MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. No. Januari, 2023 e-ISSN: 2988-3997 Copyright A 2023 Siti Aisyah, et al. Pendampingan Kegiatan Keagamaan Pada Masyarakat Dusun Airport Siti Aisyah1. Sundari2. Hendra Bata3. Ramdanil Mubarok4* *e-mail korespondensi: danil. educatio@gmail. 1,2,3Manajemen Pendidikan Islam. STAI Sangatta. Indonesia Abstract The enthusiasm of the community to attend religious activities, such as the taklim assembly, tabligh akbar, the celebration of Islamic holidays, yasinan and tahlilan tends to be lacking. However, it is often found that community participation tends to increase when attending music concerts, art performances, night markets, and activities that are far from religious values. The purpose of this service is to increase community participation in participating in religious activities at Dusun Airport. The method used in this service is the Participatory Action Research method, where the author is directly involved in its implementation. The result is assistance for religious activities in the form of teaching at the TPA Nur Hijrah Mosque, the celebration of the Isra' Mi'raj of the Prophet Muhammad SAW, and recitation of the taklim assembly. Assistance for religious activities in the airport hamlet can increase the knowledge and experience of the community in the religious field within a framework of togetherness. This can be seen from the increasing attention of parents towards their children's Al-Qur'an education, the spirit of togetherness in participating in taklim assemblies is increasing, and the commemoration of the Isra' Mi'raj is the forerunner to the celebration of others big days in one calendar year. Hijri. Keywords: Activities. Religion. Society Abstrak Antusias masyarakat untuk menghadiri kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim, tabligh akbar, perayaan hari-hari besar Islam, yasinan dan tahlilan cenderung kurang. Namun, seringkali dijumpai partisipasi masyarakat cenderung meningkat ketika menghadiri konser musik, pentas seni, pasar malam, dan kegiatan yang jauh dari nilai-nilai agama. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan di Dusun Airport. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode Participatory Action Research, dimana penulis terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Hasilnya adalah pendampingan kegiatan keagamaan yang dilakukan dalam bentuk: pengajaran di TPA Masjid Nur Hijrah, perayaan IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad SAW, dan pengajian majelis taklim. Pendampingan kegiatan keagamaan di dusun Airport dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat dalam bidang keagamaan dalam bingkai kebersamaan. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya perhatian para orang tua terhadap pendidikan Al-QurAoan anaknya, semangat kebersamaan dalam mengikuti majelis taklim semakin meningkat, serta peringatan IsraAo MiAoraj menjadi cikal bakal pelaksanaan perayaan hari-hari besar lainnya dalam satu tahun kalender Hijriyah. Kata Kunci: Kegiatan. Keagamaan. Masyarakat https://miftahul-ulum. id/ojs/index. php/mayara/index MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Pendahuluan Kegiatan keagamaan merupakan bagian dari ritual-ritual dalam beragama. Kegiatan keagamaan juga disebut sebagai budaya-budaya beragama yang dilestarikan di tengah masyarakat Islam. Kegiatan keagamaan di tengah masyarakat sungguh banyak macamnya. Ada kegiatan peringatan hari-hari besar Islam, ada kegiatan magrib mengaji, ada kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, tahlilan, dan berbagai macam bentuk budaya yang mempunyai nilai-nilai Islam. Kegiatan keagamaan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan di tengah masyarakat yang mengandung unsur-unsur nilai agama yang dijadikan suatu rutinitas harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan sebagai bentuk kebersamaan (Mubarok, 2. dalam membangun hubungan persaudaraan di tengah Fenomena yang sering muncul di tengah masyarakat adalah kurangnya minat masyarakat untuk ikut ambil bagian dari kegiatan-kegiatan keagamaan tersebut. Dalam banyak hal, seringkali dijumpai ketika diadakan kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim, tabligh akbar, perayaan hari-hari besar Islam, yasinan dan tahlilan masyarakat cenderung kurang tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Namun, seringkali dijumpai partisipasi masyarakat akan cenderung meningkat ketika diadakan kegiatankegiatan dalam bentuk konser musik, pentas seni, nonton bareng, pasar malam, dan kegiatan-kegiatan yang jauh dari nilai-nilai agama. Fenomena tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemangku kebijakan, mulai dari tingkat RT. sampai Bupati, bahkan Presiden. Hal tersebut juga menjadi pekerjaan rumah bagi para orang tua, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memberikan perhatian khusus terkait fenomena-fenomena yang telah dijelaskan di atas. Pendampingan kegiatan keagamaan sesungguhnya pernah dilakukan oleh (AsAo adi & Muttaqin, 2. dimana melakukan pendampingan di masjid Al-Falah. pendampingan berfokus pada pembelajaran iqroAo, shalat 5 waktu, yasinan, tahlilan, pengajian rutin, membuat jadwal khutbah, membuat jadwal imam shalat, membuat jadwal adzan dan iqamah, acara khotmil qurAoan, dan mengadakan lomba-lomba. Pengabdian yang dilakukan oleh (AsAo adi & Muttaqin, 2. tersebut tentu berbeda yang pengabdian dalam tulisan ini, mengingat lokasi pengabdian yang dan jenis kegiatan yang berbeda. Perbedaannya adalah pada jangkauan kegiatan, dimana pelaksanaan di lingkup masjid dan pelaksanaan di tingkat dusun. Bimbingan keagamaan lainnya juga pernah dilakukan oleh (Ariyansyah. Rahmawati, & Mutmainnah, 2. dimana dalam pengabdiannya melaksanakan pendampingan dan bimbingan pendidikan agama islam untuk menumbuhkan nilai karakter yang berlandaskan budaya bangsa pada siswa SMK. Proses bimbingannya dilaksanakan setiap hari jumAoat selama satu semester. Tujuan kegiatannya adalah untuk menumbuhkan karakter siswa yang berbudaya dan berbangsa melalui bimbingan pada materi pendidikan agama Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang lebih baik pada siswa SMK dengan lebih peduli pada lingkungan, teman, dan pada Bangsa dan Negara. Terdapat pula penelitian yang membahas tentang kegiatan keagamaan oleh (Pelani. Rama, & Naro, 2. , dimana penelitiannya mengkaji tentang kegiatan keagamaan sebagai upaya perbaikan perilaku narapidana di Penjara. Hasilnya adalah kegiatan keagamaan di lapas berjalan dengan baik, dan dibimbing langsung oleh para Ustadz dan Ustadzah yang kompeten di bidang agama. Ditunjang dengan berbagai fasilitas keagamaan seperti perpustakaan, dan masjid. Apa yang sudah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya sesungguhnya telah memberikan informasi tentang pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam berbagai sendi dalam kehidupan. Ada yang membahas terkait tentang kegiatan keagamaan di lingkup masjid saja, ada yang membahas pada lingkup sekolah, dan ada yang membahas pada lingkup Lembaga Pemasyarakatan . Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memang perlu menjadi perhatian semua kalangan, baik kalangan akademisi, kalangan ulama, maupun kalangan pemerintahan. Berdasarkan uraian diatas maka perlu untuk melakukan pengabdian tentang kegiatan keagamaan pada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi Tujuan kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti berbagai macam bentuk kegiatan keagamaan sehingga terciptanya budaya kebersamaan yang religius, rukun, dan saling menghargai antar sesama. Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Metode Pelaksanaan Pengabdian ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Jurusan tarbiyah STAI Sangatta Kutai Timur. Pengabdian ini dilaksanakan di Dusun Airport. Desa Sangkima. Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Desa Sangkima merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Sangatta selatan dan berbatasan dengan beberapa desa, diantaranya: sebelah utara berbatasan dengan desa Sangatta Selatan, sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Singkama, sebelah barat berbatasan dengan Muara Bengkal, dan sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar. Gambar 1. Peta Wilayah Desa Sangkima Jarak pusat desa ini dengan kecamatan sekitar 17 km dan 35 km jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur. Desa Sangkima dapat ditempuh dengan perjalanan darat dengan waktu kurang lebih 45 menit hingga 1,5 jam. Luas Wilayah adalah 37. Ha. Keadaan topografi Desa Sangkima merupakan dataran rendah, dataran tinggi dan pantai dengan ketinggian tanah 0-50 m di atas permukaan laut. Suhu udara rata-rata 29AC. Curah hujan berkisar antara 110 mm tahun-1 sampai 114 mm tahun-1 (Monografi Desa Sangkima, 2. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin, berdasarkan data administrasi pemerintahan desa (Desember 2. , jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, 166 jiwa dengan 883 KK. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin Laki-laki 664 jiwa atau sebanyak 52. 5%, sedangkan berjenis kelamin perempuan 502 jiwa atau 47. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research yaitu model pendampingan (Rahmat & Mirnawati, 2. , dimana penulis terlibat langsung dalam pelaksanaan berbagai macam kegiatan keagamaan di Dusun Airport. Desa Sangkima. Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Dusun Airport. Desa Sangkima. Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Sebelum melakukan pengabdian tentunya dimulai dengan sebuah perencanaan demi berjalannya kegiatan pengabdian. Perencanaan dilakukan bersama tim pengabdian dan disepakati yang menjadi fokus pengabdian ini yaitu pendampingan kegiatan keagamaan masyarakat. Setelah melakukan diskusi dan pemikiran yang mendalam, maka disepakatilah tiga jenis kegiatan keagamaan yang akan dilakukan dalam pengabdian ini yaitu pengajaran di taman pendidikan Al-QurAoan. Peringatan IsraAo MiAoraj, dan pengajian majelis taklim. Gambar 2. Suasana Rapat Perencanaan Program Pengabdian MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Dengan demikian maka kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan yang dilakukan di dusun Airport adalah mengajar anak-anak di TPA Masjid Nurul Hijrah, mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan israAo dan miAoraj nabi Muhammad SAW, dan pendampingan pengajian majelis taklim. Mengajar Anak-Anak TPA Masjid Nur Hijrah TPA Merupakan salah satu entuk lembaga pendidikan yang masuk dalam kategori lembaga pendidikan Non Formal (Mubarok, 2. Lembaga pendidikan TPA juga merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran agama yang mempunyai muatan pengajaran yang menekankan pada aspek keagamaan (Sari et al. Aspek keagamaan yang ditonjolkan tentunya mengacu pada kedua sumber utama dari agama Islam yaitu Al-QurAoan dan Hadits Nabi (Fitriana, 2. Muatan materi dalam pembelajaran TPA juga tentunya menyesuaikan dengan taraf perkembangan dan usia anakanak setingkat taman kanak-kanak. Kisaran umur anak-anak TPA adalah 4-8 tahun. Adapun kurikulum pola pendidikan di TPA umumnya bertujuan untuk (Purnomo, 2. : menyiapkan santri yang mempunyai kepribadian qurAoani, menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat dan Islami, serta dapat mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kreatif dan mengasah potensi yang ada pada diri anak. Selanjutnya, untuk perkembangan TPA pada umumnya juga sebagai salah satu lembaga pendidikan yang sangat pesat perkembangannya dikarenakan hampir di setiap dusun dijumpai TPA sebagai tempat untuk menanamkan pendidikan sejak dini pada anak-anak. Setelah melakukan kunjungan ke Masjid Nur Hijrah dan bertemu pengurus masjid dusun Airport kami memiliki beberapa rencana program kegiatan yang akan kami laksanakan untuk membantu memajukan masjid dengan beberapa kegiatan diantaranya yaitu mengajar anak-anak TPA. Membantu anak-anak TPA mengaji, menghafal hadits dan surah pendek, doa sehari-hari, memahami bacaan dan gerakan sholat serta wudhu dengan Kami juga mengadakan kartu kontrol mengaji agar orang tua dapat memantau perkembangan anak selama di TPA. Dengan kegiatan yang begitu banyak dilakukan di TPA Masjid Nur Hijrah, maka penting juga untuk mendampingi perbaikan manajemen pembelajarannya (Mubarok, 2020. Ini menjadi rekomendasi bagi pengabdian selanjutnya untuk dilakukan di Dusun Airport. Sangatta Selatan. Program pendampingan kegiatan keagamaan pada TPA Masjid Nur Hijrah dusun Airport, tidak hanya sebatas pada materi baca tulis al-QurAoan (Damanik. Mubarok, & Rosma, 2. , namun juga meliputi kegiatan: Menghafal doAoa-doAoa pendek, hadits-hadits pendek dan surah pendek. Selain itu juga dilakukan praktek sholat fardhu dan shalat sunnah Dhuha. Dengan demikian maka santri TPA Masjid Nur Hijrah akan dapat : . membaca Al-QurAoan dan IqraAo dengan bacaan yang benar dan tepat, . Santri dapat Menghafal doa sehari-hari seperti . oa masuk masjid, doa keluar masjid, doa sebelum tidur, doa bangun tidur, doa sebelum makan, doa setelah makan, doa masuk kamar mandi, doa keluar kamar mandi, doa ketika hujan dan doa untuk kedua orangtu. hadits seperti . adits tentang niat, hadits tentang senyum, hadits tentang jangan marah, hadits tentang kebersihan, serta hadits tentang menuntut ilm. dan beberapa surah pendek, . Santri dapat melakukan gerakan sholat, bacaan sholat, dzikir, dan doa, dan . Mengadakan kartu prestasi iqraAo untuk para santri kurang lebih 40 kartu prestasi. Waktu dan lokasi program/kegiatan dalam kegiatan mengajar adalah pada hari Senin sampai dengan hari jumAoat. Yang menjadi lokasi dari kegiatan pengajaran Al-QurAoan adalah TPA Masjid Nur Hijrah. Tujuan dan sasaran Membantu pengurus TPA dalam mengajarkan santri agar dapat membaca Al-QurAoan dan IqraAo dengan bacaan yang benar. Santri dapat Menghafal doa sehari-hari, hadits, dan surah pendek, dapat melakukan gerakan sholat, bacaan sholat, dzikir, dan doa. Kegiatan Program ini dimulai pada tanggal 21 februari, dalam pelaksanaannya diawali dengan kegiatan silaturahmi kepada para pengurus TPA dan memohon izin untuk membantu mengajarkan anak-anak di TPA Nur Hijrah. Setelah silaturahmi peserta pengabdian kemudian diterima dengan baik dan dipersilahkan mengajar di TPA pada tanggal 22 februari 2022, dengan jumlah santri di hari pertama sebanyak 33 orang. kemudian santri dikelompokkan menjadi beberapa bagian kecil (AlQurAoan dan Iqr. Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Gambar 3. Suasana proses mengajar anak-anak TPA Melaksanakan Peringatan IsraAo MiAoraj Nabi Muhammad 1443 H IsraAo dan MiAoraj Nabi Muhammad SAW merupakan Peristiwa israAo miAoraj adalah perjalanan Rasulullah saw dari masjidil haram ke masjidil Aqsa hingga ke sidratul muntaha dengan menaiki buraq (Yunita, 2. IsraAo dan miAoraj terdiri dari dua kata yaitu israAo dan miAoraj. IsraAo berarti berangkatnya Rasulullah saw oleh tuhannya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsha. Sedangkan MiAoraj adalah berangkatnya Rasulullah saw dari masjidil Aqsha naik ke langit tujuh lapis ke sidratul muntaha dan akhirnya ke mustawa (Julijanto, 2015, p. Kegiatan isra miAoraj adalah kegiatan peringatan hari besar Islam yang pertama kalinya di Dusun Airport, sebagai wujud dari peran takmir masjid dalam melaksanakan pendidikan Islam (Mubarok, 2020. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara anggota pengabdian dari STAI Sangatta dengan warga Dusun Airport. Kegiatan IsraAo dan MiAoraj juga dirangkaikan dengan menampilkan penampilan para santri TPA Masjid Nur Hijrah sebagai bentuk apresiasi kepada para santri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi santri TPA Masjid Nur Hijrah untuk lebih giat lagi dalam belajar. Selain sebagai kegiatan pengabdian, kegiatan peringatan israAo miAoraj ini juga merupakan kegiatan perayaan yang pertama kali di dusun Airport. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri dari pelaksanaan pengabdian ini, sehingga harapannya pelaksanaan peringatan israAo dan miAoraj nabi Muhammad SAW akan terus dilaksanakan setiap tahunnya dan tidak berhenti hanya sebatas pengabdian ini saja. Acara peringatan IsraAo dan MiAoraj Nabi Muhammad SAW juga dirangkaikan dengan penampilan dari santri TPA yaitu tilawah dan sari tilawah qurAoan, membaca surah pendek beserta arti dengan gerakan, nasyid lagu islami, membaca doa sehari-hari beserta arti dan daAoi cilik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 februari 2022, dengan tema Membangun Generasi Islami Berdasarkan Keteladanan Rasulullah SAW. kegiatan berjalan lancar dan meriah oleh penampilan dari santri TPA Nur Hijrah. Perayaan IsraAo dan MiAoraj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan pada hari senin, 28 februari 2022 puku 19. 30 WITA sampai selesai dengan Masjid Nur Hijrah Dusun Sangkima Airport sebagai lokasi Tujuan dari pelaksanaan peringatan IsraAo dan MiAoraj Nabi Muhammad SAW. ini adalah untuk memaksimalkan kolaborasi peserta pengabdian dengan warga dusun airport, sehingga memudahkan pengabdian melakukan bekerjasama dengan warga MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat e-ISSN: 2988-3997 Gambar 4. Suasana proses mengajar anak-anak TPA Pengajian Majelis Taklim Majelis taklim merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang mempunyai fungsi dan peranan dalam pembinaan umat, sebagai taman rekreasi rohaniah dan ajang dialog serta silaturahmi antara ulama, umara dengan umat (Nurainiah, 2. Majelis Taklim adalah sebuah sebutan untuk lembaga pendidikan non-formal Islam yang memiliki kurikulum sendiri, diselenggarakan secara berkala dan teratur, dan diikuti oleh jamaah yang relatif banyak. Majelis Taklim berasal dari bahasa Arab, yang terdiri atas dua kata, yaitu majelis dan taklim (Nashiruddin. Zulmuqim, & Zalnur, 2. Majelis Taklim adalah lembaga lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan keagamaan Islam nonformal sebagai sarana dakwah Islam (Sagala, 2. Adapun kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kategori majelis taklim adalah kelompok yasinan, kelompok pengajian, taman pendidikan al-qur'an pengajian kitab kuning, salafiah, dan sholawatan (Putri. Jasmienti. Alimir, & Fauzan, 2. Kegiatan majelis Taklim di Dusun Airport telah lama berjalan, dan dilaksanakan satu kali dalam satu minggu, tepatnya setiap hari jumAoat. Lokasi diadakannya acara rutinan majelis taklim juga berbeda-beda setiap pekannya guna mendapatkan suasana yang berbeda dan dapat memperluas dan mempererat silaturahmi antar masyarakat di Lingkungan Dusun Airport. Tujuan dari penyelenggaraan majelis taklim di dusun Airport adalah untuk menciptakan rasa kekeluargaan dan menjalin silaturahmi antar warga masyarakat dusun airport, meningkatkan kerohanian dan ketakwaan. Gambar 5. Suasana proses mengajar anak-anak TPA Selama pelaksanaan pengabdian berlangsung, ketiga agenda pendampingan kegiatan keagamaan yang telah direncanakan berjalan sesuai dengan rencana. Antusias dari warga dusun Airport dalam mengikuti rangkaian kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan di dusun Airport sangat baik, hal tersebut dapat dilihat dari sikap dan dukungan warga dusun Airport dalam semua kegiatan pengabdian yang berlangsung. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara peserta pengabdian dengan warga dusun memberikan warna baru bagi kehidupan mereka. Tentunya hal ini tidak lepas dari doAoa dan dukungan semua pihak, sehingga kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan di Dusun Airport dapat berjalan dengan baik dan lancar. Vol. No. Januari 2023 e-ISSN: 2988-3997 Selama melaksanakan pendampingan kegiatan keagamaan di Desa Sangkima Dusun Airport, tentunya banyak kendala yang dijumpai di lapangan yang menjadi penghambat program kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan yang telah direncanakan. Secara umum kendala yang dialami dalam menjalankan kegiatan pendampingan kegiatan keagamaan yang telah disusun ialah kendala pada jaringan internet, dan kendala aliran Selanjutnya adalah akses transportasi yang terbatas, serta medan yang berat untuk mengakses dusun tersebut. Kedepan, harapannya adalah: . listrik bisa masuk ke Dusun Airport sehingga segala aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan listrik bisa lebih . Akses jalan menuju tempat-tempat yang dibutuhkan dapat diperbaiki sehingga lebih mudah untuk dilewati. Kesimpulan Pelaksanaan pendampingan pelaksanaan kegiatan keagamaan telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Masyarakat Dusun Airport sangat antusias dalam mengikuti program kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Hasilnya adalah bahwa pendampingan pelaksanaan kegiatan keagamaan di dusun Airport dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat dalam bidang keagamaan dalam bingkai Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya perhatian para orang tua terhadap pendidikan Al-QurAoan anak-anaknya, semangat kebersamaan dalam mengikuti majelis taklim semakin meningkat dengan bertambahnya anggota majelis taklim, serta peringatan IsraAo MiAoraj menjadi cikal bakal pelaksanaan perayaan hari-hari besar lainnya dalam satu tahun kalender Hijriyah. Referensi