TEMA TEMA 25, 2 SUBMIT July 2024 REVISI August 2024 DITERIMA August 2024 Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 PERAN PENGELOLA PRODI AKUNTANSI MENYIAPKAN MAHASISWA MENGHADAPI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) AKUNTANSI Marhaendra Kusuma Beny Mahyudi Saputra Universitas Islam Kadiri. Indonesia Che Manisah Mohd Kasim Universiti Selangor. Malaysia Jaime Soares Universidade Da Paz. Timor Leste Abstract: Artificial Intelligence (AI) has entered all aspects of life, including in the field of accounting. Prospective accountants must be ready to face it, and universities must prepare for it. This study aims to test the role of accounting study programs in fostering students' self-confidence in facing accounting artificial intelligence (AI). Data from 840 accounting students of PTN-PTS throughout Indonesia. The results of the study show that the accounting study program implementation system has a positive effect on competence and self-confidence in working with AI. The accounting study program has been effective in foster-ing students' competence and self-confidence in facing AI. The originality of this study: . modifying the size of the curriculum variables by including character education indicators and expanding it to the study program imple-mentation system, and . testing differences in student characteristics in their self-confidence in working with AI. Keywords: Accounting Study Program. Student Confidence. Artificial Intelligence (AI) INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Marhaendra Kusuma Universitas Islam Kadiri. Indonesia Abstrak: Artificial Intelligence (AI) memasuki semua sendi kehidupan, termasuk bidang akuntansi. Calon akuntan harus siap menghadapinya, dan perguruan tinggi harus mempersiapkannya. Penelitian ini bertujuan menguji peran prodi akuntansi dalam menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa menghadapi artificial intelligence (AI) akuntansi. Data dari 840 mahasiswa akuntansi PTN-PTS se-Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi dan kepercayaan diri bekerja dengan AI. Prodi akuntansi telah efektif dalam menumbuhkan kompetensi dan rasa percaya diri mahasiswa dalam menghadapi AI. Originalitas penelitian ini : . memodifikasi ukuran variabel kurikulum dengan memasukkan indikator pendidikan karakter dan memperluas ke sistem penyelenggaraan prodi, . menguji perbedaan karakteristik mahasiswa akan kepercayaan dirinya bekerja dengan AI. Kata Kunci: Prodi Akuntansi. Percaya Diri Mahasiswa. Artificial Intelligence (AI) EMAIL marhaenis@uniska-kediri. Cite: Kusuma. Saputra. Kasim. , & Soares. Peran Pengelola Prodi Akuntansi Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Artificial Intelligence (AI) Akuntansi. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 25 No. 2, 91Ae104. DOI: https://doi. org/10. 21776 /tema. Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Perkembangan zaman dan perubahan peradapan manusia tidak terlepas dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi mempengaruhi bagaimana manusia hidup pada zamannya, yang diawali bagaimana proses pemanufakturan bekerja dan merembet ke berbagai sektor kehidupan. Revolusi industri 1. 0 pada akhir abad ke 17 ditandai dengan ditemukannya mesin uap, yang menggeser peran signifikan tenaga manusia dalam pemanufakturan. Teknologi mesin uap lebih murah, efektif, efisien, manusiawi, dengan produktivitas yang tinggi daripada tenaga kerja manusia. Revolusi industri 2. pada tahun 1890an ditandai dengan penemuan listrik dan telepon, yang menggeser peran mesin uap ke teknologi listrik dalam pemanufakturan. Revolusi industri 3. 0 pada tahun 1970an dengan ditemukannya otomatisasi pemanufakturan dengan teknologi komputer dan robot yang lagi-lagi mengurangi peran manusia dalam aktivitas pabrikasi. Sampai akhirnya, masukklah revolusi industri 4. pada abad 21 ini, yang pertama kali istilah ini diperkenalkan dalam sebuah pameran teknologi di Jerman, dengan ditemukannya internet of things (IOT), blockchain, bigdata, 3D printing dan artificial intelligence (AI) (Shamsuddoha, 2. Perkembangan zaman telah berada pada titik yang disebut revolusi industri 4. 0, dimana salah satu cirinya adalah penggunaan Internet of Things (IOT) dalam peradapan Salah satu wujud IOT adalah kemunculan Artificial Intelegence (AI) dalam segala bidang, termasuk akuntansi. Bahkan terdapat kekhawatiran, bahwa peran profesi akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan, pemeriksaan, perhitungan biaya produksi dan bidang teknis akuntansi lainnya, akan tergantikan oleh AI. AI dengan segala sisi positifnya, kekawatiran bahwa AI akan menggeser peran akuntan (Ghufron, 2. , yakni sepertiga tugas akuntan berupa kegiatan rutin pemrosesan transaksi teknisi penyusunan laporan keuangan (Leefan dan Juniarti, 2. Keberadaan AI akuntansi berpotensi menciptakan pengangguran baru yaitu para Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 sarjana akuntansi (Bosnia dan Indonesia. Masih banyak pengusaha di Indonesia yang belum mengimplementasikan AI dalam sistem akuntansinya dan hanya 14% perusahaan yang menggunakan AI akuntansi (Warta Ekonomi, 2. Hal ini dikarenakan kendala SDM internal perusahaan yang belum siap, tidak mampu dan skeptis menggunakan AI. Dari sudut pandang mahasiswa. AI dan perkembangan teknologi hanya untuk dunia pendidikan dan hiburan, juga untuk gaya hidup saja, bahkan mereka juga tidak tahu teknologi dan aplikasi apa yang kelak akan mereka gunakan dalam dunia kerja (Ujakpa et al. , 2. Perguruan tinggi dengan prodi akuntansi merupakan lembaga formal yang mencetak lulusan akuntansi. Perguruan tinggi melalui serangkaian sistem pendidikan yang dijalankan, berperan menyiapkan calon akuntan masa depan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk fenomena AI, khususnya AI bidang akuntansi. Mahasiswa sebagai Aubahan bakuAy dalam rangkaian Auproses produksiAy yang dijalankan oleh perguruan tinggi sebagai AumanufakturAy, hingga akhirnya menjadi Auproduk jadiAy. Agar Auproduk jadiAy tersebut memiliki daya saing tinggi di pasar tenaga kerja, maka perlu dihasilkan lulusan akuntansi yang berkualitas tinggi, dan salah satu indikatornya adalah menguasai teknologi termasuk AI (Purba dan Dewayanto, 2. Riset yang fokus mengkaji peran pendidikan tinggi akuntansi dalam menyiapkan lulusan akuntansi yang siap bekerja dengan AI, diantaranya dilakukan oleh Andani et al. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa S1 Akuntansi di Indonesia terhadap kurikulum yang didalamnya mengandung muatan AI berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi menggunakan AI, dan kompetensi menggunakan AI berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan atau rasa percaya diri untuk menggunakan AI dalam menjalankan pekerjaannya. Posisi penelitian ini adalah mengembangkan studi Andani dkk. Letak perbedaan penelitian ini dengan Andani dkk. Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi . sekaligus sebagai originalitas penelitian ini adalah . Memodifikasi variabel kurikulum Prodi Akuntansi dengan memasukkan indikator pendidikan karakter jiwa juang dan nilai Islam yang menggerakkan mahasiswa untuk semangat belajar dan berminat menggunakan AI. Memperluas variabel kurikulum Prodi Akuntansi dengan memasukkan variabel Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi yang terdiri dari sumber daya manusia, sarana prasarana, lingkungan dan kualitas penyelenngaraan, dimana kurikulum juga menjadi subsistem dalam variabel Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi. Menguji perbedaan karakteristik mahasiswa akan kompetensi dan kesiapannya bekerja dengan AI, yaitu antara mahasiswa awal versus tingkat akhir, dan antara mahasiswa regular versus kelas karyawan. Karakter jiwa juang dan nilai-nilai Islam perlu dimasukkan karena menyiratkan bahwa mahasiswa dengan memiliki karakter ini adalah sosok pribadi yang tangguh dan pantang menyerah untuk berjuang menuntut ilmu, termasuk ilmu menggunakan AI. Hadist Nabi AuTuntutlah ilmu sampai ke Negeri ChinaAy, menyiratkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban (Kusuma, 2. Segala likaliku kesulitan dan tantangan mempelajari AI akuntansi, tidak menyurutkan semangat belajar demi kesejahteraan hidup dimasa depan. Karakter ini akan memunculkan motivasi dalam diri mahasiswa untuk belajar menggunakan AI. Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi . elanjutnya disingkat SPPA) perlu dimasukkan karena cakupannya lebih luas daripada hanya sekedar kurikulum, dimana kurikulum sendiri merupakan salah satu subsistem dari Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi, disamping subsistem lainnya seperti sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, lingkungan. Semua komponen SPTAI berkonstribusi terhadap pembelajaran AI. Dosen sebagai transformator dan fasilitator implementasi AI dalam kurikulum yang dijalani mahasiswa. Sarana prasarana misalnya LMS dan SIAKAD didalamnya juga terdapat konten AI. Lingkungan kampus yang membentuk atmosfir akademik dengan segala budaya dan interaksi, termasuk penerapan AI akan mempengaruhi pembentukan karak- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 ter dan pembiasaan mahasiswa terhadap AI. Uji beda karakteristik mahasiswa antara mahasiswa baru versus tingkat akhir untuk mengetahui efektivitas kurikulum dalam mempersiapkan lulusan bekerja dengan AI, dan uji beda antara mahasiswa reguler versis kelas karyawan untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja terhadap kesiapan bekerja dengan AI. Data penelitian ini adalah persepsi mahasiswa program studi sarjana akuntansi perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 840 orang. Penyebaran kuesioner dilakukan dalam kurun waktu Juni 2022 Ae April 2023. Pengujian hipotesis dengan analisis regresi linier berganda dan uji beda rata-rata independent t test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: . sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi mahasiswa bekerja dengan AI dan juga berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa bekerja dengan AI. Terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa baru dengan mahasiswa tingkat akhir dan antara mahasiswa kelas regular pagi dengan mahasiswa kelas karyawan terhadap kompetensi dan kesiapan bekerja dengan AI. Manfaat penelitian ini secara akademik dapat menambah literatur akademik tentang pendidikan akuntansi berupa bukti empiris persepsi mahasiswa terkait AI bidang akuntansi. Manfaat penelitian ini secara operasional dapat menjadi ukuran bagi pengelola program studi sarjana akuntansi dalam mengukur efektivitas muatan AI dalam desain kurikulum. Manfaat penelitian ini secara regulasi dapat menjadi masukan bagi pemerintah atau asosiasi profesi akuntansi dalam mengeluarkan regulasi terkait kurikulum dan kompetensi mahasiswa akuntansi. Makalah ini terdiri dari enam bagian. Bagian pertama pendahuluan, mengulas latar belakang mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan. Bagian kedua landasan teori yang didalamnya membahas bagaimana hipotesis dibangun. Bagian ketiga metode penelitian yang didalamnya menguraikan bagaimana variabel diukur. Bagian ke empat analisis data membahas luaran pengujian Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi analisis regresi linier berganda dan uji beda rata-rata independent t test. Bagian ke lima pembahasan dari masing-masing hipotesis. Bagian ke enam yang merupakan bagian akhir paper ini membahas kesimpulan, keterbatasan penelitian ini, dan saran untuk peneliti selanjutnya dan stakeholder pendidikan Di akhir paper ini setelah daftar pustaka, dilampiri kuesioner yang peneliti sebarkan ke para responden untuk pengumpulan TINJAUAN TEORITIS Akuntansi dan Artificial Intelligence (AI) Persepsi adalah hasil olahan pancaindera manusia atas sesuatu yang dirasakannya, baik berupa pandangan, sudut pandang, sikap sebagai bentuk respon. Dalam konteks ini, maka bagaimana pancaindera mahasiswa akuntansi merespon fenomena artificial intelligence (AI) yang mereka rasakan dan temui ada di lingkungan dimana mereka berada. Tahapan persepsi mahasiswa terhadap AI menurut Leefan dan Junuarti . terklasifikasi dalam empat aspek, yaitu: . Pengetahuan, mahasiswa mengetahui fenomena AI, . Awarness, mahasiswa tertarik dengan AI, . Sikap, mahasiswa mempelajari AI, dan . Skills, mahasiswa terampil menggunakan AI. The theory of planned behavior (Ajzen, 1. menyatakan bahwa tekanan sosial membuat individu melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dalam konteks ini maka tekanan sosial berupa perkembangan zaman dan tuntutan dunia kerja profesi akuntanasi membuat akuntan . an mahasiswa sebagai calon akuntan masa depa. harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi berupa kompetensi dan kesiapan bekerja menggunakan AI. AI adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari cara membuat software cerdas yang melakukan aktivitas yang seharusnya dilakukan manusia. AI adalah kemampuan komputer berupa fungsi matematika dan statistika yang dibangun dalam bahasa pemrograman komputer dan diintegrasikan dalam internet untuk memproses pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia . tak dan fisi. dengan jumlah data yang besar dengan waktu yang cepat, termasuk menganalisis, memprediksi, mendeteksi kesalahan dan ke- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 curangan dari pola yang tidak biasanya (Dhamija dan Bag, 2. AI akuntansi adalah AI yang memproses tugas akuntansi seperti memproses transaksi dan penyusunan laporan keuangan, analisis laporan keuangan, perhitungan harga pokok, auditing dan peran teknis akuntansi lainnya. AI telah diintegrasikan dalam berbagai software akuntansi seperti MYOB. Krishand. Accurate V3S. Sage ACCPAC ERP dan DacEasay Accounting (DEA). 5 Top Brand Awards software akuntansi di Indonesia antara lain : SAP. Accurate. Omegasoft. MBSoft dan MYOB (Andani et al Sistem Penyelenggaraan Prodi Akuntansi (SPTAI) Perkembangan teknologi yang begitu pesat, memunculkan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai bidang, termasuk akuntansi. Dibalik dampak kemudahan dan efisiensi, ada kekawatiran AI akan menggeser peran akuntan masa depan. Namun kekawatiran tersebut dapat diatasi, apabila akuntan tersebut meningkatkan kompetensinya tidak sebatas hal teknis penyusunan laporan keuangan, tetapi juga kompetensi lainnya seperti ketrampilan manajerial, softskills, dan tentunya pemahaman dan kesiapan bekerja dengan AI itu sendiri. Jika hanya fokus pada kompetensi akuntansi pada halhal yang bersifat teknis, terlebih sebatas pekerjaan rutin berulang, maka lulusan akuntansi mutlak akan tergantikan oleh AI. Mahasiswa akuntansi harus membekali dirinya dengan kemampuan analisis, mampu memberi nasehat dan rekomendasi manajerial, serta memiliki kompetensi teknologi informasi dalam hal ini AI bidang akuntansi (Rini, 2. Perguruan tinggi, khususnya Program Studi Akuntansi (PSA) sebagai lembaga pendidikan tinggi pencetak lulusan akuntansi, memiliki andil besar untuk membentuk kompetensi dan karakter akuntan yang siap kerja, adaptif terhadap teknologi, khususnya siap bekerja bersanding dengan AI. Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi di PSA, seperti sumber daya manusia, sarana prasarana, dan terutama desain dan implementasi kurikulum, harus mampu membentuk kompetensi dibidang akuntansi dan AI . hususnya AI Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi untuk akuntans. yang berujung pada kesiapan dan rasa percaya diri kelak bekerja bersanding dengan AI (Purba dan Dewayanto. Kantor akuntan . unia kerj. sudah beradaptasi terhadap perubahan ini dengan investasi besar-besaran terhadap inovasi teknologi AI, namun dunia pendidikan tinggi akuntansi kurang begitu meresponnya. Kurikulum prodi akuntansi dikritik karena selama ini lebih fokus pada kemampuan teknis akuntansi, dan tidak fokus pada apa yang menjadi persyaratan pasar kerja dan perkembangan teknologi. Seharusnya mulai diperkenalkan ke mahasiswa melalui penambahan mata kuliah dalam kurikulum prodi akuntansi tentang otomatisasi proses robotik. Mahasiswa dibiasakan berinteraksi dengan otomatisasi proses robotik melalui studi kasus dan implementasi yang mendalam. Standar Akreditasi Akuntansi Internasional (AACSB) 2016 A7 merekomendasikan kepada pendidikan tinggi akuntansi untuk mengintegrasikan teknologi informasi dalam kurikulum prodi akuntansi, jika tidak akan terjadi resiko kesenjangan signifikan antara dunia akademik akuntansi dengan praktek profesional (IAESB 2. (Priyanto dan Suhandi, 2. Mata kuliah dalam kurikulum prodi akuntansi yang mendukung mahasiswa untuk bekerja dengan AI menurut International Federation of Accountants (IFACT) antara lain: pengantar akuntansi, akuntansi keuang- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 an menengah, sistem informasi akuntansi, akuntansi manajemen dan biaya, perpajakan dan auditing. Masih menurut IFACT, kompetensi berbasis keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa akuntansi untuk bekerja dengan AI antara lain: aplikasi pengolah kata, pengolah angka, presentasi, grafik bisnis, e-SPT . , manajemen basis data, software komunikasi seperti email, browser web, dan paket software akuntansi. Sejalan dengan bukti yang diberikan Prasetio . bahwa pengetahuan dan ketrampilan hardskills akuntansi sangat diperlukan mahasiswa Akuntansi Universitas Budi Luhur Jakarta dalam menghadapi AI di dunia kerja. Kerangka Pikir Penelitian Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi yang dipersepsikan oleh mahasiswa berjalan dengan baik dan mendukung penerapan AI, dimana sistem penyelenggaraan prodi terdiri dari unsur-unsur : kurikulum dengan muatan AI akuntansi dan karakter, dosen yang menguasai AI akuntansi, sarana prasarana yang memfasilitasi penggunaan AI, lingkungan dan atmosfir akademik yang mem-budaya dalam penggunaan AI, serta kualitas penyelengara prodi dengan ukuran peringkat akreditasi prodi dan institusi. Penggunaan AI berupa Chat GPT dan BARD AI sangat familiar bagi mahasiswa dalam penyelesaian tugas perkuliahan (Annas. Persepsi Mahasiswa tentang Kompetensinya Bekerja dengan AI Persepsi Mahasiswa tentang Sistem Penyelenggaraan Prodi Akuntansi Rasa Percaya Diri Mahasiswa Bekerja dengan AI Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi Pengembangan Hipotesis Semakin terbiasa siswa menggunakan AI selama masa studi, semakin mereka yakin memiliki daya saing kompetensi AI setelah lulus (Wulandari dan Fitrianingsih, 2. Semakin baik penerapan dan dukungan sistem akan AI, maka semakin kompeten mahasiswa sebagai output sistem terhadap AI, dan semakin kompeten mahasiswa terhadap AI, maka semakin siap dan percaya diri mereka berkerja bersama AI. Pengetahuan mahasiswa akuntansi akan dunia kerja, mempengaruhi kesiapan mereka masuk di dunia kerja (Dananjaya dkk. , 2. , demikian juga pengetahuan tentang AI, mempengaruhi kesiapan mereka bekerja bersama AI. H1 : Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi mahasiswa bekerja dengan AI. H2 : Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa bekerja dengan AI. Merlina dan Nuraini . meneliti persepsi dosen akuntansi dan mahasiswa di Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Bogor Jawa Barat tentang profesi akuntan di era revolusi industri 4. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara dosen dengan mahasiswa, usia muda dan tua serta gender laki-laki dan perempuan tentang profesi akuntan di era revolusi industri 4. Dosen dan mahasiswa memandang tidak semua peran akuntan akan tergantikan oleh automatisasi di era revolusi industri 4. 0, masih terdapat ruang yang luas untuk akuntan berkiprah. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidikan akuntansi memperbanyak muatan mata kuliah berbau teknologi informasi untuk membekali akuntan masa depan dalam menjalankan praktik keprofesiannya. H3a : Terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa baru dan tingkat akhir terhadap kompetensi dan kesiapan bekerja dengan AI. H3b : Terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa kelas regular pagi dan Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 kelas karyawan terhadap kompetensi dan kesiapan bekerja dengan AI. METODE PENELITIAN Kuesioner disebarkan ke responden dengan media Link Google Form yang dititipkan ke perwakilan masing-masing perguruan tinggi untuk disebarkan ke mahasiswa akuntansi di lingkup perguruan tingginya. Komunikasi peneliti dengan perwakilan perguruan tinggi terjalin melalui aplikasi WhatsApp yang nomor kontaknya peneliti peroleh antara lain dari WhatsApp Group (WAG) konferensi atau seminar yang peneliti ikuti. WAG asosiasi profesi. WAG alumni peneliti mengenyam pendidikan tinggi, sejawat dosen, mahasiswa dan alumni. Penyebaran kuesioner dilakukan dalam kurun waktu Juni 2022 Ae April 2023. Jawaban responden akan terkoneksi langsung dengan server peneliti. Jumlah responden sebanyak 840 orang yang tersebar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia . incian lihat di Lampira. Seluruh jawaban responden dapat diolah untuk pengujian hipotesis, karena jawaban kuesioner baru dapat dikirim oleh responden apabila memenuhi standar pengisian kuesioner, contoh jika salah satu butir tidak diisi atau diisi dobel maka jawaban tidak bisa dikirim. Pengukuran variabel mengadopsi indikator yang dikembangkan oleh Andani et al. dan dimodifikasi sesuai kebutuhan pembuktian hipotesis dalam penelitian ini yaitu penambahan indikator pendidikan karakter jiwa juang dan nilai Islami serta perluasan kurikulum menjadi Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi dengan penambahan kompetensi SDM, sarana prasarana, lingkungan dan atmosfir akademik, serta kualitas Variabel dan pengukurannya dijelaskan dalam tabel 1. Indikator masing-masing variabel digunakan untuk membangun butir-butir pertanyaan kuesioner. Persepsi responden dinyatakan dalam jawaban pertanyaan tersebut yang diwujudkan dalam Skala Likert 1 Ae 5. Skor 1 menyatakan sangat tidak setuju atas butir pertanyaan pengukur persepsi AI dan skor 5 untuk persepsi AI sangat setuju. Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tabel 1. Variabel Penelitian dan Indikator Pengukuran Variabel Indikator Variabel Dependen Sistem prodi akuntansi. (X) - Kurikulum dengan muatan AI akuntansi dan karakter. - Dosen menguasai AI akuntansi. - Sarana Prasarana memfasilitasi penggunaan AI. - Lingkungan, budaya dan atmosfir akademik penggunaan AI - Kualitas penyelengara Variabel Independen Kompetensi - AI tidak sulit dan mudah untuk digunakan. menggunakan AI (Y1. - Kemampuan mengoperasionalkan software akuntansi yang AI terintegrasi di dalamnya. - Kemampuan mengoperasionalkan sofware non akuntansi yang AI terintegrasi di dalamnya. - Kemampuan membaca, memecahkan masalah dan menganalisis output software akuntansi dan non akuntansi. - Kemampuan memberi rekomendasi dan mengambil keputusan dari output software akuntansi dan non akuntansi. Percaya diri . bekerja dengan AI (Y1. - Yakin bahwa bekerja dengan AI membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai. - Yakin bahwa bekerja dengan AI biaya operasional lebih hemat. - Yakin bahwa bekerja dengan AI membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. - Yakin bahwa hasil kerja dengan AI lebih berkualitas dan akurat. - Yakin bahwa AI meningkatkan produktivitas kerja. Data diuji kualitasnya dengan uji validitas dan realibilitas, kemudian dilakukan pengujian statistik deskriptif untuk mendiskripsikan data. Hipotesis diuji dengan analisis regresi linier dan uji beda rata-rata dengan independent t test. Persamaan regresi untuk pengujian hipotesis sebagai berikut: Kompetensi AI = 0 Sistem Prodi Akuntansi A Percaya Diri AI = 0 Sistem Prodi Akuntansi A . H1 dan H2 diuji menggunakan analisis regresi linier dengan taraf signifikansi 5%. diterima jika koefisien Sistem Prodi Akuntansi pada persamaan 1 bertanda positif dan H2 diterima jika koefisien Sistem Prodi Akuntansi pada persamaan 2 bertanda positif dan signifikan. Sementara itu. H3 diuji menggunakan uji beda rata-rata dengan independent t test dengan taraf signifikansi 5%. H3a diterima jika AA1 O AA2, dimana mean AA2 . ahasiswa baru tingkat akhi. lebih besar daripada AA1 . ahasiswa bar. Sedangkan. H3b diterima jika AA1 O AA2, dimana mean AA2 . ahasiswa kelas karyawa. lebih besar daripada AA1 . ahasiswa kelas regular pag. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Responden berdasarkan wilayah asal, jenjang prodi, status, akreditasi prodi, tingkat semester, dan jenis kelas di perguruan tinggi dapat dilihat pada tabel 2. Hasil Uji Tabel 3 dan 4 memperlihatkan hasil uji kualitas data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas dari tiga variabel dengan total 21 item dapat dikatakan valid dan reliabel. Hasil statistik deskirptif dapat dilihat pada tabel 5. Hasil analisis Regresi Linier dapat dilihat pada tabel 6 dan 7. Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tabel 2. Karakteristik Responden Karakteristik Wilayah Perguruan Tinggi Jenjang Prodi Status Kelembagaan Peringkat Akreditasi Tingkat Semester Jenis Kelas Sumatera DKI. Jabar dan Banten DIY dan Jawa Tengah Jawa Timur Bali. NTT. NTB Kalimantan Sulawesi Maluku dan Papua D3 Akuntansi D4 Akuntansi S1 Akuntansi PTN PTS A atau Unggul B atau Baik Sekali Mahasiswa Baru (Semester 2,. Mahasiswa Akhir . Regular Pagi Regular Malam Jumlah Jumlah Prosen Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Butir No Koefisien Kesimpulan Prodi Akuntansi Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Kompetensi AI Siap/ Percaya Diri Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel N of Items Cronbach's Alpha Kesimpulan Prodi Akuntansi Reliabel Kompetensi AI Reliabel Siap Bekerja dengan AI Reliabel Tabel 5. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Indikator Min. Max. Mean Std. Deviation Prodi MK inti 36,714 ,88243 Akuntansi MK lain 36,262 ,94081 Karakter 37,571 ,96324 Kompetensi Dosen 38,893 ,98904 Dosen Memfasilitasi 40,250 ,99131 Sarapras AI 41,000 ,94396 Anggaran AI 41,714 ,89450 Budaya AI 41,679 ,90115 Intervensi Lingkungan 41,643 ,90774 Akreditasi 41,714 ,89450 Kerjasama 41,714 ,89450 Kompetensi AI Mudah Digunakan 39,000 100,274 Bisa Software Akunt 39,500 103,104 Bisa Software Non Akt 38,893 ,98904 Bisa Baca Output 39,393 ,89888 Bisa Merekomendasi 39,571 ,80999 Siap Bekerja Bekerja jadi mudah 38,929 100,556 dengan AI Hemat 39,238 104,095 Efektif Efisien 39,786 ,94901 Akurat 39,429 ,90506 Produktivitas 39,357 ,82607 Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Y1. 1 = Kompetensi AI Y1. 2 = Percaya Diri/ Kesiapan 0,084 . 0,080 . Penyelenggaraan prodi 0,445 . *** 0,093 . *** Persepsi kompetensi 0,790 . *** F-Statistics 1,77*** 2,45*** Adjusted R2 0,955 0,983 Konstanta Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Tabel 7. Hasil Uji Beda Rata-Rata dengan Independent t Test Kelompok Mean Mahasiswa Baru 80,7049 Mahasiswa Tingkat Akhir 85,6279 Mahasiswa Kelas Regular Pagi 78,2241 Kelas Regular Malam (Karyawa. 84,3045 Pengaruh Sistem Penyelenggaraan Prodi Akuntansi Terhadap Kompetensi Mahasiswa Bekerja dengan AI Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi mahasiswa bekerja dengan AI. Mahasiswa mempersepsikan kurikulum prodi akuntansi telah sesuai dengan tujuan untuk menyiapkan lulusan kompeten dan siap bekerja dengan AI bidang akuntansi dan bidang lainnya. Hal ini dibuktikan dari terdapatnya matakuliah inti yang mendukung mahasiswa bekerja dengan AI akuntansi, seperti pengantar akuntansi, akuntasi keuangan menengah, metodologi riset dan lainnya dengan konten praktikum dan silabus berbasis AI. Dalam kurikulum prodi akuntansi juga terdapat matakuliah lain yang meningkatkan ketrampilan menggunakan TIK termasuk software akuntansi, software referensi pustaka, software statistika, dan lainnya. Pada kurikulum prodi akuntansi tertentu, terutama perguruan tinggi swasta dengan kaakteristik keunikannya sebagai penciri, juga terdapat muatan pendidikan karakter . eperti misal jiwa juang dan nilai Isla. , ternyata juga berperan dalam menggerakkan mahasiswa belajar AI. Etos bekerja keras, pantang menyerah dalam belajar, membentuk nilai semangat mahasiswa belajar AI akuntansi. Mahasiswa juga memandang kehadiran dosen-dosen muda milenial dalam SDM prodi, juga berkonstribusi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam AI akuntansi. Kompetensi dosen muda dalam menggunakan AI relatif tinggi dan menjadi sumber inspirasi mahasiswa. Dosen juga berperan aktif dalam mentrasfer, memotivasi, dan memfasilitasi penggunaan AI dalam proses pembelajaran di kelas maupun diluar kelas. Sarana prasarana yang dimiliki prodi, juga Sig. -taile. Kesimpulan 0,000 Terdapat Perbedaan 0,000 Terdapat Perbedaan berperan dalam menyiapkan mahasiswa bekerja dengan AI bidang akuntansi. Prodi memfasilitasi penggunaan AI dalam PBM melalui penyediaan sarana prasarana fisik dan non fisik (SIAKAD. LMS, pelatiha. Hal ini membuat mahasiswa terbiasa menggunakan AI. Yayasan atau penyelenggara universitas dimana Prodi Akuntansi bernaung, juga memberi anggaran khusus dan berkelanjutan terkait pendanaan PBM berbasis AI. Mahasiswa mempersepsikan lingkungan belajar suatu prodi akuntansi, juga mempengaruhi kesiapan mahasiswanya menggunakan AI. Lingkungan berperan dalam membentuk budaya dan atmosfir akademik penggunaan AI. Tuntutan dan intervensi dari kampus, keluarga, tempat kerja (PKL), dan organisasi untuk menggunakan AI juga mempengaruhi kompetensi mahasiswa. Kualitas penyelengaraan prodi yang diukur dari peringkat akreditasi prodi dan institusi, juga berperan menjadi tujuan dan pendorong implementasi AI. Demikian juga jalinan kerjasama dengan eksternal . agang/PKL, pelatiha. sebagai media pembelajaran menggunakan AI. Hasil penelitian ini sejalan dengan Prasetio 2024 bahwa peran prodi akuntansi dalam meningkatkan kompetensi hardskills akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi mahasiswa bekerja dengan AI. Pengaruh Sistem Penyelenggaraan Prodi Akuntansi Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa Bekerja dengan AI Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa bekerja dengan AI. Mahasiswa memandang sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berperan dalam membangun pemikiran mahasiswa bahwa AI tidak sulit dan mudah untuk digunakan, sehingga Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi membuat mahasiswa kompeten terhadap AI. Sistem penyelenggaraan prodi akuntansi yang baik, dimana didalanya terdapat unsurunsur visi-misi, tata kelola, kurikulum, dosen dan tendik, anggaran keuangan dan sarapras yang terintegrasi, memiliki komitmen tinggi dan adaptif terhadap perkembangan jaman, termasuk adanya fenomena AI. Hal ini semua bersinergi untuk menciptakan kemampuan mengoperasionalkan software akuntansi yang AI terintegrasi di dalamnya. Mahasiswa mampu mengoperasionalkan sofware non akuntansi yang AI terintegrasi di dalamnya. Mahasiswa memiliki kemampuan membaca, memecahkan masalah dan menganalisis output software akuntansi dan non akuntansi. Mahasiswa memiliki kemampuan dalam memberi rekomendasi dan mengambil keputusan dari output software akuntansi dan non akuntansi, sejalan dengan level 6 KKNI untuk jenjang S1. Prodi akuntansi yang diselenggarakan dan dikelola dengan baik, melampaui SN DIKTI, mampu membentuk kepercayaan diri mahasiswa untuk bekerja dengan AI. Mahasiswa prodi akuntansi merasa percaya diri . bekerja menggunakan AI, ketika mereka yakin bahwa bekerja dengan AI membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat selesai. Mahasiswa yakin bahwa bekerja dengan AI biaya operasional perusahaan menjadi lebih hemat. Mahasiswa juga yakin bahwa bekerja dengan AI membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien, hasil kerja dengan AI lebih berkualitas dan akurat. Mahasiswa yakin bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas kerja. Perbedaan Persepsi antara Mahasiswa Baru dengan Tingkat Akhir dan Mahasiswa Kelas Regular Pagi dengan Kelas Karyawan Terhadap Kompetensi dan Kesiapan Bekerja dengan AI Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa baru dan tingkat akhir terhadap kompetensi dan kesiapan bekerja dengan AI, dan antara mahasiswa kelas regular pagi dan kelas karyawan. Hal ini berarti prodi sejauh ini telah efektif dalam menjalankan perannya sebagai pengelola dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan percaya diri menggu- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 nakan AI atau bekerja berdampingan dengan AI akuntansi. Peran prodi telah efektif, terbukti dari adanya perbedaan rasa percaya diri antara mahasiswa akhir dengan mahasiswa Pengalaman kerja juga berperan dalam menumbuhkan kepercayaan diri menghadapi AI, terbukti dari adanya perbedaan antara kelas karyawan dengan kelas regular pagi. Mahasiswa memiliki kompetensi bekerja menggunakan AI merasa lebih percaya diri terjun ke dunia kerja dan menggunakan AI dalam pekerjaannya. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Tujuan penelitian ini adalah menguji peran prodi akuntansi dalam menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa menghadapi artificial intelligence (AI) bidang akuntansi. Penelitian ini menggunakan data primer dari kuesioner yang disebarkan melalui link google form, responden sejumlah 840 orang mahasiswa prodi akuntansi PTN-PTS se-Indonesia. Jenis penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis menggunakan regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyelenggaraan prodi akuntansi berpengaruh positif terhadap kompetensi dan kepercayaan diri mahasiswa bekerja dengan AI. Sejauh ini peran prodi akuntansi telah efektif dalam menumbuhkan kompetensi dan rasa percaya diri mahasiswa dalam menghadapi AI melalui kurikulum dan kebijakan lainnya, terbukti dari perbedaan kompetensi dan rasa percaya diri antara mahasiswa akhir dengan mahasiswa baru. Pengalaman kerja juga berperan, terbukti dari adanya perbedaan antara kelas karyawan dengan kelas regular pagi. Novelty penelitian ini: . memodifikasi ukuran variabel kurikulum dengan memasukkan indikator pendidikan karakter, . memperluas variabel kurikulum ke sistem penyelenggaraan prodi akuntansi, dan . menguji perbedaan karakteristik mahasiswa akan kepercayaan dirinya bekerja dengan AI. Makna teoritis dari hasil penelitian ini adalah pertama, kita tidak perlu kawatir bahwa lapangan pekerjaan akuntan akan digantikan oleh AI, karena tidak semua tugas profesi akuntansi yang diambil alih oleh AI, ha- Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi nya tugas teknis pembukuan atau penyusunan laporan keuangan atau tugas klerikal yang bisa di otomatisasi dalam kecerdasan buatan. Menurut Triatmaja . AI tidak menggantikan profesi akuntan, hanya merubah fokus akuntan saja, dari paper ke software, dan dari teknis ke manajerial. Kedua, bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, tidak bisa dihindari oleh profesi apapun termasuk akuntan. Akuntan harus siap menjadi insan yang hidup dalam perkembangan zaman tersebut, menjadi bagian dari perkembangan teknologi. Akuntan harus mengikuti arus, dan akuntan harus menahklukkannya. Bentuknya adalah akuntan harus menguasai teknologi itu, menggunakan teknologi AI untuk mempermudah pekerjaannya, menguasai dan mengembangkannya. Ketiga, merubah mindset tentang tugas profesi akuntansi, bahwa tugas profesi akuntansi tidak semata pada level teknis seperti: mengisi faktur dan mencatatnya dalam jurnal, mengisi kartu persediaan, menghitung harga pokok produksi, menyusun laporan keuangan, merekonsiliasi laporan keuangan komersial ke fiskal, menyusun anggaran dan penugasan teknis lainnya. Akuntan bisa berperan tidak sebatas itu, tetapi lebih luas lagi dalam penugasan level manajerial. Akuntan dapat berperan pada tahapan perencanaan, pengorganisasian, evaluasi kinerja, dan penjaminan mutu. Akuntan dapat berperan lebih penting dengan memberi rekomendasi pengambilan keputusan, tidak sebatas penyedia informasi semata. Untuk itu, mahasiswa akuntansi harus mulai belajar, selain kompetensi teknis akuntansi, juga kompetensi manajerial secara holistik, seperti leadership, skills komunikasi, berpikir analisis, berpikir kritis, problem solving, teamworking, dan kompetensi softskills lainnya. Tugas akuntan masa depan dapat memperluas dirinya dalam penugasan memberi nasehat bisnis atau jasa konsultasi berdasarkan analisis fundamental akuntansi, instuisi, dan pengalaman yang dimiliki. Manajemen resiko, berbekal kompetensinya akuntan dapat menganalisis alternatif pengambilan keputusan dengan benefit paling optimal dan resiko paling minimal dari serangkaian alternatif keputusan yang ada. Kompetensi utama yang harus akuntan Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 kuasai adalah menguasai konsep dasar teori akuntansi secara mendalam, untuk bisa berperan sebagai Aupartner programer AIAy. Kompetensi ini yang tidak dimiliki atau yang membedakan dengan programmer AI. Programer AI AuhanyaAy menguasai bahasa pemrograman atau algoritma matematika untuk membangun kecerdasan buatan dalam mengotomatisasi proses akuntansi. Mereka kurang menguasai teori akuntansi atau konsep dasar Bukan tidak mungkin, ada fenomena di implementasi bisnis yang belum diatur dalam menu AI, dan dituntut harus tersaji dalam laporan keuangan, sehingga perlu mendesain ulang AI atau membangun sistem atau menu baru dalam AI, untuk menyesuaikan kasus yang belum ada. Dengan memahami teori akuntansi, konsep dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, menguasai aturan atau Standar Akuntansi Keuangan (SAK), maka akuntan dapat berperan menjadi partner programer AI untuk mengembangkan AI. Menguasasi teknologi AI, setidaknya pada level sebagau Auuser AIAy. Dengan menguasai konsep dasar akuntansi, maka akan mempercepat memahami bagaimana teknologi AI akuntansi bekerja, daripada yang tidak mengerti akuntansi sama sekali. Juga mampu menganalisis dan mengambil keputusan terbaik atas output AI, daripada tidak mengerti akuntansi sama sekali. Menguasai teknis akuntansi manual dan sistem akuntansi manual. Organisasi itu bermacammacam, baik bidang usahanya, posisi level siklus hidupnya, orientasi tujuannya dan sebagainya. Perbedaan karakteristik itu membentuk AukeunikanAy organisasi dan mempengaruhi siap tidaknya, implementasi AI dalam sistem akuntansinya. Tidak semua produk AI akuntansi, cocok diterapkan pada suatu organisasi, masih perlu penyesuaian, baik di level SDM, maupun menu-menu yang tidak terakomodir dalam AI. Disini peran akuntan dengan keahlian AumanualAy diperlukan. Pemahaman teknis akuntansi atau sistem akuntansi manual tetap diperlukan untuk memperkuat pondasi landasan kompetensi akuntansi, sebagai pijakan konsep, ketika suatu hari menemukan permasalahan akuntansi yang belum ada dalam AI, atau AI tidak cocok diterapkan pada organisasi tertentu dengan Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi keunikan dan karakteristiknya. Saran Saran untuk pengelola prodi Akuntansi, hendaknya membuka konsentrasi AuAI for AccountingAy yang fokus mempelajari interdisiplineri ilmu akuntansi dan bahasa pemrograman, algoritma dan robotik. Penguasaan lulusan tidak setengah-tengah. Dosen terdiri dari dosen akuntansi, dosen matematika MIPA, dan dosen teknik informatika. Atau jika ini belum siap, setidaknya melalui MBKM memberi mata kuliah pilihan seperti bahasa pemrograman dengan tugas akhir atau skripsi berupa projek pembuatan aplikasi akuntansi. Prodi akuntansi diharapkan juga sering mendatangkan praktisi AI akuntansi sebagai dosen tamu atau praktisi mengajar. Prodi intens mensosialisasikan ke masyarakat, terutama siswa SMA bahwa profesi akuntan tidak semua tugasnya digantikan oleh AI. Keterbatasan penelitian ini hanya dari satu sudut pandang saja dari perspektif mahasiswa saja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas pandangan dalam upaya mulia menyiapkan mahasiswa menghadapi artificial intelligence of accounting, yaitu melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi akuntansi, seperti pengelola prodi sendiri . etua dan sekretari. , universitas, yayasan, pengguna lulusan, dan bahkan mungkin orang tua. Implikasi Implikasi penelitian ini secara akademik sebagai tambahan literatur tentang pendidikan akuntansi berupa bukti empiris persepsi mahasiswa terkait AI bidang akuntansi. Implikasi teknis hasil penelitian ini dapat menjadi ukuran bagi pengelola program studi sarjana akuntansi dalam mengukur efektivitas muatan AI dalam desain kurikulum. Implikasi hasil penelitian ini secara regulatif dapat sebagai pertimbangan bagi pemerintah atau asosiasi profesi akuntansi dalam mengeluarkan regulasi terkait kurikulum dan kompetensi mahasiswa akuntansi. REFERENCES Andani. Lindrianasari. Oktavia. , & Septiyanti. Indonesian Acco- Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 unting StudentsAo Self-Confidence To Adopt Artificial Intelligence (AI). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 19. Article 2. DOI: 10. 21002/jaki. Annas. Wijayanto. Cahyono. Safar. , & Ilham. Pelatihan Teknis Penggunaan Aplikasi Artificial Intelligences (AI) Chat Gpt Dan Bard AI Sebagai Alat Bantu Bagi Mahasiswa Dalam Mengerjakan Tugas Perkuliahan. Journal of Human And Education, 4. Ajzen. The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50, 179Ae211. Bosnia. , & C. Indonesia. Teknologi Digital Berpotensi Timbulkan 5,1 Juta Pengangguran. Diakses dari https://w com/tech/2018020 5202513-37-3596/teknologidigital-berp otensi-timbulkan-51-juta-penganggura Dananjaya. I G. Rasmin. Sudana. I P. , & Ardiana. Determinants of Accounting Student Readiness to Face the World of Work. JIA (Jurnal Ilmiah Akuntans. , 8. , 528-539. Dhamija. & Bag. Role of artificial intelligence in operations environment: a review and bibliometric analysis. The TQM Journal. Vol. 32 No. 4, pp. doi: 10. 1108/TQM-10-2019-0243. Ghufron. Revolusi industri 4. tantangan, peluang dan solusi bagi dunia 332Ae337. Lefaan. & Juniarti. Persepsi Mahasiswa Akuntansi di Jawa Barat dan DKI Jakarta Terhadap Perkembangan Revolusi Industri 4. Business Accounting Review, 8 . Kusuma. Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Mata Kuliah Akuntansi Biaya. Jurnal Akuntansi & Ekonomi FE. UN PGRI Kediri, 2 . , 71-101 Merlina. , & Nuraini. Analisis Persepsi Dosen Dan Mahasiswa Prodi Akuntansi Mengenai Peranan Akuntan Di Era Revolusi Industri 4. Jurnal Analisis Sistem Pendidikan Tinggi, 4 . , 149 Ae Purba. , & Dewayanto. Pene- Marhaendra Kusuma. Beny Mahyudi Saputra. Che Manisah Mohd Kasim. Jaime Soares TEMA Tera Ilmu Akuntansi rapan Artificial Intelligence. Machine Learning Dan Deep Learning Pada Kurikulum Akuntansi - A Systematic Literature Review. Diponegoro Journal Of Accounting, 12. , 1-15. Prasetio. Persepsi Mahasiswa Program Studi Akuntansi Terhadap Dampak Artificial Intelligence Pada Profesi Akuntan. Perspektif: Jurnal Ekonomi & Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, 22. , 29-36. Priyanto. & Suhandi. Robotic Process Automation In Accounting Curriculum And Profession. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13. , 576591. Rini. Mengurai Peta Jalan Akuntansi Era Industri 4. REFERENSI.