ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI DESA WILAYAH KECAMATAN KUTA BARO ACEH BESAR Muhammad Rizki1. Eka Yunita Amna2. Rizkidawati3 1,2,3 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi: rizki@unaya. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: Obesity in school-age children is an increasing health problem, especially with lifestyle changes that lead to fast food consumption. This study aims to analyze the relationship between fast food eating habits and the incidence of obesity in school-age children in Kuta Baro District. Aceh Besar Regency. The research design used was descriptive with a cross-sectional approach, with a total of 34 respondents selected using the total sampling technique. Data on fast food eating habits and obesity status were collected and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 29% of respondents were obese, with a higher proportion of obesity in the group who frequently consumed fast food . 86%) compared to the group who ate with moderate frequency . 77%) and rarely . 57%). The results of statistical analysis with a p-value = 0. 045 indicate a significant relationship between the habit of eating fast food and the incidence of obesity. This study confirms that frequent consumption of fast food is associated with an increased risk of obesity in children, so educational efforts and healthy eating interventions are needed to reduce the prevalence of obesity among school children. Keywords: Obesity. Fast Food Eating Habits. School-Aged Children Abstrak: Obesitas pada anak usia sekolah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat, terutama dengan perubahan gaya hidup yang mengarah pada konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan makan makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dengan total 34 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data kebiasaan makan makanan cepat saji dan status obesitas dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,29% responden mengalami obesitas, dengan proporsi obesitas yang lebih tinggi pada kelompok yang sering mengonsumsi makanan cepat saji . ,86%) dibandingkan dengan kelompok yang makan dengan frekuensi sedang . ,77%) dan jarang . ,57%). Hasil analisis statistik dengan p-value = 0,045 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan makanan cepat saji dengan kejadian obesitas. Penelitian ini menegaskan bahwa konsumsi makanan cepat saji yang sering berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas pada anak-anak, sehingga diperlukan upaya edukasi dan intervensi pola makan sehat untuk mengurangi prevalensi obesitas di kalangan anak-anak sekolah. Kata Kunci: Obesitas. Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji. Anak Usia Sekolah. Hubungan Kebiasaan Makan Makanana. (Rizki et al, 2. -101- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 101-105 http://jurnal. id/index. php/acehmedika makan sehat menjadi salah satu faktor yang PENDAHULUAN Perubahan gaya hidup masyarakat di era memperburuk situasi. Penelitian termasuk pada anak usia sekolah. Konsumsi menganalisis hubungan antara kebiasaan makan makanan cepat saji atau fast food telah menjadi makanan cepat saji dengan obesitas pada anak salah satu kebiasaan yang semakin populer di usia sekolah di desa-desa wilayah Kecamatan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak. Kuta Baro. Aceh Besar. Dengan memahami Makanan cepat saji sering kali disukai karena hubungan ini, diharapkan dapat memberikan rasanya yang enak, penyajian yang cepat, serta gambaran yang jelas tentang dampak konsumsi ketersediaannya yang mudah. Namun, di balik makanan cepat saji terhadap status gizi anak dan kepraktisannya, makanan cepat saji umumnya memberikan rekomendasi intervensi yang efektif. tinggi kalori, lemak, gula, dan garam, tetapi Adanya hubungan antara kebiasaan makan rendah serat dan zat gizi penting lainnya. Pola makanan cepat saji dan obesitas pada anak usia sekolah dapat menjadi dasar bagi pemerintah peningkatan risiko obesitas, terutama pada anak- pendidikan untuk mengembangkan program Obesitas edukasi dan promosi pola makan sehat. Upaya ini kesehatan yang semakin menjadi perhatian penting untuk mengurangi prevalensi obesitas Berdasarkan data Organisasi Kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Dunia (WHO) tahun 2023, prevalensi obesitas wilayah tersebut. pada anak usia sekolah mencapai 18% secara METODE PENELITIAN global, dengan angka yang terus meningkat. Penelitian terutama di negara-negara berkembang. Indonesia. Riskesdas Kabupaten Aceh Besar. Desain ini digunakan untuk mempelajari hubungan antara kebiasaan menjadi tantangan besar karena obesitas pada makan makanan cepat saji dengan obesitas pada anak dapat berdampak pada kesehatan jangka anak usia sekolah. Data dikumpulkan pada satu panjang, seperti risiko penyakit kardiovaskular, waktu tertentu tanpa adanya intervensi atau diabetes tipe 2, dan gangguan psikososial. perlakuan khusus terhadap responden. Penelitian Kecamatan Kuta Baro. Kabupaten Aceh dilaksanakan 17 mei 2024 Besar, merupakan salah satu wilayah dengan tren Sampel yang digunakan pada penelitian ini konsumsi makanan cepat saji yang meningkat, adalah teknik total sampling. Penelitian ini terutama di kalangan anak usia sekolah. Hal ini didorong oleh faktor urbanisasi, perubahan gaya hidup keluarga, dan meningkatnya aksesibilitas Pada pada frekuensi konsumsi makanan cepat saji, berada dalam fase perkembangan fisik dan makanan cepat saji, definisi operasional mengacu makanan cepat saji. Anak usia sekolah, yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kuta Baro, anak usia sekolah mencapai 10,8%. Angka ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang menunjukkan bahwa prevalensi obesitas pada jenis makanan yang dikonsumsi, dan porsi makanan yang dihabiskan oleh anak usia sekolah. kebiasaan makan yang tidak sehat. Selain itu. Pada variabel obesitas, indikator yang kurangnya edukasi tentang pentingnya pola -102- ISSN 2548-9623 (Onlin. dinilai meliputi indeks massa tubuh (IMT) anak Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis berdasarkan standar WHO, yang mencakup Kelamin terdapat pada table 2, sebagai kategori gizi lebih, obesitas, dan obesitas berat. Data kebiasaan makan dan status gizi diolah Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Kelamin makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah Sumber : Data Diolah . anak usia sekolah. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner Pemanfaatan Posyandu lansia. Dari total 34 responden, jenis kelamin perempuan merupakan jumlah terbanyak, yaitu sebanyak 19 responden . %), sedangkan jenis laki-laki responden . %). Distribusi Frekuensi Kejadian Obesitas di sekolah dasar kuta baro pada tabel 3 sebagai Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kejadian Obesitas di sekolah dasar kuta baro USIA Non Obesitas Obesitas Jumlah Sumber : Data Diolah . HASIL PENELITIAN Responden dalam penelitian ini ditentukan Dapat dilihat bahwa dari semua responden Pada sebanyak 34 orang . %), sebagian besar penelitian ini didapatkan 34 responden. responden tidak mengalami obesitas, yaitu Distribusi Usia responden penelitian ini berjumlah 22 orang . %), dan responden yang terdapat pada table 1, sebagai berikut : mengalami obesitas berjumlah 12 orang . %). Tabel 1. Distribusi usia anak sekolah NO. USIA 8,82% 14,71 23,53 23,53 29,41 Total Sumber : Data Diolah . Hubungan Kebiasaan Makan Makanana. (Rizki et al, 2. Distribusi Makanan Frekuensi Cepat Kebiasaan Saji Makan penelitian sekolah dasar terlihat pada tabel 4, sebagai berikut : Table 4. Distribusi Kebiasaan Makan Makanan Cepat -103- Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji Sering Sedang Jarang Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 101-105 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Jumlah Sumber : Data Diolah . yang beralih dari pola makan tradisional ke pola makan yang lebih praktis seperti makanan cepat Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa dari Perubahan ini terlihat terutama di kota-kota total 34 responden . %), sebagian besar Konsumsi makanan yang tidak diatur responden memiliki kebiasaan makan makanan dengan baik dapat menyebabkan kelebihan cepat saji dengan kategori "sering," yaitu asupan kalori, yang pada gilirannya dapat sebanyak 13 orang . %). Responden yang menyebabkan obesitas. Dari tabel distribusi kebiasaan makan dalam kategori "sedang" berjumlah 9 orang . 00%), sementara responden dengan kategori "jarang" sebanyak 8 obesitas, dapat dilihat adanya perbedaan proporsi orang . %). Secara Hubungan Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji dengan Obesitas pada sekolah dasar di Kota terdistribusi ke dalam kategori kebiasaan makan Baro Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan makanan cepat saji "Sering," "Sedang," dan metode Chi-Square dengan hasil yang terlihat "Jarang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Sering Sedang Jarang Jumlah Kejadian Obesitas Non Obesitas Obesitas . 24%), dengan 9 orang . 23%) tidak . Walaupun terdapat penurunan proporsi obesitas dibandingkan kategori "Sering," risiko obesitas PEMBAHASAN Obesitas merupakan suatu keadaan dimana pada kategori ini tetap cukup signifikan. Pada terjadinya gangguan metabolisme energi yang Secara "Jarang," responden . 59%), di mana 5 orang . dikendalikan oleh beberapa faktor biologis tidak obesitas dan 2 orang . 57%) obesitas. Kategori ini menunjukkan persentase obesitas obesitas dapat didefinisikan suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau menurunkan risiko obesitas. berlebihan dijaringan adiposa sehingga dapat Secara keseluruhan, dari 34 responden, menganggu kesehatan. Kategori "Sedang" memiliki 13 responden sekolah dasar di Kota Baro Aceh Besar. Peningkatan Persentase berkontribusi terhadap risiko obesitas. Makanan Cepat Saji dengan Obesitas pada bahwa terdapat Hubungan Kebiasaan Makan kejadian obesitas pada kategori ini tergolong Berdasarkan tebel diatas dapat disimpulkan . 14%) tidak mengalami obesitas dan 6 orang Sumber : Data Diolah . 18%) tercatat, dengan 8 orang PValue Jumlah Pada kategori "Sering," sebanyak 14 pada tabel 5 sebagai berikut: Kebiasaan Makan Makanan Cepat Saji sebanyak 22 orang . 71%) tidak mengalami obesitas dan 12 orang . 29%) mengalami dapat mengubah gaya hidup dan pola makan. Hasil analisis dengan nilai p-value = -104- ISSN 2548-9623 (Onlin. 045 menunjukkan adanya hubungan yang Virgianto G. Konsumsi Fast Food Sebagai signifikan antara kebiasaan makan makanan Faktor Resiko Terjadinya Obesitas pada cepat saji dengan kejadian obesitas pada anak Remaja usia sekolah. Hal ini menegaskan bahwa semakin Universitas Diponogoro. sering anak-anak mengonsumsi makanan cepat Usia 15-17 Tahun (Jurna. Lyo AM. Lampus BS. Siagian L. Perilaku Mahasiswa Angkatan mengalami obesitas. Oleh karena itu, diperlukan Kedokteran Universitas edukasi dan intervensi mengenai pola makan Terhadap Makanan cepat Saji (Jurna. sehat untuk mengurangi risiko obesitas pada kelompok usia ini. Denafianti. PADA kebiasaan makan makanan cepat saji dengan anak-anak ABULYATAMA. Jurnal Medika, 3. , 253-260. makanan cepat saji, semakin besar kemungkinan mereka mengalami obesitas. Dari analisis data, kelompok yang sering mengonsumsi makanan cepat saji menunjukkan prevalensi obesitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang jarang mengonsumsi makanan cepat saji. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi dan intervensi mengenai pola makan sehat untuk mengurangi risiko obesitas, terutama pada anak usia sekolah. DAFTAR PUSTAKA