JurnalPada Ilmu-ilmu dan Budidaya Perairan Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pakan Perikanan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Volume Nomor Desember Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan EFEKTIFITAS PENAMBAHAN ENZIM BROMELIN PADA PAKAN IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN dan EFISIENSI PAKAN PADA PEMELIHARAAN BENIH IKAN GURAMI (Osphronemous gouram. Effectiveness of Adding Bromelin Enzyme to Fish Feed on Growth and Feed Efficiency In The Maintenance of Gourami Fish Fry (Osphronemous gouram. Ichwan Rosidi1. Muhammad Arief 1. Muhammad Hanif Azhar1. Dita Wisudyawati1. Prayogo1,2,*. Departemen Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia Program Studi Akuakultur. Departemen Kesehatan dan Ilmu Hayati. Fakultas Kesehatan. Kedokteran, dan Ilmu Hayati. Universitas Airlangga. Banyuwangi. Indonesia. *Corresponding author: Prayogo@fpk. ABSTRAK Bromelin merupakan jenis enzim yang dapat menghidrolisis protein pada pakan menjadi peptida dan asam amino yang mudah diserap oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim bromelin melalui pakan komersial terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan efisiensi protein dari benih ikan gurami (Osphronemus Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu penambahan enzim bromelin pada pakan komersial dengan dosis 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim bromelin pada pakan komersial memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0,. terhadap laju pertumbuhan spesifik . ,22% gram/har. , efisiensi pakan . ,58%) dan rasio efisiensi protein . ,70%) benih ikan gurami dengan nilai tertinggi tersebut yang diperoleh pada perlakuan T2. Sedangkan untuk nilai laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pakan dan rasio efisiensi protein terendah pada perlakuan T0 . ontrol tanpa penambahan enzi. masing-masing yaitu 0,76% gram/hari, 31,66% dan 0,91%. Kualitas air pada media pemeliharaan selama penelitian dalam kondisi optimal, namun untuk konsentrasi NH3-N cenderung tinggi dengan nilai konsentrasi 0-0,5 mg/L. Kata Kunci: Enzim Bromelin. Pertumbuhan. Efisiensi Pakan. Ikan Gurami. Akuakultur ABSTRACT Bromelin is a type of enzyme that can hydrolyze protein in feed into peptides and amino acids that are easily absorbed by the body. This study aims to determine the effect of adding bromelain enzyme through commercial feed on the growth, feed efficiency, and protein efficiency of gourami (Osphronemus gouram. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments: the addition of bromelain enzyme to commercial feed at doses of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%, with four replications. The results showed that the addition of bromelain enzyme to commercial feed gave a very significant difference (P <0. to the specific growth rate . 22% gram/da. , feed efficiency . 58%), and protein efficiency ratio . 70%) of gourami fry, with the highest value obtained in treatment P2 with the addition of 10% bromelain enzyme. Meanwhile, the lowest specific growth rate, feed efficiency, and protein efficiency ratio values were in the T0 treatment . ontrol without enzyme additio. , namely 0. 76% grams/day, 31. 66%, and e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 91%, respectively. Water quality in the rearing medium during the study was optimal, but the NH3-N concentration tended to be high, reaching 0-0. 5 mg/L. Keywords: Bromelin Enzyme. Growth. Feed Efficiency. Gourami. Aquaculture. PENDAHULUAN Ikan (Osphronemus gouram. merupakan salah satu jenis komoditas ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta memiliki permintan pasar yang cenderung stabil baik dari ukuran benih hingga siap konsumsi. Berdasarkan data dari KKP . Indonesia memiliki total produksi dari pembesaran ikan gurami 938 ton pada tahun 2023. Namun, terdapat kendala yang biasanya dihadapi pada proses pemeliharaan ikan gurami seperti laju pertumbuhannya rendah sehingga berdampak terhadap masa budidayanya yang cenderung lebih lama (Wibawa et al. , 2018. Pio et al. Nikhlani et al. , 2. Beberapa pertumbuhan ikan gurami telah dilakukan yaitu melalui penggunaan padat tebar (Effendi et al. , 2. perbaikan nutrisi yang diberikan (Ahadana et al. , 2. serta penggunaan bahan baku alternatif (Afriyanti et al. , 2. Hasan . menjelaskan bahwa laju pertumbuhan gurami cenderung lambat pada fase larva dan benih karena produksi enzim protease masih minim. hal ini terjadi karena sistem dan kelenjar pencernaannya belum Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penambahan bahan atau senyawa aktif yang mampu bekerja dalam menghidrolisis protein. Penelitian tentang pemanfaatan senyawa aktif berupa enzim telah dilakukan pada ikan gurami, salah satunya dengan menggunakan enzim fitase yang dihubungkan dengan tingkat penyerapan, konversi dan efisiensi pakan, kelangsungan hidup, serta pertumbuhan ikan gurami melalui pemanfaatan enzim fitase (Restianti et al. , 2016. Rachmawati et al. , 2017. Fahlevie et al. , 2. Selain penggunaan enzim tersebut, cara yang dapat ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan benih gurami yaitu dengan bromelin yang terdapat pada nanas (Ananas comosu. Nanas (Ananas comosu. Adalah merupakan tanaman tropis yang banayk ditemukan tumbuh subur di Indonesia dan hampir seluruh bagiannya mengandung enzim bromelin, meskipun kadarnya bervariasi antar jaringan. Bromelin sendiri tergolong enzim proteolitik yang dapat memecah ikatan peptida protein melalui reaksi hidrolisis (Sangi, 2. Enzim bromelin berasal dari tumbuhan keluarga Bromeliaceae, dan berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa kandungan bromelin terbanyak ada pada tumbuhan nanas (Wiyati & Tjitraresmi. Bromelin dapat diperoleh dalam bentuk ekstrak kasar . rude extrac. dari batang, buah, mahktoa bunga, inti dan kulit nanas (Bhattacharyya, 2008. Wiyati & Tjitraresmi, 2. Konsentrasi protein mengindikasikan banyaknya kandungan bromelin karena protein merupakan susunan utama bromelin (Wiyati & Tjitraresmi, 2. Kinerjanya sebanding dengan papain dari pepaya maupun fisin dari Famili Ficus, yaitu membantu mendegradasi protein sehingga proses pencernaan menjadi lebih efisien (Wuryanti, 2. Selain itu, aktivitas bromelin bermanfaat dalam bidang kesehatan seperti anti-inflamasi, anti kanker, anti bakteri dan anti jamur (Wiyati & Tjitraresmi, 2. Terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas bromelin yaitu pH dan suhu (Wiyati & Tjitraresmi, 2. Dibandingkan buah lain, nanas dikenal sebagai sumber Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 protease dengan konsentrasi tinggi pada buah yang matang (Wuryanti, 2. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan enzim bromelin pada pakan komersial untuk meningkatkan efisensi pakan, rasio efisiensi protein, dan pertumbuhan benih ikan gurami. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Airlangga. 20 buah akuarium berukuran 40 cm x 20 cm x 25cm dengan volume 20L dan dilengkapi aerasi digunakan sebagai media pemeliharaan benih. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan enzim bromelin dari ekstrak buah nanas yang ditambahkan pada pakan dengan dosis sebagai berikut: P0: tanpa penambahan enzim bromelin . P1: penambahan enzim bromelin sebesar P2: penambahan enzim bromelin sebesar P3: penambahan enzim bromelin sebesar P4: penambahan enzim bromelin sebesar Pemeliharaan Hewan dan Pemberian Pakan Uji Peralatan penelitian termasuk akuarium disterilisasi dengan klorin dengan dosis 12 ppm dan kemudian dikeringkan selama 72 jam. Benih ikan gurami yang digunakan pada penelitian ini berukuran 4 - 6 cm sebanyak 100 ekor berasal dari petani ikan gurami di Krian. Sidoarjo. Jawa timur. Pakan yang digunakan adalah pakan apung dengan kadar protein 39-41%. Padat tebar ikan ikan adalah 5 ekor/akuarium. Selama proses penelitian, ikan diberi pakan sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pukul 00, 12. 00, dan 16. 00 WIB dengan dosis 3% dari berat badan. Sampling pertumbuhan ikan dilakukan setiap tujuh hari sekali dengan cara mengambil semua populasi ikan pada akuarium pengujian. Proses penimbangan benih ikan dilakukan dengan menggunakan metode basah. Hasil analisis proksimat dilakukan pada pakan uji dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil analisis proksimat dari pakan uji Hasil Analisis (%) Sampel Bahan Kadar Kadar Lemak Kering Abu Protein Kasar Pakan T0 Pakan T1 Pakan T2 Pakan T3 Pakan T4 Isolasi dan Uji Aktivitas Enzim Bromelin Metode isolasi dan uji aktivitas enzim bromelin diadaptasikan dari Supartono . Dengan menggunakan beberapa tahapan antara lain: pembuatan larutan ekstrak bromelin dari buah nanas. Serat Kasar BETN pembuatan larutan standar tirosin, pembuatan larutan substrat, pemurnian enzim, uji aktivitas enzim proteolitik, dan perhitungan aktivitas enzim. Untuk menghitung aktivitas enzim digunakan persamaan sebagai berikut (Ahmed. Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 Aktivitas enzim (U/ mL) = As Oe Ak 1 X XP Keterangan: : Absorban sampel : Absorban blanko : waktu inkubasi : Pengenceran enzim Berdasarkan perhitungan aktivitas enzim bromelin yang digunakan pada penelitian ini memiliki aktivitas enzim sebesar 1258,542 U/mL. Pemberian Pakan Pakan diberikan setiap hari sebanyak 3 % dari total berat tubuh. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pukul 08. 00, 12. 00 dan 00 WIB. Pakan yang diberikan sebelumnya telah diberi enzim bromelin. Enzim bromelin dilarutkan ke dalam aquades dan disemprotkan secara merata ke pakan dan selanjutnya diinkubasi selama 60 menit. Tujuan dari inkubasi adalah agar enzim dapat terserap masuk ke dalam pakan. Penyiponan dan penggantian air Penyiponan dan pergantian air dilakukan setiap hari selama masa pemeliharaan dan dilakukan satu jam setelah pemberian pakan pagi. Prosese sipon dilakukan dengan bersamaan dengan penggantian air sebanyak 25% dari volume total. Proses penggantian mengurangi ketinggian air hingga volume tertentu dan selanjutnya ditambahkan air hingga volume seperti semula. Parameter Pertumbuhan Parameter utama yang diamati pada penelitian ini antara lain pertumbuhan berupa Pertunbuhan Bobot Mutlak (B. Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS). Ratio Efisiensi Protein (REP), dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP). LPS diukur setiap 10 hari sekali. Sedangkan PER dan EPP dihitung pada akhir masa Formula perhitungan laju pemanfaatan pakan, dan protein efisiensi rasio dihitung dengan rumus berikut (Zonneveld, 1991. Hardy & Barrows. Azhar & Memi, 2. Bm . yaAya = yaAya Oe yaAya LPS (% gr/ da. (Ln Bt Oe Ln B. LPS = x 100% PER (%): PER = Bt Oe B0 x 100% EPP = Wt Oe W0 x 100% EPP (%): Keterangan: Bt : Bobot biomassa ikan pada akhir penelitian . B0: Bobot biomassa ikan pada awal penelitian . T : Waktu pemeliharaan . F : Jumlah pakan ikan yang dikonsumsi selama penelitian . Pi : Persentase protein pakan x bobot pakan yang dikonsumsi selama Parameter Kualitas Air Parameter pendukung yang diukur adalah kualitas air . YSL Pro 20. , nilai pH . H Mediatech EZ9908 COM-600 ATC), oksigen terlarut (DO meter. YSL Pro 20. , serta konsentrasi ammonia . mmonia teskit. Salifer. Kualitas air diukur setiap 10 hari sekali dan dilakukan pada pagi hari sebelum waktu pemberian Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 Analisa Data Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini kemudian akan diolah menggunakan Microsoft Excel. Data yang sudah diolah kemudian diuji normalitas (Shapiro-wilk tes. dan homogenitasnya (Levene tes. sebelum dilakukan uji RAL menggunakan ANOVA (Analysis of Varianc. untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil dari setiap perlakuan yang diberikan. Jika terdapat pengaruh yang berbeda nyata maka dialnjutkan dengan uji Duncan. HASIL DAN PEMBAHASAN Parameter Pertumbuhan Hasil pemelihaaran benih ikan gurami yang dilakukan selama 28 hari dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Parameter pertumbuhan pada pemeliharaan benih ikan gurami (Nilai rata-rataASD) Perlakuan 44A0. 43A0. 02A0. 64A0. 59A0. 19A0. 17A0. 09A0. 20A1. 93A0. LPS 69 A1. 56A0. 52A3. 42A 2. 64A2. EPP 76A0. 06A0. 22A0. 46A0. 30A0. 66A12. 49A10. 58A2. 64A22. 04A24. REP 91A0. 25A0. 70A0. 72A0. 62A0. Keterangan: B0: Berat rata-rata awal pemeliharaan . Bt: Berat rata-rata akhir pemeliharaan . Bm: Kenaikan bobot . LPS: Laju Pertumbuhan Spesifik (% gr/ har. EPP: Efisiensi pemberian pakan (%). REP: Rasio Efisiensi Protein (%). SD: Standar Deviasi. P0: pakan tanpa penambahan enzim. P1: pakan dengan penambahan enzim bromelin Laju Pertumbuhan Spesifik (% gr/ har. P2: pakan dengan penambahan enzim bromelin 10%. P3: pakan dengan penambahan enzim bromelin P4: pakan dengan penambahan enzim bromelin 20%. Perlakuan- Gambar 1. Laju Pertumbuhan spesifik (LPS) selama 28 hari masa pemeliharan pada semua Perlakuan Berdasarkan dari Tabel 2, penambahan enzim bromelin pada pakan ikan dapat meningkatkan pertumbuhan dari ikan. Hal ini ditunjukkan pada . menunjukkan nilai terendah dibandingkan dengan perlakuan yang diberikan penambahan enzim bromelin. Namun secara keseluruhan menunjukkan bahwa perlakuan T2 . enambahan enzim bromelin sebesar 10%) memberikan hasil yang berbeda nyata (P<0. pada nilai dari Bm. LPS. EPP, dan REP. Laju pertumbuhan spesifik (LPS) pada benih ikan gurami selama 28 hari berkisar antara 0,76 Ae 2,22% gr/ hari pada semua perlakuan dengan hasil terbaik terdapat pada perlakuan T2 dengan penambahan Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 enzim bromelin pada pakan sebesar 10% (Tabel 2 dan Gambar . Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses pencernaan pakan yang ditambahkan enzim bromelin mampu menghidrolisis protein yang terkandung dalam pakan menjadi asam amino sehingga lebih mudah dicerna dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tubuh untuk Enzim merupakan enzim proteolitik yang mampu menguraikan protein dengan jalan menghasilkan protein yang lebih sederhana (Wuryanti, 2. sehingga tubuh akan memanfaatkan protein tersebut untuk proses pertumbuhan. Efisensi Pemberian Pakan (%) Perlakuan Gambar 2. Efisiensi Pemberian Pakan (EPP) selama 28 hari masa pemeliharan pada semua Perlakuan Rasio Efisiensi Protein (%) Perlakuan Gambar 3. Rasio Efisiensi Protein (REP) selama 28 hari masa pemeliharan pada semua Perlakuan Nilai Efisiensi Pemberian Pakan (EPP) dan Rasio Efisiensi Protein (REP) pada pemeliharaan benih ikan gurami selama 28 hari masa pemeliharaan berkisar 31,66 - 96,58% dengan perlakuan berupa penambahan enzim bromelin pada Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 pakan . -20%) di semua perlakuan menunjukkan nilai yang lebih tinggi daripada perlakuan kontrol dengan nilai EF dan REP tertinggi terdapat pada perlakuan T2 (Penambahan enzim bromelin sebesar 10%) yaitu 96,58% dan 70% (Tabel 1. Gambar 2 dan . Hal ini menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dikonsumsi benih ikan gurami menghasilkan energi yang tinggi untuk proses pertumbuhan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fahmi et al. pada ikan nila merah, yaitu penambahan enzim bromelin pada pakan berpengaruh pada efisiensi pakan. Nilai efisiensi pakan tertinggi yaitu 90,8% diperoleh pada pakan yang ditambah enzim bromelin sebesar 2,25%. Semakin tinggi kandungan enzim bromelin pada pakan semakin tinggi nilai efisiensi Berdasarkan dari hasil dari penelitian Amalia et al. dan Ananda et al. , menunjukkan hasil bahwasanya pemanfaatan enzim papain pada ikan lele dan patin dapat meningkatkan nilai Rasio Efisiensi Protein (REP) sebesar 1. 97% dan 1. Kecernaan pakan berkorelasi positif dengan protein efisiensi rasio dan pertumbuhan ikan, dimana semakin rendah kecernaan pakannya maka semakin rendah pula protein efisiensi rasio dan semakin rendah juga pertumbuhannya (Widyanti, 2. Nilai EPP tertinggi pada studi ini . ,58%) lebih tinggi dari pada nilai EPP tertinggi pada studi oleh Andini dan Widaryati . yaitu sebesar 23,26% dengan dosis bromelin 10 g/kg pakan dan nilai EPP tertinggi dari studi oleh Novita et al. yaitu sebesar 59,11% dengan dosis bromelin 2,25%. Parameter Kualitas Air Hasil kualitas air selama masa pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan dari hasil pengamatan menunjukkan bahwasanya kualitas air pada semua perlakuan menunjukkan nilai yang sama. Akan tetapi nilai konsentrasi dari NH3-N menunjukkan nilai yang cenderung tinggi berdasarkan dari SNI Pembenihan ikan gurami . Tabel 3. Rata-rata kualitas air selama masa pemeliharaan Parameter Temperatur ( C) pH Air DO . g/L) NH3-N . g/L) Nilai Rata-rata Kualitas Air (Min-Mak. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan selama masa pemeliharaan 28 hari menunjukkan bahwasanya kualitas air selama masa pemeliharaan masih dalam tahap optimal untuk pertumbuhan benih ikan gurami. Berdasarkan pada SNI pada pembenihan ikan gurami . , kualitas air pada pemeliharaan benih antara lain untuk suhu pemeliharaan berkisar 25-30 oC. nilai pH Nilai Optimal Referensi Ou3 SNI. 3 Ae Jumaidi et al. konsentrasi DO . inimal 3 mg/L). Meskipun nilai konsentrasi NH3-N selama masa pemeliharaan masih di bawah standar yang ditentukan dengan nilai konsentrasi yang berkisar 0. 5 mg/L. Namun nilai konsentrasi tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dari hasil penelitian Nikhlani et al. , dimana pada pemelihaaran benih ikan gurami Efektifitas Penambahan Enzim Bromelin Pada Pakan Ikan Terhadap Pertumbuhan A Ichwan Rosidi et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Desember :74-83 menunjukkan nilai berkisar antara 0. 072 mg/L. SIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya penambahan enzim bromelin pada pakan ikan dengan dosis 10% (T. DAFTAR PUSTAKA