ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM INOVASI AuOJEK TBAy DALAM RANGKA MENINGKATKAN CAKUPAN CDR TB (Case Detection Rate Tuberculosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2. E-Journal Al-Dzahab Vol. No. Maret 2023 Hal. p-ISSN: 2808-7631 e-ISSN: 2808-758 Sasliza Wati. Lendrawati. Magister Management. ITB HAS Bukittinggi E-mail: saslizawati1981@gmail. drglendrawati@gmail. ABSTRACT Purpose: This study aims to analyze the implementation of the ojek TB innovation program in order to increase the coverage of TB CDR in the Malalak Health Center working area. Kabupaten Agam in 2022. Design/methodology/approach: This type of research is qualitative research. Data collection techniques using interviews with triangulation analysis. Findings: This research shows that in terms of policy. Puskesmas still do not have a copy of the document containing policies on regional innovation programs, in terms of human resources, it is still not sufficient considering the size of the work area so that additional human resources are needed, in terms of funding, this innovation program has not been supported by adequate funds for the implementation of activities, so that the CDR achievement of the Puskesmas, although it has increased from before the innovation program, still has not reached the program target, from the facilities and infrastructure there is no allocation of special consumables for this innovation program, there is no recording and reporting of materials special consumables for this program, providing information regarding the existence of this innovation program has not been maximally carried out, information is only carried out during group counseling, or through the Puskesmas network, not all AuOjek TBAy officers comply with the SOP in carrying out sampling and delivery of samples m, especially in the use of PPE (Personal Protective Equipmen. , the supervision of this innovation program has not been carried out properly by the Puskesmas, the District Health Office, as well as by other cross-programs in the sub-district. Research implications: This research is expected to provide academic implications, especially in the field of preventing infectious diseases, especially tuberculosis, to the Malalak Health Center which is the object of research. With this research, the institution can find out how the implementation of the "Ojek TB" innovation program in order to increase the coverage of TB CDR at the Malalak Health Center Keywords: Innovation program of Ojek TB. Case Detection Rate. Tuberculosis ABSTRAK Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program inovasi ojek TB dalam rangka meningkatkan cakupan CDR TB di wilayah kerja Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022. Desain/Metodologi/Pendekatan Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan analisis triangulasi. Hasil Penelitian: Tuliskan Hasil Penelitian secara ringkas dalam bahasa Indonesia E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Implikasi Hasil Penelitian: Penelitian ini menghasilkan bahwa dari sisi kebijakan Puskesmas masih belum memiliki Salinan dokumen yang berisi kebijakan tentang program inovasi daerah, dari sisi Sumber Daya Manusia masih belum mencukupi mengingat luasnya wilayah kerja sehingga perlu penambahan sumber daya manusia, dari sisi dana pun program inovasi ini belum didukung oleh dana yang memadai untuk pelaksanaan kegiatan, sehingga capaian CDR Puskesmas walaupun sudah meningkat dari sebelum adanya program inovasi, tapi tetap saja belum mencapai target program, dari sarana dan prasarana belum ada alokasi bahan habis pakai khusus untuk program inovasi ini, belum ada pencatatan dan pelaporan bahan habis pakai khusus untuk program ini, pemberina informasi mengenai adanya program inovasi ini juga belum maksimal dilakukan, informasi hanya dilakukan pada saat penyuluhan kelompok, atau melalui jejaring Puskesmas saja, belum semua petugas AuOjek TBAy memamtuhi SOP dalam melaksanakan kegiatan penjemputan dan pengantaran sampel sputum terutama dalam pemakaian APD (Alat Pelindung Dir. , pengawasan program inovasi ini juga belum dilakukan dengan baik oleh Puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten, begitu juga oleh lintas program lainnya di kecamatan, sehingga kegiatan ini seperti tidak penting artinya, meskipun demikian program inovasi ini sudah sesuai dengan rencana awal pembentukannya. Kata Kunci: Program inovasi AuOjek TBAy. CDR TB PENDAHULAN Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antara upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya (Aryani & Maryati, 2. Menurut Undang-Undang Kesehatan nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan masyarakat yang optimal yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif secara social dan ekonomis. Dalam rangka pemenuhan mutu pelayanan dasar pada standar pelayanan minimal bidang kesehatan, maka diterapkanlah Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang merupakan ketentuan mengenai Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara secara minimal, yang terdiri dari 12 jenis SPM kesehatan, yaitu: Pelayanan kesehatan ibu hamil Pelayanan kesehatan ibu bersalin Pelayanan kesehatan bayi baru lahir Pelayanan kesehatan balita Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar Pelayanan kesehatan pada usia produktif Pelayanan kesehatan pada usia lanjut Pelayanan kesehatan penderita hipertensi Pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus Pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat Pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV Tuberculosis (TB) saat ini masih menjadi masalah kesehatan terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Tuberculosis menduduki peringkat kedua sebagai penyakit penyebab kematian setelah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menginfeksi sepertiga penduduk dunia. Menurut World Health Organization (WHO). Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium Tuberculosis (Zarwita, 2. TB yang paling umum menyerang organ paru-paru, namun dapat juga menyerang organ lainnya seperti tulang, kelenjar limfoid, lapisan meningen dan organ tubuh lainnya. Bakteri ini dapat ditularkan melalui droplet yang terdapat di tenggorokan dan paru-paru penderita TB. WHO memperkirakan insiden tahun 2017 sebesar 842. 000 atau 319 per 100. Kematian karena TB diperkirakan sebesar 107. 000 atau 40 per 100. 000 penduduk. Dengan insiden sebesar 842. 000 kasus per tahun dan notifikasi kasus TB sebesar 569. kasus maka masih ada sekitar 32% yang belum ternotifikasi baik yang belum terjangkau, belum terdeteksi, maupun tidak terlaporkan (Erdini et al. , 2. Kementrian kesehatan (Kemenke. , per 31 Januari 2019, merilis data jumlah kasus TB semua tipe menurut propinsi di Indonesia yakni 511. 873 kasus, dimana TB lebih banyak terjadi pada laki-laki yakni 57,58 Sementara, propinsi dengan jumlah kasus TB paling banyak yakni Jawa Barat 398 kasus, kemudian disusul oleh propinsi Jawa Tengah sebanyak 67. 063 kasus. Sedangkan propinsi dengan kasus TB paling sedikit yakni Papua Barat sebanyak 1,421 kasus. CDR (Case Detection Rat. adalah proporsi jumlah pasien baru TB BTA positif yang diperkirakan dalam satu wilayah tersebut. Puskesmas Malalak merupakan salah satu Puskesmas yang cakupan CDR TB nya tidak mencapai target, beberapa penyebabnya antara lain: Jarak Puskesmas yang terlalu jauh dengan beberapa wilayah penduduk. Kurangnya sarana transportasi. Mahalnya biaya transportasi. Tabel 1. Kasus TB Sumatera Barat Tahun 2019 Kabupaten/ Kota Jumlah Kasus No. Padang Pesisir Selatan Padang Pariaman Pasaman Barat Kabupaten Agam Dharmasraya Tanah Datar Limapuluh Kota Solok Bukittinggi Sijunjung Mentawai Kota Solok E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Pariaman Padang Panjang Sawah Lunto Sumber: Data Dinas Kesehatan Sumatera Barat CDR (Case Detection Rat. adalah proporsi jumlah pasien baru TB BTA positif yang diperkirakan dalam satu wilayah tersebut. Puskesmas Malalak merupakan salah satu Puskesmas yang cakupan CDR TB nya tidak mencapai target, berikut data capaian cakupan CDR TB Puskesmas Malalak Kabupaten Agam : Tahun Tabel 2. Capaian Case Detection Rate (CDR) TB Tahun 2017 Ae 2021 CDR Capaian Persentase Target Program Inovasi Ojek TB Tidak ada Ada Ada Ada Tidak ada Melihat fenomena cakupan capaian CDR TB jika dibandingkan dengan indikator dan target kinerja program pemberatasan penyakit menular TB yang tertuang dalam renstra Puskesmas Malalak tahun 2017 Ae 2021 dengan target cakupan case detection rate TBC adalah 80%, maka capaian kinerja Puskesmas masih jauh di bawah target (Malalak, 2. Puskesmas Malalak merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Agam dengan wilayah yang luas dan banyak daerah perbukitan. Puskesmas yang berada pada Kecamatan Malalak ini memiliki empat nagari dan tujuh belas jorong. Dari tujuh belas jorong tersebut hanya tujuh jorong yang memiliki pustu/polindes/poskesri. Puskesmas Malalak memiliki banyak program kerja dan salah satunya adalah program TB yang termasuk dalam SPM bidang kesehatan. Penemuan kasus TB (CDR) di Puskesmas Malalak tidak pernah mencapai target, beberapa penyebanya antara lain: Jarak Puskesmas yang terlalu jauh dengan beberapa wilayah penduduk Kurangnya sarana transportasi Mahalnya biaya transportasi Sehingga menyebabkan terjadinya Loss Suspect, dimana suspek tidak bisa mengantarkan sampel sputumnya ke Puskesmas. Berdasarkan data yang dikumpulkan, diketahui bahwa di wilayah kerja Puskesmas Malalak terdapat dua wilayah penyumbang pasien TB terbanyak setiap tahunnya . antong TB) yaitu Nagari Malalak Barat dan Nagari Malalak Selatan. Kedua nagari ini adalah nagari terjauh dari puskesmas, sehingga ketika ada suspect yang berasal dari kedua nagari ini seringkali terjadi loss suspect. Berdasarkan instruksi bupati pada tahun 2018 yang menginstruksikan agar masing-masing puskesmas memiliki sebuah program inovasi maka dibuatlah program inovasi ojek TB untuk Puskesmas Malalak. Program ini dibuat untuk meningkatkan cakupan CDR TB di wilayah kerja Puskesmas Malalak. Cara kerja dari program inovasi ojek TB ini adalah dengan memberdayakan tukang ojek yang ada di setiap Jorong di wilayah kerja Puskesmas Malalak yang berjumlah 17 jorong, nantinya setiap tukang ojek akan di telepon oleh petugas di Puskesmas Malalak sehubungan dengan adanya E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 suspek di wilayahnya masing-masing, dan nanti tukang ojek yang bersangkutan akan menjemput sampel sputum dari suspek dan mengantar langsung ke Puskesmas. Para ojek TB juga diberdayakan dalam memantau kepatuhan minum obat pasien TB yang berada di jorongnya masing-masing. Sehingga diharapkan tidak terjadi pasien putus obat. SOP Penemuan Suspek Pasien yang sudah diperiksa dan memiliki gejala TB, akan dilaporkan kepada penanggung jawab program TB (PJ Program TB). PJ program TB memberi edukasi tentang penyakit TB kepada suspek PJ program menanyakan apakah suspek pernah minum obat TB sebelumnya PJ program TB mengajarkan batuk efektif kepada suspek PJ program TB menjelaskan kapan, dimana, dan bagaimana cara mengeluarkan dahak PJ program memberikan nomor kontak ojek TB setempat kepada suspek PJ program menyerahkan pot sputum kepada suspek PJ program TB menyarankan suspek untuk memakai masker setiap kontak dengan orang sekitar PJ program TB menelepon atau memberi pesan kepada Ojek TB bahwa ada suspek di SOP Penjemputan dan Pengantaran Sampel Sputum Oleh Ojek TB Ojek TB yang telah mendapat pesan atau telepon dari PJ program TB, akan datang ke rumah suspek sesuai kesepakatan waktu yang telah dibuat sebelumya dengan suspek Sebelumnya. Ojek TB mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker bedah, dan handschoon Ojek TB meminta sampel dahak yang sudah ditampung oleh suspek di pot sputum Ojek TB memastikan pot sputum yang telah berisi sampel sputum tertutup dengan benar dan rapat Ojek TB memasukkan pot sputum ke dalam plastik dan mengikat plastik dengan kuat Ojek TB langsung mengantar pot sputum ke petugas laboratorium Puskesmas Ojek TB membuka handschoon dan membuang ke tempat sampah infeksius Ojek TB mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir Ojek TB kembali ke wilayah kerja No. Tabel 3. Temuan Kasus Ojek TB Tahun 2019-2020 Ojek TB Temuan Kasus Nagari Malalak Utara Nagari Malalak Timur Nagari Malalak Selatan Nagari Malalak Barat Program inovasi ojek TB ini pada tahun 2018, 2019, 2020 di dukung oleh anggaran BOK (Bantuan Operasional Kesehata. yang merupakan subsidi pemerintah dalam bidang Bantuan ini ditujukan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang selama ini masih dirasa kurang memadai. BOK diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan pusat E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 kesehatan masyarakat . agar kesenjangan pelayanan kesehatan antara puskesmas dan rumah sakit terutama pelayanan preventif kesehatan semakin tipis. Dari tabel terlihat bahwa capaian pada tahun 2018, 2019, 2020 mengalami peningkatan karena pada tahun tersebut sudah dilaksanakan program inovasi ojek TB yang didukung oleh anggaran, sementara pada tahun 2021 capaian CDR TB mengalami penurunan salah satu penyebabnya adalah karena program ojek TB sudah tidak berjalan, hal ini disebabkan oleh tidak adanya anggaran untuk pelaksanaan program ojek TB. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan program inovasi ojek TB dalam rangka meningkatkan cakupan CDR TB di wilayah kerja Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan secara obyektif dan dilakukan terhadap sekumpulan obyek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu dan bertujuan untuk membuat penilaian terhadap suatu kondisi dan penyelenggaraan suatu program di masa (Notoatmodjo, 2. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan Menganalisis Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB di Wilayah Kerja Puskesmas Malalak Tahun 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Komponen Input Kebijakan Tabel 4. Matrik Triangulasi Kebijakan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Triangulasi Mendalam Dokumen E Menurut E Kebijakan berupa Kebijakan E Kebiijakan E Tidak ada SOP pelaksanaan yang didapat program inovasi Perintah Bupati ada dokumen AuOjek TBAy sudah Bupati Agam tentang novasi ada sesuai Agam daerah, namun kebijakan yang Puskesmas dikeluarkan oleh Bupati Agam Puskesma AuOjek TBAy E Kurangnya s di E Ada E SOP sudah Kabupaten Dokumen ada dan n terkait Agam SOP yang kebijakan yang dengan SOP lainya pada E SOP hanya sebuah Map disimpan dan E Pelaksanaan tergabung dalam E Sosialisasi sebuah map, tidak inovasi AuOjek semua tenaga TB sduah kesehatan dapat mengacu pada melihat SOP Tahun E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 oleh Bupati Kabupaten Agam E Sosialisasi sudah sangat lama Matrik triangulasi di atas memperlihatkan bahwa dalam pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy sudah mengacu pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Agam, sayangnya Puskesmas tidak mempunyai bukti dokumen tentang kebijakan inovasi daerah tersebut. SOP yang ada pun hanya terletak di dalam sebuah map yang tidak semua tenaga kesehatan di Puskesmas mengetahuinya. Sementara itu, sosialisasi tentang program inovasi ini baru dilakukan sebanyak 1 . kali pada tahun 2018. Sumber Daya Manusia Tabel 5. Matrik Triangulasi Terkait SDM Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Dokumen Observasi Analisis Mendalam Triangulasi E Program inovasi E Bukti E Program E Sudah ada SDM AuOjek TBAy dilakukan oleh sudah ada. SK AuOjek TBAy Puskesmas dalam belum ada hal ini adalah PJ E Belum ada antara petugas program TB AuOjek TBAy Puskesmas. Bersama tukang petugas AuOjek E Adanya Puskesmas ojek di setiap TBAy E Tidak semua Jorong yang yang masih orang . orang per Jorong E Sosialisasi sudah petugas AuOjek TBAy karena E Sudah ada bukti hanya ada 1 AuOjek TBAy . orang bersama antara petugas saja tukang ojek E Belum adanya sebagai petugas berada di AuOjek TBAy untuk semua Puskesmas petugas AuOjek Malalak TBAy sehingga E Belum ada SK tidak ada tidak ada nya sebagai bukti legalitas dari petugas yang tukang ojek telah dipilih E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 sebagai petugas AuOjek TBAy Matrik triangulasi di atas memperlihatkan bahwa sudah adanya sosialisasi tentang penyakit TB dan program inovasi AuOjek TBAy kepada tukang ojek terpilih, serta sudah dilakukan penggalangan komitmen bersama antara petugas AuOjek TBAy dengan Puskesmas. Petugas AuOjek TBAy yang hanya 1 . orang per Jorong menyebabkan tidak semua suspek dapat terbantu dalam mengantarkan sampel dahak ke Puskesmas. Belum adanya SK juga menyebabkan kurangnya legalitas para petugas AuOjek TBAy. Dana Tabel 6. Matrik Triangulasi Terkait Dana Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Mendalam Dokumen Triangulasi E Pelaksanaan Ada Biaya E Dana terkait Dana program inovasi AuOjek TBAy RUK. RKA, program inovasi dibebankan pada RAB yang AuOjek TBAy inovasi AuOjek dana BOK cukup tinggi TBAy ada pada (Bantuan pelaksanaan karena jarak RUK. RKA, Operasional antara Jorongdan RAB Kesehata. Jorong dengan Puskesmas Puskesmas AuOjek TBAy Puskesmas Malalak, tetapi E Jasa penjemputan Puskesmas tidak setiap dan pengantaran Malalak cukup jauh, sampel dahak oleh E Biaya petugas AuOjek TBAy dibebankan pada anggaran BOK cukup mahal (Bantuan Operasional inovasi AuOjek Kesehata. TBAy cukup Puskesmas Malalak Matrik diatas memperlihatkan bahwa dana terkait pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy tercantum dalam RUK. RKA. RAB dana BOK Puskemas Malalak. Sarana dan Prasarana Tabel 7. Matrik Triangulasi Terkait Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Triangulasi Mendalam Dokumen E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 E Belum ada Sarana & E sarana dan Prasarana i terkait sarana dan inovasi AuOjek TBAy adalah pot sputum. Ojek TBAy masker bedah. E Penggunaan sarana dan sudah ada dalam SOP semua sarana, tersedia di Puskesmas, tapi belum semua petugas AuOjek TBAy sarana dan E ada tempat sarung tangan karet, dan HP. Selain HP, semua alat Puskesmas E yang kepada saya oleh petugas di Puskesmas hanya pot dahak, tapi petugas AuOjek TBAy sebelum dahak selalu E Terlihat petugas tidak saat datang sampel dahak ke Puskesmas E Sarana & Prasarana yang ada sudah sesuai dengan SOP yang E Kurangnya pengetahuan dan tidak tertibnya petugas dalam menjalan SO{ saat bertugas E Kurangnya pengawasan yang dilakukan petugas di Puskesmas dalam hal ini PJ program TB dalam kepatuhan menjalankan SOP saat bertugas E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 datang ke rumah saya masker, dan sarung tangan Tabel matrik triangulasi diatas memperlihatkan bahwa sarana dan prasarana yang dipakai oleh petugas program inovasi AuOjek TBAy Puskesmas Malalak sudah sesuai dengan SOP. Observasi dan telaah dokumen yang dilakukan tidak ditemukan adanya inventarisasi sarana prasarana terkait program inovasi AuOjek TBAy, sudah ada SOP tentang pemakaian sarana dan prasarana, tapi masih ditemukan petugas yang tidak tertib menjalankan SOP. Komponen Proses Pemberian Informasi. Tabel 8. Matrik Triangulasi Komponen Pemberian Informasi Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Mendalam Dokumen Triangulasi E Ada E Sudah E Perlu Pemberian E Sosialisasi Informasi inovasi AuOjek TBAy baru pada Puskesmas yang lebih Puskesmas, baik dan tukang ojek terpilih, dan Lintas Sektor tukang ojek. AuOjek TBAy dan Lintas E PJ Program TB E Tidak ada Sektor Puskesmas E Informasi inovasi ini kan kepada petugas AuOjek TBAy melalui telepon atau di Puskesmas t di masih lebih E Ternyata melalui WA Puskesmas seputar gizi at yang E Saya ditelepon Puskesmas bahwa akan ada dahak yang perlu saya antar ke ui adanya Puskesmas E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 besok hari, saya diberitahu siapa dan dimana pasien E Awalnya saya tidak tahu kalau ada yang dahak saya ke Puskesmas inovasi ini Puskesma Tabel matrik triangulasi diatas memperlihatkan bahwa pemberian informasi dan sosialisasi tentang program inovasi ini belum dilakukan dengan baik dan maksimal, bahkan pasien yang sudah dijadikan suspek pun belum mengetahui bahwa akan ada program inovasi Puskesmas yang dapat membantu memudahkan mereka dalam mengantarkan sampel dahak ke Puskesmas. Penjemputan dan Pengantaran Tabel 9. Matrik Triangulasi Terkait Penjemputan dan Pengantaran Pada Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Mendalam Dokumen Triangulasi E Sudah E Terlihat SOP E SOP sudah Penjemputa E Untuk dalam susunan dibuat sesuai n dan Pengantaran SOP E Terlihat petugas n dan n sampel tan dan handschoon saat an sampel sampel dahak ke E Dengan alasan dibuat SOP Puskesmas sesak, dan E iya, ada, tapi tidak E gerah, maka petugas tidak mentaati SOP saat bekerja AuOjek TBAy Matrik triangulasi di atas terlihat bahwa dalam penjemputan dan pengantaran petugas diharuskan menggunakan APD (Alat Pelindung Dir. afar terhindar dari penularan, dan hal tersebut sudah dituangkan dalam SOP, namun karena kurangnya pengetahuan dan minimnya informasi, maka tidak semua petugas mentaati dan berpedoman pada SOP dalam melaksanakan program AuOjek TBAy. E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Pengawasan Tabel 10. Matrik Triangulasi Terkait Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB (Case Detection Rate Tuberculosi. Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2022 Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Triangulasi Mendalam Dokumen Tidak ada E Tidak pernah ada E Pengawasana Pengawas E Pengawasan program inovasi inovasi AuOjek monitoring dan dilakukan oleh PJ TBAy dilakukan an jadwal Program TB oleh PJ Puskesmas dan Program TB n rutin program inovasi dilaporkan pada Puskesmas. TB di Puskesmas Lokakarya Mini dan dilaporkan n program Puskesmas saat lokakarya inovasi E Pengawasan mini bulanan AuOjek TBAy E PJ Program TB Puskesmas percakapan WA grup, dan tidak jawab untuk semua petugas AuOjek TBAy terlibat dalam inovasi AuOjek TBAy melalui grup WA dan pada saat lokakarya mini E beberapa kali komunikasi di grup WA Pengawasan pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy di Puskesmas dilakukan oleh PJ Puskesmas Malalak dan dilaporkan pada kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas, sarana pengawasan yang dilakukan hanyalah menggunakan percakapan WA grup Puskesmas, tidak ada jadwal khusus pertemuan monitoring evaluasi untuk kegiatan pelaksanaan program. E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Komponen Output Kesesuaian Pelaksanaan Tabel 11. Matrik Tiangulasi Kesesuaian Pelaksanaan Program Inovasi AuOjek TBAy Dalam Rangka Meningkatkan Cakupan CDR TB Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun Topik Wawancara Telaah Observasi Analisis Mendalam Dokumen Triangulasi Kesesuaian Pelaksanaan E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 ojek yang menjadi petugas program inovasi AuOjek TBAy di Puskesmas saat E kurang tau, karena saya tidak pernah melihat secara langsung, dan bertanya baik Puskesmas atau tukang ojek yang menjadi petugas AuOjek E kurang tau, karena saya tidak pernah melihat secara langsung, dan bertanya baik Puskesmas atau tukang ojek yang menjadi petugas AuOjek Tabel matrik triangulasi di atas memperlihatkan bahwa kegiatan program inovasi AuOjek TBAy sudah dilakukan sesuai dengan rencana awal pembentukannya, namun perlu dikembangkan manfaatnya pada kegiatan program TB lainnya agar petugas program inovasi ini bisa lebih diberdayakan mengingat program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya suspek TB di wilayah kerja Puskesmas Malalak, tentu saja hal ini perlu dikelola dengan baik, dilakukan perencanaan SDM, anggaran dana, dan pengawasan yang lebih baik, tidak kalah pentingnya adalah adanya SOP disetiap kegiatan sebagai pedoman bagi petugas program inovasi AuOjek TBAy dalam melaksanakan kegiatannya. SIMPULAN Komponen Input Kebijakan. SDM. Dana. Sarana & Prasarana merupakan 4 . variabel penelitian dalam komponen input pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy di Puskesmas Malalak Kebijakan Program inovasi AuOjek TBAy di Puskesmas Malalak dibuat atas dasar kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Kabupaten Agam, yang mengharuskan adanya program inovasi di Puskesmas di Kabupaten Agam, namun di Puskesmas belum terlihat adanya dokumen terkait program inovasi AuOjek TBAy. E-Journal Al Dzahab Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023 Sumber Daya Manusia Perlunya penambahan petugas AuOjek TBAy di setiap Jorong mengingat luasnya SK untuk petugas program inovasi AuOjek TBAy belum ada Sudah ada dokumen tentang penggalangan komitmen bersama antara Puskesmas dengan Petugas Ojek TB Dana Sudah tersedia anggaran untuk pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy tetapi tidak setiap tahun dan jumlahnya sangat kecil dari yang dibutuhkan. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana dalam pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy disediakan oleh Puskesmas, tetapi belum ada pencatatan dan pelaporan yang jelas mengenai pengadaan barang habis pakai khusus untuk program TB. Komponen Proses Pemberian informasi. Penjemputan dan Pengantaran. Pengawasan pelaksanaan program inovasi AuOjek TBAy di Puskesmas Malalak merupakan 3 . variabel penelitian yang menjadi komponen proses penelitian. Pemberian informasi Pemberian informasi mengenai program inovasi AuOjek TBAy belum dilaksanakan dengan baik Sosialisasi tentang program inovasi AuOjek TBAy sudah pernah dilakukan kepada petugas kesehatan. Tukang ojek, dan Lintas Sektor Belum ada sarana informasi tentang program inovasi AuOjek TBAy seperti spanduk, poster, atau leaflet Penjemputan dan Pengantaran Program inovasi AuOjek TBAy dilakukan hanya pada kegiatan penjemputan dan pengantaran sampel sputum ke Puskesmas Sudah ada SOP sebagai pedoman dalam melaksanakan program inovasi AuOjek TBAy Pengawasan Pengawasana yang dilakukan oleh Puskesasm dan Dinas Kesehatan terhadap pelaksanaan program inovasi ini sangat minim Monitoring evaluasi kegiatan program inovasi hanya dilakukan melalui percakapan WA grup Tidah ada jadwal rutin pengawasan, monitoring, evaluasi terhadap kegiatan Komponen Output Kesesuaian Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan program inovasi sudah sesuai dengan rencana pembentukan Petugas AuOjek TBAy masih ada yang tidak mempedomani SOP saat bertugas. DAFTAR PUSTAKA