KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah RELEVANSI AYAT-AYAT PERDAMAIAN DALAM AL-QURAoAN PADA ERA KONFLIK GLOBAL Ranti Riani Nur Iffah1. Rahma Tazkia2. Siti Dhea Luthfiyyah3. Pingki Hendika Pratama4. Muhammad Taqrib Hidayat5 UIN Raden Fatah1,2,3,4,5 e-mail: rantiriani252@gmail. Diterima: 5/6/2026. Direvisi: 15/6/2026. Diterbitkan: 22/6/2026 ABSTRAK Konflik sosial yang ditandai oleh intoleransi, ujaran kebencian, kekerasan verbal, dan menurunnya sikap saling menghargai masih menjadi tantangan dalam kehidupan masyarakat Fenomena tersebut menunjukkan perlunya penguatan nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat mendukung terciptanya hubungan sosial yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi ayat-ayat perdamaian dalam Al-QurAoan terhadap berbagai bentuk konflik sosial pada era modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. dengan pendekatan tafsir tematik melalui proses pengumpulan, pengelompokan, analisis, dan interpretasi ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan konsep perdamaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-QurAoan menempatkan perdamaian, persaudaraan, toleransi, dialog, dan penyelesaian perselisihan secara bijaksana sebagai prinsip fundamental dalam kehidupan manusia. Secara lebih spesifik, ayat-ayat perdamaian memiliki relevansi dalam menghadapi berbagai persoalan kontemporer, seperti penguatan sikap toleran di tengah keberagaman, pencegahan penyebaran ujaran kebencian di ruang digital, penyelesaian konflik melalui musyawarah dan rekonsiliasi, serta pembentukan budaya saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai perdamaian QurAoani tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga memiliki fungsi praktis sebagai kerangka etis dalam membangun kohesi sosial dan mendorong resolusi konflik secara konstruktif. Dengan demikian, ayat-ayat perdamaian dalam Al-QurAoan tetap relevan sebagai landasan moral dan sosial dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Kata Kunci: Perdamaian Qur'ani. Tafsir Tematik. Konflik Sosial. Resolusi Konflik ABSTRACT Social conflicts characterized by intolerance, hate speech, verbal violence, and declining mutual respect remain significant challenges in modern society. These conditions highlight the need to strengthen moral and spiritual values that can support the development of more harmonious and sustainable social relationships. This article aims to analyze the relevance of peace-related verses in the QurAoan to various forms of social conflict in the modern era. The study employs a library research method using a thematic interpretation approach through the processes of collecting, classifying, analyzing, and interpreting QurAoanic verses related to the concept of The findings reveal that the QurAoan positions peace, brotherhood, tolerance, dialogue, and the wise resolution of disputes as fundamental principles of human life. More specifically, peace-related verses are relevant to addressing contemporary issues such as fostering tolerance in diverse societies, preventing the spread of hate speech in digital spaces, resolving conflicts through consultation and reconciliation, and promoting a culture of mutual respect within Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah These findings indicate that QurAoanic values of peace are not merely normative and theological in nature but also serve practical functions as an ethical framework for strengthening social cohesion and encouraging constructive conflict resolution. Therefore, the peace-related verses of the QurAoan remain highly relevant as moral and social foundations for fostering a peaceful, inclusive, and civilized society. Keywords: QurAoanic Peace. Thematic Interpretation. Social Conflict. Conflict Resolution PENDAHULUAN Konflik sosial merupakan fenomena yang terus hadir dalam kehidupan masyarakat modern dan mengalami transformasi seiring perkembangan teknologi informasi. Berbagai bentuk konflik seperti intoleransi, diskriminasi, ujaran kebencian, kekerasan verbal, serta polarisasi sosial semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran media digital telah mempercepat arus komunikasi sekaligus membuka ruang baru bagi munculnya berbagai bentuk konflik yang sebelumnya terbatas pada interaksi langsung. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi hubungan antarindividu, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan memperlemah kohesi masyarakat. Perkembangan teknologi digital turut memperluas ruang terjadinya konflik melalui penyebaran disinformasi, misinformasi, dan berita palsu yang dapat memicu ketegangan sosial serta menurunkan kepercayaan publik terhadap berbagai institusi sosial (Wright, 2025. Zhang, 2. Selain itu, fenomena echo chamber di media sosial memperkuat polarisasi kelompok dan meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk berinteraksi hanya dengan informasi yang sejalan dengan pandangan mereka (Cinelli et al. , 2. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi konflik sosial melalui pendekatan hukum, pendidikan, maupun kebijakan publik. Namun demikian, berbagai bentuk konflik tetap muncul dengan pola dan karakteristik yang semakin kompleks, terutama pada era digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup dilakukan melalui pendekatan struktural semata, tetapi juga memerlukan penguatan aspek moral, etis, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai moderasi beragama, dialog antarumat beragama, dan pembangunan budaya damai memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial serta mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat yang majemuk (Ab Rahman, 2025. Yazwardi & Erniwati, 2025. Priyono, 2. Pendekatan berbasis nilai tersebut dinilai mampu membangun solidaritas sosial dan memperkuat kehidupan bersama yang harmonis di tengah keberagaman. Dalam konteks tersebut. Al-QurAoan sebagai sumber utama ajaran Islam memuat berbagai nilai yang berkaitan dengan perdamaian, keadilan, persaudaraan, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai tersebut tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun hubungan sosial yang sehat dan Konsep perdamaian dalam Al-QurAoan mencakup berbagai dimensi, mulai dari pencegahan konflik, penyelesaian perselisihan secara damai, hingga pembangunan hubungan sosial yang berlandaskan keadilan dan penghormatan terhadap perbedaan. Dalam perspektif Islam, perdamaian merupakan bagian integral dari tujuan ajaran agama yang mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap pihak lain (Wani. Kajian Hilmi . mengenai QS. Al-Anfal ayat 61 menunjukkan bahwa Al-QurAoan mendorong terciptanya perdamaian melalui pendekatan yang mengedepankan keadilan, komunikasi, dan penghormatan terhadap pihak lain, sementara Haramain dan Aminah . menegaskan pentingnya dakwah damai dalam membangun relasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat multikultural. Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Kajian mengenai perdamaian dalam Islam dan Al-QurAoan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Al Qurtuby . menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian dalam masyarakat yang plural memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan nilainilai keagamaan dengan realitas sosial yang kompleks. Driessen . juga menemukan bahwa dialog antaragama memiliki kontribusi yang signifikan dalam resolusi konflik dan pembangunan perdamaian berkelanjutan. Selain itu. Hoffmann et al. menunjukkan bahwa faktor-faktor keagamaan dapat menjadi determinan penting dalam membangun perdamaian antarumat beragama apabila didukung oleh nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman. Penelitian lain menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu strategi efektif dalam mengurangi konflik sosial dan memperkuat kehidupan bersama yang inklusif (Qoffal et al. , 2025. Haitomi et al. , 2. Meskipun demikian, telaah terhadap penelitian terdahulu menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan penelitian yang perlu mendapat perhatian. Sebagian besar penelitian berfokus pada konsep perdamaian, moderasi beragama, dialog antaragama, dan resolusi konflik dalam perspektif umum Islam (Wani, 2023. Driessen, 2025. Ab Rahman, 2. Penelitian lainnya lebih banyak membahas aspek metodologis penafsiran Al-QurAoan dan analisis terhadap ayat-ayat tertentu tanpa menghubungkannya secara langsung dengan tantangan sosial kontemporer (Purnomosidi et al. , 2024. Hilmi, 2. Sementara itu, kajian yang secara khusus mengaitkan ayat-ayat perdamaian dalam Al-QurAoan dengan fenomena konflik sosial modern seperti ujaran kebencian digital, polarisasi sosial, disinformasi, serta konflik berbasis identitas masih relatif terbatas. Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa tantangan perdamaian pada era digital memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan konflik sosial pada periode sebelumnya (Cinelli et al. , 2021. Liebovitch et al. , 2023. Bilich et al. , 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini membahas bagaimana konsep perdamaian dalam Al-QurAoan serta bagaimana relevansi ayat-ayat perdamaian dalam menghadapi berbagai konflik sosial pada era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tematik . audhuAo. dengan menghimpun, menganalisis, dan menginterpretasikan ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan perdamaian. Kebaruan . penelitian ini terletak pada upaya mengontekstualisasikan ayat-ayat perdamaian Al-QurAoan dengan berbagai bentuk konflik sosial kontemporer, khususnya yang berkembang di ruang digital, seperti ujaran kebencian, polarisasi sosial, disinformasi, dan krisis kepercayaan sosial. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berupaya menjelaskan konsep perdamaian dalam Al-QurAoan secara normatif, tetapi juga menganalisis relevansinya terhadap realitas sosial yang berkembang saat ini. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian tafsir tematik mengenai perdamaian serta memberikan kontribusi akademik dan praktis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, inklusif, dan berkeadaban. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. untuk mengkaji konsep perdamaian dalam Al-QurAoan dan relevansinya terhadap konflik sosial pada era modern. Sumber data penelitian dibedakan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer terdiri atas Al-QurAoan dan berbagai kitab tafsir yang menjadi rujukan utama dalam memahami makna ayat-ayat perdamaian, sedangkan data sekunder meliputi buku, artikel jurnal, prosiding, serta karya ilmiah lain yang membahas perdamaian, resolusi konflik, dan perspektif Islam mengenai kehidupan sosial. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik . afsir maudhuAo. , yaitu metode yang menghimpun ayat-ayat Al-QurAoan berdasarkan tema tertentu untuk dianalisis secara komprehensif. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah memperoleh pemahaman yang utuh mengenai konsep perdamaian melalui keterkaitan berbagai ayat yang tersebar dalam beberapa surah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelaah dan menyeleksi berbagai literatur yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: . mengidentifikasi ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan tema perdamaian. mengklasifikasikan ayat berdasarkan subtema, seperti toleransi, persaudaraan, rekonsiliasi, dan penyelesaian konflik. menganalisis penafsiran ayat melalui perbandingan pandangan para mufasir. melakukan sintesis terhadap hasil penafsiran untuk menemukan nilai-nilai perdamaian yang bersifat universal. menarik kesimpulan mengenai relevansi nilai-nilai tersebut dalam menghadapi berbagai bentuk konflik sosial Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menginterpretasikan kandungan ayat sekaligus menghubungkannya dengan realitas sosial Melalui prosedur yang sistematis tersebut, penelitian ini diharapkan menghasilkan temuan yang lebih valid dan komprehensif mengenai kontribusi nilai-nilai perdamaian QurAoani dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep perdamaian dalam Al-QurAoan dan relevansinya terhadap konflik sosial kontemporer, penelitian ini didukung oleh berbagai kajian ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir. Literatur yang digunakan mencakup tema perdamaian Islam, moderasi beragama, resolusi konflik, konflik digital, media sosial, serta studi agama di era digital. Keberagaman perspektif tersebut memberikan landasan teoritis yang kuat dalam menjelaskan hubungan antara nilai-nilai QurAoani dan dinamika sosial modern. Selain itu, studi-studi terdahulu membantu mengidentifikasi perkembangan wacana akademik terbaru sekaligus menunjukkan posisi penelitian ini dalam peta penelitian yang telah ada. Tabel 1. Studi Literatur No Penulis & Tahun 1 Ab Rahman Fokus Kajian Metode Temuan Utama Moderasi beragama dan kohesi sosial Kualitatif 2 Aisyah et al. Studi agama di era Literatur review 3 Al Qurtuby . Kekerasan agama Analisis sosial dan peacebuilding Moderasi beragama memperkuat hidup damai dalam Agama mengalami Menjelaskan transformasi melalui konteks konflik dan ruang digital interaksi digital Perdamaian dibangun Menguatkan melalui strategi relevansi nilai kontekstual masyarakat perdamaian QurAoani Platform digital Relevan dengan membentuk otoritas konflik sosial era dan solidaritas sosial digital 4 AlMazaedh et Digital religion Systematic . dan kohesi sosial review Relevansi dengan Penelitian Mendukung nilai tasamuh dan Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah No Penulis & Tahun 5 Bilich et al. Fokus Kajian Metode Temuan Utama Relevansi dengan Penelitian Inklusivitas dalam Analisis Inklusivitas Mendukung konsep wilayah konflik komputasional mempercepat proses ukhuwah dan 6 Cendekia Moderasi sebagai Studi konseptual Moderasi efektif Mendukung . solusi konflik mencegah konflik 7 Cinelli et al. Echo chamber Analisis big data Media sosial Menjelaskan . media sosial memperkuat polarisasi tantangan perdamaian digital 8 Daulay & Moderasi Kualitatif Pendidikan Islam Relevan dengan Sazali . beragama dalam berperan membangun penerapan nilai konflik virtual toleransi digital 9 Dhulkifli Keragaman tafsir Kajian tafsir Perbedaan tafsir Menguatkan . Al-QurAoan menunjukkan tradisi intelektual Islam moderat dalam memahami ayat 10 Driessen Dialog lintas Review article Dialog antaragama Mendukung nilai . agama dan berkontribusi pada resolusi konflik 11 Gultom . Moderasi Fenomenologi Moderasi menjadi Mendukung pendekatan penting kerukunan sosial dalam keberagaman 12 Haitomi et al. Konsep moderasi Deskriptif Moderasi beragama Relevan dengan . menjadi strategi nilai tasamuh Kemenag menjaga persatuan 13 Haramain & Dakwah damai Kualitatif Dakwah damai efektif Mendukung konsep Aminah dan konflik agama mereduksi konflik perdamaian Islam 14 Hilmi . QS. Al-Anfal ayat Kajian tafsir Islam mengutamakan Menguatkan jalan damai dalam konsep perdamaian penyelesaian konflik QurAoani 15 Hoffmann et Determinan Kuantitatif Faktor keagamaan Mendukung nilai . berkontribusi pada perdamaian sosial 16 Liebovitch et Bahasa media dan NLP & Machine Masyarakat damai Relevan dengan . Learning menggunakan bahasa nilai saling lebih inklusif 17 Mustapa et al. Moderasi Hermeneutika Al- Moderasi memperkuat Mendukung . beragama dalam QurAoan harmoni antarumat tasamuh dan maqashid syariah 18 Nase et al. Dakwah digital Analisis media Etika komunikasi Relevan dengan . dan moderasi penting dalam ruang konflik media 19 Priyono Agen moderasi Studi lapangan Agen moderasi Mendukung . berperan menjaga Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah No Penulis & Tahun 20 Purnomosidi et al. Fokus Kajian Metode Temuan Utama Relevansi dengan Penelitian Koherensi tafsir Kajian tafsir Pendekatan tafsir Mendukung Surah Al-Hasyr koheren memperkuat analisis ayat pemahaman ayat 21 Qoffal et al. Moderasi dan Kualitatif Moderasi menjadi Mendukung . resolusi konflik instrumen penyelesaian relevansi penelitian 22 Rasyidin & Publikasi digital Deskriptif Media digital dapat Relevan dengan Fahruddin memperkuat narasi 23 Ridlo et al. Dakwah moderasi Studi kasus Dakwah moderat Mendukung . berbasis masjid membantu mitigasi implementasi nilai QurAoani 24 Superdi Moderasi Analisis media Media sosial berperan Relevan dengan . beragama di dalam penyebaran konflik digital TikTok wacana moderasi 25 Suwar . Perdamaian dan Kajian konseptual Nilai QurAoani tetap Sangat relevan resolusi konflik relevan pada konflik dengan fokus dalam Al-QurAoan 26 Suyuti . Tafsir moderasi Analisis tafsir Polarisasi digital Mendukung beragama di era memerlukan penguatan pembahasan konflik digital 27 Tofaynudin et Moderasi Kualitatif Moderasi menjadi Mendukung . beragama di era paradigma Islam relevansi nilai disrupsi digital 28 Wani . Resolusi konflik Kajian konseptual Islam menawarkan Menguatkan dalam Islam kerangka teoritis penyelesaian konflik penelitian 29 Wright . Misinformasi dan Kajian Informasi palsu Mendukung cyberpsychology memperbesar konflik pembahasan 30 Yazwardi & Moderasi SosioModerasi memperkuat Mendukung nilai Erniwati beragama dan harmoni dalam . pluralisme hukum masyarakat plural 31 Zhang . Information Kajian Krisis kepercayaan Relevan dengan disorder dan konflik media literasi media disinformasi digital Berdasarkan hasil telaah literatur, terlihat bahwa penelitian mengenai perdamaian dalam Islam mengalami perkembangan yang signifikan, terutama dalam merespons tantangan sosial yang muncul pada era digital. Kajian-kajian mutakhir tidak lagi terbatas pada pembahasan normatif mengenai ajaran agama, tetapi telah bergerak ke arah analisis yang lebih kontekstual terkait moderasi beragama, polarisasi media sosial, disinformasi, dan pembangunan kohesi Temuan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai QurAoani memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi masyarakat global maupun Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memperoleh pijakan akademik yang kokoh untuk menjelaskan bahwa konsep perdamaian dalam Al-QurAoan tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga dapat berfungsi sebagai kerangka etis dan sosial dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, serta harmonis di tengah kompleksitas konflik modern. Konsep Perdamaian dalam Al-Qur'an Hasil kajian menunjukkan bahwa perdamaian merupakan salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur'an yang memiliki makna lebih luas daripada sekadar ketiadaan konflik. Perdamaian dipahami sebagai kondisi yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan sekitarnya. Analisis terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan perdamaian menunjukkan bahwa Al-Qur'an menempatkan persaudaraan, keadilan, kasih sayang, dan toleransi sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang damai. Ayat yang menjadi landasan konsep tersebut adalah QS. Al-Hujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa orang-orang beriman adalah saudara dan memiliki tanggung jawab untuk mendamaikan pihak yang berselisih, serta QS. Al-Anfal ayat 61 yang mengajarkan pentingnya mengutamakan jalan damai ketika tersedia peluang penyelesaian konflik secara Berdasarkan hasil identifikasi terhadap ayat-ayat perdamaian, ditemukan bahwa tujuan utama perdamaian dalam Al-Qur'an adalah menciptakan keamanan, ketenteraman, persatuan, dan keharmonisan sosial yang memungkinkan masyarakat hidup secara stabil, adil, dan Nilai-Nilai Perdamaian dalam Al-Qur'an Persaudaraan (Ukhuwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukhuwah merupakan nilai utama yang menjadi dasar terciptanya perdamaian sosial dalam Islam. Konsep ini menekankan hubungan antarmanusia yang dibangun atas dasar kasih sayang, solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan. Dasar konsep ukhuwah terdapat dalam QS. AlHujurat ayat 10 yang menegaskan bahwa seluruh orang beriman adalah saudara dan memiliki kewajiban untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ukhuwah tidak hanya berfungsi sebagai ikatan spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang mampu memperkuat kohesi masyarakat, mengurangi potensi konflik, serta mendorong terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman sosial. Toleransi (Tasamu. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasamuh merupakan prinsip yang menekankan penghormatan terhadap hak setiap individu untuk menjalankan keyakinan dan pandangan hidupnya tanpa adanya paksaan. Nilai ini tercermin dalam QS. Al-Baqarah ayat 256 yang menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam beragama serta QS. Al-Kafirun ayat 6 yang mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa tasamuh memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, terutama dalam masyarakat yang plural dan multikultural. Melalui penerapan sikap toleran, masyarakat dapat mengurangi prasangka, mencegah diskriminasi, dan menciptakan ruang hidup bersama yang lebih damai meskipun terdapat perbedaan agama, budaya, maupun pandangan sosial. Saling Menghormati (Al-Ihtiram Al-Mutabada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saling menghormati merupakan nilai perdamaian yang berakar pada pengakuan terhadap martabat dan kemuliaan setiap manusia. Prinsip ini didasarkan pada QS. Al-Isra' ayat 70 yang menegaskan bahwa Allah telah memuliakan seluruh Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah keturunan Adam tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun status sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penghormatan terhadap sesama menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat, adil, dan inklusif. Dengan mengedepankan sikap saling menghargai, masyarakat dapat mengurangi berbagai bentuk diskriminasi, kekerasan verbal, dan konflik sosial yang muncul akibat perbedaan identitas maupun kepentingan kelompok tertentu. Konflik Sosial pada Era Modern Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa konflik sosial pada era modern muncul dalam berbagai bentuk seperti intoleransi, ujaran kebencian, kekerasan verbal, diskriminasi, polarisasi sosial, serta penyebaran hoaks melalui media digital. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah memperluas ruang terjadinya konflik karena informasi dapat tersebar secara cepat dan menjangkau banyak kelompok masyarakat dalam waktu singkat. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya konflik tersebut meliputi perbedaan kepentingan, kesenjangan sosial dan ekonomi, rendahnya tingkat literasi digital, serta maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konflik sosial modern berdampak pada menurunnya kepercayaan sosial, melemahnya solidaritas masyarakat, terganggunya stabilitas sosial, serta meningkatnya ketegangan antarkelompok yang berpotensi menghambat terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai. Relevansi Ayat-Ayat Perdamaian dalam Menghadapi Konflik Modern Perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial pada era modern telah melahirkan berbagai bentuk konflik yang semakin kompleks dan multidimensional. Konflik tidak hanya terjadi melalui interaksi langsung dalam kehidupan masyarakat, tetapi juga berkembang melalui ruang digital yang memungkinkan penyebaran informasi berlangsung secara cepat dan luas. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai tantangan baru, seperti meningkatnya intoleransi, polarisasi sosial, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut, nilai-nilai perdamaian yang terkandung dalam Al-Qur'an memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan etis dan sosial dalam membangun kehidupan yang harmonis. Hubungan antara bentuk konflik modern dan nilai-nilai perdamaian Al-Qur'an dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Relevansi Nilai-Nilai Perdamaian Al-Qur'an terhadap Konflik Sosial Modern Bentuk Konflik Modern Intoleransi Ujaran Kebencian Polarisasi Sosial Hoaks dan Disinformasi Konflik Identitas Kekerasan Verbal Nilai Perdamaian Al-Qur'an yang Relevan Tasamuh (Tolerans. Al-Ihtiram Al-Mutabadal Ukhuwah Tabayyun Ukhuwah dan Keadilan Akhlak dan Penghormatan terhadap Martabat Manusia Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap bentuk konflik sosial modern memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai perdamaian yang diajarkan dalam Al-Qur'an. Temuan ini mengindikasikan bahwa ajaran Al-Qur'an tidak hanya relevan dalam konteks kehidupan masyarakat pada masa lalu, tetapi juga mampu memberikan kerangka solusi terhadap berbagai Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah persoalan kontemporer. Nilai-nilai seperti toleransi, persaudaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, dan tabayyun berfungsi sebagai instrumen moral yang dapat mencegah berkembangnya konflik sekaligus memperkuat kohesi sosial. Oleh karena itu, penguatan implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individu maupun masyarakat menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih damai, inklusif, dan harmonis di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep perdamaian dalam Al-Qur'an memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan pemahaman perdamaian yang hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Perdamaian dalam perspektif Al-Qur'an mencakup pembentukan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Temuan ini sejalan dengan pendapat Firdaus . yang menyatakan bahwa konsep salam dalam AlQur'an mengandung makna keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan yang bersifat Temuan tersebut juga menguatkan hasil penelitian Suwar . yang menjelaskan bahwa ayat-ayat perdamaian dalam Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga menyediakan kerangka etis dalam penyelesaian konflik sosial pada konteks masyarakat modern. Selain itu, keberagaman penafsiran terhadap ayat-ayat perdamaian menunjukkan bahwa nilai perdamaian QurAoani bersifat dinamis dan dapat dikontekstualisasikan sesuai perkembangan zaman sebagaimana dijelaskan oleh Dhulkifli . dalam kajiannya mengenai tradisi rasionalitas dalam tafsir Al-Qur'an. Temuan mengenai nilai ukhuwah menunjukkan bahwa perdamaian dibangun melalui penguatan solidaritas sosial dan rasa persaudaraan. Dalam konteks modern, nilai ini relevan untuk menghadapi meningkatnya polarisasi sosial yang terjadi akibat perbedaan identitas politik, agama, maupun kelompok sosial. Hasil penelitian ini mendukung temuan Hoffmann et . yang menjelaskan bahwa solidaritas berbasis nilai keagamaan dapat menjadi faktor penting dalam menciptakan perdamaian antarkelompok. Lebih lanjut. Bilich et al. menemukan bahwa inklusivitas sosial merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat terciptanya perdamaian pada masyarakat yang mengalami konflik. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa konsep ukhuwah dalam Al-Qur'an memiliki relevansi empiris sebagai instrumen penguatan kohesi sosial dan pencegahan fragmentasi masyarakat. Dalam konteks Indonesia yang plural, nilai ukhuwah juga berkontribusi dalam memperkuat integrasi sosial melalui pengembangan kesadaran kolektif bahwa perbedaan identitas tidak boleh menjadi sumber permusuhan, melainkan menjadi dasar kerja sama dan solidaritas sosial. Nilai tasamuh yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan relevansi yang kuat terhadap meningkatnya fenomena intoleransi pada masyarakat multikultural. Temuan ini memperkuat penelitian Haitomi et al. Gultom . , dan Cendekia . yang menyatakan bahwa moderasi beragama dan penghormatan terhadap keberagaman merupakan instrumen penting dalam menjaga kerukunan sosial serta mencegah konflik keagamaan. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Mustapa et al. yang menjelaskan bahwa harmoni antarumat beragama dapat dibangun melalui pendekatan maqashid syariah yang menempatkan kemaslahatan, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai tujuan utama ajaran Islam. Selain itu. Tofaynudin et al. menegaskan bahwa moderasi beragama pada era disrupsi digital menjadi paradigma penting dalam menghadapi berkembangnya narasi intoleransi dan eksklusivisme yang banyak tersebar melalui media sosial. Dengan demikian, tasamuh tidak hanya berfungsi sebagai nilai normatif, tetapi juga menjadi strategi sosial yang relevan untuk memperkuat kehidupan masyarakat yang inklusif dan damai. Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah Penelitian ini juga menemukan bahwa prinsip saling menghormati . l-ihtiram almutabada. memiliki hubungan erat dengan upaya pencegahan ujaran kebencian dan kekerasan verbal yang semakin berkembang di media digital. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Liebovitch et al. yang menunjukkan bahwa masyarakat dengan tingkat perdamaian yang tinggi cenderung menggunakan pola komunikasi yang lebih inklusif, kooperatif, dan menghargai perbedaan. Hasil penelitian ini turut didukung oleh Nase et al. yang menekankan pentingnya etika komunikasi keagamaan dalam ruang digital untuk mencegah munculnya konflik berbasis sentimen agama. Di sisi lain. Superdi . menemukan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk wacana moderasi beragama sekaligus berpotensi menjadi ruang reproduksi konflik apabila tidak disertai dengan budaya saling menghormati. Oleh karena itu, nilai penghormatan terhadap martabat manusia yang diajarkan Al-Qur'an menjadi sangat relevan dalam membangun etika komunikasi digital yang sehat dan bertanggung jawab. Selain itu, relevansi ayat-ayat perdamaian semakin terlihat dalam menghadapi fenomena polarisasi sosial, misinformasi, dan disinformasi digital. Penelitian Cinelli et al. menunjukkan bahwa fenomena echo chamber menyebabkan individu lebih sering terpapar informasi yang memperkuat keyakinan kelompoknya sendiri sehingga memperbesar peluang terjadinya konflik dan polarisasi sosial. Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya penyebaran misinformasi, disinformasi, dan berita palsu sebagaimana dijelaskan Wright . yang dapat meningkatkan ketegangan sosial serta memperlemah kepercayaan publik terhadap institusi Zhang . juga menegaskan bahwa krisis kepercayaan pada era digital berkaitan erat dengan meningkatnya gangguan informasi . nformation disorde. yang memengaruhi kualitas interaksi sosial masyarakat. Dalam konteks ini, prinsip tabayyun yang diajarkan Al-Qur'an memiliki relevansi yang sangat kuat sebagai mekanisme verifikasi informasi sebelum menerima maupun menyebarkannya kepada orang lain. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai perdamaian Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai ajaran normatif-teologis, tetapi juga memiliki relevansi praktis dalam menjawab tantangan sosial kontemporer. Perkembangan ruang digital telah melahirkan bentukbentuk interaksi keagamaan baru yang menuntut adaptasi nilai-nilai Islam dalam lingkungan Kajian Aisyah et al. menunjukkan bahwa studi agama pada era digital semakin menekankan pentingnya integrasi antara nilai keagamaan dan dinamika teknologi informasi. Temuan tersebut diperkuat oleh AlMazaedh et al. yang menjelaskan bahwa agama di masyarakat platform digital memiliki peran strategis dalam membangun kohesi sosial dan menjaga stabilitas hubungan antarkelompok. Selain itu. Rasyidin dan Fahruddin . menegaskan bahwa publikasi digital berbasis pendidikan Islam dapat menjadi media efektif dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, konsep ukhuwah, tasamuh, penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, dan tabayyun dapat diposisikan sebagai landasan etis sekaligus instrumen sosial yang mampu mendukung pembangunan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban pada era digital. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perdamaian merupakan salah satu nilai fundamental dalam Al-QurAoan yang mencerminkan terwujudnya hubungan harmonis antara manusia dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan. Kajian terhadap ayat-ayat perdamaian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti persaudaraan, toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dialog, dan rekonsiliasi membentuk suatu kerangka etis yang komprehensif dalam membangun kehidupan sosial yang damai. Temuan ini menegaskan bahwa Copyright . 2026 Khazanah : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan https://doi. org/10. 51878/khazanah. KHAZANAH : Jurnal Jurnal Studi Ilmu Agama. Sosial dan Kebudayaan Vol. No. April-September 2026 e-ISSN : Online Journal System : https://jurnalp4i. com/index. php/khazanah konsep perdamaian dalam Al-QurAoan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip sosial yang relevan untuk merespons berbagai tantangan kehidupan modern. Dalam konteks konflik sosial kontemporer, nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan moral untuk mendorong penyelesaian perselisihan secara konstruktif, memperkuat kohesi sosial, serta mengembangkan budaya saling menghormati di tengah masyarakat yang majemuk. Secara akademik, penelitian ini memperlihatkan bahwa ayat-ayat perdamaian dalam AlQurAoan memiliki relevansi yang kuat sebagai sumber nilai dalam pengembangan wacana resolusi konflik dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Implikasi praktis dari temuan ini dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai QurAoani, pengembangan literasi digital yang menekankan prinsip tabayyun dan etika komunikasi, serta penyusunan kebijakan sosial yang mendukung kehidupan yang harmonis dan berkeadaban. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat diarahkan pada kajian empiris mengenai implementasi nilai-nilai perdamaian QurAoani dalam lingkungan pendidikan, media digital, organisasi kemasyarakatan, maupun kebijakan publik sehingga kontribusi konsep perdamaian Al-QurAoan dapat dipahami secara lebih kontekstual dan aplikatif dalam berbagai bidang kehidupan. DAFTAR PUSTAKA