Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Literature Review: Psychological Impact on Early Age Marriage Salsabila Lintang Pranandia1. Noveri Aisyaroh2. Kartika Adyani 3 Program Studi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan. Universitas Islam Sultan Agung Semarang 123 Email: salsabilalintang11@std. Article Info Article history Received date: 1 November 2024 Revised date: 15 November 2024 Accepted date: 30 November 2024 Abstract Background: Cases of early marriage continue to increase throughout the world, around 650 million women get married before they are 18 years old. Early marriage triggers poor mental health related to the economy, caring for children and family traditions. Objective: To discuss the psychological impact of early marriage. Method: Using the Literature Review method, search for articles using Google Scholar and Pubmed in the last 5 years. Results: From 7 international and national articles, it was found that the psychological impacts that occur in young women marrying early are stress, anxiety and depression, depression and trauma. Conclusion: The psychological impact of early marriage is stress, anxiety and depression, depression and trauma. Keywords: Early age marriage. Psychological impact. Mental health Abstrak Latar Belakang: Kasus pernikahan dini terus meningkat di seluruh dunia, sekiar 650 juta perempuan menikah sebelum genap 18 tahun. Pernikahan dini memicu kesehatan mental buruk yang berkaitan dengan ekonomi, mengurus anak dan adat keluarga. Tujuan: Untuk membahas tentang dampak psikologis pernikahan dini. Metode: Menggunakan metode Literature Review, pencarian artikel menggunakan Google Scholar dan Pubmed dalam 5 tahun terakhir. Hasil: dari 7 artikel internasional dan nasional ditemukan dampak psikologis yang terjadi pada remaja putri menikah dini adalah stress, kecemasan dan tertekan, depresi serta trauma. Kesimpulan: Dampak psikologis pernikahan dini yaitu stress, kecemasan dan tertekan, depresi serta trauma. Kata Kunci Pernikahan usia dini. Dampak psikologis. Kesehatan Mental PENDAHULUAN Kasus pernikahan dini masih menjadi perhatian di seluruh dunia. sekitar 650 juta perempuan menikah sebelum usia 18 . Sekitar 11% perempuan usia 2024 tahun atau sekitar 1 dari 9 perempuan dan laki Ae laki berusia 20-24 tahun sekitar 1% atau setara dengan 1 dari 100 laki Ae laki menikah sebelum usia 18 tahun. Pada saat pandemic Covid-19 tahun 2020 kasus pernikahan dini meningkat 3 kali lipat dari 126 menjadi 64. sedangkan target penurunan pernikahan dini yaitu 8,74% pada tahun 2024 dan menjadi 6,94% pada tahun 2030. Menurut data Badan Peradilan Agama terdapat dispensasi pernikahan anak di Indonesia yang diputuskan pengadilan agama pada tahun 2022 sebanyak 52. kasus, dispensasi ini yang dimaksud adalah pemberian izin pasangan yang masih belum mencapai usia minimum untuk menikah yaitu 19 tahun, kejadian perkara dispensasi nikah tertinggi pada tahun 2022 terdapat di Surabaya sebanyak 15,337 kasus. Prevalensi pasangan menikah muda di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik yaitu di Sulawesi Barat terdapat 71%. Nusa Tenggara Barat terdapat 16,59%. Kalimantan Tengah 15. 47% dan Kalimantan Selatan terdapat 15. Salsabila Lintang Pranandia salsabilalintang11@std. Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. proporsi perempuan yang menikah dibawah usia 18 tahun pada tahun . Faktor yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini yaitu ekonomi yang . Faktor Penggunan media sosial yang bisa mempengaruhi pernikahan dini sebesar 61,4%. Selain itu faktor pergaulan terjadinya hamil diluar nikah akibat hubungan seksual sebelum menikah dan tontonan pornografi. Penelitian Anwar dkk . menyimpulkan bahwa faktor sosial budaya memiliki hubungan dengan kejadian pernikahan dini. Selain itu pada penelitian Rahman dkk . menjelaskan bahwa remaja dengan tingkat pendidikan tinggi dan ekonomi menengah atas melakukan pernikahan di usia dini atas dasar keinginan dan dorongan diri sendiri karena ingin segera mencapai tujuan . Dapat disimpulkan bahwa beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya pernikahan dini adalah ekonomi, pendidikan dan pengetahuan, serta penggunaan media social, pergaulan bebas, sosial budaya dan keinginan diri Menikah di usia kurang dari 18 tahun beresiko lebih besar terpengaruhnya pendidikan, kualitas kesehatan, berpotensi mengalami kekerasan fisik dan psikis serta . Pernikahan dini akan membahayakan kesehatan remaja dan juga bayinya karena organ reproduksi remaja masih dalam masa perkembangan dan belum siap untuk mengandung. Tidak hanya berdampak pada kesehatan saja melainkan berdampak juga pada psikologis Dari hasil penelitian Maulana dkk . dalam penelitian terdapat 3 subjek dengan 2 diantaranya diakibatkan karena sulitnya menemukan pekerjaan serta kondisi mental maupun pengalaman yang . Masalah pernikahan dini yang memicu kesehatan mental buruk adalah terkait ekonomi, masalah pengurusan anak dan masalah adat dalam . Pada Undang Ae undang tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 26 nomor 35 menegaskan bahwa orang tua bertanggung jawab dan berkewajiban untuk dapat mencegah perkawinan di usia dini . Kesehatan mental memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik dan dapat mengganggu produktifitas seseorang maka dari itu kesehatan mental sangat penting agar dapat menunjang kualitas fisik dan produktifitas untuk mempersiapkan diri sebagai pasangan suami istri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenai dampak pernikahan dini dalam aspek psikologis. METODE Artikel ini merupakan literature review. Dari 17 artikel publikasi yang didapatkan, terdapat 11 artikel yang dieliminasi karena tidak layak untuk memenuhi kriteria inklusi, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan didapatkan total 7 artikel yang terdiri dari 3 artikel internasional dan 4 artikel nasional yang akan di review. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mencari sumber artikel dilakukan dengan menggunakan Google Scholar dan PubMed. Jenis metode menggunakan metode cross sectional dan case control. Cara untuk mencari beberapa artikel yang direview adalah menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur adalah AuPernikahan Usia Dini (Early Age Marriag. Ay AuDampak Psikologis Salsabila Lintang Pranandia salsabilalintang11@std. Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. (Psychological Impac. Aydan AuKesehatan Mental (Mental Healt. Ay. Kriteria inklusi yang dipilih untuk pencarian yaitu dipilih berdasarkan tahun terbit dari tahun 2019 sampai tahun 2023, desain penelitian kualitatif sampel penelitian yang sama yaitu wanita yang menikah pada usia dini yang mengalami atau tidak mengalami masalah mental. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas tentang dampak pernikahan ini dalam aspek pesikologis. Tabel 1. Ringkasan Isi Jurnal Penulis Neetu, et al . Judul Child Marriage and Psychological WellBeing in Niger and Ethiopia Metode Penelitian kuantitatif Ae kualitatif, studi cross Aysen, et al . Impact Early Marriage And Adolescent Pregnancy Mental And Somatic Health: The Role Partner Violence Malakeh, . Evaluation Psychological Reactions Among Teenage Married Girls in Palestinian Refugee Camps in Jordan Bagaimanakah Kesehatan Mental Remaja Etnis Madura Yang Menikah Di Usia Dini Studi cross - sectional Analisis kovarians dan analisis univariat ANCOVA serta tes post hoc Tukey-b. 569 wanita usia 16-72 Penelitian studi crosectional dengan desian deskriptif korelasi. Teknik sampling non-probability Sebanyak 205 Kualitatif studi kasus. Menggunakan Teknik purposive dan snowball Analisis data menggunakan thematic content analysis. Subjek 9 Kualitatif deskriptif studi kasus dengan dengan 2 subjek perempuan . Menggunakan data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Kualitatif studi kasus. Subjek 3 subjek Iken, dkk Fifin, dkk Dampak Psikologis Pernikahan Dini Bagi Perempuan Mahrus, . Dampak Stress Pada Psikologis Perempuan Setelah Menikah Di Usia Dini Hasil Pernikahan kesejahteraan psikologis wanita seperti tekanan emosional dan depresi akibat beban tanggung jawab pernikahan, tuntutan seksual pasangan dan melahirkan anak serta mengasuh anak Terjadinya kesehatan mental yang parah seperti meningkatnya gejala depresi dan kecemasan tingkat tinggi karena perempuan mengalami paksaan seksual. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari 205 remaja perempuan yang menikah dini mengalami gejala depresi 39,5%, kecemasan 25,6% dan stress tingkat sedang hingga sangat parah dengan hasil 9,8% Responden cenderung mempunyai perasaan tertekan saat mereka akan maupun setelah menikah karena kecemasan yang terlalu Masih belum siap dengan status sebagai seorang istri dan sangat rendahnya perasaan aman maupun nyaman untuk bisa tinggal di tempat dan situasi yang baru. Kedua subjek mengalami dampak psikologis stress, cemas, khawatir setelah berubah menjadi peran ibu dan penyesuaian diri dengan peran barunya. Dari hasil pretest dan posttest Subjek I meningkat dari depresi sedang menjadi depresi parah. Subjek II hasil dari depresi sedang meningkat menjadi gangguan mood atau perasaan murung ringan. Subjek i naik turunnya stres masih tergolong wajar berubah gangguan mood atau perasaan murung ringan. Faktor stress terjadi karena masalah yang ada dalam keluarga maupun diluar keluarga Salsabila Lintang Pranandia salsabilalintang11@std. Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. Widya, . Strategi Mengatasi Dampak Psikologis Pada Perempuan yang Menikah Dini Kualitatif studi kasus. Teknik Analisis data analisis tematik. 2 subjek. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil review analisis artikel tentang dampak psikologis pernikahan usia dini diperoleh hasil bentuk dampak psikologis yaitu : Rasa Stres Stres merupakan respon seseorang dalam menghadapi perubahan situasi . Pada penelitian Fifin, dkk . , perasaan stres di rumah diidentifikasi menjadi faktor yang berpengaruh dalam hidup subjek I. subjek II merasakan stres saat setelah berubah menjadi seorang ibu dan penyesuaian diri dengan peran Selain itu penelitian dari Mahrus, dkk . , hasil wawancara yang didapatkan dari 3 subjek yang melakukan pernikahan di usia dini yaitu ketiganya mengalami stres. Stres yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dimana faktor internal yaitu faktor dari keluarga itu sendiri seperti masalah ekonomi, masalah yang pendapat dengan suaminya dan lain Ae Faktor eksternal berasal dari pengaruh lingkungan saudara yang bukan satu rumah yang selalu ikut . Penelitian dari Iken, dkk . , juga Kedua subjek mengalami perasaan yang tertekan, merasa gelisah dan mengalami mengalami stress ketika menghadapi rumah tangga keluarga, ketika suami tidak ingin bekerja, financial yang kurang, suami tidak makan masakan istri dan perdebatan kecil. Pada subjek penelitian Widya, dkk . , juga menjelaskan bahwa stress muncul karena sulitnya bekerja untuk mempertahankan ekonomi keluarga dan mengurus rumah Pada penelitian Malakeh et , dari 205 responden terdapat 9,8% peserta yang mengalami stress Sejalan dengan penelitian Mega N. R, dkk . , indikator utama dalam munculnya kerentanan stres yaitu ketidaksiapan remaja putri saat masuk ke dalam kehidupan pernikahan, karena belum siap seutuhnya tapi dipaksa agar bisa membina rumah tangga dengan . Pada penelitian Destia, dkk . , responden mengalami stres normal sebanyak 41,46%, stres sedang 26,83%, stress berat 10,98% dan stres sangat berat 3,66%. Dibuktikan dengan penelitian Zainal A, dkk . , terdapat korelasi antara pernikahan dini dengan adanya stres yaitu dengan nilai sig 0,0034 (<0,. Kecemasan dan Tertekan Kecemasan seseorang yang menunjukkan bahwa seorang akan merasakan bahaya dan tekanan yang muncul tiba-tiba. Pada penelitian Fifin, dkk . , didapatkan hasil penelitian bahwa kecemasan menjadi salah satu dampak Salsabila Lintang Pranandia salsabilalintang11@std. Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. pernikahan dini baik dari subjek I maupun subjek II. Subjek I dan subjek II mengalami kecemasan tentang ekonomi keluarganya, selain itu kedua subjek merasa tertekan dan terbebani dengan peran baru sebagai seorang ibu dan seorang istri . Penelitian Iken dkk . , menjelaskan bahwa remaja perempuan cenderung merasa tertekan yang ringan saat menikah maupun sesudah menikah. Perasaan tertekan akan mengakibatkan kecemasan ekstrim yang muncul dan membawa sikap keluar batas pada remaja yang menikah di usia dini. Kedua subjek pada penelitian Widya dkk . , mengaku sering merasa tertekan karena berfikir apakah sudah menjadi pasangan yang baik dalam membina . Suyani, dkk . , dalam hasil penelitiannya bahwa karakteristik usia dalam kategori cemas terbanyak adalah pada usia 19 tahun. Pada penelitian Endang . , kecemasan yang terjadi pada pernikahan dini dikarenakan takut adanya ancaman dan persepsi yang menghasilkan rasa tertekan dan panik. Sejalan dengan penelitian . , bahwa kecemasan dapat terjadi dalam pernikahan dini dimana dikarenakan takut akan masalah yang mengancam, serta persepsi yang muncul akibat perasaan tertekan dan panik menghadapi masalah-masalah . Dibuktikan dengan hasil penelitian Zainal A, dkk . bahwa pernikahan dini berhubungan dengan terjadinya kecemasan yaitu sebesar 0,0006 (<0,. Depresi Depresi hati atau gampang tersinggung yang muncul bersama dengan gejala somatic atau kognitif tertentu. Pada penelitian Neetu et al . , salah satu responden mengatakan dirinya merasa depresi dan menangis sepanjang waktu karena dipaksa menikah dan hidup dengan seseorang yang tidak dikenalinya, kekerasan dan pemaksaan seksual. Pada penelitian Malakeh et al . , dari 205 responden terdapat 39,6% mengalami depresi akibat dari trauma . Pada penelitian Aysen . , wanita yang melahirkan sebelum usia 20 tahun menunjukkan tingkat depresi yang lebih tinggi daripada wanita yang melahirkan di usia lebih dari 20 tahun. Salah satu responden mengalami gejala depresi tingkat tinggi akibat dari paksaan seksual dalam pernikahannya. Pada Mahrus membuktikan bahwa depresi dapat terjadi pada remaja menikah dini dimana ketiga responden mengalami depresi sedang, depresi parah, gangguan mood, serta gangguan mood yang wajar. Sejalan dengan penelitian Adiyana . , bahwa dampak psikologis yang terjadi dari pernikahan dini dapat terjadi depresi yang berat, dimana depresi yang terjadi pada seorang introvert dan ekestrovert berbeda. Seorang introvert akan menyendiri, memendam masalah dan menjauhi ekstrovert cenderung akan menceritakan masalah yang terjadi dan mencari mereda dan mengakibatkan orang lain juga tersakiti olehnya. Pernikahan dini berhubungan dengan terjadinya depresi, hal ini dibuktikan pada penelitian Zainal A, dkk . , yaitu Salsabila Lintang Pranandia salsabilalintang11@std. Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 53Ae 61 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. (<0,. 0,031 Trauma Pada penelitian Iken dkk . , menjelaskan bahwa remaja perempuan etnis Madura yang menikah usia dini mengaku trauma, takut melawan dan Selain itu responden merasa tidak nyaman dan aman ketika tinggal dilingkungan baru, responden lebih nyaman dan aman ketika berada di rumahnya sendiri, tinggal bersama orang tua, saudara dan suaminya. Pada penelitian Aysen et al . , menjelaskan bahwa pemaksaan seksual menambah rasa ketakutan dalam mengalami serangan fisik dan psikologis sangat membuat responden trauma. Salah satu responden pada penelitian Neetu et al . , mengaku bahwa dia dipaksa menikah di usia 16 tahun dan mengalami kekerasan seksual yang menyakitkan baginya tetapi dia tidak . Hal tersebut didukung oleh penelitian Kunratih R . , bahwa karena kondisi mental yang belum matang kasus KDRT dapat terjadi dalam pernikahan dini di berbagai daerah. Melukai secara fisik dan memaksa berhubungan intim tanpa mempertimbangkan kondisi mental maupun kesehatan sang istri, cenderung dominan beremosi dan menganggap perempuan sebagai pemuas nafsu seksual saja. Hasil penelitian Stefanie I, dkk . , membuktikan bahwa kasus KDRT lebih banyak terjadi pada pasangan yang menikah usia dini yaitu sebanyak . ,52%) menikah dewasa sebanyak . ,48%) dengan 17 kasus. Dampak psikologis yang terjadi baik stres, kecemasan dan tertekan, depresi serta trauma dapat mempengaruhi tindakan maupun pola pikir yang buruk dan cenderung tidak sabar yang memicu terjadinya suatu hal buruk menjadi masalah besar seperti beban ganda perempuan maupun pemaksaan seksual yang berunjung KDRT. Dampakdampak psikologis tersebut tentunya menjadi perhatian bagi para remaja maupun masyarakat karena dapat SIMPULAN Berdasarkan dari hasil literature review artikel internasional dan nasional dapat disimpulkan bahwa remaja yang menikah di usia dini mengalami gangguan mental yaitu stres, kecemasan dan tertekan, depresi serta trauma. Pernikahan di usia dini sangat beresiko mengalami kasus KDRT baik secara fisik maupun psikologis. Bagi masyarakat khususnya remaja laki-laki maupun perempuan untuk tidak melakukan pernikahan di usia muda DAFTAR PUSTAKA