Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 DOI: https://doi. org/10. 38035/jihhp. Received: 10 Maret 2022. Revised: 18 Maret 2022. Publish: 28 April 2022 LITERATURE REVIEW SISTEM BERFIKIR KEBENARAN PENDIDIKAN ISLAM: PENGETAHUAN. KEPERCAYAAN, RELATIVITAS. NILAI DAN MORALITAS. Risatri Gusmahansyah1. Hapzi Ali2. Kasful Anwar Us3 Mahasiswa UIN STS Jambi, rgusmahansyah@gmail. Universitas Bayangkara Jakarta Raya, hapzi@dsn. Dosen UIN SUTHA Jambi, kasfulanwarus@uinjambi. Corresponding Author: Risatri Gusmahansyah1 Abstrak: Manusia yang hidup di dunia ini pada dasarnya memiliki keinginan untuk mencari ilmu dan kebenaran. Memahami setiap ide tidak dapat dipisahkan dari asumsi yang membentuk dasar yang kuat dari setiap analisis. Pendekatan demi pendekatan dilakukan untuk mencapai pemahaman yang utuh tentang kebenaran. Tanpa asumsi, pengetahuan tidak akan pernah lahir, karena melalui inilah semua pengetahuan terbentuk. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi sistem berpikir kebenaran pendidikan Islam, yaitu pengetahuan, keyakinan, relativitas, nilai dan akhlak. Berdasarkan kajian teoritis dan telaah dari hasil artikel yang relevan serta gambaran kerangka konseptual, pengetahuan, keyakinan, relativitas, nilai dan akhlak berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran pendidikan Islam. Kata Kunci: Berpikir Kebenaran Pendidikan Islam. Pengetahuan. Kepercayaan. Relativitas. Nilai dan Moralitas. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Manusia hidup di dunia ini pada hakekatnya mempunyai keinginan untuk mencari pengetahuan dan kebenaran. Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu (Atabik, 2014: . Purwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, menerangkan bahwa kebenaran itu adalah . Keadaan . al dan sebagainy. yang benar . ocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya. Misalnya kebenaran berita ini masih saya ragukan, kita harus berani membela kebenaran dan keadilan. Sesuatu yang benar . ugguhsugguh ada, betul-betul hal demikian halnya, dan sebagainy. Misalnya kebenaran-kebenran yang diajarkan agama. Kejujuran, kelurusan hati, misalnya tidak ada seorangpun sanksi akan kebaikan dan kebenaran hatimu (Fautanu, 2012: . Pada hakekatnya, manusia hidup di dunia ini adalah sebagai makhluk yang suka mencari kebenaran. Salah satu cara untuk menemukan suatu kebenaran adalah agama. Agama dengan karakteristiknya sendiri memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia. baik tentang alam, manusia, maupun tentang Tuhan. Dalam mendapatkan kebenaran menurut teori agama adalah wahyu yang bersumber dari Tuha. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 110 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 (Bakhtiar, 2012: . Berdasarkan hal itu, maka sistem berpikir kebenaranlah yang dipakai dalam pendidikan Islam yang sumber kebenaran yang berasal dari agama. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka dapat di rumuskan permasalahan yang akan dibahas guna membangun hipotesis untuk riset selanjutnya yaitu: Apakah pengetahuan berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam? Apakah kepercayaan berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam? Apakah relativitas berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam? Apakah nilai dan moralitas berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam? KAJIAN PUSTAKA Sistem Berpikir Kebenaran Pendidikan Islam (Y) AuKebenaranAy merupakan kata benda. Namun janganlah terlalu cepat langsung menanyakan dan mencari benda yang namanya AukebenaranAy, jelas itu tidak akan ada hasilnya. itu merupakan usaha yang sesat. Meskipun ada kata benda AukebenaranAy, namun dalam realitanya tidak ada benda AukebenaranAy, yang ada dalam kenyataan secara ontologis adalah sifat AubenarAy. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sifat AubenarAy dapat berada pada kegiatan berpikir maupun hasil pemikiran yang dapat diungkapkan dalam bahasa lisan maupun tertulis, yang berupa: jawaban, penyataan, penjelasan, pendapat, informasi, berita, tindakan, peraturan. Hasil pemikiran pada pokoknya menunjukkan ada atau tidak-adanya hubungan antara yang diterangkan dengan yang menerangkan. Misalnya yang menunjukkan adanya hubungan: udara bersih, lampu menyala, rumah terbakar api, binatang menggigit orang, orang makan mangga. Pernyataan yang menunjukkan tidak-adanya hubungan antara yang diterangkan dan yang menerangkan dinyatakan dengan menggunakan kata AotidakAo. Contoh, pasar sayur ini tidak bersih, tanaman padi tidak subur, kambing tidak hidup di air, manusia tidak bersayap. Hasil pemikiran dikatakan benar, bila memahami bahwa ada hubungan antara yang diterangkan dengan yang menerangkan, dan ternyata memang ada hubungan, atau memahami bahwa tidak ada hubungan antara yang diterangkan dengan yang menerangkan, dan ternyata memang tidak ada hubungan. Hasil pemikiran dikatakan salah, bila memahami bahwa ada hubungan antara yang diterangkan dengan yang menerangkan, padahal tidak ada, atau memahami bahwa tidak ada hubungan antara yang diterangkan dengan yang menerangkan, padahal ada (Wahana. Pengetahuan (X. Dalam lintas sejarah, manusia dalam kehidupannya senantiasa sibukkan oleh berbagai pertanyaan mendasar tentang dirinya. Pelbagai jawaban yang bersifat spekulatif coba diajukan oleh para pemikir sepanjang sejarah dan terkadang jawaban-jawaban yang diajukan saling kontradiksif satu dengan yang lainnya. Perdebatan mendasar yang sering menjadi bahan diskusi dalam sejarah kehidupan manusia adalah perdebatan seputar sumber dan asal usul pengetahuan dan kebenaran (Shadr, 1994: . Burhanuddin Salam, sebagaimana dikutip oleh Amsal Bakhtiar . jenis pengetahuan ada empat, yaitu: Pengetahuan biasa. Pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan sebagai common sense, dan sering diartikan sebagai good sense, karena seseorang memiliki Sesutu di mana ia menerima secara baik. Semua orang menyebut warna ini putih karena memang itu merah. Air itu panas karena memang dipanasi dengan api. Makanan bisa mengganjal rasa lapar. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 111 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 Common sense diperoleh dari pengalaman sehari-hari. Pengetahuan ini disebut dengan pengetahuan pra ilmiah dan nir ilmiah. Pengetahuan ilmu . Adalah pengetahuan yang diperoleh lewat penggunaan metode-metode ilmiah yang lebih menjamin kepastian kebenarannya. Ilmu pada hakikatnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan commons sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai Pengetahuan filsafat. Diperoleh lewat pemikiran rasional yang didasarkan pada pemahaman, spekulasi, penilaiaan kritis dan penafsiran10. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu. Kalau ilmu hanya pada satu bidang pengetahuan yang sempit dan rigit, filsafat membahas hal yang lebih luas dan mendalam. Filsafat biasanya memberikan pengetahuan yang reflektif dan kritis, sehingga ilmu yang tadinya kaku dan cenderung tertutup menjadi longgar kembali. Pengetahuan agama. Pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para utusan-Nya. Pengetahuan agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. Pengetahuan mengandung beberapa hal yang pokok, yaitu ajaran tentang cara berhubungan dengan Tuhan, yang disering disebut dengan hubungan secara vertikal . ablun min Alla. , dan cara berhubungan dengan sesama manusia . ablun min al-na. Pengetahuan agama yang paling penting adalah pengetahuan tentang tuhan, selain itu tentang keyakinan . dan syariat . mplementasi dari keyakina. Pengetahuan ini sifat kebenarannya adalah mutlak karena berasal dari firman Tuhan dan sabda Nabi. Pengetahuan sudah banyak di teliti oleh peneliti sebelumnya diantaranya adalah: (Desfiandi et al. , 2. , (Prayetno & Ali, 2. , (Mukhtar et al. , 2. , (Brata. Husani. Hapzi. Baruna Hadi Shilvana AliBrata. Husani. Hapzi, 2. , and (Toto Handiman & Ali, 2. Kepercayaan (X. Menurut Mowen dan Minor dalam Donni Juni . 7: . Kepercayaan adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen dan semua kesimpulan yang dibuat oleh konsumen tentang objek, atribut dan manfaatnya. Menurut Rousseau et al dalam Donni Juni . 7: . Kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Relativitas (X. Memahami setiap gagasan tidaklah lepas dari sebuah asumsi yang menjadi landasan kokoh setiap analisis. Pendekatan demi pendekatan dilakukan guna ingin mencapai suatu pemahaman yang utuh tentang kebenaran. Tanpa adanya asumsi, pengetahuan tidak akan pernah lahir, karena melalui inilah segala pengetahuan itu terbentuk. Dalam relativitas kebenarana, kunci yang paling pokok untuk memahaminya adalah bahwa setiap kebenaran itu bersifat relatif, tidak ada yang abslut dalam wilayah ini. Intelektualitas membentuk paradigma khusus dalam setiap struktur kebenaran. Jika ilmu merupakan bagian terpenting dari setiap kebenaran, maka pisau analisis menjadi wilayah yang tak terbantahkan untuk membangun pengetahuan itu. Saya mengira bahwa setiap kebenaran memiliki tingkatanya masing-masing. Baik itu kebenaran dalam sastra, agama, filsafat, dan pengetahuan. Empat hal inilah yang paling berpengaruh dalam memmbentuk setiap struktur peradaban umat manusia sepanjang sejarah (Izzadth, 2. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 112 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 Nilai dan Moralitas (X. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, nilai merupakan suatu hal penting untuk segala sesuatu yang dapat menyempurnakan manusia agar sesuai dengan hakikatnya. berhubungan erat dengan etika. Sementara Fraenkel dalam Kosasih . 6: . menjelaskan bahwa nilai adalah ide atau konsep penting tentang yang ada dalam pikiran manusia yang berhubungan erat dengan etika dan estetik. Thomas Lickona . 4: . menjelaskan bahwa nilai terdapat dua jenis nilai yaitu nilai moral dan nonmoral. Lebih lanjut dijelaskan oleh Lickona . mengenai nilai moral dan nonmoral adalah nilai moral mengandung kewajiban yang harus dilaksanakan sementara nonmoral tidak mengandung kewajiban yang harus dilaksanakan. Sementara Kohlberg . dalam Kosasih . 6: . nilai diklasifikasikan menjadi nilai objektif . dan subjektif . nstrumental prakti. No Author Salis Masruhin. Hapzi Ali. Kemas Imron Rosadi Abd. Aziz Zainuddin Tabel 1: Penelitian Terdahulu Hasil Riset terdahulu Persamaan dengan artikel Dan hasil dari kajian ini menunjukan Sistem berpikir bahwa Sistem berpikir kebenaran kebenaran berpengaruh terhadap pendidikan berpengaruh islam, dimana untuk meningkatkan terhadap kualitas pendidikan Islam tentunya pendidikan sistem kebenaran yang dibangun islam: harus berdasar pada kebenaran Pengetahuan religious, yang bersumber dari al- (X. Nilai dan QurAoan dan al- hadits. Sehingga Moralitas (X. dapat mencapai harapan dan tujuan pendidikan Islam yang bernilai hadirnya akhlakul karimah pada diri tiap-tiap peserta Nilai adalah sesuatu keyakinan yang Kepercayaan bersifat abadi yang mana mode . khusus dari tingkah laku atau puncak keberadaan secara pribadi maupun sosial lebih baik dari mode tingkahlaku atau puncak keberadaan Hal mengarah pada nilai merupakan bagian dari pada keyakinan yang oleh rokeach dan jemes Bank dinamakan dengan tipe kepercayaan yang menuntun manusia dalam segala kelakuannya Pengembangan pendidikan agama Pengetahuan Islam upaya (X. , mengantisipasi setiap perubahan Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Perbedaan dengan artikel Sistem berpikir Kepercayaan (X. , relativitas . Pengetahuan (X. , relativitas . , dan Moralitas (X. Kepercayaan . , relativitas . Nilai dan Moralitas (X. Page 113 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 terjadi: pertama, matter pendidikan Islam kedua, perlu dikembangkan sikap terbuka bagi transfer of knowledge dan kritsis terhadap ketiga menghindari pandangan dikotomis terhadap ilmu . lmu agama dan ilmu umu. AuAgamaAy dan AuilmuAy merupakan entitas yang menyatu . tak dapat dipisahkan satu sama lain. Rosnawati. Tulisan ini menjelaskan tentang pengetahuan yang telah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia, karena ilmu pengetahuan merupakan instrumen penting dalam setiap proses pembangunan sebagai usaha untuk mewujudkan kemashlahatan hidup Ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan menitik beratkan pada kodrat dan martabat untuk kepentingan manusia Parmoko, permasalahan yang mempengaruhi Rosadi pendidikan Islam. Yang menjadi fokus masalah bagi penulis ialah faktor paradigma, berfikir dan Arif Pendidikan Islam memiliki tujuan Musthofa, mulia yaitu mewujudkan manusia Hipzi yang senantiasa berpedoman pada kaidah islam, namun hal tersebut wajib didampingi secara sistematis dengan upaya berpikir kritis terhadap pelaksanaan pendidikan Islam agar semua yang dilakukan tetap dalam koridor agama islam dan tidak hanya menjadi ritual keagamaan. tidak langsung pendidikan islam harus direncanakan sedemikian rupa agar pendidikan memiliki sebuah pola interdisipliner yang seimbang Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Pengetahuan (X. Kepercayaan . , relativitas . Nilai dan Moralitas (X. Berpikir Kesisteman Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Islam Berpikir Manajemen Pendidikan Islam Page 114 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 Gusnita. Ali. Hipzi Subroto. Hipzi. Rosadi E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 masyarakat yang berkesadaran religius dan mengutamakan rasa hormat pada tradisi dan budaya yang disertai sikap ilmiah Pada penyelenggaraan pendidikan Islam diperlukan usaha yang lebih, sebab tantangan zaman era digital yang secara hampir menyeluruh yang semakin kompleks serta dilakukan segera Riset terdahulu atau riset yang relevan berfungsi untuk memperkuat teori dan penomena hubungan atau pengaruh antar variable. Artikel ini mereview Manajemen Pendidikan Islam Sistem Pendidikan. Pengelolaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Berpikir Kesisteman Berpikir Kesisteman Manajemen Pendidikan Islam Berpikir Kesisteman Faktor yang Manajemen Pendidikan Islam METODE PENELITIAN Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah dengan metode kualitatif dan kajian pustaka (Library Researc. Mengkaji teori dan hubungan atau pengaruh antar variabel dari buku-buku dan jurnal baik secara off line di perpustakaan dan secara online yang bersumber dari Mendeley. Scholar Google dan media online lainnya. Dalam penelitian kualitatif, kajian pustaka harus digunakan secara konsisten dengan asumsi-asumsi metodologis. Artinya harus digunakan secara induktif sehingga tidak mengarahkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Salah satu alasan utama untuk melakukan penelitian kualitatif yaitu bahwa penelitian tersebut bersifat eksploratif, (Ali & Limakrisna, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Pengetahuan Terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki. yang lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Manakala informasi dan data sekadar berkemampuan untuk menginformasikan atau bahkan menimbulkan kebingungan, maka pengetahuan berkemampuan untuk mengarahkan tindakan. Inilah yang disebut potensi untuk menindaki. Pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja berasal dari berbagai sumber. Menurut Suparlan . , berikut adalah sumber pengetahuan: Kepercayaan yang didasarkan dari tradisi Kebiasaan-kebiasaan dan agama Pancaindra/pengalaman Akal pikiran Intuisi individual Pengetahuan dibagi kepada pertama. Pengetahuan implisit adalah pengetahuan yang masih tertanam dalam bentuk pengalaman seseorang dan berisi faktor-faktor yang tidak bersifat Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 115 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 nyata seperti keyakinan pribadi, perspektif, dan prinsip. Pengetahuan diam seseorang biasanya sulit untuk ditransfer ke orang lain baik secara tertulis ataupun lesan. Kemampuan berbahasa, mendesain, atau mengoperasikan mesin atau alat yang rumit membutuhkan pengetahuan yang tidak selalu bisa tampak secara eksplisit, dan juga tidak sebegitu mudahnya untuk mentransferkannya ke orang lain secara eksplisit. Contoh sederhana dari pengetahuan implisit adalah kemampuan mengendara sepeda. Pengetahuan umum dari bagaimana mengendara sepeda adalah bahwa agar bisa seimbang, bila sepeda oleh ke kiri, maka arahkan setir ke kanan. Untuk berbelok ke kanan, pertama belokkan dulu setir ke kiri sedikit, lalu ketika sepeda sudah condong ke kenan, belokkan setir ke kanan. Tapi mengetahui itu saja tidak cukup bagi seorang pemula untuk bisa menyetir sepeda. Seseorang yang memiliki pengetahuan implisit biasanya tidak menyadari bahwa dia sebenarnya memilikinya dan juga bagaimana pengetahuan itu bisa menguntungkan orang lain. Untuk mendapatkannya, memang dibutuhkan pembelajaran dan keterampilan, namun tidak lantas dalam bentuk-bentuk yang tertulis. Pengetahuan implisit sering kali berisi kebiasaan dan budaya yang bahkan kita tidak menyadarinya. Kedua. Pengetahuan eksplisit adalah pengetahuan yang telah didokumentasikan atau disimpan dalam wujud nyata berupa media atau semacamnya. Dia telah diartikulasikan ke dalam bahasa formal dan bisa dengan relatif mudah disebarkan secara luas. Informasi yang tersimpan di ensiklopedia . ermasuk Wikipedi. adalah contoh yang bagus dari pengetahuan Bentuk paling umum dari pengetahuan eksplisit adalah petunjuk penggunaan, prosedur, dan video how-to. Pengetahuan juga bisa termediakan secara audio-visual. Hasil kerja seni dan desain produk juga bisa dipandang sebagai suatu bentuk pengetahuan eksplisit yang merupakan eksternalisasi dari keterampilan, motif dan pengetahuan manusia. Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang Misalnya, memimpin organisasi dengan tentang manajemen organisasi. Ketiga. Pengetahuan rasionalisme adalah pengetahuan yang diperoleh melalui akal Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori. tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi. Menurut Meliono . , pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di Pendidikan. Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan Media. Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah. Informasi. Pengertian informasi menurut Oxford English Dictionary, adalah "that of which one is apprised or told: intelligence, news". Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 116 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program komputer, basis data. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakikatnya informasi tidak dapat diuraikan . , sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Sistem Berpikir Kebenaran Pendidikan Islam Menurut Maharani . Kepercayaan adalah keyakinan satu pihak pada reliabilitas, durabilitas, dan integritas pihak lain dalam relationship dan keyakinan bahwa tindakannya merupakan kepentingan yang paling baik dan akan menghasilkan hasil positif bagi pihak yang Sedangkan menurut Pavlo dalam Donni Juni . 7,p. Kepercayaan merupakan penilalain hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah ligkungan yang penuh dengan ketidakpastian. Dari definisi para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merupakan sebuah harapan yang dipegang oleh sebuah individu atau sebuah kelompok ketika perkataan, janji, pernyataan lisan atau tulisan dari seseorang individu atau kelompok lainnya dapat diwujudkan. Menurut Maharani . terdapat empat indikator dalam variabel kepercayaan yaitu. Kehandalan Kehandalan merupakan konsisten dari serangkaian pengukuran. Kehandalan dimaksudkan untuk mengukur kekonsistenan perusahaan dalam melakukan usahanya dari dulu sampai sekarang. Kejujuran Bagaimana perusahaan/pemasar menawarkan produk barang atau jasa yang sesuai dengan informasi yang diberikan perusahaan/pemasar kepada Kepedulian Perusahaan/pemasar yang selalu melayani dengan baik konsumennya, selalu menerima keluhan-keluhan yang dikeluhkan konsumennya serta selalu menjadikan konsumen sebagai prioritas. Kredibilitas Kualitas atau kekuatan yang ada pada perusahaan/pemasar untuk meningkatkan kepercayaan konsumennya. Pengaruh Relativitas Terhadap Sistem Berpikir Kebenaran Pendidikan Islam Dalam epistemologi filsafat, kebenaran selalu saja diidentika dengan sejauh mana hal itu dikembangkan memalui setiap teori atau gagasan, apa yang kemudian kita anggap sebagai asumsi kebenaran tidak pernah mengisyaratkan apapun selain anasis itu sendiri. Menjadi cukup penting jika kemudian hal ini kita bagun melakui paradigma sintagmatis dalam teori Strukturalisme selalu melahirkan wacana baru dalam relitas teks. Itu mengimplikasikan adanya asumsi baru melalui proses dialektika kebenaran, yang dalam hal ini, logika tidak bisa disingkirkan begitu saja. Saja merasa, tanpa asumsi logika, pengetahuan tidak aka pernah lahir, karena kita tahu bahwa setiap pengetahuan berdiri melalui asumsi yang bersifat ilmiah, dalam tradisi pemikiran filsafat, persoalan ini lebih dikenal dengan aliran positivisme, menurut aliran ini, kebenaran berjalan melalui tiga fase pembentukan, dari agama, kemudian metafisika, lalu yang terakhir adalah positivisme sebagai kebenran ilmiah yang tak terbantahkan (Izzadth, 2. Namun tidak bisa dipugnkiri bahwa gagasan ini ternyata mengiring umat manusia pada sintesa baru untuk menegasikan tuhan. Polarisasi dari asumsi ini ialah segalanya adalah materi, dan tentu saja secara langsung dapat dikatakan bahwa tidak ada tempat bagi transendensi tuhan, mazhab ini mirip dengan materialisme Karl Marx, namun perbedaan yang cukup menonjol ialah bahwa positivisme membertahan asumsi kebenaran melalui fakta pengalaman dan teori, dua hal inilah yang dipakai untuk membangun kebenaran. Menurut Nietzsche, fakta itu tidak ada, yang ada hanyalah interpretasi. Ungkapan ini jika kita tinjau secara mendalam, akan tampak bahwa betapa kebenran yang kita persepsikan selama ini ialah tak lebih dari sebuah Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 117 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 interpretasi belaka dari setiap esensi kebenaran. Ada ruang dimana manusia tidak mampu mencapainya melalui sara apapun, bahkan, manusia selalu saja berbeda dalam mengasumsikan gagasan tentang Tuhan (Izzadth, 2. Pengaruh nilai dan moral terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam Nilai moral contohnya yaitu nilai kejujuran, bertanggung jawab serta keadilan yang mengandung kewajiban bagi setiap orang untuk memenuhinya. Nilai nonmoral yaitu berkaitan dengan yang ingin atau suka dilakukan oleh seseorang. Contoh dari nilai nonmoral misalnya kesukaan mengenai jenis musik, atau kesukaan terhadap hal lain yang tidak mewajibkan atau memaksa orang lain untuk memiliki kesukaan yang sama. Nilai moral . ersifat waji. dibagi menjadi dua jenis yaitu nilai moral bersifat universal dan nonuniversal. Untuk nilai moral yang bersifat universal, contohnya yaitu mengaplikasikan nilai keadilan kepada setiap orang, menghormati dan menghargai kehidupan, kebebasan, dan juga menghargai kesetaraan dari setiap orang yang bersifat mengikat bagi setiap orang tanpa melihat asal daerah dan jenis kelamin karena nilai moral universal ini menegaskan dan menjamin nilai kemanusiaan dan harga diri dasar pada manusia. Setiap orang berhak dan bahkan wajib mengarahkan setiap orang agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moral universal. Nilai moral nonuniversal tidak bersifat memaksa pada masing-masing individu. Contoh nilai moral nonuniversal yaitu memeluk agama seperti berdoa, puasa, dan aktivitas keagamaan lainnya. Nilai tersebut memiliki beban kewajiban pada diri masing-masing orang sesuai dengan peraturan agama tanpa dapat membebankan perasaan pribadi tersebut kepada orang lain. Nilai-nilai universal yang akan diajarkan oleh bidang pendidikan khususnya sekolah haruslah meyakini bahwa terdapat kesamaan terhadap cara berpikir nilai tersebut. Persamaan cara berpikir yang telah disepakati bersama dan berharga oleh masyrarakat inilah yang harus diperhatikan oleh pihak Sekolah harus memfasilitasi anak dalam memahami dan berperilaku sesuai nilai universal tersebut (Lickona, 2014: . Kedua proposisi ini akan berjalan dengan baik, diawali dengan pemberian pemahaman tentang nilai-nilai tersebut. Berdasarkan berbagai pendapat mengenai nilai tersebut, dapat disintesis bahwa nilai merupakan hal penting untuk memanusiakan manusia sesuai hakikatnya. Nilai berhubungan dengan etika yang mengandung kewajiban untuk dilaksanakan sementara nonmoral tidak mengandung kewajiban yang harus dilaksanakan. KERANGKA KONSEPTUAL Berdasarkan rumusan masalah penulisan artikel ini dan kajian studi literature review baik dari buku dan artikel yang relevan, maka di perolah Kerangka artikel ini seperti di bawah Pengetahuan (X. Kepercayaan (X. Relativitas (X. Sistem Kebenaran Pendidikan Islam (Y) Nilai dan Moral (X. Available Online: https://dinastirev. org/JIHHP Page 118 Volume 2. Issue 2. Februari 2022 E-ISSN: 2747-1993. P-ISSN: 2747-2000 Figure 1: Conceptual Framework Berdasarkan Kajian teori dan review hasil dari artikel yang relevan serta gambar dari conceptual framework, maka: pengetahuan, percayaan, relativitas, nilai dan moral berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam. Selain dari tiga variabel exogen ini yang mempengaruhi berpikir kebenaran Pendidikan Islam (Y), masih banyak variabel lain yang mempengaruhinya diantaranya adalah: Kepemimpinan: (Limakrisna et al. , 2. , (Bastari et al. , 2. , (Anwar et al. , 2. , (Ali et al. , 2. , (Djoko Setyo Widodo. Eddy Sanusi Silitonga, 2. , (Chauhan et al. , (Elmi et al. , 2. Manajemen: (Sutiksno et al. , 2. , (Agussalim et al. , 2. , (Sutiksno et al. , 2. , (No et al. , 2. , (Gupron, 2. , (Aima et al. , 2. Organisasi: (Sari & Ali, 2. , (Brata. Husani. Hapzi, 2. , (Limakrisna et al. , 2. (Desfiandi et al. , 2. , (Harini et al. , 2. , (Riyanto et al. , 2. , (Sulaeman et al. , 2. (Ali, 1. , (Masydzulhak et al. , 2. , (Widodo et al. , 2. , (Silitonga et al. , 2. (Rivai et al. , 2. , (Prayetno & Ali, 2. Teknologi Informasi: (Ashshidiqy & Ali, 2. , (Djojo & Ali, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan rumusan artikel dan pembahasan maka dapat di rumuskan hipotesis untuk riset selanjutnya: Pengetahuan berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam. Kepercayaan berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam Relativitas berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam Nilai dan moral berpengaruh terhadap sistem berpikir kebenaran Pendidikan Islam Saran