JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 PENGARUH AUDIT LINGKUNGAN. FUNGSI PEMERIKSAAN AUDIT INTERNAL. DAN KERTAS KERJA PEMERIKSAAN AUDIT TERHADAP PELAPORAN AUDIT MANAJEMEN DENGAN DAMPAKNYA TERHADAP INFORMASI KINERJA KOMISARIS TERHADAP LINGKUNGAN PADA PDAM KOTA BANDUNG Oleh: Nur Zeina Maya Sari Dosen Jurusan Akuntansi Universitas Langlang Buana & Mahasiswa Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Padjadjaran Email: nurzeina. mayasari@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan. Kertas Kerja Pemeriksaan Audit terhadap Pelaporan Audit Manajemen dengan dampaknya terhadap informasi kinerja komisaris terhadap lingkungan pada PDAM Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif dan verifikatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer menggunakan skala ordinal. Sampel yang digunakan terhadap 36 sampel dengan uji validitas dan realibilitas dilakukan terhadap kuesioner yang telah terkumpul, selanjutnya data yang berskala ordinal dikonversi dalam skala interval kemudian menggunakan msi . easurement succsive interva. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Audit lingkungan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 9. Fungsi Pemeriksaan Audit berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 24. 8%, . Kertas Kerja Pemeriksaan berpengaruh terhadap pelaporan audit manajemen sebesar 61. 9%, . Pelaporan Audit Manajemen dampaknya terhadap Informasi Kinerja Komisaris terhadap Lingkungan 94. Kata Kunci: Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan. Kertas Kerja Pemeriksaan Audit. Pelaporan Audit Manajemen, dan informasi kinerja komisaris terhadap lingkungan PENDAHULUAN Pada saat ini permasalahan lingkungan hidup telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia, bahkan masalah lingkungan telah menjadi isu global setelah beberapa negara Asean sudah menerapkan faktor lingkungan hidup menjadi salah satu fokus utama perusahaan, sehingga munculah akuntansi lingkungan . reen accountin. dan audit lingkungan yang ditampilkan dalam laporan audit manajemen. Laporan audit manajemen merupakan laporan oleh pihak auditor kompeten dan independen yang menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan yang diaudit, dimana auditor dapat melaporkan temuannya kepada manajemen atau klien serta memberinya solusi. Dalam dekade empat puluh tahun lingkungan dalam laporan audit manajemen hanya dipandang sebagai masalah lokal, pencemaran udara dan masalah limbah industri. Berbeda dengan zaman sekarang ini lingkungan hidup dipandang sebagai masalah global seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon, pemanasan global dan perubahan iklim. Sehingga munculah kesadaran masyarakat akan perlunya suatu alat analisis yang obyektif dan faktual terhadap laporan audit manajemen untuk menilai kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan. Aktivitas perusahaan terhadap lingkungan yang memberi pengaruh pada perusahaan digambarkan sebagai berikut: JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Gambar 1. Industry and environment relationship Sumber: Ifac, 2015 Perusahaan dituntut untuk merubah sistem manajemen lingkungan agar sesuai dengan konsep going concern pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Audit lingkungan merupakan alat untuk memverifikasi secara obyektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja lingkungan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini diantaranya Dr. Ir. Fadel Muhammad laporankan, keuangan pemerintah daerah (LKPD) tidak saja buruk, banyak penyaluran uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepada negara yang menjadi penyertaan modal tersebut dipertanyakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena tidak tercatat dalam LKPD. Berbicara di depan mahasiswa pada acara Simposium Anti Korupsi di UGM Yogyakarta. Sabtu . , dia mengatakan kasus tersebut diketahui setelah menerima laporan hasil audit BPK Dalam hal ini laporan audit manajemen terutama daerah LKPD masih buruk. Sebagai upaya proaktif perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu meningkatkan kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan, dan pada akhimya dapat meningkatkan citra positif perusahaan. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan yang melatar belakangi audit lingkungan, fungsi audit operasional dan kertas kerja pemeriksaan sebagai dasar Corporate Sosial Responsibility adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang dilakukan perusahaan sebagai dasar akibat dari kesadaran perusahaan bahwa keberlanjutan perusahaan lebih penting bila dibandingkan dengan hanya memperoleh laba semata. Sehingga evaluasi dan CSR yang baik perusahaan akan dinilai positif oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besarpengaruh audit lingkungan terhadap laporan audit manajemen, seberapa besar pengaruh fungsi audit internal terhadap laporan audit manajemen, mengetahui seberapa besar pengaruh kertas kerja pemeriksaan terhadap laporan audit manajemen dan mengetahui seberapa besar pengaruh laporan audit manajemen terhadap informasi kinerja komisaris terhadap lingkungan. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 KAJIAN PUSTAKA Peranaudit intern dan ekstern sudah menjadi potensiyang lebih efektif, yang telah mengakibatkan suatu hubungan lebih dalam antara kedua kelompok. Mutu Audit Intern Melaksanakan pemeriksaan intern sesuai dengan standar auditing (SPAP2. , mengumpulkan bahan bukti yang cukup tidak menemukan adanya kesalahan material atas penyimpangan dari PABU Laporan keuangan telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material untuk Laporan keuangan. Mutu Pengawasan Internal adalah suatu area yang mempelajari pemeriksaan sementara. Banyak literature ini menggunakan survey dan pendekatan bersifat untuk menilai apakah, dan bagaimana, auditor eksternal menyertakan ketiga factor kualitas yaitu kemampuan/wewenang, obyektifitas, dan mutu prestasi kerja yang ditentukan oleh standard auditing yang eksternal (SPAP, 2. Studi ini memusatkan pada obyektifitas, etika dan moral yang memberi alasan, dan kelengkapan di dalam keputusan dan pertimbangan auditorinternal. Evaluasi Audit Intern Berkualitas Satu rangkaian survey dan eksperimen mendorong identifikasi dan menaksir pentingnya ukuran-ukuran yang digunakan oleh auditoreksternal didalam mengevaluasi masing-masingketiga auditintern faktor kualitas. Pengawasan intern efektifI API . mendefinisikan pengendalian intern sebagai sutu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personella inentitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: Keandalan pelaporan keuangan, . Efektifitas dan efisiensi operasi, dan . Kepatuhan terhadap hukum dan peraturanyang berlaku. Kertas kerja pemeriksaan . udit working paper. merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan klien dengan laporan, oleh karena itu kertas kerja merupakan alat yang penting. Definisi Kertas Kerja pemeriksaan menurut Arens . Kertas kerja pemeriksaan adalah catatan catatan yang dibuat atau dikumpulkan dan disimpan oleh akuntan public mengenai prosedur pemeriksaan yang ditempuhnya pengujian yang dilakukannya, keterangan yang diperolehnya dan kesimpulan yang ditariknya sehubungan dengan pemeriksaan. Auditv qualityis obtained by a process of identifying and administer in the activities needed to achieve the quality objectives . ayasari & hidayat ,2. Kualitas audit dalam laporan audit manajemen merupakan laporan oleh pihak auditor yang menyatakan pendapatnya atas laporan keuangan yang diaudit, dimana auditor dapat melaporkan temuannya kepada manajemen atau klien serta memberinya solusi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk menyelesaikan rumusan masalah adalah dengan metode analisis deskriptif. Dimana pengertian metode Deskriptif menurut Nazir . , merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristwa pada masa sekarang. Deskriptif berarti pemaparan masalah yang ada. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karekteristik tertentu, jelas, lengkap yang akan diteliti. Populasi yang digunakan adalah pegawai PDAM Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitianini adalah probability sampling, dengan metode yang digunakan purposive sampling. Ukuran sampel yang diambil 36 orang. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 HASIL DAN PEMBAHASAN PDAM Kota Bandung Belanda Indonesia. Pembentukkan PDAM Kota Bandung sebagai Badan Usaha Mili Daerah (BUMD) berdasarkan Peraturan Daerah (Perd. Kotamadya Bandung Nomor7/PD/1974. Visi PDAM Tirtawening Kota Bandung adalah terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pelayanan air bersih dan air kotor yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan Berdasarkan hasil pendistribusian kuesioner dapat dilihat mengenai demographic profile of respondents pada PDAM Kota Bandung(Perser. di Indonesia yang menggambarkan karakteristik responden mengenai jenis kelamin, umur, latar belakang pendidikan, masa kerja. Gambar 4. Grafik Kelamin Responden Sumber: Data Diolah penulis, 2016 Wanita Pria Pria Wanita Tabel diatas menunjukkan usia responden dalam penelitian ini. Mayoritas responden 8% berusia 31-38 tahun, kemudian sebanyak 25% responden berusia diantara lebih dari 46 tahun dan yang terendah sebanyak 8,33% responden yang berusia antara 39-46tahun Gambar 4. Grafik Usia Responden Sumber: Data Diolah penulis, 2016 < 22 tahun > 46 tahun 22-30 tahun 39-46 tahun 31-38 tahun < 22 tahun 22-30 tahun 31-38 tahun 39-46 tahun > 46 tahun JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Tabel memperlihatkan jenis pekerjaan responden dalam penelitian ini. Mayoritas sebanyak 69,44% responden memiliki tingkat pendidikan S1. Kemudian sebanyak 16,67% responden adalah memiliki tingkat pendidikan D3. Sedangkan untuk tingkat pendidikan yang pendidikan S2, yaitu sebesar 9,6 Gambar 4. Grafik Tingkat Pendidikan Sumber: Data Diolah penulis, 2016 8%6% SMA Tabel memperlihatkan jenis pekerjaan responden dalam penelitian ini. Mayoritas sebanyak 88,89% responden memiliki jabatan sebagai Staf, kemudian responden dengan jabatan Kabag sebesar 5,56%. Sedangkan responden paling sedikit memiliki jabatan sebagai Kadiv dan Direktur/Vice President dengan persentase sebesar 2,78% Gambar 4. Grafik Jabatan Responden Sumber : Data Diolah penulis, 2016 5%3% Staf Kabag Kabid BOD Dari tabel 4. diketahui bahwa jenis masa kerja responden didominasi oleh masa kerja kurang dari 5-10 tahun dengan persentase sebesar 41,67%, selanjutnya responden dengan masa kerja kurang dari 5 tahun sebanyak 30,56%, dan masa kerja selama lebih dari 20 tahun sebanyak 16,67%. Sedangkan responden yang memiliki masa kerja yang paling sedikit terdapat pada masa kerja 11-20 Gambar 4. Grafik Masa Kerja Responden Sumber : Data Diolah penulis, 2016 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 < 5 tahun 5-10 tahun 11-20 tahun >20 tahun Gambar 4. Grafik Latar Belakang Pendidikan Sumber : Data Diolah penulis, 2016 Akuntansi Ekonomi Non Akuntansi Non Ekonomi Uji Instrumen data Sebelum melakukan pengujian tersebut maka akan dilakukan uji kualitas data dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas instrument. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Uji Validitas Dalam melakukan uji validitas dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel. Hasil korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk tersebut akan dibandingkan dengan nilai r hitung pada n=36 dan = 5% yaitu 0,328. Semua item kuesioner yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,328 daya pembedanya dianggap memuaskan. Hal ini terlihat dari tabel titik kritis sebagai berikut Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji validitas Audit Lingkungan Item Indeks Item Valid X9 Valid X10 Valid X11 328 Valid Ket X12 X13 X14 X15 X16 Valid Valid Valid Valid Indeks Ket Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai indeks validitas pada ke-15 butir pertanyaan mengenai Audit Lingkungan lebih besar dari 0. 328 sehingga dapat disimpulkan bahwa 1 butir pertanyaan tentang pengrtahuan audit lingkungan tidak valid akan dibuang, dan 15 butir pernyataan pada variabel Audit Lingkungan tersebut valid dan layak digunakan sebagai alat ukur variabel tersebut. Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji validitas Fungsi Pemeriksaan Audit Lingkungan Item X17 Indeks Ket Indeks Ket Valid Item X21 X18 Valid X22 Valid X19 Valid X23 Valid X20 Valid Valid Sumber Data diolah penulis 2016 Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai indeks validitas pada 7 item pertanyaan mengenai Fungsi Pemeriksaan Audit Lingkungan lebih besar dari 0. 328 sehingga dapat disimpulkan bahwa 7 butir pernyataan pada variabel Fungsi Pemeriksaan Audit Lingkungan valid dan layak digunakan sebagai alat ukur variabel tersebut. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Item X24 X25 Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji validitas Kertas Kerja Pemeriksaan Indeks Indeks Ket Ket validitas kritis Item validitas kritis Tidak 328 Valid Valid X27 328 Valid 328 Valid X28 X26 328 Valid 328 Valid X29 Sumber: Olah Data penulis, 2016 Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai indeks validitas pada 6 item pertanyaan mengenai Kertas Kerja Pemeriksaan lebih besar dari 0. 328 sehingga dapat disimpulkan bahwa 1 butir tidak valid . 5 butir pernyataan pada variabel Kertas Kerja Pemeriksaan valid dan layak digunakan sebagai alat ukur variabel tersebut Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji validitas Laporan Audit Manajemen Indeks Indeks Ket Ket Item validitas kritis Item validitas kritis X36 0. 328 Valid X40 0. Valid X37 X38 328 Valid X41 328 Valid X42 X39 328 Valid Valid Valid Tabel 4. Rekapitulasi hasil uji Validitas Informasi Komisaris terhadap Lingkungan Indeks No Item titik kritis Ket X43 Valid X44 Valid X45 Valid X46 Valid Sumber: Olah Data penulis, 2016 Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai indeks validitas pada ke 4 butir pertanyaan mengenai Kualitas Tanggung Jawab Lingkungan lebih besar dari 0. 328 sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 butir pernyataan pada variabel Tanggung Jawab Lingkungan tersebut valid dan layak digunakan sebagai alat ukur variabel tersebut. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas H0: Data berdistribusi normal H1: Data tidak berdistribusi normal = 5% Selanjutnya peneliti akan melakukan uji normalisasi dan pengolahan statistik dengan menggunakan alat bantu SPSS 22, berikut adalah hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov smirnov JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Tabel 4. Hasil Pengujian Normalitas Data Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 22 pada tabel Kolmogorov Smirnov di atas, dapat disimpulkan bahwa didapat nilai signifikansi 723 yang artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0. 05 sebagai syarat data berdistribusi normal. Maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi syarat uji asumsi normalitas. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Nilai Tolerance dan VIF Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 22. 00, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas karena nilai tolerance yang sudah lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF yang kurang dari 10. Dengan demikian tidak terdapat hubungan yang kuat antara variabel Audit Lingkungan. Kertas Kerja Pemeriksaan , dan Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal , dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas adalah kondisi dimana dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varians berbeda disebut heteroskedstisita. Dalam penelitian ini akan digunakan metode chart . iagram scatterplo. untuk menguji heterooskedastisitas. Berikut ini adalah diagram scartterplot dengan menggunakan SPSS 22. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Gambar 4. Scaterplot Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah penulis 2016 Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa dalam model tidak terdapat heterokedastisitas karena pada gambar tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menandakan bahwa dalam model, variansi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain sama atau konstan. Sehingga asumsi tidak adanya heteroskedastisitas atau adanya homoskedastisitas sudah terpenuhi untuk persamaan regresi. Uji Autokorelasi Autokorelasi atau korelasi diri atau korelasi serial adalah suatu kondisi dimana adanya korelasi diantara nilai-nilai yang berurutan dari variabel yang sama. Dalam penelitian ini dilakukan uji autokorelasi dengan uji statistik Run test yakni dengan membandingkan nilai signifikansi dengan = 5%. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat pada 17sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Pengujian Autokorealsi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan hasil analisi di atas dengan menggunakan program SPSS versi 22. didapatkan hasil bahwa nilai p-value atau nilai signifikansi sebesar1. 00 dibandingkan nilai 05 artinya nilainya lebih besar dari alpha 0. 398>0. 05 yang artinya cukup random bahwa H0 diterima yang dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi Model Regresi Berganda Dalam mengetahui pengaruh Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Lingkungan. Kertas Kerja Pemeriksaan, dan Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal, dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit terhadap Laporan Audit Manajemen dan dampaknya terhadap Tanggung Jawab Lingkungan maka model regresi berganda melalui 2 tahap , yang akan dibentuk adalah sebagai berikut: Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 e Z = 0 1Y1 e Keterangan: Y = Laporan Audit Manajemen 0 = konstanta 1, 2 = Koefesien regresi X1 = Audit Lingkungan X2 = Fungsi Audit Intern X3 = Kertas Kerja Pemeriksaan X4 = Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Aud Internal, dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit e = Epsilon . engaruh faktor lai. Z = Kualitas Tanggung Jawab Lingkungan Dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS 22, didapat output hasil perhitungan regresi linier berganda sebagai berikut: Tabel 4. Koefisien Regresi Dengan Laporan Audit Manajemen Sebagai Variabel Dependen Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan output di atas didapat nilai kontstanta dan koefisien regresi sehingga dapat dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 0. 69 X1 0. 347X2 0. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Persamaan di atas dapat diartikan sebagai berikut: b0 = 0. artinya jika Audit Lingkungan, fungsi audit intern . Kertas Kerja Pemeriksaan dan Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal , dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit bernilai nol maka Laporan Audit Manajemen b1= 0. 69 artinya jika Audit Lingkungan (X. meningkat sebesar satu satuan dan variabel lainnya konstan, maka variabel Laporan Audit Manajemen (Y) akan meningkat sebesar b2=0. 347 artinya jika fungsi audit intern meningkat sebesar satu satuan dan variabel lainnya konstan, maka variabel Efektivitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan (Y) akan meningkat b3=0. 740 artinya jika Kertas Kerja Pemeriksaan (X. meningkat sebesar satu satuan dan variabel lainnya konstan, maka variabel Efektivitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan (Y) akan meningkat sebesar 0. b4= -0. artinya jika Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal , dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit (X. meningkat sebesar satu satuan dan variabel lainnya konstan, maka variabel Laporan Audit Manajemen (Y) akan menurun Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan output di atas didapat nilai kontstanta dan koefisien regresi sehingga dapat dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Z = -1. 597 Y1 Persamaan di atas dapat diartikan sebagai berikut: b0 = -1. 038artinya jika Laporan Audit Manajemen bernilai nol maka Kualitas Tanggung Jawab Lingkungan bernilai 1. b1= 0. 597 artinya jika Laporan Audit Manajemen (Y. meningkat sebesar satu satuan dan variabel lainnya konstan, maka variabel informasi komisaris terhadap Lingkungan (Z) akan meningkat sebesar 0. Analisis Koefisien Korelasi Korelasi ini digunakan untuk mengukur derajat hubungan serta arah hubungan variabel independen yaitu dalam penelitian ini adalah variabel Audit Lingkungan (X. , fungsi audit intern(X. Kertas Kerja Pemeriksaan (X. , dan Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal, dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit (X. dengan variabel dependen yaitu Laporan Audit Manajemen (Y) dilihat dari tabel korelasi dibawah ini : Tabel 4. Interprestasi Korelasi Interval Koefesien Tingkat Hubungan JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Sumber: Sugiyono . Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Dari nilai koefisien korelasi antara Kualitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan dengan Audit Lingkungan adalah 0. 720 sehingga menunjukkan bahwa keduannya memiliki hubungan yang kuat sedangkan nilai koefisien korelasi antara variabel Laporan Audit Manajemen dengan fungsi audit intern adalah 0,726 menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang kuat pula. Nilai koefisien korelasi antara Kualitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan dengan Kertas Kerja Pemeriksaan adalah 0. 837 sehingga menunjukkan bahwa keduannya memiliki hubungan yang kuat sedangkan nilai koefisien korelasi antara variabel Kualitas Sistem Informasi Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal, dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit adalah 0,611 menunjukkan bahwa keduanya memiliki hubungan yang kuat pula. Dari Penelitian diatas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antara Kualitas Tanggung Jawab Lingkungan dengan Laporan Audit Manajemen adalah 0. sehingga menunjukkan bahwa keduannya memiliki hubungan yang kuat. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk melihat persentase pengaruh yang diberikan oleh audit lingkungan dan fungsi audit intern, dan kertas kerja pemeriksaan terhadap Laporan audit manajemen. Dengan menggunakan rumus KD = r2 X 100% maka Tabel 4. Koefisien Determinasi terhadap Laporan Audit Manajemen Sumber: Data diolah penulis 2016 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai R = 0. 914, nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel bebas secara simultan dengan variabel terikat. selanjutnya koefisien determinasi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai beriku: KD = . 2 x 100% = 91. Nilai koefisien determinasi sebesar 0. 835 menunjukan bahwa Audit Lingkungan, fungsi audit intern dan kertas kerja pemeriksaan memberikan pengaruh simultan sebesar 5% terhadap Laporan Audit Manajemen. Sedangkan sisanya sebesar 16. dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati di dalam penelitian ini. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Untuk mengetahui besar koefisien determinasi secara parsial antara variabel bebas Audit Lingkungan, fungsi audit intern dan kertas kerja pemeriksaan dapat dilihat melalui tabel dan proses perhitungan sebagai berikut. Tabel 4. Koefisien Determinasi terhadap informasi komisaris terhadap Lingkungan Sumber: Data Diolah Penulis 2016 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai R = 0. 971, nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara variabel bebas secara simultan dengan variabel terikat. selanjutnya koefisien determinasi dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: KD = . 2 x 100% = 97. Nilai koefisien determinasi sebesar 0. 942 menunjukan bahwa Laporan Audit Manajemen memberikan pengaruh simultan sebesar 94. 20 % terhadap Kualitas Tanggung Jawab Lingkungan. Sedangkan sisanya sebesar 5. 8 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati di dalam penelitian ini. Untuk mengetahui besar koefisien determinasi secara parsial antara variabel bebas dapat dilihat melalui tabel dan proses perhitungan sebagai berikut. Tabel 4. Nilai Koefisien Beta dan Zero-order Sumber: Data diolah penulis 2016 Sumber: Data diolah penulis 2016 Besarnya pengaruh: Variabel X1 : 0. 127 X 0. \ = 9. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Maret 2017 Variabel X2 : 0. 342 X 0. = 24. Variabel X3 : 0. 740 X 0. = 61. Variabel Y1 : 0. 971 X 0. = 94. Dari hasil uji individu di atas diketahui bahwa pengaruh Kertas Kerja Pemeriksaan terhadap Kualitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan yaitu 61. 9% lebih besar daripada pengaruh Audit Lingkungan, metoda pengembangan sistem dan Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit Internal, dan Kertas Kerja Pemeriksaan Audit secara Simultan Audit. Dapat diketahui bahwa pengaruh Kualitas Sistem Tanggung Jawab Lingkungan terhadap informasi komisaristerhadap Lingkungan yaitu 94. KESIMPULAN Audit Lingkungan berpengaruh terhadap Laporan Audit Manajemen sebesar 9. Laporan Audit Manajemen belum sepenuhnya berkualitas karena pengetahuan mengenai audit lingkungan belum berjalan secara sempurna Fungsi Pemeriksaan Audit Berpengaruh terhadap Laporan Audit Manajemen sebesar 24. belum sepenuhnya berkualitas karena mutu pengawasan belum terjaga. Kertas Kerja Pemeriksaan berpengaruh terhadap Laporan Audit Manajemen. belum sepenuhnya berkualitas karena mempersiapkan laporan manajemen dalam laporan pendapatan belum berjalan sesuai dengan harapan organisasi. Audit Lingkungan. Fungsi Pemeriksaan Audit dan Kertas Kerja Pemeriksaan berpengaruh terhadap Laporan Audit Manajemen sebesar 20. Laporan Audit Manajemen belum sepenuhnya berkualitas karena sentralisasi yang terjadi pada PDAM belum ideal. Informasi dipengaruhi oleh kualitas Laporan Auditkinerja komisaris terhadap lingkungan 28% diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan. SARAN Peneliti menyarankan: . Audit Lingkungan. Fungsi Audit. Kertas Kerja Audit jika dilakukan secara rutin, sehingga terdeteksi kelemahan Laporan Audit Manajemen yang berdampak pada kinerja komisaris. Memberikan pengembangan karyawan auditor dalam audit lingkungan dalam meningkatkan kualitas laporan audit manajemen. peneliti yang akan datang agar melakukan pengujian terhadap perusahaan dengan indikator faktor lain untuk melihat keefektipan Laporan audit manajemen. Ucapan terimakasih kepada: Prof. Dr. M Djumhana Purwanegara,S. E,MM (Al. selalu memotivasi penelitian ini selaku komisaris PDAM Bandung dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Langlang Buana Dr. Hidayat Effendi. E,Ak,S. ip,MM,CA,AP menerbitkan jurnal JASa prodi Akuntansi Universitas Langlangbuana (UNLA) Mirna Nurwenda,S. E,Ak,Msi selaku ketua prodi akuntansi. DAFTAR PUSTAKA