I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 PENGGUNAAN BAHAN BACAAN CERITA OGOH-OGOH BALI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KELAS 2 SD NEGERI 7 PEMPATAN I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 1,2,3Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Maekandeya Bali Bangli. Indonesia dedimaxpro8@gmail. com1, numertayasawayan@gmail. com2, cocokusuma@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan cerita ogoh-ogoh Bali, siswa kelas 2 SD Negeri 7 Pemempatan tahun ajaran 2022/2023. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar membaca siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas II SD Negeri 7 Pemempatan yang berjumlah 26 anak. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif Pembelajaran dengan pemanfaatan bahan bacaan dengan penggunaan cerita ogoh-ogoh Bali dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 3 SD Negeri 7 Pemempatan tahun pelajaran 2022/2023. Peningkatan rinciannya adalah ketuntasan belajar membaca siswa pada prasiklus sebesar 36,36%. Selain itu, rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 63,69. Kemudian ketuntasan belajar membaca siswa pada siklus I sebesar 54,55%. Selain itu, rata-rata hasil belajar membaca siswa sebesar 76,79. Hasil pembelajaran siklus 2 menunjukkan bahwa ketuntasan belajar membaca siswa adalah Selain itu, rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 81,42. Kata kunci : Kompetensi Membaca. Ogoh-Ogoh Bali. Cerita Tradisional Abstract To improve students' reading skills with Balinese ogoh-ogoh stories, grade 2 students of SD Negeri 7 Pempatan for the 2022/2023 academic year. The data collection method used in this study is the test The test method is used to collect data on students' reading learning outcomes. This study involved grade II students of SD Negeri 7 Pempatan totaling 26 children. The collected data were analyzed using quantitative descriptive analysis methods. Learning with the use of reading materials with the use of Balinese ogoh-ogoh stories can improve the reading skills of grade 3 students of SD Negeri 7 Pempatan for the 2022/2023 academic year. The increase in details is that the completeness of student reading learning in the precycle was 36. In addition, the average reading learning outcomes of students are 63. Then, the completeness of students' reading learning in the first cycle was 54. In addition, the average reading learning outcomes of students are 76. The results of cycle 2 learning show that the completeness of student reading learning is 100%. In addition, the average reading learning outcomes of students are 81. Keywords : Reading Competence. Ogoh-Ogoh Bali. Traditional Story PENDAHULUAN Pendididkan adalah proses pembelajaran bagi pesrta didik agar dapat mengetahui, mengevaluasi dan menerapkan setiap ilmu yang didapat dari pembelajaran di kelas atau pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari (Dewi. I A. I Putu Oka Suardana 2. Dalam dunia Pendidikan kemampuan membaca dan menulis adalah hal mendasar yang harus dikuasai dan harus dipenuhi bagi setiap system Pendidikan di tingkat Membaca adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa dalam proses Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 pembelajaran, hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa pembelajaran membaca tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa, namun lebih jauh memberikan manfaat bagi peningkatan kemampuan siswa pada mata pelajaran lainya (I. Numertayasa. Tristiantari, and Suardana 2. Saat ini Kemdikbud tengah menumbuhkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagi riset yang menunjukkan bahwa tingkat literasi dikalangan masyarakat khususnya pelajar masih rendah yang diukur melalui studi PISA yang diselenggarakan oleh OECD (Organisation for Economic Cooperation and Developmen. setiap tiga tahun sekali. OEDC merupakan organisasi internasional dalam bidang Kerjasama dan pembangunan ekonomi, sedangkan PISA merupakan suatu bentuk evaluasi kemampuan dan pengetahuan dalam membaca, matematika, dan IPA. Indonesia mulai bergabung dalam studi PISA ini sejak tahun 2000. PISA menyebutkan, tidak ada satu siswa pun di Indonesia yang meraih nilai literasi ditingkat kelima, hanya 0,4 persen siswa yang memiliki kemampuan literasi tingkat empat. Selebihnya dibawah tingkat tiga, bahkan dibawah tingkat satu. Sedangkan menurut data statistik dari UNESCO minat baca masyarakat Indonesia sangatlah memprihatinkan yaitu hanya 0,001% saja. Itu berarti, dari 1. 000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca (Prasrihamni. Zulela, and Edwita 2. Melihat rendahnya tingkat literasi tersebut, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk AuGerakan Literasi SekolahAy. Membaca dapat juga dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca dan Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Permasalahan yang dihadapi Indonesia yakni rendahnya penguasaan literasi tidak hanya terjadi di kota-kota, tetapi juga terjadi di desa-desa bahkan di sekolah pedesaan pun terlihat kemampuan literasi siswa (Dewi. I A. I Putu Oka Suardana 2. Berdasarkan pandangan tersebut, peneliti melalui survei tentang tingkat literasi di salah satu sekolah dasar. Hasil Survei menunjukkan bahwa di salah satu sekolah dasar di Provinsi Bali, yang berada di Kabupaten Bangli tepatnya berada di Kecamatan Rendang yakni SD Negeri 7 Pempatan masih terlihat adanya masalah literasi. Hasil observasi di SD Negeri 7 Pempatan menunjukan bahwa kurangnya minat membaca buku hal ini desebabkan karena siswa masih lebih senang bermain handphone sehingga mereka kurang minat untuk membaca buku. Hal ini didukung dari hasil wawancara dengan observasi mengenai Kegiatan Literasi di SD Negeri 7 Pempatan. Hasil wawancara dengan guru menyatakan bahwa kemampuan membaca siswa masih tergolong rendah karena kurangnya minat membaca pada siswa. Siswa kelas II masih senang-senangnya bermain gawai elektronik sehingga siswa kurang minat untuk membaca buku apalagi memahami isi Peneliti juga mewawancarai beberapa siswa dan memdapatkan hasil bahwa kebanyakan siswa kurang meminati kegiatan membaca buku terlebih karena selama pandemic covid-19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah dan dengan menggunakan gawai elektronik sehingga kegiatan siswa terbiasa menggunakan handphone untuk belajar sehingga dapat mempengaruhi kemampuan membaca siswa. Mengenai rendahnya ketertarikan membaca pada anak sekolah dasar, seperti yang sudah terjadi karena kurangnya keinginan membaca, hal ini juga mempengaruhi kemampuan membaca anak, jika dipersentasekan sekitar 3 berbanding 10 karena anak enggan untuk membaca buku pelajaran atau buku tema yang Menurut Pernyataan di atas bahwa tingkat membaca di sd tersebut sangatlah rendah, hal ini disampaikan langsung dari pihak sekolah. Padahal budaya membaca bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara. Generasi muda memiliki kepribadian unggul dan mampu memahami pengetahuan serta teknologi untuk bersaing secara Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 lokal dan global. Selain itu, generasi muda menjadi faktor penting karena memiliki semangat juang yang tinggi, solusi yang kreatif, dan perwujudan yang inovatif. Untuk bisa bersaing dengan negara lain, generasi muda harus mempunyai kemampuan yang dibutuhkan dunia dengan meningkatkan kualitas SDM. Kualitas SDM berarti kemauan dan kemampuan individu dalam menyerap ilmu yang kemudian dikembangkan dan Oleh karena itu, salah satu langkah sederhana namun penting adalah menanamkan pentingnya literasi bagi generasi muda. Menurut Alberta . alam Lestari et al. , literasi ialah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan ketrampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat (Kusuma et al. Melihat rendahnya kegiatan literasi, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya upaya yang dilakukan adalah meluncurkan sebuah Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah adalah gerakan sosial dengan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca peserta didik. Bahkan, dalam kurikulum 2013, pembiasaan literasi dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan minat baca siswa (Teguh 2. Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Budaya membaca, menulis dan berhitung Ae selanjutnya disebut literasi, dijelaskan dalam undang-undang nomor 43 tahun 2017 tentang sistem perbukan. Dalam pasal 1: Literasi adalah kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam pembukaan undang-undang perbukuan juga digambarkan bahwa membangun peradaban bangsa dengan mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, informasi, dan/atau hiburan melalui buku yang memuat nilai-nilai dan jati diri bangsa Indonesia merupakan upaya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui pasal ini, pemerintah secara tegas ingin menyampaikan sebuah pesan bahwa membaca adalah tolak ukur kualitas pendidikan, kawah candradi muka peradaban umat manusia. Secara lebih terperinci, pemerintah kembali menegaskan pentingya membangun budaya membaca dalam undangundang perpustakaan nomor 43 tahun 2007 pasal 48 tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca. Dalam ayat 1 disebutkan bahwa pembudayaan membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat. Pembudayaan kegemaran membaca di keluarga pun pemerintah tetap turun tangan dengan memfasilitasi buku murah dan berkualitas, sebagaimana dijelaskan dalam ayat 2. Dengan permasalahan tersebut tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 2 SD Negeri SD Negeri 7 Pempatan semester genap tahun pelajaran 2022/2023 dengan memanfaatkan cerita ogoh-ogoh Bali sebagai bahan bacaan untuk meningkatkan kemampuan membaca di kelas 2 SD Negeri 7 Pempatan. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca di kelas II SD Negeri 7 Pempatan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 7 Pempatan pada tahun ajaran 2022/2023. Subjek dari penelitian ini adalah siswa di Kelas II SD Negeri 7 Pempatan Tahun pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 26 siswa. Sedangkan objek penelitiannya adalah penggunaan bahan bacaan cerita ogoh-ogoh bali untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa II SD Negeri 7 Pempatan Tahun pelajaran 2022/2023. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 Penelitian ini akan dilaksanakan secara bersiklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yang harus dilaksanakan meliputi merancang/merencanakan, melaksanakan/ melakukan tindakan, mengamati/observasi dan refleksi. Prosedur penelitian dirancang dua siklus yaitu siklus pertama . x pertemua. dan siklus kedua . x Pertemua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil kemampuan literasi setiap siklusnya. Indikator pencapaian merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan penelitian. Indikator pencapaian penelitian AuPenggunaan bahan bacaan dengan memannfaatkan cerita Ogoh-ogoh Bali untuk meningkatkan kemampuan membaca kelas 2 SD Negeri 7 Pempatan tahun pelajaran 2022/2023Ay adalah Penelitian ini dapat dikatakan berhasil jika ada peningkatan hasil belajar siswa sesuai dengan taraf minimal yang telah ditentukan, yaitu 80 % dari jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran telah mencapai nilai KKM yaitu 75. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini diuraikan dalam bentuk tahapan yang terdiri dari siklus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan dalam dua siklus antara lain: Deskripsi Awal Sebagai awal dari penelitian ini, peneliti mengadakan pretest . es awa. untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik terhadap kemampuan membaca. Berdasarkan hasil pretest menunjukkan dari 26 siswa kelas II yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 36,36 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 63,93. Hal ini masih berada di bawah KKM yaitu 75. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian Tindakan kelas. Deskripsi Penelitian Siklus 1 Tahap perencanaan siklus 1 Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pretest maka dilaksanakan penelitian siklus 1 yaitu dengan menggunakan cerita ogoh-ogoh bali. Sebagai akhir dari pelaksanaan siklus 1 dilakukan post tes untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan dari penggunaan cerita ogoh-ogoh bali untuk meningkatkan kemampuan membaca. Sebelum memulai pembelajaran pada siklus 1 ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media berupa cerita ogoh-ogoh bali, dan penyusunan soal tes untuk post tes mengambil dari buku cerita ogoh-ogoh bali. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 Siklus I dilakukan 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 3 x 35 Menit. Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran siklus 1 sebanyak 33 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pelaksanaan Tindakan siklus 1 mengikuti RPP yang telah dirancang oleh guru yang meliputi pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Data Hasil Tes Akhir Siklus I Tabel 1. Data Hasil Post Test Siklus I No. Nama Nilai Keterangan Ciri Sudarmaja Tuntas I Gede Adi Sumarayasa Tuntas I Gede Anggayana Tuntas Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 I Gede Arka I Gede Yoga Dipayana I Gede Yoga Priyanka I Kadek Tegar Sugiartana I Komang Candra Sotha I Made Aditya Bayu Sentosa I Made Prana Yoga Cahyadi I Made Roi Wira Dharma I Putu Ardita I Wayan Riski Aditya Putra I Kadek Satria Dwi Paramartha Kembar Sudarmaja Komang Agus Widana Luh Gisari Ni Kadek Asipa Yani Ni Kadek Erna Dewi Ni Ketut Ditami Anggreni Ni Komang Ayu Trisnawati Ni Komang Jatisa Aolani Ni Komang Juliantini Ni Komang Suriani Ni Luh Putu Ayuni Ni Made Sulasmini Jumlah Rata-Rata Ketuntasan 76,79 54,55 % Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Berdasarkan hasil belajar siklus I menunjukkan dari 26 siswa kelas II yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 54,55 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 76,79. Hasil belajar siklus I menunjukkan peningkatan dari pretest yang dilakukan. Rata-rata hasil belajar pada siklus I sudah melampaui KKM . Namun ketuntasan belajar masih di bawah 85 %. Dengan demikian penelitian perlu dilanjutkan ke siklus II. Berdasarkan hasil belajar siklus I. Adapun refleksi pelaksanaan siklus I adalah . guru kadang-kadang lupa mengoptimalkan bahan ajarnya, . Kecendrungan siswa masih bermainmain dalam mengikuti pembelajaran. Deskripsi Penelitian Siklus 2 Tahap Perencanaan Penelitian Siklus 2 Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan siklus 1 maka dilaksanakan penelitian siklus 2 yaitu dengan menggunakan cerita ogoh-ogoh bali. Sebagai akhir dari pelaksanaan siklus 2 dilakukan post tes untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat keberhasilan dari penggunaan cerita ogoh-ogoh bali untuk meningkatkan kemampuan membaca. Sebelum memulai pembelajaran pada siklus 1 ada beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media berupa cerita ogoh-ogoh bali, dan penyusunan soal tes untuk post tes mengambil dari buku cerita ogoh-ogoh bali. Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus 2 Siklus 2 dilakukan 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 3 x 35 Menit. Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran siklus 1 sebanyak 33 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Pelaksanaan Tindakan siklus 2 mengikuti Rencana Pelaksanaan Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 Pembelajaran (RPP) yang telah dirancang oleh guru sesuai refleksi dan evaluasi pada siklus 1 yang meliputi pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Data Hasil Tes Akhir Siklus 2 Tabel 2. Data Hasil Post Test Siklus II No. Nama Ciri Sudarmaja I Gede Adi Sumarayasa I Gede Anggayana I Gede Arka I Gede Yoga Dipayana I Gede Yoga Priyanka I Kadek Tegar Sugiartana I Komang Candra Sotha I Made Aditya Bayu Sentosa I Made Prana Yoga Cahyadi I Made Roi Wira Dharma I Putu Ardita I Wayan Riski Aditya Putra I Kadek Satria Dwi Paramartha Kembar Sudarmaja Komang Agus Widana Luh Gisari Ni Kadek Asipa Yani Ni Kadek Erna Dewi Ni Ketut Ditami Anggreni Ni Komang Ayu Trisnawati Ni Komang Jatisa Aolani Ni Komang Juliantini Ni Komang Suriani Ni Luh Putu Ayuni Ni Made Sulasmini Jumlah Rata-Rata Ketuntasan Nilai 81,42 Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Berdasarkan hasil belajar siklus 2 menunjukkan dari 26 siswa kelas 2 yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 100 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 81,42. Hasil belajar siklus 2 menunjukkan peningkatan dari siklus 1 yang dilakukan. Rata-rata hasil belajar pada siklus 2 sudah melampaui KKM . Ketuntasan belajar sudah melampaui 85 %. Dengan demikian penelitian tindakan ini Berikut adalah rekapan hasil belajar siswa dari pretest sampai dengan siklus 2. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa kelas II SD Negeri 7 Pempatan Tes Awal Rata-Rata Hasil Belajar Ketuntasan 63,93 36,36 %. Siklus I 76,79 54,55 %. Siklus II 81,42 100 %. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Adapun peningkatan tersebut rinciannya adalah pada prasiklus berdasarkan hasil pretest menunjukkan dari 26 siswa kelas II yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 36,36 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 63,69. Kemudian, hasil belajar siklus I menunjukkan dari 26 siswa kelas II yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 54,55 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 76,79. Hasil belajar siklus I menunjukkan peningkatan dari pretest yang dilakukan. Rata-rata hasil belajar pada siklus I sudah melampaui KKM . Namun ketuntasan belajar masih di bawah 85 %. Dengan demikian penelitian perlu dilanjutkan ke siklus II. Berdasarkan hasil belajar siklus 2 menunjukkan dari 26 siswa kelas II yang ada di SD Negeri 7 Pempatan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 100 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 81,42. Hasil belajar siklus 2 menunjukkan peningkatan dari siklus 1 yang dilakukan. Rata-rata hasil belajar pada siklus 2 sudah melampaui KKM . Ketuntasan belajar sudah melampaui 85 %. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan penggunaan bahan bacaan dengan pemanfaatan cerita ogoh-ogoh Bali dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 2 SD Negeri 7 Pempatan tahun pelajaran 2022/2023. Temuan ini dapat di artikan bahwa siswa tertarik pada gambar ogoh-ogoh yang menyertai Dalam hal membaca dalam hal ini terjadi keseimbangan antara visual yang dilihat dan kata yang terucap melalui ucapan saat membaca. Temuan ini sejalan dengan pendapat Mayer . yang menyatakan Pesan-pesan multimedia yang dirancang seiring dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin mengarah ke pembelajaran yang penuh arti, dibandingkan dengan pesan multimedia yang dirancang tidak seiring kerja otak manusia. Saat kata-kata disajikan sebagai narasi, saluran auditori bisa digunakan untuk pemrosesan kata-kata. Pada saat yang sama, saluran visual bisa digunakan untuk pemrosesan gambar-gambar. Dengan cara ini, bebannya jadi berimbang diantara dua saluran sehingga tidak ada satu saluran yang kelebihan Gambar-gambar masuk melalui mata . i proses di saluran visual/pictoria. dan katakata terucapkan masuk lewat telinga . i proses di saluran auditori/verba. Selain itu, temuan penelitian ini juga mendukung temuan penelitian oleh Baihaki. Imam . yang menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan melalui pemanfaatan media cerita bergambar dapat meningkatkan hasil membaca permulaan siswa ditunjukkan dengan nilai rata-rata siklus I 73 dan siklus II 84 . Ketuntasan belajar siklus I sebesar 75% dan siklus II 100%. Nilai aktivitas siswa pada waktu pembelajaran juga meningkat nilai rata-rata ketuntasan pada siklus I sebesar 75% dan siklus II 100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran membaca permulaan melalui pemanfaatan media cerita bergambar dapat meningkatkan hasil belajar membaca permulaan siswa kelas II SDN Popoh 02 Blitar oleh karena itu guru disarankan untuk menerapkan pemanfaatan media cerita bergambar sebagai media pembelajaran membaca SIMPULAN Adapun simpulan penelitian ini adalah pembelajaran dengan penggunaan bahan bacaan dengan pemanfaatan cerita ogoh-ogoh Bali dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 2 SD Negeri 7 Pempatan tahun pelajaran 2022/2023. Adapun peningkatan tersebut rinciannya adalah pada prasiklus ketuntasan belajar membaca siswa adalah 36,36 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 63,69. Kemudian, ketuntasan belajar membaca siswa pada siklus I adalah 54,55 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 76,79. Berdasarkan hasil belajar siklus 2 menunjukkan ketuntasan belajar membaca siswa adalah 100 %. Selain itu rata-rata hasil belajar membaca siswa adalah 81,42. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Dedi Sulistiawan1. I Wayan Numertayasa2. I Komang Nada Kusuma3 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Juli 2023 Mengacu pada kesimpulan diatas, saran penelitian ini adalah sebagai berikut: . untuk siswa, agar siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara membaca cerita tentang ogoh-ogoh Bali. bagi guru, hasil penelitian ini agar digunakan oleh guru dalam pemilihan bahan bacaan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. bagi sekolah, dengan menggunakan bahan bacaan cerita ogoh-ogoh Bali sebagai media untuk meningkatkan kemampuan membaca, menambah wawasan pada siswa dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. DAFTAR RUJUKAN Dewi. I Putu Oka Suardana. I Wayan Numertayasa. AuDengan Memanfaatkan Cerita Folklor Bali. Ay 4. : 53Ae59. Kusuma. I Komang Nada. , et al. AuLesson Study Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. Ay 7. : 192Ae200. Lestari. Frita Dwi. Muslimin Ibrahim. Syamsul Ghufron, and Pance Mariati. AuPengaruh Budaya Literasi Terhadap Hasil Belajar IPA Di Sekolah Dasar. Ay Jurnal Basicedu 5. 5087Ae99. Mayer. Richard E. AuMultimedia Learning: Prinsip-Prinsip Dan Aplikasi. Ay Yogyakarta: Pustaka Pelajar 64: 116. Numertayasa. I W, and M Sutama. AuAnalisis Wacana Esai Kajian Struktur Supra. Mikro Dan Makro Pada Esai Hasil Pelatihan Menulis Esai Sekolah Menengah Se-Kecamatan Rendang Tahun Ay Jurnal Pendidikan A https://ejournalpasca. id/index. php/jurnal_bahasa/article/view/704 Numertayasa. I Wayan. Ni Putu, et al. AuWorkshop Review Dan Implementasi Kurikulum Merdeka Di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur Pendahuluan. Ay Madaniya 3. : 461Ae68. Numertayasa. I Wayan. I Komang Nada. Ni Putu, and Eni Astuti. AuProfil Pelajar Pancasila Development of Strengthening Character Education Syllabus Based on Pancasila Student Profiles. Ay 5. : 97Ae108. Numertayasa. I Wayan Wayan. Ni Ketut Desia Tristiantari, and I Putu Oka Suardana. AuPengembangan Pelayanan Dasar Pendidikan Di Desa Binyan (Desa Pilot Tahun 2. Melalui Pengintegrasian Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembelajaran Dan Pengembangan Pojok Literasi Di Sd Negeri 2 Buahan. Ay SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 4. : 629. Prasrihamni. Mega. Zulela Zulela, and Edwita Edwita. AuOptimalisasi Penerapan Kegiatan Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar. Ay Jurnal Cakrawala Pendas 8. : 128Ae34. Teguh. Mulyo. AuGerakan Literasi Sekolah Dasar. Ay Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata 1. : 1Ae9. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka