Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design WORKLOAD ANALYSIS FUNGSIONAL DAN MENTAL UNTUK JOB DESIGN Ressy Mardiyanti Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra Surabaya Jalan Menganti Kramat No. Jajar Tunggal. Kec. Wiyung Surabaya ressymardiyanti@uwp. Abstract This study aims to determine the workload and needs of employees as a basis for the company to run an efficiency program. Based on management's assessment at the beginning of PT. ABC stated that in East Java Bali Nusra (EJBN) total of employees is very high, but the opinion of the head of the region is not true. This study is an applied research specifically evaluation research. The research subjects were taken by cluster sampling technique. The research location is PT. ABC especially the EJBN region with a total of 23 employees, headquartered in Surabaya. From the research, it is known several things, namely the procedures for preparing / reviewing job descriptions, workloads and employee needs for each position. Some functions underload work, such as Marketing Coordinator. Courier. Customer Relation Officer . Health Service Admin. Some are in the normal criteria, including the functions of Marketing. Support / admin marketing. Engineer marketing. Finance & Treasury Support, computer support spesialist. General Affair Coordinators. Drivers. Operational Coordinators. Customer Relation Officers (Bali. NTT. NTB. KAI. Janitor. The function that is in the overload criteria is in the Head of EJBN position. Treasury. Controllers, and Chief Financial Coordinator. Personal Recruiter, and Customer Relations Officer who handles Customer Service in one company. Based on these data, the researcher designed the intervention, namely making job design by means of job enrichment, job enlargement, and rotation. Key Words : job design, job description, workload Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja dan kebutuhan pegawai sebagai dasar perusahaan menjalankan program efisiensi. Berdasarkan penilaian manajemen diawal PT. ABC menyatakan diwilayah East Java Bali Nusra (EJBN) sangat banyak jumlah karyawannya, akan tetapi pendapat kepala wilayah, hal tersebut tidak benar. Penelitian ini merupakan applied research khususnya evaluation research. Subyek penelitian diambil dengan teknik cluster sampling. Lokasi penelitian adalah PT. ABC khususnya wilayah EJBN dengan total pegawai sebanyak 23 orang, yang berkantor pusat di surabaya. Dari penelitian diketahui beberapa hal yaitu mengenai tata cara penyusunan/ review job description, beban kerja dan kebutuhan karyawan pada masing-masing Beberapa fungsi mengalami underload pekerjaan yaitu Marketing Coordinator. Courier. Customer Relation Officer (Satpa. Admin Health Service. Beberapa berada pada kriteria normal, diantaranya fungsi Marketing, admin/ support marketing, engineer marketing. Finance & Treasury Support. General Affair Coordinator. Driver. Operational Coordinator. Customer Relation Officer (Bali. NTT. NTB. KAI. Janitor, dl. Fungsi yang berada pada kriteria overload ada di jabatan Head of EJBN. Treasury. Controllers, and Chief Financial Coordinator. Personal Recruiter, dan Customer Relation Officer yang menangani Customer Service disalah satu perusahaan. Berdasarkan data tersebut, maka peneliti membuat rancangan intervensi yaitu membuat job design dengan cara job enrichment, job enlargement, dan rotasi. Kata Kunci : analisis pekerjaan, desain pekerjaan, deskripsi pekerjaan diantara anggotanya dan kemudian melakukan koordinasi diantara berbagai departemen, unit kerja, atau kelompok-kelompok yang berbeda-beda. Jumlah tenaga kerja menjadi hal terpenting yang diperhatikan oleh perusahaan, yang berdampak langsung terhadap beban biaya personel. Beban gaji karyawan merupakan salah satu beban usaha yang cukup besar dan permanen. Seperti yang terlihat pada kondisi PT. ABC wilayah East Java Bali Nusra (EJBN) yang dinilai oleh manajemen pusat terlalu Pendahuluan Banyak unsur yang berperan dan mendukung dalam suatu organisasi/ perusahaan. Salah satu unsur utama pendukung tersebut adalah sumber daya manusia (SDM) yang padat karya dan berkualitas tinggi. Sumber daya manusia sendiri merupakan entitas organisasional yang harus dirancang dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Disebuah organisasi/ perusahaan terdapat suatu kebutuhan untuk melakukan pembagian kerja Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design banyak karyawannya. Namun kepala wilayah operasional mengatakan bahwa para karyawannya telah sesuai dan telah terbagi dalam berbagai pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Akan tetapi kepala wilayah pun tidak pernah tahu waktu kelonggaran yang mereka punya, sehingga ia pun tidak bisa melihat efektifitas aktifitas karyawannya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan waktu dan kebutuhan tenaga kerja untuk masing-masing jabatan. Hal tersebut dapat dilihat dengan melakukan perhitungan elemen-elemen pekerjaannya berdasarkan waktu normalnya. Setiap tugas pada masing-masing jabatan mempunyai beban yang mendasari pekerjaan dan membuat berbeda antara satu pekerjaan dengan pekerjaan yang lain. Kesesuaian beban kerja yang diatur dan ditargetkan manajemen merupakan sesuatu yang Kelebihan maupun kekurangan beban kerja dapat memicu timbulnya stres kerja dan menimbulkan kerugian bagi organisasi. Beban kerja merupakan aspek pokok yang menjadi dasar untuk perhitungan formasi dari Beban kerja merupakan sejumlah target pekerjaan atau target hasil yang harus dicapai dalam suatu rata-rata pegawai. Deskripsi pekerjaan adalah pernyataan tertulis tentang apa yang sebenarnya dilakukan oleh pekerja, bagaimana orang itu melakukannya dan bagaimana kondisi kerjanya (Dessler, 2. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa deskripsi pekerjaan adalah daftar tertulis mengenai tugas, tanggung jawab dari posisi/jabatan yang diperoleh melalui analisis pekerjaan. Pengukuran beban kerja bukan hanya bermanfaat dalam menata organisasi melainkan dapat digunakan dalam menentukan jumlah Penggunaan pengukuran beban kerja dapat mempermudah dalam penetapan jumlah pegawai. Salah satu manfaat atau kegunaan dari penganalisaan beban kerja yaitu menyempurnakan . struktur organisasi. Hasil dari analisa beban kerja antara lain dapat menggabungkan 2 jabatan atau lebih menjadi 1 jabatan, memisahkan 1 jabatan menjadi 2 jabatan atau lebih, atau menciptakan jabatan baru, inilah yang disebut dengan desain pekerjaan. Pengukuran beban kerja bukan hanya dilakukan secara fisik, akan tetapi juga dilakukan secara psikologis dengan menggunakan metode NASA-TLX. NASA-TLX merupakan suatu metoda pengukuran subjektif untuk mengetahui beban kerja mental pekerja dalam melakukan Model ini dikembangkan oleh badan penerbangan dan ruang angkasa Amerika Serikat ( NASA-Ames Research Center ). NASA-Task Load Index adalah prosedur rating multi dimensional. Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 yang membagi workload atas dasar rata-rata pembebanan enam . Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana kondisi beban kerja mental karyawan PT. ABC, dimana karyawan yang berjumlah 23 orang diminta untuk menangani 2019 tenaga outsourcing yang tersebar di East Java Bali Nusra. Analisis beban kerja adalah suatu teknik manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektifitas dan efisiensi kerja organisasi(Adawiyah & Sukmawati, 2. Setiap pekerja memiliki tugas . ob descriptio. yang berbeda-beda, dan setiap pekerjaan akan menghasilkan beban kerja tersendiri. Beban kerja merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut harga atau cost dari pencapaian suatu target kegiatan. Setiap beban kerja yang diterima seseorang harus sesuai dan seimbang terhadap kemampuan fisik maupun mental pekerja yang menerima beban kerja tersebut agar tidak terjadi kelelahan (Hart dalam Ramadhan. Tama. Ph, dan Yanuar, 2. Hasil deskripsi jabatan merupakan dasar utama bagi analisa formasi jabatan dan hasil analisis beban kerja berupa analisis kebutuhan pegawai. Dari hasil tersebut maka dapat diketahui apakah suatu jabatan dapat digunakan untuk mendesigndan redesign pekerjaan . ob desig. Desain pekerjaan . ob desig. merupakan upaya mengatur pekerjaan, tugas dan tanggung jawab dalam suatu unit kerja yang produktif. Desain pekerjaan dapat pula dimaksudkan sebagai fungsi penetapan kegiatankegiatan kerja seseorang individu atau kelompok karyawan secara organisasional. Informasi dalam desain pekerjaan akan membantu dalam membuat struktur pekerjaan menjadi lebih tertata, sehingga dapat digunakan untuk menata pekerjaan masingmasing jabatan. Evaluasi tentang sumber daya manusia harus segera dilakukan agar dapat sejalan dengan arah perencanaan pengembangan bisnis. Hasil kajian akan didapat kuantitas, kualitas, dan alokasi penempatan personil yang diperlukan. Perencanaan ketenagaan tersebut juga menganalisis job title, job description yang tetap dan optimal. Kondisi ini yang mendasari peneliti untuk mengkaji jumlah optimal kebutuhan tenaga kerja di perusahaan. Hasil analisa dapat dijadikan sebagai tolok ukur untuk menata organisasi sesuai kebutuhan penyelesaian tugastugas yang diemban. Pengukuran beban kerja ini merupakan penelitian/ kajian guna mendapatkan gambaran pelaksanaan kerja atau banyaknya deskripsi tugas yang harus dilakukan oleh suatu Dugaan sementara yang diajukan dalam penelitian ini adalah bahwa jumlah karyawan yang ada di PT. ABC telah sesuai. Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design pekerjaan dalam kondisi normal . sehingga hasil yang diperoleh merupakan hasil yang standart. Variabel yang akan diamati/ diukur dalam penelitian ini adalah : Deskripsi Pekerjaan (Job Descriptio. yaitu deskripsi tentang tanggung jawab dan wewenang untuk suatu jabtan. Umumnya juga menyatakan suatu tujuan dan hubunganhubungan dengan atasan-bawahan. Meliputi tugas-tugas dan bahkan juga standar pekerjaan. Deskripsi jabatan yang lengkap mencakup informasi identifikasi jabatan, wewenang, tanggung jawab tugas, dan sarana serta pegangan kerja untuk mengetaui pedoman apa saja yang dipegangnya selama bekerja, kondisi kerja dan spesifikasi jabatan. Analisis Beban Kerja (Workload Analysi. yaitu mengidentifikasi dan menganalisis pekerjaan berdasarkan waktu kerja pemangku jabatan yang diikuti dengan identifikasi jumlah karyawan maupun tipe-tipe karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Desain Pekerjaan (Job Desig. yaitu fungsi penetapan kegiatan kerja seseorang individu pada suatu jabatan secara organisasional yang bertujuan untuk mengatur penugasan-penugasan kerja yang memnuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi, teknologi dan keprilakuan. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan applied research khususnya evaluation research, yaitu penelitian yang biasanya digunakan oleh organisasi dengan tujuan mengetahui apakah suatu program, cara kerja, kampanye pemasaran, kebijkan dan lainnya sudah dijalankan/ dilakukan atau belum. Pada penelitian evaluasi, peneliti dapat memulai penelitian ditengah suatu proses kegiatan yang sedang berlangsung. Secara umum, penelitian evaluasi ingin menjawab pertanyaan sampai sejauh mana suatu program telah tercapai sesuai dengan yang ditetapkan atau Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa struktur organisasi, serta deskripsi pekerjaan, dan data primer berupa data survei, observasi serta wawancara. Lokasi penelitian diperusahaan pengelola jasa outsourcing yang tersebar diseluruh Indonesia, yang mana tersebar di beberapa area tugas yaitu wilayah kerja Medan. Palembang. Jakarta. Jawa Barat. Jawa Tengah. Kalimantan dan Makasar, serta Jawa Timur dan Bali Nusa Tenggara. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling, yaitu teknik sampling daerah yang digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, untuk menentukan pekerja mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah Subjek yang digunakan dalam penelitian ini diambil sebanyak 23 tenaga pengelola outsourcingyang bertugas di wilayah jawa timur dan bali nusra (EJBN), yang kantor pusatnya berada di Latar belakang pendidikan subjek penelitian mulai SMU/SMK. D3, sampai S1. ditentukan oleh atasan pada masing-masing jabatan sesuai ketentuannya. Adapun syarat penentuan partisipan adalah sebagai berikut: Telah bekerja di PT. Personel Alih Daya minimal selama 1 tahuun. Hal ini dikarenakan agar data yang didapat dapat lebih akurat, dengan asumsi bahwa responden yang sudah bekerja minimal selama 1 tahun akan lebih mengerti dan memahami pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat menjabarkan dan terperinci terutama dalam pengisian elemenelemen pekerjaan yang akan dilakukan pada masing-masing jabatan. Memiliki keterampilan dalam kategori normal. Yang dimaksud dengan keterampilan normal adalah memiliki kecepatan kerja rata-rata atau tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat serta kemampuan dalam kategori rata-rata. Hal ini dikarenakan pengukuran waktu kerja ditujukan untuk mendapatkan waktu penyelesaian Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Untuk memperoleh temuan dan interpretasi data yang absah . maka perlu adanya upaya melakukan pengecekan data atau pemeriksaan data yang didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria (Moleong, 2. yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan . , . , kebergantungan . , dan kepastian . Kredibilitas Data Kriteria ini digunakan dengan maksud data dan informasi yang dikumpulkan peneliti harus . MenurutMoleong, dimaksudkan untuk merangkum bahasan menyangkut kualitas penelitian. Krediblitas studi kualitatif terletak pada keberhasilanya mencapai maksud mengeksplorasi masalah atau mendeskripsikan setting, proses, kelompok sosial atau pola interaksi yang kompleks. Adapun untuk memperoleh keabsahan data. Moleong merumuskan beberapa cara, yaitu: perpanjangan keikutsertaan, . ketekunan pengamatan. Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design . triangulasi, . pengecekan sejawat, . kecukupan referensial, . kajian kasus negatif, dan . pengecekan anggota. Dari ketujuh cara tersebut, peneliti hanya menggunakan dua cara yang disesuaikan dengan tujuan penelitian, dua cara tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, triangulasi (Moleong, 2. yaitu merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data perbandingan terhadap data yang diperoleh dengan sumber atau kriteria yang lain diluar data itu, untuk meningkatkan keabsahan data. Denzin mengatakan empat uji triangulasi data yaitu: triangulasi sumber, metode, peneliti, dan teori. Pada penelitian ini, triangulasi yang digunakan adalah: . triangulasi sumber, yaitu dengan cara membandingkan apa yang dikatakan oleh subyek dengan yang dikatakan informan dengan maksud agar data yang diperoleh dapat dipercaya karena tidak hanya diperoleh dari satu sumber saja yaitu subyek penelitian, tetapi juga data diperoleh dari beberapa sumber lain seperti teman dekat subyek. triangulasi metode, yaitu dengan cara membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan. Dalam hal ini peneliti berusaha mengecek kembali data yang diperoleh melalui wawancara. Kedua, menggunakan bahan referensi yaitu referensi yang utama berupa buku-buku psikologi kepribadian yang berkaitan dengan konsep diri. Hal ini dimaksudkan agar data yang diperoleh memiliki dukungan dari teori-teori yang telah ada. beban kerja mental, biasanya disebut dengan NASATLX dengan skor pembobotan dan rating terhadap 6 Hancock dan Meshkati . alam Hendrawan. Ansori, & Hidayat, 2. menjelaskan langkahlangkah dalam pengukuran beban kerja mental dengan menggunakan metode NASA-TLX, yaitu: Penjelasan indikator beban mental yang akan Terdapat 6 indikator yang diukur dalam metode NASA TLX yaitu dapat dilihat indikator tersebut pada Tabel 1. Tabel 1 Indikator Beban Kerja Mental Skala Rating Keterangan Rendah. Seberapa Mental Tinggi Demand (MD) yang dibutuhkan Apakah pekerjaan tersebut mudah atau sulit, kompleks, longgar atau ketat . Rendah. Jumlah aktivitas Physical Tinggi Demand (PD) isal putaran, dan lainlai. Rendah. Jumlah Temporal Demand (TD) Apakah pekerjaan santai atau cepat dan melelahkan Seberapa Performanc Tidak e (OP) Sempurn seseorang di dalam pekerjaannya dan Rendah,ti Seberapa Frustation Level (FR) aman, putus asa. Ketegasan/ kepastian . Kriteria ini digunakan untuk mencocokkan data observasi dan data wawancara atau data pendukung lainnya. Dalam proses ini temuantemuan penelitian dicocokkan kembali dengan data yang diperoleh lewat rekaman atau Apabila diketahui data-data tersebut cukup koheren, maka temuan penelitian ini Untuk konfirmabilitas data, peneliti meminta bantuan kepada para ahli terutama kepada para Pengecekan hasil dilakukan secara berulang-ulang serta dicocokkan dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Instrummen mengukur beban kerja mental mengadopsi dari skala Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design Effort (EF) Rendah, dengan perasaan yang dirasakan. Seberapa kerja mental dan dibutuhkan untuk . ean SD) < X Berdasarkan hasil yang diperoleh didapat data sebagai berikut: Tabel 4 Temuan Penelitian Data Hasil Karakteristik Prosentase perbandingannya yaitu laki-laki 69. 57% dan jenis kelamin Karakteristik Mayoritas antara 31-40 tahun sebanyak 60,88%, dan yang lain tersebesar rata dengan prosentase 13,04% direntang 1930 tahun,41-50 tahun, 51-60 tahun Karakteristik Mayoritas 73,91%, dan SMA sebesar 26,09% Karakteristik 8,69% masa kerja masa kerja kurang dari 1 tahun, 21,74% masa kerja antara 1-5 tahun, 56,52% masa kerja 6-8 tahun, dan 8,69% memiliki masa kerja 11-15 tahun. Pembobotan Pada tahap pembobotan responden/pekerja diminta untuk membandingkan dua dimensi yang berbeda dengan metode perbandingan Total perbandingan berpasangan untuk keseluruhan dimensi . Jumlah tally untuk masing-masing dimensi inilah yang akan menjadi bobot dimensi (Widyanti. Johnson, & Waard, 2. Pemberian Rating Menurut Susetyo. Simanjuntak. Wibisono, . pada tahap peringkat . pada masing-masing deskriptor diberikan skala 1-100, kemudian karyawan akan memberikan skala sesuai dengan beban kerja yang telah dialami dalam pekerjaannya. Interpretasi Hasil Nilai Skor Menurut Widyanti et al. , . , skor akhir beban mental NASA-TLX diperoleh dengan mengalikan bobot dengan rating setiap dimensi, kemudian dijumlahkan dan dibagi 15. Berdasarkan penjelasan Hart dan Staveland dalam Hendrawan et al. , . dalam teori NasaTLX, skor beban kerja yang diperoleh dapat diintepretasikan sebagai berikut: Tabel 2 Kategori beban kerja mental Rentang Nilai Kategori Nilai skor > 80 Tinggi Nilai skor 50-70 Sedang Nilai < 50 Ringan Sedangkan menggunakan teknik perhitungan harian dan kelonggaran, sehingga bisa terlihat lebih jelas prosentase beban kerjanya. Pengkategorian beban kerja dilihat dengan cara: Hasil penelitian pada tahap asesmen diperoleh data sebagai berikut: Tabel 5 Hasil asesmen Data Hasil Tahap Melakukan pengkajian masing-masing jabatan di PT. ABC, khususnya di wilayah operasional EJBN. Ada 23 Jabatan yang akan dikaji ulang deskripsi Tahap Memberikan pelaksanaan pengisian Peneliti petunjuk pengisian Tabel 3 Kategori beban kerja Hasil Penelitian Rentang Nilai Kategori X < . ean Ae SD) Rendah . ean Ae SD) < X < . ean Sedang SD) Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Tinggi Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design Tahap Tahap Jabatan Head Of EJBN Enginer Marketing Supprot/ Admin Marketing Marketing Treasurers. Controllers, and Chief Financial Finance & Treasury Support Computer Support Specialist/ IT General Affair Coordinator Personal Recruiter Courier Customer Relation Officer Disesuaikan Dictionary Occupational of Title jabatan dan penyusunan Seluruh jabatan belum penyusunan deskripsi Usulan pekerjaan jabatan yang baru, maka diperlukan evaluasi atas usulan Pengevaluasian usulan Faktor dilakukan oleh atasan jabatan sebanyak 23 Hasil Analisis atau pengolahan data beban kerja fungsional, beban kerja mental dan kebutuhan pegawai sebagai berikut: Tabel 6 Perhitungan beban kerja Beban Kriteria Beban beban kerja fungsional fungsional Overload Underload Normal Normal Normal Kriteria Kebutuhan Tinggi Sedang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Sedang Overload Normal Normal Normal Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Overload Underload Normal Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design Jabatan Faktor Beban Kriteria beban kerja Beban Driver Admin Health Servicee Operational Coordinator Customer Relation Officer (Bal. Customer Relation Officer (Bal. Customer Relation Officer (NTT) Customer Relation Officer Customer Relation Officer Customer Relation Officer Customer Relation Officer (NTB) Customer Relation Officer Normal Kebutuhan Kriteria Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tinggi Sedang Underload Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Overload Berdasarkan skor yang diperoleh, dapat diketahui bahwa 6 orang . ,09%) karyawan memiliki beban kerja mental yang tinggi, dan 17 orang . ,22%) memiliki beban kerja mental Hal ini menunjukkan sebagian besar karyawan pada wilayah EJBN memiliki beban kerja mental pada tingkat sedang. Karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental berat sebagian besar berada pada bagian Head of Branch, marketing teknik, marketing staff. CRO Bali. Support Marketing & Collection, dan bagian personal recruiter. Aspek Effort (EF) yang memiliki prosentase cukup banyak. Hal ini menunjukkan seberapa besar aktivitas mental dan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai performansi yang diinginkan, menjadi faktor utama dalam beban Pada PT XYZ, pekerja harus mampu menangani setiap keluhan, menjalin relasi social. Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 dan mempersiapkan Tabel 7 Perbandingan Elemen Skor NASA TLX Faktor Jumlah Skor Hal inilah yang membuat aspek effort merupakan aspek yang paling mempengaruhi beban kerja mental. Aspek lain yang memiliki persentase cukup tinggi yaitu aspek performance dan mental Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design Aspek performance menunjukkan seberapa besar keberhasilan seseorang di dalam pekerjaannya dan seberapa puas dengan hasil kerjanya. Aspek mental demand menunjukkan seberapa besar aktivitas mental dan perseptual . eperti melihat, mengingat, mencar. yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan. Jika melihat prosentase beban kerja, dapat dilihat bahwa 17,39% pekerja berada diarea overload dan 13,04% memiliki beban kerja underload dan sisanya 69,56% berada di kategori Dari sini dapat dilihat bahwa rata-rata para karyawan telah memiliki beban kerja normal. Namun jika melihat kebutuhan pegawai, maka masih perlu adanya evaluasi. Skor yang jauh dari angka 1, maka pekerjaannya bisa digabungkan di dengan fungsi ketiga adalah sosial kognitif yang mencakup dukungan sosial, jaringan sosial dan kendali Faktor yang keempat berupa hubungan dengan lingkungan sosial. Jika melihat skor kebutuhan pegawai, maka dapat dilakukan desain ulang organisasi dengan mengurangi beberapa fungsi, dan merubah struktur organisasi sesuai kebutuhan, seperti terlihat dibawah Diskusi Hasil menunjukkan bahwa beban kerja karyawan berada pada kategori normal, sehingga bisa dikatakan bahwa tidak banyak yang mengalami underload pekerjaan, sehingga jumlah pegawaipun sebenarnya Namun bila dilihat dari perhitungan kebutuhan pegawai, banyak yang masih jauh nilainya dari angka satu. Hal ini menunjukkan bahwa sebetulnya beberapa pekerjaan bisa digabungkan dengan pekerjaan lain dan cukup bisa di lakukan oleh satu karyawan saja. Jika melihat skor beban kerja mental yang dialami individu dipengaruhi oleh kuatnya tekanan dan tuntutan pekerjaan yangditanggung oleh Kontribusi yang diberikan oleh beban kerja fungsionalpenelitian ini cukup besar terhadap beban kerja mental yang dialami oleh karyawan, apabila beban kerja tinggiyang dimiliki oleh karyawan, maka beban kerja mental yang dialami juga tinggi dan dapat menyebabkan ketegangan yang Pernyataan tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Ospazuk pada tahun 2006 yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan kerja yang tinggi sehingga timbul stress dalam bekerja dengan tingkat kesejahteraan dan kepribadian pada perawat dan pelajar psikologi. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan yang diungkapkan oleh Smet (Anggraeni & Jannah, 2. mengenai empat faktor yang dapat mempengaruhi individu untuk mereduksi ketegangan akibat beban kerja yang dialaminya. Adapun faktor-faktor tersebut diantaranya dapat berasal dari kondisi individu itu sendiri seperti usia, tahap kehidupan, jenis kelamin, faktor genetik, kebudayaan, status ekonomi dan keadaan fisiknya. Faktor kedua berupa kepribadian, dan faktor yang Jurnal Psikologi Volume 17 Nomor 1 Juni 2019 Tabel 8 Kebutuhan karyawan Fungsi Kebutuhan Pegawai Head of EJBN Supervisor EJBN Marketing Treasurry & Finansial Human Resources IT/ Computer Spesialist Driver Customer Relation Officer Personal Recruiter Kesimpulan Kesimpulan yang didapatkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah : Penyusunan Job Description : dimulai dari pembetulan penamaan jabatan. Seluruhnya Dictionary Occupational Title (DOT). Masing-masing pemangku jabatan mendapatkan job description Workload Analysis Fungsional dan Mental untuk Job Design yang telah distandarisasi dan disetujui Dimana kedepannya digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kerja dan digunakan sebagai indicator penilaian Perhitungan beban kerja : diketahui beberapa jabatan overload dan underload. Perhitungan menggunakan metode beban waktu, dan mental menggunakan metode NASA-TLX. Beberapa fungsi yang underload yaitu Marketing Coordinator. Courier. Customer Relation Officer (Satpa. Admin Health Service. Selain itu ada beberapa berada pada kriteria normal, diantaranya fungsi Marketing, admin/ support marketing, engineer marketing. Finance & Treasury Support. General Affair Coordinator. Driver. Operational Coordinator. Customer Relation Officer (Bali. NTT. NTB. KAI. Janitor. Fungsi yang berada pada kriteria overload ada di jabatan Head of EJBN. Treasury. Controllers, and Chief Financial Coordinator. Personal Recruiter, dan Customer Relation Officer yang menangani Customer Service disalah satu perusahaan. Sedangkan beban kerja mental yang tinggi di fungsi head of EJBN. Marketing. Support Marketing dan CRO NTB. Kebutuhan Pegawai : berdasarkan perhitungan maka diperoleh jumlah kebutuhan pegawai seperti terlihat dalam tabel 8 Desain pekerjaan: menata ulang posisi dan pegawai yang ada PT. Personel Alih Daya EJBN. (Studi Kasus: CV Spirit Wira Utam. Jurnal Manajemen Dan Organisasi, 4. , https://doi. org/10. 29244/jmo. Anggraeni. , & Jannah. Hubungan antara Psychological Well-Being dan Kepribadian Hardiness dengan Stres pada Petugas Port Security, 3. , 1Ae5. Dessler. Manajemen Sumber Daya Manusia. Retrieved https://w. com/doc/77297113/BUK U-MSDM-Manajemen-Sumber-DayaManusia-human-Resource-Management Hendrawan. Ansori. , & Hidayat. Pengukuran dan Analisis Beban Kerja Pegawai Bandara Hang Nadim. Jurnal Akuntansi. Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 3. , 55Ae67. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. (L. Moleong. Ed. ) (Edisi Rev. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. Ramadhan. Tama. Ph. , & Yanuar. Analisa Beban Kerja Dengan Menggunakan Work Sampling dan NASA TLX Untuk Menentukan Jumlah Operator ( Studi Kasus : Pt Xyz ). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri, 2. , 964Ae973. Susetyo. Simanjuntak. , & Wibisono. Task Load Iindex ( Tlx ) Terhadap Stres Kerja, (Novembe. , 75Ae82. Saran Saran yang dapat diberikan oleh tim peneliti selanjutnya maupun untuk pihak-pihak yang terkait didalamnya antara lain bagi responden/ pemangku jabatan dapat menerima hasil penelitian dan usulan intervensi yang diberikan, sehingga dapat memacu dan mengembangkan potensi dalam diri masingmasing. Responden dapat menjalankan kerja lebih terarah dan foku, sehingga memudahkan dan mengerti alur pekerjaan dan koordinasi. Bagi pihak perusahaan dalam melakukan penerimaan karyawan seharusnya melakukan analisa kebutuhan pegawai. Perusahaan harus memiliki job description sehingga memudahkan menentukan kebutuhan pegawai. Bagi penelitian lanjutan dapat melakukan penyusunan indicator penilaian baik itu berdasarkan KPI atau yang lainnya dan dapat lanjut dalam menyusunan carier path Widyanti. Johnson. , & Waard. De. Pengukuran Beban Kerja Mental Dalam Searching Task Dengan Metode Rating Scale Mental Effort (RSME). J@ti Undip. , 1Ae6. https://doi. org/10. 12777/jati. Daftar Pustaka