Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar Shobirotus Soraya1. Panggung Sutapa2 Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi Ilmu Shuffah Al QurAoan Abdullah Bin MasAoud Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap konsentrasi belajar siswa slow learner di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu . uasi experimen. dengan desain pretestposttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 420 siswa slow learner, dan diambil sampel sebanyak 84 siswa . kelompok eksperimen dan 42 kelompok kontro. dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket konsentrasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 13. 137 dan signifikansi 0. 000 (< 0. , dengan rata-rata perbedaan Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa slow learner, sehingga dapat dijadikan strategi efektif dalam pembelajaran di sekolah Kata Kunci: Aktivitas fisik, konsentrasi belajar, slow learner, sekolah dasar Abstract This study aims to determine the effect of physical activity on the learning concentration of slow learner students in elementary schools. The research employed a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group The population consisted of 420 slow learner students, and a sample of 84 students was selected . in the experimental group and 42 in the control grou. using purposive sampling. The instrument used was a learning concentration questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted through normality tests, homogeneity tests, and an independent sample t-test. The results showed that physical activity had a significant effect on studentsAo learning concentration. This was evidenced by a t-value of 13. 137 with a significance level of 0. 000 (< 0. , and a mean difference of 17. It can be concluded that physical activity provides a substantial contribution to improving the learning concentration of slow learner students and can be considered an effective strategy in elementary school learning. Keywords: Physical activity, learning concentration, slow learner, elementary Correspondence author: First Author/Second Author/Third Author. Jakarta State University. Indonesia. Email: shobirotussoraya@gmail. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 641-652 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. PENDAHULUAN Sistem pendidikan, setiap siswa memiliki potensi yang berbedabeda, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus seperti slow learner. Slow learner adalah siswa yang memiliki kecepatan belajar lebih lambat dibandingkan dengan siswa pada umumnya. Siswa slow lerner bukan mengalami gangguan intelektual, sehingga siswa tersebut tidak bisa mendapatkan pendidikan khusus meskipun kemampuannya berada di bawah rata-rata teman satu kelas, karena siswa slow learner memiliki berbagai kesulitan kognitif yang berbeda-beda (Baglio et al. , 2. Palupi & Darmahusni, . menyatakan bahwa siswa yang lambat belajar dapat dikenali dari beberapa ciri, seperti kemampuan akademik yang rendah, memiliki batasan dalam berfikir secara abstrak, cenderung berorientasi pasif dalam belajar, memiliki kebiasaan belajar yang rendah, memiliki keterbatasan dalam menginterpretasikan data . tatistik, tabel, grafik, atau pet. , mengalami kesulitan berkonsentrasi, memiliki tingkat percaya diri yang rendah, mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas menulis, dan memiliki emosi yang tidak stabil. American Association on Intellectual and Developmental Disabilities (AAIDD), dalam Dagnan et al. , . menyatakan bahwa individu dengan gangguan intelektual didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki skor IQ di bawah 70. Sementara itu, siswa dengan skor IQ antara 70 hingga 85 sering digolongkan sebagai slow learners. Meskipun tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk gangguan intelektual, siswa dalam rentang IQ tersebut umumnya mengalami kesulitan dalam menyerap informasi dengan cepat dan memerlukan pendekatan pembelajaran yang lebih intensif dan Siswa berkonsentrasi, memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dibandingkan rekan-rekannya, kesulitan memahami instruksi yang terdiri dari banyak langkah, serta mengalami kesulitan dalam menggeneralisasi informasi (Setyawan et al. , 2. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia . , sekitar 5-15% siswa di sekolah dasar termasuk dalam kategori slow Shobirotus Soraya, & Panggung Sutapa Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar Siswa slow learner seringkali menghadapi tantangan dalam mencapai hasil belajar yang memuaskan baik dalam penilaian formatif maupun sumatif (Teti Sumiati & Septi Gumiandari, 2. Penilaian formatif bertujuan untuk memantau kemajuan belajar siswa secara berkelanjutan, sedangkan penilaian sumatif menilai pencapaian siswa pada akhir periode Secara umum, karakteristik siswa slow learner meliputi: . konsentrasi yang kurang optimal, . kesulitan dalam menulis huruf, dan . sering memberikan jawaban yang kurang tepat saat diberikan pertanyaan secara verbal (Mandagani et al. , 2. Siswa slow learner memiliki kondisi fisik yang normal, namun mereka cenderung memiliki rentang perhatian yang pendek dan kesulitan dalam menangkap materi pelajaran. Respons mereka terhadap instruksi sering lambat, dan keterbatasan kosa kata membuat penyampaian lisan mereka kurang jelas (Amelia, 2. Karena kondisi tersebut, siswa slow learner memerlukan perhatian dan layanan pendidikan yang khusus untuk mendukung proses belajar. Untuk memahami perubahan dalam perilaku belajar siswa, guru perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai cara kerja otak, karena hal ini menjadi dasar penting dalam mendukung proses pembelajaran (Erniati, 2. Aktivitas fisik memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental. Selain itu, kebugaran fisik dan aktivitas fisik telah dikaitkan dengan efek positif pada kognisi dan konsentrasi di kelas (Aguayo et al. , 2. Aktivitas fisik telah terbukti efektif dalam mengurangi stres dan kecemasan, yang sering menjadi penghambat konsentrasi (Mahindru et al. , 2. Hasil evaluasi sistematis menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental. Berbagai aspek psikologis, termasuk fungsi kognitif, suasana hati, dan kualitas hidup, mendapat manfaat dari keterlibatan dalam aktivitas fisik (Biddle et al. , 2. Siswa yang aktif secara fisik cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan lebih mampu mengatasi tekanan akademik (Carson Smith. Pada umumnya siswa yang memiliki kebugaran jasmani rendah akan merasa lemas, mengantuk, tidak bersemangat dan tidak fokus ketika Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 641-652 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Kebugaran jasmani yang rendah diakibatkan oleh kurangnya aktivitas fisik dalam sehari-hari (Booth et al. , 2. Aktivitas fisik, seperti olahraga dan latihan fisik, meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif, termasuk kemampuan untuk fokus dan mengatur emosi. Studi oleh (Diamond & Lee, 2. mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa intervensi yang menggabungkan aspek kognitif, fisik, dan sosial-emosional dapat meningkatkan fungsi eksekutif, yang esensial untuk konsentrasi dan performa akademik. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh (Mahar et al. , 2. juga menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik di sekolah, yang disertai dengan dukungan positif dari guru, dapat meningkatkan fokus dan perilaku di kelas, yang berkontribusi pada pencapaian akademis. Subjek dalam penelitian ini adalah para siswa yang mengikuti pembelajaran di sekolah. Penulis memilih siswa sebagai subjek karena mereka merupakan kelompok yang paling merasakan dampak dari integrasi aktivitas fisik dalam rutinitas sekolah. Berdasarkan pengamatan, banyak siswa mengalami masalah dalam perhatian, disiplin, dan konsentrasi belajar, terutama ketika aktivitas gerak kurang mendapatkan porsi yang Penulis ingin meneliti hal ini karena meyakini bahwa aktivitas fisik seperti program olahraga sekolah atau kegiatan gerak lainnya tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan fungsi kognitif, termasuk kemampuan mempertahankan perhatian dan konsentrasi. Tanpa dukungan kebugaran jasmani yang baik, aktivitas belajar siswa cenderung terganggu dan berdampak pada penurunan hasil belajar. Melalui penelitian ini, penulis berupaya memahami secara lebih mendalam bagaimana kebugaran jasmani dapat mendukung efektivitas proses belajar siswa. Shobirotus Soraya, & Panggung Sutapa Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar METODE Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian eksperimen semu . uasi experimen. Dalam metode quasi experiment, peneliti berusaha apakah suatu treatment mempengaruhi hasil sebuah penelitian (Fraenkel et al. , 2. Pengaruh dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok . elompok treatmen. dan tidak menerapkannya pada kelompok yang ain . elompok kontro. , lalu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil Pada dua kelompok tersebut, sama-sama dilakukan pretest dan Hanya kelompok eksperimen saja yang ditreatment dengan skema sebagai berikut: Gambar 1. Skema desain penelitian Kelompok Eksperimen : OCA AiAi X AiAi OCC Kelompok Kontrol : OCE AiAi - AiAi OCE OCA. OCE = Pretest . es konsentrasi belajar awa. = Treatment . emberian aktivitas fisik terstruktu. OCC. OCE = Posttest . es konsentrasi belajar akhi. Populasi penelitian adalah siswa slow learner Sekolah Dasar seKecamatan Sukarame. Bandar Lampung, yang berjumlah 420 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified sampling dengan pendekatan 20% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh 84 Sampel tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 42 siswa kelompok eksperimen yang diberi perlakuan berupa aktivitas fisik, dan 42 siswa kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan. Instrumen penelitian berupa angket konsentrasi belajar yang telah diuji validitas dan Analisis homogenitas, dan independent sample t-test untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap konsentrasi belajar siswa slow learner. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 641-652 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. HASIL Hasil data penelitian yang diperoleh mencakup pretest dan posttest untuk konsentrasi belajar siswa slow learner. Pengumpulan data dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah pelaksanaan pretest untuk mendapatkan penilaian awal terhadap konsentrasi belajar siswa. Tahap kedua melibatkan pemberian treatment berupa aktivitas fisik yang berlangsung selama 8 minggu, dengan frekuensi dua kali pertemuan setiap Tahap terakhir adalah pelaksanaan posttest untuk memperoleh data akhir mengenai konsentrasi belajar siswa setelah intervensi. Instrumen penelitian berupa angket konsentrasi belajar diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS versi 26. Uji validitas terhadap 30 butir pernyataan menunjukkan bahwa semua item dinyatakan valid karena nilai r hitung > r tabel . ,213. n = 84, = 0,. Selanjutnya, hasil uji reliabilitas dengan metode CronbachAos Alpha memperoleh nilai sebesar 0,938, yang melebihi batas minimum 0,70. Dengan demikian, instrumen ini terbukti valid dan reliabel untuk digunakan dalam penelitian. Pada tahap ini, uji normalitas dilakukan untuk memastikan data memenuhi asumsi distribusi normal, yang diperlukan dalam analisis statistik Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan ShapiroAe Wilk karena jumlah sampel tiap kelompok kurang dari 50 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh kelompok memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, yaitu pretest eksperimen . = 0,. , posttest eksperimen . = 0,. , pretest kontrol . = 0,. , dan posttest kontrol . = 0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data pada seluruh kelompok berdistribusi normal, sehingga memenuhi asumsi untuk dilakukan uji statistik parametrik pada tahap selanjutnya. Uji homogenitas dilakukan menggunakan LeveneAos Test untuk memastikan bahwa data memiliki varians yang sama antar kelompok. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,178 . ased on mea. , 0,338 . ased on media. , 0,338 . ased on median with adjusted d. , dan 0,190 . ased on trimmed mea. Seluruh nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga Shobirotus Soraya, & Panggung Sutapa Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini memiliki varians yang Dengan demikian, asumsi homogenitas terpenuhi dan analisis dapat dilanjutkan dengan uji parametrik, yaitu independent sample t-test. Tabel 1. Hasil Uji Paired Sample t-test Kelompok t Hitung Sig. Mean Difference Keterangan Eksperimen (Pretest Ae Posttes. 12,452 0,000 15,27 Ada perbedaan Kontrol (Pretest Ae Posttes. 1,103 0,274 1,38 Tidak ada perbedaan Tabel di atas menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest . < 0,. , dengan peningkatan rata-rata sebesar 15,27 poin. Sementara pada kelompok kontrol, tidak terdapat perbedaan signifikan . > 0,. , artinya siswa yang tidak mendapat perlakuan tidak mengalami peningkatan konsentrasi belajar. Tabel 2. Hasil Uji Independent Sampel t-test Variabel t Hitung Sig. Mean Difference 95% CI (LowerAe Uppe. Keterangan Konsentrasi Belajar (Posttes. 13,137 0,000 17,38 14,75 Ae 20,01 Ada Hasil uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol . < 0,. Selisih rata-rata sebesar 17,38 poin mengindikasikan bahwa siswa slow learner yang diberikan perlakuan aktivitas fisik memiliki konsentrasi belajar lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi belajar siswa slow learner pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test, diperoleh nilai t hitung sebesar 13. 137 dengan nilai 000 (< 0. Nilai rata-rata perbedaan . ean differenc. 381 mengindikasikan bahwa siswa pada kelompok eksperimen Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 641-652 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. yang mendapatkan perlakuan aktivitas fisik memiliki konsentrasi belajar mendapatkan perlakuan. Penelitian memperbaiki kemampuan kognitif melalui peningkatan aliran darah dan oksigenasi ke otak, yang berdampak langsung pada konsentrasi dan fokus Tinjauan pustaka menunjukkan bahwa aktivitas motorik berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan fungsi saraf pusat anak (Latino & Tafuri, 2. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian, yang menunjukkan bahwa intervensi aktivitas fisik dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa slow learner, memperkuat fokus, dan mendukung kesiapan mental mereka dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut teori Cognitive Energetics yang dijelaskan oleh (Pontifex et , 2. , aktivitas fisik dapat memengaruhi proses kognitif melalui peningkatan energi mental dan kesiagaan yang lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan aliran darah ke otak selama aktivitas fisik mempertahankan perhatian, terutama pada siswa yang membutuhkan Executive Function Hypothesis menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara langsung berdampak pada fungsi eksekutif otak, seperti pengaturan perhatian, kontrol impuls, dan memori aktivitas fisik meningkatkan fungsi eksekutif pada siswa dengan cara memperkuat konektivitas saraf di area otak yang terkait dengan perhatian dan konsentrasi. Peningkatan konektivitas ini mendukung fokus yang lebih baik pada siswa, terutama bagi slow learner yang sering mengalami tantangan dalam mempertahankan perhatian (Diamond & Ling, 2. Lebih lanjut, (Buck et al. , 2. menunjukkan bahwa aktivitas fisik kemampuan otak dalam mengatur perhatian serta melakukan pemrosesan Maspupah et al. , . menemukan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan peningkatan konsentrasi belajar siswa. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa yang terlibat secara rutin Shobirotus Soraya, & Panggung Sutapa Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Slow learner di Sekolah Dasar dalam aktivitas fisik memiliki tingkat fokus dan kesiapan belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang kurang aktif secara fisik. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivitas fisik sebagai salah satu strategi untuk mendukung proses belajar, terutama dalam meningkatkan perhatian, konsentrasi, dan keterlibatan siswa selama kegiatan pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian, penerapan aktivitas fisik dalam pembelajaran menunjukkan manfaat praktis yang signifikan bagi guru dan sekolah dasar, khususnya dalam mendukung siswa slow learner. Aktivitas fisik dapat dijadikan strategi intervensi yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar, sehingga membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Dengan integrasi aktivitas fisik secara terencana dalam proses pembelajaran, sekolah memiliki peluang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan setiap siswa, sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan belajar. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dicatat. Pertama, sampel hanya diambil dari wilayah Sukarame. Bandar Lampung, sehingga hasil penelitian mungkin belum dapat digeneralisasi ke seluruh populasi siswa slow learner di daerah lain. Kedua, penelitian hanya berfokus pada aspek konsentrasi belajar, belum menyentuh variabel lain seperti motivasi, emosi, atau hasil belajar akademik secara komprehensif. Ketiga, durasi intervensi aktivitas fisik relatif terbatas, sehingga dampak jangka panjang belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas, variabel yang lebih beragam, serta durasi intervensi yang lebih panjang sangat diperlukan untuk memperkuat temuan Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 641-652 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi belajar siswa slow learner di sekolah dasar. Siswa yang mendapatkan perlakuan aktivitas fisik menunjukkan kemampuan konsentrasi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa slow learner dalam meningkatkan fokus, perhatian, serta kesiapan mental mereka dalam mengikuti proses belajar. Dengan demikian, aktivitas fisik dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan intervensi yang relevan dan bermanfaat dalam upaya optimalisasi hasil belajar siswa slow learner di sekolah dasar. REFERENSI