Cara Mengutip (Gaya APA): Nur Azizah Alawiyah, dan Karsono. Pengaruh Kebiasaan Membaca Melalui Perpustakaan Digital BukuAku Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas V S se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 526-533. https://doi. org/10. 20961/ddi. Pengaruh Kebiasaan Membaca Melalui Perpustakaan Digital BukuAku Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas V SD se-Gugus i Kecamatan Banjarsari Nur Azizah Alawiyah1, dan Karsono2 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: azizahalawiyah@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: Digital library. reading habits. BukuAku. elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak This study aims to examine the use of the BukuAku digital library in supporting reading comprehension among fifth-grade elemntary student in Gugus i. Banjarsari District. While digital libraries have potenstial to increase access to reading materials, their effectiveness in enhacing studentAos reading comprehension remains uncertain. This research apllies a quantitative approach with a quasi-experimental design involving one experimental class using BukuAku and one control class using the LetAos Read application. Data were collected through pretest, post-test, and reading habit questionnaires an analyzed using the Mann-Whitney test. Wilcoxon signed-rank test, and effect size. The result show that although experimental groupAos post-test score improved, the increase was not statistically significant. However, the experimental group demonstrated significantly higher reading habit scores than the control group. These findings indicate that digital libraries like BukuAku have potential but require structured instructional strategies and teacher support to effectively enhace reading comprehension in elementary school PENDAHULUAN Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Latar Belakang Penelitian Kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi esensial dalam pendidikan dasar yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan belajar peserta didik. Kemampuan ini tidak hanya menuntut peserta didik untuk membaca teks secara literal, tetapi juga mengasah keterampilan dalam menafsirkan, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi informasi secara kritis (Abusamra et al. , 2. Membaca pemahaman yang baik menjadi fondasi bagi penguasaan materi pelajaran sekaligus mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik (Asih et al. , 2. Aktivitas ini mencakup kemampuan menemukan ide pokok dan memahami informasi secara menyeluruh yang mewakili isi bacaan (Pratiwi et al. , 2. Lebih dari itu, peserta didik diharapkan mampu menafsirkan, menghayati, serta merespons bacaan dengan menerapkan strategi pemahaman yang tepat (Lestari et al. , 2. Namun, pada praktiknya, banyak peserta didik masih mengalami kesulitan memahami isi bacaan secara mendalam. Mereka cenderung membaca tanpa benar-benar memahami maknanya, yang sering kali disebabkan oleh rendahnya kesadaran literasi dan kebiasaan membaca (Raudah, 2. Masalah Penelitian Data Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-69 dari 81 negara dalam kategori kemampuan membaca pemahaman, dengan skor literasi membaca pemahaman sebesar 359, di bawah rata-rata negara OECD (OECD, 2. Meskipun demikian, angka melek huruf masyarakat Indonesia telah mencapai 96,35% (BPS. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan dasar membaca dan kemampuan membaca pemahaman. Indeks Aktivitas Literasi Membaca Nasional pun menunjukkan hasil serupa. dari 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 71% masih berada dalam kategori aktivitas literasi rendah (Solihin et al. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman juga terlihat dari hasil observasi dan wawancara pra-penelitian di beberapa sekolah dasar di Gugus i Kecamatan Banjarsari. Berdasarkan nilai AKM di SD Negeri Praon dan nilai ASTS di SD Negeri Purworejo No. 35, kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V masih tergolong rendah. Guru kelas V SD Negeri Tirtoyoso No. mengungkapkan peserta didik saat membaca cenderung membaca tanpa memahami isi teks, hanya melihat gambar, atau langsung bertanya isi bacaan terlebih dahulu Keadaan Terkini Penelitian Dalam upaya mengatasi hal tersebut, media pembelajaran yang adaptif dan menarik sangat diperlukan. Salah satu alternatif media yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini adalah perpustakaan digital. Perpustakaan digital merupakan layanan pustaka berbasis elektronik yang menyediakan berbagai sumber bacaan dalam format digital dan dapat diakses tanpa batasan ruang dan waktu (Hasan & Prasetyo, 2. Media ini dinilai efektif dalam memperluas akses bahan bacaan dan meningkatkan minat membaca peserta didik (Widayanti, 2015. Fatimah, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya hubungan positif Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi antara penggunaan perpustakaan digital dan peningkatan terhadap literasi (Isnaini et al. , 2024. Sari et al. , 2. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Penelitian ini menggunakan platform BukuAku, sebuah perpustakaan digital yang menyediakan buku dengan kategori usia, jenis, dan bahasa yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Namun, studi yang secara khusus meneliti kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital BukuAku terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar masih sangat Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap kebiasaan membaca peserta didik melalui platform BukuAku yang belum banyak diteliti, khususnya dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital BukuAku terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V sekolah dasar. METODE Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif jenis kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design untuk mengkaji pengaruh perlakuan dalam situasi yang dapat dikendalikan oleh peneliti . Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD di Gugus i Kecamatan Banjarsari tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 503 peserta didik. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Cluster Random Sampling, didapatkan SD Negeri Tirtoyoso No. 111 berjumlah 26 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri Purworejo No. 35 berjumlah 24 peserta didik sebagai kelas kontrol. Masing-masing kelas diberikan perlakuan berupa penggunaan perpustakaan digital, kelas eksperimen menggunakan aplikasi BukuAku dan kelas kontrol menggunakan aplikasi LetAos Read. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan membaca pemahaman . re-test dan posttes. serta angket kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital. Instrumen disusun oleh peneliti sendiri dan telah melalui uji validitas . si dan empiri. dan Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS versi 27, dikarenakan data tidak normal maka dilakukan uji non-parametrik Mann Whitney untuk membandingkan hasil post-test dan angket kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital sebagai data tambahan. Selain itu digunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor pre-test dan post-test, serta perhitungan effect size untuk mengetahui besarnya pengaruh perlakuan yang diberikan. HASIL Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital BukuAku terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V SD se-gugus i Kecamatan Banjarsari. Deskripsi data dalam penelitian ini disajikan dalam dua kelompok utama, yakni data variabel terikat berupa Kemampuan Membaca Pemahaman (Y), serta data dari variabel bebas yang mencakup Kebiasaan Membaca melalui Perpustakaan Digital. Data kemampuan membaca pemahaman diperoleh melalui instrumen tes yang berupa soal isian jawaban singkat dan uraian. Hasil analisis awal yang diperoleh melalui Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi pre-test menunjukkan informasi mengenai kemampuan awal peserta didik, yang dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Nilai Pre-test Kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Eksperimen 69,15 Kontrol 62,17 Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen adalah 69,15 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 22, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 62,17 dengan nilai tertinggi sebesar 89 dan terendah 10. Kelas eksperimen memiliki nilai pre-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas Setelah dilakukan uji-t pada hasil data pre-test didapatkan nilai signifikansi 0,212 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan awal kedua kelompok sebelum perlakuan diberikan. Setelah diberikan perlakuan, yakni penggunaan aplikasi BukuAku pada kelas eksperimen dan aplikasi LetAos Read pada kelas kontrol dilaksanakan post-test pada masing-masing kelas. Informasi hasil yang diperoleh disajikan pada tabel 2 berikut: Tabel 2. Nilai Post-test Kelas Eksperimen dan Kontrol Kelas Eksperimen 73,19 Kontrol 64,38 Berdasarkan tabel 2, skor post-test kelompok eksperimen meningkat menjadi 73,19, sedangkan kelompok kontrol menjadi 64,38. Selanjutnya, untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai pengaruh kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital BukuAku terhadap kemampuan membaca pemahaman, dilakukan analisis peningkatan skor berdasarkan lima tahap membaca pemahaman menurut Taksonomi Barret. Rangkuman data peningkatan skor pada masing-masing tahapan dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Data Peningkatan Skor Membaca Pemahaman Kelas Eksperimen No. Tahap Membaca XE . reXE . ostOIXE . rePersentase Pemahaman Peningkatan (%) Pemahaman Literal 31,60 Reorganisasi 134,33 19,33 16,81 Pemahaman 107,57 -3,43 -3,09 Inferensial Evaluasi 45,71 Apresiasi 6,06 Berdasarkan tabel 3, tahap evaluasi mengalami peningkatan tertinggi . ,71%), diikuti pemahaman literal . ,60%) dan reorganisasi . ,81%). Tahap apresiasi meningkat ringan . ,06%), sementara pemahaman inferensial justru menurun (Oe3,09%). Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh intervensi bervariasi di tiap tahap. Adapun hasil uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 4 berikut: Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Hasil Asymp. Sig. -taile. ,382 Ket. H0 diterima Berdasarkan tabel 4, hasil uji hipotesis menujukkan nilai signifikansi 0,382 . > 0,. sehigga H0 diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil post-test kelompok eksperimen dan kontrol. Selain itu, hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan skor pada kelompok eksperimen dengan nilai Z = -0,902 dan signifikansi 0,377, serta pada kelompok kontrol dengan Z = -0,872 dan signifikansi 0,383. Dikarenakan nilai signifikansi kedua kelompok > 0,05, maka dinyatakan keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, namun nilai skor rata-rata kedua kelompok meningkat. Selain itu, dilakukan uji effect size yang menghasilkan nilai r = 0,177 pada kelompok eksperimen dan r = 0,178 pada kelompok kontrol, hasil uji effect size kedua kelas tersebut masuk dalam kategori efek sangat rendah. PEMBAHASAN Berdasarkan Penelitian meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, data deskriptif menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pada hasil post-test dibandingkan dengan pre-test di kedua kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan, baik dengan maupun tanpa menggunakan perpustakaan digital BukuAku, tetap memberikan pengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta Namun, karena peningkatannya tidak signifikan dan effect size tergolong sangat rendah, maka pengaruh tersebut dinilai belum cukup kuat. Penyebabnya adalah durasi perlakuan yang relatif singkat dan jumlah sampel yang terbatas, sehingga efek perlakuan belum sepenuhnya muncul secara maksimal. Bila ditinjau berdasarkan tahapan membaca pemahaman, peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemahaman literal, evaluatif, dan diikuti oleh reorganisasi. Sementara itu, aspek apresiasi mengalami peningkatan ringan, dan kemampuan pada aspek inferensial justru menunjukkan penurunan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun perpustakaan digital BukuAku berkontribusi terhadap penguatan keterampilan dasar dan kritis seperti memahami isi secara langsung dan mengevaluasi bacaan, kemampuan untuk menarik kesimpulan atau makna tersirat dari teks belum terasah dengan optimal. Hal ini sejalan dengan pendapat Putri dan Savitri . , bahwa pembelajaran membaca pemahaman memerlukan strategi bertahap sesuai tingkatan kognitif dalam Taksonomi Barret agar peserta didik mampu membangun makna, menafsirkan informasi secara implisit, serta mengevaluasi dan mengapresiasi isi teks secara lebih mendalam. Efektivitas perpustakaan digital BukuAku dalam meningkatkan kualitas membaca pemahaman diduga masih dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti frekuensi penggunaan, motivasi belajar peserta didik, serta dukungan guru dalam mengintegrasikan media digital ke dalam strategi pembelajaran. Hal ini diperkuat oleh Abdul, dkk. , yang menegaskan bahwa keberhasilan media digital sangat bergantung pada keterlibatan guru dan pendekatan pedagogis yang diterapkan. Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Fitriani . , pun menekankan pentingnya literasi digital yang memadai untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan platform baca digital. Selain itu, sesuai dengan pandangan Islami, dkk. , perpustakaan digital memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan karakteristik peserta didik masa kini yang akrab dengan teknologi visual. Namun, efektivitasnya sangat ditentukan oleh desain pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan membaca peserta didik pada berbagai jenjang kognitif. Oleh karena itu, kehadiran perpustakaan digital semestinya tidak hanya berfokus pada penyediaan bacaan, tetapi juga dibarengi dengan bimbingan guru, dukungan lingkungan rumah, dan integrasi yang kuat dalam proses belajar mengajar (Sari et al. , 2. Dengan demikian, pemanfaatan perpustakaan digital BukuAku masih memerlukan penguatan pada aspek strategi pembelajaran, peran guru, serta keterampilan digital peserta didik agar dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman, khususnya pada aspek evaluatif dan apresiatif KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan membaca melalui perpustakaan digital BukuAku belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V SD Negeri Se-Gugus i Kecamatan Banjarsari. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji statistik yang tidak signifikan serta effect size yang sangat rendah. Meski demikian, peningkatan skor rata-rata post-test pada kedua kelompok menunjukkan bahwa proses pembelajaran tetap memberikan kontribusi terhadap kemampuan membaca pemahaman. Secara lebih rinci, peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemahaman literal dan evaluatif, disusul oleh aspek reorganisasi, sedangkan aspek apresiasi hanya mengalami peningkatan ringan, dan kemampuan inferensial justru Temuan ini mengindikasikan bahwa pentingnya strategi integrasi media digital secara lebih optimal agar dapat mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami teks secara mendalam. Secara teoritis, hasil ini selaras dengan teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta didik dalam membangun pemahamannya sendiri, sehingga media seperti BukuAku perlu didukung dengan pendekatan pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. DAFTAR PUSTAKA