AHSANA MEDIA Jurnal Pemikiran. Pendidikan dan Penelitian Ke-Islaman P-ISSN : 2354-9424 E-ISSN : 2549-7642 Vol. No. 2 Juli 2024 http://journal. id/index. php/ahsanamedia METODOLOGI K. H AHMAD DAHLAN Lany Farikha lanyfarikha1@gmail. Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia ABSTRAK Dalam konteks Metodologi pendidikan, umat islam dituntut untuk berpikir dan bekerja keras dalam menyiapkan dan merancang visi misi dan strategi sistem pendidikan islam. Salah satu tokoh intelektual umat islam yang berupaya keras merekonstruksi sistem pendidikan nasional yaitu K. Ahmad Dahlan. Dalam mengimplementasikan pendidikan. H Ahmad Dahlan mengintegrasikan materi pendidikan agama dan umum dalam kurikulum yang mirip dengan sekolah belanda yang disesuaikan dengan nilai-nilai islam Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau wawawncara dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif baik berupa tulisan atau ungkapan yang diperoleh langsung dari lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah. Di dalam pendidikan yang dirancang K. H Ahmad Dahlan memiliki tiga aspek utama yaitu: pendidikan moral dan akhlak, pendidikan individu, dan pendidikan kemasyarakatan. Bertujuan untuk menciptakan generasi yang pandai dan beriman, juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Menerapkan metode pembelajaran yang berfokus pada praktik, diskusi, tanya jawab, dan keteladanan. Konsep kurikulum dan metode pendidikan islam di era modern sekarang yang digagas oleh K. H Ahmad Dahlan masih sangat relevan. Pendidikan islam diharuskan memperhatikan nilai-nilai moral, spiritual, dan keilmuan islam dalam mengintegrasikan aspek kehidupan. Kata Kunci: Metodologi Pendidikan. Kurikulum dan metode. H Ahmad Dahlan. ABSTRACT In the context of educational methodology. Muslims are required to think and work hard in preparing and designing the vision, mission and strategy of the Islamic education system. One of the Muslim intellectual figures who worked hard to reconstruct the national education system was Ahmad Dahlan. In implementing education. H Ahmad Dahlan integrates religious and general education material in a curriculum similar to Dutch schools which is adapted to Islamic This research uses field research or interviews and documentation using a descriptive qualitative approach, namely a research process that produces data descriptive in the form of writing or expressions obtained directly from the field. The results of this research are. The education designed by K. H Ahmad Dahlan has three main aspects, namely: moral and ethical education, individual education, and community education. Aims to create a generation that is intelligent and faithful, also responsive to the needs of society and the environment. Applying learning methods that focus on practice, discussion, question and answer, and examples. The concept of curriculum and methods of Islamic education in the modern era, which K. H Ahmad Dahlan initiated, is still very relevant. Islamic education is required to pay attention to Islamic moral, spiritual, and scientific values in integrating aspects of life. Keywords: Educational Methodology. Curriculum, and methods. H Ahmad Dahlan. Lany Farikha PENDAHULUAN tanggung jawab, dengan dipertanggungjwabkan Islam mengajarkan bahwa, anak yang adanya pedoman dan aturan yang jelas. Oleh lahir ke dunia mempunyai hak-hak yang tertentu karena itu, islam memberikan panduan umum yang harus ditunaikan oleh orang tuanya terkait pelaksanaan pendidikan melalui konsep sebagai pelaksanaan Pendidikan Islam berperan dasar yang harus dijabarkan dan diaplikasikan oleh manusia dalam praktik Pendidikan. Dalam menghadapi era globalisasi yang pembentukan karakter dan moral serta sebagai penuh tantangan, maka umat islam dituntut proses pengenalan nilai-nilai moral untuk untuk berpikir menyiapkan danmerancang visi misi dan strategi sistem pendidikan islam. Salah satu tokoh Namun saat ini nilai-nilai moral yang Islam menjadi kekuatan pembebas. 2 Pendidikan Islam intelektual umat islam yang berupaya keras pendidikan nasional yaitu K. H Ahmad Dahlan. bertujuan untuk membentuk pribadi Muslim H ahmad Dahlam merupakan salah satu yang utuh, mengembangkan seluruh potensi tokoh pendidikan islam di nusantara indonesia manusia baik fisik maupun spiritual, serta sekaligus pendiri organisasi Muhamadiyah. memajukan hubungan yang harmonis antara Sejak berdiridnya Muhammadiyah. H Ahmad individu dengan Allah, sesama manusia, dan Dahlan memiliki rasa semangat beliau dalam alam semesta. 3 Idealnya, tujuan pendidikan mengajak para masyarakat miskin dan yatim Islam ialah untuk menciptakan manusia yang piatu dengan membangun panti asuhan untuk ikut dalam berbagai kegiatan pendidikan yang Pendidikan merupakan bagian dari tugas kekhalifahan Dalam bidang pendidikan. H Ahmad manusia yang harus dilaksanakan dengan penuh Dahlan juga mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Supandi. Supandi. Abdul Khobir, and Kurratul Aini. AuMEMBANGUN CITRA DAN REPUTASI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI STRATEGI MARKETING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAMAy. AL-MAFAZI: JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT 2 :24-36. https://ejournal. id/index. php/mpi/article/view/228. Mohammad Shofa. Pendidikan Berparadigma Profektif (Yogyakarta: IRCiSoD, 2. Indah Arlini and Acep Mulyadi. AoPemikiran K. Ahmad Dahlan Tentang Pendidikan Islam (Studi Penelitian Kepustakaa. Ao, 14. Ialamiyah. Sebuah Kweekschool yang menggabungkan pendidikan Zuhairini. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1. Putri Yuliasari. AoRelevansi Konsep Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan Di Abad 21Ao. Assalam, 1 . Abdul Halik. AoParadigm of Islamic Education in the Future: The Integration of Islamic Boarding School and Favorite SchoolAo. Information Management and Business Review, 8. , 24Ae32 Lany Farikha agama dengan pengetahuan umum. 7 Selain itu, mengembangkan kemampuan peserta didik Organisasi yang didirikan K. H Ahmad Dahlan dalam keilmuannya. yaitu Muhammadiyah menjadi pionir dalam Demikian dalam pemahaman K. Ahmad modernisasi penndidikan islam di indonesia Dahla mengenai konsep dasar metode dan yaitu mengintegrasikan pelajaran islam ke Muhammadiyah diterapkannya, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan sistem pendidikan Islam yang Mengenalkannya konsep pendidikan modern perkembangan saat ini. METODE PENELITIAN Islam Penelitian ini menggunakan paradigma signifikan terhadap perkembangan pendidikan penelitian kualitatif dengan fokus pada metode Jenis penelitian ini ialah penelitian Reformasi Sebelum Penelitian . ibrary pendidikan Islam oleh KH. Ahmad Dahlan, researc. untuk mengkaji mengenai K. Ahmad Dahlan. dalam penelitiannya. metode ini yaitu mengumpulkan informasi dan data dengan sorogan, wetonan, dan hafalan. Namun, setelah menggunakan berbagai bahan yang terdapat di perpustakaan seperti buku, jurnal, dokumen perkembangan zaman. KH. Ahmad Dahlan publikasi ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, jurnal, majalah, internet, hasil penelitian, sejarah Islam praktik dalam proses pengajaran. Menurut KH. Ahmad Dahlan dan sumber lain yang sesuai. Dengan diperlukan untuk penelitian diperoleh dari metode kreatif produktif di mana tujuan utama sumber perpustakaan tanpa penelitian lapangan. dari kegiatan belajar mengajar adalah untuk Metode ini digunakan karena tujuan pekerjaan Rohman. Haris, and S. Supandi. AuROKAT BHELIONE: MEMAKNAI TRADISI LOCAL WISDOM MASYARAKAT PAMEKASAN SAAT ANGGOTA KELUARGA MENINGGAL DUNIAAy, alulum, vol. 3, pp. Jul. Rima Marliza and Hudaidah. AoAuDampak Pemikiran Kh. Ahmad Dahlan Pada Bidang Pendidikan IslamAyAo, 3. Tri Setiyarini. AoPandangan K. Ahmad Dahlan Tentang Pembelajaran Kreatif-Produktif,AyAo. Photosynthetica. Fandi Ahmad. AoPemikiran K. Ahmad Dahlan Tentang Pendidikan Dan Implementasinya Di Smp Muhammadiyah 6 Yogyakarta Tahun 2014/2015Ao. Profetika. Jurnal Studi Islam, 16. , 144Ae54 Lany Farikha mencerminkan jati dirinya. Kedua orangtuanya mengumpulkan informasi dari literatur yang mengarahkan dan membimbing mempelajari pendidikannya berbagai guru Kyai yaitu seperti menggunakan studi konsep yaitu pemikiran KH. Muhammad shaleh dalam ilmu Fikih. KH. tokoh, digunakan sebagai metode penelitian. Muhsin dalam ilmu Nahwu Sharaf. Kyai Pendekatan ini mengacu pada pemahaman suatu Mahfud dan Syekh KH Ayyat dalam ilmu Hadits. Syaikh Amin dan Sayid Bakri dalam pemikiran Islam, seperti kalam, dalam bidang Ilmu Alquran, dan terakhir Syekh Hasan dalam filsafat Islam . ermasuk hukum, pendidikan dan Ilmu Kedokteran. Beliau dalam mempelajari dakwa. dan tasawuf. Sehubungan dengan ilmu tersebut dengan semangat,tekun dan penelitian ini tujuannya adalah untuk menjawab Dengan penuh semangat tekadnya dan memecahkan permasalahan departemen dalam bidang ilmu agama dan kepedulinya dengan memahami konsep atau cara berpikir terhadap umat islam semakin menguatkan para ahli tertentu. Peneliti ini menggunakan cita-cita dan pendidikan di pesantren yang mulai Metodologi Pendidikan IslamK. H Ahmad Dahlan. pendidikan kehidupan beragama. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Kurikulum Pendidikan Islam dalam H Ahmad Dahlan lahir dikampung kauman. Yogyakarta, pada tanggal 1 Agustus Prespektif K. H Ahmad Dahlan H Ahmad Dahlan merupakan sosok 1869 M/1295 H. Beliau putra keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan K. H Abu Bakar pejabat Khatib Masjid kesultanan dan Siti bangsa Indonesia. Pada masa kolonialisme Aminah putri. Belanda, umat Islam tertinggal secara ekonomi. Ibrahim pejabat penghulu kesultanan. sosial dan politik karena tidak mempunyai Sejak Usia balita. H Ahmad Dahlan sudah pemerintahan atau sektor swasta. Maka K. Ahmad Dahlan berusaha memperbaiki sistem pendidikan agama yang diberikan oleh kedua pendidikan Islam. Tujuan K. H Ahmad Dahlan dalam pendidikan Islam adalah membentuk H Ahmad Dahlan menerima pengajaran umat Islam yang berakhlak mulia, bertakwa dan pendidikan islam tidak hanya dari kedua siap berjuang untuk mencapai kesuksesan. orangtuanya, tetapi juga melalui interaksi sosial Proses pembinaan tersebut diharapkan dapat melahirkan pejuang Islam yang berkualitas. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif DanR&D (CV Afabeta, 2. Berdasarkan perkataan Lany Farikha H Ahmad Dahlan yaitu: AuDadijo Kjai dan Hadis dengan akal, kerjasama antara agama, kebudayaan, dan kemajuan peradaban, hukum Ay (Jadilah orang yang maju, kausalitas perubahan, nafsu dan kehendak, jangan lelah bekerja untuk muhammadiya. musyawarah, pembuktian kebenaran Al-Qur'an Ahmad Dahlan pendidikan Islam dikelola secara modern dan Menurut Shobahiya, dasar pendidikan menurut K. Ahmad Dahlan yang perlu perkembangan zaman. Untuk itu, pendidikan ditegakkan dan dijalankan mencakup: Islam harus bersifat terbuka, inovatif, dan Pendidikan Dalam manusia di dalamnya, serta akhlak. Upaya menanamkan karakter baik berdasarkan Al- Ahmad Dahlan telah memasukkan materi Qur'an dan As-Sunnah, membentuk akhlak pendidikan agama dan umum secara integratif memahami isi kandungan Al-Qur'an dan sekolah-sekolah Kurikulum yang dikembangkan oleh K. Hadis,13 Ahmad Dahlan meniru kurikulum sekolah Pendidikan Upaya Belanda, dengan penekanan lebih besar pada ilmu-ilmu umum. Sedangkan untuk aspek keagamaan, lulusan sekolah Muhammadiyah minimal harus mampu melaksanakan shalat keyakinan dan intelektual, serta hubungan lima waktu, shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, dunia dan akhirat. Aqidah tauhid dalam Islam menulis huruf Arab, memahami prinsip-prinsip adalah keyakinan yang membentuk setiap bidAoah, khurafat, syirik, dan ajaran Islam yang benar. individu, yang dibutuhkan manusia untuk Materi pendidikan yang diajarkan oleh K. membentuk pandangannya,14 Ahmad Dahlan mencakup Al-Qur'an dan Hadis. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuAdaptasi eLearning dalam Pendidikan Islam: Membangun Pendekatan Kolaboratif-Inklusif Untuk Kemajuan Lembaga Madrasah & Pesantren di MaduraAy. Kariman. Pen. Keis, vol. 12, no. 1, pp. 120Ae138. Jun. Supandi. Subhan, and A. Hobir. AuPERBANDINGAN METODE PENGAJARAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Studi di Lembaga Pendidikan Internasional ABFA PamekasanAy, j. 3, no. 1, pp. 40Ae50. May 2024. Materi Al-Qur'an dan Hadis meliputi: ibadah, persamaan derajat, peran Syamsul dan Mahrus. Erwin. Kurniawan. AoJejak Pemikiran Tokoh Pendidikan IslamAo. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011 Lany Farikha Pendidikan menumbuhkan kesediaan Upaya Dan metode Sorogan, yaitu metode pengajaran dimana santri cukup baik membaca hidup bermasyarakat, menciptakan generasi . yang peka terhadap lingkungan sekitar, kiyai, kiyai segera memperbaiki kesalahan mempererat hubungan antar manusia . ablu Metode ini dapat dikatakan sebagai minan naa. dan hubungan dengan alam proses belajar mengajar yang bersifat individual . ablu bil ala. dimana siswa berusaha memperoleh hasil Dengan Ahmad Dahlan memadukan materi pendidikan pengawasan guru atau kiyai. Metode yang umum dan agama, dan Pendidikan Islam yang digagas K. Ahmad Dahlan sangat relevan membaca teks kitab tersebut dalam bahasa untuk diterapkan sekarang dan di masa depan, daerahnya dan para santri menyimak baik-baik dengan tujuan meningkatkan kualitas dinamika apa yang dibaca Kyai. kehidupan masyarakat dan akhlak. Ketiga Kiai Konsep Metode Pendidikan Islam dalam melibatkan kegiatan belajar siswa menghafal Prespektif K. H Ahmad Dahlan suatu teks tertentu di bawah bimbingan dan Sistem pendidikan yang berkembang di instruksi guru. Terakhir, metode presentasi. Indonesia yaitu pesantren dan pendidikan Barat. dalam ibadah, metode ini digunakan untuk Posisi K. H Ahmad Dahlan mempunyai dua mengetahui apakah siswa mempelajari teori dan permasalahan utama pada lembaga pendidikan mempraktikkannya secara langsung. Ibadah ini Islam khususnya pesantren. Metode pengajaran dapat dilakukan sendiri atau berkelompok dengan bimbingan dan arahan para kiai. Maka dalam penemuannya ini, menggunakan metode yang pertama yaitu Ahmad Dahlan tetap menggunakan metode Veton dan Sorogan. Metode pengajaran metode pengajaran tradisional. Wetonan . atau metode dimana kiyai Dari bebebrapa penjelasan terlihat jelas membacakan suatu kitab dalam waktu tertentu bahwa sistem pendidikan yang dikembangkan sedangkan santri membawa kitab yang sama kemudian santri menyimak dan menyimak bacaan kiyai tersebut. Dapat merupakan proses belajar membaca Al-QurAoan dilakukan untuk saling belajar tentang hal yang Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. Pondok Pesantren Dan Madrasah Diniyah Pertumbuhan Dan Perkembangannya (Jakarta, 2. Khadavi. Syahri. Nuryami, and S. Supandi. AuREVITALISASI NILAI RELIGIUSITAS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DI STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGOAy, alulum, vol. 11, no. 2, pp. May 2024. Lany Farikha oleh K. H Ahmad Dahlan berbeda dengan model jasmani dan rohani, kreatif, cakap, aktif, sadar pembelajaran yang digunakan pada pendidikan tradisional pada masa itu. H Ahmad Dahlan Republik Indonesia No. pada tahun 2003 melakukan inovasi dalam metode dan model tentang sistem pendidikan nasional. pengajaran yang digunakan. Undang-undang Pendidikan Islam dimulai oleh K. H Ahmad Dahlan menggunakan model Ahmad Dahlan dan metode pendidikan, mengingat beberapa pemikiran: pendidikan Islam tradisionalis dan komponen pendidikan yang digunakan Kedua model ini mencerminkan lembaga pendidikan Belanda (Hindia Beland. respon terhadap kebutuhan pelatihan yang Berdasarkan gagasan reformasi yang digagas berubah dari waktu ke waktu, beradaptasi H Ahmad Dahlan, ia mampu mengadopsi dan dengan waktu dan perkembangan teknologi. kemudian menerapkan metode pengajaran yang Konsep pendidikan Islam ini tetap mengikuti dianggap baru pada saat itu di sekolah-sekolah landasan dasar . pendidikan Islam, dan madrasah tradisional yang ia dirikan. yaitu pemanfaatan teknologi dalam pengajaran Metode pengajaran seperti inilah yang dan dakwah, namun mengutamakan sopan digunakan oleh Ahmad Dahlan, yang tidak santun, kemanfaatan dan ilmu keislaman sesuai hanya menekankan pada pemahaman teoritis. Al- Quran dan Hadits. namun juga memberikan perhatian khusus pada Sehingga Ahmad Dahlan menekankan bahwa Islam diajarkan dalam mengajar dan berdakwah tidak meningkatkan taraf hidup, kebebasan berkreasi, hanya dipahami, namun juga diapresiasi dan kebaikan moral dan tanggung jawab atas diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka kebaikan hidup, serta beriman pada tauhid. berjuang dengan kesabaran dan kegigihan Pendidikan Islam hendaknya menghidupkan melawan ketidaktahuan masyarakat tertindas pikiran dan mengembangkan rasa cinta terhadap pada akhirnya akan membuahkan hasil yang Relevansi Kurikulum Metode Pendidikan Islam dalam Prespektif K. H Ahmad Dahlan Konsep Islam dianjurkan oleh K. Ahmad Dahlan masih relevan hingga saat ini sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern. Tujuan pendidikan K. Ahmad Dahlan bertujuan untuk mewujudkan generasi yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat pengetahuan dan teknologi yang Sahibuddin. Supandi. Untung, and Akhmadul Faruq. AuMadrasah Committee: Implementation of AoMerdeka BelajarAo and The Progress of Islamic Education in PamekasanAy, tadr. , vol. 19, no. 1, pp. Apr. Adawiyah and S. Supandi. AuPERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH ASH-SHIDDIQI KELURAHAN KOWEL PAMEKASANAy. AHSANAMEDIA, vol. 10, no. 1, pp. Feb. Lany Farikha meningkat, pendidikan agama Islam harus tetap pendidikan agama dan umum dalam kurikulum terbuka dengan tetap memperhatikan kebaikan yang mirip dengan sekolah belanda yang moral, kemanusiaan dan keimanan pada tauhid. disesuaikan dengan nilai-nilai islam. Di dalam Tiga Landasan Pendidikan Islam K. pendidikan yang dirancang K. H Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan yang masih eksis sampai memiliki tiga aspek utama yaitu: pendidikan Pendidikan Akhlak, moral dan akhlak, pendidikan individu, dan Pendidikan pendidikan kemasyarakatan. Bertujuan untuk Pendidikan menciptakan generasi yang pandai dan beriman, mengajarkan untuk berbagi pengetahuan dan juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat informasi untuk menghadapi perubahan dan dan lingkungan. Dan dalam implementasi perkembangan seiring berjalannya waktu. pendidikan menerapkan metode pembelajaran Pendidikan Kemasyarakatan. Pemikiran Pendidikan Islam Ahmad Dahlan yang berfokus pada praktik, diskusi, tanya jawab, dan keteladanan. seorang muslim mempelajari dan mengkaji DAFTAR PUSTAKA