w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan HUBUNGAN PERAN GURU TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS Ambia Nurdin. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Abulyatama Aceh Jl. Blang Bintang Lama Km 8,5 Lampoh Keude Aceh Besar, email: ambianurdin73@gmail. Abstract: Some factors supporting occur sex behavior among teenagers, among others. factors, the electronic media, the lack of information and lack of religious education. The school environment has contributed to the occurrence of free sex. Schools are less disciplined and ignored kaedah-kaedah religion, often no lessons during school hours. The aim of research to identify the role of teachers' relationship to knowledge about adolescent promiscuity. This study is a parallel analytic design with cross sectional study to identify the relationship of the teacher's role pengatahuan teens about sex include the variable role of teachers as educators and counselors and knowledge of adolescents about This research was conducted in SMA Negeri 1 Indrapuri subdistrict. Aceh Besar district. Sampling was done by stratified random sampling with the number of respondents 82 people. This research was conducted in SMA Negeri 1 Indrapuri subdistrict. Aceh Besar District by distributing questionnaires. Univariate and bivariate data analysis using a computer program. The results showed no significant correlation between the teacher's role as a teacher and mentor teens about sex in which the test results obtained by statistical P-value = 0. 006 where the result is less than the value of = 0. Knowledge of adolescents about sex is strongly influenced by the role of a good teacher. Expected in educational institutions SMA N 1 Subdistrict Indrapuri to play well in fostering the students and teach them about sex. Keywords : Up to six keywords should also be included Abstract : Beberapa factor pendukung terjadi perilaku seks bebas di kalangan remaja antara lain. lingkungan, media elektronik, kurangnya informasi dan kurangnya pendidikan agama. Lingkungan sekolah turut mendorong terjadinya perilaku seks bebas. Sekolah kurang berdisiplin dan tidak menghiraukan kaedah-kaedah agama, sering tidak ada pelajaran pada waktu jam sekolah. Tujuan penelitian untuk mengindentifikasikan hubungan peran guru terhadap pengetahuan remaja tentang seks Penelitian ini bersifat analitik desain parallel dengan pendekatan cross sectional study untuk mengindentifikasikan hubungan peran guru terhadap pengatahuan remaja tentang seks bebas meliputi variabel peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dan pengetahuan remaja tentang seks bebas. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling dengan jumlah responden 82 orang. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dengan menyebarkan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan program computer. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai pengajar dan pembimbing remaja tentang seks bebas dimana hasil uji dengan statistic didapatkan P-value = 0,006 dimana hasil tersebut lebih kecil dari pada nilai = 0,05. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat dipengaruhi oleh peran guru yang baik. Diharapkan pada instansi pendidikan SMA N 1 Kecamatan Indrapuri untuk berperan dengan baik dalam membina siswa dan memberikan pemahaman tentang seks bebas. Kata kunci : Peran guru. Pengetahuan Remaja. Seks Bebas Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Dalam yang sehat serta resiko-resiko yang dapat terjadi. kesehatan di tengah beban dan permasalahan Sehingga para remaja dapat lebih bertanggung kesehatan seperti pergaulan bebas yang semakin jawab dalam mempergunakan dan mengendalikan hasrat seksualnya. Penelitian menunjukkan bahwa Salah satu anggota masyarakat pendidikan seks dapat mencegah perilaku seks yang paling bermasalah dalam pergaulan bebas bebas yang dewasa ini di Indonesia semakin terus adalah remaja (Antara, 2. meningkat angka kejadiannya (Boyke, 2. World Health Organisation (WHO) Masalah penyimpangan seksual pada remaja memberikan defenisi tentang remaja yang bersifat Dalam definisi tersebut dikemukan pengaruh-pengaruh yang menimbulkan masalah tiga criteria yaitu, biologis, psikologis, dan social genetika dan lingkungan. Cenderung pada satu Maka secara lengkap definisi tersebut factor saja yaitu lingkungan yang rusak dengan berbunyi sebagai berikut : remaja adalah suatu asumsi bahwa lingkungan itu terbentuk dari masa ketika : Individu berkembangan dari saat pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual penyimpangan dalam kehidupan seorang remaja. sekundernya sampai saat mencapai kematangan Lingkungan yang buruk dapat merusak remaja. Individu yang mengalami perkembangan begitu pula lingkungan yang baik akan mampu psikologis dan ketergantungan social-ekonomi memperbaiki pengaruh yang paling pertama yang yang penuh kepada keadaan yang relative lebih diterima oleh induvidu (Yusuf, 2. mandiri (Sarwono, 2. Perilaku seksual yang tidak sehat dikalangan Memberikan pendidikan seks kepada remaja remaja khususnya remaja yang belum menikah tidaklah mudah. Masih banyak orang tua dan cenderung meningkat dan sengat memprihatinkan. pendidik yang merasa susah dan tidak mengerti Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian kapan dan bagaimana harus memulainya. Bahkan bahwa yang menunjukkan usia remaja ketika sebagian dari mereka masih beranggapan bahwa pertama kali mengadakan hubungan seksual aktif membicarakan masalah seks apalagi kepada bervariasi anatra usia 14-23 tahun dan usia anak-anak adalah hal yang kotor dan tidak pantas. terbanyak antara 17-18 tahun (Fuad,2. Padahal mengajarkan seks kepada remaja bukan Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan mengajarkan cara-cara berhubungan seks semata, dalam tingkah laku yang beraneka ragam, mulai melainkan lebih kepada upaya memberikan dari perasaan tertarik, berkencan, berpegangan pemahaman kepada remaja sesuai dengan usianya, tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang alat kelamin, dan melakukan senggama fungsi-fungsi masalah-masalah naluriah alamiah yang timbul, (Nugraha, 2. pentingnya menjaga dan memelihara organ intim Menurut data survey Komisi Perlindungan mereka, disamping itu juga memelihara pergaulan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan sebanyak Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan 32% remaja usia 14-18 tahun dikota-kota besar di pra nikah (Depkes RI, 2. Indonesia pernah berhubungan seks luar nikah. Hasil penelitian terhadap sejumlah remaja Kota-kota yang dimaksud antara lain Jakarta. SMA di DKI Jakarta dan Banjarmasin, 90% Surabaya, dan Bandung. Data BKKBN . remaja megakui bersenggam dengan tangan dan juga melaporkan sebanyak 63% remaja di 61% sudah berciuman. Dari 400 responden beberapa kota besar telah melakukan seks. masing-masing kota, 6-7% sudah meraba alat Hubungan seks yang mereka lakukan ini juga kelamin dan 1-2% sampai bersenggama (Armaidi, dilandasi pemikiran bahwa berhubungan seks satu Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Badan penelitian PKBI . , di kota Palembang. Koordinasi Kupang. Cirebon. Tasik Malaya dan Singkawang (BKKBN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian juga menunjukkan bahwa 9,1% remaja wanita Kependudukan dan Sumber Daya telah melakukan hubungan seks dan 85% Universitas Syiah Kuala tahun 2005 pada siswa di melakukan hubungan seks pertama kali pada usia provinsi Nanggroe Aceh Darussalam didapatkan 13-15 tahun di rumah mereka dengan pacar. bahwa 4 kabupaten yaitu Kota Banda Aceh. Kota Sedangkan menurut WHO . yang melakukan Sabang. Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara penelitian di Cianjur. Jawa Barat bahwa remaja belum menikah yang pernah melakukan hubungan hubungan seks bebas . dari 588 seks yaitu pada perempuan usia 15-19 tahun responden dengan rincian perkabupaten sebagai sebanyak 34,7%, sedangkan pada laki-laki berikut : 6,2% dari 194 responden Kota Banda sebanyak 30,9%. Remaja yang melakukan Aceh, 3,5 % dari 145 responden Aceh Tenggara, hubungan seksual pertama kalinya saat duduk 3% dari 101 responden Kota Sabang, dan 0,75 dibangku sekolah sebanyak 42,3% (Annisa dari 148 responden Aceh Tamiang (Yakita, 2. Foundation, 2. Keluarga Berencana Nasional Manusia Di Aceh Besar, tahun 2009 ditemukan data Penelitian yang dilakukan oleh berbagai remaja yang melakukan khalwat yaitu berumur institusi di Indonesia selama kurun waktu tahun 10-14 tahun sebanyak 1 orang dan berumur 15-20 1993-2002, menemukan bahwa 5-10% wanita dan tahun sebanyak 40 orang. Jumlah ini terbagi lagi 18-38% pria muda berusia 16-24 tahun telah menurut jenis kelamin yaitu, remaja laki-laki melakukan hubungan seksual pra nikah dengan sebanyak 17 orang dan remaja perempuan pasangan yang seusia mereka 3-5 kali. Penelitian sebanyak 23 orang. Pada data yang diperoleh juga dilakukan oleh Universitas Diponegoro tersebut terlihat jelas lebih banyak remaja putri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa yang melakukan khalwat dibandingkan remaja Tengah, . dengan sampel 600. 000 responden putra (Dinas Syariat Islam, 2. menyatakan bahwa sekitar 60. 000 atau 10% siswa Menurut survey yang peneliti lakukan di SMU Se-Jawa Tengah melakukan hubungan seks SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri dengan Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan mewawancarai 8 siswa, didapatkan bahwa remaja-remaja Ahmad Tafsir mengemukakan pendapat orang-orang pengetahuan maksimal tentang perilaku seksual, bertanggung jawab terhadap perkembangan sehingga mereka terbiasa melakukan perilaku tersebut tanpa mengetahui bahwa sesungguhnya perkembangan seluruh potensi anak didik, hal tersebut adalah bentuk perilaku seks bebas. Mereka mendapatkan informasi dari orang tua mau guru Sedangkan menurut Hadari Nawawi bahwa tentang pendidikan seks awal yang diperlukan oleh pengertian guru dapat dilihat dari dua sisal. remaja secara mendetail. Mereka juga mengatakan Pertama secara sempit, guru adalah ia yang banyak yang tidak tahu persis bagaimana bahaya berkewajiban mewujudkan program kelas, dan resiko seks bebas. Pengetahuan seks yang yakni orang yang kerjanya mengajar dan meraka dapatkan hanya sekedar informasi dan memberikan pelajaran di kelas. Sedangkan secara luas diartikan guru adalah orang yang mendapatkannya dari media elektronik, media bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab mempengaruhi mereka dalam bergaul. Data yang diperoleh dari salah seorang guru di SMA dalam membantu anak-anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. tersebut, mengatakan bahwa belum pernah ada penyuluhan tentang seks bebas di sekolah, baik dari dinas kesehatan maupun dari instansi lainnya, dan guru-guru juga jarang memberikan pendidikan tentang seks kepada Hal ini disebabkan karena guru berangapan hal tersebut masih tabu untuk Peran Guru Disekolah guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarang pembelajaran, dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga . amily educato. (Taruna, 2. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Guru Pengertian guru menurut beberapa para Menurut WF Connell dalam Anonymous . , dalam membedakan tujuh peran seorang guru yaitu . , . model, . pengajar dan pembimbing, . , . Menurut Ngalim Purwanto bahwa guru ialah komunikator terhadap masyarakat setempat, . orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau pekerja administrasi, serta . kesetiaan terhadap kepandaian kepada seseorang atau sekelompok Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah Pendidik Peran guru sebagai pendidik . laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut . , tugas-tugas pembinaan . serta tugas-tugas yang pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Pelajar Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan Peran guru sebagai pelajar . Seorang pertumbuhan dan perkembangan anak untuk guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas Pengetahuan tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan keterampilan dasar, persiapan untuk perkawinan yang berkaitan dengan pengembangan tugas dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. maupun tugas kemanusiaan. Model Komunikator Peranan Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang pembangunan di segala bidang yang sedang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. bangsa dan negara. Administrasi Seorang Guru sebagai administrator. Seorang guru Pengajar dan Pembimbing Peran guru sebagai model atau contoh bagi Peranan tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa mengajar perlu diadministrasikan secara baik. tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih Sebab administrasi yang dikerjakan seperti pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan dan sebagainya merupakan dokumen yang peran guru dalam proses pembelajaran peserta berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya didik, yang mencakup : dengan baik. Guru sebagai perencana . yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di Setiawan Dalam Lembaga Pendidikan Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam proses belajar mengajar . re-teaching Guru sebagai pelaksana . , yang harus dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan memimpin,merangsang, menggerakkan, dan pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai Abin Syamsuddin . mengemukakan orang sumber . , konsultan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, kepemimpinan yang bijaksana dalam arti seorang guru yang ideal seyogyanya dapat demokratik & humanistik . selama berperan sebagai : proses berlangsung . uring teaching problem. Konservator . sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan Inovator . sistem nilai ilmu Transmitor Guru sebagai penilai . yang harus akhirnya harus memberikan pertimbangan . , atas tingkat keberhasilan proses . sistem-sistem tersebut kepada peserta didik. Transformator . ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam prosesnya maupun kualifikasi produknya. Selanjutnya, dalam konteks proses belajar pribadinya dan perilakunya, dalam proses Indonesia. Abin Syamsuddin interaksi dengan sasaran didik. menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai Organisator . terciptanya proses pembimbing . eacher counse. , di mana guru edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta baik secara formal . epada pihak yang didik yang diduga mengalami kesulitan dalam mengangkat dan menugaskanny. maupun belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau secara moral . epada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakanny. membantu pemecahannya . emedial teachin. (Taruna, 2. Sedangkan dalam pengertian pendidikan Moh. Surya . mengemukakan tentang yang terbatas. Abin Syamsuddin dengan mengutip peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan Di sekolah, guru berperan sebagai perancang Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. kepada masyarakat. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai Di pandang dari segi diri-pribadinya . elf pendidik dalam keluarga . amily educato. , seorang guru berperan sebagai : Sementara itu di masyarakat, guru berperan Pekerja sosial . ocial worke. , yaitu seorang sebagai pembina masyarakat . ocial develope. , yang harus memberikan pelayanan kepada penemu masyarakat . ocial inovato. , dan agen masyarakat . ocial agen. (Taruna, 2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus Lebih jauh, dikemukakan pula tentang senantiasa belajar secara terus menerus untuk peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas mengembangkan penguasaan keilmuannya. pengajaran dan administrasi pendidikan, diri Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua pribadi . elf oriente. , dan dari sudut pandang peserta didik bagi setiap peserta didik di psikologis (Taruna, 2. Dalam model keteladanan, artinya guru adalah model pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru perilaku yang harus dicontoh oleh mpara berperan sebagai : peserta didik. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai Peserta didik diharapkan akan merasa aman Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. Penerjemah kepada masyarakat, yaitu guru Volume 1. No. Januari 2017 berperan sebagai : merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya Seniman dalam hubungan antar manusia . rtist berlangsung dengan baik. Dari sudut pandang secara psikologis, guru Pakar psikologi pendidikan, artinya guru menguasai bahan yang harus diajarkannya. Pemimpin berada dalam didikan gurunya. kepentingan masyarakat dalam pendidikan. Seorang Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. in human relation. , artinya guru adalah orang suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Pembentuk kelompok . roup builde. , yaitu w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan mampu mambentuk menciptakan kelompok terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan tujuan pendidikan. manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru Catalyc agent atau inovator, yaitu guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran membuat suatu hal yang baik. informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk Petugas kesehatan mental . ental hygiene secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan worke. , artinya guru bertanggung jawab bagi kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, terciptanya kesehatan mental para peserta didik. orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu Sementara itu. Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim . mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan . stablishing orde. dan memfasilitasi proses belajar . acilitating learnin. Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan belajar, pengelolaan prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung. dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan KONSEP PENGETAHUAN Pengetahuan adalah segala sesuatu yang dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah mengembangkan proses pembelajaran peserta seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian Volume 1. No. Januari 2017 Pengetahuan w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, dan telinga. Pengetahuan/kognitif merupakan meramalkan dan sebagainya. domain yang sangat penting dalam pembentukan Application (Aplikas. tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2. Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk Menurut Hidayat . dalam Sarwono kegiatan-kegiatan menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real . Aplikasi pengetahuan adalah sebagai berikut : disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau Kesiapan pengetahuan yang dapat segera muncul bila diperlukan hukum-hukum, prinsip dan sebagainya. Penafsiran informasi secara komprehensif Pengaplikasian pengetahuan yang diperoleh Analysis (Analisi. Analisis adalah suatu kemampuan untuk Mengenalisa terhadap pengetahuan Mensintesa terhadap pengetahuan komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu Mengadakan evaluasi terhadap pengetahuan struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu Menurut Bloom dalam Notoatmodjo . , materi/objek sama lain. Kemampuan analisi ini dapat dilihat dari pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu : embuat baga. , membedakan. Know (Tah. memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya. Tahu diartikan sebagai mengingat suatu Synthesis (Sintesi. materi yang telah di pelajari sebelumnya. kata-kata. Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali . sesuatu yang spesifik bagan-bagan didalam suatu bentuk keseluruhan dari seluruh bahan yang di pelajari atau rangsangan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu yang telah di terima. Oleh sebab itu merupakan kemampuan untuk menyusun suatu formulasi baru tingkatan pengetahuan yang paling rendah. Kata dari formulasi-formulasi yang ada. Misalnya, dapat kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori menyatakan dan sebagainya. Comprehension (Memaham. Memahami diartikan sebagai kemampuan atau rumusan-rumusan yang telah ada. Evaluation (Evalus. Evaluasi ini berkaitan degan kemampuan untuk melakukan justifikasi/ penilaian terhadap untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan didasarkan pada suatu criteria yang ditentukan meteri tersebut dengan benar. Orang yang telah sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang pahan terhadap objek atau meteri harus dapat telah ada. Volume 1. No. Januari 2017 Penilaian-penilaian w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Individu berkembang dari saat pertama kali ia KONSEP REMAJA Remaja adalah individu antara umur 10-19 menunjukkan tanda-tanda seksual sekundrnya Istilah yang lebih luas kaum muda meliputi umur 15-24 tahun. Kemudian ini menunjukkan sampai saat ia mencapai kematangan seksual. Individu yang mengalami bahwa yang harus diperhatikan adalah kebutuhan anak remaja umur 10-24 tahun, kecuali ada kanak-kanak menjadi dewasa. Keadaan remaj dan kebutuhan sangat kadang-kadang Terjadi peralihan dan ketergantungan social ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri (Sarwono,2. karakteristik individu misalnya, umur, aktivitas Menurut Rusasri . dalam Yusuf Madani seksual, pendidikan yang diterima di sekolah, mengemukakan, masalah yang sering ditemukan status ketenagakerjaan, seperti halnya posisi pada usia remaja adalah : umur-umur (Martaadisoebrata, 2. Akne atau jerawat, yang dapat menimbulkan gangguan emosional Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu yang terkait . eperti biologi dan ilmu faa. remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik ketika alat-alat kelamin khususnya dan keadaan tubuh umumnya memperoleh bentuknya yang Myopia, biasanya mulai timbul pada usia Kelainan ortopedik berupa kiposis atau Penyakit infeksi, musalnya tuberculosis yang Secara faal, alat-alat kelamin tersebut sering dijumpai akibat daya tahan tubuh usia sudah berfungsi secara sempurna pula. Pada remaja yang menurun akhirnya dari perkembangan fisik seorng pria Defesiensi besi, terutama pada remaja berotot dan berkumis/berjenggot dan mampu perempuan dengan datangnya haid dan menghasilkan beberapa ratus sel sperma setiap kali kurangnya masukan besi Dipihak Obesitas, biasanya terjadi pada golongan berpayudara dan berpinggul besar dan setiap remaja tertentu karena pola makan yang bulannya mengeluarkan sebuah sel telur dari kurang baik indung telurnya (Sarwono, 2. WHO memberikan defenisi tentang remaja Keadaan lain sebagai akibat gangguan emosional atau kenakalan remaja yang bersifat konseptual. Dalam defenisi tersebut Pada masa remaja ketegangan emosional dikemukan tiga criteria yaitu biologis, psikologis, yang bertambah dan dorongan kebutuhan bilogis dan social ekonomi. Maka secara lengkap defenisi harus disesuaikan dengan keinginan dan harapan tersebut berbunyi sebagai berikut: remaja adalah masyarakat atau lingkungan. Tuntutan masyarakat suatu masa ketika : terhadap golongan remaja ini sudah pasti akan berlainandengan yang diharapkan dari anak pada Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan tumbuh-kembang Tahap mencakup kemampuan bergaul denagn orang lain, disamping dengan orang tua sendiri untuk memengaruhi remaja lain yang niat dan tekadnya kurang kuat (Kairos, 2. Soetjiningsih . membagi permasalahan menhindari rasa terpencil dalam menghadapi tantangan pada berbagai kagiatan fisis seperti dalam bidang olahraga, jalinan persahabatan atau terlarang, . terganggunya kesehatan jiwa, . pengalaman seksual. Salah satu aspek peningkatan masalah kesehatan gigi, . penyakit yang terkait keakraban adalah adanya keinginan berbagi rasa dengan lingkungan bersih, . gangguan kesehatan dan bertenggang rasa yang merupakan inti untuk karena hubungan seks, dan . trauma fisik dan psikis karena sebagai korban kekerasan (Khairos. Tahap selanjutnya adalah adanya kerikatan dengan orang menjadi tujuh kategori, yaitu: lain, seperti dalam hal percintaan, pacaran, perkawinan, dan hal-hal lain yang menuntut KONSEP SEKS BEBAS Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki adanya suatu tanggung jawab (Sri, 2. Sementara itu, masalah perilaku yang perlu oleh setiap makhluk hidup di muka bumi diwaspadai adalah saat anak tersebut melakukan Bukan hanya manusia yang memiliki naluri perilaku berisiko tinggi, secara perorangan atau seks, tetapi juga termasuk hewan dan makhluk berkelompok, di antaranya masalah narkotik dan hidup lainnya . Seks diperlukan untuk zat adiktif lain (Napz. , merokok, sampai pada menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok . makhluk hidup. Tujuan kecelakaan lalu lintas, kawin muda, serta aborsi utama dari seks adalah untuk repeuduksi buat (Boyke, 2. kepentingan regenerasi. Artinya setiap makhluk Berdasarkan data dari PBB, lebih dari 2. keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan menurut laporan Selain itu tujuan seks adalah sebagai global WHO dan UNICEF, setiap tahun 830. sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi anak hingga remaja usia 19 tahun tewas akibat dalam kehidupan (Syamsu, 2. anak meninggal setiap hari berbagai kecelakaan. Ketua Divisi Tumbuh Kegiatan seks . agi manusi. hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang sah antara Soedjatmiko SpA(K) MSi mengatakan, terjadinya laki-laki dan perempuan, ikatan itu disebut dengan remaja bermasalah karena beberapa sebab, di Hubungan seks yang dilakukan diluar antaranya keinginan remaja yang tidak sesuai pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap dengan orangtua, guru, teman, aturan hukum, serta norma-norma moral agama. Sebenarnya hanya sebagian kecil norma-noram yang berlaku lainny. dan merupak Kembang Pediatri Sosial Volume 1. No. Januari 2017 FKUI aik norma w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini hukumanya (Sarwono, 2. Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama perilaku seks bebas di dalam masyarakat (Depkes, suka atau dalam dunia prostitusi. Seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang yang bukan pasangannya. Biasanya dilakukan dengan alasan mencari variasi seks ataupun sensasi seks untuk mengatasi kejenuhan (Boyke, 2. Seks bebas sangat tidak layak dilakukan mengingat resiko yang sangat besar. Pada remaja biasanya akan mengalami kehamilan diluar nikah yang memicu terjadinya aborsi. Ingat aborsi itu sangatlah berbahaya dan beresiko kemandulan bahkan kematian. Selain itu tentu saja para pelaku seks bebas sangat beresiko terinfeksi virus HIV yang menyebabkan AIDS, ataupun penyakit menular seksual lainnya (Boyke, 2. Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah mermabah masuk kenegeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan saran-sarana hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari di internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan layanan dewasa tersebut selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan Begitu mudahnya akses untuk mendapatkan Volume 1. No. Januari 2017 Penyebab Timbulnya Perilaku Seks Bebas pada Remaja Berkembangnya matangnya alat-alat kelamin sekunder, membuat pengetahuan remaja mengenai seks menjadi besar. Namun karena kurangnya informasi mengenai seks dari orangtua dan dari sekolah/ lembaga formal membuat para remaja mencari informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma-norma yang dianut seperti dari media cetak dan elektronika, teman sebaya, dan pergaulan Sumber informasi yang paling besar bagi mereka adalah media massa 70%, peran orang tua kurang begitu menonjol 45%) sedangkan peran guru sebagai sumber informasi sebesar 62%. Salah satu faktor lain yang mempengaruhi remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah adalah membaca buku porno dan menonton blue film (Anton, 2. Menurut dr. Boyke Dian Nugraha. SpOG. MARS dalam seminarnya: Salah satu perubahan terpenting dengan matangnya sekunder tadi mereka mulai tertarik kepada lawan Kenikmatan tentang cinta dan seks yang ditawarkan oleh berbagai informasi, baik berupa majalah, tayangan telenovela, film, internet yang fantasi-fantasi berkembang dengan cepat, dan bagi mereka yang tidak dibekali dengan nilai moral dan agama yang fantasi-fantasi w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan disalurkan dan dibuktikan melalui perilaku seks Dampak Perilaku Seks Bebas pada Remaja bebas maupun perilaku seks pranikah saat mereka Seks bebas memiliki banyak konsekwensi Disinilah titik rawannya. Gairah seks misalnya, penyakit menular seksual (PMS), selain yang memuncak pada pria terjadi pada usia 18-20 juga infeksi, infertilitas dan kanker. Tidak heranlah tahun, padahal diusia tersebut mereka masih bersekolah/kuliah pengguguran kandungan, dan penyakit kelamin Akibatnya maupun penyakit menular seksual di kalangan menyalurkan gairah seks mereka yang tinggi remaja . ermasuk HIV/AIDS), terputusnya sekolah, dengan melakukan seks diluar nikah. Penyebab seks bebas di kalangan remaja penyalahgunaan obat, merupakan akibat buruk lainnya adalah faktor lingkungan, baik lingkungan petualangan cinta dan seks yang salah disaat Tidak jarang masa depan mereka yang Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup penuh harapan hancur berantakan karena masalah tidaknya pendidikan agama yang diberikan cinta dan seks. orangtua, cukup tidaknya kasih sayang dan Makin banyak seseorang melakukan fantasi seks makin cenderung untuk melakukan aktifitas seks, keluarganya, cukup tidaknya keteladanan yang sementara perasaan berdosa, mitos-mitos yang diterima sang anak dari orangtuanya. Apabila tidak, menakutkan, kehamilan yang tidak diinginkan, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak Akibatnya sering terjadi konflik di dalam mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di jiwa mereka dan tentunya keadaan ini dapat lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan Anak akan tumbuh di lingkungan (Anton. pergaulan bebas. Remaja masa kini yang mengaku Secara psikologis seks pra nikah memberikan dirinya anak gaul ditandai dengan nongkrong di dampak hilangnya harga diri, perasaan dihantui kafe, mondar-mandir di mal, gaya fun, berpakaian dosa, perasaan takut hamil, lemahnya ikatan kedua serba sempit dan ketat yang memamerkan lekuk belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya menikah, serta penghinaan terhadap masyarakat yang seksi. Akibatnya, remaja anak gaul inilah atau akan sering menjadi cemoohan lingkungan yang biasanya menjadi korban dari pergaulan sekitarnya (Sarwono, 2. bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas (Fuad, 2. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha dalam Dari kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan Selain Siswa yang menunjukkan perilaku demikian kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah kemungkinan besar disebabkan tidak adanya satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak di kesesuaian tingkat perkembangan dan tidak sesuai Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan dengan nilai moral yang berlaku. Perilaku ini tentu pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila saja akan mengganggu siswa untuk mencapai ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, perkembangan berikutnya, bahkan tidak sedikit juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. yang mengakibatkan kegagalan dalam belajar Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum (Tode, 2. usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Keadaan siswa di sekolah merupakan tanggung jawab pihak sekolah. Siswa perlu Ini PERAN GURU TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS pendidikan, bimbingan, dan latihan. Kewenangan Sekolah sebagai tempat berlangsungnya khusus untuk menangani siswa yang bermasalah pendidikan tentu saja memungkinkan siswa untuk ada pada guru pembimbing atau konselor sekolah. melakukan sosialisasi. Dari pergaulan dengan Peran berkedudukan sebagai pemberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan, sebagaimana dikemukakan oleh Prayitno . merubah tingkah laku dan perilakunya (Herman, bahwa pada dasarnya adalah membantu individu seminimal mungkin dampak sumber-sumber terjadinya proses sosialisasi tersebut adalah mengatasi permasalahan yang kedekatan anak di dalam kelompok bermainnya. Apalagi anak sedang mengalami masalah di dalam mengembangkan diri individu dan kelompok keluarganya, sehingga anak menemukan tempat seoptimal mungkin (Tarmizi, 2. Yang untuk mencurahkan perasaannya itu dalam Sekolah menengah mempunyai peranan kelompok bermain. Dalam kelompok bermain, dalam mempersiapnkan siswa untuk memasuki jika anak mempunyai teman-teman yang memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam upaya perilaku buruk, seperti suka melawan, suka mempersiapkan siswa tersebut pada tingkat SMA, berkelahi maka anakpun memiliki kecenderungan keberadaan serta peran guru pembimbing sangat untuk meniru perilaku temannya tersebut. Dengan dibutuhkan, sehingga dapat memberikan pelayana bimbingan kepada siswa yang memerlukan. Anak se usia SMA merupakan remaja yang penuh terbentuknya perilaku anak (Taruna, 2. Volume 1. No. Januari 2017 dengan persoalan-persoalan dan dapat membuat w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan mereka menjadi binggung bila tidak mendapat mengontrol perkembangan perilaku remaja (Tode, bantuan yang tepat, sehingga dapat membawa mereka kepada perbuatan yang melanggar norma Serta pendidikan seks harus diberikan sejak hokum social seperti melakukan hubungan seks dini agar mereka sadar bagaimana menjaga supaya bebas (Fatckhurrahman dkk, 2. organ-organ reproduksinya tetap sehat. Sebenarnya Pendidik seksualitas sebaiknya memahani ilmi-ilmu dalam masalah reproduksi ini, peran orang tua dan antropologi dan filsafat moral. Johan Suban Tukan bagaimanapun juga mereka juga berperan sebagai . menjelaskan bahwa pendidik seksualitas filter atau penyaring bagi informasi yang akan diberikan kepada remaja, berbeda bila informasi perkembangan manusia sejak dalam kandungan diperoleh dari media masa yang sering kali tanpa sampai akhir hayat. Jadi perkembangan manusia penyaringan terlebih dahulu. Dalam upaya secara biologis, sosiologis dan moral religious (Sri, pemberian informasi mengenai masalah reproduksi bagi remaja, khususnya di sekolah, perlu peran Menurut Dr. Boyke Dian Nugraha upaya guru ditingkatkan. Bagi guru terutama kepada guru untuk menanggulangi seks bebas di kalangan Bimbingan dan Konseling diharapakan dapat remaja adalah : Orangtua sebagai penanggung membina para remaja tersebut menuju kemasa jawab utama terhadap perilaku anak, harus depan yang lebih cerah dengan mengadakan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Orang tua sejak usia dini harus seksualitas remaja adalah proses pemberian menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bantuan dari konselor kepada seorang klien atau sekelompok orang yang memiliki Tuhan Konseling beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang seksualitas dan kesehatan reproduksi sesuai dengan benar telah tertanam maka remaja akan memahami umur dan permasalahan, perkembangan fisik dan jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung mental pada masa pubertas, misalnya masalah jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan reproduksi secara umum, body image, masalah Kualitas terpupuk dengan memahami batas-batas nilai. HIV/AIDS, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam penyakit menular seksual dan kehamilan tidak Remaja akan merasa damai di rumah diinginkan (Sri, 2. yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih. Kurikulum pendidikan seks direncanakan saling memahami di antara sesama keluarga. antara lain karena maraknya kasus seks bebas yang Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari pergaulan kejadiannya semakin meningkat yang membuat Orang tua harus terus mengawasi dan pendidikan seks memang diperlukan dan ini Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan antisipasi oleh dunia pendidikan . ompas, 2. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini adalah bersifat analitik desain paralel dapat dikembangkan hipotesa konsisten dengan analisis yang dibuat mengunakan alat-alat analisis statistic yang berkembang (Umar, 2. Pendekatan dengan pendekatan cross sectional Keterangan : N = Besar populasi n = Besar sampel d = Penyimpangan terhadap populasi atau derajat presisi yang diinginkan. %) ycu = 1 484. 2 ycu = 1 484. ycu = 1 4,84 ycu = 5,84 n = 82,87 n = 82 jadi, jumlah sampel yang peneliti ambil adalah 82 responden. study untuk mengidentifikasi hubungan peran guru Peneliti menentukan proporsi sampel dengan tehadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di mempertimbangkan jumlah siswa di setiap kelas SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten tempat penelitian dilakukan. Sampel dalam Aceh Besar tahun 2012. penelitian ini diambil dari kelas I sampai kelas i Tempat dan Waktu Penelitian untuk mendapatkan sampel secara merata dari Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 23 Ae 26 Mei 2016. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian adalah siswa di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 484 orang . ata Februari 2. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara stratified random sampling yaitu, suatu cara pengambilan sampel yang digunakan bila anggota populasi tidak homongen siswa yang dapat mewakili populasi, dihitung dengan cara berikut ini, yaitu ycu ycA : x Oc siswa tiap kelas. Tabel 1. Proporsi Sampel Jumlah Siswa Di Setiap Kelas Kelas Frekuensi Sampel Kelas I 167 orang 29 orang Kelas II 165 orang 28 orang KelS i 152 orang 25 orang Total 484 orang 82 orang Alat Pengumpulan Data Alat pengumpulan data pada penelitian ini berupa kuesioner berjumlah 20 pertanyaan untuk semua sub variable. yang terdiri atas kelompok yang homogeny atau berstrata secara proposional (Alimul. A, 2. Besar sampel dihitung berdasarkan rumus Slovin dalam Notoatmodjo . , yaitu ycu= ycA 1 ycA. cc2 ) Volume 1. No. Januari 2017 Teknik Pengumpulan Data Data primer dikumpulkan langsung dengan menyebarkan kuesioner pada responden mengenai . peran guru dan pengetahuan respenden tentang seks bebas. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan . %). Skor yang diperoleh dengan menggunakan Teknik Pengolahan Data yang telah dikumpulkan secara metode statistic chi-square test (N. yang dikutip manual diolah melalui langkah-langkah sebagai dari Sundjana . dengan rumus sebagai berikut: Editing. Coding. Transferring, dan Tabulating. yue2 = Teknik Analisa Data Keterangan : O : frekuensi observasi : frekuensi harapan dimana Analisa Univariat cCOeyc. 2 yce Analisa data menggunakan teknik statistic dalam bentuk persentase untuk masing-masing yce= Total baris x Total kolom Grand Total subvariabel dengan terlabih dahulu menggunakan Uji statistik untuk analisa tersebut dilakukan jenjang ordinal (Notoatmodjo,2. Sehingga dapat di tentukan kategori untuk dengan menggunakan program komputer yaitu masing-masing sub variable penelitian sebagai menggunakan Statistik Program Service Solution (SPSS) versi 17,0 maka hasil yang diperolah Pengetahuan baik bila X Ou U dan kurang dari diinterpretasikan menggunakan probabilitas untuk tabel 2 x 2 dimana tidak terdapat sel yang kurang X r =0,971 > 0,304. dengan segala aspeknya, melakukan koordinasi Berdasarkan uraian di atas penelitian dapat berasumsi bahwa peran guru sebagai pendidik penyuluhan kepada siswa tentang seks bebas, dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang menganjurkan agar siswa aktif mengikuti kegiatan seks bebas. Guru yang tidak hanya berperan dapat ekstrakurikuler di sekolah seperti pramuka, mempengaruhi kurangnya pengetahuan bagi siswa. olahraga, privat, mengikuti lomba poster/leaflet. Proses bimbingan dan pendidikan yang diberikan lomba pidato dan lain-lain dalam rangka kampanye memerangi terjadinya seks bebas. peningkatan wawasan pada siswa sehingga dapat Memberikan melakukan berbagai macam pencegahan seks tentang sekas bebas, melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan terjadinya seks bebas di sekolah, membentuk citra Peran guru sangat dibutuhkan oleh remaja diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan disekolah, mengingat guru adalah orang tua siswa yang positif untuk tetap menghindari terjadinya sek di sekolah. Sebagian besar waktu siswa banyak dihabis di sekolah untuk belajar dan bertatap muka . , dengan guru-guru. Tidak perlu mata pelajaran meningkatkan kegiatan bimbingan konseling khusus untuk memberikan pengetahuan dan (Anonymous, 2. pemahaman tentang seks bebas, guru dapat Penelitian yang dilakukan oleh kurnia . , menyelipkan pendidikan seks bebas di sela-sela hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang seks materi yang di ajarkan. Sehingga pengetahuan dan Volume 1. No. Januari 2017 w. id/dedikasi Jurnal Dedikasi Pendidikan wawasan remaja bertambah akan tetapi tidak menekan jiwa remaja. Bagi institusi pendidikan agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dan bacaan dalam meningkatkan pengetahuan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasrkan hasil penelitian dapat ditarik mahasiswa tantang seks bebas. Bagi tempat penelitian dapat menjadikan hasil kesimpulan sebagai berikut : penelitian ini sebagai bahan masukan dan Pengetahuan responden tentang pengertian seks peningkatan wawasan tentang seks bebas. bebas di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 43 . ,4%). Pengetahuan responden tentang penyebab seks bebas di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50 . ,9%). Pengetahuan responden tentang dampak seks DAFTAR PUSTAKA Ayu. Ida Chandranita Memahami Kesehatan . Reproduksi Wanita Edisi 2. Jakarta: EGC. Anonymous . Pergaulan Bebas. Dikutip Januari http://w. bebas di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Antara. Wacana Remaja. Berperilaku Kabupaten Aceh Besar sebagian besar berada Sehat Hidup Akan Sehat. Dikutip pada pada kategori baik sebanyak 44 . ,6%). Peran guru sabagai pengajar dan pembimbing responden di SMA Negeri 1 Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar sebagian besar berada pada kategori ada sebanyak 58 . ,7%). Ada hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dengan pengetahuan siswa tentang seks bebas dengan P-value = 0,006 (< 0,. Saran