Berkala Ilmiah Pendidikan Volume 4 Nomor 3. November 2024 scidac plus PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI Ali Miftakhu Rosyad1*. Suhendrik2. Rahman Faozi3. Nurchamidah4. Muhammad Hamsah5 123Universitas Wiralodra. Indonesia 4Universitas Jenderal Soedirman. Indonesia 5UIN Salatiga. Indonesia miftakhurosyad@gmail. Abstrak Kurikulum Merdeka Belajar yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia melalui fleksibilitas dan fokus pada pengembangan kompetensi siswa. Artikel ini bertunuan untuk menganalisis pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Temuan menunjukkan bahwa implementasi kurikulum ini memberikan peluang penguatan pembelajaran berbasis proyek dan koneksi industri, tetapi juga menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, infrastruktur, dan adaptasi siswa terhadap pendekatan baru. Selain itu juga penilaian dalam kurikulum merdeka belajar ini bersifat holistic. Kata Kunci: Merdeka belajar. Kurikulum pendidikan. Hasil belajar. Abstract The learning independet Curriculum introduced by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology aims to improve the quality of Indonesian education through flexibility and a focus on developing student competencies. This article aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum at SMK Negeri Lelea. The research methodology uses a qualitative approach with in-depth interviews, observations, and analysis of school documents. The findings show that the implementation of this curriculum provides opportunities for strengthening project-based learning and industry connections, but also faces challenges such as teacher read. Moreover, the holistic assessment in the curriculum of independent learning is Keywords: Independent learning. Educational curriculum. Learning outcome PENDAHULUAN Pada prinsipnya instansi pendidikan dalam hal ini sekolah diyakini sebagai alat strategis dalam meningkatkan kompetensi manusia dan warga Negara. Bahkan pendidikan adalah investasi sumber daya manusia . uman investmen. dan menjadi investasi dalam bentul modal . apital investmen. untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera. (Hidayat et al. , 2023. Sekolah adalah tempat untuk para siswa belajar dan mengembangkan kompetensi mereka baik kognitif . , afektif . , dan psikomotorik . Dalam pelaksanaanya pada pendidikan formal dipengaruhi oleh Kurikulum yang dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. (Rosyad & Maarif, 2. Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License A 2024 Ali Miftakhu Rosyad. Suhendrik. Rahman Faozi. Nurchamidah. Muhammad Hamsah. Untuk merespon perubahan social saat ini, setiap intansi pendidikan selalu berusaha untuk beradaptasi dalam menyesuaikan segala perubahan dan tuntutan masyarakat. Namunn, setiap instansi pendidikan memiliki kemampuan yang beraneka ragam dalam proses adaptasi terhadap perubahan dan tuntutan masyarakat (Arribathi et al. , 2. Berdasarkan data sejarah menunjukan bahwa pandemic Covid-19 telah membuktikan bahwa setiap intansi pendidikan beraneka ragam dalam mewujudkan kegiatan pembelajaranya. Sebagai contoh, ada intansi pendidikan yang mensuport pendidikan dengan menggunakan system digital Elearning dalam pembelajaranya(Juhji, 2. Namun ada juga intansi pendidikan yang merasa susah untuk beradaptasi dengan pembelajaran online tersebut. Tentunya seorang pendidik seyogyanya bias mengubah pola piker, bahwa pendidikan yang dikatakan baik bukan berarti pendidikan yang diselenggarakan dengan metode dan pendekatan yang sama(Hindardjo et al. , 2. Namun pendidikan sesungguhnya dapat menganalisis karakteristik dan kebutuhan murid. Kebijakan self-directed learning menjadi dasar bagi satuan pendidikan guna menginisiasi reformasi pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan siswa(AAoyun et al. , 2. Kurikulum Merdeka Belajar yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi membawa paradigma baru dalam pendidikan Indonesia dengan fokus pada fleksibilitas dan pembelajaran berbasis kompetensi. (Arviansyah & Shagena, 2. Pendekatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan global dan menciptakan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan siswa serta dinamika dunia kerja. Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk memberikan kebebasan bagi siswa dan guru untuk menentukan gaya pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan individu dan konteks lokal. Dalam lingkup SMK, kurikulum ini mengintegrasikan pendidikan vokasional dengan pembentukan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. (Andiwatir et al. , 2. Hal ini bertujuan agar lulusan SMK memiliki kompetensi teknis sekaligus soft skills yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja Pendidikan vokasional memainkan peran penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan dan kompetensi untuk bersaing di pasar kerja. Di Indonesia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi ujung tombak pengembangan tenaga kerja terampil yang siap menghadapi tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). (Ruaya et al. , 2. Namun, berbagai evaluasi menunjukkan bahwa banyak lulusan SMK di Indonesia masih menghadapi kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki dan kebutuhan dunia kerja modern. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan vokasional memerlukan pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif, terutama dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4. (Bao, 2. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. (Alfath et al. , 2. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. (Muniroh, 2. Sedangkan hasil penelitian lain menunjukan bahwa projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah(Mery et al. , 2. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Mengutip dari laman resmi Kemendikbud, pada kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran terstruktur yang variatif dimana konten yang dihasilkan akan lebih optimal supaya peserta didik mempunyai cukup waktu dalam memahami konsep dan menguatkan kompetensi. (Asiati & Hasanah, 2. Dari sisi pengajar juga mempunyai keleluasaan dalam memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Berdasarkan beberapa temuan hasil penelitian terdahulu, penelitian ini akan mencoba lebih memfokuskan konsep pembelajaran yang holistic dan terintegratif dalam Kurikulum Merdeka Belajar yang melibatkan beberapa metode dan model untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan local. Berbagai macam alasan mendasar dan logis yang melatar belakangi munculnya kurikulum merdeka Diantara alasannya adalah untuk menjawab tantangan revolusi industri atau teknologi yang semakin berkembang pesat. (Safitri et al. , 2. Begitu cepatnya perkembangan teknologi dan industri maka, inilah alasan pertama Nadiem Anwar Makarim, menggagas konsep pendidikan merdeka belajar untuk saat inidimana konsep tersebut merupakan jawaban terhadap kebutuhan sistem pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka belajar dengan arti lain sebagai bentuk kemerdekaan dalam mengambil tindakan dalam berfikir dan mewujudkannya yang ditentukan oleh pendidik. (Hidayat et al. , 2023. Karena pendidik menjadi center dalam sistem pendidikan yang baru ini. Alasan selanjutnya bahwa selama ini tujuan pemerintah adalah menciptakan pendidikan yang berkualitas namun lupa menjadikan peserta didik bebas berekspresi. Menurut Nadiem MakarimMerdeka belajar adalah kebebasan unit pendidikan . ekolah, pendidik dan muri. dalam berinovasi maupun belajar dengan mandiri dan kreatif. (Baharun et al. , 2. Kurikulum merdeka belajar sudah diterapkan di Indonesia khususnya di sekolah-sekolah yang mendapatkan amanah sebagai sekolah pusat keunggulan untuk SMK dan sekolah penggerak untuk SMA pada tahun 2020 di masa pandemi covid-19(Rosyad, 2. Gagasan tersebut berupa Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. UN diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), pengembangan perangkat ajar termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih fleksibel sesuai kondisi atau kebutuhan sekolah dan sistem zonasi Penerimaan Peserta Dididk Baru (PPDB) diperluas(Daga, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMK terkait Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea mencakup beberapa strategi utama yaitu: . pengembangan Pembelajaran Berbasis Proyek SMK Negeri Lelea telah menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan siswa belajar melalui pengalaman langsung. Proyek-proyek yang dirancang melibatkan siswa dalam kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan, simulasi kerja di bidang tertentu, hingga kolaborasi dengan industri lokal. Sebagai contoh, siswa jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor berpartisipasi dalam bengkel kolaboratif bersama UMKM di sekitar Indramayu, . Kurikulum yang Fleksibel dan Kontekstual Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk memilih mata pelajaran atau modul pembelajaran yang relevan dengan minat dan potensi mereka. Di SMK Negeri Lelea, kurikulum dirancang untuk menekankan pembelajaran yang berbasis kompetensi . ompetencybased curriculu. dan memfasilitasi keterlibatan siswa dalam program magang di sektor industri lokal seperti pertanian, manufaktur, dan perikanan, . Kemitraan dengan Industri Kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) adalah pilar utama dalam kurikulum ini. SMK Negeri Lelea berhasil menjalin kemitraan strategis dengan berbagai industri lokal, termasuk pengolahan hasil pertanian. Program magang dan praktik kerja industri menjadi langkah nyata untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja, dan . Pemanfaatan Teknologi Digital Salah satu implementasi inovatif adalah penggunaan platform digital untuk mendukung pembelajaran. SMK Negeri Lelea telah mengintegrasikan aplikasi pembelajaran daring yang memberikan fleksibilitas bagi guru dan siswa dalam mengakses materi pendidikan secara mandiri. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka memberikan beberapa manfaat:. meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Siswa: Dengan pembelajaran berbasis proyek, siswa diajak untuk lebih kreatif dan inovatif, . kesesuaian dengan Dunia Kerja: Materi ajar yang berbasis kompetensi membantu siswa memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan industry, dan . fokus pada Pengembangan Karakter: Melalui proyek yang mendorong kerja tim dan tanggung jawab sosial, siswa belajar lebih dari sekedar teori akademis. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan vokasi masih menghadapi berbagai tantangan. Studi sebelumnya banyak membahas penerapan kurikulum ini di sekolah umum, tetapi masih minim kajian mendalam pada sekolah menengah kejuruan (SMK). Hal ini menciptakan research gap, terutama terkait bagaimana kurikulum ini diterapkan di SMK dengan latar belakang wilayah yang beragam dan karakteristik siswa yang spesifik. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap SMK Negeri Lelea. Indramayu. Sebagai institusi pendidikan yang berada di daerah dengan potensi ekonomi berbasis agribisnis dan industri kecil, pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK ini menghadirkan perspektif unik. Integrasi pembelajaran dengan dunia usaha lokal serta adaptasi metode berbasis proyek menjadi salah satu model pelaksanaan yang relevan dengan karakteristik komunitas lokal. Fokus penelitian ini mencakup empat aspek utama: pertama, menelusuri strategi implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea. kedua, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi selama ketiga, mengeksplorasi peluang penguatan pembelajaran berbasis proyek dan koneksi industri lokal. dan keempat, menawarkan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektivitas kurikulum dalam konteks pendidikan vokasi di daerah tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea. Penelitian ini melibatkan beberapa participant seperti Kepala Sekolah, 6 orang guru, dan 30 orang siswa. Metode pengumpulan data mencakup: Wawancara Mendalam Dilakukan dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua untuk memahami persepsi, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan kurikulum. Observasi Lapangan Mengamati langsung kegiatan pembelajaran berbasis proyek, implementasi modul pembelajaran, serta interaksi antara siswa dan guru. Analisis Dokumen Mengkaji dokumen resmi sekolah seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), panduan kurikulum, laporan evaluasi pembelajaran, dan catatan hasil kerja sama dengan dunia industri. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi polapola kunci dalam implementasi kurikulum. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Profil Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea Hasil observasi menunjukkan bahwa SMK Negeri Lelea telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar sejak tahun ajaran 2024/2025 sebagai bagian dari program percontohan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Implementasi ini didukung dengan pelatihan intensif bagi guru serta revisi kurikulum agar selaras dengan prinsip pembelajaran berbasis proyek dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Sebagai bentuk upaya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, bermakna, dan menggembirakan suasana kelas sesuai dengan tujuan diadakannya kurikulum merdeka belajar, tentu seorang guru harus melakukan perencanaan yang matang sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Berdasarkan Hasil wawancara dan observasi hasil penelitian yang didapatkan, bahwa setiap guru sebelum melakukan pembelajaran harus terlebih dahulu melaksanakan pelatihan khusus dalam merancang perangkat pembelajaran, kemudian setelah itu, guru wajib menyusun, merancang dan membuat sertamengembangkan perangkat pembelajran secara mandiri atau SMK Negeri Lelea telah menunjukan keseriusan dalam menyambut baik kurikulum merdeka belajar dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan khusus mengenai penyusunan perangkat pembelajaran agar setiap guru mampu menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Sudarman Danim perlu dilakukan upaya pengembangan guru yaitu . berbasis pada program pendidikan. menyiapkan guru untuk menguji dan mengakses kemampuan praktis dirinya. diorganisasikandengan pendekatan . berfokus pada partisipasi guru dalam proses pembuatan keputusan mengenai isu-isu esensial di lingkungan sekolah dan . membantu guru-guru yang dipandang masih lemah pada beberapa aspek tertentu dari kompetensinya2. Berdasarkan uraian di atas, maka ragam cara yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan /mengembangkan profesionalitas seorang guru terutama terkait dengan implementasi kurikulum merdeka Dan perlu dirumuskan suatu instrumen untuk meningkatkan guru, dan dalam rangka implementasi kurikulum merdeka telah dicanangkan adanya pelatihan atau workshop khusus. Pelaksanaan pelatihan atau workshop perlu direncanakan dengan baik dari konsep hingga komponen dalam mendukung terlaksananya pelatihan atau workshop dalam konsep pelatihan yang meliputi: . pelatihan adalah suatu proses. pelatihan dilaksanakan dengan sengaja. pelatihan diberikan dalam bentuk pemberian bantuan. sasaran pelatihan adalah unsur ketenagakerjaan. pelatihan dilaksanakan oleh tenaga profesional. pelatihan berlangsung dalam satuan waktu tertentu. pelatihan meningkatkan kemampuan kerja peserta. pelatihan harus berkenaan dengan pekerjaan tertentu(Hamalik, 2. , pelatihan bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sesuai dengan cara: . memberitahu tentang tujuan pelatihan untuk meningkatkan kinerja. memberi informasi tentang program pelatihan. menunjukkan kesuksesan dari dan . memberi umpan balik dari pelatihan tersebut. (Winaryati, 2. Dengan demikian hal ini sesuai dengan teori di atas, bahwa pentingnya pelatihan sebelum menerapkan kurikulum merdeka belajar dan pelatihan tersebut perlu dilaksanakan dalam setiap semester untuk memberikan pemahaman secara jelas dan menyeluruh mengenai kurikulum merdeka belajar agar setiap guru dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Dalam Kurikulum Merdeka Belajar, ada salah satu administrasi pembelajaran yang harus dipenuhi dan disusun dengan kata-kata operasional (KKO) oleh seorang pendidik, yaitu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP merupakan suatu yang pokok dalam kegiatan pembelajaran. Sebab. ATP digunakan sebagai bahan acuan dalam membuat dan mengembangkan modul pembelajaran di kelas. Dengan adanya pendidik menyusun ATP, seorang pendidik dapat mengetahui bagaimana ia akan melaksanakan pembelajaran yang baik, efektif dan efisien sehingga apa yang menjadi standarkompetensi lulusan yang ditetapkan dapat tercapai dengan maksimal. Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka (Kurikulum & Kemdiknas, 2. Modul ajar atau yang dikenal dengan istilah kurikulum sebelumnya adalah RPP merupakan suatu bentuk perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran. Modul ajar merupakan suatu rencana lengkap yang menggambarkan Hasil wawancara dan observasi prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih capaian pembelajaran atau istilah kurikulum sebelumnya kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan jabarkan dalam alur tujuan pembelajaan (ATP)(Mahamood et al. , 2. , konsep modul ajar kurikulum merdeka belajar sebagai berikut:a. tujuan pembelajaran adalah segala sesuatu yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini biasanya berhubungan dngan kompetensiinti maupun kompetensi dasar yang ingin dicapai, materi pembelajaran adalah suatu tema tertentu yang menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan pembelajaran, c. metode pembelajaran adalah suatu cara maupun strategi yang digunakan untuk menyampaikan suatu materi tertentu dalam kegiatan pembelajaran sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajarandapat tercapai dengan optimal, d. sumber belajar adalah sebuah alat atau bahan yang dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Sumber belajar secara umum berhubungan dengan buku teks yang dijadikan refrensi dalam kegiatan pembelajaran, atau sarana lain yang dapat berfungsi untuk kelancaran pembelajaran itu sendiri, e. penilaian adalah suatu bentuk pengukuran untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau ketercapaian peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan, bahwa SMK Negeri Lelea Kabupaten Indramayu sudah dikategorikan mampu membuat modul ajar yang sesuai dengan konsep dan komponen modul ajar, kemudian yang perlu menjadi catatan, bahwa modul ajar tidak baku artinya boleh menambah komponen ataupun boleh menguranginya sesuai dengan kebutuhan pendidik dan peserta didik. Penilaian Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di SMK Negeri Lelea Kabupaten Indramayu dengan melibatkan 50 siswa dan 20 guru yang tersebar dalam berbagai program keahlian, menunjukan data sebagai berikut3: A Siswa: o 80% siswa merasa metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. membantu mereka memahami konsep secara mendalam. o 65% siswa merasa pembelajaran kurang optimal karena kendala fasilitas, seperti akses komputer dan internet. o 90% siswa mendukung konsep pemilihan modul pelajaran berdasarkan minat dan bakat. A Guru: o 85% guru menyatakan bahwa pelatihan Kurikulum Merdeka telah memberikan bekal yang cukup untuk mengaplikasikan kurikulum baru. o 70% guru menyebut kendala teknis seperti kurangnya dukungan teknologi dan infrastruktur sebagai tantangan utama. o 60% guru menginginkan lebih banyak kerjasama dengan industri untuk memfasilitasi praktik kerja. Dampak penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap siswa dapat diukur melalui pencapaian keterampilan dasar yang relevan. Hasil kajian akademik siswa menunjukkan: Aspek Penilaian Persentase Siswa dengan Peningkatan Pemecahan Masalah dan Analisis 72% Keterampilan Teknis Hasil observasi dan dokumentasi Aspek Penilaian Persentase Siswa dengan Peningkatan Keterampilan Kerjasama Pemahaman Konsep Teoritis Kemandirian dalam Belajar Dalam seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara kerja sama antara pendidik dan peserta didik, evaluasi pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting. Penilaian adalah komponen penting dari proses pembelajaran karena mendorong pembelajaran dan menawarkan informasi yang komprehensif kepada pendidik, siswa, dan orang tua sebagai umpan balik untuk membantu mereka memutuskan taktik pembelajaran di masa depan. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMK Negeri Lelea pada kurikulum merdeka dengan melakukan pemantauan secara efektif dalam pembelajaran, yang dapat digunakan sebagai umpan balik untuk meningkatkan pembelajaran, adalah salah satu tujuan utama penilaian. Karena memantau evaluasi atau memiliki fitur pemantauan, ia berupaya memahami di mana posisi siswa dalam rentang pembelajaran tertentu. Dengan demikian, ada kemungkinan untuk sesekali melihat seberapa baik seorang pelajar belajar. Berikut ini adalah prinsip-prinsip panduan penilaian: Peran penilaian adalah untuk mendorong pembelajaran dan memberikan informasi yang komprehensif untuk apa yang memberikan umpan balik bagi instruktur, siswa, dan orang tua. Penilaian adalah komponen penting dari proses pembelajaran. Evaluasi direncanakan dan dilaksanakan sejalan dengan fungsi umpan balik. Untuk melakukan ini secara efektif, guru memiliki kebebasan untuk memilih metode dan waktu pelaksanaan. Penilaian dibuat secara adil, proporsional, sah, dan dapat dipercaya atau diandalkan sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan tindakan guru selanjutnya. Guru menggunakan penilaian autentik berbasis assessment for learning, assessment as learning dan assessment of learning. Evaluasi memberikan laporan yang lugas dan informatif tentang tingkat prestasi dan kemajuan belajar siswa. Kelima temuan penilaian tersebut digunakan sebagai alat refleksi oleh orang tua, pendidik, dan siswa untuk meningkatkan standar pengajaran. Dari hasil wawancara dengan teman sejawat terkait pertanyaan asesmen/penilaian pembelajaran matematika diperoleh jawaban sebagai berikut: Penilaian dalam kurikulum merdeka khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pelajaran lainya menggunakan penilaian autentik berbasis assessment for learning, assessment as learning dan assessment of learning. Dalam pelaksanaanya menggunakan penilaian diagnostic, sumatif dan formatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan, pada pelaksanaan evaluasi/penilaian guru menggunakan penilaian autentik berbasis asesmen pembelajaran, asesmen sebagai pembelajaran, dan asesmen pembelajaran saat mengevaluasi pembelajaran siswa. Dalam penilaian tersebut digunakan tiga strategi penilaian yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Strategi tersebut adalah penilaian diagnostik formatif, penilaian diagnostik sumatif, dan penilaian formatif, yang lebih terintegrasi dengan proses pembelajaran yang lebih maju. Penilaian formatif dilakukan terlebih dahulu pada setiap awal pelajaran atau saat menyampaikan topik baru. mampu terlibat lebih dalam dan mengamati bagaimana siswa belajar, misalnya melalui penilaian diri, penilaian diri antar teman, atau penilaian pertama dan refleksi metakognitif terakhir diikuti dengan Hasil observasi dan dokumentasi penilaian sumatif, yang pelaksanaannya diperlukan untuk memantapkan konsep. sementara hasil belajar Dalam pelaksanaannya di SMK Negeri Lelea, guru melakukan berbagai penilaian, antara lain sebagai evaluasi proses pembelajaran, evaluasi diri, evaluasi harian, evaluasi tengah semester, dan evaluasi akhir Guru menggunakan strategi observasional dan penjurnalan selama evaluasi afektif. Tes tertulis, penilaian lisan, dan tugas semuanya digunakan untuk mengevaluasi komponen pengetahuan. Guru secara eksklusif menggunakan ujian lisan untuk menilai kinerja siswa pada ujian tertulis atau pekerjaan rumah. Guru menggunakan teknik kinerja untuk mengevaluasi komponen keterampilan. Pendidik membuat rubrik dan sistem penilaian. Kendala dan Tantangan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Penerapan kurikulum merdeka belajar merupakan salah satu hal baru di dunia pendidikan yang akan membantu pendidik dan peserta didik dalam proses berinovasi di dunia pendidikan. 34Namun dalam penerapannya. SMK Negeri Lelea mengalami beberapa kendala seperti halnya dengan masih terdapat kekurangan pemahaman konsep Kurikulum Merdeka oleh pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, bahkan orang tua sehingga menghambat proses penerapannya. Dengan kurangnya pemahaman pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, bahkan orang tua akan menghasilkan proses penerapan kurikulum merdeka belajar yang tidak tercapai sepenuhnya sesuai konsep. Pemahaman konsep kurikulum merdeka belajar oleh orang tua juga sangat penting sebab dengan adanya dukungan dari orang tua maka dalam proses penerapan merdeka belajar dapat berjalan dengan baik. Kendala lainnya yaitu terbatasnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan para siswa dalam penerapan kurikulum merdeka belajar, terutama pada sarana dan prasarana digital seperti laptop, komputer, dan proyektor sehingga penerapan kurikulum merdeka belajar masih kurang maksimal. Berikut pernyataan P3 selaku waka kurikulum:Aukarena kurikulum merdeka masih baru diterapkan di sekolahan ini, jadi memang kami masih menemui berbagai kendala. Mulai dari pemahaman pendidik yang masih kurang, bahkan orang tua juga belum terlalu memahami keberadaan kurikulum. Karena memang tidak bisa dipungkiri, perbedaan mencolok antara kurikulum merdeka dengan kurikulum Selain itu, jelas kelengkapan sarana dan prasarana sekolahan mejadi sangat penting, karena modelnya beda, basisnya pengembangan potensi siswa. Tapi ini sangat menarik. AyMelihat beberapa kendalatersebut. SMK Negeri Lelea melakukan berbagai langkah solutif. P3 menyebutkan berbagai langkah yang dilakukan:Aumelihat berbagai kendala tersebut, kami selalu berupaya memaksimalkan dan memperbaiki dengan memberikan kesempatan guru untuk mengikuti webinar-seminar merdeka belajar dan pelatihanpelatihan. Untuk orang tua, waktu ada pembagian rapot kami sosialisasikan. Berbagai fasilitas juga kami maksimalkan demi tercaainya tujuan pembelajaran secara maksimal. Ay5 Berdasarkan hasil triangulasi teknik yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi ditemukan berbagai hambatan selama penelitian, yaitu: A Keterbatasan Infrastruktur Teknologi: Kurangnya perangkat seperti komputer dan konektivitas internet menjadi kendala utama dalam menerapkan metode digitalisasi. A Kesenjangan Kompetensi Guru: Beberapa guru merasa kurang percaya diri dengan pendekatan berbasis proyek. A Respons Siswa yang Beragam: Tidak semua siswa mampu menyesuaikan diri dengan pola belajar mandiri yang menjadi bagian utama dari Kurikulum Merdeka. Hasil wawancara dan observasi Dengan memberikan pemahaman dan pelatihan seta memilih tema projek yang sesuai kemampuan sekolah, peserta didik, maupun tenaga pendidiknya, tentunya capaian pembelajaran meningkat. Sebagaimana disampaikan oleh riset Sinsuw et. 35Upaya lain yang dilakukan sekolah adalah menjalankan sosialisasi kepada orang tua maupun komite secara terperinci mengenai penerapan kurikulum merdeka agar dapat menjalin kerjasama dalam mendukung tercapinya tujuan pembelajaran. Mengikusertakan para pendidik untuk melaksanakan pelatihan yang mendukung pemahaman pendidik terhadap konsep kurikulum merdeka. Tantangan lainnya adalah kurangnya pelatihan bagi guru dan tenaga pendidikan (Kepala Sekolah, 2. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Merry et all (Mery et al. , 2. menemukan bahwa kurangnya pelatihan bagi guru dan tenaga pendidikan dapat menghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Pelatihan yang memadai diperlukan agar guru dan tenaga pendidikan dapat memahami konsep dan tujuanKurikulum Merdeka, serta dapat mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah. Keterbatasan waktu pembelajaran juga menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka . Pendapat tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Annisa et all (Alfath et al. , 2. bahwa keterbatasan waktu pembelajaran dapat menghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka menuntut sekolah untuk mengembangkan kurikulum yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan dan kondisi masing-masing siswa, namun hal ini dapat memakan waktu lebih banyak dibandingkan dengan kurikulum yang sudah ada sebelumnya. Terakhir, kurang terlibatnya orang tua dalam proses pendidikan juga menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Berdasarkan beberapa hasil temuan, dapat peneliti simpulkan bahwa bahwa kurangnya keterlibatan orang tua dapat menghambat implementasi Kurikulum Merdeka. Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran anak di rumah, sehingga keterlibatan orang tua sangat penting dalam memaksimalkan manfaat dari Kurikulum Merdeka. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di SMK masih dihadapkan pada berbagai tantangan dan hambatan. Tantangan-tantangan tersebut perlu diatasi agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi siswa. Ide kurikulum Merdeka itu harus dilihat dalam konteks perdagangan cita-cita Merdeka belajar, perlu kita pahami dan cita-cita Merdeka belajar kalau kita Sederhanakan itu adalah menyediakan kesempatan belajar. Sehingga semua anak kita semua murid kita itu bisa menjadi manusia Mandiri pelajar sepanjang Hayat yang punya kompetensi dan karakter yang relevan untuk masa depan mereka,kenapa kita Fokusnya ke murid jadi Merdeka belajar ini kita melihat bahwa sistem pendidikan Indonesia itu sudah sangat berhasil dalam menyediakan akses pendidikan kalau dibandingkan 20 tahun yang lalu jumlah anak usia 15 tahun yang ada di sekolah itu sudah meningkat dari sekitar 40% menjadi 80% lebih yang SD sudah hampir semua anak usia SD itu sudah ada di sekolah yang SMP hampir 100% SMA/SMK sudah jauh meningkat dibandingkan bahkan 20 tahun jadi kita sangat berhasil dalam menyediakan sekolah tapi pertanyaannya Apakah anak-anak belajar sesuatu yang bermakna. Setelah itu mereka masuk sekolah sayangnya datanya menunjukkan masih terlalubanyak anak-anak kita ya ya di sekolah saja tapi belajarnya sedikit gitu di sekolah nah itu data dari tes internasional dari data yang kita kumpulkan di kemudian semuanya mengarah ke hal yang sama bahkan yang paling mendasar saja Apakah kalau seseorang itu e dapat teks bacaan di sosial atau di WA gitu ya itu bisa menangkap intisarinya enggak bisa merangkum intisarinya Enggak dari yang dibaca itu kemampuan memahami bacaan literasi membaca 50% yang bisa melakukan sesuatu yang sangat mendasar. Pembahasan Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peran dan tugas guru akan terus Semua yang lebih modern bergerak ke arah modernitas. Akibatnya, guru harus memiliki kemampuan untuk memahami perkembangan saat ini dan beradaptasi dengannya. Saat ini, guru dan siswa harus bekerja sama untuk memungkinkan kreativitas dan improvisasi dalam pembelajaran. Ini akan berkontribusi pada upaya Kemendikbud untuk mencapai rencana pendidikan mandiri. (Nasution, 2. Guru harus aktif, antusias, kreatif, inovatif, dan berbakat untuk mendukung proses belajar mandiri. Sebagai penggerak kemandirian belajar, guru tidak hanya harus memiliki kemampuan untuk menguasai dan mengajar secara efektif di kelas tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dengan siswa (Sopiansyah et al. , 2. Selanjutnya, guru harus mampu menggunakan berbagai teknologi untuk meningkatkan pengajaran mereka dan berlatih memperbaiki kesalahan dan kelalaian. Kebijakan belajar bebas telah diubah. Semua guru harus mempertimbangkan diri mereka sendiri dan berhati-hati agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. (Hidayat et al. , 2023. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pendidik tidak mengganggu siswa mereka ketika mereka menggunakan teknologi dan informasi. Lebih dari itu, pendidik yang mendukung belajar mandiri harus dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa Tekanan yang ada di sistem pendidikan saat ini, bagaimanapun, jelas telah berubah sedikit. (Mulyasa, 2. Masalah guru yang dihadapi oleh generasi milenial tidak akan jauh berbeda dengan masalah pendidikan yang dihadapi selama pertempuran kemerdekaan. Penerapan kurikulum tentu perlu adanya kesiapan dari tenaga pendidik itu sendiri. Guru memegang peranan yang sangat penting dalam menerapkan strategi pembelajaran mandiri. Mereka dapat berpartisipasi secara kolaboratif dan efektif dalam pengembangan kurikulum sekolah, pengorganisasian dan penataan bahan ajar, buku teks, dan konten pembelajaran. (Muliawan, 2. Dengan melibatkan guru dalam prosesnya, mereka dapat memahami psikologi siswa dan memperoleh pengetahuan tentang metode dan strategi pembelajaran. Selain itu, guru juga berperan sebagai evaluator untuk menilai hasil belajar (Ruaya et al. , 2. Dari perspektif guru, penggunaan perangkat ajar kurikulum yang disediakan dalam aplikasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) sangat membantu dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Perangkat kurikulum ini (Pradipa et al. , 2. , yang meliputi buku, modul ajar, dan bahan-bahan lain dalam bentuk softcopy, memberikan kemudahan bagi para guru untuk merangkum dan mengembangkan modul ajar yang akan diajarkan kepada siswa. (Sopiansyah et al. , 2. Dengan perangkat kurikulum yang lengkap dan terstruktur, para guru merasa lebih terbantu dalam menyusun materi ajar, metode pembelajaran, dan alat evaluasi yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. (Susetyo, 2. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri Lelea adalah minimnya pengetahuan dan pemahaman pendidik mengenai kurikulum ini. Hal ini berdampak pada kesulitan dalam proses pembelajaran. Selain tantangan pemahaman terkait kurikulum merdeka, adaptasi terhadap perangkat kurikulum juga menjadi kendala. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar memberikan dampak positif di SMK Negeri Lelea, terutama dalam membentuk keterampilan praktis dan soft skills siswa. Namun, untuk optimalisasi lebih lanjut, diperlukan dukungan tambahan berupa peningkatan infrastruktur, pelatihan guru, dan kolaborasi industri yang lebih luas. Studi ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan program serupa di sekolah lain, terutama di wilayah semi-perkotaan dengan tantangan serupa. Selain itu, system penilaian yang dilakukan dalam Kurikulum Merdeka Belajar lebih komprehensif dan terintegratif baik dari mulai perencanaan, proses dan hasil belajar. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji mengenai system pembelajaran yang holistic, terintegratif dan multi disiplin dalam pelaksanaan kurikulum merdeka DAFTAR PUSTAKA