila nilai signifikansi < 05 sehingga terdapat dampak pada variabel independen juga dependen. Berdasarkan tabel uji t maka dapat dipaparkan sebagai berikut: Menurut pengujian hipotes variabel external presure yang dihitung menggunakan rasio DAR menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 0. 000 yang artinya < 0. ketentuan pengambilan keputusan yaitu apabila taraf signifikansi < 0. 05 maka terdapat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa External Presure berpengaruh positif pada potensi kecurangan laporan keuangan yang artinya HCA Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel External Auditor Quality yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 0. yang artinya nilai signifikansi > 0. 05, ketentuan pengambilan keputusan yaitu apabila nilai signifikansi > 0. 05 maka tidak terdapat pengaruh antara variabel independen serta Sehingga dapat disimpulakan bahwa External Auditor Quality tidak berpengaruh negatif terhadap potensi pelanggaran laporan akuntansi yang artinya HCC Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel Change in Auditor yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy menghasilkan tingkat signifikansi sebesar 0. yang artinya nilai signifikansi > 0. 05, ketentuan pengambilan keputusan yaitu apabila signifikansi > 0. 05 maka tidak terdapat dampak pada variabel independen jug dependen. Sehingga dapat disimpulakan bahwa Change in Auditor tidak berdampak positif terpada/kemungkinan pelanggaran laporan keuangan sehingga HCE ditolak. Menurut pengujian hipotea variabel Change in Director, dimna dikalkulasi dengan menerapkan variabel dummy, diperoleh tingkat signifikansi sebesar 0. 579, yang memperlihatkan jika nilai signifikansi sebanyak > 0. Menurut ketentuan pengambilan keputusan, tidak ada dampak diantara variabel independen serta dependen jika nilai signifikansi > 0. Dengan demikian, dapat disimpulakan bahwa Change in Director tidak mempengaruhi potensi pelanggaran laporan keuangan, yang berarti HCE ditolak. Menurut hasil uji hipotesis variabel CeoAos Picture, yang dihitung berdasarkan jumlah foto Ceo perusahaan yang dipublikasikan dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. Sehingga dapat disimpulakan bahwa CEOAos Picture tidak berpengaruh positif terhadap potensi kecurangan laporan keuangan yang artinya HCI ditolak. Menurut hasil penelitian, hipotesa variabel Proyek Pemerintah dikalkulasi melalui penerapan variabel dummy dengan tingkat signifikansi sebesar 0. 612, yang berarti nilai signifikansi > 0. Menurut Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA ketentuan pengambilan keputusan, tidak terdapat dampak antara variabel independen serta dependen jika nilai signifikansi > 0. Sehingga dapat disimpulakan bahwa Proyek Pemerintah tidak berdampak baik pada kemungkinan laporan keuangan, yang berarti HCI ditolak. Hasil kajian hipotesa penelitian ini disajikan pada tabel 11 yang memperlihatkan jika external presure dihitung dengan menggunakan debt to assets rasio (DAR) yang mempunyai tingkat signifikansi yakni 0. 00 < 0. Berdasarkan temuan ini, mampu dikatakan jika external presure mempengaruhi kemungkinan kecurangan laporan Case ini memperlihatkan jika leverage ratio yang lebih besar meningkatkan potensi perusahaan melakukan kecurangan laporan keuangan, sehingga HCA diterima. Perusahaan dimna mempunyai hutang yang besar mempunyai risiko besar juga terhadap potensi kecurangan laporan keungan. Apabila perusahaan membutuhkan tambahan dana maka perusahaan harus berhubungan dengan investor atau kreditor namun dengan mempertimbangkan sampai mana perusahaan dapat melakukan pengembalian modal yang dilakukan peminjaman atau investasi. Oleh karena itu, timoperasional management termotivasi guna memberikan laporan keuangan yang baik guna pemenuhan syarat yang brasal dari pihak ketiga, yakni dengan cara melakukan menipulasi laporan keuangan (Imtikhani & Sukirman, 2. Hasil kajian ini sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh Healtha . Larum dkk . dan Rusmana & Tanjung . Hasil uji hipotesa penelitian ini disajikan pada tabel 11 yang menjelaskan bahwa external auditor quality yang diproyeksikan dengan auditor eksternal (KAP) big four yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy mempunyai tingkat signifikansi yakni 169 > 0. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa external auditor quality tidak berpengaruh pada kemungkinan pelanggaran laporan keuangan. Nilai yang dihasilkan menunjukkan bahwa kulitas auditor eksternal yang tinggi tidak dapat menunjukkan kemungkinan pelanggaran laporan keuangan. Oleh Karena itu, disimpulkan bahwa HCC diterima. Auditor eksternal yang tergabung dalam big four atau non big four mempunyai yang sama untuk mengaudit laporan keuangan dan memastikan jika tiak ada salah saji yang terjadi sebab sutu error yang disengaja dan tidak (Ratnasari & Solikhah, 2. Hasil kajian ini sama dengan Healtha . Achmad dkk . , dan Yanti & Munari . Hasil kajian hipotes penelitian ini disajikan di tabel 11 yang memperlihatkan jika change in auditor yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy mempunyai taraf signifikansi yakni 0. 226 > 0. Berdasarkan hasil tersebut mampu dikatakan jika change in auditor tidak berpengaruh pada kemungkinan pelnggaran di laporan keuangan. Kasus ini menunjukkan jika pergantian auditor tidak dapat membuktikan bahwa manajemen berusaha mencegah tindak pelanggaran laporan keuangan hingga mampu ditarik kesimpulan HCE ditolak. Change in Auditor tidak berpengaruh disebabkan karena adanya kemungkinan pergantian auditor sebelumnya disebabkan karena masa kontrak KAP tersebut sudah selesai dan pada penelitian Larum dkk . perusahaan mengharuskan mengganti auditor dikarenakan memperbaiki tata kelola perusahaan dengan menekan fee audit berikutnya yang lebih rendah dari pada sebelumnya. Adanya rotasi oleh auditor dapat disebabkan oleh suatu perusahaan kurang berkenan dengan kinerja auditor KAP sebelumnya. Rusmana & Tanjung . mengemukakan jika perusahaan tidak berkenan dengan kinerja auditor sehingga perusahaan mampu meminta permintaan pergantian auditor hal ini dapat dilakukan jika perusahaan melihat hasil audit berkualitas dan berusaha meningkatkan kinerja. Penelitian ini sejalan dengan Larum dkk . Achmad dkk . dan Healtha . Hasil uji hipotesa penelitian ini disajikan pada tabel 11 menjelaskan jika change in director yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0. 579 > 0. Berdasarkan temuan ini, dapat dikatakan jika change Vol. No. Juni 2024 in director tidak berpengaruh pada kemungkinan pwlanggaran laporan keuangan. Sehubungan dengan nilai ini, mampu dikatakan jika HCE ditolak karena seringnya pergantian direksi tidak dapat membuktikan adanya pokemungkinan kecurangan laporan Hal ini dikarenakan perusahan mengganti direksi dengan tujuan untuk mengganti menjadi yang lebih kompeten dan optimal dari sebelumnya. Wolfe & Hermanson . mengungkapkan bahwa perusahaan tidak. Hasil ini sesuai dengan kajian Syahria dkk . Imtikhani & Sukirman . dan Healtha . Hasil uji hipotesa ini disajikan pada tabel 11 yang diukur berdasarkan jumlah foto pimpinan perusahaan dimana tertera di laporan tahunan dari setiap perusahaan dimana memperlihatkan tingkat signifikansi yakni 0. 867 > 0. berdasarkan hasil tersebuit mampu dikatakan jika CEOAos Picture tidak berpengaruh pada kemungkinan pelanggaran laporan keuangan. Berdasarkan nilai itu, menjelaskan jika jumlah foto CEO yang muncul pada laporan tahunan tidak mempengaruhi kemungkinan kecurangan laporan keuangan sehingga mampu ditarik kesimpulan jika HCI ditolak. Arogansi yang tinggi diproksikan dengan CEOAos Picture yang menjadi indikasi terjadinya fraud, namun berdasarkan penelitian ini tidak mengindikasikan tingginya arogansi CEO, hal tersebut selaras dengan kajian Septriyani & Handayani . Sagala & Siagian . dan Healtha . Hasil uji hipotesa penelitian ini disajikan pada tabel 11 memperlihatkan jika proyek pemerintah yang dihitung dengan menggunakan variabel dummy memiliki tingkat signifikansi sebanyak 0. 612 > 0. Berdasarkan hasil itu dapat disimpulkan jika proyek pemerintah tidak berpengaruh terhadap kemungkinan pelanggaran laporan hasil ini dapat menjelaskan bahwa sedikit atau banyaknya kerja sama perusahaan pada proyek pemerintah tidak berdampak pada kemungkinan pelanggaran laporan keuangan maka dapat dikatakan jika HCI ditolak. Hal ini memperlihatkan adanya koordinasi dengan proyek pemerintah bukan merupakan bentuk dari collusion sebuah perusahaan untuk menjadikan potensi kecurangan laporan keuangan, tetapi perusahaan menjalin kerja sama melalui proyek dengan pemerintah karena ingin memperbaiki kinerja dengan menambah usahanya guna mengambil peran pada pada proyek pertumbuhan guna pembangunan relasi kinerja bisnis yang optimal. Sehingga perusahaan bisa menjadikan pencapaian untuk tahun tersebut karena bekerja sama dengan pemerintah. Hal ini selaras dengan kajian Sagala & Siagian . dan Healtha . SIMPULAN Data sekunder yang diterapkan pada kajian ini didapatkan dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang menjadi objek kajian dari periode 2020-2022. Hasil analisa data yang dikerjakan pada pengujian hipotesis, mampu ditarik kesimpuan jika fraud pada kajian ini dikarenakan oleh tekanan dari luar ( external presur. perusahaan seperti kreditur atau intvestor. Kreditur atau investor memberikan hutang kepada perusahaan maka dari itu perusahaan dituntut guna menyediakan performa yang baik. Hal ini yang memberikan kesempatan untuk melanggar aturan, karena manajemen perusahaan termotivasi untuk menyajikan laporan keuangan dengan cara yang paling efektif supaya nampak baik guna pemenuhan kriteria dari pihak ketiga, salah satu caranya adalah dengan melakukan menipulasi laporan keuangan (Imtikhani & Sukirman, 2. Sedangakan variabel auditor, change in director. CEOAos picture dan proyek pemerintah tidak berpengaruh terhadap terjadinya fraud. Hal ini sesuai dengan kajian Healtha . yang mengungkapkan jika auditor eksternal big four dan non big four mempunyai peran yang sama untuk memastikan laporan keuangan terbebas dari salah saji dan memiliki status setara yakni patuh terhadap standar audit sehingga tidak ada beda yang nyata antara auditor big four dengan non big four yang menyebabkan terjadinya fraud. Sedangkan change in auditor tidak berpengaruh disebabkan karena adanya Hairani & Isnawati: Determinan Potensi KecuranganA kemungkinan pergantian auditor sebelumnya disebabkan karena masa kontrak KAP tersebut sudah selesai dan Larum dkk . menyebutkan bahwa perusahaan mengharuskan mengganti auditor ditujukan untuk memperbaiki tata kelola perusahaan dengan menekankan fee audit berikutnya yang lebih rendah dari sebelumnya. Selain itu, tidakpuasan perusahaan terhadap kinerja KAP sebelumnya menyebabkan pergantian auditor (Healtha, 2. Change in dirctor tidak berdampak pada pelanggaran karena perusahaan melakukan rotasi direksi dengan tujuan untuk mengganti direksi yang lebih kompeten dan optimal dari direksi terdahulu, seperti yang diungkapkan Wolfe & Hermanson . bahwa perusahaan merotasi direksi yang bertujuan guna meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut Healtha . CEOAos Picture tidak mengindikasikan tingginya arogansi CEO hal selaras dengan kajian yang dilakukan oleh Achmad dkk . banyaknya foto CEO yang muncul di annual report bukan merupakan bantuk arogamsi dari CEO namun diperuntukkan sebagai pengenalan CEO perusahaan kepada publik terkait kinerja perusahaan serta pencapaian yang diraih sebagai bantuk apresiasi karena oprasional perusahaan sudah berjalan susuai visi dan misi perusahaan. Sedangkan proyek pemerintah tidak berpengaruh terhadap terjadinya fraud karena perusahaan menjalin kerja sama melalui proyek dengan pemerintah karena ingin memperbaiki kinerja dengan peningkatan usahanya guna berperan dalam proyek-proyek pertumbuhan untuk pembangunan kinerja bisnis yang baik, sehingga perusahaan bisa menjadikan hal tersebut sebagai pencapaian karena bekerja sama dengan pemerintah. Keterbatasan dari kajian ini yakni: sampel pada penelitian ini hanya sebagian dari perusahaan manufktur yang ada di BEI. keterbatasan pada proksi dalam masing-masing variabel independen dimana diterapkan pada kajian sehingga nilai dari adjusted RA pada kajian ini yang memperlihatkan adanya variabel lain yang dapat berdampak pelanggaran laporan keuangan. kajian ini hanya mengambil tiga tahun untuk mengukur terjadinya kecurangan, sehingga waktu tiga tahun terbilang cukup pendek sehingga diperlukan waktu yang cukup panjang sehingga akan semakin bagus hasilnya apabila diuji. Berdasarkan kesimpulan pada kajian ini maka dapat diusulkan implikasi kebijakan yakni: pertama, bagi perusahaan manajemen perusahaan disarankan untuk tidak memaksakan terget laba diluar kemampuan perusahaan sehingga dapat mengurangi tekanan yang terjadi yang dapat mengakibatkan timbulnya external presure sehingga dapat memicu tindakan kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan serta manajemen perusahaan perlu meningkatkan sistem pengendalian internal agar mencegah terjadinya kemungkinan pelanggaran laporan keuangan. kedua, bagi pemakai laporan keuangan disarankan untuk calon investor selain harus cermat dalam menganalisis informasi yang disajikan perusahaan untuk acuan penentuan kepiutusan dalam berinvestasi, calon investor juga tidak mudah tergiur pada perusahaan yang menyajikan dengan taraf laba dan jumlah aset yang tinggi karena hal tersebut rawan dalam manipulasi laporan UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih penulis ucapkan kepada Ibu Isnawati. SE. A selaku dosen Penulis mengucapkan terimakasih pada kedua orang tua yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materil. Semoga mereka menerima balasan yang baik dari Allah yang Maha Kuasa atas perbuatan baik mereka. KONTRIBUSI AUTHOR Yuniar Is Hairani sebagai penulis pertama berkontribusi terkaitan dengan observasi terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 untuk melakukan penelitian dengan cara menganalisis laporan keuangan dari perusahaan manufaktur dengan tujuan untuk mendeteksi adanya potensi kecurangan terhadap laporan keuangan dengan memanfaatkan SPSS sebagai software Vol. No. Juni 2024 untuk menganalisis laporan keuangan. Isnawati sebagai penulis kedua berkontribusi dalam membantu dan membimbing penulis pertama dalam proses penyelesaian artikel PENDANAAN Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan bahwa data-data yang diperoleh dan dipublikasikan pada penelitian ini tidak ada konflik kepentingan dengan pihak manapun. Jika dikemudian hari, ditemukan adanya hal tersebut, maka tanggung jawab sepenuhnya berada pada DAFTAR PUSTAKA