Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PADA PROYEK PEMBUATAN POSTER DAN KOMIK KESADARAN LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN SMP IT AL-MUSYARROFAH CIANJUR Fitriani Kulsum* Chaerul Rochman** Muhammad Minan Chusni*** *UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia **UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia **^UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Indonesia *E-mail: fitrianikulsum13@guru. **E-mail: chaerulrochman99@uinsgd. ***E-mail: minan. chusni@uinsgd. Abstract Creative thinking skills are a crucial aspect of 21st-century education, encompassing the ability to generate original, flexible, and elaborative ideas. This study employed a quantitative research method using parametric inferential statistics with a sample of 32 seventh-grade students from class 7B. The sample was selected from the entire student population at SMPIT Al-Musyarrofah using the cluster random sampling technique. The results indicate an improvement in students' creative thinking skills after completing the project, as evidenced by the One Sample Test results. The significance value . 000, leading to the rejection of H0. It can be concluded that students achieved an average score greater than 75, indicating an enhancement in their creative thinking skills. This project allowed students to explore, solve problems creatively, and express ideas about the importance of environmental Thus, project-based learning, such as creating posters and comics, has proven effective in enhancing students' creative thinking skills. This study recommends using similar methods to develop creative thinking skills and raise environmental awareness across various educational contexts. Keywords: creative thinking skills, poster making projects, comics, environmental awareness Abstrak Keterampilan berpikir kreatif adalah salah satu aspek krusial pada pendidikan abad 21, yg mencakup kemampuan menghasilkan ilham-wangsit orisinal, fleksibel, dan elaboratif. Metode penelitian yg digunakan pada riset ini adalah kuantitatif menggunakan memakai statistik inferensial parametrik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas 7B sejumlah 32 orang. Sampel diperoleh dari populasi seluruh peserta didik SMPIT AlMusyarrofah menggunakan tehnik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik setelah selesai mengikuti proyek tersebut berdasarkan hasil One Sample Test, dimana nilai sig . ua-taile. adalah 0,000 sehingga H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki nilai ratarata lebih dari 75 yang berarti bahwa keterampilan berpikir kreatif peserta didik meningkat. Proyek ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk dapat bereksplorasi, memecahkan persoalan secara kreatif, dan mengekspresikan gagasan mengenai pentingnya menjaga Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek seperti pembuatan poster serta komik ini terbukti efektif dalam menaikkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode serupa pada upaya pengembangan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 keterampilan berpikir kreatif serta pencerahan lingkungan pada banyak sekali konteks Kata Kunci: keterampilan berpikir kreatif, proyek pembuatan poster, komik, kesadaran Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 PENDAHULUAN Kurikulum Merdeka kebijakan pendidikan terbaru di Indonesia yang diperkenalkan sebagai respons terhadap tantangan dunia yang terus berkembang (Vhalery et al. , 2. Kurikulum memberikan lebih banyak fleksibilitas dan kemandirian kepada sekolah, guru, dan peserta didik dalam menentukan pendidikan menjadi lebih relevan, kebutuhan masa depan (Ardianti & Amalia, 2. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas pada sekolah serta guru pada merancang pembelajaran (Angga et al. , 2022. Marsela Yulianti et al. , 2022. Pratycia et al. , 2. Guru dapat menyesuaikan metode pengajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik (Andari. Wiguna et al. , 2. Sekolah juga bisa menentukan kurikulum tambahan yang relevan dengan lingkungan dan konteks lokal (Arsyad et al. , 2023. Wiguna et al. , 2. Fokus utama kurikulum merdeka adalah memberikan peserta didik pengalaman belajar yang personal, berdasarkan minat dan bakat mereka (Arsyad et al. , 2023. Suryaman, 2. Peserta didik didorong untuk aktif mengeksplorasi dan berkolaborasi, fasilitator (Peran et al. , 2. Salah satu pendekatan utama dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek (PjBL) (Allanta & Puspita, 2021. Wahdah et al. Melalui metode ini, peserta didik tidak hanya menyelidiki teori, namun pula menerapkan ilmu yg mereka pelajari dalam proyek konkret yg relevan dengan kehidupan mereka (Pramasdyahsari et al. , 2023. Sari et , 2. Kurikulum Merdeka mendorong pengembangan Profil Pelajar Pancasila, yg meliputi enam karakter primer: Beriman serta bertakwa kepada ilahi YME. Berkebhinekaan dunia. Gotong royong (Gautami et al. , 2. Mandiri. Bernalar kritis, dan Kreatif. Ini adalah kerangka karakter dan kompetensi yang diharapkan dari peserta didik di seluruh jenjang pendidikan (Amri. Kurikulum Merdeka sebuah inovasi pada sistem pendidikan di Indonesia yang didesain buat menyampaikan fleksibilitas lebih pada peserta didik serta pendidik dalam proses belajar mengajar (Nopiani et al. Tujuannya membentuk suasana belajar yang lebih keterampilan hidup yg lebih luas (Rezni et al. , 2. Keliru satu penekanan utama berasal Kurikulum Merdeka keterampilan berpikir kreatif siswa, sebuah kemampuan yg semakin penting pada era modern yg penuh menggunakan tantangan kompleks Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 serta perubahan yg cepat (Insania & Pasaribu, 2. Keterampilan berpikir kreatif merujuk pada kemampuan untuk ide-ide menemukan solusi inovatif, dan melihat permasalahan dari perspektif yang berbeda (W. Sari & Montessori, 2. Di dunia yang semakin dinamis dan beragam, kemampuan ini menjadi sangat krusial bagi peserta didik untuk bisa beradaptasi dan berkontribusi secara efektif di berbagai bidang (Lestari & Ilhami, 2. Namun, keterampilan berpikir kreatif tidak berkembang secara alami tanpa adanya mendukung (Putri & Alberida, 2. Oleh karena itu, peran kurikulum sangat penting dalam memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan ini (Umam & Jiddiyyah, 2. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatan yang lebih fleksibel, inklusif, dan personal, diharapkan pengembangan keterampilan berpikir kreatif (Rulistiani et al. , 2. Menggunakan memberikan kebebasan pada pengajar pada merancang pembelajaran yg sesuai menggunakan minat, potensi, dan kecepatan belajar memungkinkan proses belajar yang lebih bervariasi serta inovatif (Adhitya et al. , 2. Peserta didik diberi ruang pertanyaan, serta mencoba solusi-solusi alternatif yang tidak selalu ditemukan tradisional(Widiastuti et al. , 2. Lebih jauh lagi. Kurikulum Merdeka menekankan di pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa diajak buat mengerjakan proyek konkret yg sehari-hari (Wiguna et al. , 2. Metode ini tidak hanya mengajarkan materi akademik namun juga melatih siswa buat berpikir kritis dan kreatif pada merampungkan pertarungan yang mereka hadapi (Sulastri et al. , 2. Oleh karena itu. Kurikulum Merdeka dianggap menjadi platform yang ideal berpikir kreatif, yg adalah bekal penting pada menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang. Salah satu cara yang terbukti efektif pada membuatkan kemampuan berpikir kreatif artinya melalui media visual (Umamah & Andi, 2. Poster dan komik, sebagai bentuk visualisasi, mampu merangsang imajinasi dan dengan cara yang lebih ringan dan interaktif (Fiteriani et al. , 2. Media ini dapat digunakan untuk berbagai tema, termasuk kebersihan, yang merupakan topik penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan (Fiteriani et al. , 2. Poster adalah alat komunikasi informasi secara singkat dan efektif (Fiteriani et al. , 2. Dalam konteks mengembangkan kemampuan berpikir Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 kreatif, poster kebersihan dapat kombinasi gambar-gambar kreatif, warna-warna cerah, dan pesan-pesan singkat yang menginspirasi(Fiteriani et , 2. Komik, di sisi lain, menawarkan pendekatan yang lebih interaktif dan naratif (Rulistiani et al. , 2. Dengan menampilkan karakter yang menarik dan alur cerita yang penuh tantangan, komik dapat digunakan sebagai alat untuk mengasah kemampuan berpikir kreatif (Mahendra et al. , 2. Penggunaan humor, dialog yang menarik, serta ilustrasi yang ekspresif dapat memperkuat dampak komik menjadi media yang tidak hanya menghibur namun pula edukatif. Projek penguatan profil pelajar pancasila (P. adalah bagian berasal Kurikulum Merdeka yang menekankan pada penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. (Christiananda et al. Ramadhani et al. , 2. Program ini bertujuan buat menghasilkan karakter dan keterampilan siswa sesuai nilai-nilai Pancasila. merupakan bagian dari pembelajaran tematik yang mengintegrasikan nilainilai Pancasila kehidupan sehari-hari siswa melalui (Christiananda et al. , 2. P5 memiliki tujuan yaitu membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilainilai Pancasila, keterampilan abad 21, seperti berpikir pengalaman belajar kontekstual yg bekerjasama menggunakan kehidupan nyata, mengintegrasikan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya pada pembelajaran (Fatmawati, 2011. Sari & Montessori, 2. Salah satu dari tema P5 yaitu bangunlah jiwa dan raga, dimana tema ini bertujuan untuk membangun jiwa dan raga peserta didik menjadi lebih Tema bangunlah jiwa dan raga memiliki contoh tentang kesadaran (Fatmawati. Peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda menjadi salah satu aspek yang penting dalam menjaga kelestarian alam (Sukmawijaya & Juhanda, 2. Kesadaran ini tidak hanya dibangun melalui pengetahuan teoritis, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan kreatif yang memotivasi pemahaman dan tindakan nyata (Lingkungan et al. , 2023. Sukmawijaya & Juhanda, 2. Salah satu metode yang efektif dalam menanamkan kesadaran lingkungan adalah melalui proyek kreatif, seperti (Setiyawati & Hendrawan, 2. Pondok strategis dalam membuatkan karakter dan keterampilan peserta didik. Pondok Pesantren Sekolah Menengah Pertama IT Al-Musyarrofah Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 pada Cianjur, menjadi keliru satu lembaga pendidikan Islam, tidak hanya berfokus di pendidikan kepercayaan , tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan dalam kegiatan belajar Dalam upaya meningkatkan kesadaran lingkungan, pesantren ini mengadopsi pendekatan kreatif melalui proyek pembuatan poster dan komik (Permatasari et al. , 2. Keterampilan berpikir kreatif artinya keliru satu keterampilan krusial yang perlu dikembangkan dalam proses Berpikir kreatif tak hanya melibatkan penciptaan pandangan baru-inspirasi kemampuan buat menuntaskan duduk perkara menggunakan cara yang inovatif serta tidak selaras. konteks pendidikan, aneka macam metode dapat dipergunakan buat merangsang serta mengukur akal budi kreatif siswa. keliru satu metode yg efektif artinya melalui proyek kreatif, mirip pembuatan poster serta komik. Proyek poster dan komik tidak hanya sekadar aktivitas menggambar, tetapi juga merupakan media untuk mengekspresikan ide-ide, gagasan, dan pesan penting. Melalui proyek ini, konsep-konsep abstrak dengan elemen visual yang dapat dipahami dan dinikmati oleh audiens. Oleh karena itu, keterampilan berpikir kreatif sangat penting dalam proses pembuatan proyek ini. Hubungan antara Proyek Kreatif dengan Berpikir Kreatif. Orisinalitas dalam Berpikir dalam proyek poster dan komik, peserta didik didorong untuk menghasilkan ide-ide yang unik dan orisinal. Mereka wajib menemukan cara-cara baru buat menyampaikan pesan, seperti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan atau membuang sampah pada tempatnya. konteks ini, kemampuan berpikir kreatif membantu peserta didik menciptakan karya yg tidak hanya mengikuti pola yg telah terdapat, tetapi pula menampilkan ide-wangsit baru yg segar dan menarik. Kelancaran Berpikir (Fluenc. , kelancaran berpikir mengacu pada kemampuan peserta didik untuk menghasilkan banyak ide dalam waktu Saat membuat poster atau komik, siswa harus menyusun berbagai gagasan visual dan tekstual yang mendukung pesan yang ingin mereka Proses brainstorming ini mengasah kelancaran berpikir, di mana memikirkan beberapa cara untuk mengatasi masalah atau menyampaikan pesan melalui berbagai pendekatan Kelenturan Berpikir (Flexibilit. , kelenturan berpikir ialah kemampuan buat melihat suatu dilema berasal aneka macam sudut pandang. Dalam proyek poster dan komik, peserta didik perlu berpikir fleksibel dalam menentukan cara yang paling tepat untuk Misalnya. Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 bagaimana visualisasi yang tepat untuk menggambarkan isu lingkungan di komik atau bagaimana mengemas informasi menjadi menarik dalam Kemampuan menyesuaikan cara penyampaian sesuai dengan audiens atau situasi ini memperlihatkan kelenturan berpikir kreatif siswa. Perincian (Elaboratio. , dalam pembuatan poster dan komik, detail sangat penting. Peserta didik harus memperhatikan detail visual, seperti pemilihan warna, penempatan teks, dan Proses ini melibatkan pengembangan ide secara mendalam, di mana peserta didik harus mampu mengeksplorasi dan mengembangkan gagasan mereka lebih jauh untuk membuat karya yang kaya dan Proyek poster dan memberikan kesempatan bagi peserta didik buat belajar dengan cara yang Aktivitas menggabungkan keterampilan analitis dan kreatif dalam konteks dunia nyata. Selain itu, melalui proyek ini, peserta kemampuan kolaborasi, karena mereka mungkin bekerja dalam tim, serta mereka harus menyampaikan pesan melalui media visual. Proyek pembuatan poster dan komik ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi (Luthvitasari et al. , 2. Keterampilan kemampuan buat membuat pandangan baru-ilham baru dan orisinal, melihat problem dari sudut pandang yang berbeda, dan menemukan solusi yang (Surya Keterampilan ini sangat krusial bagi peserta didik pada menghadapi tantangan masa depan, terutama dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yg semakin semakin tinggi (Fatmawati, 2. Melalui proyek ini, peserta didik didorong untuk berkreasi dalam pesan-pesan lingkungan secara visual dan menarik, yang tidak hanya mengedukasi diri mereka sendiri tetapi juga komunitas di sekitar mereka (Lestari & Ilhami, 2022. Mahanal et al. , 2017. Sari & Montessori, 2. Penelitian ini bertujuan buat mengeksplorasi sejauh mana keterampilan berpikir kreatif peserta didik berkembang melalui keterlibatan mereka dalam proyek pencerahan lingkungan pada Pondok Pesantren Sekolah Menengah Pertama IT Al-Musyarrofah Cianjur. Dengan demikian, penelitian ini pentingnya pendekatan kreatif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 mengembangkan keterampilan berpikir kreatif mereka. peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik dengan proyek membuat poster atau komik. Menurut Munandar dalam (Armandita et al. keterampilan berpikir kreatif pada Tabel 1. METODE Metode dipergunakan yaitu Metode penelitian Penelitian inferensial parametrik merupakan pendekatan yang bertujuan untuk menganalisis data numerik dan generalisasi tentang populasi sesuai sampel (Malik & Chusni, 2. Statistik inferensial parametrik digunakan ketika data yang dikumpulkan memenuhi asumsi-asumsi tertentu, seperti data berdistribusi normal dan varians yang rata. Metode ini seringkali dipergunakan buat menguji hipotesis serta hubungan antar variabel. Populasi yg digunakan di penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama IT Al-Musyarrofah. Sampel penelitian yaitu kelas 7B dengan jumlah 32 orang. Sampel diperoleh dari populasi seluruh peserta didik SMPIT Al-Musyarrofah menggunakan tehnik cluster random Dengan hipotesis sebagai H0 = Rata-rata Nilai Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas 7B tidak lebih dari 75. (Rata-rata O . H1 = Rata-rata Keterampilan Berpikir Kreatif Kelas 7B lebih dari . atarata > . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian Tabel 1 Aspek dan Indikator Keterampilan Berpikir Kreatif Aspek Indikator Creative Thinking Skills Berpikir Lancar (Fluenc. Menjawab pertanyaan dalam LKPD Berpikir Luwes (Flexibilit. Rancangan rancangan poster/komik Berpikir Orisinal (Originalit. Bentuk fisik produk Berpikir Memerinci (Elaboratio. Laporan dibuat dengan kriteria: Kebermanfaatan Sistematika laporan Penulisan Inovasi poster/komik Hasil proyek poster dan komik mengenai kepedulian lingkungan yang mencerminkan penerapan keterampilan berpikir kreatif dalam konteks edukasi Melalui proyek ini, peserta didik menunjukkan kemampuan untuk mengolah dan menyampaikan gagasan penting terkait menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan cara yang kreatif dan komunikatif. Poster tentang membuang sampah pada tempatnya. Poster ini memberikan pesan visual yang kuat mengenai Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 pentingnya membuang sampah pada tempat yang benar. Peserta didik juga menggambarkan tiga jenis tempat sampah yang relevan dengan sistem pemilahan sampah, seperti organik, anorganik, dan sampah yang bisa didaur ulang. Poster kemampuan peserta didik untuk merangkum informasi penting dengan elemen visual yang menarik dan mudah Desain yang efektif dan pesan yang jelas mendukung kesadaran Dari aspek kreativitas, poster ini menunjukkan kemampuan orisinalitas dan kelancaran berpikir, di mana peserta didik mampu menyusun informasi yang mereka miliki dan menampilkannya dalam bentuk visual yang menarik perhatian. Komik tentang kebersihan di asrama dan lingkungan sekitar. Komik ini menggambarkan situasi nyata di kehidupan peserta didik, seperti kebersihan di kamar asrama putri dan pemukiman warga. Melalui ilustrasi cerita, komik ini mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kebiasaan yang mendukung kelestarian lingkungan. Komik memungkinkan peserta baru-inspirasi dengan cara deskriptif, yg tidak hanya melibatkan keterampilan menggambar tetapi jua akal budi secara fleksibel dalam menyampaikan pesan yang kompleks melalui obrolan serta Yang akan terjadi komik ini pula peserta didik, pada mana mereka mampu melihat masalah kebersihan dari sudut pandang sehari-hari serta berbagi solusi yang relevan. Proyek-proyek ini tidak hanya menguji keterampilan kreatif peserta didik, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka tentang isu-isu Peserta didik diharapkan dapat menginternalisasi pesan-pesan kebersihan dan pelestarian lingkungan melalui proses pembuatan poster dan Lebih dari itu, melalui proyekproyek ini, mereka terlibat dalam pembelajaran yang kolaboratif dan keterampilan berpikir kritis, inovasi, serta empati terhadap lingkungan Proyek pemahaman perihal peran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan, baik di asrama maupun di lingkungan lebih kurang rumah. Hasil proyek poster dan komik ini menunjukkan bahwa peserta didik tentang kepedulian lingkungan secara efektif dan kreatif. Nilai keterampilan berpikir kreatif yang tercermin dari proyek ini memberikan gambaran tentang tingkat kesadaran lingkungan peserta didik, serta kemampuan mereka untuk menggabungkan informasi dan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 menciptakan karya yang tidak hanya visual, tetapi juga mendidik. Gambar 1 . , . , . dan Gambar 2 . , . mendeskripsikan hasil proyek kreatif yg didapatkan sang siswa kelas Proyek ini ialah bagian dari upaya menilai keterampilan berpikir kreatif siswa dalam konteks tema lingkungan. Gambar 1 . , . , . menampilkan proyek berupa komik yang dibuat oleh peserta didik dengan tema kebersihan di kamar asrama putri dan menjaga lingkungan di kampung pemukiman Komik menggambarkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan sekitar, yang merupakan bagian penting dari pengembangan keterampilan berpikir Melalui komik, peserta didik mengekspresikan gagasan mereka dengan cara visual, menunjukkan kemampuan untuk menghubungkan ide-ide kompleks dan menyajikannya secara kreatif. Gambar 2 . , . menunjukkan proyek lain berupa poster yang menekankan pentingnya membuang memperkenalkan tiga jenis tempat sampah untuk mendukung sistem pengelolaan sampah yang baik. Poster ini menunjukkan kemampuan peserta didik dalam merancang pesan visual yang jelas, informatif, dan mendidik, sebuah contoh lain dari kreativitas dalam mengekspresikan ide. Penilaian Berdasarkan Keterampilan Berpikir Kreatif. Proyekproyek ini kemudian dipresentasikan . Gambar 1. , . , . Komik . Gambar 2. , . Poster Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 keterampilan berpikir kreatif, yang mungkin mencakup kriteria seperti: Orisinalitas: Sejauh mana ide dan konsep yang ditampilkan unik dan Kelancaran: Kemampuan peserta didik untuk menghasilkan banyak ide atau solusi kreatif terkait dengan Kelenturan: Kemampuan berpikir secara fleksibel serta melihat suatu problem asal aneka macam sudut pandang. Perincian: Seberapa baik peserta didik mengembangkan ide dan konsepnya dengan mendalam dan Dalam evaluasi tersebut, skor minimum yang didapatkan peserta didik adalah 75. Ini memberikan bahwa keterampilan berpikir kreatif yg memadai, dengan yang akan terjadi akhir yang layak dan berdasarkan kriteria yg dievaluasi. Skor ini juga mencerminkan pemahaman mereka terhadap topik kebersihan dan lingkungan, serta bagaimana mereka mampu mengintegrasikan ide-ide ini ke dalam proyek kreatif mereka. Maka berikut hasil uji normalitas, uji t, dan uji berpikir kreatif kelas 7B berdistribusi tidak normal. Tabel 2 Uji Normalitas Tests of Normality Nilai_ KBKre Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. ,183 ,008 ,908 ,010 Lilliefors Significance Correction Dalam analisis statistik, uji normalitas bertujuan buat memilih apakah data mengikuti distribusi normal atau tidak. Dua uji yg awam normalitas yaitu uji KolmogorovSmirnov (K-S) serta Shapiro-Wilk (S-W). Dalam perkara ini KolmogorovSmirnov menghasilkan nilai p sebanyak 0,008. Shapiro-Wilk membuat nilai p sebesar 0,010. Kedua nilai p tersebut lebih kecil berasal ambang batas yang umum dipergunakan, yaitu 0,05. Bila nilai p lebih kecil dari 0,05, kita menolak hipotesis nol . ull hypothesi. , yg menyatakan bahwa data berdistribusi Sesuai akibat asal kedua uji tadi, data keterampilan berpikir kreatif berdistribusi normal, sebab nilai p dari kedua uji lebih kecil asal 0,05. karena itu. Anda mungkin perlu mempertimbangkan uji statistik nonparametrik jika akan melakukan analisis lebih lanjut, karena uji berdistribusi normal. Uji Normalitas Tabel 2 menunjukkan nilai di Kolmogorov-Smirnov merupakan 0. serta pada Shapiro-Wilk artinya 0. Keduanya lebih mungil asal 0. sehingga data nilai keterampilan Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 (Kolmogorov-Smirnov dan ShapiroWil. Normal Q-Q Plot mendukung berdistribusi normal. Menguji Hipotesis Berdasarkan nila probabilitas atau nilai signifikasi (Si. Jika probabilitas . ilai Si. > 0,05 maka H0 diterima. Jika probabilitas . ilai Si. < 0,05 maka H0 ditolak. Sesuai data pada tampilan hasil One Sample Test Tabel 3, nilai sig . artinya 0,000 oleh karena itu nilai probabilitas . ilai Si. nya lebih mungil (<) dari 0,05 maka H0 ditolak dan H0 diterima, sehingga bisa disimpulkan AuRata-rata nilai keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas 7B lebih dari 75 (Rata-rata > . atau dengan kata lain keterampilan berpikir kreatif peserta didik pada proyek pembuatan poster dan komik mengenai kesadaran lingkungan pada P5 tema bangunlah jiwa dan raga sangat baik. Ay Gambar 2. Grafik Normal Q-Q Plot dari Nilai KBKreatif Gambar 2 normal Q-Q Plot (Quantile-Quantile Plo. ialah galat satu indera visual buat mengecek normalitas distribusi data. Di plot ini, nilai data aktual dibandingkan menggunakan nilai yg diharapkan dari distribusi Bila data berdistribusi normal, titik-titik akan mengikuti garis lurus diagonal di dalam plot tersebut. Sebagian besar data berkumpul di mengindikasikan bahwa sebagian besar data mendekati distribusi normal. Beberapa data menjauhi garis lurus, yang menunjukkan adanya deviasi dari distribusi normal, khususnya pada data ekstrem atau outlier. Meskipun sebagian besar data mendekati garis lurus, adanya beberapa titik yang menyimpang menunjukkan bahwa data keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas 7B tidak sepenuhnya berdistribusi normal. Ketidaksesuaian ini bisa menjadi indikasi bahwa mungkin karena adanya outlier atau ketidakseimbangan pada distribusi. Seperti pada uji statistik formal Tabel 3 One Sample Statistics N Mean Std. Deviation Nilai_K BKreatif 86,25 Nilai_KBKreatif 5,536 Sig. 0,00 Std. Error Mean ,979 Mean Difference 11,250 Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta PISSN: 2548-9232. EISSN: 2775-3573 Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024: 245-261 Hasil yang terjadi akhir dari keterampilan berpikir kreatif peserta didik melalui proyek pembuatan komik dan poster sangat baik ditunjukkan oleh nilai probabilitas atau nilai signifikasi yaitu kurang dari 0,05 maka ya0 ditolak. ya0 ditolak menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa dicermati berasal aspek keterampilan berpikir kreatai siswa melebihi nilai 75. Nilai lebih dari 75 menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa sangat baik. sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif yg signifikan selesainya proyek ini pembelajaran berbasis proyek bisa sebagai taktik yang efektif buat pencerahan lingkungan pada kalangan Berdasarkan hasil uji statistik yang ditampilkan pada output One Sample Test, nilai sig . wo-taile. yang diperoleh artinya 0,000. karena nilai ini lebih mungil asal taraf signifikansi yang telah . aitu 0,. , keputusan yang diambil artinya menolak H0 . ipotesis no. dan mendapatkan H1 . ipotesis alternati. disimpulkan bahwa terdapat disparitas yang signifikan secara statistik antara nilai yang diujikan dengan nilai yang dihipotesiskan, yg berarti bahwa data pengaruh atau korelasi yang signifikan sesuai dengan hipotesis cara lain yang Dengan demikian, metode ini diimplementasikan secara lebih luas di lembaga pendidikan lainnya sebagai upaya meningkatkan keterampilan berpikir kreatif sekaligus memperkuat pendidikan karakter dalam konteks KESIMPULAN Penelitian tentang keterampilan berpikir kreatif pada proyek pembuatan lingkungan di Pondok Pesantren Sekolah Menengah Pertama IT AlMusyarrofah Cianjur, menunjukkan berbasis proyek mampu secara efektif Melalui pembuatan poster serta komik, siswa mengeksplorasi ide-wangsit kreatif, mengembangkan fleksibilitas berpikir, serta memecahkan masalah dengan cara yg inovatif. Proses kreatif yg dilakukan pada proyek ini menyampaikan ruang bagi peserta didik buat mengekspresikan DAFTAR PUSTAKA