JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 ANALISA LIKUIDITAS PADA KOPERASI UNIT DESA USPEK DI DESA URAUR DANIEL Y. TITAPASANEA Jurusan Akuntansi. Politeknik Negeri Ambon dennytita@gmail. ABSTRACT KUD USPEK manages its capital for the continuity of its business by using all of its own resources, but it is also possible to use a policy to use capital that comes from outside KUD in the form of obligations to other parties. To carry out its daily activities in providing services to consumers, the USPEK KUD also needs to assess the short-term financial position so that the KUD management can find out how much ability the USPEK KUD has in completing short-term obligations. By using a liquidity ratio analysis that includes the Current Ratio. Acid Test Ratio and Cash Ratio to determine the ability of the USPEK KUD to pay all of its short term obligations. From the results of the discussion it can be concluded that in general it can be said that the USPEK KUD is said to be liquid except for its cash ratio. Based on the results of the Current Ratio and Acid Test Ratio analysis, it can be said that the USPEK KUD in 2017 has not been able to pay off its short-term debt using current assets, while the cash ratio for 202017 and 2018 is said to be inliquid but in the following years it is able to pay all liabilities short term . and tends to increase every year. Keywords: Liquidity Ratio ABSTRAK KUD USPEK mengelola modal yang dimilikinya untuk kelangsungan usahanya dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya sendiri, namun tidak tertutup kemungkinanya menggunakan kebijakan untuk menggunakan modal yang berasal dari luar KUD berupa kewajiban kepada pihak lain. Untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari dalam memberikan jasa pelayanan kepada konsumen. KUD USPEK perlu juga menilai posisi keuangan jangka pendek sehingga manajemen KUD dapat mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki KUD USPEK dalam menyelesikan kewajiban-kewajiban jangka pendek Dengan menggunakan analisa rasio likuiditas yang meliput Current Ratio. Acid Test Ratio dan Cash Ratio untuk mengetahi kemampuan KUD USPEK dalam membayar seluruh kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Dari hasil pembahasan dapat diisimpulkan bahwa secara umum dapat dikatakan bahwa KUD USPEK dikatakan likuid kecuali untuk cash ratio-nya. Berdasarkan hasil analisa Current Ratio dan Acid Test Ratio, dapat dikatakan bahwa KUD USPEK pada tahun 2017 belum mampu melunasi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar, sedangkan cash ratio untuk tahun 202017 dan 2018 dikatakan inlikuid tetapi di tahun berikut mampu untuk membayar seluruh kewajiban-kewajiban jangka pendek . dan cenderung meningkat setiap Kata Kunci : Rasio Likuiditas PENDAHULUAN Koperasi Unit Desa USPEK merupakan salah satu koperasi yg bergerak di berbagai unit usaha yang didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, unit-unit usaha tersebut adalah. unit usaha simpan pinjam. WASERDA, pertanian, kelistrikan, usaha pasar. BBM dan angkutan. KUD USPEK mengelolah modal yang dimilikinya untuk kelangsungan usaha dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya sendiri, namun tidak tertutup kemungkinan menggunakan kebijakan untuk menggunakan modal yang berasal dari luar KUD berupa kewajiban kepada pihak lain yang harus dilunasi dalam jangka pendek . utang lanca. Dibawah ini adalah kondisi hutang jangka pendek KUD USPEK selama lima tahun yaitu tahun 2005 samapai dengan tahun 2009 : e-ISSN: 0000-0000 Halaman 85 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Tabel 1. KUD USPEK Perkembangan Hutang Jangka Pendek Tahun 2005-2009 Tahun Hutang Jangka Pendek Trend (R. (%) . 10,09 20,35 . Sumber : KUD USPEK Dari tabel diatas terlihat bahwa hutang jangka pendek KUD USPEK untuk tahun 2005 sebesar Rp 00, tahun 2006 terjadi penurunan sebesar 2,22% atau menjadi Rp 36. 00, tahun 2007 meningkat sebesar 10,09% atau menjadi Rp 39. 00, tahun 2008 meningkat sebesar 20,35% atau menjadi Rp 47. 00 dan tahun 2009 terjadi penurunan sebesar 76,09% atau menjadi Rp 11. Untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari dalam memberikan jasa pelayanan kepada konsumen. KUD USPEK perlu juga menilai posisi keuangan jangka pendek . ktiva lancar terhadap hutang lanca. sehingga manajemen KUD dapat mengetahui seberapa besar kemampuan yang di miliki KUD USPEK dalam menyelesaikan kewajiban-kewajiban jangaka pendek TINJAUAN PUSTAKA Menurut Harahap . Laporan keuangan adalah laporan pertanggungjawaban manejer atau pimpinan perusahaan atas pengelolaan perusahaan yang dipercayakan kepada pihak-pihak luar perusahaan, pemilik perusahaan, pemerintah, kreditur, dan pihak-pihak lainnya. Selain itu, laporan keuangan menurut prinsip Akuntansi Indonesia . , terdir dari neraca, perhitungan laba rugi, laporan perusahaan posisi keungan dan catatan laporan keuangan untuk kepentingan interen dan eksteren, kepentingan interan adalah kepentingan manajemen yang tujuan utamanya adalah sebagai dasar dalam pengambilan bidang keungan maupun dalam bidang usaha, sedangkan penyusunan laporan keuangan untuk eksteren adalah laporan yang di tujukan untuk pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan ekonomi dengan perusahaan, misalnya pemegang saham . dan pemberi pinjaman . Dari penjelasan beberapa ahli di atas disimpulkan bahwa laporan keuangan ditujukan untuk berbagai pihak yang mempunyai kepentingan dalam penentuan beban pajak yang harus di bayar. Munawir . , mengungkapkan bahwa neraca adalah laporan yang sitematis tentang aktiva, hutang serta modal dari satu perusahaan pada suatu saat tertentu. Jadi tujuan neraca adalah untuk menunjukan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu dimana buku-buku di tutup dan di tentukan sisahnya pada waktu akhir tahun fiskal atau tahun kalender, sehingga neraca sering di sebut balance sheet Dengan demikan neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu . Aktiva, hutang dan modal. Aktiva juga dikelompokan dalam dua bagian yaitu . Aktiva lancar dan Aktiva tetap. Yang termasuk Aktiva lancar adalah. kas, persediaan, investasi jangka pendek, piutang wesel, piutang dagang, persekot/biaya yang di bayar di muka. Aktiva lancar dapat diartikan sebagai aktiva yang mempunyai umur kegunaan yang relatif pendek . angka pende. Aktiva tetap adalah kekayaan yang di miliki perusahaan yang fisiknya nampak . kelompok aktiva tetap meliputi tanah, bangunan, mesin, infestasi jangka panjang, seperti kendaraan dan perlengkapan atau alat-alat lain, aktiva tersebut mempunyai umur kegunaan jangka panjang atau tidak akan habis pakai dalam suatu priode kegiatan perusahaan. Aktiva tetap tidak berwujud adalah kekayaan perusahaan secara fisik tidak nampak, tetapi merupakan suatu hak yang mempunyai nilai dan dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan. Yang termasuk dalam aktiva tidak berwujud adalah hak cipta, merek dagang, biaya pemberian, lisensi, dan lainlain. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 86 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Bagian kedua dari neraca adalah pasiva yang terdiri dari kewajiban . dan modal. Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditur. Hutang juga dibedakan menjadi hutang lancar atau hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran yang dilakukan dalam jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang di miliki perusahaan. Hutang lancar terdiri dari. hutang dagang, hutang wesel, hutang pajak. Sedangkan hutang jangka panjang adalah kewajiban yang jangka waktu pembayaran . atuh temp. lebih dari satu tahun. Modal merupakan hak atau bagian yang dimilki perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal . odal saha. surplus dan laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang di milki perusahaan terhadap seluruh hutang-hutangnya. Pada umumnya ada tiga kelompok yang paling berkepentingan dengan rasio-rasio keuangan yaitu para pemegang saham dan calon pemegang saham, kreditur dan calon kreditur serta manajemen perusahaan . he firmAos own managemen. Menurut Wasis . , analisa rasio terbagi atas : Rasio likuiditas . iquidity rati. Rasio ini digunakan untuk mengukur kesanggupan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang segera harus dipenuhi. Rasio-rasio yang dipergunakan terdiri dari : Cash Ratio Rasio ini menunjukan posisi jumlah kas dibandingkan dengan utang lancar, rasio ini mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya yang sudah jatuh tempo yang dimilikinya. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi tingkat likuiditadasnya. Rasio ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Kas Cash ratio = Hutang lancar Curent ratio Digunakan untuk menghitung berapa kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia. Aktiva lancar Curent ratio = Hutang lancar Acid test ratio atau quick ratio Digunakan untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban-kewajiban atau hutang lancar dengan aktiva yang lebih likuid. Aktiva lancar - persediaan Quick ratio = Hutang lancar Rasio aktivitas . ctivity rati. Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aktifitas perusahaan dalam mengelola sumber dana yang tersedia padanya. Rasio-rasio yang dipergunakan terdiri dari : Perputaran piutang . eceivable turnove. Menunjukkan kecepatan perputaran dari pada piutang Penjualan Receivable turnover = Piutang rata-rata Perputaran persediaan . nventory turnove. Menunjukkan kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan berputar dalam satu periode Harga pokok penjualan Inventory turnover = Persediaan rata-rata e-ISSN: 0000-0000 Halaman 87 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Perputaran modal kerja (Working capital turnove. Menunjukkan kemampuan modal kerja netto berputar dalam suatu periode tertentu atau indikasi dari siklus kas . ash cycl. dari perusahaan Penjualan netto Working capital turnover = Aktiva lancar Ae utang lancar Rasio modal (Leveraga Rati. Rasio ini dugunakan untuk mengukur besar kecil modal dari kreditur dalam suatu perusahaan dan berapa besar jumlah modal dari kreditur dibandingkan dengan keseluruhan modal yang dimiliki perusahaan atau dibandingkan dengan modal sendiri. Rasio-rasio yang dipergunakan terdiri dari : Total debt to total assets ratio Digunakan untuk mengukur jumlah aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang atau modal yang berasal dari kreditur. Total debt Total debt to total assets ratio = Total assets Long term debt to equity ratio Digunaka untuk menghitung perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Long term debt Long term debt to equity ratio = Equity Total debt to equity ratio Digunakan untuk menghitung modal sendiri dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang. Total debt Total debt to equity ratio = Equity Rasio keuntungan . rofitability rati. Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba . Rasio-rasio yang dipergunakan terdiri dari : Gross profit margin Digunakan untuk mengukur tingkat laba kotor dibandingkan dengan volume penjualan. Penjualan bersih Ae harga pokok penjualan Gross profit margin = Penjualan bersih Net profit margin Digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan volume penjualan. Laba bersih sesudah pajak Net profit margin = Penjualan bersih Operating ratio Digunakan untuk mengukur tingkat laba operasi dibandingkan dengan volume penjualan. Harga pokok penjualan biaya Ae biaya operasi Operating ratio = Penjualan Net earning power ratio Digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih. Laba bersih e-ISSN: 0000-0000 Halaman 88 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Net earning power ratio = Total aktiva Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perhitungan rasio-rasio untuk menilai keadaan keuangan perusahaan di masa lalu, saat ini dan kemungkinannya di masa yang akan datang. Dari semua rasio-rasio keuangan tersebut maka yang dipergunakan dalam penelitian ini sehubungan dengan masalah yang dihadapi oleh KUD USPEK adalah rasio likuiditas yang masing-masing dapat dijelaskan lebih lanjut. METODOLOGI Penelitian yang dilakukan bertempat pada KUD Usaha Perbaikan Ekonomi Kita (USPEK), yang berkedudukan di Desa Uraur. Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Waktu pelaksanaan penelitian pada Bulan Maret 2010. Untuk menganalisis data yang tepat sasaran, maka teknik pengambilan data yang dipakai adalah sebagai penelitian kepustakaan (Library Research Methoo. yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan memperoleh bahan teoritis yang dapat di gunakan sebagi landasan dengan mmencari buku-buku/literature yang ada hubungannya dengan penulisan penelitian lapangan (Field Research Methoo. yaitu penelitian yang di laksanakan secara langsung di lokasi, tujuannya memperoleh data guna melengkapi penulisan. Untuk membuktikan hipotesis sekaligus memecahkan masalah yang dihadapi, maka alat analisa yang di gunakan adalah alat analisa rasio likuiditas berupa : Current Ratio, yang digunakan untuk menghitung kemampuan modal kerja suatu perusahaan. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung current ratio adalah : Aktiva Lancar Current Ratio = Hutang Lancar Acid Test Ratio, yang di gunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam perhitungan tanpa menyertakan persediaan. Dengan menggunakan rumus : Aktiva Lancar Ae Persediaan Acid Test Ratio = x 100% Hutang Lancar Cash Ratio, yang di gunakan untuk mengetahui keadaan kas perusahaan. Dengan menggunakan rumus : Kas Bank Cash Ratio x 100% Hutang Lancar HASIL DAN PEMBAHASAN Dari neraca KUD USPEK yaitu neraca tahun 2017 sampai tahun 2021, maka dapat dilihat adanya fluktuasi terhadap pos-pos neraca baik manfaat bagi manajemen untuk mengambil keputusan terhadap kelangsungan usaha KUD USPEK tersebut di antaranya dapat diketahui kemampuan KUD USPEK dalam melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Analisa rasio likuiditas adalah sutu bentuk penilaian terhadap laporan keuangan yang meliputi neraca atau laporan keuangan yang dianalisa untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Berikut ini akan di bahas mengenai masing-masing alat analisa untuk mengetahui berapa besar tingkat kemapuan perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendeknya. 1 Current Ratio Rumus yang di gunakan adalah: Aktiva Lancar Current Ratio = Hutang Lancar Tahun 2017 = e-ISSN: 0000-0000 Rp. 401,00 Rp. 805,00 Halaman 89 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 = 90,98 % Berdasarkan perhitungan current ratio untuk laporan keuangan pada tahun 2017 menyatakan bahwa aktiva lancar pada tahun ini sudah mampu menutup hutang lancarnya, karna rasio ini dengan persentasi 90,98% yang berarti bahwa setiap rupiah Aktiva lancar dapat menjamin hutang lancar sebesar Rp. 0,91. hasil analisa rasio ini masih berada di bawah 100% dengan besar perbandingan adalah 1:1, dengan demikian pada tahun ini perusahaan dinyatakan inlikuid atau belum mampu melunasi kewajiban-kewajibannya. Tahun 2018 = Rp. 231,00 Rp. 805,00 = 125,64% Current ratio pada 2018 sebesar 125,64%, yang berarti bahwa setiap rupiah aktiva lancar dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 1,25. hasil analisa rasio ini berada di atas 100% dengan besar perbandingan adalah 1:1, dengan demikian pada tahun ini perusahaan dinyatakan likuid atau mampu melunasi kewajibankewajibannya tidak seperti tahun sebelumnya. Tahun 2019 = Rp. 334,00 Rp. 650,00 = 163,18% Current ratio pada tahun 2019 sebesar 163,18%. Yang berarti setiap rupiah aktiva lancar dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 1,63. dengan demikian perusahaan juga dapat dikatakan likuid seperti tahun Tahun 2020 = Rp113 . 720,00 Rp. 305,00 = 236,69% Current Ratio pada tahun 2020 sebesar 236,69%, yang berarti bahwa setiap rupiah aktiva lancar dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 2,36. Dengan demikian perusahaan juga di katakan likuid. Tahun 2021 = Rp. 900,00 Rp. 300,00 = 239,08% Current ratio pada tahun 2021 sebesar 293,08% yang berarti bahwa setiap rupiah aktiva lancar dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 2,93. Dengan demikian perusahaan juga di katakan likud. 2 Acid Test Ratio Rumus yang di gunakan adalah : Aktiva Lancar Ae Persediaan Acid Test Ratio = Hutang Lancar Tahun 2017 = x 100 % Rp. 401,00 A Rp. 0,00 Rp. 805,00 = 90,98% Berdasarkan perhitungan acid test ratio pada tahun 2017 maka hasil yang diperoleh adalah sama besar dengan hasil analisa current ratio tahun yang sama. Hal ini di karenakan tidak adanyan persediaan pada KUD USPEK. Sehingga dapat di katakan bahwa KUD USPEK belum menunjukan kemampuan aktiva lancar yang dilikuid yang mampu menutupi hutang lancar atau inlikuid. Tahun 2018 = Rp. 231,00 A Rp. 0,00 Rp. 805,00 = 125,64% Berdasrkan perhitungan acid test ratio tahun 2018 maka hasil yang diperoleh adalah sama besar dengan hasil analisa current ratio di tahun yang sama. Hal ini di karenakan tidak adanya persediaan pada KUD USPEK. Sehingga dapat dikatakan bahwa KUD USPEK likuid. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 90 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Tahun 2019 = Rp. 334,00 A 0,00 Rp. 650,00 = 163,18% Berdasarkan perhitungan acid test ratio tahun 2019 maka hasil yang diperoleh adalah sama besar dengan hasil analisa current ratio di tahun yang sama. Hal ini di karenakan tidak adanyan persediaan pada KUD USPEK. Sehingga dapat dikatakan bahwa KUD USPEK likuid. Tahun 2020 = Rp. 720,00 A 0,00 Rp. 305,00 = 236. Berdasarkan perhitungan acid test ratio 2020 maka hasil yang di peroleh adalah sama besar dengan hasil analisa current ratio ditahun yang sama. hal in di karenakan tidak adanya persedian pada KUD USPEK. Sehingga dapat di katakan bahwa KUD USPEK likuid. Tahun 2021 = Rp. 900,00 A 0,00 Rp. 300,00 = 293,08% Berdasarkan perhitunngan acid test ratio tahun 2021 maka hasil di peroeleh adalah sama besar dengan hasil analisa current ratio di tahun yang sama. hal ini dikarenakan tidak adanya persediaan pada KUD USPEK. Sehingga dapat dikatakan bahwa KUD USPEK likuid. Cash Ratio Rumus yang digunakan adalah: Kas Bank Cash Ratio = Hutang lancark Tahun 2017 = x 100% Rp. 114 A 19. Rp. = 77,86% Pada tahun 2017 perhitungan persentase dengan cash ratio yang dihasilkan perusahaan adalah 77,86%, yang berarti bahwa setiap rupiah kas yang di miliki dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 0,78. persentase yang demikian dapat menunjukan posisi kas yang belum mampu menutupi hutang lancarnya, dengan begitu perusahaan untuk tahun ini dikatakan inlikuid atau belum mampu melunasi kewajiban-kewajiban Tahun 2018 = Rp. 165 A 29. Rp. = 97,31% Pada tahun 2018, cash ratio yang dihasilkan perusahaan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 97,31%, yang berarti bahwa setiap rupiah kas yang dimiliki dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 0,97. persentase yang demikian dapat dikatakan inlikuid. Tahun 2019 = Rp. 343 A 42. Rp. = 117,95% Pada tahun 2019, cash ratio yang dihasilkan perusahaan lebih baik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 117,95%, yang berarti bahwa setiap rupiah kas yang dimiliki dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 1,18. dengan persentase yang demikian dapat di katakan likuid. Tahun 2020 = Rp. 728 A 47. Rp. = 197,47% e-ISSN: 0000-0000 Halaman 91 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 Pada tahun 2020 cash ratio yang dihasilkan perusahaan lebih baik dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 197,47%. Yang berarti bahwa setiap rupiah kas yang dimiliki dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 1,97. dengan persentase demikian dapat dikatan likuid Tahun 2021 = Rp. 500 A 20. Rp. = 223,50% Pada tahun 2021, cash ratio yang dihasilkan perusahaan dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 223,50%, yang bararti bahwa setiap rupiah kas yang dimiliki dapat menjamin utang lancar sebesar Rp 2,24. dengan persentase yang demikian dapat dikatakan likuid. Untuk lebih jelas hasil perhitungan rasio likuiditas pada tahun 2017 sampai dengan 2021 dapat dilihat pada tabel 4. 1 berikut ini : Tabel 4. KUD USPEK Ringkasan Perkembangan Rasio Likuiditas Tahun 2017-2021 ( Dalam Persen ) Tahun CurentRrasio Acid Test Rasio Cash Rasio Sumber : KUD USPEK 90,98 125,94 163,18 236,69 293,08 90,98 125,94 163,18 236,69 293,08 77,86 97,31 117,95 197,47 223,50 Berdasarkan Tabel 4. dapat di lihat bahwa perkembangan Rasio Likuiditas KUD USPEK tahun 2017 sampai dengan 2021 menunjukan bahwa : Berdasarkan hasil analisa Current Ratio dan Acid Test Ratio, dapat dikatakan bahwa KUD USPEK pada tahun 2017 belum mampu melunasi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar, tetapi di tahun berikut mampu untuk membayar seluruh kewajiban-kewajiban jangka pendek dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Hasil analisa untuk Cash Ratio menunjukkan bahwa pada tahun 2017 dan 2018 KUD USPEK belum mampu melunasi hutang jangka pendek tetapi ditahun berikutnya KUD sudah mampu membayar kewajibankewajiban jangka pendeknya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan bab pembahasan maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan hasil analisa Current Ratio dan analisa Acid Test Ratio. KUD USPEK dikatakan inlikuid pada tahun pertama di analisa sedangkan untuk tahun berikut dan tingkat likuiditasnya cenderung berfluktuasi setip tahunnya, yaitu pada tahun 2017 sebesar 90,98%, tahun 2018 sebesar 126,64%, tahun 2019 sebesar 163, 18%, tahun 2020 sebesar 236,69%, dan tahun 2021 sebesar 293,08%. Berdasarkan hasil analisa Cash Ratio. KUD USPEK pada tahun 2017 dan 2018 dikatakan inlikud sedangkan pada tahun 2019-2021 dikatakan likuid, yaitu pada tahun 2017 sebesar 77,86%, tahun 2018 sebesar 97,31%, tahun 2019 sebesar 117,95%, tahun 2020 sebesar 197,47%, dan tahun 2021 sebesar 223,50%. Saran KUD USPEK diharapkan untuk terus memperhatikan dan mempertahankan tingkat likuiditasnya sehingga tetap terjaga setiap tahunnya agar tidak terjadi kesulitan-kesulitan dalam melunasi seluruh kewajibankewajiban jangka pendek. e-ISSN: 0000-0000 Halaman 92 JURNAL ADMINISTRASI TERAPAN VOL 1. NO. SEPTEMBER 2022 DAFTAR PUSTAKA