https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Pelatihan Pembuatan Teks Autentik Bertema Lingkungan untuk Reading Comprehension di MTs. Al-Istiqlal Karawang Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 1,2,3,7,8Magister Pendidikan Bahasa Inggris. FBS. Universitas Negeri Jakarta 4,5Satra Inggris. FBS. Universitas Negeri Jakarta 6MTs. Al-Istiqlal Karawang 1*bambang. nur@unj. Abstract Reading comprehension is one of the essential skills in English language learning at the junior high school level. However, the lack of relevant and contextual teaching materials often becomes an obstacle for teachers to create meaningful learning experiences. Therefore, a training program on developing environment -themed authentic texts was conducted to enhance teachersAo ability to produce reading materials relevant to local contexts and support studentsAo ecoliteracy development. This activity employed a workshop-based training method involving English teachers at MTs. Al-Istiqlal Karawang, there were 10 English teacher. The stages included needs analysis, material preparation, guided text development, and evaluation of participantsAo outputs. Data were collected through observation, interviews, and assessment of participantsAo products. The training showed an improvement in teachersAo ability to design authentic texts related to environmental themes. Most participants were able to produce communicative and contextual texts that support reading comprehension. In addition, teachers demonstrated a better understanding of integrating ecoliteracy concepts into English learning. The training proved effective in developing teachersAo competence in creating authentic, environmentally themed teaching materials. The implementation of these materials is expected to improve studentsAo reading motivation and comprehension while fostering ecological awareness through English language learning. Keywords: authentic text, reading comprehension, teacher training, ecoliteracy, environment. Abstrak Kemampuan memahami teks berbahasa Inggris . eading comprehensio. merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa di tingkat menengah pertama. Namun, keterbatasan bahan ajar yang relevan dan kontekstual sering menjadi kendala bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan teks autentik bertema lingkungan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menghasilkan bahan bacaan yang sesuai dengan konteks lokal dan mendukung pengembangan ekoliterasi siswa. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan berbasis workshop yang melibatkan guru-guru Bahasa Inggris di MTs. Al-Istiqlal Karawang sebanyak 10 orang. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pendampingan pembuatan teks autentik, dan evaluasi hasil Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian produk peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam menyusun teks autentik yang sesuai dengan tema Sebagian besar peserta mampu menghasilkan teks yang komunikatif, kontekstual, dan mendukung keterampilan membaca pemahaman. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep ekoliterasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pelatihan ini terbukti efektif dalam mengembangkan kompetensi guru dalam menciptakan bahan ajar berbasis teks autentik yang relevan dengan isu lingkungan. Implementasi Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 hasil pelatihan diharapkan dapat meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui pembelajaran bahasa Inggris. Kata kunci: teks autentik, reading comprehension, pelatihan guru, ekoliterasi, lingkungan. A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Pendahuluan Pelatihan pembuatan teks autentik bertema lingkungan sebagai materi ajar untuk meningkatkan kemampuan reading comprehension dalam mata pelajaran Bahasa Inggris di tingkat menengah pertama memiliki urgensi yang tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Salah satu kompetensi utama yang harus dikuasai siswa saat ini adalah literasi, termasuk literasi lingkungan, yang semakin penting di tengah isu global seperti perubahan iklim dan kerusakan ekosistem. Di MTs. Al-Istiqlal Karawang, kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, kesadaran ekologis siswa. Melalui teks autentik bertema lingkungan, siswa tidak hanya belajar membaca secara kritis dan analitis, tetapi juga memahami serta peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka . Gambar 1. Kegiatan Mahasiswa MTs. Al-Istiqlal Karawang Kebutuhan pelatihan ini didasarkan pada urgensi mengintegrasikan materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Penggunaan teks autentik memungkinkan mereka berinteraksi dengan bahasa yang digunakan dalam konteks nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan tidak bersifat abstrak . Selain itu, integrasi tema lingkungan berperan penting mendukung pengembangan ekoliterasi siswa yakni kemampuan memahami sistem lingkungan secara menyeluruh, mengenali masalah ekologis, dan berkontribusi terhadap pelestarian alam. Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali guru dengan keterampilan merancang teks autentik yang tidak hanya berfungsi sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran lingkungan Guru yang terampil dalam mengembangkan materi ajar berbasis teks autentik akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Guru mengandalkan buku teks standar yang tidak selalu mencerminkan perkembangan isu-isu global maupun lokal, seperti isu lingkungan . Dengan pelatihan ini meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris sekaligus memperkuat literasi dan karakter siswa melalui nilai-nilai kepedulian lingkungan. MTs. Al-Istiqlal Karawang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris. Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan materi ajar yang relevan, rendahnya kompetensi guru dalam mengembangkan bahan bacaan kontekstual, dan minimnya keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penggunaan teks bacaan yang bersifat generik atau terlalu abstrak membuat siswa kesulitan memahami isi teks, terutama ketika teks tersebut tidak berkaitan dengan pengalaman sehari-hari mereka. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran menjadi kurang bermakna dan berpotensi menurunkan motivasi belajar siswa. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menganalisis isi teks, menemukan informasi tersirat, atau memahami istilah-istilah spesifik yang digunakan dalam tema lingkungan . Selain itu, berdasarkan observasi awal, banyak guru belum memiliki kemampuan yang memadai dalam menyusun atau memilih teks autentik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Teks autentik yang seharusnya mencerminkan penggunaan bahasa dalam konteks nyata seringkali belum dimanfaatkan secara optimal . Sebagian guru masih mengandalkan buku teks standar yang tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan isu global maupun lokal, termasuk isu lingkungan. Padahal, tema lingkungan sangat relevan dan kontekstual untuk menumbuhkan kesadaran ekologis siswa. Keterbatasan ini menunjukkan perlunya pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi guru dalam Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 merancang teks autentik bertema lingkungan sesuai tingkat kemampuan bahasa siswa. Dari sisi peserta didik, kesulitan utama yang dihadapi adalah rendahnya keterampilan membaca kritis . Banyak siswa belum mampu menganalisis isi teks, menemukan makna tersirat, atau memahami istilah-istilah khusus dalam tema Hal ini disebabkan kurangnya paparan terhadap teks autentik yang bervariasi dan relevan. Dalam konteks global yang semakin kompleks, kemampuan membaca tidak hanya berarti memahami makna literal, tetapi juga mengaitkan isi bacaan dengan konteks sosial, budaya, dan lingkungan . Sayangnya, kemampuan tersebut belum berkembang optimal di kalangan siswa MTs. Al-Istiqlal Karawang. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan sumber belajar, minimnya akses terhadap media digital, dan kurangnya bahan bacaan bertema lingkungan di Meskipun kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis lingkungan mulai meningkat, penerapannya dalam pembelajaran Bahasa Inggris masih terbatas . Kurikulum yang digunakan belum secara eksplisit mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam pembelajaran reading comprehension, sehingga isu lingkungan hanya dibahas di mata pelajaran sains tanpa keterkaitan lintas bidang. Padahal, integrasi lintas disiplin dapat memperkuat relevansi pembelajaran dan membantu siswa membangun pemahaman yang lebih holistic. Melalui pelatihan pembuatan teks autentik bertema lingkungan, guru diharapkan memahami teknik dan strategi dalam merancang materi ajar yang relevan, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan menulis teks autentik, tetapi juga pada penguatan pemahaman pedagogis guru dalam mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat. Perguruan tinggi berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan dan keahlian akademik, sedangkan sekolah menjadi mitra penerima manfaat yang mengimplementasikan inovasi pembelajaran di kelas. Pelatihan ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan kompetensi guru sekaligus peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah. Program ini juga mendukung (Education Sustainable Developmen. dengan menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pengajaran bahasa. Guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa inovasi pembelajaran berbasis isu Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kesadaran ekologis siswa. Berdasarkan hasil survei awal terhadap 10 guru Bahasa Inggris di MTs. Al-Istiqlal Karawang, diperoleh gambaran kemampuan guru sebagaimana tersaji pada tabel berikut : Tabel 1. Hasil Survei Awal Kemampuan Guru Bahasa Inggris MTs. Al-Istiqlal Karawang dalam Menggunakan Teks No Aspek yang Dinilai Gambar 2. Para Guru MTs. Al-Istiqlal Karawang Penggunaan Indikator Guru menggunakan teks dari sumber . rtikel, berita, brosu. Kemampuan Guru teks menyusun autentik sendiri sesuai tema lokal Guru memasukkan Integrasi tema isu Guru Pemahaman konsep keterkaitan bahasa Guru Kemampuan memilih kosakata kontekstual topik lingkungan Guru menggunakan Pemanfaatan media digital untuk teks . rtikel video, dll. Desain kegiatan Guru membuat soal dan aktivitas membaca isu dari Motivasi Antusiasme guru Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Ratarata Kategori Skor . Ae. Rendah Rendah Cukup Rendah Sedang Rendah Rendah Tinggi Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 No Aspek yang Dinilai Indikator bahan ajar inovatif mengikuti pelatihan Kebutuhan akan Guru menyatakan pelatihan pembuatan perlu peningkatan teks autentik Kesiapan Guru 10 menerapkan hasil menerapkan autentik di kelas Ratarata Kategori Skor . Ae. Sangat Tinggi Hasil survei menunjukkan bahwa kemampuan teknis guru dalam membuat dan mengintegrasikan teks autentik masih tergolong rendah, dengan skor ratarata 2,48. Namun, tingkat motivasi dan kesiapan guru mengikuti pelatihan tergolong tinggi . , yang menandakan adanya potensi besar bagi pengembangan kompetensi. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi keterbatasan materi ajar, meningkatkan kompetensi guru, serta pembelajaran Bahasa Inggris. Dengan pendekatan berbasis praktik, kolaboratif, dan berorientasi pada isu kontekstual, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ekoliterasi siswa . Metode Pengabdian Masyarakat 1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pelatihan berbasis workshop . orkshop-based trainin. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris dalam membuat teks autentik bertema lingkungan sebagai bahan ajar reading Melalui pendekatan kualitatif, peneliti dapat menggali secara mendalam pengalaman, persepsi, dan perubahan kompetensi guru setelah mengikuti kegiatan pelatihan. 2 Subjek dan Lokasi Penelitian Subjek penelitian terdiri dari 10 orang guru Bahasa Inggris MTs. Al-Istiqlal Karawang yang terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan Lokasi penelitian berada di MTs. AlIstiqlal Karawang. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil survei awal yang menunjukkan adanya kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan teks autentik bertema lingkungan. 3 Prosedur dan Tahapan Penelitian Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu: Analisis kebutuhan . eeds analysi. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi terkait kemampuan awal guru dalam menyusun teks autentik, penggunaan teks dalam pembelajaran, serta kendala yang dihadapi dalam mengintegrasikan tema Data diperoleh melalui observasi awal, kuesioner, dan wawancara singkat. Perancangan dan penyusunan materi pelatihan: Tim pelaksana menyiapkan modul pelatihan yang berisi teori tentang teks autentik, ekoliterasi, serta strategi pengembangan bahan . Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan . orkshop sessio. Guru peserta mengikuti sesi tatap muka berupa pemaparan teori, diskusi kelompok, serta praktik langsung membuat teks autentik Selama pendampingan intensif dari tim ahli dan fasilitator untuk memperbaiki struktur teks, kesesuaian kosakata, serta aspek keterbacaan bagi siswa tingkat menengah pertama. Evaluasi hasil dan refleksi: Pada tahap akhir dilakukan penilaian terhadap produk teks autentik yang dihasilkan guru, serta evaluasi terhadap efektivitas pelatihan. Refleksi bersama dilakukan untuk menilai manfaat kegiatan dan potensi penerapan hasil pelatihan dalam pembelajaran di kelas. 4 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif Proses analisis mencakup tiga langkah . Reduksi data, menyeleksi informasi penting dari hasil observasi, wawancara, dan penilaian . Penyajian data . ata displa. , menyusun hasil analisis dalam bentuk naratif, tabel, dan deskripsi hasil pelatihan. Penarikan . , menginterpretasi hasil temuan untuk menilai efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kemampuan guru membuat teks autentik. 5 Validitas Data Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Data dari observasi, wawancara, dan penilaian produk dibandingkan untuk memastikan konsistensi hasil. Selain itu, dilakukan member checking dengan peserta pelatihan untuk memverifikasi interpretasi peneliti terhadap pengalaman mereka selama kegiatan Hasil dan Pembahasan Pelatihan pembuatan teks autentik Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 comprehension di MTs. Al-Istiqlal Karawang menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris, terutama dalam aspek literasi lingkungan siswa. Berdasarkan hasil implementasi pelatihan, beberapa dampak utama yang diperoleh peningkatan keterampilan guru dalam merancang dan mengadaptasi teks autentik serta meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami teks dengan konteks global yang lebih relevan, khususnya mengenai isu-isu Tabel 2. Hasil Pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Teks Autentik Bertema Lingkungan di MTs. Al-Istiqlal Karawang Aspek Dinilai Sk Sko Indikato or r Kateg Aw Ak Peningk Deskripsi Penilaia al hir Perubahan Akhir . Ae . Ae . Frekuens Pengguna i teks variasi 2,4 4,3 aan teks pembelaja dari Kesesuai Kemampu dengan 2,2 4,1 tema dan Keterpad Integrasi uan isu an dalam 2,6 4,4 n dalam Kemamp Pemaham n antara 4 an konsep 2,3 4,0 Kecocok Pemilihan kosakata 2,8 4,2 tema dan 1,9 1,9 1,8 Guru mulai an artikel. Tinggi berita, dan bahan ajar. Guru Tinggi lingkungan n sampah dan polusi Pembelajar kini lebih Tinggi dan terkait sehari-hari 1,7 Guru dan mulai Tinggi 1,4 Guru lebih Tinggi memilih Aspek Dinilai Sk Sko Indikato or r Kateg Aw Ak Peningk Deskripsi Penilaia al hir Perubahan Akhir . Ae . Ae . Penggun Pemanfaat aan an media sumber 6 digital 2,5 4,0 untuk teks dan alat autentik bantu Desain Kreativit as dalam soal dan 2,4 4,1 Antusias Motivasi me dan 8 mengikuti partisipa 4,1 4,8 pelatihan si selama n siswa. Guru kan media Tinggi artikel berita dan 1,7 Guru Tinggi dan analisis 0,7 Partisipasi Sanga meningkat. diskusi dan Tinggi kolaborasi Kebutuha Kesadara n akan terhadap pentingn 9 pengemba ya 4,5 4,9 0,4 Rencana Kesiapan penerapa hasil autentik 4,2 4,8 pelatihan dalam di kelas 0,6 Guru Sanga kesadaran Tinggi terhadap bahan ajar. Guru telah RPP Sanga Tinggi 1 Peningkatan Keterampilan Guru Pelatihan yang diberikan kepada para guru di MTs. Al-Istiqlal Karawang telah berhasil meningkatkan kompetensi mereka dalam menyusun teks autentik. Sebelum pelatihan, mayoritas guru mengandalkan materi ajar yang tidak relevan atau terlalu generik. Mereka kesulitan dalam menemukan teks yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini sering kali menyebabkan siswa merasa bahwa materi Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 pembelajaran tidak memiliki hubungan langsung dengan pengalaman mereka. Setelah mengikuti pelatihan, guru dapat lebih mudah merancang teks autentik yang lebih relevan dan sesuai dengan konteks lingkungan. Sebagai contoh, dalam workshop pelatihan, para guru diperkenalkan dengan teknik-teknik praktis untuk memilih topik lingkungan yang sesuai dan mengembangkan teks yang dapat mengajak siswa untuk berpikir kritis. Guru-guru diharapkan untuk membuat teks yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menyertakan soal-soal yang dapat melatih kemampuan analitis siswa dalam memahami pesan tersirat dalam bacaan. Peningkatan ini juga tercermin dalam aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh para guru. Mereka mampu menyusun aktivitas yang lebih menarik, seperti diskusi kelompok dan presentasi, yang meningkatkan interaksi antara siswa dan materi ajar. Pelatihan yang diberikan kepada para guru di MTs. Al-Istiqlal Karawang telah berhasil meningkatkan kompetensi mereka dalam menyusun teks autentik. Sebelum pelatihan, mayoritas guru mengandalkan materi ajar yang tidak relevan atau terlalu generik. Mereka kesulitan dalam menemukan teks yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum tetapi juga dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini sering kali menyebabkan siswa merasa bahwa materi pembelajaran tidak memiliki hubungan langsung dengan pengalaman mereka. Setelah mengikuti pelatihan, guru dapat lebih mudah merancang teks autentik yang lebih relevan dan sesuai dengan konteks lingkungan. Gambar 3. Penyampaian Materi oleh Ketua PkM Sebagai contoh, dalam workshop pelatihan, para guru diperkenalkan dengan teknik-teknik praktis untuk memilih topik lingkungan yang sesuai dan mengembangkan teks yang dapat mengajak siswa untuk berpikir kritis. Guru-guru diharapkan untuk membuat teks yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menyertakan soal-soal yang dapat melatih kemampuan analitis siswa dalam memahami pesan tersirat dalam bacaan. Peningkatan ini juga tercermin dalam aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh para guru. Mereka mampu menyusun aktivitas yang lebih menarik, seperti diskusi kelompok dan presentasi, yang meningkatkan interaksi antara siswa dan materi ajar. Selain itu, pelatihan ini juga memberi kesempatan kepada guru untuk berbagi pengalaman dan belajar dari sesama. Diskusi antar guru dalam workshop memungkinkan mereka untuk mengatasi tantangan yang ada dalam mengimplementasikan teks autentik di kelas. Banyak guru yang sebelumnya merasa terhambat oleh kurangnya pengalaman dalam merancang teks autentik, namun setelah pelatihan, mereka merasa lebih percaya diri dan siap untuk mengintegrasikan pendekatan baru ini ke dalam sehari-hari. Dengan peningkatan keterampilan ini, para guru tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran mereka, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa di kelas. 2 Peningkatan Keterampilan membaca Siswa Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah comprehension siswa di MTs. Al-Istiqlal Karawang. Sebelum adanya pelatihan, siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks Bahasa Inggris, terutama dalam teks yang mengandung konsepkonsep sulit yang berhubungan dengan isu Kurangnya teks autentik bertema lingkungan membuat siswa kesulitan untuk mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata Namun, setelah teks autentik yang relevan diperkenalkan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah implementasi pelatihan, siswa menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek reading comprehension, termasuk pemahaman terhadap kata kunci, pengidentifikasian informasi penting dalam teks, serta kemampuan untuk menganalisis pesan yang terkandung dalam teks. Siswa juga lebih termotivasi untuk membaca teks yang mereka anggap relevan dengan isu-isu yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti perubahan iklim dan polusi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan teks yang kontekstual dan autentik, siswa dapat lebih mudah memahami isi bacaan dan menghubungkannya dengan isu lingkungan yang lebih luas. Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah comprehension siswa di MTs. Al-Istiqlal Karawang. Sebelum adanya pelatihan, siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks Bahasa Inggris, terutama dalam teks yang mengandung konsepkonsep sulit yang berhubungan dengan isu Kurangnya teks autentik bertema lingkungan membuat siswa kesulitan untuk mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata Namun, setelah teks autentik yang relevan Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 diperkenalkan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa. memungkinkan mereka untuk lebih terbuka terhadap informasi dan perspektif yang berkaitan dengan dunia luar, serta memperkuat keterampilan bahasa Inggris mereka dalam konteks yang lebih praktis. Dampak jangka panjang dari peningkatan kesadaran ini adalah bahwa siswa lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan cenderung lebih aktif dalam kegiatan yang mendukung keberlanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Gambar 4. Diskusi Pembuatan Teks Bertema Lingkungan Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah implementasi pelatihan, siswa menunjukkan peningkatan dalam beberapa aspek reading comprehension, termasuk pemahaman terhadap kata kunci, pengidentifikasian informasi penting dalam teks, serta kemampuan untuk menganalisis pesan yang terkandung dalam teks. Siswa juga lebih termotivasi untuk membaca teks yang mereka anggap relevan dengan isu-isu yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, seperti perubahan iklim dan polusi. Hal ini menunjukkan bahwa dengan teks yang kontekstual dan autentik, siswa dapat lebih mudah memahami isi bacaan dan menghubungkannya dengan isu lingkungan yang lebih luas. Peningkatan ini juga tercermin pada peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi kelas dan aktivitas kelompok yang berbasis pada teks yang mereka Mereka lebih antusias untuk berbagi pemahaman mereka dan mengaitkan bacaan dengan pengalaman pribadi, yang memperkaya pengalaman belajar mereka secara keseluruhan. 3 Peran Lingkungan dalam Meningkatkan Kesadaran Siswa Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan membaca siswa tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu-isu lingkungan. Dengan menggunakan teks autentik bertema lingkungan, siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari lebih banyak tentang perubahan iklim, pelestarian alam, dan polusi. Penggunaan tema ini dalam pembelajaran Bahasa Inggris telah terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan siswa. Siswa tidak hanya belajar untuk memahami isi teks, tetapi juga belajar untuk menghubungkan masalah lingkungan yang dihadapi oleh dunia dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, teks autentik yang digunakan dalam pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami cara bahasa Inggris digunakan dalam konteks yang lebih global. Ini Gambar 5. Foto Kegiatan PkM Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan membaca siswa tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu-isu lingkungan. Dengan menggunakan teks autentik bertema lingkungan, siswa diberikan kesempatan untuk mempelajari lebih banyak tentang perubahan iklim, pelestarian alam, dan polusi. Penggunaan tema ini dalam pembelajaran Bahasa Inggris telah terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan siswa. Siswa tidak hanya belajar untuk memahami isi teks, tetapi juga belajar untuk menghubungkan masalah lingkungan yang dihadapi oleh dunia dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, teks autentik yang digunakan dalam pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami cara bahasa Inggris digunakan dalam konteks yang lebih global. Ini memungkinkan mereka untuk lebih terbuka terhadap informasi dan perspektif yang berkaitan dengan dunia luar, serta memperkuat keterampilan bahasa Inggris mereka dalam konteks yang lebih praktis. Dampak jangka panjang dari peningkatan kesadaran ini adalah bahwa siswa lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan cenderung lebih aktif dalam kegiatan yang mendukung keberlanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Peningkatan kesadaran ini juga memotivasi siswa untuk lebih proaktif dalam mencari solusi terkait masalah lingkungan di sekitar mereka. Mereka mulai mengajukan ide-ide kreatif untuk mengurangi sampah atau melakukan kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah, yang memperlihatkan betapa pentingnya pendidikan berbasis lingkungan dalam membentuk karakter mereka. 4 Integrasi Tema Lingkungan dalam pembelajaran Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 Salah satu temuan penting dari pelatihan ini adalah pentingnya integrasi tema lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Sebelum adanya pelatihan, tema lingkungan hanya diperkenalkan secara terbatas dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan tidak banyak dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, setelah pelatihan, para guru mampu mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam pembelajaran reading comprehension dengan lebih sistematis. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga lebih bermakna bagi siswa. Secara keseluruhan, evaluasi pelaksanaan program menunjukkan hasil yang positif. Para guru merasa pelatihan ini meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menyusun teks autentik dan mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam pembelajaran. Siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teks dan kesadaran terhadap masalah lingkungan, yang menjadi indikator bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan pembelajaran yang berbasis pada teks autentik bertema lingkungan memungkinkan siswa untuk menghubungkan pelajaran Bahasa Inggris dengan isu-isu global yang sedang berlangsung. Misalnya, melalui teks yang membahas perubahan iklim atau pencemaran udara, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mempelajari solusi-solusi yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari Ini juga mendukung pendidikan berbasis literasi lingkungan, yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam keberlanjutan program ini. Salah satunya adalah keterbatasan sumber daya yang tersedia, seperti akses ke media digital dan perpustakaan yang lebih luas. Meskipun demikian, dengan adanya modul dan panduan yang disediakan bagi para guru, diharapkan mereka dapat terus mengembangkan materi ajar secara mandiri dan berbagi pengalaman dengan rekan-rekan mereka. Evaluasi yang dilakukan juga memberikan gambaran mengenai pentingnya melibatkan berbagai pihak, seperti perguruan tinggi dan komunitas lokal, untuk mendukung keberlanjutan program ini. alah satu temuan penting dari pelatihan ini adalah pentingnya integrasi tema lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Sebelum adanya pelatihan, tema lingkungan hanya diperkenalkan secara terbatas dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan tidak banyak dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, setelah pelatihan, para guru mampu mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam pembelajaran reading comprehension dengan lebih sistematis. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga lebih bermakna bagi siswa. Secara keseluruhan, evaluasi pelaksanaan program menunjukkan hasil yang positif. Para guru merasa pelatihan ini meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menyusun teks autentik dan mengintegrasikan tema lingkungan ke dalam pembelajaran. Siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teks dan kesadaran terhadap isu lingkungan, yang menjadi indikator bahwa program ini berhasil mencapai Kegiatan pembelajaran yang berbasis pada teks autentik bertema lingkungan memungkinkan siswa untuk menghubungkan pelajaran Bahasa Inggris dengan isu-isu global yang sedang berlangsung. Misalnya, melalui teks yang membahas perubahan iklim atau pencemaran udara, siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mempelajari solusi-solusi yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari Ini juga mendukung pendidikan berbasis literasi lingkungan, yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Namun, meskipun hasil yang dicapai cukup menggembirakan, evaluasi juga mengungkap beberapa area yang masih perlu perbaikan. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh guru adalah adaptasi teks autentik dengan tingkat kesulitan yang sesuai dengan kemampuan semua siswa. Beberapa guru mengungkapkan bahwa walaupun mereka mampu merancang teks yang relevan, terkadang teks tersebut memiliki tingkat kesulitan yang terlalu tinggi untuk siswa dengan kemampuan membaca yang lebih rendah. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk lebih memperhatikan diferensiasi dalam pembelajaran, agar teks yang digunakan dapat menjangkau semua tingkat kemampuan siswa secara Integrasi ini menciptakan peluang bagi siswa untuk belajar secara holistik, menghubungkan pengetahuan yang mereka peroleh di berbagai mata pelajaran, serta mendorong mereka untuk berpikir lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap dunia yang mereka 5 Evaluasi Dampak Program Submitted : 30-10-2025 | Reviewed : 03-11-2025 | Accepted : 07-11-2025 Bambang Nur Alamsyah Lubis1. Rizdika Mardiana2. Siti Drivoka Sulistyaningrum3. Eva Leiliyanti4. Nurrahma Restia Fatkhiyati 5. Ahmad Jauhari Hamid Ripki 6. Suci Dhea7. Nurul Syafika8 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 385 Ae 394 dalam mendesain bahan ajar yang relevan dengan isu lingkungan sekitar siswa. Selain itu, motivasi dan kesiapan guru untuk menerapkan hasil pelatihan di kelas juga meningkat ke kategori sangat tinggi . atarata 4,. , menandakan bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap sikap profesional dan Gambar 6. Foto Akhir Sesi Kegiatan Selain itu, meskipun kesadaran terhadap isu lingkungan meningkat, tidak semua siswa merasa cukup memiliki pemahaman yang mendalam tentang solusi konkret yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mereka lebih membutuhkan lebih banyak pembelajaran yang mengarah pada aksi nyata, seperti proyek lingkungan di sekolah atau komunitas mereka. Untuk itu, perlu adanya penyesuaian dalam aktivitas pembelajaran agar lebih berorientasi pada pemecahan masalah nyata dan pengembangan keterampilan siswa dalam mengatasi tantangan Evaluasi juga melibatkan pengamatan terhadap keterlibatan siswa dalam aktivitas diskusi dan interaksi kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa yang sebelumnya kurang aktif dalam diskusi menjadi lebih terlibat dan bersemangat ketika tema yang dibahas berhubungan langsung dengan kehidupan mereka, terutama terkait dengan masalah Aktivitas-aktivitas berbasis proyek yang melibatkan diskusi kelompok dan presentasi juga terbukti meningkatkan partisipasi aktif siswa, yang mendukung keberhasilan pelatihan. Kesimpulan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Teks Autentik Bertema Lingkungan untuk Reading Comprehension di MTs. Al-Istiqlal Karawang berhasil meningkatkan Bahasa Inggris mengembangkan bahan ajar yang kontekstual, pada ekoliterasi. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 85% peserta menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pemahaman konsep, keterampilan menyusun teks autentik, dan penerapan tema lingkungan dalam kegiatan membaca. Nilai rata-rata kemampuan guru meningkat dari 2,8 . ategori sedan. menjadi 4,3 . ategori tingg. , dengan rata-rata peningkatan 1,5 poin pada sepuluh indikator yang dinilai. Peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek kemampuan membuat teks autentik sendiri ( 1,9 poi. dan integrasi tema lingkungan dalam pembelajaran ( 1,8 poi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis workshop efektif mendorong guru untuk lebih reflektif dan inovatif Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru dalam membuat teks autentik, tetapi juga memperkuat kesadaran ekoliterasi dan literasi kritis melalui kegiatan pembelajaran membaca yang lebih Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan model pengembangan profesional guru dalam konteks pembelajaran berbasis lingkungan dan student-centered learning. Berdasarkan hasil kegiatan, disarankan agar pelatihan serupa pendampingan pascapelatihan untuk memantau keberhasilan pembelajaran berbasis teks autentik. Selain itu, sekolah diharapkan memberikan dukungan berupa akses terhadap sumber teks autentik digital, serta kesempatan bagi guru untuk antar-sekolah mengembangkan bahan ajar bertema lingkungan. Penelitian lanjutan juga disarankan untuk mengukur dampak langsung penggunaan teks autentik terhadap kemampuan membaca dan kesadaran lingkungan siswa, agar hasil pelatihan dapat dikaitkan dengan peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat peserta Ucapan Terimakasih