Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Analisis Kontrastif Kelas Kata Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia (The Contrastive Analysis of Arabic Word Classes and Indonesia. Wildan a,1. Tri Pujiati a,2, dan Zamzam Nurhuda a,3 Universitas Pamulang. Tangerang Selatan. Indonesia dosen00278@unpam. 2dosen00356@unpam. 3dosen01085@unpam. Article info ABSTRACT Article history: Received: 05-01-2021 Revised : 16-03-2021 Accepted: 11-04-2021 This study aims to describe the word class in Arabic and Indonesian. This study uses contrastive analysis to describe the similarities and differences in word classes between the two languages from March - July 2020. The data collection technique used documentation techniques in Arabic and Indonesian texts. Sources of data come from books and magazines in Arabic and Indonesian. The results showed the use of ism al-Jins, ism als`awt and fi'l al-Madah. This finding is expected to be a morning solution for Arabic learners when learning Arabic. Keywords: Arabic and Indonesian texts contrastive analysis fi'l al-Madah ism al-Jins ism al-s`awt Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis kontrastif sebagai upaya untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan kelas kata di antara kedua bahasa. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juli 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi pada teks bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Sumber data berasal dari buku dan majalah berbahasa Arab dan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan ism al-Jins, ism als`awt dan fiAol al-Madah. Temuan ini diharapkan mampu menjadi solusi pagi pemelajar bahasa Arab. Copyright A 2021 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Bahasa tidak bisa lepas dari fungsinya sebagai pemarkah identitas etnik. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa segala aktivitas masyarakat senantiasa berpaut dengan pemakaian bahasa yang digunakan oleh sebuah masyarakat bahasa Masyarakat bahasa merupakan sekelompok orang yang memiliki bahasa bersama atau yang merasa termasuk dalam kelompok itu (Kridalaksana, 2. Masing-masing bahasa memiliki ciri khusus seperti adanya struktur kalimat yang hanya dimiliki oleh bahasa tersebut sehingga bisa terjadi adanya kesamaan maupun perbedaan dengan bahasa lain. Adanya perbedaan struktur bahasa seringkali menjadi kendala bagi pemelajar bahasa kedua, misalnya dalam pembelajaran bahasa Arab bagi pemelajar bahasa Arab yang berasal dari Indonesia. Studi ini pernah diteliti oleh Marlina . dan Ummi & Mulyaningsih . yang menunjukkan bahwa banyak kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran bahasa Arab akibat adanya perbedaan dalam struktur bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Adanya persamaan dan perbedaan dalam bidang kelas kata yang terdapat pada bahasa Arab dan bahasa Indonesia menarik untuk dikaji sehingga dapat meminimalkan kesalahan dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam kajian Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 linguistik, studi ini dapat ditelusuri melalui pengkajian analisis kontrastif yang bertujuan untuk mencari persamaan atau perbedaan terhadap dua bahasa yang berbeda (Tarigan, 1. Kajian kontrastif bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan atau ketidaksamaan yang kontras . antara dua bahasa atau lebih yang diperbandingkan (Nur, 2. Penelitian tentang kajian analisis kontrastif telah dilakukan oleh peneliti Pada tataran sintaksis Abdurahman . melakukan kajian tentang analisis kontrastif kalimat verbal bahasa Arab dan bahasa Indonesia dan implikasinya pada pengajaran Nahwu. Studi kontrastif dengan meneliti kasus analisis kontrastif secara metodologis pada bahasa Indonesia dan bahasa Arab dilakukan oleh Pribadi . Penelitian tentang analisis kontrastif sebagai upaya untuk mempermudah dalam pembelajaran bahasa juga dilakukan dilakukan oleh Sadiyah . dan Misdawati . Hasil keempat penelitian terdahulu membuktikan bahwa analisis kontrastif dapat dijadikan sebagai upaya untuk mempermudah dalam pembelajaran bahasa. Studi yang dilakukan pada analisis kelas kata pada penelitian ini bisa membantu dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian terkait kontrastif juga dilakukan oleh Hidayah . Kajian ini memfokuskan pada kontrastif dari afiksasi kata kerja masa lampau dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Analisis kontrastif pada tataran kelas kata diteliti oleh Mijianti & Afrizal . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua makna konjugasi terdapat pada verba bahasa Arab. Pada perbandingan struktur kata sifat dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia Kamalia . membuktikan bahwa bahasa Arab dalam penempatan kata sifat dalam sebuah kalimat harus menyesuaikan dalam hal feminim dan maskulinya serta tunggal, tasniyah, maupun jamaknya sedangkan bahasa Indonesia tidak mengenal hal ini. Mirdayanti dkk . melakukan kajian terhadap verba bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan verba dalam bahasa arab selalu berkaitan dengan waktu, jumlah dan gendernya sehingga untuk mengungkapkan waktu, jumlah atau gender yang berbeda dinyatakan secara gramatikal melalui perubahan verba, sedangkan pembentukan verba dalam bahasa Indonesia tidak berkaitan dengan waktu, jumlah, dan gender Melihat berbagai studi terdahulu terkait analisis kontrastif dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, maka penelitian ini berupaya mengisi kerumpangan penelitian terdahulu dengan melakukan analisis kontrastif pada kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penelitian terkait analisis kontrastif pada kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia belum pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya sehingga kajian ini dapat menjadi pelengkap dari penelitian sebelumnya dan bisa memberikan kontribusi untuk melihat keterbaruan dalam kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Urgensi dari kajian ini sebagai upaya untuk melihat persamaan dan perbedaan pada kelas kata kedua bahasa tersebut sehingga memudahkan pemelajar bahasa Arab. METODE Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka pada data kebahasaan. Data kebahasaan adalah konteks kebahasaan yang dapat berwujud wacana atau kalimat atau klausa atau frasa atau kata yang di dalamnya terdapat segi-segi tertentu yang diteliti Subroto . Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian bersifat kualitatif ini menggunakan kartu data. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2020. Teknik Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi pada dokumen berupa teks yang terdapat dalam buku dan majalah dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Penulis mengambil data berupa kelas kata, berupa: kata kerja, kata benda, kata sifat, dan numeralia dari berbagai literatur bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah beberapa buku bahasa Arab yaitu buku karya NiAomah . dan Al Ghulayani . Adapun sumber data bahasa Indonesia diambil dari buku bahasa Indonesia karya Iskak & Yustinah . Ruskhan . Sitorus . Kridalaksana . , dan Alwi . Tidak hanya itu, penulis juga menggunakan sumber lain seperti majalah Alo Indonesia. Majalah Tempo. Kompas. Sumber data tersebut dijadikan sebagai rujukan untuk mendapatkan data karena untuk mendapatkan data yang lengkap sehingga dapat memperkaya informasi terkait kelas kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab. Sebagai upaya untuk melihat persamaan dan perbedaan kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, maka dilakukan analisis terhadap data yang ditemukan dari berbagai literatur bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Adapun tahapan yang dilakukan untuk melakukan analisis data yaitu: . Mengelompokkan data sesuai dengan kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, . Membandingkan kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Mencari persamaan dan perbedaan kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Melakukan perbandingan dengan penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini berfokus pada penggunaan kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Berikut ini pemaparan tentang persamaan dan perbedaan kelas kata tersebut: Persamaan Kelas Kata dalam Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia Penjabaran di bawah ini berisi tentang persamaan yang terdapat pada kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Ism iCNomina Ada beberapa jenis ism dalam bahasa Arab, yaitu: al-mudhakkar, almuAoannath, al-maq. u>r, al-mamdu>d, al-manqu>. , al-jins, al-Aoalm, al. ami>r, al-Aoisha>rah, al-maw. u>l, al-istifha>m, al-maAorifah, al-nakirah, almuna>da>, dan sejenisnya. Sedangkan nomina dalam bahasa Indonesia mencakup segala macam aspek penamaan, bahkan secara spesifik linguis Indonesia mendeskripsikan, dikatakan nomina ketika tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak. Misalnya, tidak kursi, tidak rumah. Dalam tradisi sintaksis bahasa Indonesia kedua contoh tersebut tidak dapat berterima, seharusnya bukan kursi, bukan rumah. Hal itu senanda dengan bahasa Arab yang tidak berterima pada contoh: la> al-kursiyyu Aotidak kursiAo, la> al-baytu Aotidak rumahAo, seharusnya laysa al-kursiyyu Aobukan kursiAo, laysa al-baytu Aobukan rumahAo, karena la> AotidakAo hanya bergabung dengan kelas kata verba. Hal tersebut karena salah satu huruf yang khusus terhubung dengan kata kerja adalah partikel la, baik la nahyi yang bermakna jangan maupun la nafi yang bermakna tidak (Rusdianto, 2. , seperti la tahdur Aujangan datangAy atau la yahdur Autidak datangAy. Berikut ini jenis-jenis kelas kata ism dan/atau nomina yang terdapat persamaan dengan kedua bahasa (Arab dan Indonesi. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Al-Ism al-Nakirah iCNomina Tak Takrif Al-Ism al-nakirah merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan nomina tak takrif termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Memperhatikan dari sisi definisi, keduanya masing-masing merujuk atas suatu benda yang masih bersifat umum. Seperti, seekor serigala iCasad, seekor kerbau iCja>mu>s, rajul iCseorang laki-laki. Nomina tak takrif dalam bahasa Arab ditandai dengan tanwin seperti kitabun yang berarti buku. Nomina tak takrif atau nomina indefinitif dalam bahasa Arab ditandai dengan tanwin seperti kitabun yang berarti buku (Fadilah et , 2. Al-Ism al-MaAorifah iCNomina Takrif iCArtikula Al-Ism al-maAorifah termasuk kelas kata berjenis nomina dalam bahasa Arab, sedangkan nomina definitif atau nomina takrif termasuk kelas kata berjenis nomina dalam bahasa Indonesia. Dilihat dari sisi definisi, keduanya masingmasing merujuk pada satu nama orang dan/atau benda yang sudah jelas Seperti: Ahmad. Buku. Sekolah. Beberapa jenis artikula di atas mendeskripsikan secara cermat mengenai penanda-penanda artikula, yaitu: si, sang, sri, para, kaum, umat. Sementara itu, dalam bahasa Arab dikenal pula dengan ism al-maAorifah yang penandanya ditandai dengan kehadiran alif dan la>m pada nomina. Misalnya: bayt Aorumah . asih bersifat umu. Ao setelah dilekatkan pemarkah ism al-maAorifah menjadi al-bayt Aorumah . udah jelas rumah yang dituj. Ao. Hal tersebut sebagaimana menurut Hadi . yang mengungkapkan bahwa ism al-maAorifah berpadanan dengan nomina definit. Nomina definit sama dengan nomina definitif atau bentuk nomina yang sudah pasti atau bermakna Juga sebagaimana yang diungkapkan Hidayataullah . bahwa nomina tak takrif . sm al-nakira. ditakrifkan dengan partikel Aualif dan lamAy dan tanwinnya dihilangkan seperti kata rajulun bermakna laki-laki menjadi al-rajulu bermakna seorang laki-laki. Al-Ism al-Mufrad iCNomina Dasar Al-Ism al-mufrad merupakan kelas kata berjenis ism dalam bahasa Arab, sedangkan nomina dasar termasuk kelas kata berjenis nomina dalam bahasa Indonesia pula. Memperhatikan kata al-mufrad dan dasar yang keduanya samasama mengandung arti tunggal. bukan dua, tiga, atau lebih karena dalam bahasa Indonesia tidak mengenal dualitas dan jamak dalam bahasa Indonesia terhitung lebih dari satu. Artinya, tampak persamaan keduanya yang mengandung makna nomina yang merujuk arti tunggal. Misalnya, al-haqi>bah AotasAo, al-fa. l AokelasAo, al-kita>b AobukuAo, al-maha>dir AodosenAo, al-sabbu>rah Aopapan tulisAo, masjidun AomasjidAo, dan sejenisnya. Hal tersebut sebagaimana diungkapan oleh Zuhriyah dkk . yang menyatakan bahwa dalam nomina ada yang disebut dengan dasar dan proses. Proses merupakan pemerkaan dari dasar yang bisa menjadi berubah ke dalam beberapa bentuk. Proses tersebut salah satunya bisa berubah menjadi mutsanna . atau jamak . Salah satu contoh proses perubahan kata dasar . menjadi dual atau jamak seperti dari kata muAominun menjadi muAominaani dan muAominuuna. Al-Ism al-JamAo iCNomina Turunan Al-Ism al-jamAo merupakan kelas kata berjenis ism dalam bahasa Arab, sedangkan nomina turunan termasuk kelas kata yang berjenis nomina dalam Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 bahasa Indonesia. Memperhatikan dari segi definisi, al-ism al-jamAo adalah ism yang merujuk pada makna banyak yang ditandai oleh waw dan nu>n . alam keadaan rafA. dan ya>Ao dan nu>n . alam keadaan na. b dan ja. , sedangkan nomina turunan adalah merujuk pada suatu proses afiksasi pada leksem dan terjadi proses reduplikasi yang mengakibatkan makna banyak, misalnya: rumahrumah. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kamalia . dan Azzuhri . yang menyatakan bahwa padanan untuk al-ism al-jamAo dalam bahasa Indonesa adalah plural. Kata turunan bentuk plural dalam bahasa Arab terdiri dari tiga Pertama, bentuk jamak mudzakar salim dengan tambahan wau dan nun seperti muslimuun berasal dari kata muslimun. Kedua, bentuk jamak muannas salim dengan tambah alif dan ta seperti muslimaatun dari kata muslimun. Ketiga, bentuk jamak taksir dengan tambahan sesuai dengan bentuk wazan tersendiri. seperti rijaalun dari kata rajulun. Ism al-AoAlm iCNomina Bernyawa dan Nomina tak Bernyawa Ism al-Aoalm merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan nomina bernyawa dan nomina tak bernyawa termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Dari sisi definisi, ism al-Aoalm adalah kata benda yang merujuk atas makna Ism ini ditandai dengan nama-nama kota, orang (Ahmad. Turyono. Tuti. Tukiye. DPR, negara, kabilah/suku bangsa, sungai, laut, dan gunung. Tampak jelas pada beberapa contoh itu mengenai nama orang, kelompok manusia, nama Negara, dan lembaga misalnya. Keseluruhannya mengindikasikan pada nomina bernyawa dan tak bernyawa. Dari sisi definisi, nomina bernyawa dapat disubstitusikan dengan ia atau mereka, sedangkan nomina tak bernyawa tidak dapat. Lebih jauh dilihat, nomina bernyawa terdiri atas: nama diri, nama kerabat, nomina yang menyatakan orang, nama kelompok orang, misalnya: Rio, nenek, kakek, tuan, nyonya. Jepang. Melayu. Sedangkan nomina tak bernyawa terdiri atas: nama lembaga, konsep geografis, waktu, bahasa, misalnya: DPR. Jawa. Sumbawa. Senin, bahasa Arab, bahasa Indonesia. Berdasarkan penjelasan di atas, ism al-Aoalm terdapat persamaan dengan nomina bernyawa dan nomina tak bernyawa. Persamaan itu didasarkan atas contoh yang terdapat pada ism al-Aoalm yang merujuk pada dua bentuk klasifikasi contoh, yaitu: bernyawa . anusia, kelompok manusi. dan tidak bernyawa . ama negara, lembag. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ilyas . bahwa ism al-Aoalm merupakan nomina yang menunjukkan nama orang, nama kota, nama pulau nama negara dan yang lainnya. Dari pernyataan tersebut, sudah jelas ism al-alm terbagi dalam kata benda yang tidak bergerak, berakal, dan tidak berakal. Seperti contoh nama kota Makkah. Ahmad. Jabal Rahmah. Contoh-contoh tersebut juga masuk dalam nomina bernyawa (Ahma. dan tidak bernyawa (Makka. Al-D}ami>r iCPronomina Al-D}ami>r merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan pronomina termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Keduanya sama-sama merujuk pada kata ganti orang . ertama, kedua, atau ketig. Dari sisi definisi, al-. ami>r adalah kata benda mabni> yang menunjuk pada penutur . rang pertam. , lawan bicara . rang kedu. , atau orang yang dibicarakan . rang ketig. Ada tiga macam al-. ami>r yaitu: . al-munfa. il, seperti: anta, anti, antuma>, antum, dan antunna, huwa, hiya, huma>, hum, dan hunna, . al-mutta. il, seperti: darastu . onem tu yang dibubuhi garis bawah Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 merupakan al-. ami>r al-mutta. il, sedangkan kata di belakangnya . yaitu kata kerja, kuntum . ata tum yang dibubuhi garis bawah merupakan al-. ami>r al-mutta. il dengan ka>na. , innahu>, . ata hu> yang dibubuhi garis bawah merupakan al-. ami>r al-mutta. il dengan inna, kita>buna>, . ata na> yang dibubuhi garis bawah merupakan al-. ami>r al-mutta. il dengan kata benda . , dan minka . ata ka yang dibubuhi garis bawah merupakan al-. ami>r al-mutta. il dengan harf jar/preposisi . , dan . al-mustatir, seperti: uktub . ktub merpakan fiAol amr dibaca mabni> yang suku>n, sedangkan fa>Aoilnya ialah . ami>r mustatir yaitu anta AokamuA. Kata anta sebagai . amir mustatir atau kata yang disembunyikan, dan qa>ma . ata qa>ma merupakan al-. ami>r al-mustatir di mana . ami>r yang disembunyikan ialah huwa. Memperhatikan deskripsi di atas, al-. amir al-munfa. il terdapat persamaan dengan pronomina persona . ertama, kedua, dan ketig. Kesamaannya tampak pada beberapa contoh ana, na. nu, anta, anti, antuma>, antum, dan antunna, huwa, hiya, huma>, hum, dan hunna. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kamalia . yang memadankan al-damir dengan pronomina. Pronomina merupakan kata ganti yang berfungsi menggantikan nomina yang sudah disebutkan sebelumnya. Dalam bahasa Arab, pronomina atau ism al-damir terbagi berdasarkan jenis . udzakar dan muAoanna. , berdasarkan jumlah . ufrad, mutsanna dan jama. serta berdasarkan jenis kata ganti orang pertama . , orang kedua . , dan orang ketiga . Baik dalam bentuk muttasil dan munfasil. Seperti huwa . aki-laki satu oran. termasuk contoh ghaib li al-mufrad, antumaa . alian perempuan banya. termasuk contoh mukhtabah li al-mutsanna, dan nahnu . ami kali-laki atau perempua. termasuk contoh mutakallim la al-jamAoi. Ism al-AoIsha>rahiCDemontrativa Ism al-Aoisha>rah termasuk kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan demonstrativa merupakan kelas kata dalam bahasa Indonesia. Keduanya . ism al-Aoisha>rah dan demonstrativ. sama-sama mengandung makna kata tunjuk. Al-Ism al-Aoisha>rah adalah benda yang sudah jelas rujukannya melalui alat penunjuk panca indera tangan atau sejenisnya, baik yang ditunjuk ada di depan, maupun yang ditunjuk tidak ada di depan Demonstrativa adalah kategori yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatu di dalam maupun di luar wacana (Kridalaksana, 2. Melihat dari sisi jenis, demonstrativa dibagi tiga, yaitu: . demonstrativa dasar, seperti: itu dan ini, . demonstrativa turunan seperti: berikut dan sekian, dan . demonstrativa gabungan, seperti: di sini, di situ, di sana, ini itu, di sana-sini. Terdapat kesamaan yang sangat signifikan atas kedua kelas kata bahasa itu, dalam bahasa Arab mengenal ism isha>rah untuk tunggal dan dalam bahasa Indonesia pun mengenal demonstrativa dasar, seperti: ha>dha>, ha>dhihi>, ini,itu. Sementara memperhatikan dari segi jarak, terdapat ism isha>rah untuk dekat dan/atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan demonstrativa ekstratekstual proksimal, seperti: sini, kesini, huna>. Di samping itu, terdapat pula ism isha>rah untuk tunjukan jauh dan/atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan demonstrativa ekstratekstual atau demonstrativa distal, seperti: di sana, sana, huna>ka. Sebagaimana diungkapkan oleh Nurhuda . bahwa padanan ism alisharah adalah demonstrativa, yaitu isim atau nomina yang menerangkan kata tunjuk dan perangkatnya serta menunjukkan hal tertentu yang berhubungan Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 dengan kata tunjuk. Seperti kata hadza untuk menunjukkan jarak dekat . dan kata tilka untuk menunjukkan jarak jauh . Al-Ism al-Maw. u>l iCal-AoA. f iCKonjungsi Al-ism al-Maw. u>l termasuk kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan konjungsi kelas kata dalam bahasa Indonesia. Dilihat dari sisi definisi, al-ism almaw. u>l adalah ism yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat, sedangkan konjungsi adalah partikel yang dipergunakan untuk menggabungkan kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau paragaraf dengan paragraf. Keduanya . aca: al-ism al-maw. u>l dan konjungs. terdapat persamaan, yaitu masing menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan Jika al-ism al-maw. u>l ditandai dengan al-ladhi>, al-lati>, al-la>ti> alladhi>na, man, ma>, dha>, ayyu, dhu>, maka konjungsi ditandai dengan agar, jika, kemudian, lalu, oleh karena itu, daripada, apalagi, bahkan, bahwa, walaupun demikian, adapun, begitu, maka, mengenai, syahdan. Di samping itu, keduanya terdapat persamaan dengan al-Aoa. f pula, yaitu kelas kata dalam bahasa Arab yang berfungsi untuk merangkaikan kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan kluasa. Dilihat dari sisi definisi alAoat. adalah merangkai suatu kata dengan kata yang lain dengan menggunakan alat yang disebut harf al-Aoa. Beberapa contoh harf al-Aoa. f itu ialah al-wa>w AodanAo, al-fa>Ao Aolalu, makaAo, thumma AokemudianAo. Aoaw AoatauAo. Aoam atau, apakahAo, la> AobukanAo, lakin AotetapiAo, bal Aomelainkan, tetapiAo, dan hatta Aosehingga, bahkan, sampaiAo. Sebagaimana menurut Supardi dkk . yang menyatakan bahwa padanan dari ism al-mawsul dalam bahasa Indonesia adalah konjungsi. Baik dalam bahasa Arab atau dalam bahasa Indonesia, sama-sama berarti kata Baik dalam bentuk ism al-mawsul atau dalam bentuk al-Aoatf. Ism al-Istifha>miCIsm al-Kina>yah iCInterogativa Ism al-istifha>m merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan interogativa termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Keduanya terdapat persamaan yang sama-sama merujuk pada suatu pertanyaan dengan menggunakan tanda tanya. Dilihat dari definisi, ism al-istifha>m adalah kata benda mabni yang digunakan untuk bertanya. Alat-alat yang digunakan untuk bertanya dalam bahasa Arab ialah hal, man, ma>, ma>dha, mata#, ayna, kam, kayfa, dan ayyu. Dilihat dari definisi, interogativa adalah kata-kata yang digunakan sebagai pembantu di dalam kalimat yang menyatakan pertanyaan. Alat-alat yang digunakan bertanya dalam bahasa Indonesia ialah apa, siapa, mengapa, kenapa, bagaimana, berapa, mana, kapan, bila, bilamana. Lebih jauh jauh diperhatikan, istifham ma> terdapat kesamaan dengan interogativa apa yang sama-sama untuk menyatakan nomina bukan manusia, mengukuhkan apa yang telah diketahu oleh pembicara, pekerjaan, dan benda mati. Istifham mata> terdapat kesamaan dengan interogativa kapan yang sama-sama menanyakan waktu. Istifha>m ayna terdapat kesamaan dengan interogativa di mana yang secara umum sama-sama menanyakan tempat. Istifha>m kayfa terdapat kesamaan dengan interogativa bagaimana. secara umum sama-sama menanyakan keadaan. Istifha>m kam terdapat kesamaan dengan interogativa secara umum sama-sama menanyakan jumlah. Istifha>m man terdapat kesamaan dengan interogativa siapa. Sementara itu, ism al-kina>yah terdapat kesamaam dengan istifha>m kam dan interogativa berapa. Karena dilihat dari sisi definisi dan contohnya, ism al208 Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 kina>yah adalah kata-kata umum dikhususkan dari keumumannya, berupa: bilangan, ucapan, atau perbuatan, seperti: kam yang sama-sama memiliki kegunaan menanyakan jumlah. Hal tersebut sebagaimana dalam Nurhuda . yang memadankan ism al-istifham dengan interogatif, yaitu isim atau nomina yang menjukkan pertanyaan. Menurutnya, interogatif bisa menjadi dua jenis yaitu interogatif informatif yang bermakna pendengar dituntut untuk memberikan informasi kepada pembicara. Sedangkan interogatif konfirmatif yang menuntut pendengar menjawab dengan kata setuju atau tidak setuju. Ism al-Fa>Aoil iC Nominalisasi dengan Prefiks peIsm al-fa>Aoil termasuk kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan nominalisasi dengan prefiks pe- termasuk jenis kelas kata dalam bahasa Indonesia. Ism al-fa>Aoil merujuk pada pelaku yang mengerjakan perbuatan dan demikian juga pada nominalisasi dengan prefiks pe- yaitu suatu proses penambahan afiks pada leksem sehingga mengalami perubahan makna, yaitu orang yang melakukan Seperti: ka>tib iCpenulis, qa>riAo iCpembaca. Sebagaimana yang diungkapkan Muflihah . yang memadankan kata al-faAoil dengan subjek dalam bahasa Indonesia. al-FaAoil atau subjek merupakan satu kesatuan dengan predikat . iAoi. dan objek . afAou. Dalam bahasa Arab, alfaAoil berkedudukan rafaAo. al-FaAoil tidak bisa berdiri sendiri, karena tidak akan ada al-faAoil tanpa ada fiAoil atau fiAoil dan mafAoul. Seperti contoh Bakaa rasydun. al-FaAoil atau subjek rasyd tidak bisa menjadi al-faAoil tanpa ada bakaa. Al-Ma. dar iCNomina Turunan (Deverbalisas. Al-Ma. dar termasuk kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan nomina turunan termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Dalam kerangka pengkontrastifan terhadap keduanya, terlebih dahulu dilihat dari sisi definisi, alma. dar adalah sejenis kata yang dibentuk berdasarkan ketentuan-ketentuan yang sudah berlaku dalam morfologi bahasa Arab, seperti: na. dari na. i>). Nomina turunan yang dimaksud di sini ialah nomina yang berasal dari kelas kata verba dan/atau secara sederhana disebut deverbalisasi. Antara al-ma. dar dengan nomina turunan deverbalisasi terdapat persamaan karena sama-sama berasal dari kata verba yang dinominakan, seperti: na. berasal dari na. i>ny. , hal itu senada terjadi pada deverbalisasi, seperti: permandian . berasal dari mandi . Hal terebut sebagaimana menurut Fathoni . dalam bahasa Arab terdapat proses pembentukan kata dari verba. Proses ini disebut isytiqaq fiAoliy atau penurunan kata dari fiAoil . Biasanya kata-kata bentukannya diistilahkan dengan deverbal. Hal tersebut menunjukkan bahwa padanan kata dari mashdar adalah deverbalisasi. Al-NaAot iCAjektiva Al-naAot merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan ajektiva termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Dalam tradisi tatabahasa Arab berlaku suatu ketentuan, al-naAot itu harus mengikuti keadaan kata sebelumnya yang disifati . l-manAou>. baik dalam keadaan mufrad, muthanna, jamAo, atau mudhakkar ataupun muAoannath, misalnya, ja>Aoa al-usta>dhu al-mahbu>bu Aotelah datang guru yang dicintaiAo. kata al-mahbu>bu termasuk termasuk al-naAot, sedangkan al-usta>dhu merupakan al-manAou>t. Sementara dilihat dari sisi definisi, ajektiva adalah kata-kata yang menerangkan kata benda. Dalam tradisi bahasa Indonesia ajektiva mempunyai ciri dapat bergabung dengan tidak dan partikel seperti lebih, sangat (Kridalaksana. Beberapa contoh ajektiva yaitu: indah . ndah sekali, seindah-indahny. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 bagus . agus sekali, sebagus-bagusny. , besar . esar sekali, sebesar-besarny. Di samping itu, jika bahasa Indonesia mengenal beberapa macam ajektiva, di antaranya: ajektiva dasar, ajektiva turunan, ajektiva majemuk, ajektiva predikatif, dan ajektiva atributif, maka dalam bahasa Arab pun mengenal dua jenis al-naAot, yaitu naAot . aqi>qi> dan naAot sababi>. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kamal, 2. yang membuktikan bahasa Arab dalam penempatan kata sifat dalam sebuah kalimat harus menyesuaikan dalam hal feminim dan maskulinya serta tunggal, tasniyah, maupun jamaknya. Sedangkan bahasa Indonesia tidak mengenal hal ini. Al-Muna>da> iCInterjeksi Al-Muna>da> termasuk kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan interjeksi kelas kata dalam bahasa Indonesia. Kesamaan al-muna>da> dengan interjeksi tampak pada jenis interjeksi seruan yang di antaranya terdapat alat untuk memanggil, seperti: hai, wahai. Kendatipun al-muna>da> secara definisi merupakan ism yang didahului kata-kata panggilan, seperti ya>, hayya>. Aoay, dan Aoa semuanya bermakna wahai atau hai. Dan, interjeksi adalah kategori yang bertugas mengungkapkan perasaan pembicara. Sebagaimana Ramadhani . yang memadankan munada dengan interjeksi dalam bahasa Indonesia. Disebut munada karena sebelumnya terletak huruf nida. Huruf nida merupakan partikel yang digunakan untuk memanggil atau memperingatkan seseorang atau kelompok untuk melaksanakan dan memperhatikannya. Huruf nida yang berfungsi sebagai interjeksi ada tujuh, yaitu a, ay, yy, y, ayy, hayy, dan wy. Al-AoAdad iC Numeralia Ism al-Aoadad merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan numeralia termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Dilihat dari sisi definisi, keduanya masing-masing merujuk pada bilangan/angka-angka. Artinya, ism yang merujuk atas pembatasan nama-nama yang dihitung atau urutannya disebut ism al-Aoadad, sedangkan kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya maujud . rang, binatang, atau baran. dan konsep disebut numeralia. Seperti: lima, setengah, ketiga, beberapa, seratus, dua puluh satu, dan sejenisnya. Sebagaimana Asmuki & Muhammadiyah . yang memadankan kata bilangan atau numeralia dengan Aoadad. Kata yang pada umumnya membawa makna jumlah atau kuantitasAo, digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti: berapa? keberapa? dan Contohnya adalah tiga ekor, lima kilo, lima puluh watt, pertama, dan Al-FiAol iCVerba Al-FiAol merupakan kelas kata dalam bahasa Arab, sedangkan verba kelas kata dalam bahasa Indonesia. Secara umum tampak keduanya mempunyai beberapa jenis, fiAol al-ma>. i>, fiAol al-mu. a>riAo, fiAol al-amr, fiAol al-mutaAoaddi>, fiAol al-la>zim, fiAol maAolu>m, fiAol . , fiAol al-muAotal, dan fiAol al-taAoajjub Sementara verba tampak pula terdiri dari beberapa jenis, di antaranya: verba dasar bebas, verba turunan, verba intransitif, verba transitif, verba aktif, verba pasif, verba resiprokal, verba non-resiprokal, dan verba kopulatif misalnya. Sementara dilihat dari sisi definisi, al-fiAol adalah kelas kata yang merujuk pada perbuatan dan/atau tiga masa, yaitu: sedang, lampau, dan akan datang, seperti: qaraAoa Aotelah membacaAo, yaqraAou Aosedang membacaAo, dan sayaqraAou Aoakan membacaAo. Sementara verba dalah kata-kata yang dapat diikuti oleh frase dengan A, baik yang menyatakan alat, keadaan, maupun penyerta. Misalnya kata-kata: engan adi. , pulang . engan gembir. , dan berjalan . engan hati-hat. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Kedua definisi di atas menjelaskan bahwa fiAol dan verba terdapat persamaan signifikan walau dalam tataran umum. Artinya, sama-sama merujuk suatu makna walaupun dalam bahasa Arab fiAol mengenal tiga masa dan dalam bahasa Indonesia dapat diikuti oleh frase dengan menyatakan alat dan keseluruhannya bermuara pada satu makna . aca: perbuata. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mirdayanti, dkk . melakukan kajian terhadap verba bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan verba dalam bahasa Arab selalu berkaitan dengan waktu, jumlah dan gendernya sehingga untuk mengungkapkan waktu, jumlah atau gender yang berbeda dinyatakan secara gramatikal melalui perubahan verba. Sedangkan pembentukan verba dalam bahasa Indonesia tidak berkaitan dengan waktu, jumlah, dan gender. Harf iC Preposisi Harf merupakan kelas kata dalam bahasa Arab sedangkan preposisi termasuk kelas kata dalam bahasa Indonesia. Secara umum, keduanya mempunyai persamaan yang sangat signifikan. Hal itu dilihat dari sisi definisi, semacam kata perangkai atau kata tugas. yang berfungsi untuk menyambungkan atau menghubungkan kata satu dengan kata yang lain atau kalimat satu dengan kalimat lain, disebut harf. Sementara kategori yang terletak di depan ketegori lain . erutama nomin. , disebut preposisi. Seperti: Aoala> iCdi atas, fi> iCdi dalam, li iCuntuk, ila> iCkepada, dan sejenisnya. Sebagaimana Arsyad . yang memadankan huruf dengan preposisi atau kata depan atau konjungtor atau kata sambung. Huruf dalam bahasa Arab terdiri daru huruf maAoani dan huruf mabaani. Huruf maAoani huruf yang bermakna jika dihubungkan dengan kata. Sedangkan huruf mabani sama dengan huruf hijaiyah Perbedaan Kelas Kata Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia Al-Ism al-Muthanna> Al-Ism al-muthanna> adalah kata benda yang merujuk makna dualitas. Suatu keistimewaan yang dimiliki oleh bahasa Arab yang dalam kelas katanya mengenal dualitas, di samping tunggal dan jamak. Ihwal itu tidak dimiliki oleh bahasa Indonesia yang hanya mengenal tunggal dan jamak. Memperhatikan lebih jauh, ism al-muthanna> merujuk pada beberapa kata bernyawa, tidak bernyawa, insani dan hewani. Misalnya, a. mada>ni Aodua orang yang bernama AhmadAo, mu. ammada>ni Aodua orang yang bernama MuhammadAo, . alam kategori kata benda bernyaw. dan insani, al-maqlama>ni Aodua penghapusAo, al-sayya>rata>ni Aodua mobilAo, . alam kategori kata benda tak bernyawa, al-ghanama>ni Aodua ekor kambing, al-baqarata>ni Aodua ekor sapi betinaAo. Sementara itu, bahasa Arab mengenal konsep rafAo, na. b, dan jar. Ketiga konsep itu mengindikasikan tatacara membaca karena sesungguhnya bahasa Arab termasuk bahasa yang berharakat yaitu membutuhkan dua bantuan ilmu, yaitu: Aoilm al-. lmu tata kat. dan Aoilm al-na. lmu struktur kata/mengatur harakat baik pada kata, frase, kluasa maupun kalima. Misalnya, untuk membaca al-. a>liba>n yadhhaba>ni ila> al-ja>miAoah . ihat tulisan Arabnya Ae AEEIA AAo )ONI uEO EIAdua orang mahasiswa pergi ke universitasAo, sayogyanya dibubuhi harakat terlebih dahulu, kendatipun tidak demikian bahwa si pembaca setidaknya telah mengetahui dua ilmu yaitu al-. arf dan al-nahw. Ism al-muthanna> mengenal konsep rafAo Aoberbaris . ammahAo, pada penerapannya ditandai dengan kehadiran alif dan nu>n pada leksem kata benda. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 misalnya: al-muha>. ira>ni Aodua orang dosenAo terdapat alif dan nu>n karena leksemnya al-muha>. ir Aoseorang dosenAo. Ism al-muthanna> mengenal konsep nas. Aoberbaris atasAo dan jar Aoberbaris bawahAo, pada penerapannya keduanya ditandai dengan ya>Ao dan nu>n pada leksem kata benda, misalnya: zaydayni Aodua orang bernama ZaidAo, al-baytayni Aodua rumahAo, al-qalamayni Aodua polpenAo, al-hidha>Aoayni Aodua sepatuAo. Ketiga konsep itu, dalam hemat penulis bahwa suatu konsep yang hanya dimiliki oleh bahasa Arab dan tidak dimiliki oleh bahasa-bahasa yang lain . ahasa Indonesia. Inggris. German. Swahili, misalny. Sebagaimana Rappe . yang menyatakan bahwa dalam bahasa Arab terdapat kaidah perubahan bentuk dari mufrad menjadi mutsanna. Hal tersebut menandakan bahwa dalam bahasa Arab terdapat bentuk mutsana sedangkan alam bahasa Indonesia, tidak ada bentuk kata dalam bentuk dual. Seperti dalam bahasa Arab untuk menyatakan mutsanna kaidahnya ditambah alif dan nun dari bentuk mufradnya dari kata muslimun menjadi muslimaani sedangkan dalam bahasa Indonesai perlu menambahkan kata bilangannya itu sendiri seperti Audua muslimAy Ism al-JamAo Kendatipun penulis telah mengkontrastifkan antara ism jamAo dengan nomina turunan bahwa keduanya ada persamaan. Namun, hanya pada tataran sebagian kecil saja, yaitu nomina turunan . Dalam konteks ini penulis merasa perlu untuk mendeskripsikan lebih jauh titik perbedaan mengenai tatacara dan jenis-jenis jamak dalam bahasa Arab. Dilihat dari tatacara pemajemukan, setidaknya ada tiga pola penambahan huruf . ada lekse. dalam proses jamak dalam bahasa Arab, yaitu: . penambahan wa>w dan nu>n lazimnya dalam keadaan rafAo, misalnya: almuAominu>na Aoorang berimanAo, al-. a>diqu>na Aoorang jujurAo, al-ka>dhibu>na Aoorang dustaAo, dan sejenisnya dan/atau ya>Ao dan nu>n, lazimnya dalam keadaan jar atau na. b, misalnya: al-muAomini>na Aoorang berimanAo, al-. a>diqi>na Aoorang jujurAo, al-ka>dhibi>na Aoorang dustaAo, dan sejenisnya, . penambahan alif dan ta>Ao, baik keadaan rafAo maupun na. b, misalnya: al-muAomina>tu Aoorang beriman . Ao, al-. a>diqa>tu Aoorang jujur . Ao, al-ka>dhiba>tu Aoorang dusta . Ao, dan sejenisnya, . penambahan atau pengurangan huruf yang tidak beraturan, seperti, bayt Aosebuah rumahAo . , menjadi abya>t AorumahrumahAo . , rajulun Aoseorang laki-lakiAo . , menjadi rija>l Aobeberapa laki-lakiAo, kita>b Aosatu bukuAo . , menjadi kutub Aobeberapa bukuAo. Sementara dilihat dari sisi jenis-jenis jamaknya, pada poin . di atas termasuk dalam kategori jamAo al-mudhakkar al-sa>lim yaitu jamak khusus untuk laki-laki, pada poin . di atas termasuk ketegori jamAo al-muAoannath al-sa>lim yaitu jamak khusus untuk perempuan, dan pada poin . di atas merujuk pada jamAo al-taksi>r yaitu jamak khusus pada benda. Hal tersebut sebagaimana menurut Humaini . yang menyatakan ada perbedaan antara kaidah jamak atau plural dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Arab. Jika dalam bahasa Indonesia penanda plural ditandai dengan reduplikasi nomina seperti binatang-binatang, redupliaski adjektif seperti cantik-cantik, dan pemakaian kata bilangan seperti sepuluh rumah. Namun dalam bahasa Arab, tidak mengenal reduplikasi dan penambahan kata bilangan. Namun ditindai dengan jamak mudzakar salim seperti muslimuun, jamak muannas Salim seperti muslimaatun, dan jamak taksir seperti rijaalun. Al-Ism al-Mudhakkar Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Bahasa Arab mengenal konsep benda khusus untuk laki-laki maupun Benda yang khusus untuk laki-laki disebut al-ism al-mudhakkar, dan demikian sebaliknya. al-Ism al-mudhakkar ditandai dengan tidak adanya ta>Ao almarbu>. ah Aohuruf ta>Ao yang terdapat pada kata bendaAo. Namun, hal itu dapat bertentangan pada al-ism al-mudhakkar terdapat ta>Ao al-marbu>. ah, seperti: jami>rah Ao. eorang laki-laki yang bernam. JamirahAo. jika diperhatikan dari jenis al-ism al-mudhakkar yang terbagi dua, yaitu: . aqi>qi> dan maja>zi>. Berdasarkan pernyataan di atas, konsep al-ism al-mudhakkar tidak dijumpai dalam bahasa Indonesia dan hingga kini para linguis Indonesia belum mengklasifikasikan ke arah tersebut. Hemat penulis, di sinilah letak keistimewaan yang dimiliki oleh bahasa Arab . aca: terdapat kata khusus untuk laki-laki dan perempuan dan tidak terkecuali binatang, yaitu jantan dan betin. Sebagaimana diungkapkan oleh Setiyawan . yang menyatakan bahwa dalam bahasa Arab dikenal dengan perbedaan gender mudzakar . aki-lak. dan muAoannas . Seperti kata guru dalam bahasa Arab ada untuk jenis laki-laki . anpa ta marbuuta. seperti ustadun, sedangkan untuk perempuan menggunakan ta marbuutah seperti ustaadatun. Dalam bahasa Indonesia perlu ditambahkan jenis maskulin dan feminimnya pada kata AuguruAy tersebut. Dalam arti perubahannya bukan dalam struktur internal dari kata AuguruAy. Seperti guru laki-laki . dan guru perempuan . Al-Ism al-MuAoannath Al-Ism al-muAoannath antonim dari al-ism al-mudhakkar. Artinya, al-ism almuAoannath kata benda khusus rujukannya untuk perempuan. Penanda al-ism almuAoannath terdapatnya ta>Ao al-marbu>. ah pada kata benda. Namun, hal itu dapat bertentangan, maksudnya, tidak menutup kemungkinan bahwa pada al-ism al-muAoannath tidak terdapat ta>Ao al-marbu>. ah, seperti, zaynab Ao. eorang perempuan bernam. ZainabAo. Jika diperhatikan dari jenis al-ism al-muAoannath terbagi empat, yaitu: yaitu: laf. i>, maAonawi>, . aqi>qi>, dan maja>zi>. Memperhatikan beberapa konsep al-ism al-muAoannath di atas, pembagian benda khusus untuk perempuan dalam bahasa Indonesia tidak dijumpai. Di sinilah letak perbedaan yang dimiliki oleh bahasa Arab. khusus mengklasifikasikan benda untuk laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana diungkapkan oleh (Setiyawan, 2. yang menyatakan bahwa dalam bahasa Arab dikenal dengan perbedaan gender mudzakar . aki-lak. dan muannas . Al-Ism al-Maq. u>r Secara definitif, al-ism al-maq. u>r merupakan kata benda yang terdapat harf alif pada akhir kata benda. Dan, alif yang melekat pada akhir kata itu disebut alif al-maq. ur Aoharf alif yang dibaca pendekAo. Misalnya, ghina AokayaAo, ridan AorelaAo, h. Aobatu-batu kerikilAo, mustashfa Aorumah sakitAo, al-mikwi Aotempat membakarAo Konsep al-ism al-maq. u>r tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Sesungguhnya bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang dibaca membutuhkan bantuan harakat fat. ah, kasrah, . ammah, untuk membacanya. Di sinilah letak lain dari keistimewaan yang dimiliki oleh bahasa Arab. Hal tersebut sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan isim maqsur dalam istilah bahasa Indonesia. Namun, menyebutnya sebagai nomina Hal tersebut karena dalam bahasa Indonesia memang tidak mengenal bunyi alif dalam sebuah nomina dan menandakan adanya perbedaan bunyi antara bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Al-Ism al-Mamdu>d Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Secara etimologi al-mamdu>d berarti dipanjangkan. Sedangkan menurut terminologi al-ism al-mamdu>d adalah kata benda yang pada akhir kata terdapat hamzah sedangkan sebelumnya . terdapat alif za>Aoidah . , sekiranya pada akhir kata terdapat alif bukan za>Aodah, tidaklah disebut sebagai ism mamdu>d, seperti: al-ma>Ao AoairAo, al-da>Ao AoobatAo, seperti: al-sama>Ao AolangitAo, al-. ra>Ao Aopadang pasirAo. Hal tersebut sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan isim mamdud dalam istilah bahasa Indonesia. Namun, menyebutnya sebagai nomina mamdud. Hal tersebut karena dalam bahasa Indonesia memang tidak mengenal bunyi hamzah dalam sebuah nomina. Al-Ism al-Manqu>. Secara bahasa al-manqu>. berarti yang dikurangi, dikatakan kurang karena pada huruf akhirnya tidak dapat dibaca. Bagi orang Arab, dari kasrah ke . ammah sangat berat atau istilah yang lazim disebut al-thiqa>l Aoberat dalam pengucapanAo. Seperti, al-qa>. i> . azim dibaca oleh orang Ara. , jika ya>Ao diberi harakat . ammah menjadi al-qa>. agi orang Arab sangat berat/al-thiqa>. Sedangkan menurut istilah, al-ism al-manqu>. adalah kata benda berubah akhir katanya, dan terdapat huruf ya>Ao tetap yang dibaca baris bawah sebelumnya . a>A. , huruf . dan Aoayn, seperti: al-qa>. i> AohakimAo, al-ra>Aoi> Aoyang memeliharaAo. Beberapa konsep al-ism al-manqu>. tidak dijumpai dalam bahasa Indoensia. Di sinilah letak keistimewaan yang dimiliki oleh al-ism al-manqu>. Hal tersebut sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan isim manqus dalam istilah bahasa Indonesia. Namun, menyebutnya sebagai nomina Hal tersebut karena dalam bahasa Indonesia memang tidak mengenal bunyi ya dalam sebuah nomina. Ism al-Jins Ism al-jins dilihat dari sisi definisi, kata benda yang tidak secara khusus merujuk suatu benda tertentu, melainkan merujuk beberapa jenis benda. Seperti, fawa>kih Aobuah-buahanAo, kutub Aobuku-bukuAo, abya>t Aorumah-rumahAo, mada>ris Aosekolah-sekolahAo. Memperhatikan beberapa contoh di atas, ism al-jins tidak secara khusus berbicara mengenai jenis-jenis buahan, buku, melainkan mempertimbangkan pula beberapa jenis benda di luar yang kedua itu. Memperhatikan konsep ism al-jins, dalam bahasa Indonesia tidak dijumpai konsep semacam itu. Di sinilah letak keistimewaan yang dimiliki oleh bahasa Arab. Sebagaimana Basit et al. menyatakan bahwa ism al-jinsi . oun of genu. memiliki keunikan yang tidak dijumpai pada isim atau nomina lain. Adapun keunikannya ism al-jinsi yaitu, dapat menentukan bahwa untuk makhluk tidak berakal atau benda mati dan kata yang menunjukkan suatu bangsa atau agama otomatis dinyatakan tunggal selama belum ditandai dengan sufiks ta tanis dan ya nisbah. Ism al-S}awt Dari segi bahasa, al-. awt berarti suara. Namun, yang dimaksud dengan ism al-. awt di sini ialah bunyi gejala alam. benda yang jatuh, suara kucing, anjing, dan suara jatuhnya pedang misanya. Ihwal itu mengingatkan pada satu teori onomatope mengenai asal-usul bahasa. Namun, fenomena onomatope bukanlah termasuk kelas kata (Kridalaksana, 2. Artinya. Ism al-. awt termasuk kelas kata dalam bahasa Arab dan sekaligus suatu keistimewaan tersendiri bagi bahasa Arab. Sebagaiaman menurut (Senen, 2. bahwa bunyi adalah gejala alam yang dapat ditangkap dengan telinga. Para ahli fonetik sepakat bahwa terjadinya bunyi adalah diakibatkan adanya benda yang bergetar. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 Al-FiAol al-Amr Al-FiAol al-amr temasuk kelas kata dalam bahasa Arab. Melihat dari sisi definisi, fiAol yang menunjukkan perintah untuk melaksanakan pekerjaan bukan karena ditandai oleh la>m al-amr disebut al-fiAol al-amr. Misalnya, ifta. Aobukalah . Ao, iqraAo Aobacalah . Ao, ijlis Aoduduklah . Ao. Memperhatikan beberapa konsep dan misal di atas, sesungguhnya dalam bahasa Indonesia sama dengan kata kerja imperatif. sekonsep dengan al-fiAol al-amr. Namun, oleh para linguis Indonesia, imperatif tidak dimasukkan dalam kelas kata. Sebagaimana dalam Nurhuda . yang tidak memadankan fiAoil amer dengan istilah bahasa Indonsia. Namun, menyebutnya dengan verba amer. mana verba tersebut merupakan verba yang menunjukkan perintah. seperti AoatiiAou yang berarti AutaatilahAy jenis verba amer tidak ada dalam istilah bahasa Indonesia. FiAol al-S}a. FiAol yang huruf pokoknya terdiri dari huruf . disebut fiAol al. , seperti: kataba AomenulisAo, qaraAoa AomembacaAo, dan jalasa AomelihatAo. Dalam bahasa Indonesia konsep fiAol al-. tidak dijumpai karena di dalamnya tidak dikenal huruf . Di sinilah letak keistimewaan dari bahasa Arab yang cermat memperhatikan fonem per fonem pada tiap leksem. Sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan fiAoil shahih dalam bahasa Indonesia dan menyebutmya dengan verba shahih. Bentuk verba ini tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia karena memang dalam bahasa Indonesia tidak mengenal huruf Aoilat dalam verba . uruf Aoilat terdiri dari alif, wau dan y. Sementara, verba shahih sendiri merupakan verba yang bebas dari huruf Aoilat. FiAol al-MuAotal Konsep fiAol al-muAotal berantonim dengan fiAol al-. Artinya, fiAol yang salah satu huruf aslinya terdapat huruf Aoilla al-muAotal, seperti: waAoda AoberjanjiAo, qa>la AoberkataAo, rama> AomelemparAo. Dalam bahasa Indonesia tidak dijumpai konsep fiAol al-muAotal. Sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan fiAoil muAotal dalam bahasa Indonesia dan menyebutmya dengan verba muAotal. Bentuk verba ini tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia karena memang dalam bahasa Indonesia tidak mengenal huruf Aoilat dalam verba. Sementara, verba muAotal sendiri merupakan verba yang terdiri dari huruf Aoilat di salah satu hurufnya. FiAol al-Ja>mid Al-Ja>mid arti dasarnya beku. FiAol ini tidak dapat berubah bentuk. i> ke mu. a>riAo. Namun, fiAol ini tetap pada satu bentuk asal, seperti: laysa AobukanAo. Aoasa> Aoharapan/semogaAo, niAoma AobaikAo, biAosa AojelekAo. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa dalam bahasa Indonesia konsep semacam ini tidak Sebagaimana Nadroh et al. yang tidak memadankan fiAoil jamid dalam istilah bahasa Indonesia. Namun, mengistilahkannya dengan verba yang tidak bisa di tashrif. Hal tersebut karena verba dalam bahasa Indonesia memiliki kata Berbeda dengan bahasa Arab yang memang terdapat verba yang tidak memiliki kata turunan . anya ada dalam satu bentuk kata dasar saj. FiAol al-TaAoajjub FiAol al-taAoajjub adalah fiAol yang menyatakan makna kebesaran terhadap perbuatan yang jelas keistimewaannya, seperti Firman Allah kayfa takfuru>na billah Aobagaimana kalian bisa ingkar kepada AllahAo, sub. a>na allah ! almuAominu la yanjasu . ayyan wala> mayta AoMaha Suci Allah ! orang beriman itu Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 tidak najis baik dalam keadaan hidup maupun matiAo. FiAol ini terdiri dari dua wazan yaitu ma> afAoalah, seperti: ma> ajmalah Aoalangkah cantiknyaAo, ma> a. sanah Aoalangkah indahnyaAo dan afAoil bihi, seperti: aqbi. bi al-jahl Aoalahkah buruknya kebodohan ituAo. Memperhatikan beberapan konsep di atas, dalam bahasa Indonesia tidak dijumpai fiAol al-taAoajjub. Hal itu mengindikasikan keistimewaan kelas kata yang dimiliki oleh bahasa Arab. Sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan fiAoil taAoajub dalam istilah bahasa Indonesia. Verba taAoajub sendiri dalam bahasa Arab dibentuk oleh maa dan wazan afAoala. TaAoajub sendiri bermakna kekaguman, kekagetan keterheranan seseorang terhadap suatu hal yang ada di sekitarnya. FiAol al-Mada. FiAol al-mada. adalah kata kerja yang merujuk arti pujian dan/atau kata kerja yang menyatakan aspek postitif, seperti: niAoma AobagusAo, . abb AomengasihiAo, dan . abbadha, yang tersusun dari . abb dan dha> sebagai kata tunjuk Aomenyetujui/mendukungAo. Dalam bahasa Indonesia tidak dijumpai konsep fiAol almada. sehingga di sinilah letak perbedaan signifikan yang dimiliki oleh kedua Sebagaimana Nurhuda . yang tidak memadankan fiAoil al-madh dalam bahasa Indonesia. Dalam arti menggunakannya dengan istilah verba madh. Hal tersebut karena memang dalam bahasa Indonesia tidak tersedia bentuk verba Setelah melakukan pengkajian terkait penelitian ini menunjukkan bahwa kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia memiliki persamaan dan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Hidayah . Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi para pembelajar bahasa Arab dan bahasa Indonesia sebaiknya dapat membedakan penggunaan kelas kata dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia dengan baik. Hal ini penting karena bahasa Arab dan bahasa Indonesia memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal kelas kata. Adapun pembelajar bahasa Arab dapat memanfaatkan kajian ini untuk memudahkan dalam mempelajari kelas kata dalam bahasa Arab. SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa keterbaruan kontrastif kelas kata bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Pertama, penelitian ini membahas terkait adanya kelas kata bahasa Arab yang ada padanannya dalam bahasa Indonesia dan kelas kata bahasa Arab yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Kedua, penelitian ini membahas kelas kata bahasa Arab yang ada dan tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia dalam bentuk nomina dan verba dan dengan masing-masing pembagiannya. Ketiga, penelitian ini membahas analisis kontrastif secara komprehensif, dalam arti jika dalam penelitian sebelumnya hanya membahas satu kelas kata atau sebagiannya, namun dalam penelitian ini membahas semua bentuk kelas kata, sehingga ada perbandingan baru antara kelas kata bahasa Arab dan bahasa Indonesia yang belum dibahas sebelumnya seperti ism al-Jins, ism al-. awt dan fiAol al-Madah. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan sumber data, yaitu pada penggunaan buku-buku bahasa Arab yang masih menggunakan edisi terbit lama. Penelitian lanjutan bisa melakukan kajian tentang analisis kontrastif dengan menggunakan data dari sumber data primer dengan melakukan wawancara terhadap penutur jati bahasa Arab dan bahasa Indonesia sehingga membantu dalam pembelajaran bahasa Arab. Wildan dkk (Analisis Kontrastif A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 202 Ae 219 DAFTAR PUSTAKA