Sosialisasi Membangun Kesadaran Masyarakat Untuk Menjaga Lingkungan Bebas Sampah Risa Harlina . Rico Hasudungan Nainggolan . Fheroansyah Ade Pranata . Ayu Fadila . Julia Mita Kuljanah AA). Sri Handayani A). Neri Susanti . Liza Yulianti. 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 risaherlina59@gmail. 2 r. hasudungannainggolan@gmail. 3 fheropranata23@gmail. 4 ayupadila13@gmail. 5 juliamitakuljanahbengkulu@gmail. A yachyang27@gmail. 7 nerisusanti@unived. 8 liza. yulianti@unived. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Socialization. Awareness. Society. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan faktor penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik bagi masyarakat. Permasalahan sampah hingga kini masih menjadi isu serius, baik di tingkat lokal maupun global. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu penyebab utama pencemaran yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan ekosistem sekitar. Masalah sampah merupakan persoalan lingkungan yang masih menjadi perhatian serius di berbagai wilayah. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya pencemaran, yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan keseimbangan ekosistem. Sosialisasi merupakan salah satu metode efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebersihan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Pentingnya sosialisasi dalam upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bebas sampah. Melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, diharapkan masyarakat dapat memahami dampak negatif sampah terhadap lingkungan serta termotivasi untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. ABSTRACT A clean and healthy environment is an essential factor in creating a good quality of life for the Waste problems remain a serious issue, both at local and global levels. The lack of public awareness in maintaining environmental cleanliness is one of the main causes of increasing pollution, which negatively impacts health and the surrounding ecosystem. Waste management continues to be an environmental issue that demands serious attention in various The low level of public awareness in maintaining cleanliness contributes to escalating environmental pollution, affecting both human health and ecological balance. Socialization is one of the effective methods for instilling values of cleanliness and raising public awareness about the importance of caring for the environment. This article highlights the importance of socialization in efforts to build public awareness towards a waste-free environment. Through both direct and indirect socialization activities, it is expected that the community will understand the negative impacts of waste on the environment and be motivated to adopt a clean and healthy lifestyle. PENDAHULUAN Dikelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangka Hulu merupakan tempat KKN AeT Periode 3 Kelompok 13 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dehasen Bengkulu. Permasalahan sampah saat ini masih menjadi salah satu isu lingkungan utama yang terjadi hampir di seluruh wilayah, termasuk di Kelurahan Pematang Gubernur. Kecamatan Muara Bangka Hulu. Berdasarkan hasil observasi awal di wilayah tersebut, ditemukan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama terkait pembuangan sampah pada tempatnya. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan, jalan lingkungan, dan lahan kosong menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran, wabah penyakit, dan masalah sosial lainnya. Beberapa program pengabdian kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan sebelumnya telah banyak dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Pelaksanaan edukasi lingkungan melalui media sosialisasi berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Selain itu, kegiatan penyediaan sarana tempat sampah terpilah dan pelatihan pengolahan sampah organik juga terbukti mampu menurunkan volume sampah domestik yang dibuang ke lingkungan terbuka. Meskipun berbagai metode sosialisasi dan program pengelolaan sampah telah dilakukan, masih terdapat keterbatasan dalam penerapan strategi edukasi berkelanjutan yang melibatkan peran aktif masyarakat secara langsung di lingkungan mereka Belum banyak kegiatan yang memadukan antara pendekatan edukatif dengan pemberian fasilitas sederhana, seperti tempat sampah terpilah, serta pembuatan media edukasi visual berupa spanduk dan poster yang dapat terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan bebas sampah, sekaligus menyediakan sarana pendukung berupa tempat sampah organik dan non-organik di titik-titik strategis Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 359 Ae 362 | 359 lingkungan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga serta mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan di wilayah tersebut. METODE Kegiatan ini secara keseluruhan terdiri dari 4 tahap, yakni tahap observasi, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan meliputi perumusan masalah bersama aparat Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangka Hulu dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup. Adapun tujuan umum kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan hidup serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan. Selain itu, terdapat pula tujuan khusus, yaitu menyediakan pemahaman mendalam tentang isu-isu lingkungan hidup yang dihadapi saat ini, menginspirasi individu untuk mengubah perilaku sehari-hari menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, serta membangun jaringan komunitas yang peduli terhadap lingkungan guna mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Sasaran peserta kegiatan meliputi masyarakat umum lintas usia, latar belakang, dan profesi, organisasi non-pemerintah, institusi pendidikan, serta pemerintah daerah. Sebelum pelaksanaan kegiatan sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat, tim KKN-T Kelompok 13 terlebih dahulu melakukan survei lokasi yang berkaitan dengan program kerja yang direncanakan. Dari hasil survei yang dilakukan, diperoleh temuan bahwa permasalahan yang sering muncul di wilayah Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangka Hulu adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan dan pembuangan sampah rumah tangga. Kondisi ini terlihat dari masih banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di lingkungan sekitar, yang berpotensi mencemari lingkungan, mengganggu kenyamanan warga, serta menjadi sumber penyakit. Berdasarkan hasil tersebut, maka kegiatan sosialisasi ini dipandang penting untuk dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara onsite,bertempat di kelurahan Pematang Gubernur. Kecamatan Bangka Hulu. Jadwal kegiatan ini dilaksanakan sebagai berikut : Tabel 1. Jadwal Kegiatan Pengabdian Masyarakat di RT. Tanggal Aktivitas Tempat 11 Juni 2025 Penyusunan Program kerja Posko KKN 15 Juni 2025 Sosialisasi Rumah Pak RT 16 Juni 2025 Pelaksanaan Program Kerja Dilingkungan RT 34 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Sebelum pelaksanaan kegiatan sosialisasi, dilakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan yang relevan dengan program kerja. Hasil survei menunjukkan bahwa masalah utama di Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangka Hulu adalah rendahnya tanggung jawab masyarakat terhadap sampah. Masyarakat cenderung membuang sampah sembarangan, seperti di pinggir jalan dan sekitar area perumahan. Permasalahan sampah ini merupakan tantangan besar yang membutuhkan pendekatan terpadu dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta partisipasi aktif dalam upaya pengurangan sampah menjadi sangat penting. Edukasi lingkungan melalui sekolah dan komunitas dapat membantu mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat terkait sampah. Pemerintah berperan penting dalam pengaturan dan pengelolaan sampah melalui kebijakan yang efektif serta penegakan hukum yang tegas. Langkah strategis yang diperlukan antara lain larangan penggunaan plastik sekali pakai, pemberian insentif untuk kegiatan daur ulang, serta pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang memadai. Pelaksanaan terhadap lingkungan hidup melibatkan serangkaian langkah yang dirancang untuk mengedukasi, memotivasi, dan menginspirasi masyarakat untuk peduli dan bertindak secara positif terhadap lingkungan. 360 | Risa Harlina. Rico Hasudungan Nainggolan. Fheroansyah Ade Pranata. Ayu Fadila. Julia Mita Kuljanah. Sri Handayani. Neri Susanti. Liza Yulianti. Sosialisasi Membangun Kesadaran MasyarakatA Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Tentang Pengolahan Sampah RT. 34 RW. 04 Pematang Gubernur. Gambar 2 kegiatan FGD Pembahasan Program Kerja Mengenai Sampah di Masjid Al-Gaffari Gambar 3. kegiatan Gotong Royong Bersama warga RW 04 Penyelesaian Masalah Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar serta kebiasaan membuang sampah sembarangan. Penyelesaian dilakukan melalui pendekatan berikut: Peningkatan Pengetahuan melalui Edukasi Berkelanjutan: Memberikan informasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari melalui berbagai media dan kegiatan langsung. Mendorong Peran Aktif Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan, sehingga tercipta rasa memiliki terhadap kebersihan lingkungannya. Penguatan Regulasi dan Dukungan Pemerintah Lokal: Menyampaikan hasil temuan kepada pihak kelurahan dan dinas terkait untuk tindak lanjut berupa penyediaan tempat sampah terpilah dan peningkatan pengawasan. Pembentukan Kader Lingkungan: Mengajak tokoh masyarakat dan pemuda sebagai duta kebersihan yang berperan aktif dalam mengedukasi dan memantau perilaku masyarakat terhadap sampah. Evaluasi dan Monitoring: Melakukan peninjauan berkala pasca sosialisasi untuk melihat dampak dan efektivitas kegiatan serta menentukan langkah tindak lanjut. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan sosialisasi tentang sampah merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung kepada warga, masyarakat mulai memahami dampak buruk Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 359 Ae 362 | 361 dari sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya peran individu dalam pengelolaan Sosialisasi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku, khususnya dalam hal membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenisnya, dan mendukung prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, maka upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara berkelanjutan. Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Lanjutkan Sosialisasi Secara Berkala: Edukasi tentang sampah harus dilakukan secara rutin dan tidak hanya sekali, agar pesan yang disampaikan dapat terus diingat dan diterapkan oleh masyarakat. Gunakan Media yang Variatif dan Menarik: Gunakan spanduk, poster, video, dan media sosial untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, terutama generasi muda. Libatkan Semua Elemen Masyarakat: Kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, sekolah, dan komunitas lokal sangat penting untuk memperkuat pengaruh sosialisasi. Berikan Contoh Nyata dan Aksi Langsung: Sosialisasi sebaiknya disertai dengan kegiatan praktik seperti kerja bakti, pemilahan sampah, atau lomba kebersihan lingkungan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan. Tindak Lanjut dan Monitoring: Setelah sosialisasi, perlu dilakukan evaluasi dan pendampingan untuk memastikan bahwa masyarakat benar-benar menerapkan apa yang telah disosialisasikan. UCAPAN TERIMA KASIH Kami menyadari bahwa tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan ini tidak akan dapat berjalan dengan sukses. Semoga upaya kecil ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan meningkatkan kepedulian masyarakat RT. 34 RW. 04 Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangka Hulu terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. DAFTAR PUSTAKA