Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 05 No. 02 (2025) : Oktober Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim TRANSFORMASI PEMBELAJARAN PAI MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING: TINJAUAN LITERATUR Efi Tri Astuti1 1 PGMI, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Email: efi.astuti@uin-suka.ac.id Received: 31-09-2025 DOI: Accepted: 15-10-2025 Published: 31-10-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar melalui pendekatan deep learning dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), tanpa pengumpulan data empiris langsung dari lapangan. Sumber data diperoleh dari buku akademik dan artikel jurnal ilmiah terakreditasi yang relevan dan terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025). Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis isi, mencakup reduksi data, kategorisasi tematik, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning, yang menekankan pada pembelajaran bermakna, reflektif, dan kontekstual, mampu mentransformasikan pembelajaran PAI dari model hafalan menuju pembelajaran berbasis nilai dan pengalaman. Strategi seperti project-based learning, personalized learning, dan game-based learning terbukti dapat meningkatkan pemahaman konseptual, kesadaran religius, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, implementasi pendekatan ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru, kurangnya bahan ajar kontekstual, dan dominasi sistem evaluasi kognitif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa deep learning merupakan pendekatan strategis untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang relevan dengan visi Kurikulum Merdeka, dengan syarat didukung oleh penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum dan media pembelajaran, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan. Kata Kunci: Deep Learning, PAI, SD, Transformasi Pembelajaran PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, khususnya dalam membentuk karakter religius, sikap moderat, dan kecerdasan spiritual peserta didik (Maulana, 2025; Zain et al., 2025). Namun, dalam praktiknya, pembelajaran PAI di berbagai jenjang pendidikan, terutama di tingkat dasar, masih dihadapkan pada tantangan pedagogis yang cukup kompleks. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan cenderung berpusat pada guru (teacher-centered), berorientasi pada hafalan (rote learning), dan kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam dan reflektif terhadap nilai-nilai ajaran Islam (Firmansyah & Jiwandono, 2022; Nuraeni et al., 2025). Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 05 No. 02 (2025) : Oktober Nama Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur Fenomena tersebut berdampak pada lemahnya internalisasi nilai dalam kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini tercermin dari hasil-hasil evaluasi pendidikan karakter yang menunjukkan bahwa meskipun siswa memahami norma agama secara kognitif, namun perilaku aktual mereka tidak selalu mencerminkan nilai-nilai tersebut (Khairunisa et al., 2025). Oleh karena itu, dibutuhkan transformasi pendekatan pembelajaran PAI yang tidak hanya mengutamakan aspek kognitif semata, tetapi juga mendorong keterlibatan emosional, pengalaman personal, dan refleksi moral peserta didik. Salah satu pendekatan yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah deep learning (pembelajaran mendalam), yaitu suatu pendekatan pedagogis yang menekankan keterkaitan makna (meaning making), berpikir kritis, refleksi nilai, dan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan ke dalam konteks kehidupan nyata (Nafi & Faruq, 2025; Ramadhani, 2025). Pendekatan ini berbeda dengan surface learning yang hanya mengejar penyelesaian tugas atau ujian. Deep learning dalam pembelajaran PAI berpotensi mendorong peserta didik untuk memahami ajaran Islam secara komprehensif, menghayati nilainilainya, dan menginternalisasikannya ke dalam perilaku keseharian. Kajian ini penting dilakukan untuk menelaah secara kritis berbagai teori, model, dan prinsip pembelajaran deep learning serta potensi penerapannya dalam konteks pembelajaran PAI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan teoritis yang kuat bagi pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih humanis, reflektif, dan kontekstual—selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan tujuan pendidikan nasional. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif (J.Moleong, 2011) dengan metode penelitian kepustakaan (library research) (Adlini et al., 2022). Penelitian ini tidak melibatkan pengumpulan data empiris langsung dari lapangan, melainkan difokuskan pada penelusuran, analisis, dan sintesis berbagai literatur yang relevan untuk mengkaji transformasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan deep learning. Pendekatan ini digunakan untuk menggali konsep, teori, dan hasil penelitian terdahulu sebagai landasan dalam merumuskan pemikiran konseptual yang mendalam dan argumentatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi buku-buku akademik, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik penelitian. Kriteria utama pustaka yang digunakan adalah publikasi yang relevan dengan tema pembelajaran PAI, pendekatan deep learning, dan transformasi pedagogi di era Kurikulum Merdeka. Untuk menjaga aktualitas dan validitas data, peneliti secara khusus memprioritaskan sumber-sumber dari jurnal terakreditasi dan bereputasi yang terbit dalam lima tahun terakhir (2020–2025), baik yang tersedia melalui database seperti Google Scholar, Sinta, DOAJ, maupun Garuda. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif (Nasution, 2023) melalui teknik analisis isi (content analysis) (Rozali, 2022). Proses ini mencakup Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim 19 Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur tahap reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan sintesis konseptual (Haryoko et al., 2020). Peneliti mengelompokkan literatur berdasarkan tematema utama seperti prinsip-prinsip deep learning, penerapannya dalam konteks PAI, serta tantangan dan peluang dalam integrasi pendekatan ini dalam konteks Kurikulum Merdeka. Hasil akhir dari proses analisis ini berupa kesimpulan teoritis dan rekomendasi konseptual yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih reflektif, bermakna, dan kontekstual sesuai arah Kurikulum Merdeka dengan menekankan ada pendekatan deep learning. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Pendekatan deep learning dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar tidak merujuk pada teknologi kecerdasan buatan (AI), melainkan pada pendekatan pedagogis yang menekankan pembelajaran bermakna, reflektif, dan transformatif. Dalam literatur pendidikan, deep learning dipahami sebagai proses belajar yang memungkinkan peserta didik menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, memahami makna secara mendalam, dan menginternalisasi nilai untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini sangat relevan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar yang berada pada tahap perkembangan kognitif konkretoperasional, yang membutuhkan pengalaman belajar kontekstual, visual, dan eksploratif. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Hasanah dan Pujiati menemukan bahwa penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar mampu meningkatkan pemahaman konseptual dan kesadaran nilai religius siswa. Dalam penelitian tersebut, guru menerapkan pembelajaran berbasis narasi, diskusi reflektif, serta proyek nilai yang memungkinkan siswa merefleksikan makna ajaran agama dalam kehidupan nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa deep learning dapat menjadi landasan pedagogis yang efektif untuk mentransformasikan pembelajaran PAI dari sekadar hafalan menuju pemahaman dan pengalaman nilai (Hasanah & Pujiati, 2025). Hidayat dan Haryati ada tahun 2025, melalui studi sistematis di sejumlah SD di Kota Bima, mengidentifikasi tiga pilar utama dalam pendekatan deep learning, yakni: mindful learning (kesadaran belajar), meaningful learning (pemaknaan konsep), dan joyful learning (kesenangan belajar). Ketiga pilar ini terbukti memperkuat motivasi belajar, keterlibatan emosional, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PAI. Dengan model pembelajaran yang bersifat reflektif dan berbasis pengalaman, siswa tidak hanya memahami materi keagamaan secara kognitif, tetapi juga mengembangkan sikap spiritual dan sosial yang aplikatif (Hidayat & Haryati, 2025). Jamilatun Nafi’ah dan Faruq (2025) menambahkan bahwa pendekatan deep learning berkontribusi dalam membangun keterampilan berpikir tingkat 20 Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim Nama Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur tinggi seperti berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Dalam konteks pembelajaran PAI di sekolah dasar, ini sangat penting karena siswa diajak untuk memahami nilai-nilai agama bukan sebagai dogma, tetapi sebagai prinsip hidup yang dapat dijelaskan, dianalisis, dan dikaitkan dengan situasi keseharian mereka. Pendekatan ini juga memungkinkan terbangunnya kesadaran moral yang lebih kuat, karena siswa dilatih untuk mempertanyakan, mendiskusikan, dan mengevaluasi tindakan dalam perspektif nilai-nilai Islam (Nafi & Faruq, 2025). Andayanie bersama tim (2025) dalam telaah literaturnya mengidentifikasi beberapa strategi pembelajaran berbasis deep learning yang sesuai diterapkan dalam PAI di tingkat sekolah dasar, seperti: personalized learning (pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa), project-based learning (pembelajaran berbasis proyek nilai), dan game-based learning (pembelajaran berbasis permainan edukatif Islami). Strategi ini terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar dan memperkuat hubungan antara materi agama dengan kehidupan nyata. Namun, tantangan utama yang diidentifikasi adalah dominasi sistem asesmen tradisional yang hanya mengukur aspek kognitif, serta kurangnya sumber daya dan pelatihan bagi guru untuk menerapkan pendekatan ini secara konsisten (Andayanie et al., 2025). Kajian oleh Fauziati (2025) menyebutkan bahwa deep learning merupakan bentuk pembelajaran sejati (true learning) yang mengarah pada internalisasi nilai dan pembentukan karakter. Ia menyebut bahwa pendekatan ini mendukung pengembangan enam kompetensi utama abad ke-21 (6C): karakter, kewarganegaraan global, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Dalam pembelajaran PAI, pendekatan ini dapat mendorong siswa untuk memahami ajaran agama dalam kerangka keberagaman, kebangsaan, dan perdamaian. Peran guru dalam konteks ini tidak lagi sebagai pusat informasi, tetapi sebagai fasilitator, pendamping, dan pemandu proses refleksi (Fauziati, 2025). Agustina dan tim (2024), dalam studi persepsi guru PAI, mengonfirmasi bahwa guru secara umum menilai pendekatan deep learning sebagai strategi yang relevan dan potensial untuk memperdalam pemahaman agama siswa. Namun, sebagian besar guru mengaku belum sepenuhnya siap secara pedagogis maupun teknologis untuk mendesain dan melaksanakan pembelajaran semacam ini. Kendala lain yang ditemukan mencakup keterbatasan waktu dalam pembelajaran agama, belum tersedianya modul pembelajaran PAI berbasis deep learning, serta beban administratif guru yang tinggi (Agustina et al., 2024). Secara umum, hasil kajian pustaka ini memperlihatkan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI sekolah dasar bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami yang kontekstual dan moderat. Melalui pengalaman belajar yang bermakna, siswa diajak membangun relasi antara ajaran agama dengan tantangan kehidupan modern, seperti toleransi, kejujuran, tanggung jawab sosial, dan empati. Dengan demikian, deep learning menjadi pendekatan strategis untuk Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim 21 Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur menghadirkan pendidikan agama yang hidup, relevan, dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan universal. PEMBAHASAN Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning dalam konteks pembelajaran PAI di sekolah dasar berpotensi membawa perubahan fundamental dari pembelajaran yang bersifat verbalistik dan doktrinal menuju pendekatan yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi nilai. Deep learning sebagai pendekatan pedagogis berupaya mengembangkan proses belajar yang tidak hanya mengedepankan transfer informasi, tetapi juga mendorong pemahaman mendalam, integrasi pengalaman pribadi, dan refleksi nilai-nilai keislaman. Ini sejalan dengan misi PAI untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia melalui pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Di sekolah dasar, pendekatan ini menjadi sangat relevan karena siswa berada dalam tahap perkembangan yang sangat membutuhkan pembelajaran konkret, naratif, dan menyenangkan. Deep learning memungkinkan pengembangan strategi pembelajaran berbasis proyek, permainan edukatif, diskusi nilai, dan narasi tokoh teladan yang tidak hanya membangun pemahaman intelektual, tetapi juga keterlibatan emosional dan moral siswa. Melalui pembelajaran yang bersifat eksploratif dan reflektif ini, nilai-nilai keislaman tidak hanya dikenali, tetapi juga dialami dan dihidupkan dalam konteks kehidupan sehari-hari anak. Kurikulum Merdeka sebagai kerangka pendidikan nasional memberikan peluang besar untuk mengintegrasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI. Prinsip pembelajaran berdiferensiasi, penekanan pada profil pelajar Pancasila, dan fleksibilitas dalam merancang pembelajaran memberi ruang bagi guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal, reflektif, dan bermakna. Namun demikian, penerapan pendekatan ini membutuhkan kompetensi guru yang mumpuni, ketersediaan sumber daya ajar yang relevan, serta sistem evaluasi yang mendukung pembelajaran berbasis proses dan pengalaman. Sayangnya, berbagai studi juga menunjukkan bahwa guru PAI di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam memahami dan mengimplementasikan pendekatan ini. Banyak guru yang belum terbiasa menggunakan metode reflektif, belum memiliki pengalaman mengembangkan proyek pembelajaran berbasis nilai, serta belum mendapatkan pelatihan pedagogi kontekstual yang mendalam. Sebagian guru juga masih terbatas dalam literasi pedagogi abad ke-21 yang menjadi prasyarat dari pendekatan ini, seperti kemampuan merancang assessment for learning, fasilitasi diskusi reflektif, atau pemberian umpan balik formatif. Keterbatasan lain yang menonjol adalah belum tersedianya bahan ajar dan perangkat pembelajaran PAI yang secara khusus dirancang berbasis pendekatan deep learning. Modul PAI yang beredar umumnya masih 22 Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim Nama Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur menekankan materi hafalan dan aktivitas reproduktif, bukan eksploratif. Sistem evaluasi di banyak sekolah juga masih cenderung berorientasi pada kognisi semata, belum mencakup asesmen autentik berbasis portofolio, observasi sikap, atau proyek reflektif yang relevan untuk mengukur keberhasilan pendekatan deep learning. Lebih lanjut, transformasi pembelajaran PAI ke arah deep learning bukan hanya persoalan metode, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma. Guru perlu melihat siswa sebagai subjek pembelajar aktif, bukan objek yang harus didepositkan pengetahuan agama. Guru juga perlu bergeser dari peran instruktur menuju fasilitator nilai dan pendamping refleksi. Hal ini membutuhkan pelatihan yang bersifat transformatif dan berkelanjutan, serta komunitas belajar profesional yang mendukung proses adaptasi guru secara kolektif. Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar tidak hanya menghadirkan peluang transformasi pedagogis, tetapi juga menuntut penyesuaian pada berbagai aspek sistem pendidikan. Oleh karena itu, sejumlah implikasi strategis perlu dicermati untuk mendukung keberhasilan implementasinya: 1. Perubahan Paradigma Mengajar: Guru perlu mengadopsi peran baru sebagai fasilitator pembelajaran reflektif yang berorientasi pada pemahaman mendalam, bukan sekadar penyampai materi. 2. Redesain Kurikulum dan Modul Ajar: Kurikulum PAI perlu disusun dengan menekankan pada kegiatan belajar bermakna, integratif, dan berbasis masalah yang kontekstual dengan kehidupan siswa. 3. Penguatan Kompetensi Guru: Diperlukan program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada strategi deep learning, bukan hanya pelatihan teknis penggunaan media digital. 4. Pengembangan Media dan Sumber Belajar Kontekstual: Dibutuhkan bahan ajar dan media pembelajaran yang dapat mendorong siswa berpikir kritis dan merefleksikan nilai-nilai keagamaan secara kontekstual. 5. Dukungan Ekosistem Sekolah: Implementasi deep learning memerlukan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan budaya belajar yang mendalam dan bernilai. Implikasi-implikasi tersebut menegaskan bahwa transformasi pembelajaran PAI berbasis deep learning harus bersifat holistik dan terencana. Tidak cukup hanya bertumpu pada kesiapan guru, tetapi juga didukung oleh kebijakan kurikulum, ekosistem sekolah, serta sarana pembelajaran yang adaptif. Dalam rangka mewujudkan transformasi ini secara nyata di ruang kelas sekolah dasar, berikut beberapa rekomendasi strategis yang dapat diajukan: 1. Integrasi Pendekatan Deep Learning ke dalam Kurikulum Nasional: Pemerintah melalui Kemendikbudristek perlu mengembangkan kurikulum PAI yang secara eksplisit mengadopsi prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, dengan penekanan pada pemahaman nilai dan Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim 23 Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur refleksi kontekstual. 2. Penguatan Program Pendidikan dan Pelatihan Guru PAI: LPTK dan Balai Diklat perlu mendesain pelatihan guru berbasis pedagogi reflektif dan pembelajaran kontekstual, bukan hanya pelatihan teknologi semata. 3. Penyediaan Dana dan Infrastruktur Pendukung di Sekolah Dasar: Terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T, dukungan fasilitas dan akses digital menjadi kunci untuk memastikan pemerataan kualitas pembelajaran. 4. Pengembangan Kolaboratif Sumber Belajar Digital Islami: Lembaga pendidikan dan komunitas guru dapat bekerja sama menghasilkan konten pembelajaran digital berbasis nilai Islam yang relevan dengan konteks anak-anak sekolah dasar. 5. Monitoring dan Evaluasi Penerapan Strategi Deep Learning: Perlu disusun mekanisme evaluasi yang mengukur dampak strategi ini terhadap perkembangan spiritual, sosial, dan kognitif siswa secara holistik. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar merupakan strategi pedagogis yang tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual siswa, tetapi juga membentuk kesadaran nilai dan karakter Islami yang kontekstual. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran yang reflektif, bermakna, dan transformatif—selaras dengan kebutuhan perkembangan peserta didik usia dasar. Melalui penerapan metode seperti narasi, proyek nilai, diskusi reflektif, dan permainan edukatif Islami, siswa tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga mengalaminya sebagai nilai hidup sehari-hari. Meskipun berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan kompetensi guru, bahan ajar yang belum adaptif, dan sistem evaluasi yang masih tradisional, pendekatan ini tetap menunjukkan potensi besar untuk mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih hidup dan relevan. Oleh karena itu, upaya sistematis yang melibatkan penguatan kompetensi guru, penyusunan kurikulum dan modul ajar berbasis nilai, serta dukungan kebijakan dan ekosistem sekolah yang kolaboratif menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi pembelajaran PAI yang bermakna dan berkelanjutan di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394 Agustina, E., Suryatik., Azhar., & Jupriaman. (2024). Persepsi Guru Pendidikan 24 Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim Nama Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur Agama Islam Terhadap Implementasi Kecerdasan Buatan Dalam Proses Pembelajaran. Tarbiyah Bil Qalam: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Sains, VIII(1), 1– 7. Andayanie, L. M., Adhantoro, M. S., Purnomo, E., & Kurniaji, G. T. (2025). Implementation of Deep Learning in Education: Towards Mindful, Meaningful, and Joyful Learning Experiences. Journal of Deep Learning, 1(1), 47–56. Fauziati, E. (2025). Deep Learning: a Theoretical Review. Suar Betang, 20(1), 123– 133. https://doi.org/10.26499/surbet.v20i1.30777 Firmansyah, A., & Jiwandono, N. R. (2022). Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning Jurnal Guru Indonesia, 2(1), dalam Pembelajaran. 33–39. https://doi.org/10.51817/jgi.v2i1.229 Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep,Teknik, & Prosedur Analisis). Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar. Hasanah, N., & Pujiati, P. (2025). Penerapan Pendekatan Deep Learning Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar Kota Bekasi. El Banar : Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 8(1), 72–79. https://doi.org/10.54125/elbanar.v8i1.539 Hidayat, A. G., & Haryati, T. (2025). Analysis of Learning Effectiveness Using the Deep Learning Approach in Elementary Schools. Kurikula : Jurnal Pendidikan, 9(2), 126–139. https://doi.org/10.56997/kurikula.v9i2.2083 J.Moleong, L. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Khairunisa, A., Sari, K., & Rahmadani, F. (2025). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Berintegritas di Era Globalisasi. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 2(2), 194–205. Maulana, M. F. (2025). Kolaborasi Virtual Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), PAI. 25–37. https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim/article/view/153 Nafi, J., & Faruq, D. J. (2025). Conceptualizing Deep Learning Approach in Primary Education : Integrating Mindful , Meaningful , and Joyful. Journal of Educational Research and Practice, 3(2), 225–237. https://doi.org/10.70376/jerp.v3i2.384 Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. In Proceedings of the National Academy of Sciences (Vol. 3, Issue 1). Harfa. http://dx.doi.org/10.1016/j.bpj.2015.06.056 Nuraeni, Y., Qanitah, N., Nawafil, L. E., Nurulfadhil, W. A. K., & Luthfi, M. (2025). Implementasi Problem Based Learning Di Sekolah Dasar : Tantangan Dan Strategi Mengatasi Siswa Pasif Dalam Pembelajaran. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(3), 6130–6139. https://www.city.kawasaki.jp/500/page/0000174493.html Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim 25 Efi Tri Astuti, Transformasi Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Deep Learning: Tinjauan Literatur Ramadhani, G. (2025). The Transformation of Teaching Methods with Deep Learning: A Literature Review in the Educational Context. International Seminar on Student Research in Education, 2(April), 604–614. http://journal.ummat.ac.id/index.php/issrestec Rozali, Y. A. (2022). Penggunaan Analisis Konten Dan Analisis Tematik. Forum Ilmiah, 19(1), 68–76. www.researchgate.net Zain, N. H., Iswantir, I., Wati, S., & Zakir, S. (2025). Reformasi dan Arah Baru Pendidikan Agama Islam Masa Depan. Invention: Journal Research and Education Studies, 6(3), 494–514. https://doi.org/10.51178/invention.v6i2.2655 26 Al-Ta’lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 03 No. 02 (2025): Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal.stainupa.ac.id/index.php/altalim