Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 0216-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON http://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Kebutuhan Air Bersih Dan Kinerja Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih (Studi Kasus: Instalasi Pengolahan Air Cabang Banyuuri. Agung Setiawan1. Eko Riyanto1. Hari Sakti Nugroho1,* Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purwoejo Email: saktinugroho10@gmail. Abstrak. Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan yang tidak terbatas dan berkelanjutan. PDAM diharapkan mampu untuk mendistribusikan dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan baik dan merata melalui sistem distribusi pipa yang ada. Akan tetapi sebagian besar masalah yang sering dijumpai dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat adalah kehilangan air dan kecepatan air yang tidak merata. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui proyeksi kebutuhan air bersih PDAM cabang Banyuurip pada saat Tahun 2025 dan beda selisih ketersediaan air IPA cabang Banyuurip saat ini dengan proyeksi kebutuhan air bersih, serta mengetahui kinerja jaringan pipa distribusi air bersih PDAM cabang Banyuurip dengan software Epanet 2. Pada penelitian ini digunakan metode regresi linier dalam mencari proyeksi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip dan ditinjau ketersediaan air bersih IPA Banyuurip saat ini, serta digunakan software 0 dalam analisis kinerja jaringan pipa distribusi air bersih PDAM cabang Banyuurip. Berdasarkan analisis, besar kebutuhan air bersih PDAM Banyuurip pada saat Tahun 2025 adalah 186,73 l/detik sedangkan ketersediaan air IPA PDAM Banyuurip pada saat Tahun 2020 adalah 234,81 l/detik. Maka ketersediaan air saat ini masih lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan air pada saat Tahun 2025. Hasil simulasi hidrolis jaringan pipa distribusi air bersih PDAM Banyuurip dengan epanet 2. 0, pada pipa eksisting dari tekanan yang dihasilkan, 25,5 % node yang ada sudah memenuhi standar pressure, 74,5 % node belum memenuhi standar pressure, untuk kecepatan aliran yang dihasilkan, 14 % pipa yang ada sudah memenuhi standar velocity, 86 % pipa belum memenuhi standar velocity. Pada pipa rencana dari tekanan yang dihasilkan, 95,9 % node yang ada sudah memenuhi standar pressure, 4,1 % node belum memenuhi standar pressure, secara keseluruhan kecepatan aliran yang dihasilkan 21 % pipa yang ada sudah memenuhi standar velocity, 79 % pipa belum memenuhi standar velocity. Kata Kunci : Kebutuhan air. Ketersediaan air. Tekanan. Kecepatan aliran. Abstrack. The need for clean water is an unlimited and sustainable need. PDAM IS ecpected to be able to distribute and fulfill the communityAos clean water needs properly and evenly through the existing pipe distribution system. However, most of the problems often encountered in distributing clean water to the community are water loss and uneven water speed. The aim of this research is to find out the projected clean water needs of the Banyuurip branch PDAM in 2025 and the diference between the current availability of Banyuurip branch WTP water and the projected clean water needs, as well as knowing the performance of the Banyuurip branch PDAM clean water distribution pipe network with epanet 2. 0 software in this research, the linear regression mehod was used to find projections of community clean water needs in the Banyuurip branch PDAM service area and the current availability of Banyuurip WTP clean water was reviewed, and epanet 2. 0 software was used to analysze the performance of the Banyuurip PDAM branch clean water distribution pipe network. Based on the analysis. PDAM Banyuurip need for clean water in 2025 is 186,73 l/s, while PDAM BanyuuripAos WTP water availability in 2020 is 234,81 l/s. So the current water availability id still greater than the water demand in 2025. The result of the hyidraulic simulation of PDAM BanyuuripAos clean water distribution pipe network with epanet 2. 0, in the existing pressure produced, 25,5 % of the Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . existing nodes have meet the pressure standard, 74,5 % of nodes do not meet pressure standards, for the resulting flow velocity, 14 % of existing pipes meet velocity standards, 86 % of pipe do not meet velocity standards. In the planned pipeline of the resulting pressure, 95,9 % of the existing nodes have meet the pressure standard, 4. 1 % of the nodes have not met the pressure standard, overall the resulting flow velocity of 21 % of the existing pipes has meet the velocity standard, 79 % of the pipes have not meet velocity standards. Keyword : Water demand. Water availability. Pressure. Flow rate. Pendahuluan Air merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi kehidupan flora, fauna dan manusia di muka bumi, terutama untuk kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari diberbagai sektor kehidupan. Kegunaan air dalam setiap aspek kehidupan menjadi semakin berharga, maka kegiatan pengelolaan sumber daya air menjadi hal yang penting agar setiap masyarakat yang membutuhkan air dapat memperoleh akses yang sama untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Akses air minum dan sanitasi yang memadai berkontribusi langsung terhadap tingkat produktivitas masyarakat. Akan tetapi penggunaan air bersih oleh masyarakat pastinya akan semakin bertambah besar setiap tahunnya, sedangkan ketersediaan air yang ada belum tentu dapat mengimbangi kebutuhan air yang terus meningkat. Mengingat air bersih merupakan kebutuhan yang tidak terbatas dan berkelanjutan yang harus terpenuhi setiap saat, tidak hanya menyangkut debit yang cukup tetapi secara kualitas memenuhi standar yang berlaku dan secara kuantitas maupun kontinuitas harus dapat memenuhi kebutuhan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minu. Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dalam bidang pelayanan air bersih. PDAM diharapkan mampu untuk mendistribusikan dan memenuhi kebutuahan air bersih untuk masyarakat dengan baik dan merata melalui sistem distribusi pipa yang ada. Akan tetapi sebagian besar masalah yang sering dijumpai dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat adalah kehilangan air dan kecepatan air yang tidak merata. Maka dari itu PDAM Purworejo pelu meninjau kinerja jaringan distribusi air bersih untuk masyarakat khususnya di wilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip. Agar kebutuhan air bersih untuk masyarakat diwilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip bisa terpenuhi. Kajian Teori Pengertian Air Air merupakan salah satu senyawa di alam yang mempunyai peranan penting bagi aktivitas kehidupan manusia baik secara biologis maupun non biologis. Air merupakan pelarut kuat dan bersifat sangat polar, oleh karena itu hampir tak dijumpai air alami yang murni. Air selalu mengandung banyak senyawa lain yang terlarut seperti garam mineral, gas dan senyawa organik. Air beserta senyawa lain yang terlarut dan tersedia dalam jumlah besar sering disebut dengan air baku. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air yang disebut sebagai air minum adalah air yang telah diproses melalui pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum secara langsung. Sementara yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dimana kualitasnya telah memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum bilamana sudah dimasak. Analisis Kebutuhan Air Bersih Dalam menganalisa kebutuhan air bersih untuk wilayah pelayanan PDAM Banyuurip, dapat diprediksikan kebutuhan air bersih yang akan datang dengan menggunakan metode regresi linier. Berikut ini adalah rumus yang Y = a . x X) . dimana nilai a dan b dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini: Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . (OcycU). (OcycU 2 ) Oe(OcycU). (OcycUycU) . ycu(OcycU 2 ) Oe (OcycU)2 ycu(OcycUycU) Oe(OcycU). (OcycU) . ycu(OcycU 2 ) Oe (OcycU)2 = Variabel response atau variabel akibat = Variabel predictor atau variabel factor penyebab = Variabel konstan = Koefisien arah regresi linier = Jumlah data EPANET 2. Epanet 2. 0 adalah program komputer yang menggambarkan simulasi hidrolis dan kecenderungan kualitas air yang mengalir di dalam jaringan pipa. Jaringan itu sendiri terdiri dari Pipa. Node . itik koneksi pip. , pompa, katub, dan tangki air atau reservoir. Epanet 2. 0 menjajaki aliran air di tiap pipa, kondisi tekanan air di tiap titik dan kondisi konsentrasi bahan kimia yang mengalir di dalam pipa selama dalam periode pengaliran. Epanet memodelkan sistem distibusi air sebagai kumpulan garis yang menghubungkan node-node. Garis tersebut menggambarkan pipa, pompa dan katub kontrol. Node menggambarkan sambungan, tangki, dan reservoir. Adapun kelebihan dalam menggunakan 0 yaitu: Ukuran file setup dan software kecil sehingga tidak memerlukan waktu lama ketika mendownload file dan menginstal file. Kemampuan simulasi hidrolis yang handal. Dilengkapi dengan simulasi kualitas air. Interface yang sederhana sehingga mudah untuk digunakan. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menganalisis kebutuhan air bersih, ketersediaan air bersih dan kinerja jaringan distribusi air bersih untuk wilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip. Pada penelitian ini digunakan metode regresi linier dalam mencari proyeksi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip pada saat Tahun 2025 mendatang. Meninjau beda selisih antara ketersediaan air bersih IPA Banyuurip saat ini dengan proyeksi jumlah kebutuhan air bersih pada saat Tahun 2025. Membuat pemodelan jaringan pipa distribusi cabang Banyuurip dengan software epanet 2. 0 untuk menganalisis kinerja jaringan pipa distribusi air bersih PDAM cabang Banyuurip. Hasil Penelitian Analisis Kebutuhan Air Bersih PDAM Cabang Banyuurip PDAM Cabang Banyuurip melayani pelanggan . ambungan ruma. dari Kledung Kradenan. Condongsari. Candingasinan. Sumbersari. Banyuurip. Pakisrejo, dan Tegalrejo. Suplay air di PDAM Banyurip berasal dari tiga sumur pompa, yakni Pakisrejo. Demangan, dan Condongsari dengan jumlah total debit 20 l/detik. Namun dalam perkembangannya, debit ketiganya menurun. Data penggunaan air bersih oleh masyarakat di wilayah pelayanan PDAM cabang Banyuurip dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir, digunakan dalam mencari jumlah kebutuhan air bersih sampai Tahun 2025. Untuk mencari proyeksi kebutuhan air bersih di wilayah PDAM cabang Banyuurip dihitung menggunakan rumus regresi linier. Berikut merupakan perhitungan kebutuhan air bersih di wilayah PDAM Banyuurip. Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tabel 1. Data Jumlah Penggunaan Air Bersih PDAM Cabang Banyuurip Tahun Jumlah Penggunaa Air bersih . A/Tahu. Sumber : PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, 2021 Berdasarkan data pada Tabel 1 dicari variabel respon dan variabel prediktor yang dapat dilihat pada Tabel 2 Tahun Oc Sumber : hasil perhitungan Tabel 2. Perhitungan Variabel Respon Dan Variabel Prediktor X menunjukan Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2020 sedangkan Y menunjukan jumlah penggunaan air bersih dalam kurun waktu 10 Tahun terakhir. Maka perkiraan kebutuhan air bersih dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: = A (B x X) (OcycU). (OcycU 2 ) Oe(OcycU). (OcycUycU) ycu(OcycU 2 ) Oe (OcycU)2 . Oe. Oe . 2 = 3. ycu(OcycUycU) Oe(OcycU). (OcycU) ycu(OcycU 2 ) Oe (OcycU)2 . Oe. Oe . 2 = 155. dicari proyeksi untuk Tahun 2025: X = 15, maka Y = 3. 222,3x . = 5. 810 mA/tahun = 186,73 lt/detik Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Hasil perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih dari Tahun 2021 hingga Tahun 2025 dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih Tahun Kebutuhan Air Rata-rata . /deti. 167,04 171,97 176,89 181,81 186,73 Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan Tabel 3 di atas dibuat grafik grafik peningkatan jumlah kebutuhan air bersih dari tahun 2021 hingga tahun 2025 yang dapat dilihat pada Gambar 1. Kebutuhan Air . t/deti. 190,00 185,00 180,00 175,00 170,00 165,00 160,00 155,00 Kebutuhan Air 167,04 171,97 176,89 181,81 186,73 Gambar 1. Grafik proyeksi kebutuhan air bersih PDAM cabang Banyuurip Berdasarkan Grafik proyksi kebutuhan air bersih di atas dapat diketahui bahwa kebutuhan air mengalami peningkatan setiap Tahunnya dan pada saat Tahun 2025 jumlah kebutuhan air bersih yaitu sebesar 186,73 lt/detik. Analisis Ketersediaan Air PDAM Cabang Banyuurip Untuk mengetahui apakah ketersediaan air saat ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih pada saat Tahun 2025, dapat dilakukan dengan membandingkan data debit dari IPA PDAM cabang Banyuurip saat ini dengan hasil perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih pada saat Tahun 2025. Tabel 4. Data Produksi Debit Air PDAM Cabang Banyuurip Tahun Jumlah Penggunaa Air bersih . A/Tahu. 184,81 187,82 188,96 197,11 203,65 202,35 208,69 Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Tahun Jumlah Penggunaa Air bersih . A/Tahu. 199,89 211,24 234,81 Sumber : PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, 2021 Diketahui produksi Debit air IPA PDAM cabang Banyuurip pada Tahun 2020 adalah sebesar 234,81 lt/detik. Dengan membandingkan besar kebutuhan air bersih PDAM cabang Banyuurip pada saat Tahun 2025 yaitu sebesar 186,73 lt/detik. Maka dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air saat ini 234,81 lt/detik, masih lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan air pada saat tahun 2025 yaitu sebesar 186,73 lt/detik. Tahapan Analisis Pipa Jaringan Distribusi Cabang Banyuurip Dengan EPANET 2. Tahapan dalam membuat analisis tekanan . , kecepatan aliran . dan kehilangan tenaga . menggunakan peogram Epanet 2. 0 adalah sebagai berikut: Pertama buat reservoir. Pada bagian toolbars klik Add reservoir kemudian klik di lokasi reservoir berada pada peta jaringan. Selanjutnya buat junction . Klik Add junction kemudian klik dilokasi titik percabangan pada peta Mulai dari node 1 dan seterusnya. Kemudian buat pipa. Klik Add Pipe kemudian klik dengan menghubungkan node 1 dan 2 dan seterusnya sampai node terakhir. Terakhir buat pompa . ila menggunakan pomp. Klik Add Pump kemudian klik pada reservoir dan hubungkan ke node 1. Menginput data-data pada setiap junction . yaitu data elevasi dan base demand. Dengan cara pilih kategori data yang ada pada jendela browser, pilih kategori junction kemudian klik edit akan muncul jendela properti editor seperti pada gambar 14. Masukan data yang akan diinput ke dalam Epanet. Contoh pada junction 1 elevasi sebesar 40 m dan base demand sebesar 0,4 lt/detik. Setelah selesai menginput data untuk setiap node. Selanjutnya menginput data-data untuk setiap pipa yang berupa data panjang pipa, diameter pipa dan koefisien kekasaran pipa . Contoh pada pipa 1 panjang pipa . sebesar 20,99 m, diameter pipa sebesar 165 m, roughness untuk pipa PVC sebesar 140. Setelah semua data selesai diinput, pilih Project>>Run analysis. Kemudian akan muncul running success. Jika run tidak berhasil, maka akan muncul jendela pemberitahuan yang mengindikasikan masalah apa yang terjadi. Terakhir pilih Report>>Table Atau pada menu toolbars klik tabel. Untuk menampilkan tabel hasil link dan node setelah di run. Hasil dari pressure, headloss, dan velocity dapat dilihat pada tabel 5 dan tabel 6. Hasil Simulasi Pipa Eksisting Cabang Banyuurip Hasil running dari Epanet 2. 0 adalah output berupa pressure, velocity, dan headloss pada jaringan pipa Hasil dari running jaringan cabang Banyuurip adalah sebagai berikut: Pressure pipa eksisting Tabel 5. Hasil running pressure pipa eksisting PDAM Banyuurip Network Table - Nodes Elevation Demand Pressure Node ID LPS Junc 1 0,04 0,94 Junc 2 0,04 -0,17 Junc 3 0,16 -0,19 Junc 4 0,18 -2,33 Junc 5 0,08 -2,48 Sumber : hasil perhitungan epanet 2. Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Hasil simulasi jaringan pipa eksisting air bersih PDAM cabang Banyuurip dari Epanet 2. 0 pada Tabel 19 menunujukan terdapat negatif pressure dibeberapa titik node. Tekanan tertinggi terjadi pada node 63 dengan hasil sebesar 21,33 m dan tekanan terendah terjadi pada node 73 dengan hasil sebesar -9,01 m. Dari 98 node yang ada sesuai dengan Permen No. 18 Tahun 2007 untuk kriteria standar pressure . m Ae 80 . , ada 25 node yang sudah memenuhi standar pressure dengan presentase sebesar 25,5 % dan ada 73 node yang belum memenuhi standar pressure dengan presentase sebesar 74,5 %. Berdasarkan Tabel 5 di atas dibuat grafik preesure sebagai berikut: Gambar 2. Grafik analisis pressure pipa eksisting Velocity dan Headlos pipa eksisting Tabel 6. Hasil running pressure pipa eksisting PDAM Banyuurip Network Table - Nodes Diameter Velocity Unit Headloss Node ID m/km Pipe P1 0,94 5,28 Pipe P2 0,94 5,26 Pipe P3 0,55 1,97 Pipe P4 0,54 1,92 Pipe P5 0,52 1,79 Sumber : hasil perhitungan epanet 2. Hasil simulasi pipa eksisting PDAM cabang Banyuurip pada Tabel 20 diperoleh kecepatan aliran tertinggi terjadi pada pipa 1 dengan hasil sebesar 5,28 m/detik dan hasil terendah terjadi pada 3 pipa yaitu pipa 14, pipa 15 dan pipa 73 dengan hasil sebesar 0,00 m/detik. Dari 100 pipa yang ada hasil velocity menunjukan ada 14 pipa yang telah memenuhi kriteria standar velocity . ,3 m/s Ae 3 m/. sesuai dengan Permen PU No. 18 Tahun 2007, dengan presentase sebesar 14 % dan velocity dengan hasil di bawah standar velocity ada 86 pipa dengan presentase 86 %. Berdasarkan Tabel 6 di atas dibuat grafik velocity dan Headloss sebagai berikut: Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Gambar 3. Grafik analisis velocity pipa eksisting Gambar 4. Grafik analisis headloss pipa eksisting Hasil Simulasi Pipa Rencana Cabang Banyuurip Berdasarkan Tabel 5 dan Tabel 6 di atas hasil simulasi dari epanet menunjukan bahwa tekanan dan kecepatan aliran pada pipa eksisting PDAM Banyuurip masih belum memenuhi standar sesuai dengan Permen PU No. Tahun 2007. Hal ini dikarenakan elevasi reservoir lebih rendah dari elevasi titik node dan banyaknya belokan pada pipa sehingga terjadi kehilangan tenaga disepanjang pipa. Untuk menyelesaikan persoalan teknis tersebut dilakukan solusi dengan menaikan elevasi reservoir dan menurunkan elevasi dibeberapa titik node serta memperkecil diameter pipa yang digunakan. Adapun hasil running dari pipa rencana ditunjukan pada Tabel 7 dan Tabel 8. Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Pressure pipa rencana Tabel 7. Hasil running pressure pipa rencana PDAM Banyuurip Network Table - Nodes Elevation Demand Pressure Node ID LPS Junc 1 0,04 11,93 Junc 2 0,40 11,82 Junc 3 0,16 11,80 Junc 4 0,18 11,69 Junc 5 0,08 11,56 Sumber : hasil perhitungan epanet 2. Hasil running dari epanet untuk pipa rencana pada Tabel 7 diperoleh nilai tekanan tertinggi terjadi pada node 63 dengan hasil sebesar 31,88 m dan nilai tekanan terendah terjadi pada node 73 dengan hasil sebesar 6,02 m. Berdasarkan simulasi nilai pressure sudah menunujukan hasil yang positif. Dari 98 node yang ada, ada 94 node yang sudah memenuhi standar pressure . m Ae 80 . sesuai dengan Permen PU No. 18 Tahun 2007, dengan presentase sebesar 95,9 % dengan demikian pendistribusian air bersih di wilayah pelayanan PDAM Banyuurip sudah tercukupi, namun masih ada 4 node yang belum memenuhi kriteria standar pressure yaitu pada node 72, node 73, node 74 dan node 75 dengan presentase sebesar 4,1 % hal ini dikarenakan selisih elevasi reservoir dengan elevasi node cukup besar. Berdasarkan Tabel 7 di atas dibuat grafik preesure sebagai berikut: Gambar 5. Grafik analisis pressure pipa rencana Velocity dan Headlos pipa rencana Tabel 6. Hasil running pressure pipa eksisting PDAM Banyuurip Network Table - Nodes Node ID Pipe P1 Pipe P2 Pipe P3 Diameter Velocity Unit Headloss 0,96 0,95 0,50 m/km 5,46 5,44 1,66 Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . 0,50 0,48 Pipe P4 Pipe P5 Sumber : hasil perhitungan epanet 2. 1,61 1,50 Hasil running dari Epanet pipa rencana pada Tabel 21 diperoleh nilai kecepatan aliran tertinggi terjadi pada pipa 1 dengan hasil sebesar 0,96 m dan nilai kecepatan aliran terendah terjadi pada 4 pipa yaitu pada pipa 15, pipa 38, pipa 62 dan pipa 73 dengan hasil sebesar 0,01 m. Dari 100 pipa yang ada, ada 21 pipa yang sudah memenuhi standar velocity . ,3 m/s Ae 3,0 m/. sesuai dengan Permen No. 18 Tahun 2007, dengan presentase sebasar 21 % dan ada 79 pipa yang belum memenuhi standar velocity dengan presentase sebesar 79 %. Berdasarkan Tabel 8 di atas dibuat grafik veloxity dan Headloss sebagai berikut: Gambar 6. Grafik analisis velocity pipa rencana Gambar 7. Grafik analisis headloss pipa rencana Agung Setiawan dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 . Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Hasil perhitungan dengan metode regresi linier menunjukan bahwa besar kebutuhan air bersih di wilayah PDAM cabang Banyuurip dari Tahun 2021 sampai Tahun 2025 terus mengalami peningkatan dan pada saat Tahun 2025 besar kebutuhan air bersih adalah sebesar 186,73 l/detik. Data produksi debit air bersih PDAM cabang Banyuurip pada saat Tahun 2020 adalah sebesar 234,81 l/detik. Sementara kebutuhan air bersih pada saat Tahun 2025 adalah sebesar 186,73 lt/detik. Dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air PDAM cabang Banyuurip pada saat Tahun 2020 masih mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan sampai Tahun 2025 mendatang. Hasil simulasi hidrolis jaringan pipa distribusi air bersih di wilayah pelayanan PDAM Banyuurip dengan software epanet 2. 0, pada pipa eksisting berdasarkan tekanan . yang dihasilkan, jaringan pipa eksisting masih belum berfungsi dengan baik, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2007. Hasil simulasi hidrolis dengan epanet pada pipa rencana. Tekanan . yang dihasilkan sudah menunjukan hasil yang positif, dengan demikian pendistribusian air bersih di wilayah pelayanan PDAM Banyuurip sudah tercukupi. Secara keseluruhan kecepatan aliran . yang dihasilkan sebesar 79 % pipa yang ada masih belum berfungsi dengan baik, sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun Saran Penelitian selanjutnya bisa digunakan metode lain dalam mencari proyeksi kebutuhan air bersih seperti metode geometrik dan metode aritmatik. Penelitian selanjutnya bisa dicari proyeksi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan domestik dan non domestik. Penelitian selanjutnya bisa digunakan software Waternet untuk melakukan analisis hidrolis jaringan perpipaan. Daftar Pustaka