E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM MANAJEMEN PENGELOLAAN KELAS MELALUI SUPERVISI KLINIS PENGAWAS DI MI MAAoHAD AL-ZAYTUN GANTAR INDRAMAYU Rasmadi rasmadicakrabuana78@gmail. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Suklani suklanielon@gmail. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ABSTRACT The aim of implementing PTKp (Supervisory Action researc. activities is to improve teachers' abilities in classroom management through clinical supervision of supervisors. The research subjects were as many as teachers. Data collection uses observation instruments and documentation. The data was analyzed in a qualitative descriptive manner through comparison of the results of investigations during pre- and post-actions. The results of the data analysis showed that in the initial condition it only reached an average of 50 with LESS criteria, it increased to 8 with ENOUGH criteria, and in cycle II it became 90 with GOOD criteria, and in the initial condition there were no teachers who were declared complete, increasing to 5 teachers. or 50% and in the last cycle there were 10 teachers or 100%. From the explanation above, it can be concluded that the implementation of clinical supervision has been proven to be able to increase teacher performance in MPK at MI Ma'had Al-Zaytun Semester 2 Academic Year 2021/2022 Keywords : Ability. Class Management. Clinical Supervision Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 ABSTRAK Tujuan dari pelaksanaan aktifitas PTKp . enelitian Tindakan Kepengawasa. ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam managemen pengelolaan kelas melalui supervisi klinis pengawas. Subjek penelitian sebanyak guru. Penghimpunan data menggunakan instrumen observasi, serta dokumentasi. data dianalisa dengan cara deskriptif kualitatif melalui perbandingan hasil investigasi saat pra serta pasca tindakan Hasil analisa data menunjuk di kondisi awal hanya mencapai angka rerata 50 dengan kriteria KURANG, menaik jadi 8 dengan kriteria CUKUP, serta di siklus II jadi 90 berkriteria BAIK, serta individu tiap guru pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, menaik jadi 5 guru atau 50% serta pada siklus terakhir jadi 10 orang guru atau Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis terbukti dapat menaikkan kinerja guru dalam MPK di MI maAohad Al-Zaytun Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022 Kata Kunci : Kemampuan. Pengelolaan Kelas. Supervisi Klinis PENDAHULUAN Guru adalah tenaga pendidik profesional yang harus mampu membuat perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan standar kurikulum yang ada di sekolah tersebut. Dalam proses pembelajaran guru merupakan titik tolak ukuran tercapainya tujuan pembelajaran. Peran guru sebagai seorang pendidik yang profesional menciptakan sikap dan prilaku siswa yang bernilai, bermoral dan religius. Di samping itu guru juga harus bisa membimbing peserta didiknya ke arah pendidikan yang lebih baik dan bermutu. Pengelolaan kelas adalah salah satu keterampilan guru dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, serta melaksanakan pengawasan terhadap program dan suatu kegiatan yang ada di kelas sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara sistematis, efektif dan efesien. Terciptanya pembelajaran yang kondusif bisa terjadi apabila guru dapat mengelola kelas dengan baik sehingga pembelajaran menjadi efektif, efesien dan menyenangkan. Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh tenaga pengajar untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif apabila terjadi masalah di dalam kelas dan menciptakan situasi pembelajaran kearah yang lebih baik. Dalam pengelolaan kelas guru sering mengalami permasalahan yang terjadi dalam kelasnya yaitu masalah bersifat perorangan dan kelompok. Wiyani . 3: . Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 menjelaskan, guru sebagai pengelola pembelajaran mengurus dan menata berbagai sarana belajar dalam pengaturan ruang kelas meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini: . Mengadakan sarana belajar yang diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar. Menata letak sarana belajar yang telah didapatkannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Merawat sarana belajar yang ada di ruang kelas agar awet dan selalu siap dugunakan untuk mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran. Melakukan perbaikan terhadap tata letak sarana belajar yang ada di ruang kelas. Manajemen Pengelolaan Kelas yang baik adalah pengelolaan yang didasarkan atas pengertian yang penuh terhadap murid mengenai apa yang diharapkan dari padanya, apa yang ada padanya sebagai pemilikan awal yang kiranya dapat dimanfaat kembangkan serta sekaligus dukungan oleh partisipasi dari merekaAy (Kurni dan Susanto 2018. Setiono Oleh karenanya. Auaktifitas MPK mengandung pengertian suatu aktifitas untuk menciptakan serta mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar . embinaan serta penghentian tingkah laku peserta didik yang menyeleweng perhatian kelas, pemberian ganjaran, serta sebagainy. Ay (Juliani 2. Artinya. AuKegagalan guru dalam mengajar mungkin bukan karena mereka kurang menguasai bahan bidang studi, tetapi mereka tidak tahu bagaimana MPKAy (Sunhaji 2. Dengan demikian, maka PBM dalam kelas, terutama saat hubungan antara guru serta murid itu hendaknya tidak selalu merupakan hubungan hirarki akan tetapi potensi guru serta potensi murid kiranya dapat termanfaatkan semua selama PBM (Fatihah dan Difla Nadjih 2017. Nuangchalerm et al. Sehingga murid dapat terlibat secara aktif dalam upaya pencapaian tujuannya. Guru patut jadi teladan, bimbingan dan pengaruh positif bagi para muridnya dalam pelaksanaan berbagai aktifitas yang relevan serta efektif sehingga sikap dewasa dari murid dalam pemecahan masalah pun dapat berkembang (Budiutomo 2015. Hermawan 2. Observasi di awal penggalian data menghasilkan temuan bahwa sebagian besar guru di MI maAohad Al-Zaytun masih berkemampuan rendah dalam MPK. Pembuktian sesuai hasil pengamatan pertama yang disimpulkan tidak ada satu orang pun guru di MI maAohad Al-Zaytun yang dinilai berkemampuan dalam MPK sehingga berkategori rendah ter masuk hanya 4 guru . %) berkriteria cukup, serta 4 guru . %) dalam berkriteria rendah serta 2 guru . %) berkriteria sangat rendah. Guna pemecahan masalah tersebut, dilakukan intervensi tindakan berbentuk supervisi klinis yang sesuai teknik MPK. Tujuannya ialah peningkatan motivasi serta profesional para guru terutama dalam MPK. Supervisi klinis adalah. AuSalah satu bentuk supervisi yang difokuskan pada upaya peningkatan sistem pembelajaran yang baik serta sistematik serta memperkecil kesenjangan antara tingkah laku mengajar yang nyata sesuai tingkah laku mengajar yang ideal melalui observasi serta analisa data secara objektifAy. Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Manajemen kelas ialah AuKetentuan serta prosedur yang diperlukan guna menciptakan serta memelihara lingkungan tempat terjadi aktifitas belajar serta mengajar. Manajemen kelas juga berarti perangkat perilaku serta aktifitas guru yang diarahkan untuk menarik perilaku murid yang wajar, pantas, serta layak serta usaha dalam meminimalkan gangguanAy(Hasri 2009:. Manajemen Kelas juga termasuk usaha guru untuk menata serta mengatur tata-laksana kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur serta sumber belajar, pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan murid, serta mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul di kelas (Erwinsyah 2017. Hidayat. Jahari, dan Nurul Shyfa 2. Pengelolaan kelas adalah. AuProses pemberdayaan sumber daya baik material element maupun human element dalam kelas oleh guru sehingga memberikan dukungan terhadap aktifitas belajar murid serta mengajar guru. Sebagai sebuah proses maka dalam pelaksanaanya pengelolaan kelas memiliki aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan guru. Dalam pengelolaan kelas guru melakukan sebuah proses atau tahapanAe tahapan aktifitas yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi sehingga apa yang dilakukan oleh guru merupakan suatu kesatuan yang utuh serta saling Selain itu bahwa dalam pengelolaan kelas bahwa aktifitas yang dilakukan efektif mengenai sasaran yang hendak dicapai serta efisien tidak menghambur-hamburkan waktu, uang serta sumber daya lainnya titik akhir dari pengelolaan kelas adalah sesuai tujuan produktivitas kerja yang tinggi dari muridAy (Hidayat et al. Atas Dasar keputusan MENPAN No. 118 Tahun 1996 Pasal 1 (MenPAN RI 1. telah ditentukan bahwa : AuPengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberikan tugas, tanggung jawab, serta wewenang penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan di sekolah sesuai melaksanakan penilaian serta pembinaan dari segi teknis pendidikan pra sekolah, dasar, serta menengah. Ay Kesimpulan dari pengertian tersebut ialah AuPejabat fungsional yang berkedudukan sebagai pelaksana teknis untuk melakukan pengawasan pendidikan berbentuk pembinaan serta penilaian terhadap sejumlah sekolah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkanAy (Sudjana 2. Dalam bentuk diagram, kerangka berpikir penelitian tindakan tentang supervisi dalam kepengawasan ini sebagaimana dijelaskan di bawah ini. Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 Gambar 1 Bagan Kerangka Pikir METODE Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan sumber data yang didapatkan dari lapangan. Maka selanjutnya data tersebut dikaji dan di olah dengan tahapan-tahapan seperti wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap "masalah" yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama (Sugiyono, 2. HASIL PEMBAHASAN Siklus Pertama Pada kondisi awal, 10 . %) orang guru dinilai belum mampu melaksanakan MPK sesuai standar minimal. %) guru berkriteria cukup serta 7 . %) guru berkriteria Secara klasikal, kenaikan kemampuan guru dalam manajemen MPK belum bisa mencapai kriteria berhasil. Pencapaian hasil tersebut belum beranjak dari bawah kriteria berhasil yang BAIK, yaitu pemenuhan skor 80 yang minimal. Siklus pertama Kenaikan terjadi pada periode siklus awal ini, 6 . %) guru yang sudah berkemampuan dalam MPK, sementara 4 . %) yang tersisa mendapat penilaian belum berkemampuan dalam MPK. Secara klasikal, kenaikan jumlah guru berkemampuan belum mencapai kriteria berhasil,karena masih berkriteria CUKUP . Pencapaian yang menunjuk Pencapaian hasil tersebut belum beranjak dari bawah kriteria berhasil yang BAIK, yaitu pemenuhan skor minimal, 80. Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 Siklus kedua 100% guru peserta mendapat penilaian telah mampu melaksanakan MPK di pelaksanaan siklus akhir ini. Secara klasikal, kenaikan guru berkemampuan MPK telah mencapai kriteria berhasil dan memperoleh nilai angka sebesar 90 sehingga berkriteria BAIK. Pencapaian yang menunjuk hasil tindakan telah berada di atas kriteria berhasil minimal dalam nilai 80 sebagai batas berkriteria minimal BAIK. Hasil analisa data di tiap siklus dapat menyimpulkan telah terjadi kenaikan guru berkemampuan dalam pelaksanaan MPK secara kuantitas. rerata pecapaian nilai di tiap siklus sebagai berikut. Tabel 1 Rekapitulasi Kenaikan Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Kelas Berdasarkan Rata-rata Capain Nilai pada Kondisi Awal. Siklus I serta II No Siklus Awal Siklus I Siklus II Rata-Rata Capaian Nilai Kriteria Gambar 3 Kenaikan Kemampuan Guru dalam pengelolaan Kelas Berdasarkan Rerata Capaian Nilai pada Kondisi Awal. Siklus I serta II Kenaikan para guru berkemampuan dalam MPK di MI maAohad Al-Zaytun terjadi pada tiap siklus. Di kondisi awal hanya mendapat rerata 50 berkriteria KURANG, menaik jadi 80 yang berkriteria CUKUP, serta pada siklus kedua menjadi 89,88 sehingga berkriteria Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 BAIK. Penjelasan mengenai kenaikan para guru di MI maAohad Al-Zaytun yang berkemampuan dalam MPK secara individu terungkap dalam tabel berikut ini. Tabel 2 Rekapitulasi Kenaikan Kemampuan Guru dalam MPK Berdasarkan KetuntasanGuruPerIndividu pada Kondisi Awal. Siklus I serta II Siklus Awal 2 Siklus I 3 Siklus II Tuntas Ketuntasan Belum 0,00 55,56 100,00 100,00 44,44 0,00 Untuk memperjelas, maka dalam bentuk diagram batang sebagaimana jelaskan pada gambar di bawah ini. Gambar 4 Kenaikan Kemampuan Guru dalam penerapan MPK Berdasarkan Ketuntasan Guru Per Individu pada Kondisi Awal. Siklus I serta II Kenaikan para guru berkemampuan dalam MPK di MI maAohad Al-Zaytununtuk tiap individu terjadi di tiap siklus. Pada kondisi awal belum ada guru yang mendapat penilaian tuntas, kemudian menaik jadi 5 . %) guru di siklus dan siklus terakhir telah mencapai 10 . %) guru berkemampuan MPK. Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 SIMPULAN Pelaksanaan supervisi klinis di MI maAohad Al-Zaytunterbukti dapat menaikkan guru berkemampuan dalam pengelolaan kelas. Mereka menunjuk kesungguhan pada pemahaman serta pelaksanaan aktifitas yang berkaitan dengan kenaikan kemampuan dalam MPK. Hasil amatan telah menampilkan kenaikan guru berkemampuan dalam tiap tahapan siklus. Pada kondisi awal hanya memperoleh rata-rata 50 yang berkriteria KURANG, menaik jadi 80 berkriteria CUKUP, serta di siklus II jadi 90 berkriteria BAIK. Secara individual, tiap guru pada kondisi awal belum ada yang dinilai tuntas, kemudian menaik jadi 5 . %) guru, di siklus II jadi 10 . %) guru peserta PTKp. Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Manajemen Pengelolaan Kelas Melalui Supervisi Klinis Pengawas Di Mi MaAohad Al-Zaytun Gantar Indramayu Rusmadi1. Suklani2 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 4. No 1 Juni 2024 DAFTAR PUSTAKA