JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. No. Desember 2018. Hlm. Akreditasi Sinta3 SK No. 23/E/KPT/2019 ISSN: 1410 - 9875 http://jurnaltsm. id/index. php/JBA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN NON KEUANGAN DIANA STIE Trisakti diana@dosen. Abstract: This study aimed to analyze the factors that influence voluntary auditor switching in Indonesia. The independent variables used in this study are audit opinion, size of public accounting firm, change in management, profitability, financial distress, company growth and institutional ownership, and voluntary auditor switching as the dependent variable. The audited financial statements of non financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2014 to 2016 are used as secondary data in this The selection of samples used purposive sampling method and there are 78 companies and 234 observations meet those criteria for samples. This research is analyzed using logistic regression analysis to test the hypothesis. The result of this research show that independent variables namely audit opinion have influence on Audit Switching. While size of public accouting firm, change in management, financial distress, profitability percentage, institutional ownership, and company growth does not affect voluntary auditor switching. Keywords: Voluntary auditor switching, audit opinion, public accounting firm size, change in management, profitability, financial distress, institusional ownership, company growth. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Pergantian KAP Secara Sukarela. Variabel independen dalam penelitian ini adalah opini audit, ukuran kantor akuntan publik, pergantian manajemen, profitabilitas, kesulitan keuangan, pertumbuhan perusahaan, dan kepemilikan institusional, dengan variabel dependennya adalah Pergantian KAP Secara Sukarela. Data penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan terdapat 78 perusahaan atau 234 data yang memenuhi kriteria untuk sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan analisiss regresi logistic unutk menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa opini audit berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela. Sedangkan pergantian manajemen, kesulitan keuangan, presentase profitabilitas, kepemilikan institusional dan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela. Kata kunci: Nilai perusahaan, komite audit, dewan komisaris, dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, leverage, profitabilitas, kebijakan dividen. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. PENDAHULUAN Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan perusahaan yang sudah go public dan telah mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Dengan banyaknya jumlah perusahaan yang sudah go public, maka setiap perusahaan harus dapat mempertahankan kredibilitasnya, agar tetap mendapatkan kepercayaan dari para investor lama, bahkan menarik perhatian para investor baru. Oleh karena itu, bagi manajemen perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan merupakan hal yang cukup penting untuk para investor, agar dapat bergabung untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut (Sulistiarini dan Sudarno 2. Dalam hal ini auditor memiliki peran yang cukup penting, sehingga bagi Kantor Akuntan Publik (KAP) harus dapat memberikan hasil atau jasa audit yang baik. Hasil audit yang berkualitas yang telah diberikan oleh auditor dapat meningkatkan rasa kepercayaan dari pihak-pihak yang melihat laporan keuangan perusahaan tersebut. Agency Theory Dalam teori keagenan, didefiniskan bahwa pemegang saham diperlakukan sebagai principle dan manajemen sebagai agent, dimana pemegang saham memerintah manajemen perusahaan untuk melakukan jasa dalam aktivitas perusahaan yang diantaranya termasuk dalam pengambilan keputusan perusahaan yang terbaik bagi pemegang saham (Jensen dan Meckling 1. Konflik yang sering timbul dari teori keagenan adalah adanya konflik kepentingan dan asimetri informasi antara pemegang saham selaku principal dan manajemen selaku agent (Jensen dan Meckling 1. Konflik kepentingan dapat terjadi karena pihak pemegang saham dan manajemen perusahaan mempunyai kepentingan dan latar belakang yang berbeda dan saling bertolak belakang sehingga terjadi kemungkinan manajemen Desember 2018 perusahaan tidak selalu bertindak sesuai dengan keinginan pemegang saham (Godfrey Opini Audit dan Pergantian Kantor Akuntan Publik Penelitian Dwiyanti dan Sabeni . dan Putra . , menyatakan bahwa opini audit berpengaruh terhadap pergantian akuntan publik dikarenakan opini audit akan tetap sama walaupun dilakukan pergantian kantor akuntan publik karena kantor akuntan publik akan tetap mencari tahu informasi dari kantor akuntan publik yang lama sehingga kantor akuntan publik yang baru akan memberikan opini audit yang tidak jauh berbeda dari opini audit tahun sebelumnya (Juliantari dan Rasmini 2. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H1 Opini audit berpengaruh terhadap Auditor Switching. Ukuran Kantor Akuntan Publik dan Pergantian Kantor Akuntan Publik Penelitian yang dilakukan oleh Kistini dan Nahumury . , dan Aprilia . menemukan bahwa variabel ukuran kantor akuntan publik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel auditor switching. Pengaruh yang signifikan tersebut diasumsikan bahwa perusahaan akan memilih kantor akuntan publik yang memiliki kualitas audit yang lebih baik untuk menjaga reputasi perusahaan di depan penggunaan laporan keuangan. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H2 : Ukuran KAP berpengaruh terhadap Auditor Switching. Pergantian Manajemen dan Pergantian Kantor Akuntan Publik Menurut penelitian Azhar . dan Aprilia . menunjukkan bahwa pergantian manajemen berpengaruh pada pergantian kantor akuntan publik. Artinya, perusahaan akan mengganti kantor akuntan publik jika terjadi ISSN: 1410 Ae 9875 pergantian manajemen, karena manajemen yang baru dapat memiliki kepentingan yang berbeda dalam memilih kantor akuntan publik yang digunakan. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H3 Pergantian Manajemen berpengaruh terhadap Auditor Switching. Return on Asset dan Pergantian Kantor Akuntan Publik ROA berpengaruh terhadap pergantian akuntan publik dikarenakan perusahaan yang memiliki nilai ROA yang rendah mengalami penurunan kondisi keuangan perusahaan. Hal ini akan mendorong manajemen untuk mengganti auditornya dengan harapan auditor yang baru mampu menyembunyikan presentase penurunan nilai ROA tersebut. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H4 ROA berpengaruh terhadap Auditor Switching. Financial Distress dan Pergantian Kantor Akuntan Publik Penelitian Pratitis . menunjukkan bahwa variabel financial distress berpengaruh terhadap pergantian kantor akuntan publik dikarenakan perusahaan yang mengalami financial distress cenderung memilih auditor yang lebih kecil untuk menurunkan biaya audit yang tinggi (Pratitis 2. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H5 Financial Distress berpengaruh terhadap Auditor Switching. Kepemilikan Institusional dan Pergantian Kantor Akuntan Publik Penelitian yang dilakukan oleh Kistina dan Nahumury . menemukan bahwa variabel institutional ownership mempengaruhi variabel auditor switching. Pemegang saham Diana institusional merupakan pemegangn saham utama yang dapat melakukan intervensi dalam pemilihan kantor akuntan publik. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H6 Kepemilikan Insttusional berpengaruh terhadap Auditor Switching. Pertumbuhan Perusahaan dan Pergantian Kantor Akuntan Publik (KAP) Dalam penelitian yang dilakukan oleh Faradila dan Yahya . Nazri et al. menunjukkan hasil bahwa variabel company growth berpengaruh terhadap auditor switching. Perusahaan membutuhkan auditor yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang cepat. Ketika perusahaan mengalami pertumbuhan yang baik memungkinkan perusahaan memilih KAP yang berkualitas dari sebelumnya untuk meningkatkan reputasi perusahaan dimata masyarakat, khususnya pemegang saham agar percaya bahwa kinerja perusahaan semakin membaik menyebabkan pemegang saham menginvestasikan saham mereka secara terusmenerus pada perusahaan tersebut (Faradila dan Yahya 2. Berdasarkan hasil diatas, maka hipotesis yang dibuat adalah: H7 Pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap Auditor Switching. METODE PENELITIAN Obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2014-2016. Perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria yang digunakan dalam pemilihan Sebanyak 78 perusahaan menjadi sampel, berdasarkan kriteria pemilihan sampel berikut ini: Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. Desember 2018 Tabel 1 Prosedur Pemilihan Sampel Keterangan Jumlah Perusahaan Perusahaan non keuangan yang terdaftar dalam Bursa Efek (BEI) sejak tahun 2014 hingga tahun 2016. Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan . lengkap per tanggal 1 Januari dan tahun buku terakhir 31 Desember selama tahun 2014-2016 Perusahaan yang tidak melakukan pergantian kantor akuntan publik (KAP) selama tahun 2014-2016 Perusahaan yang memiliki kepemilikan institusional . selama tahun 2014-2016 Jumlah data yang digunakan sebagai sampel Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah voluntary auditor Voluntary auditor switching merupakan perpindahan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang dilakukan oleh perusahaan klien yang dilakukan secara sukarela tanpa ada peraturan yang mengharuskan klien untuk melakukan voluntary auditor switching. Auditor switching diukur dengan menggunakan variabel Apabila perusahaan melakukan voluntary auditor switching maka akan diberikan nilai 1, jika perusahaan tidak melakukan voluntary auditor switching maka akan diberikan nilai 0 (Kristini dan Nahumury 2. Opini auditor adalah pernyataan dari opini yang diberikan oleh auditor yang menilai kewajaran dari laporan keuangan perusahaan yang diaudit. Variabel ini diukur dengan variabel dummy, dimana 0 untuk opini wajar tanpa pengecualian dan 1 untuk selain opini wajar tanpa pengecualian (Khasanah dan Nahumury 2. termasuk wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas. Skala yang digunakan adalah skala nominal. Variabel opini audit menggunakan variabel dummy. Jika perusahaan klien menerima opini wajar tanpa pengecualian . maka diberikan nilai Sedangkan jika perusahaan klien menerima selain opini wajar tanpa pengecualian . , maka diberikan nilai 0 Pergantian pergantian dewan direksi dari manajemen Jumlah Data perusahaan (Khasanah dan Nahumury 2. Pergantian direksi perusahaan yang terutama disebabkan oleh keputusan rapat umum pemegang saham dan direksi berhenti karena kemauan sendiri (Susan dan Trisnawati 2. Variabel ini diukur dengan variabel dummy, dimana 1 jika terdapat pergantian manajemen pada perusahaan klien dan 0 jika tidak terdapat pergantian manajemen pada perusahaan klien (Khasanah dan Nahumury 2. Ukuran KAP adalah besar kecilnya KAP yang dibedakan dalam dua kelompok, yaitu KAP Big Four dan KAP non Big Four. Variabel dummy digunakan sebagai pengukuran bagi variabel ini yakni 1 apabila diaudit oleh KAP Big Four dan 0 apabila diaudit KAP non Big Four (Khasanah dan Nahumury 2. Return on Asset adalah satu dari indikator keuangan perusahaan untuk melihat kelanjutan bisnis perusahaan ke depannya. Variabel ini dihitung dengan membagi selisih ROA tahun tertentu dan tahun sebelumnya dengan ROA tahun sebelumnya (Khasanah dan Nahumury 2. Kesulitan keuangan merupakan kondisi perusahaan yang dalam masa kesulitan keuangan (Aprillia 2. Kesulitan keuangan dapat dilihat pada laporan keuangan. Variabel ini diukur dengan rasio keuangan, yaitu rasio solvabilitas Debt to equity ratio (Khasanah dan Nahumury 2. ISSN: 1410 Ae 9875 Diana Pertumbuhan merupakan kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk dapat berkembang dan mencakup kesempatan untuk melakukan investasi di masa mendatang. Growth diukur dengan rasio pertumbuhan penjualan (Juliantari dan Rasmini 2. Pertumbuhan perusahaan dihitung dengan membagi selisih antara penjualan tahun tertentu dan tahun sebelumnya dengan penjualan tahun sebelumnya (Khasanah dan Nahumury 2. Variable Description SWITCH OPINI KAP PROA DER GROWTH Institutional Ownership, ditunjukkan dengan persentase saham perusahaan yang dimiliki oleh investor institusional, seperti LSM. BUMN, maupun perusahaan swasta atas keseluruhan saham yang beredar di luar. HASIL PENELITIAN Hasil pengolahan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis variable-variabel yang digunakan dapat dilihat pada table di bawah ini: Tabel 2 Statistik Deskriptif Minimum Maximum Tabel 3 Hasil Pengujian Hipotesis Variabel (Constan. --2. OPINI 1,629 0,128 KAP 0,379 PROA 0,000 DER 0,108 GROWTH 0,001 0,002 Opini audit memiliki pengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela . oluntary auditor switchin. diterima, dapat disimpulkan variabel opini audit berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela . oluntary auditor switchin. Hal ini dikarenakan kebijakan perusahaan yang berubah serta pengaruh dari audit fee yang dikeluarkan perusahaan menjadi Mean Std. Deviation Sig. ,000 0,000 0,680 0,074 0,195 0,141 0,519 0,268 pertimbangan, sehingga melakukan pergantian KAP secara sukarela. Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela . oluntary auditor switchin. Perusahaan dapat dikatakan belum puas dengan jasa audit dari KAP yang digunakan saat ini, sehingga perusahaan mengganti KAP nya ke KAP Big 4 Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. karena KAP Big 4 dianggap mampu menghasilkan kualitas audit yang baik. Pergantian manajemen berpengaruh terhadap pergantian kantor akuntan publik secara sukarela, yang berarti pergantian manajemen dalam perusahaan biasanya selalu diikuti dengan perubahan kebijakan perusahaan, termasuk dalam hal pemilihan KAP. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela, dikarenakan adanya trust factor antara perusahaan dan kantor akuntan publik, sehingga perusahaan memutuskan untuk tidak melakukan pergantian KAP, selain itu ketika kondisi keuangan perusahaan menurun, manajemen perusahaan tidak selalu mencari auditor yang dapat menyembunyikan kondisi Financial distress tidak berpengaruh terhadap pergantian KAP secara sukarela. Hal ini disebabkan karena ketika perusahaan melakukan audit pertama kali, maka yang harus dilakukan adalah memahami lingkungan bisnis dan resiko audit yang berakibat pada tingginya start up cost yang dapat meningkatkan fee audit sedangkan perusahaan sedang bermasalah dengan keuangannya, sehingga perusahaan memilih untuk bertahan di KAP lama. Kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap pergantian kantor akuntan publik secara sukarela, dikarenakan pemegang saham institusional hanya berkepentingan dan berperan dalam mengawasi kinerja perusahaan Desember 2018 tetapi tidak dapat melakukan intervensi terhadap pemilihan KAP. Pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhada pergantian kantor akuntan pertimbangan pihak manajemen untuk menjaga perusahaan akan jasa audit KAP yang PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa opini audit memiliki Auditor Switching KAP. Pergantian Manajemen. Profitabilitas. Financial Distress. Kepemilikan Institusional. Pertumbuhan Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap Auditor Switching. Dalam penelitian 9ini terdapat beberapa keterbatasan, yaitu: penelitian ini hanya menggunakan 7 variabel independen dimana variasi variabel independen terhadap variabel dependen hanya sebesar 16,4 % sehingga, masih terdapat variabel independen lain yang berpengaruh terhadap pergantian kantor akuntan publik (KAP) secara sukarela namun belum termasuk di dalam model penelitian ini. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah menambah variabel independen lain yang dapat mempengaruhi pergantian kantor akuntan publik secara sukarela . oluntary auditor switchin. seperti audit delay dan audit fee. REFERENSI: