Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DALAM MENGHADAPI PROSES KEHAMILAN DI KECAMATAN DENPASAR BARAT Ayu Dian Feby Ana. Komang Ayu Purnama Dewi. Ni Wayan Erviana Puspita Dewi* Fakultas Kesehatan Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali Jl. Tukad Balian. No. Renon. Denpasar Selatan. Kota Denpasar. Bali 80227 Telp. e-mail: ervi. itekesbali@gmail. Artikel Diterima : 23 Januari 2025. Direvisi : 14 Maret 2025. Diterbitkan : 24 Maret 2025 ABSTRAK Pendahuluan: Kecemasan kehamilan adalah keadaan emosional yang mirip dengan kecemasan pada umumnya, hanya saja fokus kekhawatirannya ada pada wanita hamil. Kecemasan saat hamil merupakan ekspresi keadaan emosi negatif yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perubahan pada ibu selama hamil, mulai dari kekhawatiran terhadap perkembangan janin dikandungan hingga proses kelahiran. Tujuan: Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dengan kecemasan ibu hamil trimester I dalam menghadapi proses kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Metode: penelitian ini merupakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 98 responden. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rh. Hasil: Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rh. terdapat pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pendapatan, pengetahuan dan dukungan keluarga dalam menghadapi kehamilan dengan p-value <0. Kesimpulan: Tingkat kecemasan ibu hamil Trimester I dalam menghadapi proses kehamilan proses dipengaruhi oleh karakteristik, pengetahuan dan dukungan keluarga. Diharapkan kepada bidan mengoptimalkan pendidikan kesehatan dan mendorong keluarga untuk selalu memberikan dukungan kepada ibu hamil di awal kehamilan khususnya pada kehamilan pertama. Kata Kunci: kecemasan, kehamilan, trimester 1 Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 308 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Pregnancy anxiety is an emotional state similar to common anxiety, however, the focus of concern is on pregnant women. Anxiety during pregnancy is an expression of a negative emotional state that raises concerns about changes in the mother during pregnancy, ranging from concerns about the development of the fetus in the womb to the birth process. Objective: This aimed to find out the factors that influence the anxiety of pregnant women in trimester 1 during the pregnancy in the working area of Public Health Centre II. West Denpasar. Method: This research employed a correlation analysis with a cross-sectional approach. The sample in this study were pregnant women in their 1 st trimester who met the inclusion and exclusion criteria, a total of 98 respondents. The collected data were analyzed using Spearman Rank (Rh. statistical test. Results: Based on bivariate analysis using the Spearman Rank (Rh. statistical test, there is an influence of age, education, occupation, parity, income, knowledge and family support in facing the pregnancy process . -value <0. Conclusion: The anxiety level of trimester 1 pregnant women in facing the pregnancy process is influenced by characteristics, knowledge, and family support. It is expected that midwives optimize health education and encourage families to always provide support to pregnant women in early pregnancy, particularly in the first pregnancy. Keywords: anxiety, pregnancy, trimester 1 PENDAHULUAN Kehamilan merupakan suatu siklus dalam kehidupan seorang perempuan setelah menjalani pernikahan yang mengalami proses selama sembilan bulan atau lebih membawa embrio dan janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya (World Health Organization. Kehamilan ditandai dengan perubahan hormon pada wanita hamil yang disebabkan karena adanya adaptasi perkembangan janin dalam rahim sehingga berpengaruh pada perubahan fisik dan mental. Kehamilan juga dianggap sebagai suatu peristiwa yang dapat menimbulkan stress karena adanya suatu tuntutan penyesuaian diri akibat berbagai perubahan yang terjadi selama masa kehamilan (Ratu Kusuma, 2. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil tidak hanya fisik akan tetapi juga psikologis yang dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan pada wanita hamil, sehingga mengharuskan seorang wanita memiliki kesiapan mental yang cukup agar terhindar dari kecemasan berlebihan yang dapat membahayakan janinnya (Indriyanti, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Robab Hassanzadeh et al. , . , pada umumnya wanita hamil akan mengalami kecemasan terhadap kehamilannya dalam setiap trimester kehamilan kecemasan tersebut bukan tanpa alasan karena bahwasannya kehamilan adalah masa yang penuh tantangan, baik fisik maupun emosional. Selain itu juga, pada trimester I ini tak jarang ibu hamil mengalami perubahan perubahan suasana hati, depresi, kekhawatiran hingga stress yang berlebihan sehingga mengakibatkan kesejahteraan janin terganggu (Iliustri. Sedangkan pada trimester II kondisi psikologis ibu hamil tampak sudah tenang karena sudah mampu beradaptasi dengan kondisi yang dimilikinya dan pada trimester i akan terjadi perubahan psikologis yang lebih kompleks akibat dari kehamilan ibu yang semakin besar dan serba salahnya posisi ibu serta bayangan resiko kehamilan dan proses melahirkan (Listia Dwi Febriati & Zahrah Zakiyah, 2. Kesejahteraan psikologi ibu hamil merupakan aspek penting dalam perjalanan kehamilan. Saat seorang wanita hamil, banyak perubahan fisik dan emosional yang dialaminya. Pada perubahan psikologis ini salah satunya Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 309 yaitu kecemasan yang dapat terjadi mengakibatkan saraf simpatis memacu kerja pernapasan paru-paru guna mengalirkan oksigen ke jantung sehingga jantung dengan kuat memompa darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk ke dalam janin melalui plasenta dalam rahim ibu. Meningkatnya tekanan darah yang masuk ke dalam rahim tersebut dapat menyebabkan tekanan yang kuat pada janin dan akibatnya janin mengalami goncangan yang ekstrim yang dapat menyebabkan keguguran . dan preeklamsia (Heriani, 2. Kecemasan dalam kehamilan juga dapat mengakibatkan terjadinya menurunnya kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan persalinan akan bertambah lama, peningkatan perdarahan, infeksi, kelelahan ibu, dan syok, sedangkan pada bayi dapat premature dan BBLR (Hasim,2. Berdasarkan kasus yang terjadi di Indonesia yaitu 107. 000 diantaranya ibu hamil yang mengalami gangguan kecemasan dalam menghadapi proses melahirkan dari jumlah penduduk Indonesia yaitu 373. 000 jiwa. Data World Organization . , sekitar 8 Ae 10% kecemasan selama masa kehamilan, dan meningkat menjadi 12% ketika menjelang persalinan. Selama kurun waktu tahun 2018 sampai tahun 2022. AKI di Provinsi Bali cukup fluktuatif. Pada tahun 2018 Angka Kematian Ibu yaitu 52,2 per 100. 000 KH yang merupakan angka terendah selama 5 tahun terakhir. Pada tahun 2019 Angka Kematian Ibu mulai meningkat menjadi 69,7 per 100. 000 KH, tahun 2020 menjadi 83,79 per 100. 000 KH. Selanjutnya meningkat secara berturutturut pada tahun 2021 dan 2022 menjadi 189,7 per 100. 000 KH dan 110,4 per 000 KH (Dinas Kasehatan Provinsi Bali, 2. Jumlah kematian ibu di Provinsi Bali selama 5 tahun terakhir yaitu pada tahun 2016-2020 adalah 1. 905 kematian. Angka kematian ibu terbanyak terjadi di kabupaten buleleng yaitu sebanyak 48 kematian, kemudian kota Denpasar sebanyak 38 kematian dan terendah yaitu kabupaten klungkung sebanyak 14 Selanjutnya, di tahun 2022 jumlah angka kematian ibu di Provinsi Bali secara absolut sebanyak 68 kasus. Dimana kasus tertinggi terdapat di Kota Denpasar yaitu 18 kasus, kemudian Karangasem 10 kasus dan Buleleng 10 Sementara kabupaten dengan jumlah kematian ibu terendah adalah kabupaten kelungkung sebanyak 1 kasus (Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 2. Angka kematian ibu di Kota Denpasar tahun 2021 yaitu sebesar 120 000 kelahiran hidup lebih tinggi dari target Rentsra Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2021 yaitu 56 per 000 kelahiran hidup. Pada tahun 2021 di kota Denpasar jumlah AKI tertinggi berada di wilayah Denpasar Utara yaitu sebesar 145,77%. Denpasar Barat sebesar 120,5%. Denpasar Selatan 109,2%, dan AKI terendah berada di wilayah Denpasar Timur sebesar 72,44%. Sedangkan untuk tahun 2022, angka kematian ibu sudah mengalami sedikit penurunan bila dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar 103,19 000 kelahiran hidup namun masih tetap lebih tinggi dari target Renstra Dinas Kesehatan tahun 2022 yaitu sebesar 56 per 100. 000 kelahiran hidup (Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Berdasarkan keseluruhan ibu hamil di empat kecamatan Kota Denpasar tahun 2022 yaitu sebanyak 18,186 ibu hamil. Dari keseluruhan jumlah ibu hamil, wilayah Denpasar Barat memiliki jumlah ibu Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 310 hamil terbanyak yaitu 5,288 ibu hamil dari 2 puskesmas yang ada di Denpasar Barat. Jumlah Ibu hamil di Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat lebih banyak yaitu 2,735 ibu hamil dibandingkan dengan Puskesmas I Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat yaitu sebesar 2,541 ibu hamil (Dinas Kesehatan Kota Denpasar, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Evi Rinata & Gita Ayu Andayani . , mempengaruhi tingkat kecemasan yaitu usia, pendidikan, paritas dan dukungan keluarga, pada penelitian ini dijelaskan paritas ibu primigravida mengalami 64,7% kecemasan ringan dan 35,3% kecemasan berat. Hal ini sejalan dengan penelitian Dewi Hanifah & Shinta Utami . , menunjukkan hasil beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil diantaranya yaitu, usia, pendidikan, status ekonomi, paritas, status obstetric, usia kehamilan, dukungan keluarga, dan perilaku Kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh Nety Mawarda Hatmanti et al. , juga menunjukan bahwa sel Efficacy dan paritas mempengaruhi kecemasan antenatal. Namun penelitian yang dilakukan oleh Tutik Iswanti et al. , . mengatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, pekerjaan dan dukungan sosial terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Serta penelitian Martini & Ika Oktaviani . , juga menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara umur dan pekerjaan dengan kecemasan pada ibu Faktor lain yang dapat mempengaruhi kecemasanan yaitu keadaan fisik ibu hamil, riwayat pemeriksaan kehamilan (ANC), latar belakang psikososial dan ekonomi, cemas karena nyeri persalinan serta proses persalinan yang juga dapat meningkatkan kecemasan pada ibu Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan seperti umur, pengetahuan, pendapatan dan dukungan keluarga selama menghadapi proses kehamilan di Wilayah Kerja UPTD Puskemas Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat METODE Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasi untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, dengan pendekatan cross-sectional, dikumpulkan pada satu waktu tertentu. Metode survei dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data menjadi alat utama untuk memperoleh informasi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Kecamatan Denpasar Barat, yang memiliki jumlah ibu hamil terbesar di Kota Denpasar, 735 orang, dengan tingkat AKI 38,8. Penelitian berlangsung selama dua bulan, dari 2 April hingga 25 Mei 2024. Populasi penelitian adalah 98 ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas tersebut. Sampel diambil menggunakan teknik total population sampling, mencakup seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi, seperti bersedia menjadi responden, mampu membaca dan menulis, serta berdomisili di wilayah kerja Puskesmas. Kriteria eksklusi mencakup ibu hamil trimester I yang mengalami gangguan jiwa. Data terstruktur yang terdiri dari beberapa bagian, seperti karakteristik responden . mur, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan pendapata. , pengetahuan tentang kehamilan, dukungan keluarga, dan Instrumen Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 311 pengetahuan Guttman, sedangkan dukungan keluarga menggunakan skala Likert, dan kecemasan diukur dengan The Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik sampel dan analisis bivariat untuk menguji hubungan antara variabel independen dengan kecemasan sebagai variabel Pengolahan data bertujuan untuk menyajikan temuan yang jelas dan dapat diinterpretasi untuk tujuan pengambilan keputusan dalam penelitian HASIL Hasil Uji Univariat Responden pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat sebanyak 98 orang. Berdasarkan karakteristik dan variabel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik dan Variabel Penelitian Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Tahun 2024 (N= . Karakteristik Umur Frekuensi < 20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Tidak sekolah Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Bekerja Tidak Bekerja Primigravida Multigravid. Grande Multigravida < UMP Sesuai UMP > UMP Baik Cukup Kurang Tinggi Sedang Rendah Pendidikan Pekerjaan Paritas Pendapatan Pengetahuan Dukungan Keluarga Kecemasan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 312 Tidak Cemas Kecemasan Ringan Kecemasan Sedang Kecemasan Berat Berdasarkan Tabel 5. 1 menunjukan berdasarkan umur sebagian besar 20 - 35 tahun yaitu 79 responden . 6%), mempunyai pendidikan terakhir yaitu responden . 0%). Sebagian besar responden yaitu 58 responden . bekerja sedangkan untuk paritas responden sebagian besar 52 responden . %) primigravida, dan berdasarkan pendapatan sebagian besar yaitu 58 responden . 2%) > UMP. Pada variabel pengetahuan di dapatkan sebagian besar yaitu 53 responden . 1%) memiliki pengetahuan dengan kategori baik, dukungan keluarga sebagian besar yaitu 50 responden . 1%) dengan kategori tinggi dan sebagain besar responden yaitu 48 responden . 0%) dengan kategori mengalami kecemasan berat. Hasil Uji Bivariat Uji analisis yang digunakan adalah uji Spearma Rank (Rh. jika hasil uji statistik menunjukan nilai p-value < 0. berarti terdapat pengaruh yang bermakna antara variabel independent dengan variabel dependent. Tabel 2. Analisis Data Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Tahun 2024 (N=. Kategori Kecemasan Tidak Cemas Cemas Cemas Variabel Correlation Sig . Cemas Ringan Sedang Berat Coefficients taile. n (%) n (%) n (%) n (%) Umur < 0. < 20 tahun . 20 Ae 35 tahun . > 35 tahun . Pendidikan Tidak < 0. Sekolah . Dasar . Menengah . Perguruan Tinggi . Pekerjaan < 0. Bekerja . Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 313 Kategori Kecemasan Cemas Cemas Correlation Sedang Berat Coefficients n (%) n (%) . Tidak Cemas n (%) . Cemas Ringan n (%) . < 0. < 0. Cukup . Kurang . Dukungan Keluarga Tinggi . Sedang . Rendah . < 0. < 0. Variabel Tidak Bekerja Paritas Primigravida Multigravida Grande Multigravida Pendapatan < UMP Sesuai UMP > UMP Sig . Pengetahuan Baik Berdasarkan Tabel 5. 8 hasil tabulasi silang antara umur dengan kecemasan menunjukan bahwa dari 79 responden yang berumur 20 - 35 tahun sebagian besar mengalami kecemasan berat sebanyak 38 responden . 1%). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (< 0. berarti menunjukan ada pengaruh umur terhadap Tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient sebesar - 0. 412 menunjukan arah korelasi negatif dengan tingkat kekuatan korelasi yang sedang. Hasil menunjukan bahwa dari 50 responden yang berpendidikan tinggi sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 31 responden . 0%). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (< 0. menunjukan ada pengaruh pendidikan tingkat terhadap kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient 693 menunjukan arah korelasi negatif dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 314 Hasil tabulasi silang antara pekerjaan dengan kecemasan menunjukan dari 40 responden yang tidak bekerja sebagian besar responden mengalami kecemasan berat sebanyak 36 responden . %). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (<0. menunjukan ada pengaruh pekerjaan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient 641 menunjukan arah korelasi positif dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat. Hasil tabulasi silang antara paritas dengan kecemasan menunjukan bahwa dari 38 responden primigravida sebagian besar mengalami kecemasan berat yaitu sebanyak 37 responden . 4%). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (< menunjukan ada pengaruh paritas terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient sebesar - 0. 766 menunjukan bahwa arah korelasi negatif dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat. Hasil menunjukan bahwa 39 responden yang pedapatannya < UMP sebagian besar mengalami kecemasan berat yaitu sebanyak 37 responden . 5%). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (<0. menunjukan ada pengaruh pendapatan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient 777 menunjukan bahwa arah korelasi negatif dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat. Hasil menunjukan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebagian besar mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 31 responden . ,8%). Didapatkan nilai p-value <0. 001 (<0. menunjukan ada pengaruh pengetahuan terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient 693 menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan tingkat kekuatan korelasi yang kuat. Hasil tabulasi silang antara dukungan keluarga dengan kecemasan menunjukan bahwa dari 32 responden dengan dukungan keluarga yang tinggi sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 32 responden . 0%). Didapatkan nilai p-value <0. (< 0. menunjukan ada pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan nilai correlation coefficient sebesar 0. menunjukan bahwa arah korelasi positif dengan tingkat kekuatan korelasi yang sangat kuat. PEMBAHASAN Faktor Ae Faktor yang mempengaruhi Tingkat Kecemasan Faktor Umur Berdasarkan Tabel 1 menunjukan umur berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Responden berusia <20 tahun %), sedangkan usia 20Ae35 tahun memiliki variasi kecemasan, mulai dari tidak cemas hingga kecemasan berat. Pada usia >35 tahun, kecemasan cenderung lebih ringan. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan pengaruh signifikan dengan p-value <0,001 dan korelasi negatif sedang . = 0,. , yang berarti semakin tinggi usia, semakin rendah tingkat kecemasan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Dewi Cahyaningsih Sutriningsih et al. , yang juga menemukan hubungan signifikan antara usia dan Faktor kematangan emosional dan pengalaman hidup yang lebih luas menjadi alasan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 315 rendahnya kecemasan pada ibu dengan usia lebih matang. Faktor Pendidikan Pendidikan juga memengaruhi Responden dengan pendidikan tinggi lebih sedikit mengalami kecemasan berat berpendidikan rendah. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan pengaruh signifikan dengan pvalue <0,001 dan korelasi negatif kuat . = -0,. Semakin tinggi pendidikan, semakin rendah pendidikan yang lebih baik memahami informasi kesehatan. Penelitian ini didukung oleh penelitian Evi Rinata dan Suyani, yang menunjukkan hasil serupa. Faktor Pekerjaan Pekerjaan memberikan pengaruh berbeda pada tingkat kecemasan. Responden cenderung mengalami kecemasan lebih ringan dibandingkan yang tidak bekerja. Uji Spearman Rank menunjukkan p-value <0,001 dengan korelasi positif kuat . = 0,. , yang berarti semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi tingkat kecemasan. Penelitian oleh Iin Setiawati et al. dan Suyani . mendukung hasil Faktor seperti interaksi sosial lebih tinggi pada ibu bekerja menjadi salah satu alasan kecemasan yang lebih rendah dibandingkan ibu tidak bekerja. Faktor Paritas Paritas, atau jumlah kehamilan, juga memengaruhi kecemasan. Ibu dengan kehamilan pertama . cenderung lebih Uji Spearman Rank menunjukkan hasil signifikan dengan p-value <0,001 dan korelasi negatif kuat . = -0,. Penelitian ini didukung oleh studi Evi Rinata dan Listia Diana Astuti, yang menunjukkan bahwa mengurangi kecemasan. Faktor Pendapatan Pendapatan memiliki pengaruh signifikan terhadap kecemasan ibu hamil. Responden dengan pendapatan UMP. Uji Spearman Rank menunjukkan pvalue <0,001 dengan korelasi negatif kuat . = -0,. , artinya semakin rendah kecemasan. Hasil ini didukung oleh penelitian Sutriningsih et al. dan Nurul SyaAobin . , yang menyatakan bahwa pendapatan yang baik dapat menjamin kesehatan fisik dan psikis ibu hamil serta mencegah kecemasan selama kehamilan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pendapatan memainkan peran tingkat kecemasan ibu hamil Pengetahuan, pengalaman, dan kondisi sosial ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi kecemasan ibu hamil dalam menghadapi Pengaruh Pengetahuan Terhadap Tingkat Kecemasan Pengetahuan responden berpengaruh terhadap kecemasan, hal ini sesuai dengan hasil tabulasi silang antara pengetahuan dengan kecemasan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 316 menunjukan bahwa dari 53 responden yang memiliki pengetahuan baik didapatkan 7 responden . 2%) tidak mengalami cemas, 31 responden . ,8%) mengalami kecemasan ringan dan 6 responden . mengalami kecemasan sedang. Dari 26 responden yang memiliki responden . 8%) tidak cemas, 2 . kecemasan ringan, 3 responden . 5%) mengalami kecemasan sedang dan 20 responden . mengalami kecemasan berat. Dan dari 19 responden yang memiliki pengetahuan kurang didapatkan . 0%) responden mengalami kecemasan berat. Karakteristik menggunakan uji Sperman Rank (Rh. didapatkan hasil p-value <0. 001 ( <0. yang menunjukan ada pengaruh pengetahuan terhadap kecemasan pada ibu hamil dengan kekuatan korelasi yang kuat . = Dengan arah korelasi positif ( ) yang artinya semakin tinggi pengatahuan ibu maka semakin tinggi tingkat kecemasan pada ibu trimester kehamilan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Dari 10 item pertanyaan mengenai pengetahuan trimester I tentang kehamilan, didapatkan sebagian besar ibu menjawab benar yaitu pada pernyataan AuDefinisi kehamilan & Kebutuhan dasar fisik ibu hamil mengenai kebersihan diri ibu hamilAy . %) sedangkan sebagian besar ibu menjawab salah pada pernyataan AuTanda bahya kehamilan mengenai mual muntah berlebihanAy . 9%). Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan Ismail et al. , . di Wilayah Kerja Puskesmas Samalanga Kabupaten Bireuen tentang AuBerbagai Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu HamilAy menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu hamil dengan hasil nilai p-value 0. 025 (<0. Penelitian lain yang dilakukan oleh Halida Fadilla et al. , . , di PMB A Leuwiliang Kabupaten Bogor tentang AuHubungan Antara Dukungan Keluarga. Pengetahuan Dan Perilaku Ibu Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu HamilAy juga menyatakan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil dengan hasil nilai p-value 0. 001 (<0. Pengetahuan merupakan faktor yang penting bagi ibu hamil karena dapat mempengaruhi perilaku ibu hamil selama masa kehamilan. Ibu hamil mempunyai peranan yang penting khususnya untuk persiapan saat melahirkan agar nantinya ibu siap baik dalam menghadapi proses Pengetahuan seorang ibu hamil merupakan indikator kecemasan pengetahuan yang baik maka tingkat sedangkan jika pengetahuannya rendah kecemasannya cenderung tinggi (Rizkia M et al. , 2. Menurut peneliti, pengetahuan ibu tentang kehamilan sangtlah penting terutama bagi ibu hamil yang belum memiliki pengalaman atau belum pernah mengalami kehamilan dan Ibu yang memiliki pengetahuan tentang kehamilan kehamilan akan mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya, sehingga dapat mempersiapakan diri dengan Misalnya pada sat ibu hamil Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 317 merasakan tanda dan gejala yang dianggap membahayakan kehamilan tentunya akan segera memeriksakan dirinya ke fasilitas kesehatan terdekat sedangkan ibu dengan pengetahuan kurang akan menggap keluhan tersebut suatu hal yang wajar Ibu hamil dengan pengetahuan yang tinggi juga akan lebih aktif mencari informasi seputaran kehamilan baik dari tenaga kesehatan, lingkungan sekitar dan melalui media elektronik. Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Dukungan keluarga berpengaruh terhadap kecemasan, hal ini sesuai dengan hasil tabulasi silang antara kecemasan menunjukan bahwa dari 50 responden dengan dukungan keluarga yang tinggi didapatkan 8 responden . 0%) tidak mengalami cemas, 32 responden . mengalami kecemasan ringan, 6 . kecemasan sedang dan 4 responden . 0%) mengalami kecemasan ringan. Dari 25 responden dengan dukungan keluarga sedang didapatkan 1 . kecemasan ringan, 3 responden . 0%) mengalami kecemasan sedang dan 21 responden . mengalami kecemasan berat. Dan dari 23 responden dengan dukungn keluarga rendah didapatkan bahwa . 0%) mengalami kecemasan Hasil penelitian menggunakan uji Sperman Rank (Rh. didapatkan hasil p-value <0. 001 ( <0. yang menunjukan ada pengaruh dukungan keluarga terhadap kecemasan pada ibu hamil dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat . = . Dengan arah korelasi positif ( ) yang artinya semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan pada ibu trimester I dalam menghadapi proses kehamilan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan Evi Rinata & Gita Andayani . , di RB dan Klinik Delta Mutiara Sidoarjo tentang AuKarakteristik Ibu (Usia. Paritas. Pendidikan. Dan Dukungan Keluarg. Dengan Kecemasan Ibu HamilAy menyatakan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil dengan hasil p-value = 0,000 (<0,. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sutriningsih. Sitti Radhiah, et al. , . , di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi tentang AuFaktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu HamilAy juga menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu hamil dengan hasil nilai p-value = 0,003 (<0,. Dari 10 item pertanyaan mengenai dukungan keluarga kepada ibu hamil trimester I, didapatkan sebagian besar ibu mendapat dukungan keluarga yang tinggi pada pernyataan Audukungan emosional mengenai ibu hamil ibu hamil dibebaskaskan untuk memilih fasilitas kesehatanAy . sedangkan sebagian besar ibu kurang mendapat dukungan keluarga pada pernyataan AuDukungan emosional mengenai anggota keluarga tidak cemas apabila ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan sendiriAy . 7%). Dukungan keluarga adalah sebagai suatu proses hubungan antara keluarga dengan lingkungan sosial. Dukungan keluarga merupakan bantuan yang dapat diberikan dalam Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 318 bentuk barang, jasa, informasi dan nasehat, sehingga membuat penerima dukungan akan merasa disayang, dihargai dan tentram (Gusti Putra J. Dukungan dari anggota keluarga dalam memberikan sebuah dukungan sangatlah penting sehingga ketika ibu hamil tidak merasa kurang mendapat dukungan dari keluarga dan Ketika ibu hamil merasa kurang akan dukungan maka meningkat secara terus Ae menerus hingga proses persalinan. Tidak adanya dukungan yang dilakukkan meningkatnya emosional selama disebabkan karena rasa cemas dan tidak pernah merasa nyaman dalam hidupnya (Ubaidillah et al. , 2. Menurut peneliti, dukungan keluarga memiliki peranan yang sangat penting selama prooses kehamilan tidak hanya suami saja yang boleh memberikan dukungan kepada ibu hamil, namun ibu hamil juga perlu dukungan dari anggota keluarga lainnya baik itu berupa perhatian, kasih sayang, serta dorongan semangat sehingga ibu hamil merasa percaya diri dan mampu dalam menghadapi proses kehamilan ini. Keluarga juga diharapkan mampu mendengarkan segala keluh kesah ibu hamil yang dirasakan selama kehamilan dan dapat memberikan masukan yang baik kepada ibu hamil agar ibu hamil merasa nyaman dan aman, tak lupa juga keluarga pemeriksaan kehamilan secra rutin. KESIMPULAN Berdasarkan sebagian besar responden berusia 20-35 tahun . ,6%), berpendidikan tinggi . ,0%), bekerja . ,2%), memiliki paritas multigravida . ,1%), dan pendapatan di atas UMP . ,2%). Tingkat pengetahuan ibu hamil trimester I mayoritas dalam kategori baik . ,1%), sementara dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori tinggi . ,0%). Namun, sebagian besar . ,0%) kecemasan berat dalam menghadapi Penelitian signifikan antara umur, pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester I, dengan nilai p-value 0,001 < 0,05. SARAN Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tempat pendidikan kesehatan khususnya bagi ibu hamil trimester 1 dengan kehamilan pertama kali. Diharapkan juga penelitian ini dapat menambah wawasan kepada masyarakat umumnya bagi ibu hamil dan keluarga tenntang faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil trimester 1. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan untuk mampu memberikan edukasi pada ibu hamil sehingga ibu kehamilannya mulai dari awal hingga akhir kehamilan. Serta dapat menjadi sumber referensiatau informasi bagi peneliti selanjutnya tentang penelitian DAFTAR PUSTAKA Dewi Hanifah, & Shinta Utami. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Antenatal. Jurnal Kebidanan. Vol 5 No. 1, 16Ae23. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 319 Dinas Kasehatan Provinsi Bali. Profil Kesehatan Provinsi Bali. Pemerintah Provinsi Bali. Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Profil Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Dinas kesehatan kota Denpasar. Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Rancangan Akhir Perubahan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali Tahun 2018 - 2023 Semesta Berencana. Balai Sertifikasi Elektronik. Evi Rinata, & Gita Andayani. Karakteristik Ibu (Usia. Paritas. Pendidika. dan Dukungan Keluarga Dengan Kecemmasan Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Ilmu - Ilmu Kesehatan. Vol. 16(No. , 14Ae20. Evi Rinata, & Gita Ayu Andayani. Karakteristik Ibu (Usia. Paritas. Pendidikan dan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester i. Jurnal Ilmiah Ilmu - Ilmu Kesehatan. Vol 16 No. 1, 14Ae20. Gusti Putra J. Dukungan pada Pasien Luka Kaki Diabetik. Oksana Publishing. Halida Fadilla. Milka Anggraeni, & Hidayani. Hubungan Natara Dukungan Keluarga. Pengetahuan dan Perilaku Ibu Hamil . Jurnal Kebidanan Indonesia. Vol. 03(No. , 708Ae717. Heriani. Kecemasan Dalam Menjelang Persalinan Ditinjau Dari Paritas. Usia Dan Tingkat Pendidikan. Jurnal Ilmu Kesehtan Aisyah. Volume 1 No. 2, 1Ae7. Hidayat Nur Oktavia. Nurhalimah Hamidah. Alam Ismailah. Kharisma Puji Adi, & Arunita Yulpiana. Kecemasan Remaja Selama Pandemi Covid19. Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume 5. Nomor 2, 329Ae336. Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perubahan Psikologis Masa Kehamilan. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan. Volume 9, 218Ae228. Ismail. Said Usman, & Mahya Maulida. Berbagai Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester i. Kesehatan Masyarakat Aceh. Vol. 2(No. , 120Ae Listia Dwi Febriati, & Zahrah Zakiyah. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Adaptasi Perubahan Psikologi Pada Ibu Hamil. Junal Kebidanan Indonesia. Vol 13 No. 1, 23Ae31. Martini, & Ika Oktaviani. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Tm Tiga Dengan Kecemasan Ibu Menghadapi Persalinan di Metro. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. Volume Ix No. 1, 1Ae6. Nety Mawarda Hatmanti. Rusdianingseh. Yurike Septianingrum. Sitti Maimunah. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi kecemasan Antenatal. The Indonesian Journal of Health Science. Volume 13. No. 2, 212Ae218. Nurtini Ni Made. Komang Ayu Purnama Dewi, & Noriani Ni Ketut. Hubungan Tingkat pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Hamil Di Masa Pandemi Covid -19 Di Praktek Mandiri Bidan Denpasar Selatan. Jurnal Riset Kesehatan Nasional. Vol. 5 No. 2, 94Ae Oktaviani Ika. Si. Konsep Dasar Kebidanan Kehamilan: Vol. Vol. 1 (S. Yosefni Elda. Pd. Sonya Yulia, & Monica Ester. Eds. PP. 274Ae. Buku Kedokteran EGC. Ratu Kusuma, . Studi Kualitatif : Pengalaman Adaptasi Ibu Hamil. Jurnal Akadeika Baiturrahim Jambi. Vol,7 No 2, 1Ae17. Rizkia M. Mariatul Kiftia. Dara Ardhia. Darmawati. Aida Fitri, & Nova Fajri. Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Ibu Hamil Dalam Menjalani Kehamilan Selama Masa Pandemi Covid19. Jurnal Keperawatan Malang. Volume 5. No 2. Robab Hassanzadeh. Fateme AbbasAlizadeh. Shahla Meedya, & Mojgan Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 320 Mirghafourvand. Fear Of Childbirth. Anxiety and Depression in Three Groups of Primiparous Pregnant Women Not Attending. Irregularly Attending and Regularly Attending Childbirth Preparation Classes. BMC WomenAos Health, 20. , 1Ae8. Tutik Iswanti. Nintinjri Husnida. Ayi Tansah Rohaeti, & Omo Sutomo. Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kecemasan Pada Ibu Hamil di Kabupaten Lebak. Media Informasi Kesehatan. Volume 8. Nomor 1, 107Ae118. Ubaidillah. Ike Hindyah, & Rahmawati Anita. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Primigravida. Walyani SE. Amd. Perawatan Kehamilan Dan Menyusui Anak Pertama Agar Bayi Lahir Dan Tumbuh Sehat (Mona. Ed. 11th Ed. Pustaka Baru