Al-Madrasah: JurnalIlmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. 1, 2026 DOI 10. 35931/am. P-ISSN: 2620-5807. E-ISSN: 2620-7184 HUBUNGAN TEACHER LEADERSHIP TRAINING TERHADAP PERILAKU INOVATIF GURU PENGGERAK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN KURANJI Yulia Universitas Adzkia yuliarudianto0@gmail. Ismira Universitas Adzkia ismira@adzkia. Alfroki Martha m@adzkia. Abstrak Kepemimpinan guru . eacher leadershi. merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama melalui penguatan perilaku inovatif guru dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher leadership training terhadap perilaku inovatif guru penggerak dalam implementasi kurikulum merdeka di Kecamatan Kuranji. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Sebanyak 44 guru pengerak di kecamatan Kuranji dipilih sebagai responden melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan korelasi SpearmanAos rho karena hasil uji menunjukkan data tidak berdistribusi Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru, dengan nilai koefisien korelasi 0,725 serta signifikansi 0,000 . < 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemimpinan yang dimiliki seorang guru, maka semakin tinggi pula tingkat perilaku inovatif yang ditunjukkan, baik dalam penciptaan maupun penerapan ide-ide baru dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan teacher leadership sebagai strategi untuk menumbuhkan inovasi guru. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan peran signifikan kepemimpinan guru dalam membangun budaya inovasi di sekolah. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas kepemimpinan guru perlu menjadi prioritas dalam peningkatan profesionalisme guna menunjang keberhasilan pembelajaran pada era transformasi pendidikan. Kata Kunci: Teacher Leadership. Perilaku Inovatif. SpearmanAos rho Abstract Teacher leadership is an important aspect in improving the quality of education, especially through strengthening teachers' innovative behavior in learning activities. This study aims to analyze the relationship between teacher leadership and innovative behavior of elementary school teachers. The approach used is quantitative with a correlational method. A total of 44 teachers in Kuranji sub-district were selected as respondents through simple random sampling techniques. The research instrument was in the form of a Likert scale questionnaire, while the data analysis technique used Spearman's rho correlation because the test results showed that the data was not normally distributed. The results of the study revealed a significant positive relationship between teacher leadership and innovative teacher behavior, with a correlation coefficient value of 0. 725 and a significance of 0. < 0. These findings show that the higher the leadership a teacher has, the higher the level of innovative behavior shown, both in the creation and application of new ideas in learning. This research emphasizes the urgency of strengthening teacher leadership as a strategy to foster teacher innovation. These results are in line with previous research that Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji emphasized the significant role of teacher leadership in building a culture of innovation in schools. Therefore, the development of teacher leadership capacity needs to be a priority in increasing professionalism to support the success of learning in the era of educational transformation. Keywords: Teacher Leadership. Innovative Behavior. Spearman's rho A Author. 2026 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia tidak akan terlepas dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatur sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Indonesia terus melakukan pembenahan ditandai dengan kurikulum yang terus diperbaharui dan berganti. Kurikulum merupakan bagian penting dalam pendidikan. 1 Sejak Indonesia merdeka selama 78 tahun, kurikulum yang digunakan sampai saat ini sudah berganti sebanyak 11 kali yakni kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, dan kurikulum merdeka 2022. Perubahan kurikulum yang terjadi merupakan bagian yang tidak terelakkan karena perubahan sistem politik, ekonomi, sosial budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika melihat kondisi perkembangan kurikum di Indonesia, kurikulum yang berlaku selalu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang berkuasa pada saat ini, namun pada hakikatnya kurikukum memiliki sifat dinamis yang berubah sesuai dengan tuntutan keadaan termasuk keadaan politik. Dalam analisis perbandingan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka ada yang berpandangan bahwa Kurikulum Merdeka lebih baik dibandingkan Kurikulum 2013, namun ada pula yang berpandangan sebaliknya. Implementasi Kurikulum Merdeka pada tingkat sekolah dasar sudah dilaksanakan dengan cukup baik dan akan diimplementasikan secara keseluruhan pada tahun 2024. 3 Karyono dalam hasil penelitian menunjukkan bahwa: . implementasi kurikulum merdeka mendapatkan persepsi positif bagi guru di sekolah dasar. penerapan kurikulum akan terlihat dari pengimplementasian di kelas. desain kelas bisa dilakukan guru dalam pengimplementasian kurikulum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. pembentukan p5 yang belum spesifik dalam pelaksanaan bimteknya. masih terdapat guru yang Ana Nurhasanah et al. Analisis Kurikulum 2013. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 7 . Gusti Ngurah Santika et al. AuAnalisis Perubahan Kurikulum Ditinjau Dari Kurikulum Sebagai Suatu Ide,Ay Jurnal Education and development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan 10, no. Angga et al. AuImplementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila,Ay Jurnal Elementaria Edukasia 6, no. https://doi. org/10. 31949/jee. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji belum mengimplementasikan kurikulum merdeka. kemampuan it tidak dimiliki semua guru. akses internet yang belum stabil. Kurikulum merdeka ini merupakan kurikulum yang sesuai dengan abad 21, abad yang lebih menekankan pada kualitas sumber daya manusia yang bisa menguasai science dan 4 Namun dalam implementasinya kurikulum merdeka masih terkendala karena masih rendahnya kualitas guru. Hal ini menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia yang masih belum sesuai dengan harapan. Meskipun telah dilakukan perubahan dalam hal kurikulum, bahan ajar, metode, dan teknik pembelajaran namun perubahan tersebut belum efektif dalam menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan Abad 21. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Guru Penggerak berperan sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong inovasi dan menginspirasi kolega di lingkungan sekolah. Guru Penggerak dituntut tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik yang unggul tetapi juga dituntut memiliki kemampuan leadership yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan menuju pembelajaran yang berkualitas. 6 Teacher leadership menjadi elemen krusial dalam mendukung peran Guru Penggerak ini. Menurut Katzenmeyer dan Moller, teacher leadership adalah kemampuan guru untuk memengaruhi rekan kerja, siswa, dan komunitas sekolah dalam menciptakan perubahan positif untuk meningkatkan mutu pendidikan. 7 Teacher leadership mencakup kemampuan untuk menjadi pemimpin dalam pembelajaran, berkolaborasi dengan kolega, serta berkontribusi dalam pengambilan keputusan sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Harris dan Muijs yang menyatakan bahwa teacher leadership dapat menciptakan budaya kolaborasi yang mendukung inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. Selain itu, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka juga sangat bergantung pada perilaku inovasi guru. Perilaku inovasi meliputi kemampuan guru untuk mengenali peluang, mengembangkan ide-ide baru, dan menerapkan solusi kreatif dalam. Guru yang inovatif mampu menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan siswa. Hal ini sangat penting dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berorientasi pada siswa. SyafaAoatul Khusna and Ismiatul Khasanah. Kurikulum Merdeka Belajar Melalui Pembelajaran Abad 21 Untuk Meningkatkan Kompetensi 4c Siswa Madrasah Ibtidaiyah. Prosiding SEMAI: Seminar Nasional PGMI, 2023. Etistika Yuni Wijaya and Dwi Agus Sudjimat. AuTransformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Era Global,Ay Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 1 . Nurainun Habibi. AuUrgensi Guru Penggerak Dalam Kurikulum Merdeka,Ay komprehensif 2, no. Tanti Hana Rahmawati and Dwi Esti Andriani. Praktik Kepemimpinan Guru Lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan, 14, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru penggerak bersama dengan Pengawas Sekolah di Kecamatan Kuranji, terdapat tantangan dalam memaksimalkan peran teacher leadership dalam mendukung perilaku inovasi Guru Penggerak. Serta Study lapangan dengan kepala sekolah kecamatan kuranji Beberapa faktor, seperti keterbatasan kolaborasi, rendahnya dukungan sumber daya, dan kurangnya pelatihan, dapat memengaruhi efektivitas hubungan Oleh karena itu, penting untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara teacher leadership dan perilaku inovasi Guru Penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Kecamatan Kuranji. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dengan analisis statistik yang sesuai dan tepat, sehingga penelitian yang dicapai sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Penelitian korelasional adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara dua atau lebih variabel tanpa mengubah atau memengaruhi variabel tersebut. 9 Penelitian korelasional disebut dengan associational research, karena fokusnya pada keterkaitan antara variabel yang diteliti. Penelitian korelasional adalah jenis penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, serta mengukur kekuatan dan arah hubungan tersebut. Penelitian korelasi berfokus pada mengukur derajat hubungan atau keterkaitan antara variabelvariabel yang ada. Penelitian ini dapat memperoleh informasi mengenai taraf hubungan yang terjadi, bukan mengenai ada-tidaknya efek variabel satu terhadap variabel yang lain. Subjek penelitian merupakan sumber data yang diminta informasinya sesuai dengan masalah penelitian. 11 Adapun subjek penelitian ini adalah guru penggerak. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Sekolah Dasar di kecamatan Kuranji berjumlah 48 sekolah. Pada penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh guru penggerak kecamatan kuranji. Populasi adalah sesuatu yang esensial dan perlu diperhatikan untuk menyimpulkan suatu hasil yang dapat dipercaya untuk daerah atau objek penelitian. Guru penggerak yang sudah lulus berada di Angkatan 4, 7, 8, dan 9. Untuk Angkatan 11 berjumlah 44 Rusdy A Siroj. Analisis Standar Pemilihan Instrumen Pengumpulan Data Kuantitatif, 2, no. Marinu Waruwu et al. AuMetode Penelitian Kuantitatif: Konsep. Jenis. Tahapan dan Kelebihan,Ay Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan 10, no. , https://doi. org/10. 29303/jipp. Novia Nurhayati et al. AuCorrelational Research (Penelitian Korelasiona. ,Ay Jurnal Cendekia Ilmiah 4, no. Fadila Ramadona Wijaya et al. Sumber Data. Subjek Penelitian, dan Isu Terkait, n. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji orang guru yang telah lulus dan mendapatkan sertifikat guru penggerak maka populasi penelitian adalah 44 orang guru penggerak sekecamatan kuranji. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportional random Proportional random sampling merupakan pengembangan dari stratified random sampling, di mana jumlah sample pada masing-masing strata sebanding dengan jumlah anggota populasi pada masing-masing stratum populasi. 12 Alasan peneliti menggunakan Proportional random sampling yaitu untuk memudahkan peneliti menentukan berapa jumlah sampel guru Dalam menentukan siapa yang akan menjadi sampel penelitian untuk masing-masing kelompok peneliti menggunakan simple random sampling. Menurut Yusuf, . teknik simple random sampling yaitu cara pengambilan sampel dengan tidak mengembalikan responden terpilih kepada kelompok populasi. Sampel dipilih dengan cara undian, peneliti mengundi siapa yang akan menjadi sampel pada setiap kelasnya Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah rangkaian pertanyaan yang berhubungan dengan topik tertentu yang diberikan kepada sekelompok individu dengan maksud untuk memperoleh data. 13 Peneliti akan menggunakan jenis kuesioner tertutup, yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya, dan responden hanya memilih jawaban yang telah disediakan dengan daftar periksa . Alasan peneliti menggunakan kuesioner tertutup, yaitu: . Kuesioner tertutup memudahkan responden dalam memberikan jawaban. Kuesioner tertutup lebih praktis. Keterbatasan biaya dan waktu Kuesioner pada penelitian ini disusun dengan menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap individu dalam demensi yang sama dan individu menetapkan dirinya kearah satu kontinuitas dari butir soal. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang valid sesuai dengan yang dibutuhkan dari responden atau subjek penelitian. 15 Responden dari kousioner yang akan dibuat oleh peneliti adalah guru pengerak di kecamatan Kuranji. Hasil dari kuesioner ini digunakan untuk mengetahui pengaruh teacher leadership terhadap perilaku inovatif dalam implementasi kurikulum merdeka. Lisa Seprina Sembiring and Ayu Nisa Lestari. AuPengaruh Metode Pembelajaran Yang Efektif Di Dalam Menyelesaikan Suatu Permasalahan Menggunakan Uji Persyaratan Parametrik,Ay JURNAL INTELEK INSAN CENDIKIA 2, no. Aulia Fikriarini Muchlis. Metode Penelitian Survei-Kuesioner untuk Kesesakan dan Privasi pada Hunian Asrama, n. Mawardi. AuRambu-rambu Penyusunan Skala Sikap Model Likert untuk Mengukur Sikap Siswa,Ay Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 9, no. Isti Pujihastuti. Prinsip Penulisan Kuesioner Penelitian, 2, no. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Pengembangan Instrumen Pengembangan instrumen adalah proses sistematis dalam merancang alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, yang harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengukur fenomena, baik dalam bentuk kuesioner, tes, atau pedoman wawancara, yang harus dikembangkan dengan baik agar memperoleh hasil yang objektif. Berdasarkan paparan atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen adalah proses penyusunan alat ukur yang bertujuan untuk memperoleh data yang valid, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam suatu penelitian atau evaluasi. Langkah-langkah untuk menganalisis instrumen penelitian adalah sebagai berikut : Uji Keterbacaan Uji Keterbacaan dilakukan oleh 3 orang guru pengerak dari kecamatan Pauh. Responden tersebut memberikan masukan terkait konten, penulisan, penggunaan metode dan teknik serta tata bahasa. Tabel 1. Tanggapan Responden uji keterbacaan Nama Responden Responden 1 Responden 2 Responden 3 Tanggapan Keterangan Angket mudah dipahami, bahasa jelas, dan setiap pernyataan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Informasi yang disampaikan dalam angket jelas, kalimat singkat, dan sesuai dengan tujuan penelitian. Petunjuk pernyataan jelas, mudah dimengerti, dan relevan dengan topik penelitian. Layak digunakan dalam penelitian tanpa revisi besar. Dapat digunakan pengumpulan data. Siap Uji Validitas Instrumen Uji validasi yang digunakan adalah uji validasi konten/ isi serta validasi bahasa dengan menggunakan berapa pendapat para ahli. Konsultasi dengan ahli ini dilakukan setelah peneliti menyelesaikan instrumen kontruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur berdasarkan landasan teori tertentu. Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun. Para ahli akan memberikan keputusan, instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, dan mungkin dirombak total. Keputusan para ahli dapat dilihat pada tabel berikut : Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Table 2. Hasil uji Validatasi instrumen kuesioner /angkat Nama Ahli Dr. Adriantoni. Pekerjaan Masukan Dosen Angket Universitas peneliti sudah sesuai indikator Adzikia Drs. Muhammadi. Si,PhD Dosen Instrumen Universitas digunakan untuk penelitian dari Negeri Padang segi bahasa Berdasarkan penjabaran di atas penelitian meminta validitas angket/ kuesioner kepada 2 orang dosen. Hal ini untuk melihat kesesuaian angket dengan kompetensi dan indikator serta bahasa yang digunakan. Kedua ahli diatas menyatakan bahwa angket/ kuesioner layak digunakan untuk penelitian dengan nilai uji validitas isi adalah 96,87 dan nilai uji validasi bahasa adalah 92,85 Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan suatu cara yang digunakan dalam mengelola data-data yang telah didapatkan peneliti dalam penelitian, data-data tersebut merupakan bahan mentah yang harus diolah sesuiai dengan tujuan yang telah dirumuskan, sehingga data-data yang sudah diolah tersebut nantinya dapat berdaya dan berhasil guna sebagai mana yang diharapkan. Data-data dalam penelitian ini yang didapat adalah data bersifat kuantitatif, berbentuk angka-angka. Kemudian, angka-angka tersebut memerlukan pengelolaan lebih lanjut untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data yang digunakan adalah, sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu distribusi data. Dalam penelitian ini digunakan uji normalitas dengan uji Liliefors. Berdasarkan pada sampel ini akan diuji hipotesis nol . sebagai tandingan hipotesis . Uji Korelasi Untuk menganalisi data-data yang telah terkumpul tersebut peneliti menggunakan rumus korelasi product moment untuk mencari hubungan Teacher Leadership Training terhadap perilaku inovatif guru penggerak dalam implementasi kurikulum merdeka di kecamatan kuranji. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher leadership training terhadap perilaku inovatif guru penggerak terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di Kecamatan Kuranji. Mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan data primer berupa data kuantitatif sebagai hasil pengolahan kuesioner kepemimpinan guru dan perilaku kerja. Studi pendahuluan diperoleh melalui wawancara secara langsung dengan pengawas sekolah sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu peneliti melakukan wawancara langsung kepada 1 orang guru penggerak dikecamatan kuranji. Hasil wawancara digunakan untuk memperkuat latar belakang diperlukannya penelitian hubungan teacher leadership terhadap perilaku inovatif guru penggerak terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di Kecamatan Kuranji. Data primer tentang hubungan teacher leadership terhadap perilaku inovatif guru penggerak terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka diKecamatan Kuranji dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner skala likert. Kuesioner dibagikan kepada responden dalam bentuk link google form dan diisi oleh guru pengerak sebanyak 44 orang Hasil analisis data penelitian terdiri atas uji prasyarat dan uji hipotesis. Adapun uji prasyarat dilakukan untuk menentukan teknik pengujian hipotesis yang akan diuji. Uji prasyarat penelitian ini meliputi: Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji ini dilakukan menggunakan Kolmogorov AeSmirnov pada taraf signifikansi 5% dengan bantuan SPSS versi 23. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Differences Mean Std. Deviation Extreme Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Berdasarkan uji normalitas di atas, nilai signifikasi kedua variabel kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, pengujian hipotesis menggunakan uji Nonparametrik. Uji Korelasi Uji korelasi ini menggunakan rumus Korelasi Rank Spearman (SpearmanAos Rank Correlation Coefficien. biasanya digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang berbentuk ordinal atau data yang diubah ke dalam bentuk peringkat . rs = 1 Oe n . 2Oe. 6Ocdi2 Keterangan: rs = koefisien korelasi Spearman di = selisih antara peringkat . tiap pasangan data ( R_. )(RxiOeRy. n = jumlah pasangan data Ocdi2\sum d_i^2Ocdi2 = jumlah kuadrat selisih peringkat Correlations Spearman's rho Correlation Coefficient 1. Sig. -taile. Correlation Coefficient . Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (A) sebesar 0,774, yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru Nilai p sebesar 0,000 . < 0,. menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik. Pengujian korelasi dalam penelitian ini menggunakan uji SpearmanAos rho. Pemilihan metode ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data penelitian tidak berdistribusi normal, sehingga analisis parametrik seperti Pearson Product Moment tidak dapat digunakan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono yang menyatakan bahwa apabila data tidak berdistribusi normal, maka analisis hubungan antar variabel sebaiknya menggunakan teknik nonparametrik seperti SpearmanAos Kedua, instrumen penelitian ini menggunakan skala Likert yang pada dasarnya bersifat ordinal, sehingga lebih tepat dianalisis dengan uji korelasi nonparametrik. SpearmanAos rho Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji sangat sesuai untuk data ordinal maupun data interval/rasio yang tidak memenuhi asumsi Pembahasan Berdasarkan 44 responden, terlihat bahwa nilai Teacher Leadership dan Perilaku Inovatif guru memiliki pola yang hampir sejalan. Artinya, ketika skor teacher leadership tinggi, skor perilaku inovatif juga cenderung tinggi. Begitu pula sebaliknya, ketika skor teacher leadership rendah, perilaku inovatif juga menurun. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara kedua variabel. Beberapa responden memperoleh skor maksimal 100 pada kedua variabel. Hal ini menunjukkan bahwa guru tersebut memiliki kemampuan kepemimpinan yang sangat baik menjadi teladan, berpengaruh, serta aktif dalam sekolah dan sekaligus menunjukkan perilaku inovatif yang tinggi seperti mampu menciptakan, mengembangkan, dan menerapkan ide baru dalam pembelajaran. Namun juga terdapat respon yang memiliki teacher leadership rendah dan perilaku inovatifnya juga rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun kepemimpinan guru sudah kuat, perilaku inovatif belum sepenuhnya optimal. Faktor lain seperti dukungan lingkungan, fasilitas, budaya sekolah, atau motivasi pribadi bisa memengaruhi. Secara keseluruhan, tabel memperlihatkan bahwa terdapat korelasi positif antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru. Skor kedua variabel cenderung meningkat atau menurun secara bersamaan. Berikut grafik hubungan teacher leadership dengan perilaku inovatif guru: Perbandingan Teacher Leadership dengan Perilaku Inovatif 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 33 35 37 39 41 43 Teacher Leadership Perilaku Inovatif Grafik 1. Hubungan Teacher Leadership Dengan Perilaku Inovatif Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Dalam penelitiannya, pengaruh teacher leadership terhadap perilaku inovatif berada pada kategori sedang atau moderat, sedangkan dimensi perilaku inovatifnya tergolong kuat atau tinggi. Hal ini mendukung temuan pada penelitian ini, di mana dari 44 responden terlihat bahwa guru dengan skor teacher leadership tinggi umumnya juga memiliki perilaku inovatif yang tinggi, bahkan beberapa guru mencapai skor maksimal pada kedua variabel. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa guru yang mampu menjadi teladan, berpengaruh, dan aktif dalam sekolah juga cenderung lebih inovatif dalam menciptakan, mengembangkan, serta menerapkan ide-ide baru dalam pembelajaran. Sebaliknya, guru dengan skor leadership rendah cenderung menunjukkan perilaku inovatif yang juga rendah. Dengan demikian, baik penelitian ini maupun penelitian Fatimah sama-sama mengindikasikan adanya hubungan positif yang konsisten antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru. Hubungan Teacher Leadership dengan Perilaku Inovatif Data variabel hubungan teacher leardership training dengan perilaku inovatif guru penggerak terhadap implementasi kurikulum merdeka menggunakan kuesioner yang terdiri dari 38 pernyataan yang diberikan kepada 44 orang guru penggerak sebagai sampel penelitian. Variabel penelitian ini terdiri dari 2 variabel yaitu teacher leadership meliputi: . keterampilan berkomunikasi, . keterampilan mengajar, . keterampilan relasi insani, . objektivitas, . ketegasan dalam mengambil keputusan, . Penguasaan teknis, . kecakapan manajerial. Variabel kedua adalah perilaku inovatif meliputi: . melihat kesempatan, . mengeluarkan ide, . implementasi, . Kedua variabel tersebut dianalisis untuk melihat hubungan antara teacher leadership training dengan perilaku inovatif guru penggerak dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Teacher Leadership Training Variabel teacher leadership training memiliki indikator keterampilan berkomunikasi, keterampilan mengajar, keterampilan relasi insani, objektivitas, ketegasan dalam mengambil keputusan. Penguasaan teknis, kecakapan manajerial. 16 Item pernyataan aspek teacher leadership training terdiri dari 23 pernyataan yang terdiri dari 4 butir pernyataan indikator keterampilan berkomunikasi, 4 butir keterampilan mengajar, 3 butir keterampilan relasi insan, 3 butir indikator objektivitas, 2 butir ketegasan dalam mengambil keputusan, 4 butir penguasaan teknis, 3 butir kecakapan majerial. Rata-rata skor indikator keterampilan berkomunikasi adalah 92, indikator keterampilan mengajar 94, indikator keterampilan relasi insani 93, indikator objektivitas 92, indikator Nur Ismiati and Zaenal Mustakim. AuPengaruh Kepemimpinan Guru Dan Keterampilan Menajemen Kelas Terhadap Perilaku Belajar Siswa Di Sdi Islam 01 Ymi Wonopringgo,Ay Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, n. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji ketegasan dalam mengambil keputusan 92, indikator penguasaan teknis 91 dan indikator kecakapan majerial 92. Berikut hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk grafik: Grafik 2. Rata-Rata Skor Indikator Keterampilan Berkomunikasi Berdasarkan grafik rekapitulasi teacher leadership training, dapat diketahui bahwa seluruh indikator memperoleh skor rata-rata yang tinggi, yaitu berada pada rentang 91Ae94. Indikator dengan skor tertinggi adalah keterampilan mengajar dengan nilai rata-rata 94, yang mengindikasikan bahwa guru penggerak telah memiliki kompetensi pedagogis yang sangat baik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Indikator keterampilan relasi insani berada pada posisi berikutnya dengan skor rata-rata 93, yang menunjukkan bahwa guru penggerak memiliki kemampuan membangun hubungan interpersonal yang positif, harmonis, dan produktif. Selanjutnya, indikator keterampilan berkomunikasi, objektivitas, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kecakapan manajerial masing-masing memperoleh skor rata-rata 92, yang mencerminkan konsistensi kemampuan guru penggerak dalam mengelola kepemimpinan secara efektif. Sementara itu, indikator dengan skor rata-rata terendah adalah penguasaan teknis sebesar 91. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa kemampuan teacher leadership training guru penggerak berada pada kategori tinggi, dengan keunggulan utama pada aspek keterampilan mengajar, sementara aspek penguasaan teknis masih memiliki ruang untuk Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Perilaku Inovatif Perilaku inovatif memiliki indikator melihat kesempatan, mengeluarkan ide, implementasi, aplikasi. Variabel perilaku inovatif terdiri dari 15 pernyataan yang terdiri dari 4 butir pernyataan indikator melihat kesempatan, 3 butir indikator mengeluarkan ide, 3 butir indikator implementasi, 5 butir indikator aplikasi. Grafik 3. Rekapitulasi Perilaku Inovatif Berdasarkan grafik rekapitulasi perilaku inovatif, dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator menunjukkan skor rata-rata yang tinggi dan relatif merata, yaitu berada pada rentang 90Ae92. Indikator implementasi memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 92, yang mengindikasikan bahwa guru penggerak memiliki kemampuan lebih dominan dalam mengimplementasikan ide-ide yang dimilikinya. Sementara itu, indikator melihat kesempatan, mengeluarkan ide, dan aplikasi masing-masing memperoleh skor rata-rata 90, yang menunjukkan bahwa kemampuan guru penggerak dalam mengidentifikasi peluang, menghasilkan gagasan baru, serta mengaplikasikannya berada pada kategori baik dan Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku inovatif guru penggerak telah berkembang dengan baik, dengan kekuatan utama terletak pada aspek implementasi ide. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 44 responden guru sekolah dasar, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara teacher Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. No. Januari - Maret 2026 Yulia. Ismira. Alfroki Martha: Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji leadership dengan perilaku inovatif guru. Hasil uji korelasi SpearmanAos rho menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,725 dengan signifikansi 0,000 . < 0,. Temuan ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kepemimpinan guru, maka semakin tinggi pula perilaku inovatif yang dimunculkan, baik dalam bentuk penciptaan, pengembangan, maupun penerapan ide-ide baru dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan teacher leadership merupakan strategi penting dalam menumbuhkan budaya inovasi di kalangan guru. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kepemimpinan guru perlu menjadi prioritas dalam upaya pengembangan profesionalisme pendidik, terutama di era transformasi pendidikan yang menuntut fleksibilitas, kreativitas, dan inovasi berkelanjutan. SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut. Bagi Guru, guru diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dirinya, baik dalam pembelajaran di kelas maupun dalam berkolaborasi dengan sesama rekan kerja. Bagi Peneliti, penelitian ini dapat menjadi masukan untuk refleksi diri dalam upaya mengembangkan kepemimpinan pribadi serta perilaku inovatif secara konsisten. Bagi Peneliti Selanjutnya disarankan agar penelitian berikutnya dapat mengkaji lebih banyak variabel yang berpotensi memengaruhi perilaku inovatif guru, misalnya budaya organisasi sekolah, dukungan kepala sekolah, motivasi intrinsik, atau ketersediaan sarana prasarana. Bagi Pihak Terkait, semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan, khususnya penguatan peran guru, diharapkan dapat memperkaya kajian tentang hubungan antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru dengan menambahkan rujukan dari berbagai sumber, baik buku maupun jurnal ilmiah, sehingga diperoleh gambaran yang lebih mendalam dan aplikatif dalam praktik pendidikan di sekolah. DAFTAR PUSTAKA