BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 3 Nomor 1. January 2024 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Nur Amaria Rosanda1*. Maerurotun Khasanah2. Dewi Puriati3. Devi Rahmasari4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: March 5th, 2024. Revised: March 6th, 2024. Accepted: March 9th, 2024. Published: March 12th, 2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep angka melalui pemanfaatan permainan stik angka. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 12 anak yang tergabung dalam kelompok B di TK KARTIKA V 15 Loa Janan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan informasi menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan metode yang digunakan untuk menghimpun informasi dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mengenal angka menggunakan permainan stik angka selama pra-siklus dan siklus 1 yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB). Dalam rangka meningkatkan keterampilan mengidentifikasi angka dari 1 hingga 10 melalui penggunaan media stik angka pada kelompok B2 di TK KARTIKA V 15 Loa Janan, perbaikan dilakukan dari pra-siklus ke siklus 1. Pada siklus 1 yang terdiri dari 2 pertemuan, terlihat peningkatan yang signifikan. Sebelum siklus, hanya sekitar 33%anak mampu melafalkan lambang bilangan 1 hingga 10 dengan media stik angka. Namun, setelah dilakukan siklus 1, angka ini meningkat drastis menjadi 90%. Anak mampu mengurutkan bilangan dari 1 hingga 10 menggunakan media stik angka. Pada pra-siklus, kemampuan ini hanya sebesar 30%, tetapi meningkat signifikan menjadi 90% pada siklus 1. Anak-anak mampu menghubungkan simbol angka 1 hingga 10 dengan dukungan digital atau media stik angka sebesar 31% pada siklus sebelumnya dan 92% pada siklus 1, menunjukkan kemampuan mengenali angka dengan dukungan media berupa stik dengan Kata kunci: kemampuan mengenal angka, media stik angka Abstract This research aims to improve understanding of the concept of numbers through the use of number stick The sample in this study consisted of 12 children who were members of group B at KARTIKA V 15 Loa Janan Kindergarten. This research is included in the category of classroom action research (PTK). Information gathering techniques using observation, interviews and documentation are the methods used to collect information in research. The results of the research showed that there was an increase in recognizing numbers using the number stick game during pre-cycle and cycle 1 which was categorized as very well developed (BSB). In order to improve skills in identifying numbers from 1 to 10 through the use of number sticks in group B2 at TK KARTIKA V 15 Loa Janan, improvements were made from pre-cycle to cycle 1. In cycle 1 which consisted of 2 meetings, significant improvement was Before the cycle, only around 33% of children were able to pronounce the number symbols 1 to 10 using number sticks. However, after cycle 1, this figure increased drastically to 90%. Children are able to order numbers from 1 to 10 using number sticks. In the pre-cycle, this ability was only 30%, but increased significantly to 90% in cycle 1. Children were able to connect the number symbols 1 to 10 with digital support or number stick media by 31% in the previous cycle and 92% in the previous cycle. 1, shows the ability to recognize numbers with media support in the form of sticks with numbers. Keywords: ability to recognize numbers, number stick media Copyright . 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari * Correspondence Address: Email Address: nuramariarosandarosandaa@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Pendahuluan Memahami konsep-konsep esensial memiliki signifikansi yang besar. Pemahaman mendalam terhadap konsep-konsep tersebut merupakan bagian penting dalam penyimpanan memori jangka panjang, yang menjadi landasan dalam pemecahan masalah dan berpikir kreatif. Pemahaman yang kokoh terhadap konsep dasar dalam pembelajaran pengenalan angka membantu anak untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti materi pengenalan angka yang lebih kompleks di masa depan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan kurang menarik bagi anak. Dari 12 siswa yang diamati, mereka sudah memiliki pemahaman dasar dalam mengenal, membedakan, dan menghubungkan angka. Namun, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini, seperti penyajian materi yang kurang menarik dan minimnya alat peraga yang tersedia. Hal ini berdampak pada kegiatan belajar mengajar, dimana anak-anak mulai kehilangan minat terhadap tugas yang Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan pelajaran dan proses KBM menjadi ter-hambat serta kurang optimal. Oleh sebab itu, dibutuhkan pendekatan pembelajar yang lebih menarik dan interaktif, serta perlu dilakukan penyusunan ulang materi agar anak lebih tertarik dan terlibat aktif pada proses mengajar dan belajar. Jika hal ini terus berlangsung berlanjut maka dalam pembelajaran pengenalan angka akan menjadi kurang efektif dalam situasi pembelajaran yang sedang berlangsung, minat terhadap pengenalan angka mungkin perlu ditingkatkan. Yaitu, sebagai langkah perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran untuk memperkenalkan konsep angka, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan fokus pada "Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stick Angka Pada Kelompok B2 di RA Kartika V 15 Loa Janan. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan anak dalam mengenal simbol bilangan antara lain: . Anak kurang konsentrasi dalam belajar, terkadang anak melamun saat proses pembelajaran, dan ada juga murid yang enggan menyelesaikan tugas atau aktivitas yang diterapkan oleh guru, maka guru mempunyai semangat terlebih lebih dahulu untuk melakukannya. Cara yang digunakan guru dalam menyajikan simbol bilangan kepada anak kurang maksimal dalam kehidupan sehari-hari sehingga menimbulkan pada kurangnya pemahaman anak kelompok B2. Matematika berperan sangat penting dalam kehidupan setiap hari. Dari aktivitas sederhana setiap belajar hingga mengukur panjang, berat, volum, matematika hadir dalam berbagai aspek kehidupan. kemampuan matematika juga membantu dalam pengambilan keputusan dalam pengambilan keputusan, analisis data, dan pemecahan suatu masalah yang oleh karena memberikan dasar yang kuat untuk berbagai bidang kehidupan dan Jika keadaan ini terus berlanjut maka akan berdampak negatif terhadap kualitas pembelajaran mengenal angka pada kelompok B2. Padahal, pembelajaran mengenal angka sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu materi esensial dalam Hal ini tercermin dari capaian pembelajaran anak dan kualitas guru selama memberikan pembelajaran. Media stick angka adalah solusi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam pemahaman angka anak-anak. Dengan media ini, mereka dapat belajar dan mengembangkan pemahaman mereka dengan lebih baik. Penggunaan stik angka bisa disertakan dalam berbagai permainan yang melibatkan menguraikan rangkaian bilangan mengenali simbol angka, dan menghubungkan angka dengan penulisannya. Dengan cara yang demikian anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep angka secara Media Stick angka merupakan evolusi dari konsep balok angka yang pertama kali diperkenalkan oleh Montessori pada tahun 1909. Media ini terbuat untuk menunjang kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran edukatif. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan lainya adalah bahwa media ini relatif terjangkau secara biaya, menggantikan kebutuhan akan balok angka yang mungkin melakukan biaya yang tinggi. Keunggulan stick angka dalam suatu permainan, khususnya dalam meningkatkan keterampilan anak-anak masitoh menjelaskan konsep penenalan angka dan rekan-rekan nya sebagai berikut: stik angka memiliki kelebihan dalam mengembangkan kemampuan mengidentifikasi angka 1 hingga 10 kemudahan dalam Stick angka oleh guru atau siswa memuat menjadi pilihan yang efisien. pendekatan pembelajaran dengan stick angka juga dapat memberikan unsur belajar yang menyenangkan, menciptakan pengalaman positif dalam proses pembelajaran. Tinjauan Pustaka Kemampuan Mengenal Angka Kemampuan merupakan aspek penting dalam konteks tugas atau pekerjaan Istilah ini merujuk pada keterampilan atau keahlian yang memungkinkan seseorang untuk berhasil menyelesaikan tugas atau pekerjaan sesuai harapan. Kemampuan tidak hanya terbatas pada kemahiran bawaan, tetapi juga dapat dipelajari dan ditingkatkan seiring dengan waktu. Dalam penelitian yang mengacu pada teori Mintzberg, ditemukan bahwa ada empat aspek kemampuan yang esensial dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ini mencakup aspek-aspek kualitas atau keahlian yang menjadi landasan bagi individu untuk berhasil menjalankan tugas-tugas yang telah ditetapkan dengan kualitas yang baik adalah suatu aspek penting dalam pencapaian tujuan. Proses pemahaman bilangan melibatkan beragam representasi atau tampilan yang membantu anak-anak dalam memahami hubungan antarbilangan. Sebagai contoh, ketika anak mendengar soal yang disampaikan secara lisan, mereka dapat menafsirkan informasi Mereka juga mampu menunjukkan jawaban menggunakan media stik angka sebagai representasi visual atau benda mainan yang menggambarkan bilangan tersebut. Selain itu, kemampuan mereka untuk menggambarkan apa yang mereka lihat dalam bentuk gambar menjadi salah satu cara untuk memahami bilangan. Tak hanya itu, anak-anak juga dapat mengekspresikan jawaban mereka dalam bentuk simbol tertulis, baik itu berupa angka maupun kata. Semua representasi ini membantu anak memahami konsep abstrak dari bilangan, menunjukkan bahwa setiap angka sebenarnya merupakan representasi dari suatu konsep yang lebih mendalam. Dalam pandangan Moeslichatoen, bermain bagi anak-anak memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas santai. Ia menggambarkan bahwa, terlepas dari batasan atau definisi formal tentang permainan, bermain membawa harapan dan antisipasi tentang dunia yang penuh dengan kegembiraan. Bermain juga memungkinkan anak untuk mengeksplorasi imajinasi mereka, membantu mereka mempersiapkan diri untuk petualangan dan menggali kedalaman dunia anak-anak. Lebih dari sekadar kesenangan, permainan bagi anak-anak adalah cara untuk belajar mengendalikan diri, memahami kehidupan, dan menggali pemahaman tentang dunia di sekitarnya. Dengan demikian, bermain bukan sekadar aktivitas, tetapi juga merupakan cermin dari perkembangan anak dalam berbagai aspek kehidupannya. Sudjana . 5: . menjelaskan bahwa metode mengajar merupakan pendekatan atau cara yang digunakan oleh seorang guru untuk berinteraksi dengan siswa dalam konteks Metode mengajar bukan hanya sekadar serangkaian teknik, tetapi juga merupakan sarana Menciptakan proses pembelajaran yang efektif adalah aspek yang sangat "Salah satu kunci dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif adalah. "Menjadi unsur penting dalam pembentukan proses pembelajaran yang efektif. Melalui penggunaan metode yang tepat, guru dapat memfasilitasi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, serta memicu BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, peran metode mengajar menjadi krusial dalam membentuk dinamika dan efektivitas pembelajaran di dalam kelas. Bermain Stik Angka Bermain menjadi wadah spontan yang tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga membangun rasa aman secara psikologis pada anak-anak. Saat terlibat dalam kegiatan bermain yang aktif, anak-anak diberi kesempatan untuk bereksplorasi sesuai dengan rasa ingin tahu yang mereka miliki. Mereka dapat mengekspresikan diri dengan bebas melalui imajinasi, drama, permainan konstruktif, dan berbagai cara lainnya. Melalui proses ini, anak-anak merasa bebas secara psikologis untuk mengembangkan ide-ide mereka tanpa Ini tidak hanya menghasilkan kesenangan, tetapi juga membangun rasa kepercayaan diri dan kreativitas pada masa pertumbuhan mereka. Permainan stik angka menonjol sebagai sarana pembelajaran yang mengasyikkan bagi anak usia dini. Mengusung konsep pembelajaran yang interaktif, stik angka bukan hanya sekadar alat pengenalan angka, tetapi juga bentuk dasar geometri. Melalui manipulasi stik-stik ini, anak-anak belajar memahami konsep angka secara visual dan Permainan ini membantu memperkenalkan konsep bilangan dan membentuk fondasi penting dalam pengembangan kemampuan matematika. Seiring bermain dengan stik angka, anak-anak tidak hanya belajar tentang angka, tetapi juga melatih koordinasi, konsentrasi, dan keterampilan pemecahan masalah. Dengan demikian, stik angka tidak hanya menjadi alat pembelajaran, tetapi juga mengembangkan aspek tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Pentingnya mengenal lambang bilangan 1 hingga 10 dalam pembelajaran anak usia dini memunculkan peran yang penting dari Media Stik Angka. Melalui media ini, tujuan yang akan dicapai dalam proses pembelajaran terwujud dengan lebih jelas. Pertama, media stik angka membuka peluang bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, membantu mereka terlibat secara langsung dalam pembelajaran. Kedua, stik angka mendorong kreativitas anak-anak, memungkinkan mereka mengeksplorasi konsep-konsep matematika secara lebih luas. Terakhir, media ini tidak hanya memperkenalkan dan membentuk pemahaman tentang lambang bilangan 1 hingga 10, tetapi juga memperkaya pengetahuan mereka melalui pengalaman langsung. Dengan demikian. Media Stik Angka bukan hanya alat pembelajaran, tetapi juga fasilitator untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih luas bagi anak usia dini. Stik angka hadir sebagai alat pembelajaran yang sangat efektif dalam membantu anak-anak menyajikan konsep angka dengan cara yang menghibur dan memikat untuk mengenalinya dan memahaminya. Keunggulan utama stik angka terletak pada sifatnya yang visual dan dapat dimanipulasi. Dengan manipulasi stik-stik tersebut, anak-anak dapat langsung melihat representasi visual dari angka dan menyusunnya sesuai urutan. Hal ini membantu memperkuat koneksi antara representasi visual dan nilai numerik yang Selain itu, kehadiran warna-warni pada stik angka juga menarik minat anakanak, menjadikan proses pembelajaran lebih menarik dan memudahkan mereka dalam memahami dan mengingat konsep angka. Dengan kombinasi antara sifat visual, manipulatif, dan daya tarik yang dimilikinya, stik angka menjadi alat yang kuat dalam membantu meningkatkan pemahaman dan kemahiran anak-anak dalam mengenali angka. Penggunaan media stik dalam pembelajaran memiliki beberapa aspek yang perlu di pertimbangkan: 1. Media stik mungkin memiliki masa pakai terbatas, sekitar 4 atau 5 bulan setelah diwarnai. Mengajar dengan menggunakan media seperti stik angka menuntut kreativitas guru dalam menyajikan materi secara menarik dan inovatif. Persiapan media stik memerlukan waktu yang cukup banyak sebelum dapat digunakan dalam pembelajaran. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Guru perlu bersedia berkorban waktu dan pikiran untuk merancang strategi agar pembelajaran lebih menarik dan dapat menarik perhatian peserta didik. Walaupun memerlukan upaya dan kesiapan lebih, penggunaan media stik dapat menjadi alat yang efektif dalam memperkaya proses pembelajaran. Prosedur penggunaan stik angka: . Guru mengelompokkan peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk kegiatan diskusi . Guru memberikan bahan atau media kepada setiap kelompok secara . Guru menjelaskan mengenai penggunaan media yang diberikan kepada siswa. Guru mengilustrasikan lambang bilangan 1 hingga 10 di papan tulis sebagai contoh penggunaan stik untuk Latihan. Anak-anak menghitung jumlah stik yang sesuai dengan nilai angka untuk merepresentasikan lambang bilangan. Peserta didik mencatat jumlah stik yang telah mereka susun berdasarkan tugas yang diberikan oleh guru. Mereka melakukannya secara berulang, menjaga agar stik tidak berantakan, dan menuliskan hasil dari penghitungan tersebut sesuai petunjuk panjang atau pendek yang diberikan oleh guru. Metode Penelitian ini dilaksanakan di TK KATIKA V 15 Loa Janan, menargetkan kelompok B2 yang terdiri dari 12 anak berusia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan dalam rentang waktu Oktober hingga November 2023, menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Metode pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan checklist. Teknik analisis data melibatkan penggunaan data kuantitatif dan kualitatif. Gambar 1. menampilkan desain model penelitian Tindakan Menurut Kemmis dan McTaggart Peneliti melakukan observasi dengan cheklist sebagai instrument pengamatan. Tabel kisi-kisi ini mencatat kemampuan mengenal angka dengan menggunakan stik angka pada kelompok B2 anak usia 5-6 tahun. Tabel 1. merupakan kisi-kisi instrumen penelitian terkait kemampuan mengenal angka melalui penggunaan stik angka pada kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Instrumen yang dibuat oleh peneliti berbentuk checklist dengan model penilaian BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. , dan BSB (Berkembang Sangat Bai. digunakan untuk menilai kemampuan mengenal angka melalui penggunaan stik angka. Tabel ini menunjukkan skala kemunculan dalam penilaian tersebut. Tabel 2. menampilkan skala kemunculan dalam kemampuan mengenal angka menggunakan media stik angka Checklist Skor Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Berkembang Sangat Baik Hasil dan Pembahasan Selama kegiatan belajar mengajar, penelitian menggunakan lembar observasi proses pengamatan dilakukan merinci aspek-aspek tertentu yang relevan dan tujuan penelitian. Hasil yang diperoleh dari observasi proses pembelajaran berlangsung adalah sebagai Tabel 3. hasil observasi kemampuan mengenal angka menggunakan dukungan media stik angka sebelum siklus. INDIKATOR NAMA SISWA Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media stick angka Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 menggunakan media stik stik angka Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media stick angka SKOR SKOR SKOR BB MB BSH BSB BSH BSB Shanum Arum Arsya Artha Zaky ui Regina Azril BSH BSB BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan INDIKATOR NAMA SISWA Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media stick angka Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 menggunakan media stik stik angka Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media stick angka SKOR SKOR SKOR BB MB BSH BSB BSH BSB Fajrin Bimbim ui Adnan Ilyas ui Jupri BSH BSB Dari temuan dalam penelitian yang tercatat dalam tabel di atas akan diurai di hasil evaluasi indikator sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Observasi Kemampuan Pengenalan Bilangan Sebelum Siklus Indikator Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media spek Mengurutkan angka dari angka 1 hingga 10 dengan menggunakan media titik Menghubungkan simbol angka dari satu hingga 10 dengan menggunakan media Keterangan Jumlah Anak BSB BSH BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Tabel 5. Hasil Persentase Pra-Siklus Indikator Presentase (%) Kategori Belum Berkembang Belum Berkembang Belum Berkembang Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media stik angka Menggunakan angka dari 1 hingga 10 menggunakan stik Menghubungkan simbol bilangan 1 sampai 10 menggunakan angka Tabel 6. Hasil obervasi Kemampuan mengenal angka dengan media stik angka Siklus 1 INDIKATOR NAMA SISWA Menyebutkan simbol angka bilangan 1 sampai 10 dengan media stik angka SKOR Mengerutkan bilangan 1 sampai 10 dengan media stik angka Menghubungkan lambang bilangan 1 sampai 10 dengan menggunakan media stik angka BB MB BSH BSB BSH BSB BSH BSB Shanum Arum Arsya Artha ui ui Zaky ui ui Regina Azril Fajrin Bimbim Adnan ui Ilyas ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 ui Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Jupri ui ui ui Dari temuan dalam penelitian yang tercatat dalam tabel di atas akan di urai hasil penelitian indikator sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Observasi Kemampuan Mengenal Angka Siklus 1 Indikator Keterangan Jumlah Anak BSB BSH Menyebutkan simbol angka dari 1 hingga 10 dengan menggunakan media spek Mengurutkan angka dari angka 1 hingga 10 dengan menggunakan media titik angka Menghubungkan simbol angka dari satu hingga 10 dengan menggunakan media Tabel 8. Hasil Presentase Siklus 1 Indikator Menyebutkan simbol angka dari 1 sampai 10 dengan menggunakan media stik angka Mengurutkan bilangan 1 sampai 10 Presentase (%) Kategori Berkembang Sangat Baik Berkembang Sangat Baik Berkembang Sangat Baik menggunakan stik angka Menghubungkan lambang bilangan 1 sampai 10 dengan menggunakan stik angka Pra- Siklus Penelitian dilaksanakan di TK Kartika V 15 Loa Janan, objek yang diteliti adalah suatu kemampuan pengenalan bilangan dari 1 hingga 10 dengan menggunakan stik angka pada kelompok B2 berdasarkan dengan observasi pertama yang telah dilakukan pada bulan oktober 2023 saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung. Pada kegiatan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari observasi pertama, terdapat anak yang ternyata belum mencapai prestasi akademik secara utuh. Anak belum mengenal angka 1 hingga 10 dengan jelas, melafalkan lambang bilangan 1 sampai 10, dan menyusun bilangan 1 hingga 10 dengan baik. Saat melakukan Observasi awal atau, ditemukan bahwa sejumlah besar anak belum mencapai tingkat pencapaian belajar yang diharapkan. mereka belum memiliki pemahaman yang memadai terhadap angka 1 hingga 10, kesulitan dalam melafalkan lambang bilangan 1 hingga 10, dan menyusun bilangan 1 hingga 10 dengan baik pada anak kelompok B2 TK Kartika v 15 Loa janan dapat kita pada tabel dibawah ini. Tabel 9. Hasil Observasi Kemampuan Mengenal Angka dengan Media Stick Angka Prasiklus INDIKATOR NAMA SISWA Menyebutkan simbol angka 1 sampai 10 menggunakan media stick angka SKOR Mengerukutkan bilangan 1 Menghubungkan lambang hingga 10 dengan bilangan 1 hingga 10 menggunakan media dengan menggunakan stik angka media stik angka SKOR SKOR BB MB BSH BSB BSH BSB BSH BSB Shanum ui Arum ui Arsya ui ui ui ui ui ui ui Artha ui ui ui Zaky ui ui ui Regina ui Azril Fajrin ui ui ui Bimbim ui ui ui Adnan ui ui ui ui ui ui ui ui BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Tabel 10. Hasil Observasi Kemampuan Mengenal Angka Pra-Siklus Indikator Keterangan Menyebutkan lambangan bilangan 1 hingga 10 dengan menggunakan media stik Menggunakan bilangan 1 hingga 10 dengan menggunakan media stik Mengubah kan lambang bilangan 1 hingga 10 dengan menggunakan spek angka Jumlah Anak BSH BSB Melalui tabel di atas dapat kita lihat indikator pertama yaitu mengucapkan simbol angka dari 1 sampai 10 dengan media stick angka tipe BB ada 8 anak (Belum Berkemban. , tipe MB ada 4 anak (Mulai Berkemban. , lalu kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan ), dan BSB ( Berkembang Sangat Baik ) tidak ada. Indikator kedua yaitu Melibatkan Penyusunan angka 1 sampai 10 dengan menggunakan stick angka, sebanyak 10 anak dikategorikan sebagai BB (Belum Berkemban. , 2 anak sebagai MB (Mulai Berkemban. , sementara tidak ada yang yang masuk dalam indikator BSH (Berkembang Sesuai Harapa. , atau berkembang BSB (Berkembang Sangat Baik ). Sementara itu,Indikator ketiga merupakan kemampuan menghubungkan angka 1 sampai 10 melalui media stick angka 9 anak termasuk dalam BB (Belum Berkemban. , 3 anak sebagai MB (Mulai Berkemban. , sementara kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapa. , dan BSB (Berkembang Sangat Bai. , tidak ada memiliki representasi. Berdasarkan hasil pencarian pada tabel di atas, persentase hasilnya akan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 11. hasil persentase pra-siklus Indikator Presentase (%) Kategori Menghubungkan lambang bilangan 1 sampai 10 menggunakan media stik angka Belum Berkembang Belum Berkembang Mengurutkan bilangan 1 hingga 10 sampai dengan menggunakan media stik apa BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Menghubungkan lambang bilangan 1 hingga 10 dengan menggunakan media stik angka Rata-rata Indikator Keberhasilan Belum Berkembang 31,33% (Belum Berkemban. Berdasarkan penjelasan data Pra-Siklus tentang kemampuan mengenal angka bilangan 1- 10 pada kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan,dapat diungkapkan: Sebanyak 8 anak belum menunjukan perkembangan dalam kemampuan menyebutkan lembang menggunakan media stick angka, sementara itu 4 anak telah mulai menunjukan perkembangan dengan persentase 33%. Dalam hal kemampuan mengurutkan bilangan 1-10 dengan menggunakan media stick angka ada 10 anak belum berkembang dan 2 anak mulai berkembang dengan persentase 30%. Kemudian anak mampu Mengenal lambang bilangan 1-10 dengan menggunakan media stick angka ada 9 anak belum berkembang dan 3 anak mulai berkembang dengan persentase 31%. Adapun grafik pengamatan kemampuan anak mengenal angka Pra-Siklus sebagai berikut: Grafik Pengamatan kemampuan mengenal angka 1-10 Pra-siklus Menyebutkan lambang bilangan 1- Mengurutkan bilangan 1-10 dengan Menghubungkan lambang bilangan 10 dengan menggunakan media stik menggunakan media stik angka 1-10 dengan menggunakan media stik angka Situasi ini merupakan alasan peneliti untuk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali dari angka 1 sampai 10 dengan memainkan stik angka kelompok B2. Proses Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dalam 1 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Refleksi dari pelaksanaan siklus yang pertama menjadi dasar atau landasan bagi perencanaan siklus berikutnya. Siklus 1 Perencanaan . Penyusunan Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH) Langkah ini melibatkan penyusunan Rencana Program Pembelajaran Harian (RPPH) sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Biasanya, proses penyusunan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan RPPH ini diatur oleh pihak sekolah sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Dalam konteks penelitian, peneliti berkolaborasi dengan guru kelas untuk memberikan masukan yang relevan dalam penyusunan RPPH. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperoleh pandangan yang lebih mendalam serta memastikan bahwa RPPH yang disusun sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan konteks yang ada. Persiapan Media Pembelajaran Persiapan media pembelajaran menjadi aspek yang sangat vital dalam konteks penelitian ini. Dalam penelitian ini, media yang digunakan adalah stik angka, sebuah alat yang berperan penting. Peneliti telah mempersiapkan dengan menyediakan segala bahan dan peralatan yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran dengan media stik angka. Hal ini menjadi bagian integral dari upaya penelitian guna memastikan bahwa lingkungan pembelajaran terpenuhi dengan baik sesuai dengan kebutuhan yang ada. Implementasi Tindakan Saat melaksanakan ada siswa yang langsung paham dengan topik penelitian kelompok B2, ada pula yang masih malu-malu. Siklus 1 akan dilaksanakan pada tanggal 10 November 2023. Kegiatan inti dimulai dengan persiapan media pembelajaran oleh guru, yaitu media stik angka. Selanjutnya, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan mendistribusikan media tersebut ke masing-masing kelompok. Guru dan peneliti memberikan penjelasan mendalam tentang penggunaan media stik angka dalam mengenali lambang bilangan 1 hingga 10. Dilanjutkan dengan demonstrasi menuliskan contoh bilangan 1 hingga 10 di papan tulis untuk latihan menggunakan stik angka. Kemudian, secara bergantian, peserta didik memajukan diri untuk menyebutkan, mengurutkan, dan menghubungkan lambang bilangan 1 sampai 10 dengan menggunakan media stik angka, sambil dinilai oleh guru. Meskipun sebagian peserta didik mungkin masih belum sepenuhnya memahami, dengan bantuan guru, mereka diberi arahan dan bimbingan yang memungkinkan mereka untuk mengenal lambang bilangan 1 sampai 10 dengan media stik angka secara lebih baik dan tepat. Pada kegiatan akhir, dilakukan sesi tanya jawab untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah berlangsung, apakah siswa mampu mengenal lambang bilangan 1 sampai 10 dengan menggunakan media stik angka. Guru memimpin sesi evaluasi ini untuk memastikan pemahaman dan kesuksesan pembelajaran yang tercapai. Setelahnya, guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan hamdalah, dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas proses pembelajaran yang telah berlangsung, serta diakhiri dengan salam sebagai penutup yang hangat dalam suasana pembelajaran. Pengamatan Pada tahap ini, peneliti melakukan pengamatan atau observasi dengan bantuan guru menggunakan lembar observasi untuk mengukur kemampuan anak-anak dalam mengenal lambang bilangan 1 sampai 10 melalui media stik angka. Melalui observasi pada siklus 1, telah teramati bahwa anak-anak sudah memiliki pemahaman dalam mengenal lambang bilangan 1 hingga 10, mampu menyebutkan setiap lambang bilangan 1 hingga 10, serta mampu menghubungkan bilangan tersebut dengan menggunakan media stik angka. Data yang diperoleh pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Tabel 12 menampilkan hasil observasi kemampuan mengenal angka dengan menggunakan media stick angka pada siklus 1 INDIKATOR NAMA SISWA Mengucapkan lambang bilangan 110 dengan media stik angka. Menata bilangan 1-10 dengan memanfaatkan media stik angka. Mengaitkan lambang bilangan 1-10 dengan pemanfaatan media stik SKOR SKOR SKOR BB MB BSH BSB BSH BSB BSH BSB Shanum Arum Arsya Artha ui ui Zaky ui ui Regina Azril Fajrin Bimbim Adnan ui Ilyas ui ui ui Jupri ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui ui BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Berdasarkan data yang tercantum dalam tabel sebelumnya, akan diuraikan evaluasi hasil indikator sebagai berikut: Tabel 13 memuat hasil observasi kemampuan mengenal angka pada silkus 1 Indikator Keterangan Jumlah Anak BSH BSB Mengucapkan memanfaatkan media stik Menata bilangan 1-10 dengan memanfaatkan media stik Mengaitkan lambang bilangan 1-10 dengan pemanfaatan media stik angka. Dari hasil penelitian yang diperoleh pada tabel diatas, maka hasil presentasenya akan dijelaskan sebagai berikut: Tabel 14 menunjukkan hasil presentase pada siklus 1 Indikator Persentase (%) Kategori Menyebutkan lambang bilangan 110 dengan menggunakan media stik Angka Berkembang Sangat Baik Berkembang Sangat Baik Berkembang Sangat Baik Mengurutkan bilangan 1-10 dengan menggunakan media stik Mengaitkan lambang bilangan 1-10 dengan pemanfaatan media stik angka. Rata-rata Indikator Keberhasilan 90,67 (Berkembang Sangat Bai. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari Grafik pengamatan kemampuan anak dalam mengenal angka pada Siklus 1 melalui media stik angka adalah sebagai berikut Grafik pengamatan kemampuan anak mengenal angka siklus 1 melalui media Stik Angka Menyebutkan lambang bilangan 1-10 Mengurutkan bilangan 1-10 dengan Menghubungkan lambang bilangan 1dengan menggunakan media stik menggunakan media stik angka 10 dengan menggunakan media stik Berdasarkan uraian data siklus 1 kemampuan siswa di TK Kartika V 15 Loa Janan dalam mengenal angka bilangan 1 hingga 10 pada kelompok B2 diantaranya: Anak-anak yang mampu menggunakan media stik angka untuk menyebutkan lambang bilangan terdiri dari 5 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan 7 anak yang berkembang sangat baik (BSB), mencapai persentase sebesar 90%. Anak-anak mampu menggunakan media stik angka untuk mengurutkan angka 1-10, terdiri dari 5 anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dan 7 anak yang berkembang sangat baik (BSB), mencapai persentase sebesar 90%. Anak-anak berhasil menggunakan media stik angka untuk menghubungkan angka 110, dimana 4 anak mengalami perkembangan sesuai harapan (BSH) dan 8 anak lainnya menunjukkan perkembangan yang sangat baik (BSB), dengan pencapaian persentase sebesar 92%. Refleksi Berdasarkan data diatas. Hasil refleksi pada siklus 1 bisa diuraikan sebagai berikut: Dalam siklus pertama, terlihat perkembangan yang membanggakan dalam kemampuan anak-anak mengenali lambang bilangan 1 hingga 10 dengan menggunakan media stik angka. Mereka mampu dengan fasih mengidentifikasi, menyusun berurutan, serta menghubungkan lambang-lambang bilangan tersebut menggunakan stik angka sebagai alat bantu. Penggunaan media ini tidak hanya membantu mereka memahami konsep bilangan, tetapi juga memberikan kesempatan praktis untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka secara langsung Hal ini menunjukkan bahwa media stik angka efektif dalam membantu anak-anak mengembangkan pemahaman yang kuat terhadap konsep bilangan pada tahap awal pembelajaran. Peningkatan keyakinan diri anak-anak menjadi salah satu hasil yang mencolok dari proses pembelajaran. Mereka menjadi lebih berani untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan terlibat aktif dalam proses belajar. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Melalui Bermain Stik Angka pada Kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan Dengan meningkatnya rasa percaya diri ini, lingkungan belajar menjadi lebih inklusif dan nyaman bagi mereka. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk merasa lebih bebas mengekspresikan ide-ide mereka dan terlibat secara aktif dalam interaksi pembelajaran, yang pada gilirannya dapat memperkaya pengalaman belajar mereka secara keseluruhan. Kemampuan siswa kelompok B2 mengenal lambang bilangan 1 sampai 10 dengan menggunakan media stik angka meningkat pada siklus 1 hal ini di ilustrasikan dalam tabel grafik berikut ini: Menyebutkan lambang bilangan 1- Mengurutkan bilangan 1-10 dengan Menghubungkan lambang bilangan 10 dengan menggunakan media stik menggunakan media stik angka 1-10 dengan menggunakan media stik angka Pra Siklus Siklus 1 Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelompok B2 dalam mengenal angka 1 sampai 10 melalui penggunaan media stik angka, peneliti melakukan serangkaian langkah dari pra-siklus hingga masuk ke siklus 1. Perubahan signifikan terlihat pada indikator pertama dimana anak-anak dapat menyebutkan lambang bilangan menggunakan stik angka. Hasil pra-siklus menunjukkan hanya 33% yang mampu, sementara pada siklus 1 meningkat tajam menjadi 90%, membuktikan keefektifan media stik angka dalam membantu anak-anak menyebutkan lambang bilangan 1 sampai 10. Pada indikator kedua, terjadi peningkatan yang signifikan saat anak-anak menggunakan stik angka untuk menyusun lambang bilangan 1 hingga 10. Sebelumnya, hanya sekitar 30% yang mampu Namun, setelah siklus pertama, angka tersebut melonjak hingga 90%, menandakan stik angka efektif dalam mendukung anak-anak menyusun lambang bilangan. Peningkatan besar ini menegaskan peran positif media stik angka dalam pemahaman konsep bilangan. Di indikator ketiga, penggunaan stik angka untuk menghubungkan angka 1-10 menunjukkan hasil yang signifikan. Dari 31% pada pra-siklus, naik menjadi 92% pada Hal ini menegaskan bahwa stik angka efektif dalam membantu siswa menghubungkan lambang bilangan 1 hingga 10. Dengan demikian, kemampuan mengenal angka melalui media stik angka pada kelompok B2 di TK Kartika V 15 Loa Janan berhasil mencapai indikator keberhasilan yang direncanakan oleh peneliti. Simpulan Dari analisis yang di lalukan tindakan kelas di atas, terlihat bahwa media stik angka efektif digunakan oleh siswa, baik dalam kelompok maupun secara individu. Pendekatan menggunakan stik angka dalam mengenalkan lambang bilangan 1 hingga 10 dirancang dengan beragam kegiatan yang bertujuan agar proses pembelajaran menjadi menarik dan mencegah kebosanan siswa. Upaya peningkatan kemampuan siswa kelompok B2 dalam mengenal angka 1 sampai 10 dengan menggunakan stik angka dari pra-siklus hingga siklus BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Nur Amaria Rosanda. Maerurotun Khasanah. Dewi Puriati. Devi Rahmasari 1 berhasil mencapai peningkatan yang signifikan. Stik angka terbukti mampu membantu siswa dalam merangkai lambang bilangan 1 hingga 10. Pentingnya kemampuan mengenal angka merupakan aspek kunci dalam perkembangan pribadi anak, khususnya dalam aspek Perkembangan kognitif mencerminkan bagaimana kemajuan dan fungsi koniktif anak memperlihatkan proses berfikir cerdas serta kemampuan anak dalam mengenali berbagai konsep, termasuk bahasa dan gambar. Referensi