BEGIBUNG: E-ISSN: 3025-7743 Vol. No. Sept. Hal. Jurnal Penelitian Multidisiplin DOI: https://doi. org/10. 62667/begibung. Homepage: https://berugakbaca. org/index. php/begibung ANALISIS CERPEN "ROBOHNYA SURAU KAMI" KARYA NAVIS: PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Husnan Hadi1. Wahidatul Murtafi'ah2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Instititut Pendidikan Nusantara Global Informasi Artikel Sejarah Artikel: Diterima 9 Juli. Perbaikan 12 Sept. Disetujui 18 Sept. Kata Kunci: Analisis. Cerpen. Pendekatan Sosiologi Sastra ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencerminkan kehidupan sosial yang seimbang antara dunia dan akhirat. Hal ini penting untuk dilakukan sebagaimana pentingnya kembali kepada kesadaran subjek yang merupakan kelas sosial. Kelas sosial inilah yang menjadi agen bagi berbagai subjek imajiner dikonstruksi oleh wacana. Cerpen tersebut mengindikasikan adanya tokohtokoh yang telah dipartisi melalui praktik polis, sehingga tokoh-tokoh yang telah dipartisi mengalami ketidaksetaraan dan pembatasan. Partisi itu mendasari diri pada prinsip identifikasi identitas (Arkh. Karenanya, untuk merebut kesetaraan dan kebebasan perlu dilakukan suatu tindakan politik . Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Kakek dipartisi dalam struktur sosial berdasarkan identitasnya sebagai seorang rohaniwan. Identitas sensibilitas yang melegitimasi untuk mempartisi Kakek sebagai AuBagian yang tak memiliki bagianAy. Partisi yang terjadi pada Kakek, dalam hal ini, juga sesuai dengan konsep Archipolitik dan Parapolitik. Sedangkan tindakan disensus yang bertujuan mendeklasifika. A 2025 BEGIBUNG *Surat elektronik penulis: Husnanhadi0101@gmail. PENDAHULUAN Menurut Teeuw untuk kehidupan. Sastra juga berasal dari hal- berasal dari bahasa Sansekerta, berasal dari hal yang terjadi dalam masyarakat, yang akar kata AhsAo, dalam kata kerja turunan bearti, kemudian diciptakan dalam berbagai bentuk mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk, seperti novel, puisi, drama dan lain sebagainya. atau instruksi. Sedangkan akhiran AtraAo bearti Menurut Surastina . dalam arti khusus, alat, sarana. Maka dari itu, sastra bearti alat Sastra adalah yang digunakan dalam untuk mengajar, buku petunjuk atau buku Banyak pengajaran berharga dalam sastra yang disampaikan agar menjadi teladan pemikirannya melalui bahasa yang terlahir dari Page 27 perasaan seseorang. Pada hakihatnya, sastra pengabdian, makna dan tujuan hidup, serta hal- ialah teks yang mengandung pedoman. Kata hal yang bersifat kerohanian manusia. Masalah AusastraAy AukesusastraanAy atau sebuah jenis tulisan yang dituangkan sastrawan ke dalam karya dalam bentuk prosa, puisi, novel dan drama. menjadikan bahasa sebagai media utama Berdasarkan pendapat para ahli diatas pengungkap gagasan dan perasaan senimannya, dari kata dasar AsasA yang bearti pedoman atau ajaran dan AtraA yang bearti alat atau sarana. Plato (Surastina, 2018:. perasaannya kemudian dituangkan kedalam mengemukakan bahwa sastra adalah hasil bahasa sebagai mediumnya. Sastra dikatakan tiruan atau gambaran kenyataan. Sebuah karya sebagai pembelajaran, pemberi pedoman atau sastra harus berbentuk teladan alam semesta petunjuk berbentuk teks. Sastra lahir akibat serta merupakan model kenyataan. Sastra tidak dorongan perasaan yang ada dalam diri hanya berorientasi pada estetika bahasa semata, sastra juga banyak mengungkapkan mengenai Penulis memilih untuk menanalisis rasa, ekspresi, pengalaman dan pembelajaran cerpen ini, karena cerpen "Robohnya Surau (Hudhana & Mulasih, 2018:. Sedangkan Kami" karya A. Navis mengatasi masalah menurut Al-MaAruf & Nugrahani . , moral dan budaya relevan. Navis dengan sastra berisi ekspresi pikiran manusia secara cermat mempertimbangkan berbagai aspek spontan dari perasaan mendalam peciptanya. budaya seperti pola pikir, pandangan hidup. Ekspresi dan perilaku manusia dalam karyanya. Melalui perasaan dan seluruh kegiatan mental manusia narasi-narasi ini, ia tidak hanya menyajikan yang diungkapkan dalam bentuk keindahan. Istilah sastra sangat tepat apabila diaplikasikan pertanyaan-pertanyaan dalam seni sastra, yakni sastra sebagai karya (Nurfuadah, imajinatif yang mengandung ungkapan spontan "Robohnya dari perasaan manusia yang paling dalam, menyoroti karakter masyarakat yang terpaku Teew (Al-MaAruf & Nugrahani, 2017:. pada pelaksanaan ritual ibadah secara lahiriah Pendapat lain yaitu Santosa (Al-MaAruf & namun kurang memahami esensi dan makna Nugrahani, 2017:. menyatakan bahwa sastra spiritual yang sebenarnya. Salah satu tokoh merupakan sastra sebagai refleksi kehidupan kakek dalam cerita ini digambarkan hanya masalah dasar kehidupan manusia, seperti, maut, cinta, tragedi, harapan, kekuasaan. Tuhan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Surau 2. Dalam Kami". Navis Page 28 mempertimbangkan menggunakan teori struktualisme dianggap mengalami stagnasi. Didorong oleh adanya sama pentingnya dalam kehidupan spiritual (Dwi, 2. Navis menggunakan narasi ini sebagai cerminan kehidupan nyata, di kebudayaan yang lain, maka karya sastra harus mana kepatuhan dalam dipahami sebagai bagian yang tak terpisahkan tidak diimbangi dengan pemahaman yang dengan sistem komunikasi secara keseluruha Dalam konteks ini, sesungguhnya sosiologi sastra berbagai masalah yang sama. Seperti Dengan demikian, kumpulan cerpen halnya sosiologi, sastra juga berurusan dengan manusia dalam masyarakat sebagi usahanya nilai-nilai mengajak pembaca untuk merenungkan dan aspek-aspek untuk mengubah masyarakat itu. mempertanyakan praktek-praktek kehidupan Penulis sehari-hari yang seringkali dijalani tanpa refleksi mendalam terhadap makna dan tujuan memiliki keistimawaan dengan pendekatan yang sebenarnya yang lsin yaitu : Dalam cerpen AuRobohnya Surau KamiAy Konteks Sosial yang Kaya: Sosiologi sastra ini, terdapat beberapa peristiwa atau kejadian yang sesuai dengan kehidupan nyata. Sehingga bagaimana nilai-nilai, norma, ideologi, dan isi cerita yang ada di dalamnya dapat struktur sosial yang ada dalam masyarakat memberikan beberapa gambaran kultur dan memengaruhi penciptaan dan penerimaan suatu realitas cerita kehidupan. Oleh karena itu, karya sastra. Ini memberikan konteks yang jauh penulis menganalisis cerpen AuRobohnya Surau lebih kaya daripada sekadar menganalisis teks KamiAy dengan teori sosiologi saastra. Dengan secara internal. tujuan untuk mengetahui aspek-aspek teori Hubungan Timbal Balik antara Sastra dan sosiologi sastra dalam cerpen tersebut. Masyarakat: Pendekatan Sosiologi sastra tidak terlepas dari hubungan dua arah: bagaimana masyarakat manusia dan masyarakat yang bertumpu pada membentuk sastra, dan bagaimana sastra pada karya sastra sebagi objek yang dibicarakan. Sosiologi sebagai suatu pendekatan terhadap karya sastra yang masih mempertimbangkan memungkinkan kita untuk melihat sastra karya sastra dan segi-segi sosial. Sosiologi sastra memiliki perkembangan yang cukup sebagai indikator kondisi sosial. Melampaui Analisis BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Tekstual Murni: Ini Sementara Page 29 pendekatan seperti mimetik . ang berfokus dengan teorisosiologi sastra, sastra Indonesia, pada hubungan karya dengan realita. atau serta karya-karya A. A Navis yang relevan pragmatik . ang berfokus pada efek karya pada untuk mendukung analisis. memiliki nilainya sendiri, sosiologi Pengumpulan data dilakukan dengan sastra menawarkan lensa yang lebih luas. mengumpulkan teori-teori terkait sosiologi tidak hanya mempertimbangkan bagaimana serta literatur. Bacaan Tekstual: Membaca dan sastra meniru realitas atau bagaimana ia menganalisis cerpen robohnya surau kami memengaruhi pembaca, tetapi juga mengapa realitas tertentu dipilih untuk direpresentasikan elemen-elemen dan mengapa suatu karya memiliki efek meniru kenyataan sosial. tertentu dalam konteks sosial tertentu. Peneliti mencatat bagian-bagian penting dalam cerpen yang relevan dengan topik METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan mendukung analisis. kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif Teknik analisis data yang digunakan. Tujuan utama penelitian ini adalah yakni analisis tematik. Analisis ini digunakan untuk menganalisis bagaimana elemen-elemen untuk menemukan tema-tema utama dalam novel yang berhubungan dengan kehidupan menggambarkan atau mencerminkan realitas sosial, yang ditiru oleh pengarang. Analisis Pendekatan ini akan membantu memahami kenyataan dalam karya sastra. hubunganya dengan kondisi sosial masyarakat Penelitian inibersifat kualitatif, yang dan pengarang. Batasan Penelitian: Penelitian interperstasi teksdalam cerpen robohnya surau dibatasi pada analisis pendekatan sosiologi Melalui pendekatan sosiologi sastra, sastra dalam cerpen robohnya surau kami dan tidak membahas aspek lain. Fokus utama adalah bagaimana karya ini meniru atau melalui berbagai elemen dalam cerpen. merefleksikan realitas sosial dan budaya. Sumber utama, yaitu cerpen " robohnya surau kami " karya A. A Navis sebagai objek HASIL DAN PEMBAHASAN utama dalam penelitian ini. Sumber sekunder: Hasil Penelitian Buku, artikel, dan jurnal yang berhubungan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Cerpen Page 30 bagaimana seharusnya manusia hidup di mempunyai tugas untuk menjaga manusia sebagai mahluk Tuhan yang paling sempurna, karena sempurnanya Tuhan harus dilakukan oleh manusia selama mereka memberikan tanggung jawab untuk menjadi masih hidup di bumi. Kakek Garin sebagai Kholifah/ pemimpin di bumi. seorang lelaki harusnya tetap memikirkan Hal tersebut yang menjadikan manusia merupakan kewajiban yang mempunyai kewajiban yang tidak dimiliki tersebut merupakan tanggung jawab seorang oleh mahluk lain. keluarga sebagai salah satu juga bertanggung untuk akherat. Manusia atas kelakuannya Manusia Kewajiban Tuhan bentuk ibadah yang sekaligus memberikan kehidupan bagi orang lain yang sempurna bertanggng Cerpen "Robohnya Surau Kami" karya jawab kepada sesama manusia dan kepada Navis merupakan karya sastra yang Tuhan pencipta alam. Namun dalam cerpen sangat kuat dalam merefleksikan kehidupan Robohnya Surau Kami dicontohkan seorang kakek yang selalu beribadah di surau. Dia Indonesia pasca-kemerdekaan. Melalui cerita menjalankan sholat yang sederhana namun sarat makna, cerpen ini namun, dia menyentil realitas sosial, keagamaan, dan Kritik terhadap Masyarakat yang Pasif Tuhan manghendaki bahwa sebaikbaik manusia adalah yang berguna bagi orang adalah dapat ibadah ritual, dan tidak aktif dalam kehidupan lainAy sosial-ekonomi. Tokoh Haji Saleh digambarkan (HR. Ahma. Dari arti hadist di atas telah sebagai sosok yang taat beribadah, tetapi tidak dsebutkan bahwa tugas manusia di bumi tidak hanya beribadah di surau atau masjid, pembangunan di sekitarnya. Cerpen ini menggambarkan masyarakat yang pasrah pada nasib, terlalu terobsesi pada dan Fatalistis AuSebaik-baik mengakibatkan sang kakek masuk neraka. menghiraukan keluarganya. Hal inilah yang kita diwajibkan membantu sesama dengan memberikan Kemiskinan Struktural Ketidakpedulian Sosial mambantu tetangga yang kesusahan, serta Narator adalah seorang gelandangan yang hal-hal lain yang dianggap sebagai bentuk tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat, kepentingan duniawi bahkan dari tokoh-tokoh religius. Kemiskinan kepada Tuhan. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Manusia Page 31 masalah struktural yang harus diatasi bersama. bagi seluruh manusia dalam kedudukannya Kemunduran Peran Surau sebagai Pusat sebagai manusia, atau dengan kata lain ukuran Sosial Surau ukuran kebaikan tersebut secara umum telah keagamaan dan sosial, kini menjadi simbol disepakati oleh manusia. Kedua kebaikan Khusus, dan yang ketiga kebaikan mutlak. yang kosong makna, bahkan roboh secara Kebaikan Umum harfiah dan maknawi. Robohnya surau adalah Pada cerpen judul yang berjudul Robohnya simbol keruntuhan nilai-nilai sosial dan moral. Surau Kami karya Navis terdapat kebaikan- Masyarakat tidak lagi menjadikan agama sebagai inspirasi untuk membangun kehidupan mengajarkan etika dan memiliki kesamaan sosial yang adil dan aktif. dengan pemikiran Ibnu Maskawaih tentang konsep kebaikan. AuAOrang-orang suka minta Kritik Elit Agama Ketimpangan Peran Sosial tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang Tokoh Haji Saleh adalah representasi elit minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, agama yang tidak melakukan perubahan sosial, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang meskipun memiliki status religius tinggi. laki-laki yang minta tolong, memberinya lebih fokus pada ibadah personal daripada imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang kontribusi nyata terhadap masyarakat. paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum. Ay Pada kutipan Konflik Antara Nilai Tradisional dan Tuntutan Sosial Baru Robohnya Surau Kami memperlihatkan kutipan Cerita ini ditulis pada masa transisi pascakemerdekaan Indonesia, tersebut yang berasal dari cerpen berjudul Aku nilai-nilai seseorang mengenai karakter tokoh Kakek tradisional mulai ditantang oleh modernisasi yang mau menolong orang lain, ia juga sosok yang menjaga Surau itu semasa hidupnya, dan masyarakat masih berpegang pada pemahaman sudah sangat lama tokoh Kakek menjaga Surau lama yang kurang relevan dengan kebutuhan Namun Tokoh Kakek juga selalu Ikhlas dalam perilaku tolong menolong dengan orang lain Pembahasan tanpa memperhitungkan bayaranya, apapun Ibnu Maskawaih dalam konsep kebaikan itu imbalan yang kakek terima dari membantu membaginya menjadi tiga. Pertama, adalah orang lain, ia menerimanya dengan lapang kebaikan yang bersifat umum, yaitu kebaikan BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 32 AuterimakasihAy yang ia dapat setelah membantu urusan orang lain. Ibnu maskawaih sendiri kehidupan anak istrimu sendiri, sehingga berkata bahwa Aukebaikan itu ada yang sifatnya mereka itu kucar-kacir selamanya. Inilah umum, yaitu kebaikan untuk semua manusia kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis. atau sesama manusia dalam dalam peranya Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara sebagai manusiaAy Tindakan tokoh Kakek pada semuanya, tapi engkau tak mempedulikan kutipan diatas sendiri adalah membantu orang mereka sedikit pun. Ay lain, dengan mengasah pisau atau gunting. Selanjutnya penggalan kutipan di atas sebab kakek sendiri sangat bisa diandalkan masih pada cerpen dengan judul yang sama, dalam pekerjaan tersebut, ini merupakan memperlihatkan kejadian manakala tokoh Haji bentuk dari kebaikan umum yang dibicarakan Saleh yang masih belum sadar kenapa ia Ibnu Maskawaih, yakni Aukebaikan untuk semua dimasukkan ke neraka, padahal dia adalah manusia dalam peranya sebagai manusiaAy. Tokoh Kakek mau menolong orang lain dalam menjalankan perintah serta menjahui larangan urusanya, bahkan walau tanpa imbalan uang Tuhanya, sekalipun, tokoh Kakek tetap mau menolong pendapatnya bahwa kesalahanya adalah bahwa orang lain. tokoh Haji Saleh hanya mementingkan dirinya Pada kutipan di atas juga dijelaskan bahwa orang-orang Malaikat sendiri untuk bisa masuk ke dalam surga, tanpa pada kewajiban sebagai sambal, dan untuk para lelaki yang meminta selama menjalani hidup di dunia, yakni tolong kadang hanya memberinya rokok, dan tak jarang juga hanya kata terimakasih yang sendiri berkata bahwa Aukebaikan itu ada yang tokoh Kakek terima dari bantuanya tersebut. sifatnya umum, yaitu kebaikan untuk semua Maka bisa disimpulkan pada tokoh Kakek manusia atau sesama manusia dalam dalam terdapat kebaikan umum yang dimaksud Ibnu peranya sebagai manusiaAy. Ibnu Maskawaih, yakni membantu orang lain dalam Kejadian pada kutipan diatas merupakkan mengasah pisau atau gunting. Ini merupakan pesan tersembunyi dari Tuhan yang ingin kebaikan umum, sebab membantu urusan orang memberi tahu kepada para pembaca bahwa AuSalahkah menurut pendapatmu, kalau dalam menjalani hidup di dunia manusia harus kami, menyembah Tuhan di dunia?Ay tanya Haji memelihara juga kepada sesamanya, entah itu Saleh. Ay AuTidak. Kesalahan engkau, karena tanahnya, tumbuhanya, dan binatangnya yang engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. itu merupakan anugerah dari Tuhan untuk Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat manusia, sebab itu juga kewajiban bagi manusia, yakni kewajiban antar sesamanya. Tapi BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 33 pengarang cerita menjadikan tokoh Haji Saleh Kami" karya A. Navis dapat dipahami orang yang hanya perduli ibadah untuk dirinya sebagai kritik sosial yang sangat tajam terhadap kepada Tuhanya saja dan memasukkanya ke dalam neraka, itu memberikan contoh pada dalam hal keberagamaan dan tanggung jawab Cerpen ini tidak hanya menawarkan memikirkan diri sendiri saja, maka sebaik kisah tentang tokoh-tokoh tertentu, melainkan apapun kita dalam ibadahnya tetap saja akan dimasukkan ke neraka. masyarakat yang berkembang pada masa Pesan Tuhan untuk menjaga sosialnya Indonesia, pasca-kemerdekaan, ketika bangsa Indonesia kepada tokoh Haji Saleh merupakan bentuk dari kebaikan umum, dan selaras juga dengan pembangunan, kemiskinan, dan kemunduran pemikiran Ibnu Maskawaih, yang menurutnya nilai-nilai sosial. Aukebaikan untuk semua manusia atau sesama Melalui tokoh-tokohnya, konflik yang dihadirkan, dan simbolisme surau yang roboh, manusiaAy. 7 Maka bisa disimpulkan bahwa adegan Haji Saleh dengan malaikat yang merefleksikan nilai-nilai sosial yang selama ini mengantarnya ke neraka yang ada pada kutipan dibungkus dengan jubah religiusitas semu. diatas memberikan gambaran bahwa pada Pendekatan sosiologi sastra membuka ruang adegan tersebut terdapat etika Ibnu Maskawaih kontekstual, bahwa sastra bukan sekadar Lewat hiburan atau keindahan bahasa, tetapi juga penjelasan Malaikat bahwa kesalahan Haji cermin dan kritik tajam terhadap realitas Saleh sehingga dimasukkan ke neraka karena ia kehidupan sosial. DAFTAR PUSTAKA