Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 PENGARUH LAMA WAKTU TUNGGU TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS HIKUN KABUPATEN TABALONG Nor Aisya Rahmadini* . Aulia Rahman rahmadini@gmail. bp20@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Proses antrian adalah rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kedatangan pelanggan kesuatu sistem antrian, kemudian menunggu sesuai kebutuhan pelayanan sampai pelanggan selesai mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Antrian terjadi ketika pelanggan membutuhkan pelayanan melebihi kapasitas pelayanan atau fasilitas pelayanan yang kurang memadai yang bisa terjadi penumpukan jumlah pelanggan sehingga berdampak kepada lamanya waktu tunggu pelayanan dan mudah terjadi komplain. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional Populasi pada penelitian ini adalah pasien poli umum yang periksa ke dokter di Puskesmas Hikun yaitu 668 orang diambil pada bulan April 2024. Dengan rumus slovin ditemukan 87 orang. Analisis data menggunakan SPSS 28 dengan melakukan uji validitas, reliabilitas, dan uji t. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan lama waktu tunggu rata-rata pelayanan pasien poli umum di Puskesmas Hikun dari pendaftaran sampai dipanggil oleh dokter adalah 33 menit, terdapat pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun, dan besarnya pengaruh lama waktu tunggu . terhadap kepuasan pasien . poli umum di Puskesmas Hikun adalah sebesar 33,8% Kata Kunci: Waktu Tunggu. Kepuasan Pasien. Antrian. THE INFLUENCE OF LONG WAITING TIMES ON PATIENT SATISFACTION AT HIKUN HEALTH CENTER. TABALONG DISTRICT ABSTRACT The queuing process is a series of activities related to the arrival of customers to a queuing system, then waiting according to service requirements until the customer has finished receiving the required service. Queues occur when customers require services that exceed service capacity or service facilities are inadequate, which can lead to an accumulation of customers, resulting in long service waiting times and easy The aim of the research is to determine the effect of service waiting time on general poly patient satisfaction at the Hikun Community Health Center. The research method used is a survey method with a cross sectional study approach. The population in this study were general poly patients who saw a doctor at the Hikun Community Health Center, namely 668 people taken in April 2024. Using the Slovin formula, 87 people were found. Data analysis used SPSS 28 by conducting validity, reliability and t tests. The results of the research are based on the results of calculating the average waiting time for services for general polyclinic patients at the Hikun Community Health Center from registration until being called by a doctor is 33 minutes. There is an influence of the length of service waiting time on the satisfaction of general polypatients at the JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Hikun Community Health Center, and the magnitude of the influence of the length of waiting time ( . towards patient satisfaction . general polyclinic at Hikun Community Health Center is 33. Keywords: Waiting Time. Patient Satisfaction. Queue. PENDAHULUAN Proses antrian adalah rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan kedatangan pelanggan kesuatu sistem antrian, kemudian menunggu sesuai kebutuhan pelayanan sampai pelanggan selesai mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan. Antrian terjadi ketika pelanggan membutuhkan pelayanan melebihi kapasitas pelayanan atau fasilitas pelayanan yang kurang memadai yang bisa terjadi berdampak kepada lamanya waktu tunggu pelayanan dan mudah terjadi komplain. Kondisi ini sering dijumpai pada fasilitas pelayanan kesehatan, fenomena tersebut terjadi di salah satu pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pangkep datang pukul 00 sampai pukul 11. 00 belum dipanggil untuk diperiksa karena jumlah pasien yang banyak dan kurangnya penerapan alur pendaftaran yang mudah dipahami oleh pasien (Detik. com, 2. Dan salah satu Puskesmas di Kota Jayapura, karena keterbatasan tenaga mengakibatkan pengambilan obat terlalu lama (Jubi. id, 2. Waktu tunggu pendaftaran pasien merupakan lama aktifitas pasien mulai dari pasien datang sampai pasien sudah selesai pendaftaran. Beberapa proses aktifitas pendaftaran meliputi pasien datang sampai dengan mendapatkan nomor antrian, menunggu nomor antrian dipanggil dan kontak dengan pendaftaran sampai dengan selesai Waktu tunggu pendaftaran terlalu panjang akan berdampak rasa ketidakpuasan pasien sedangkan waktu tunggu pendaftaran yang singkat maka pasien akan merasa puas terhadap fasilitas pelayanan kesehatan (Fatrida, 2. Beberapa penelitian lama waktu tunggu pendaftaran di Puskesmas Waringinkurung untuk pasien BPJS 14 menit 43 detik dan pasien umum 10 menit 30 detik (Fitri & Hidayati, 2. Penelitian lama waktu pendaftaran di Puskesmas Kedaung diperoleh waktu tunggu pendaftaran lama sebesar 20,4% dan waktu tunggu pendaftaran cepat sebesar 79,6% (Supandi & Imanuddin, 2. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Salah satu fungsi penyelenggaraan usaha kesehatan perorangan puskesmas adalah melaksanakan penyelenggaraan rekam medis (Kemenkes RI. Kegiatan penyelenggaraan rekam medis terdiri atas registrasi pasien. Registrasi pasien merupakan kegiatan pendaftaran berupa pengisian data identitas dan data sosial pasien rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap. (Kemenkes RI, 2. Registrasi atau pendaftaran pasien merupakan langkah awal pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan dalam pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien adalah hasil penilaian dari pasien terhadap pelayanan kesehatan dengan membandingkan apa yang diharapkan sesuai dengan kenyataan pelayanan kesehatan yang diterima disuatu fasilitas kesehatan. Kepuasan pasien di puskesmas tergantung bagaimana pelayanan yang diberikan oleh puskesmas tersebut (Nursalam, 2. Standar kepuasan pasien di pelayanan kesehatan ditetapkan secara nasional oleh Departemen Kesehatan. Menurut Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal untuk kepuasan pasien yaitu di atas 95%. Bila ditemukan pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien berada di bawah 95%, maka dianggap pelayanan kesehatan yang diberikan tidak memenuhi standar minimal atau tidak berkualitas (Kemenkes RI, 2. Penelitian salah satu puskesmas Kabupaten Tangerang diperoleh responden yang memiliki waktu tunggu cepat berjumlah 72 orang . %) dan responden yang memiliki waktu tunggu lama Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 berjumlah 28 orang . %). kepuasan yang baik berjumlah 97 orang . %) dan responden yang memiliki kepuasan yang kurang baik berjumlah 3 orang . %) (Dewi & Marsepa, 2. Penelitian di Puskesmas Kedaung Lama Waktu Tunggu Pendaftaran dan Kepuasan Pasien Di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Kedaung diperoleh kepuasan pasien puas 69,9% dan kurang puas 30,1% (Supandi & Imanuddin. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian terdahulu hanya membahas waktu tunggu pendaftaran saja, sedangkan penelitian sekarang membahas waktu tunggu dari pendaftaran sampai pasien di panggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Puskesmas Hikun merupakan salah satu puskesmas yang berada di kabupaten Tabalong, merupakan tempat pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabalong pada umumnya dan masyarakat sekitar wilayah puskesmas pada khususnya. Puskesmas Hikun memiliki visi yaitu: Terwujudnya Masyarakat Sehat di wilayah kerja Puskesmas Hikun, dimana visi tersebut merupakan acuan yang penting untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Hikun dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat. Puskesmas Hikun terletak di Kecamatan Tanjung di Jl. Basuki Rahmat RT. 10 No. Puskesmas Hikun memiliki 3 Kelurahan dan 7 desa sebagai wilayah kerja yaitu Kelurahan Tanjung. Kel. Agung. Kel. Hikun. Desa Wayau. Desa Juai. Desa Garunggung. Desa Kitang. Desa Mahe Seberang. Desa Kambitin, dan Desa Kambitin Raya. 10 desa tersebut memiliki penduduk sejumlah 25. 358 jiwa. Data hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Puskesmas Hikun, waktu penyelesaian pelayanan mendapatkan nilai terendah yaitu 3,202 (SKM Puskesmas Hikun, 2. Agar penelitian tidak meluas dan pembahasan mengarah dengan baik, maka dalam penelitian ini diambil pasien poli umum di Puskesmas Hikun dan waktu tunggu pelayanan adalah waktu dari pendaftaran sampai dipanggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan Peneliti menemukan beberapa masalah penting untuk mendukung penelitian ini, yaitu waktu tunggu pelayanan yang lambat dan kepuasan JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 pasien yang rendah. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka ditetapkan batasan masalah yaitu lamanya waktu tunggu dan kepuasan pasien. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berapa lama waktu tunggu rata-rata pelayanan pasien poli umum di Puskesmas Hikun, adakah pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun, dan berapa besar pengaruh lama pengaruh waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama waktu tunggu rata-rata pelayanan pasien poli umum di Puskesmas Hikun, pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun, dan besarnya pengaruh lama pengaruh waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan rujukan pengembangan pengetahuan dan wawasan mengenai pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien dan bahan referensi untuk penelitian-penelitian di masa yang akan datang yang terkait waktu tunggu pelayanan, dan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi fasilitas pelayanan kesehatan sebagai masukkan dalam menunjang mutu kualitas pelayanan khususnya pada waktu tunggu pelayanan dalam meningkatkan kepuasan pasien. TINJAUAN PUSTAKA Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas menurut Permenkes RI Nomor 43 Tahun 2019 pada pasal 1 ayat . tentang Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas merupakan pelayanan yang menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif . , preventif . , promotive . eningkatan kesehata. , dan rehabilitatif . emulihan kesehata. Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk dengan tidak membedakan jenis kelamin dan golongan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 umur, sejak dari pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia (Effendi, 2. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif di wilayah kerjanya. Prinsip penyelenggaraan puskesmas terdiri dari paradigma sehat, masyarakat, pemerataan, teknologi tepat guna, serta keterpaduan dan kesinambungan. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Sedangkan fungsi dari puskesmas adalah untuk menyelenggarakan upaya kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya, baik upaya kesehatan masyarakat, maupun upaya kesehatan perorangan (Kemenkes RI, 2. Waktu Tunggu Waktu tunggu diartikan sebagai orang-orang atau barang dalam barisan yang sedang menunggu untuk dilayani (Render, 2. Waktu tunggu yang dilakukan adalah waktu tunggu dari pasien mendaftar sampai pasien dipanggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan dokter. Waktu tunggu di Indonesia ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenke. melalui standar pelayanan minimal berdasar Kemenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Setiap puskesmas wajib mengikuti standar pelayanan minimal waktu Kategori jarak waktu tunggu dan waktu periksa yang diperkirakan mampu memuaskan atau kurang memuaskan pasien yaitu saat pasien datang mulai mendaftar ke loket, antri, menunggu panggilan ke poli untuk dianamnesis dan diperiksa oleh dokter, perawat, atau bidan >90 menit . ategori lam. , 30Ae60 menit . ategori sedan. dan O 30 menit . ategori cepa. Pelayanan minimal di rawat jalan ialah O 60 menit (Nugraheni, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi lambatnya waktu tunggu pelayanan rawat jalan, yang diduga disebabkan oleh kinerja perekam medis maupun tenaga medis yang belum sesuai dengan kompetensinya. Jika waktu tunggu pasien lama juga mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Waktu tunggu pasien JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 merupakan salah satu komponen yang potensial menyebabkan ketidak puasan. Pasien akan menganggap pelayanan kesehatan jelek apabila sakitnya tidak sembuh Ae sembuh, antri lama, dan petugas kesehatan tidak ramah meskipun (Wijono, 2. Kepuasan Pasien Kepuasan adalah perasaan senang seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesenangan terhadap aktivitas suatu produk dengan harapannya (Nursalam, 2. Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya. Kepuasan berhubungan dengan mutu pelayanan kesehatan dengan mengetahui tingkat kepuasan pasien, manajemen dapat melakukan peningkatan mutu Ada lima elemen yang digunakan pelanggan untuk menilai kualitas pelayanan (Bustami, 2. Tangible . Dapat berupa ketersedian sarana dan prasara termasuk alat yang siap pakai serta penampilan staf yang menyenangkan. Empathy . Petugas medis mampu menempatkan dirinya dengan pelanggan, dapat berupa kemudahan dalam menjalin hubungan dan komunikasi pelanggannya, serta dapat memahami kebutuhan pelanggannya. Peranan SDM kesehatan sangat menentukan mutu pelayanan kesehatan karena mereka dapat langsung memenuhi kepuasan para pengguna jasa pelayanan kesehatan. Reliability . Kemampuan memberikan pelayanan dengan segera, tepat waktu, akurat dan memuaskan sesuai dengan yang ditawarkan. Dari kelima dimensi mutu kualitas jasa, reliability dinilai paling penting oleh para pelanggan berbagai industri jasa. Karena sifat produk jasa dan produknya juga sangat tergantung dari aktivitas manusia sehingga akan sulit mengharapkan output yang konsisten. Untuk meningkatkan reliability dibidang kesehatan pihak manajemen puncak perlu membangun Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 budaya kerja bermutu yaitu budaya tidak ada kesalahan atau corporate culture of no mistake yang diterapkan mulai dari pimpinan puncak sampai ke front line staff . ang langsung berhubungan dengan pasie. Responsiveness . epat tangga. Kemauan membantu pasien dengan cepat serta mendengar dan mengatasi keluhan dari pelanggan/pasien. Dimensi ini merupakan penilaian mutu pelayanan yang paling dinamis, harapan pelanggan terhadap kecepatan pelayanan cenderung meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kemajuan teknologi dan informasi kesehatan yang dimiliki pelanggan. Nilai waktu bagi pelanggan menjadi semakin mahal karena masyarakat merasa kegiatan ekonominya semakin meningkat. Time is money berlaku untuk menilai mutu pelayanan kesehatan dari aspek ekonomi para pelanggan. Assurance . Kemampuan petugas kesehatan untuk menimbulkan keyakinan dan kepercayaan terhadap janji yang telah dikemukakan pada pelanggan/pasien. Kriteria ini berhubungan dengan pengetahuan, kesopanan dan sifat petugas yang dapat dipercaya oleh pelanggan, pemenuhan terhadap kriteria ini akan mengakibatkan pengguna jasa akan terbebas dari risiko. Kepuasan yang dirasakan oleh pasien merupakan aspek yang sangat penting bagi kelangsungan Rumah Sakit. Kepuasan pasien adalah nilai yang subjektif terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Indikator Kepuasan (Bustami, 2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 Waktu tunggu di rawat jalan dan waktu tunggu pelayanan obat JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Responsive . epat Reliability . Assurance . Empathy Tangible . ukti Sumber: Data diolah, 2024 Hipotesis Ha : Ada pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum Puskesmas Hikun. Ho : Tidak ada pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional Cross sectional study adalah rancangan penelitian yang mencakup semua jenis penelitian yang pengukuran variabel-variabel dilakukan hanya satu kali, terdapat variabel bebas dan terikat diukur pada saat yang sama. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah pasien poli umum yang periksa ke dokter di Puskesmas Hikun yaitu 668 orang diambil pada bulan April 2024. Sampel Besar sampel dalam penelitian ini ditetapkan dengan menggunakan rumus slovin, sebagai ycA ycu= ycA. ycc 1 ycu= 0,1 1 n= 86,97 n=87 Keterangan : n = jumlah sampel N = jumlah populasi d2 = presisi yang ditetapkan Sumber Data Sumber data primer diperoleh dari wawancara dan hasil kuesioner pasien. Sumber data sekunder diperoleh dari data survei kepuasan masyarakat Puskesmas Hikun Tahun 2023. Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data atau informasi, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai Kuesioner . Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang mencakup semua penelitian dalam bentuk kuesioner dan disebarkan kepada responden untuk diisi sesuai dengan alternatif jawaban yang telah disediakan. Dan untuk mengukur persepsi responden dengan menggunakan 4 angka penelitian : Sangat setuju = 4 setuju = 3 tidak setuju = 2 sangat tidak setuju = 1 Observasi Metode ini biasanya diartikan sebagai bentuk pengamatan dan pencatatan secara fenomena-fenomena lapangan yang diselidiki, baik secara langsung maupun tidak langsung. Metode ini peneliti gunakan untuk data tentang monografi, serta keadaan obyek yang diteliti. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang perilaku manusia, seperti yang terjadi didalam kenyataan. Dengan observasi dapat kita peroleh gambaran yang lebih jelas yang sulit diperoleh dengan metode lain. Dengan teknik observasi partisipan seperti ini memungkinkan bagi peneliti untuk mengamati indikasiindikasi penelitian secara lebih dekat. Dokumentasi Metode dokumentasi, merupakan teknik pengumpulan data dengan mempelajari datadata yang telah didokumentasikan. Dari asal katanya, dokumentasi, yakni dokumen, berarti barang-barang melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis, seperti buku-buku, majalah, peraturan-peraturan, dokumen, notula rapat, catatan harian, dan Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis statistik. JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Analisis statistik meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis menggunakan SPSS HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden berguna untuk mengetahui jawaban atas responden dilihat dari sudut karaktersitik responden. Karakteristik responden pada penelitian ini adalah: Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Gambar 2 Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin JENIS KELAMIN Laki-Laki Jumlah Orang Perempuan Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa jenis kelamin perempuan adalah responden yang paling banyak yaitu sebanyak 53 orang, sedangkan responden laki-laki yang paling sedikit yaitu sebanyak 32 orang. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Gambar 3 Karaktersitik responden berdasarkan UMUR Jumlah Orang Ou60 Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa umur responden yang paling banyak adalah yang berumur antara 33-59 tahun yaitu sebanyak 47 orang, dan yang paling sedikit Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 adalah yang berumur antara 5-17 tahun yaitu sebanyak 1 orang. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Gambar 4 Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir Pendidikan Terakhir Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Layanan Gambar 6 Karakteristik responden berdasarkan jenis layanan JENIS PELAYANAN 3 1% 1 0% BEROBAT Jumlah Orang Jumlah Orang Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas diketahui bahwa pendidikan terakhir responden yang paling banyak adalah SMA, yaitu sebanyak 28 orang, dan paling sedikit adalah S3, yaitu sebanyak 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Gambar 5 Karakteristik responden berdasarkan Jumlah Orang Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas diketahui bahwa pekerjaan responden yang paling banyak adalah PNS, yaitu sebanyak 23 orang, dan paling sedikit adalah TNI dan Polri, yaitu sebanyak 2 JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 RUJUKAN Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas diketahui bahwa jenis layanan yang paling banyak dilakukan oleh responden adalah berobat, yaitu sebanyak 73 orang, dan paling sedikit adalah rujukan, yaitu sebanyak 14 orang Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pasien Gambar 7 Karakteristik responden berdasarkan jenis pasien PEKERJAAN JENIS PASIEN JENIS PELAYANAN BPJS UMUM BEROBAT RUJUKAN Jumlah Orang Persentase Jumlah Orang Persentase Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan gambar diatas diketahui bahwa responden yang menggunakan BPJS sebanyak 68 orang, dan responden merupakan pasien umum sebanyak 18 orang. Uji Validitas Suatu penelitian dapat dikatakan valid apabila mampu memberikan hasil atas apa yang benarbenar diukur artinya hasil dari penelitian yang valid akan menjawab apa yang dipertanyakan dalam Untuk menentukan apakah layak atau tidak suatu item yang digunakan maka dapat diuji Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 signifikan,artinya berkolerasi batas minimal kolerasi . 0,50. Apabila nilai Jika r hitung > r tabel maka instrument penelitian yang digunakan dinyatakan valid sebaliknya. Jika r hitung < r tabel maka instrument penelitian yang digunakan dinyatakan tidak valid. Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan uji validasi untuk setiap variabel dimana data diolah dengan bantuan SPSS 28. Tabel 7 Uji Validitas Variabel X Indikator Waktu Tunggu Item Waktu Tunggu1 r hitung 0,841 r tabel Hasil Valid Waktu Tunggu2 Waktu Tunggu3 Waktu Tunggu4 0,876 0,766 Valid Valid Valid Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji validitas diatas nilai r Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items hitung >0,2108. Maka semua dinyatakan valid. Tabel 8 Uji Validitas Variabel Y Indikator Item r tabel Hasil Responsive Responsive1 0,639 Valid Responsive2 Responsive3 Responsive4 Responsive5 0,621 0,713 0,620 0,719 Valid Valid Valid Valid Reliability1 Reliability2 Reliability3 Reliability4 Reliability5 Reliability6 Reliability7 Reliability8 Reliability9 Assurance1 Assurance2 Assurance3 Assurance4 Assurance5 Assurance6 Assurance7 Empathy1 Empathy2 Empathy3 Empathy4 Empathy5 Empathy6 Empathy7 Tangible1 Tangible2 0,682 0,469 0,658 0,689 0,641 0,628 0,575 0,706 0,718 0,651 0,713 0,531 0,744 0,752 0,709 0,588 0,493 0,453 0,561 0,457 0,541 0,409 0,400 0,538 0,721 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Reliability Assurance Empathy Tangible JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 Indikator Item r tabel Hasil Tangible3 Tangible4 Tangible5 0,513 0,674 0,507 Valid Valid Valid Sumber: Data diolah, 2024 Berdasarkan hasil uji validitas diatas nilai r hitung >0,2108. Maka semua dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas ini digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan . menunjukkan konsistensi didalam mengukur gejala yang sama untuk mendapatkan kualitas hasil penelitian yang bermutu dan baik sudah semestinya jika rangkaian penelitian yang dilakukan harus baik juga. Data dikatakan valid dalam uji validitas ditentukan realibilitasnya jika nilai CronbachAos Alpha 0,6 maka instrument variabel adalah reliabel . dan jika nilai CronbachAos Alpha 0,6 maka instrument variabel adalah tidak reliabel . idak terpercay. Tabel 9 Uji Reliabilitas Variabel X Sumber: Output SPSS 28, 2024 Dari hasil uji reliabilitas di atas menggunakan SPSS versi 25. Diketahui bahwa nilai indikator variabel X sebesar 0. 864 reliabel karena berada diatas Alpha Cronbach sebesar 0,6. Tabel 10 Uji Reliabilitas Variabel Y Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber: Output SPSS 28, 2024 Dari hasil uji reliabilitas diatas menggunakan SPSS versi 28, diketahui indikator variabel Y sebesar 0,944 hasilnya reliable karena berada di atas Alpha Cronbach sebesar 0,6. Uji Hipotesis Uji hipotesis merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah hasil penelitian terdapat pengaruh atau tidak ada pengaruh antara variabel X . aktu tungg. dengan variabel Y . epuasan pasie. Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka HCA diterima dan Ha ditolak artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variaben dependen, dan jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka HCA ditolak dan Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 Ha diterima artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 11 Penguji Hipotesis Coefficientsa Standardize Unstandardize d Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constant Waktu Tunggu Dependent Variable: Kepuasan Pasien Sig. Sumber: Output SPSS 28, 2024 Berdasarkan tabel diatas ditemukan nilai 0,000<0,05 dan nilai t hitung = 6,588>1,988 t signifikansi 0,000. Maka HCA ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di puskesmas hikun. Tabel 12 Model Summary Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Waktu Tunggu Sumber: Output SPSS 28, 2024 Berdasarkan tabel diatas, besar nilai korelasi / hubungan (R) sebesar 0,581. Dari hasil tersebut diperoleh nilai (Adjusted R Squar. sebesar 0,330 yang mengandung pengertian bahwa besar pengaruh variabel X . aktu tungg. terhadap variabel Y . epuasan pasie. adalah sebesar 33,8% sedangkan sisanya 66,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar waktu tunggu. Tabel 13 Anovaa (SPSS 28, 2. ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. 1 Regression 849 1 1983. Residual Total Dependent Variable: Kepuasan Pasien Predictors: (Constan. Waktu Tunggu Sumber: Output SPSS 28, 2024 Berdasarkan tabel diatas menjelaskan bahwa nilai F hitung= 43,395 dengan Tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05 maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel X . aktu JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 tungg. atau dengan kata lain terdapat pengaruh pada variabel Y . epuasan pasie. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil rata-rata perhitungan waktu tunggu dari pendaftran sampai dipanggil oleh dokter adalah 33 menit. Waktu tunggu ini termasuk dalam kategori sedang menurut acuan Kemenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Berdasarkan hasil uji T/ uji Hipotesis menunjukan nilai sig. 0,000<0,05 dan nilai t hitung = 6,588>1,988 t tabel dengan kesimpulan terdapat pengaruh lama waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Hikun Kabupaten Tabalong. Selaras dengan hasil penelitian dari: Mella Octaviani Dewi dan Eva Marsepa . AuPengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Mauk Kabupaten Tangerang BantenAy Neng Yetmir. AP. Edwin Bustami ,S. ,M. Ade Nurma Jaya Putra. Sos. P . AuPengaruh Waktu Tunggu dan Sikap Petugas Terhadap Kepuasan Pasien Puskesmas Siulak Gedang Kabupaten KerinciAy Khaled N. Alrajhi. FRCPC. RDMS. Nawfal A. Aljerian. MBBS. MBA. Rand N. Alazaz. MBBS. Lama B. Araier. MBBS. Lujane S. Alqahtani. MBBS. Shaden Almushawwah. MBBS AuEffect of waiting time estimates on patients satisfaction in the emergency department in a tertiary care centerAy Dengan hasil penelitian yang menunjukan terdapat pengaruh variabel x . aktu tungg. terhadap variabel y . epuasan pasie. Tetapi berbanding terbalik dengan penelitian Mathew Mbwogge . MSc. Nicholas Astbury . PhD. Henry Ebong Nkumbe . MD. Catey Bunce. DSc. Covadonga Bascaran . MD . AuWaiting Time and Patient Satisfaction in a Subspecialty Eye Hospital Using a Mobile Data Collection Kit: Pre-Post Quality Improvement InterventionAy. Tidak ada hubungan yang signifikan antara waktu Http://jurnal. id/index. php/JAPB ISSN : 2723-0937 tunggu pasien dan kepuasan . dds rasio 1, 95% CI 0. P=. N 2 3=0. Analisis Regresi Linear Sederhana Tabel 4. 16 Coefficient Analisis Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Standardize Unstandardize d Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constant Waktu Tunggu Dependent Variable: Kepuasan Pasien Sig. Sumber: Output SPSS 28, 2024 Dapat dilihat dari perhitungan tabel diatas hasil analisis regresi sederhana diperoleh bahwa variabel x . aktu tungg. mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel y . epuasan pasie. karena nilai signifikan dari kedua variabel tersebut adalah dibawah dari 0,05. Adapun model persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh adalah sebagai berikut : Y= a bX Dimana : Y = nilai yang diprediksi a = konstanta b = koefisien regresi X = nilai variabel independen Y= 69,409 2,702 Dari persamaan tersebut, maka diperoleh penjelasan sebagai berikut : a=69,409 merupakan nilai konstanta,yang diartikan bahwa jika X dianggap 0 maka nilai kualitas pelayanan sebesar 69,409. Hal ini menunjukan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kepuasan masyarakat. b= 2,702 yang bertanda positif yang memberikan arti bahwa setiap kenaikan variabel waktu tunggu satuan maka akan meningkatkan kepuasan pasien sebesar 2,702 dengan variabel lain tetap. Nilai constant positif menunjukan pengaruh positif variabel independent atau kualitas pelaanan (X) yaitu sebesar 69,409, dengan nilai koefisien X JAPB : Volume 7 Nomor 2, 2024 = 2,702 menunjukkan bahwa waktu tunggu dengan kepuasan pasien berpengaruh positif, dimana semakin cepat waktu tunggu maka kepuasan pasien akan semakin meningkat. Hasil dari perhitungan persamaan regresi linear sederhana ini variabel X . aktu tungg. yang ada dikolom B adalah untuk membuat waktu tunggu terasa cepat dikarenakan angka tersebut menambah nilai dari constant variabel Y . epuasan pelangga. yaitu sebesar 69,409 sehingga hasil menunjukan bertambahnya variabel Y . epuasan KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan lama waktu tunggu rata-rata pelayanan pasien poli umum di Puskesmas Hikun dari pendaftaran sampai dipanggil oleh dokter adalah 33 menit. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengaruh lama waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di puskesmas hikun kabupaten Tabalong, maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh lama waktu tunggu pelayanan terhadap kepuasan pasien poli umum di Puskesmas Hikun. Besarnya pengaruh lama waktu tunggu . terhadap kepuasan pasien . poli umum di Puskesmas Hikun adalah sebesar 33,8% SARAN Perlu penelitian lanjutan dengan menambah variabel X2 seperti waktu respon petugas. Perlu dilakukan penelitian yang terfokus pada waktu tunggu dan kepuasan pasien saat Perlu dilakukan penelitian waktu tunggu dan kepuasan pasien saat pengambilan obat. DAFTAR PUSTAKA