TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Identifikasi Determinan Kepatuhan Kunjungan Posyandu Balita Puput Risti Kusumaningrum1*. Endang Sawitri2. Fitri Suciana3. Nabila Amalia Inka Putri4, 1,2,3,4Fakultas Kesehatan Dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Klaten Email: puputristi89@gmail. com1*, endangsawitri02@gmail. com2, fitrisuciana@umkla. nabilaamalia071@gmail. Abstract The process of toddler growth and development is a crucial stage. This period greatly determines the success of the child's development in the future. Therefore, the involvement of mothers in posyandu activities is very important to monitor the growth and development of toddlers, reduce maternal and infant mortality, and expand the scope of basic health services. This study aims to describe various factors that influence the level of maternal compliance in bringing toddlers to posyandu in RW 2. Cawan Village. Jatinom. Klaten. This study uses a quantitative descriptive approach. The population in this study were all mothers of toddlers registered at Posyandu Lestari 2, totaling 60 people, with a sample size of 40 people selected using the accidental sampling technique. The research instrument was adapted from previous studies. The results showed that the average age of respondents was 31. 5 years, all of whom were female. The majority of respondents . 5%) had a high school/vocational high school education, and the majority . 0%) were housewives. As many as 37. had one to two children, and 65. 0% lived close to the posyandu location. Most respondents . 0%) had high knowledge about posyandu. All respondents . 0%) stated their support for toddler posyandu activities and felt they received support from health workers. In addition, 92. 5% of respondents also felt supported by their families, and 72. 5% considered that the facilities available at Posyandu Lestari 2 were adequate. Keyword: Factors. Compliance. Visits. Posyandu. Toddlers. Keyword: Compliance. Visits. Posyandu. Toddlers Abstrak Proses tumbuh kembang balita merupakan tahap krusial. Periode ini sangat menentukan keberhasilan perkembangan anak di masa mendatang. Oleh karena itu, keterlibatan ibu dalam kegiatan posyandu menjadi hal yang sangat penting guna memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, menurunkan mortalitas ibu dan bayi, serta memperluas cakupan layanan kesehatan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan ibu dalam membawa balita ke posyandu di RW 2 Desa Cawan. Jatinom. Klaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu balita yang terdaftar di Posyandu Lestari 2 sebanyak 60 orang, dengan jumlah sampel 40 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian mengadopsi dari penelitian sebelumnya. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 31,5 tahun, seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Mayoritas responden . ,5%) memiliki pendidikan SMA/MA, dan sebagian besar . ,0%) berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebanyak 37,5% memiliki satu hingga dua anak, serta 65,0% tinggal dekat dengan lokasi posyandu. Sebagian besar responden . ,0%) memiliki pengetahuan yang tinggi mengenai posyandu. Seluruh responden . ,0%) menyatakan dukungan terhadap kegiatan posyandu balita dan merasa mendapatkan dukungan dari tenaga Selain itu, 92,5% responden juga merasa didukung oleh keluarga, dan 72,5% menilai bahwa fasilitas yang tersedia di Posyandu Lestari 2 sudah memadai. Kata Kunci: Kepatuhan. Kunjungan. Posyandu. Balita Pendahuluan Balita berada dalam rentang usia 0 hingga 59 bulan, yang mengalami proses biologis dan psikologis yang berlangsung sangat cepat. Pada masa ini, anak masih sangat bergantung pada orang tuanya dalam menjalani aktivitas dasar seperti makan dan mandi . Proses pertumbuhan dan perkembangan tiap anak bisa berbeda, baik dari segi kecepatan maupun kualitas, tergantung pada berbagai faktor seperti asupan nutrisi, lingkungan tempat tinggal, serta kondisi sosial ekonomi keluarga . Periode balita merupakan fase penting dalam perjalanan tumbuh kembang manusia. Apa yang terjadi dalam masa ini sangat berpengaruh terhadap kualitas tumbuh kembang anak di masa depan . Tahapan ini juga sering disebut sebagai masa keemasan dalam perkembangan Menurut penelitian . , pertumbuhan didefinisikan proses peningkatan ukuran dan fungsi TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 tubuh secara bertahap yang dapat diamati dan diukur secara kuantitatif, seperti berat badan . ram atau kilogra. , panjang badan . entimeter atau mete. , serta keseimbangan metabolisme. Sementara itu, perkembangan mengacu pada peningkatan kemampuan dalam menjalankan fungsi tubuh, misalnya dari bayi bisa tengkurap, duduk, merangkak, berjalan, hingga berbicara dan mengekspresikan emosi. Posyandu merupakan unit pelayanan kesehatan yang berbasis partisipasi komunitas, sesuai konsep UKBM yang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan kesehatan . Tujuan utama dari posyandu adalah untuk memberdayakan masyarakat dan mempermudah akses layanan kesehatan dasar, terutama dalam rangka upaya percepatan dalam menurunkan mortalitas ibu dan bayi . Keberhasilan kegiatan posyandu sangat ditentukan oleh partisipasi aktif ibu dalam membawa anak mereka untuk mendapatkan layanan di posyandu. Namun, penelitian yang sudah dilakukan oleh Enny Wulandari S . sebelumnya menunjukkan bahwa 39,3% ibu belum menyadari pentingnya kunjungan ke posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan anak . Ada berbagai faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan kunjungan posyandu balita, antara lain tingkat pendidikan ibu, faktor lingkungan, serta peran serta keluarga dan petugas kesehatan dalam memberikan dukungan. Faktor-faktor seperti karakteristik demografis seperti umur ibu, jenjang pendidikan terakhir, dan jenis pekerjaan dan dukungan keluarga juga turut memengaruhi keterlibatan ibu dalam kegiatan penimbangan balita. Rendahnya frekuensi kunjungan ke posyandu dapat berdampak negatif, antara lain kurang terpantau pertumbuhan dan perkembangan anak, tertundanya deteksi dini gangguan kesehatan, serta pemberian imunisasi dan pemantauan gizi yang tidak optimal. Oleh sebab itu, peran aktif ibu dalam mengikuti kegiatan posyandu sangat diperlukan untuk menurunkan mortalitas ibu dan bayi (AKI dan AKB) serta memperluas cakupan pelayanan kesehatan dasar . Terdapat 60 balita yang menjadi sasaran pelayanan di Posyandu Lestari 2. Desa Cawan. Jatinom. Klaten. Namun, pada saat pengambilan data, hanya 40 balita yang hadir dalam kegiatan Oleh karena itu, riset ini dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai faktor yang berperan terhadap tingkat kepatuhan ibu dalam membawa balita ke Posyandu Lestari 2. Desa Cawan. Kecamatan Jatinom. Kabupaten Klaten. Metode Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan fenomena yang ada di Masyarakat. Riset ini dilaksanakan di Desa Cawan pada bulan Juni 2024. Populasi yang digunakan adalah ibu balita di posyandu lestari 2 sebanyak 60 balita. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Accidental Sampling dengan kriteria inklusi hanya responden yang hadir dan yang bersedia dijadikan responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kuisioner untuk mengumpulkan informasi dan data dari responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner dari penelitian Ningsih. W . dengan uji validitas menggunakan known group validity penegetahuan ibu menggunakan Chi Squere P value 0. 0729 > 0. 05, sikap ibu menggunkan Chi Squere P Value 0. 4930 > 0. 05, kategori dukungan petugas kesehatan mengguankan Chi Squere P Value 0,083> 0. 05, kategori dukungan keluarga denggan menggunkan Chi Squere P value 0. 371b > 0,05, kategori fasilitas kesehatan mengguankan Chi Squere P Value 000 < 0,05, dan nilai alpha 0,806 dengan korelasi r=0,77. Kuisioner A berisi data karakteristik responden untuk mengetahui karakteristik demografis seperti umur ibu, jenjang pendidikan terakhir, dan jenis pekerjaan. Kuisioner B memuat berbagai determinan yang berkontribusi terhadap tingkat kepatuhan yang terbagi menjadi 5. Pertanyaan tentang pengetahuan ibu terdapat 14 pertanyaan, sikap ibu terdapat 10 item pertanyaan, dukungan petugas kesehatan terdapat 10 item pertanyaan, dukungan keluarga terdapat 10 item pertanyaan, fasilitas kesehatan terdapat 10 item pertanyaan . Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis Dalam penelitian ini peneliti memberikan Inform consent terlebih dahulu dengan maksud menjelaskan maksud dan tujuan penelitaian, peneliti juga menerapkan prinsip anonimiti dengan tidak mencantumkan identitas responden pada instrumen penelitian dan mencantumkan nama inisial nama dalam pengumpulan data. Selain itu peneliti juga menerapkan prinsip TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Confidetality dalam hal ini peneliti menjaga kerahasiaan hasil penelitian dengan menampilkan kelompok data tertentu. Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan terhadap 40 balita, didapatkan hasil sebagai Tabel 1. Rerata umur ibu . dan umur balita . di Posyandu Lestari 2 Desa Cawan Jatinom Klaten Tahun 2024 . Variabel Umur ibu Umur balita Min Max Mean ASD Berdasarakan Table 1 diatas didapatkan hasil bahwa responden umur tertinggi 50 tahun dan umur terendah 23 tahun dengan standar deviasi 6. 457 dan untuk rata-rata umur respondan 50 tahun. Berdasarakan table diatas didapatkan hasil bahwa responden umur balita tertinggi 45 bulan dan umur terendah 3 bulan dengan standar deviasi 11. 90968 dan untuk rata-rata umur 1750 bulan. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden . Variabel Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Pendidikan SMP SMA/ MA Perguruan Tinggi Total Pekerjaan IRT Buruh Pedagang Total Jarak Anak 1 anak 2 anak 3 anak >4 anak Total Jarak Keposyandu <200 meter 200-400 meter >400 meter Total Frekuensi Persentase % Tabel 3. Determinan yang Mempengaruhi Kepatuhan Kunjungan ke Posyandu . Variabel Tinggi Rendah Pengetahuan Ibu Frekuensi Persentase % Sikap Ibu Baik Total TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Tabel 3. Lanjutan Variabel Dukungan Petugas Kesehatan Mendukung Total Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Mendukung Total Fasilitas Kesehatan Lengkap Tidak Lengkap Total Frekuensi Persentase % Berdasarkan data pada tabel 3, mayoritas responden . ,0%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dengan Pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi mengenai posyandu. Seluruh responden . ,0%) menunjukkan sikap yang mendukung terhadap pelaksanaan kegiatan posyandu balita, dan menyatakan bahwa tenaga kesehatan memberikan dukungan penuh. Sebanyak 92,5% responden juga merasakan dukungan dari keluarga terhadap kegiatan Selain itu, 72,5% responden menilai bahwa fasilitas kesehatan yang tersedia di Posyandu Lestari 2 sudah memadai. Pembahasan Berdasarkan hasil data penelitian didapatkan hasil umur ibu balita paling tinggi 50 tahun dan yang terendah 23 tahun, sedangkan umur balita paling tinggi 45 bulan dan yang paling rendah 3 Penelitian ini sejalan dengan penelitian . didapatkan hasil bahwa usia merupakan salah satu yang berkaitan dengan pola asuh anak dimana usia merupakan satu hal yang identik dengan pengalaman dan pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan yang usia muda. Sejalan dengan penelitian . kunjungan ibu keposyandu merupakan salah satu bentuk pemanfaatan layanan kesehatan dapat dipengaruhi oleh usia ibu balita, yang mungkin berkaitan dengan tingkat kesadaran dan pemahaman ibu mengenai pentingnya melakukan kunjungan ke posyandu secara Setelah mendengar dari ibu yang lebih tua atau melakukan penyuluhan kesehatan ibu muda akan lebih rajin ke posyandu, sedangkan yang lebih tua tetap lebih rajin karena memiliki penghalaman dari anakanak yang terdahulu akan pentingya melakukan kunjungan posyandu Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil semua responden berjenis kelamin perempuan 40 . 0%). Sejalan dengan penelitian . peran ibu sebagai pengasuh utama sangat penting dalam berbagai budaya karena mereka sanagt terlibat dalam kegiatan sehari-hari anak,dan menegetahui kebutuhan kesehatan anak. Ibu juga lebih nyaman untuk berkomunikasi dengan petugas kesehatan dan didorong untuk mengantarkan anaknya posyandu. Peneliti berasumsi bahwasannya ibu merupakan pengasuh utama seorang anak dibanding dengan ayahnya, dalam penelitian ini semua responden berjenis kelamin perempuan. Kebanyakan responden laki-laki bekerja dan tidak bisa menemani anaknya untuk posyandu . Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil bahwasannya sebanyak 29 . berpendidikan SMA/MA. Pendidikan memiliki pengaruh terhadap kunjungan posyandu karena orang yang berpendidikan rendah akan kesulitan dalam menerima informasi yang telah Sejalan dengan penelitian . responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik, dengan meningkatkan literasi kesehatan indidvidu yang lebih cepat dan mampu mengakses pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil sebanyak 34 . 0%) bekerja sebagai IRT (Ibu rumah tangg. , sejalan dengan penelitian . mengungkapkan, ibu rumah tangga memiliki peluang 1,2 kali lebih besar untuk melakukan kunjungan posyandu secara rutin dibandingkan ibu yang bekerja. Hal ini dapat dijelaskan secara rasional karena ibu yang bekerja cenderung memiliki keterbatasan waktu akibat kesibukan, sehingga kurang leluasa untuk menghadiri kegiatan posyandu yang dijadwalkan setiap bulan. Sebaliknya jika ibu rumah tangga mempunyai banyak waktu untuk TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 mengantarkan anaknya melakukan posyandu. Sejalan dengan penelitian . ibu yang hanya dirumah untuk mengurusi rumah tangga dan anaknya akan lebih banyak waktu untuk keluarga termasuk untuk anaknya. Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil sebanyak 15 responden memiliki jumalah anak 1 dan 2. Sejalan dengan penelitian . mengungkapkan bahwa, ibu dengan satu atau dua anak cenderung memiliki waktu dan energi yang lebih optimal dalam merawat anak, dibandingkan dengan ibu yang memiliki lebih dari dua anak. Menurut . hasil analisis menunjukkan, tidak ada hubungan yang bermakna antara jumlah anak dengan perilaku kunjungan ibu balita ke posyandu. Responden yang memiliki anak 1 memiliki peluang 1,01 kali untuk berperilaku baik dibandingkan dengan ibu balita yang memiliki anak > 1 . Berdasarkkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil sebanyak 26 . 0%) mengatakan jarak rumah ke posyandu dekat. Sejalan penelitian dari . menyatakan bahwa faktor lingkungan fisik dan letak geografis mempengaruhi perilaku seseorang terhadap kesehatan. Jarak antara tempat tinggal dengan posyandu sangat berpengaruh terhadap partisipasi kujungan posyandu, hal ini berarti jarak rumah ke posyandu dekat sehingga ibu tidak bermalas-malasan untuk melakukan kunjungan Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil sebanyak 38 . 0%) responden berpengetahuan tinggi. Sejalan dengan penelitian . dikabupaten cianjur yang tidak ada keterkaitan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan posyandu. Dalam penelitian . dalam hasil penelitaiannya terbukti ibu didaerah peneliti sudah diberikan penyuluhan tentang posyandu oelh kader-kader yang bekerja di puskesmas lubuk buaya. Pengetahuan ibu yang baik akan meningkatka kemampuan ibu untuk melakukan kunjungan posyandu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil 40 . 0%) memiliki sikap mendukung dengan diadakannya kegiatan posyandu. Peneliti berasumsi semua ibu balita mengatakan khawatir jika anaknya ada yang belum imunisasi lengkap. dan semua responden setuju jika posyandu dilakukan setiap satu bulan sekali guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangan Penelitian ini sejalan dengan . hasil penelitiannya bersikap baik karena sikap merupakan respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau obyek. Selain itu sikap merupakan dasar untuk mebuat respon atau berperilaku dalan cara tertentu . Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil 40 . 0%) mengatakan dukunga petugas kesehatan mendukung. Dalam pengamatan peneliti setiap akan dilakukan posyandu kader mengingatkan kepada ibu balita bahwasannya akan diadakannya kegiatan posyandu. Penelitian ini sejalan dengan dengan . mengemukakan bahwa membangkitkan semangat untuk melakukan kunjungan posyandu balita, agar bisa memantau pertumbuhan dan perkembangan balita serta memutus angka kematian ibu dan anak. Tujuan utama adalah untuk mendeteksi apakah ada masalah kesehatan yang dialami oleh balita. Berdasarkan hasil penelitian diatas di dapatkan hasil sebanyak 37 . 5%) responden mengatakan keluarga mendukung dengan diadakan posyandu. Peneliti berasumsi banyaknya dukungan keluarga dapat membantu keberhasilan dalam melakukan kegiatan posyandu. Dengan adanya dukungan dari keluarga dapat memberikan semangat untuk rutin melakukan kunjungan posyandu guna untuk memantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan hasil 29 . 5%) responden mengatakan fasilitas kesehatan di posyandu lestari 2 lengap. Fasilitas kesehatan yang ada di posyandu lestari 2 sudah terbaru dan di Posyandu Lestari sudah menerapkan 5 meja mulai dari pendaftaran sampai pemberian PMT. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapatkan hasil bahwa rata-rata umur ibu 50 tahun sedangkan umur balita dengan rata-rata 20. 1750 bulan, semua responden berjenis kelamin perwmpuan 40 . 0%), sebanyak 29 . 5%) responden berpendidikan SMA/MA, sebanyak 34 . 0%) bekerja sebagai IRT,sebanyak 15. 5%) memiliki anak 1 dan 2, sebanyak 26 . 0%) responden mengatakan jarak rumah ke posyandu dekat. Berdasarkan Pengetahuan ibu didapatkan hasil sebanyak 38 . 0%) tinggi, berdasarkan sikap ibu didapatkan hasil 40 . 0%) mendukung, berdasarkan dukungan petugas Kesehatan didapatkan hasil sebanyak 40 . 0%) mendukung, berdasarkan dukungan keluarga didapati hasil sebanyak 37 TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 1 Juni 2025. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 5%) mengatakan mendukung, berdasarkan aspek fasilitas kesehatan, sebanyak 29 ,5%) menyatakan bahwa sarana dan prasarana di Posyandu Lestari 2 tergolong Daftar Pustaka