Pengaruh financial stability dan ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI pada tahun Tyara Regina Budiman Corresponding author: tyarabudiman064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Herman Karamoy Sam Ratulangi University - Indonesia Djeini Maradesa Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords financial stability ineffective monitoring financial statement fraud fraud triangle JEL Classification M41 M42 Received 21 August 2025 Revised 9 September 2025 Accepted 12 September 2025 Published 18 September 2025 ABSTRACT This study examines the influence of financial stability and ineffective monitoring on financial statement fraud in pharmaceutical companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019Ae2023 period. Using a quantitative approach with purposive sampling, 35 observations from seven companies were analyzed. Financial stability was measured by asset change (ACHANGE), ineffective monitoring was proxied by the proportion of independent commissioners (BDOUT), and financial statement fraud was assessed using the Beneish M-Score. Multiple regression analysis revealed that financial stability has a positive and significant effect on financial statement fraud, while ineffective monitoring has no significant effect. However, when tested simultaneously, both variables jointly have a significant impact on financial statement fraud, with a coefficient of determination (RA) of 21. These findings support the fraud triangle theory, emphasizing financial pressure as a driver of manipulation, and highlight the importance of strengthening internal monitoring systems to mitigate fraud risk. A2025 Tyara Regina Budiman. Herman Karamoy. Djeini Maradesa This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Pendahuluan Laporan keuangan merupakan informasi yang mencerminkan kondisi finansial perusahaan serta menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja dan membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Laporan ini menyajikan gambaran menyeluruh mengenai pendapatan, biaya, aset, kewajiban, dan ekuitas, sehingga berperan penting dalam menilai kesehatan Namun, apabila penyajiannya mengandung kesalahan atau kecurangan, kualitas pengambilan keputusan dapat terdistorsi. Kecurangan laporan keuangan umumnya dilakukan untuk menampilkan kondisi yang lebih baik daripada keadaan menyembunyikan kewajiban, atau menurunkan beban. Beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya kecurangan antara lain financial stability dan ineffective monitoring (Sinaga et al. , 2025. Urbach & Alfian, 2. Financial stability menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kekuatan finansial untuk menghadapi tantangan ekonomi. Ketika stabilitas terganggu, risiko manipulasi laporan meningkat. Sementara itu, ineffective monitoring mencerminkan lemahnya sistem pengawasan internal yang memungkinkan terjadinya kecurangan tanpa terdeteksi. Dalam industri farmasi, kedua faktor tersebut sangat relevan mengingat fluktuasi harga bahan baku, regulasi yang ketat, serta tingginya biaya riset dan pengembangan. Secara teoritis, kecurangan laporan keuangan dapat dijelaskan melalui konsep fraud triangle (Cressey, 1. , yang meliputi tekanan, peluang, dan Tekanan finansial menjadi pendorong utama (Arens et , 2. , sedangkan lemahnya pengawasan memperbesar peluang terjadinya kecurangan (Whittington & Pany, 2. Namun, temuan penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam. Riduan dan Arif . menyatakan bahwa financial stability berpengaruh negatif dan ineffective monitoring berpengaruh positif terhadap Sebaliknya. Nuryana et al. menemukan keduanya berpengaruh positif signifikan. Sementara itu. Agli dan Anggita . menyimpulkan bahwa financial stability berpengaruh positif signifikan, sedangkan ineffective monitoring berpengaruh negatif signifikan. Perbedaan temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial stability dan ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di BEI periode 2019Ae2023. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tinjauan Laporan keuangan Laporan keuangan merupakan penyajian terstruktur mengenai posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas (IAI, 2. PSAK No. 1 menyebutkan bahwa tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi para pemakai dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, laporan keuangan menjadi sumber informasi penting bagi pengambil keputusan ekonomi. Teori segitiga kecurangan Teori Segitiga Kecurangan pertama kali dikembangkan oleh Cressey . dan diperkenalkan dalam SAS No. Teori ini menjelaskan tiga faktor yang selalu hadir dalam kasus kecurangan, yaitu tekanan . , peluang . , dan rasionalisasi . Tekanan muncul akibat kebutuhan finansial, gaya hidup, target keuangan, atau kondisi keuangan perusahaan yang tidak stabil . inancial stabilit. Peluang timbul karena lemahnya pengendalian internal, dominasi manajemen, struktur organisasi yang kompleks, maupun pengawasan yang tidak efektif . neffective Sementara itu, rasionalisasi merupakan proses pembenaran yang digunakan pelaku untuk meyakinkan diri bahwa tindakannya dapat diterima, meskipun sebenarnya tidak etis dan Dengan demikian, financial stability berhubungan dengan faktor tekanan, sedangkan ineffective monitoring berkaitan dengan peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan. Kecurangan laporan keuangan Menurut ACFE . , kecurangan laporan keuangan merupakan kesalahan atau kelalaian dalam pelaporan keuangan yang menyebabkan informasi menyesatkan. SAS No. menjelaskan bahwa kecurangan dapat dilakukan melalui manipulasi atau pemalsuan catatan akuntansi, salah saji dalam informasi signifikan, serta penyalahgunaan prinsip akuntansi dalam klasifikasi, penyajian, maupun pengungkapan. Untuk mendeteksi manipulasi, digunakan Beneish M-Score (Beneish, 1. dengan delapan rasio keuangan, di mana nilai lebih besar dari -2,22 mengindikasikan adanya manipulasi. Selain itu. Fraud Score Model (F-Scor. (Dechow et al. , 2. juga dapat digunakan untuk menilai probabilitas salah saji material. Dengan demikian, kecurangan laporan keuangan dapat dipahami sebagai tindakan manipulasi yang disengaja agar kondisi perusahaan tampak lebih baik daripada keadaan sebenarnya, yang pada akhirnya berpotensi merugikan pihak berkepentingan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Financial stability Financial stability adalah kondisi di mana perusahaan berada dalam keadaan keuangan yang stabil. Skousen et al. menyatakan bahwa stabilitas keuangan dapat menjadi faktor risiko ketika perusahaan menghadapi manipulasi laba, persaingan ketat, arus kas operasi negatif, maupun penurunan permintaan. Ketika stabilitas terganggu, manajemen cenderung menghadapi tekanan yang dapat mendorong terjadinya manipulasi laporan keuangan demi mempertahankan citra perusahaan. Ineffective monitoring Ineffective monitoring menggambarkan lemahnya pengawasan dalam perusahaan yang membuka peluang terjadinya kecurangan. Skousen et al. menegaskan bahwa kondisi ini terjadi ketika dewan komisaris atau komite audit tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Arens et al. menambahkan bahwa kelemahan auditor internal, lemahnya komite audit, dominasi manajemen, serta rendahnya proporsi komisaris independen memperbesar potensi lemahnya pengawasan. Ketika fungsi monitoring tidak berjalan efektif, pengendalian internal menjadi lemah sehingga peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan semakin tinggi. Pengembangan hipotesis Financial stability dan kecurangan laporan keuangan Financial stability mencerminkan kondisi keuangan perusahaan. Ketika stabilitas terancam, manajemen terdorong untuk menampilkan kinerja keuangan yang baik di mata investor, kreditor, maupun publik. SAS No. 99 menyebutkan bahwa tekanan untuk melakukan kecurangan laporan keuangan meningkat ketika stabilitas atau profitabilitas terancam oleh kondisi ekonomi, industri, maupun faktor internal perusahaan. Hal ini sejalan dengan fraud triangle theory, di mana tekanan menjadi faktor utama pemicu kecurangan. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang Riduan dan Arif . menemukan bahwa financial stability berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan Sebaliknya. Nuryana et al. menemukan pengaruh positif signifikan. Agli dan Anggita . menyatakan bahwa pertumbuhan aset memberikan tekanan bagi manajemen untuk melakukan manipulasi, sementara Hendra dan Nugroho . serta Yustikasari & Sari . menemukan bahwa kondisi keuangan yang tidak stabil tidak menghalangi terjadinya kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan landasan teoritis dan bukti empiris tersebut, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. H1: financial stability berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan Ineffective monitoring dan kecurangan laporan keuangan Ineffective monitoring mencerminkan lemahnya pengawasan yang memberikan peluang bagi manajemen untuk melakukan SAS No. 99 menjelaskan bahwa pengawasan yang tidak efektif dalam pelaporan keuangan maupun pengendalian internal dapat memicu kecurangan, antara lain melalui dominasi manajemen, lemahnya dewan direksi atau komite audit, serta tidak optimalnya sistem pengendalian internal. Kurangnya kontrol ini membuka kesempatan bagi pihak tertentu untuk memanipulasi laporan keuangan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan hubungan yang signifikan antara ineffective monitoring dan kecurangan laporan keuangan. Riduan dan Arif . menyatakan bahwa lemahnya pengawasan dewan komisaris dan komite audit memberikan peluang terjadinya kecurangan. Temuan serupa dilaporkan oleh Cris dan Tiara . serta Nuryana et al. yang menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan dari ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan. Berdasarkan landasan teoritis dan bukti empiris tersebut, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H2: ineffective monitoring berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan Metode Penelitian sebagaimana dijelaskan oleh Sujarweni . , yaitu penelitian yang memanfaatkan prosedur statistik untuk menguji dan menganalisis pengaruh financial stability dan ineffective monitoring terhadap kecurangan laporan keuangan. Data penelitian diperoleh dari laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui metode dokumentasi berupa laporan tahunan perusahaan subsektor farmasi periode 2019Ae2023. Populasi penelitian mencakup 13 perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 35 laporan tahunan dari 7 perusahaan yang memenuhi kriteria Variabel yang digunakan meliputi: . financial stability (X. , diukur menggunakan ACHANGE untuk menggambarkan perubahan total aset perusahaan dari tahun sebelumnya ke tahun . ineffective monitoring (X. , diproksikan dengan rasio dewan komisaris independen terhadap total dewan komisaris (BDOUT). kecurangan laporan keuangan (Y), yang diukur dengan Beneish M-Score. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, yang mencakup uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. , serta regresi linier berganda dengan persamaan: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. ycU = yca yu1ycU1 yu2ycU2 yce Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk menguji pengaruh parsial, uji F untuk menguji pengaruh simultan, serta koefisien determinasi (RA) untuk menilai kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil dan Hasil Tabel 1 menyajikan statistik deskriptif dari financial stability, ineffective monitoring, dan kecurangan laporan keuangan variabel yang diteliti. Financial stability memiliki rata-rata sebesar 0. 128 dan standar deviasi sebesar 0. Ineffective monitoring memiliki ratarata sebesar 0. 480 dengan standar deviasi sebesar 0. Selain itu, kecurangan laporan keuangan memiliki rata-rata sebesar -0. dengan standar deviasi sebesar 0. Hasil-hasil tersebut mengindikasikan adanya kondisi tidak searah dimana kecurangan laporan keuangan tidak proporsional . tau bersifat mini. dengan financial stability dan ineffective monitoring. Tabel 1. Statistik deskriptif Financial Stability Mean St. Dev. Minimum Maximu Sumber: Data olahan, 2025 Ineffective Monitoring Kecurangan laporan Tabel 2 menyajikan hasil uji asumsi klasik dari model regresi. Pada uji normalitas, nilai statistik dari uji Kolmogorov-Smirnov berada di atas signifikansi 5% sehingga mengindikasikan residual error berdistribusi normal. Pada uji heteroskedastisitas, seluruh uji memiliki signifikansi di atas 5% sehingga menunjukkan bahwa residual error memiliki varians yang homogen. Pada uji autokorelasi, nilai statistik Durbin-Watson memiliki signifikansi di atas 5% sehingga menunjukkan bebas autokorelasi. Nilai Variance Inflation Factor (VIF) berada di bawah 5 sehingga menunjukkan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 2. Uji asumsi klasik Statistic Uji normalitas Shapiro-Wilk Kolmogorov-Smirnov Anderson-Darling Uji heteroskedastisitas Breusch-Pagan Goldfeld-Quandt Harrison-McCabe Uji autokorelasi Durbin-Watson Uji multikolinearitas VIF Financial Stability VIF Ineffective Monitoring Sumber: Data olahan, 2025 Tabel 3 menyajikan hasil uji regresi berganda dimana model memiliki konstanta negatif yang mengindikasikan kecurangan laporan keuangan adalah minimal. Variabel financial stability memiliki koefisien negatif dan signifikan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil cenderung mengurangi manipulasi laporan keuangan sehingga H1 diterima. Sementara itu, variabel ineffective monitoring ditemukan tidak signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan sehingga H2 ditolak. Hasil uji F juga menunjukkan nilai statistik yang signifikan pada tingkat 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa financial stability dan ineffective monitoring secara simultan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Selain itu, hasil uji F juga mengindikasikan bahwa model regresi adalah layak. Nilai korelasi sebesar 0. mengindikasikan adanya hubungan moderat antara variabel dependen dengan variabel-variabel independen. Nilai determinasi 318 mengindikasikan bahwa 31. 8% dari model kecurangan laporan keuangan dapat dijelaskan oleh financial stability dan ineffective monitoring sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun kedua variabel independen memiliki kontribusi dalam menjelaskan kecurangan laporan keuangan, terdapat faktor eksternal lain yang lebih dominan dalam memengaruhi terjadinya kecurangan. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Tabel 3. Uji regresi berganda Constant Financial stability Ineffective monitoring F test R-squared Std. Error Sig. ignifikan pada 5%) Sumber: Data olahan, 2025 Pembahasan Financial stability dan kecurangan laporan keuangan Variabel financial stability memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023 yang artinya H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stabilitas keuangan, semakin besar kecenderungan perusahaan mengurangi praktik manipulasi laporan keuangan. Temuan ini sejalan dengan teori segitiga kecurangan yang menempatkan tekanan sebagai faktor utama pemicu kecurangan dimana perusahaan dengan kondisi keuangan yang stabil memiliki risiko yang rendah dalam praktik kecurangan laporan keuangan. Temuan ini konsisten dengan Riduan dan Arif . yang melaporkan pengaruh negatif financial stability terhadap kecurangan, namun tidak konsisten dengan Agli dan Anggita . Hendra dan Nugroho . , serta Nuryana et al. Ineffective monitoring dan kecurangan laporan keuangan Hasil ini menemukan variabel ineffective monitoring menunjukkan bahwa variabel ini tidak signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan sehingga H2 ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan farmasi kemungkinan besar telah menerapkan sistem pengawasan serta prinsip tata kelola perusahaan yang efektif sehingga meminimalkan potensi Temuan ini tidak konsisten dengan Cris dan Tiara . yang menemukan ineffective monitoring berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Akan tetapi, temuan ini konsisten dengan Agli dan Anggita . dan Gultom dan Amin . yang menemukan bahwa ineffective monitoring tidak Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data pada perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019Ae2023, dapat disimpulkan: Financial stability berpengaruh negatif signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Temuan ini mendukung Teori Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. Segitiga Kecurangan (Fraud Triangle Theor. yang menyatakan bahwa tekanan finansial mendorong manajemen melakukan manipulasi laporan keuangan demi mempertahankan citra dan kepercayaan pemangku kepentingan. Ineffective monitoring tidak berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun lemahnya pengawasan secara teoretis membuka peluang terjadinya kecurangan, dalam praktiknya perusahaan farmasi dalam sampel penelitian telah menerapkan mekanisme tata kelola dan pengawasan internal yang relatif baik sehingga meminimalkan risiko manipulasi laporan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi teori dan Dari sisi teoretis, hasil penelitian memperkuat konsep Fraud Triangle bahwa tekanan dan peluang merupakan pendorong kecurangan, sekaligus memperluas pemahaman bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat mengurangi dampak peluang kecurangan. Dari sisi praktis, hasil ini menyarankan agar perusahaan lebih memperhatikan indikator stabilitas keuangan sebagai sinyal risiko kecurangan, serta terus memperkuat mekanisme pengawasan internal dan transparansi laporan Daftar Agli. Suhaidar. , & Anggita. Pengaruh financial stability, ineffective monitoring dan change in auditor terhadap fraudulent financial reporting . tudi pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2. Innovative: Journal of Social Science Research, 4. , 8829Ae8847. https://jinnovative. org/index. php/Innovative/article/view/10405 Arens. Elder. , & Beasley. Hogan. Auditing and assurance services: An integrated approach. Pearson Prentice Hall Inc. Beneish. The detection of earnings manipulation. Financial Analysts Journal, 55. ,24Ae36. https://doi. org/10. 2469/faj. Cressey. Other people's money: A study of the social psychology of embezzlement. Free Press Hendra. , & Nugroho. Pengaruh financial stability, financial target, ineffective monitoring dan capability terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar dalam Indeks LQ-45 Bei Periode 2013 Sampai Dengan JRAK (Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisni. , 8. , 89Ae97. https://doi. org/10. 38204/jrak. Kuntadi. , & Putri. Pengaruh corporate governance, financial stability dan ineffective monitoring terhadap fraud pada laporan keuangan. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2. , 268Ae276. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 3 No. Hal. https://doi. org/10. 55681/sentri. Dechow. Ge. Larson. Sloan. Predicting material accounting misstatements. Contemporary Accounting Research, 28. , 17Ae82. https://doi. org/10. 1111/j. Gultom . , & Amin. Influence of finacial stability, personal financial need, ineffective monitoring, change in auditors, and change in director to financial statements Jurnal Ekonomi, 12. , 1160Ae1168. https://ejournal. id/index. php/Ekonomi/articl e/view/1335 Nuryana. Erfandi. & Indriani. The influence of financial stability and ineffective monitoring on financial statement fraud in manufacturing companies. Dinamika Akuntansi Keuangan Perbankan, 13. , https://w. id/ojs/index. php/fe9/article/view/ Riduan. , & Arif. Pengaruh financial stability,ineffective monitoring,change in auditor,perubahan direksi dan komite audit terhadap financial statement fraud Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10. , https://doi. org/10. 5281/zenodo. Sinaga. Br. Nasution. , & Ananda. Pengaruh financial stability, ineffective monitoring, dan rationalization terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 10. https://journal. id/Mas/article/view/27603 Skousen. Smith. , & Wright. Detecting and predicting financial statement fraud: The effectiveness of the fraud triangle and SAS No. Corporate Governance and Firm Performance. , 53-81. https://doi. org/10. 1108/S15693732. Sujarweni. Metodologi penelitian. PT. Pustaka Baru