E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH. PERAN GURU DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENJAS SD INPRES BUTTATIANANG I MAKASSAR Syamsul Darmawan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar Email :Syamsul051@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Lingkungan Sekolah. Peran Guru Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Motivasi Belajar Penjas SD Inpres Buttatianang I Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskrpitif analisis dengan desain penelitian menggunakan Path Analisis. Populasinya adalah siswa siswi kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar. Yang berjumlah 28 siswa. Teknik penentuan sampelnya yaitu secara populasi terjangkau. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan SPSS 18 for Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . SD Inpres Buttatianang I Makassar, memiliki pengaruh lansung lingkungan sekolah yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 40,26%. pengaruh lansung peran guru yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 31,36%. pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 9,48%. pengaruh lansung peran guru terhadap motivasi siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 63,04%. pengaruh minat belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas sebesar 24,32%. pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajar penjas melalui minat belajar sebesar 77,88%. pengaruh peran guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas melalui minat belajar sebesar 77,88% Kata Kunci : Lingkungan Sekolah. Peran Guru. Minat Belajar Siswa. Motivasi Belajar Penjas. ABSTRACT The objective of this study was to find out the effect of the school environment, the role of teachers and the Students Learning Interest on the Motivating to Learn Physical Education and Health Sciences at Elementary School Inpres Buttatianang I of Makassar. The type of this research is descriptive analysis with research design using Path Analysis. The population is the fifth grade students Elementary School Inpres Buttatianang I of Makassar. There are 28 students. The technique to determining the sample is in a population that is affordable. The data analysis technique used was descriptive analysis by using SPSS 18 for The results of this study indicated that . Elementary School Inpres Buttatianang I of Makassar, has a direct influence on school environment that is significant to students' learning interest on the Physical Education and Health Sciences amount 40. the direct influence of the teacher's significant role in student learning interest on Physical Education and Health Sciences amount stkip-mmb. id/index. php/mp E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. the influence of school environment in student learning motivation on Physical Education and Health Sciences subjects amount 9. the direct influence of the teacher's role in student motivation on Physical Education and Health Sciences subjects amount 63. the influence of learning interest in student learning motivation on Physical Education and Health Sciences amount . the influence of school environment in student learning motivation on Physical Education and Health Sciences through learning interest amount . the influence of teacher's role in students' learning motivation on Physical Education and Health Sciences subjects through learning interest Keywords: School Environment. Teacher's Role. Student Learning Interest. Physical Education and Health Sciences Learning Motivation. PENDAHULUAN Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut utama terhadap pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. Untuk indonesia, pendidikan diharapkan mengusahakan . Pembentukan manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri,dan . Pemberian dukungan bagi perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara (Undang-Undang, 1992: 24 dalam Tirtarahardj. Belajar merupakan kegiatan sehari hari bagi siswa sekolah. Kegiatan belajar tersebut ada dirumah, dan ditempat lain seperti musium, perpustakaan, sawah, sungai atau hutan. Ditinjau dari segi guru, kegiatan stkip-mmb. id/index. php/mp belajar siswa tersebut ada yang desain instruksional. Motivasi yang dimiliki oleh setiap siswa pun berbeda beda, terutama motivasi dalam hal belajar atau sering disebut Hubungan antara guru dan siswa sangat fundamental nilainya bagi Sebuah hubungan yang sehat antara guru dan siswa perlu didasarkan atas Pertama, penerimaan siswa atas otoritas Tugas pokok guru adalah mengorganisir dan mengelola pembelajaran siswa, yang mencakup penerapan kontrol atas manajemen aktivitas belajar dan . ermasuk Kualitas kedua yang diperlukan bagi hubungan yang sehat adalah saking menghormati dan mengerti antara guru dan siswa. Ini mengacu pada pengakuan oleh guru dan siswa satu sama lain sebagai individu, menghargai satu sama lain, dan saling memperlakukan dengan baik E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. secara konsisten. Kedua kualitas ini saling terkait erat dalam beberapa hal yang berkontribusi bagi satu karakteristik yang lain. Menurut diperoleh dari tahun ke tahun masih banyak pula siswa yang mendapatkan nilai di bawah ratarata/di ketuntasan minimal (KKM) untuk jasmani atau penjas. Nilai-nilai yang masih banyak di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari tahun ke tahun menimbulkan pertanyaan bagi guru, faktorfaktor prestasi belajar siswa. Prestasi tersebut bisa di awali dengan motivasi belajar siswa yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan persoalanpersoalan tersebut maka timbul permasalahan yang dikaji yang motivasi belajar siswa dalam jasmani . Faktor-faktor tersebut dalam penelitian ini hanya dibatasi oleh lingkungan sekolah, peran guru dan minat Melalui metode yang sama maka peneliti Pengaruh Lingkungan Sekolah. Peran Guru dan Minat Siswa Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Siswa sebagai judul penelitian ini. menganilisis data kuantitatif yang diperjelas dari hasil penelitian berupa data dan informasi mengenai permasalaan yang Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Lingkungan sekolah (X. Peran guru (X. , dan Minat siswa (X. , sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar (Y) dimana variabel X memiliki hubungan atau pengaruh dengan variabel yang berupaya menganilisis pengaruh yang terjadi variabel lingkungan sekolah (X. , peran guru (X. , dan minat siswa (X. terhadap motivasi belajar siswa (Y) Skala likert digunakan untuk dimana dalam penelitian ini ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut setiap item instrumen yang Likert sangat positif sampai negatif (Sugiyono, 2012:136-. METODELOGI Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif analisis, jenis analiss data yaitu dengan cara Sampel penelitian ini 28 siswa yaitu siswa-siswi kelas V SD Inpres Buttatianang I Makassar stkip-mmb. id/index. php/mp E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. provinsi Sulawesi Selatan tahun ajaran 2015/2016. Uji Validitas Analisis item ini. Masrun Auteknik untuk menentukan validitas item ini sampai sekarang merupakan teknik yang paling banyak digunakanAy. Selanjutnya dalam memberikan interpretasi terhadap Masrun Auitem dengan kreterium . kor tota. tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. Biasanya syarat memenuhi syarat adalah kalau r = 0,3Ay. Jadi kalau kolerasi antara butir dengan skor total kurang dari 0,3 maka butir dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Berdasarkan uji validitas pada lampiran empat, seluruh butir instrumen dalam variabel penelitian ini adalah valid, sehingga dapat dilanjutkan dengan uji statistik. Uji Reliabilitas Pengujian internal cinsisrency dengan teknik Belah Dua. Untuk keperluan itu, butir-butir dibelah menjadi dua kelompok, stkip-mmb. id/index. php/mp yaitu kelompok instrumen ganjil dan kelompok instrumen genap. Kedua tersebut diuji korelasi dengan program SPSS dengan rumus Spearman Brown. Inatrumen dinyatakan reliabel bila koefisien (Sugiyono,2. Analisis Statistik Deskriptif Menurut Ghozali . Austatistik deskriptif merupakan deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , maksimun, minimun, sum, range, . emencengan distribus. Uji Asumsi . Uji Normalitas Uji normalitas di gunakan populasi data berdistribusi normal Persyaratan normalitas dengan menggunakan 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikasi lebih besar dari 5% atau 0,05. Uji Linieritas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan linear atau tidak secara signifikan. Uji ini juga digunakan sebagai prasyarat dalam menggunakan Test for E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Dua variabel dikatakan liniear bila signifikansi (Linearit. kurang dari 0,05. Uji ini dilakukan analisis ANOVA . nalisis of Asumsi ANNOVA bahwa varian dari populasi sama. Uji linearitas ini dilakukan melalui program SPSS 18 for windows ( Statistical Peckage For Social Scienc. Uji Hipotesis . Uji Korelasi Analisis korelasi adalah metode statistik yang digunakan hubungan linear antara dua variabel atau lebih. Jika korelasi bernilai positif, maka hubungan antara dua variabel bersifat searah, sebalknya jika korelas bernilai negatif, maka hubungan antara dua variabel bersifat Misalkan korelasi sampel antara variabel X dan Y bernilai positif mengartikan bahwa nilai X naik maka nilai Y juga naik, sedangkan jika nilai X turun maka nilai Y juga turun. Misalkan korelasi sampel antara variabel X dan Y bernilai negatif mengartikan bahwa nilai X naik maka nilai Y juga turun, sedangkan jika nilai X turun maka nilai Y juga naik. Nilai korelasi sampel diukur dari korelasi pearson degan syarat dan stkip-mmb. id/index. php/mp berskala interval/rasio. Kriteria membandingkan besarnya angka taraf signifikan . penelitian dengan taraf signifikansi sebesar 0,005 dengan kriteria sebagai C Jika sig penelitian < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima C Jika sig penelitian > maka H0 diterima dan H1 ditolak signifikan antara variabel bebas sedangkan H0 artinya tidak ada variabel bebas terhadap variabel . Uji Regresi Analisis regresi digunakan . terhadap variabel . Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga dapat digunakan tidaknya korelasi antarvariabel. Jika kita memiliki dua buah variabel atau lebih maka sudah selayaknya apabila kita ingin mempelajari bagaimana variabelvariabel itu berhubungan atau dapat diramalkan. Analisis regresi persamaan matematika yang menyatakan hubungan fungsional antara variabel-variabel. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Hubungan fungsional antara satu variabel prediktor dengan satu variabel kriterium disebut . , sedangkan hubungan fungsional yang lebih dari satu variabel disebut analisis regresi Analisis lebih akurat dalam melakukan analisis korelasi. karena pada analisis itu kesulitan dalam . ingkat terhadap variabel lainnya dapat Dengan demikian maka melalui analisis regresi, peramalan nilai variabel terikat lebih akurat Dalam tersebut digunakan perangkat lunak . oft war. dengan program SPSS 18 for Windows. ratistio, 2. dan Sarwono . HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil angket diperoleh dalam penelian ini dari empat variabel yaitu lingkungan sekolah, peran guru, minat siswa dan motivasi belajar akan dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dalam kaitannya dengan teori yang mendasari penelitian ini untuk memberikan interpretasi dari hasil analisis data. Data tersebut dianalisis secara gambaran secara umum data Penyajian analisis data dalam bab ini hanya stkip-mmb. id/index. php/mp Analisis Statistik Deskriptif Untuk memperoleh lingkungan sekolah, peran guru minat siswa, dan motivasi belajar, maka setiap variabel dibuatkan tabel frekuensi dan kategori dimana setiap variabel diukur dengan menggunakan kategori sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik dan tidak baik. tinggi,sedang, rendah, sangat Uji Asumsi . Uji Normalitas Uji dimaksudkan untuk mengetahui lingkungan sekolah, peran guru dan minat siswa pada motivasi belajar siswa SD Inpres I buttatianang, sehingga dapat dilanjutkan dengan perhitungan statistik parametris. Penelitian ini melakukan uji normalitas dengan metode statistik One Sample Kolmogorov Smirnov. Kriteria pengujian ini dilakukan dengan (Asymp. Sig 2-taile. , jika lebih dari 0,05 maka data dinyatakan normal, begitupun sebeliknya. Adapun hasil uji normalitas media pembelajaran, lingkugan sekolah, peran guru dan minat siswa pada motivasi belajar dapat dilihat pada tabel 1. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. Tabel 1. 1 Nilai Kolmogorov Smirnov Lingkugan Sekolah. Peran Guru Dan Minat Siswa Pada Motivasi Belajar. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Rata- 76,0 72,1 73,4 75,7 357 071 643 500 Normal Parameters Std. 8,37 9,80 6,99 7,33 Deviatio 758 302 991 649 Kolmogorov-Smirnov ,519 ,684 ,728 ,553 Asymp. Sig. -taile. ,950 ,738 ,664 ,919 Sumber: Olah Data SPSS 18 . Uji Linearitas Linearitas hubungan yang linear antar perubahan yang terjadi pada satu variabel akan diikuti perubahan dengan besaran yang sejajar pada variabel lainnya. Perubahan pada variabel bebas akan diikuti dengan perubahan pada variabel Salah satu prasyarat lainnya dalam analisis korelasi dan regresi adalah setiap variabel bebas memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang linear secara signifikan maka dilakukan uji linearitas dengan meggunakan Test for Linearity pada taraf signifikansi 0,05 Untuk Peran Guru. dengan Motivasi Belajar Siswa . 0,000 . <0,. , yang berarti bahwa motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas memiliki hubungan linear dengan peran guru. Untuk variabel Minat Siswa . dengan motivasi belajar siswa . 0,000 . <0,. , yang berarti bahwa stkip-mmb. id/index. php/mp motivasi belajar siswa pada mata hubungan linear dengan minat . Uji Hipotesis Penelitian ini menurunkan menggunakan analisis statistik menggunakan analisis jalur . ath Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh langsung Lingkungan sekolah yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar. sebesar 40,26%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa lingkungan sekolah meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran . Ada peran guru yang signifikan terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran penjas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terhadap minat belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar sebesar 31,36%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa peran guru dibutuhkan untuk meningkatkan minat E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. belajar siswa pada mata pelajar penjas. Ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terhadap motivasi belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar sebesar 9,48%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa peran guru dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajar penjas. Ada pengaruh lansung peran guru yang signifikan terhadap motivasi siswa pada mata pelajaran penjas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terhadap motivasi belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar sebesar 63,04%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa peran guru dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi siswa pada mata pelajaran . Ada pengaruh minat belajar terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terhadap motivasi belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar sebesar 12,60%. Hasil ini menunjukkan analisa stkip-mmb. id/index. php/mp belajar siswa pada mata pelajar penjas. Ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajar penjas melalui minat Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar melalui minat 77,88%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa lingkungan sekolah belajar siswa pada mata minat belajar siswa. Ada pengaruh peran guru terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran penjas melalui minat belajar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terhadap motivasi belajar siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar melalui minat 77,88%. Hasil ini menunjukkan analisa bahwa peran guru dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata minat belajar siswa. KESIMPULAN Setelah penelitian, telah diperoleh hasilhasil yang telah diungkapkan dari pengaruh lingkungan sekolah, peran guu, dan minat belajar siswa terhadap motivasi belajar E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 3 No. siswa SD Inpres Buttatianang I Makassar, maka disimpulakan sebagai berikut : Terdapat lingkungan sekolah terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani (Penja. Terdapat pengaruh peran guru terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani (Penja. Terdapat lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani (Penja. Terdapat pengaruh peran guru terhadap motvasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani (Penja. Terdapat pengaruh minat belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan jasmani (Penja. Terdapat lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa pada melalui minat belajar siswa stkip-mmb. id/index. php/mp Terdapat pengaruh peran belajar siswa pada mata minat belajar siswa DAFTAR PUSTAKA