Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 2 No. eISSN: 2797-1902 Economic Empowerment of Parents of Autistic Students at Ceria Mandiri School through Entrepreneurial Groups Siti Fatimah Nurhayati1 . Muhammad Hanif Rosyidi2 1Department of Economic and Bussines. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia 2Department of Industrial Chemical Engineering Technology. Institut Teknologi Sepuluh November. Indonesia sfn197@ums. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 13/02/2022 Revised: 27/03/2022 Accepted: 30/03/2022 Abstract Economic empowerment of parents of autistic students at Ceria Mandiri school through entrepreneurship is a community service that aims to empower the economy of guardians of autistic students at Ceria Mandiri school in Cepu. Blora district, whose average economic condition is less well-off. The activities we arranged started from providing counseling, followed by creating a small food entrepreneur group with about 25 members. Production activities are carried out while they are waiting for their children and the therapist, then marketing is carried out by placing them in food stalls, canteens, cooperatives or shops, as well as minimarkets. Apart from that, the student's guardian also conducts marketing to sell it in the location around his residence. The profits are divided by way of profit sharing after deducting a portion for the So that the marketing reach can be wider. PIRT arrangements are also made to the health department. In this way, it is hoped that it can help partially ease the economic burden on parents of autistic students, especially the Ceria Mandiri school. Keywords: Economic empowerment. Autistic students' parents. Businessman Pemberdayaan Ekonomi Orang Tua Siswa Autis Sekolah Ceria Mandiri melalui Kelompok Wirausaha Abstrak Pemberdayaan ekonomi orang tua siswa autis sekolah Ceria Mandiri melalui wirausaha merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberdayakan ekonomi ibuibu wali siswa autis sekolah Ceria Mandiri di Cepu kabupaten Blora yang rata-rata kondisi ekonominya kurang mampu. Kegiatan yang kami susun mulai dari memberi penyuluhan, dilanjutkan dengan membuat kelompok wirausaha makanan kecil dengan anggota sekitar 25 Kegiatan produksi dilakukan di sela-sela waktu mereka menunggu anaknya sekolah dan terapi, kemudian pemasaran dilakukan dengan cara dititipkan di warung-warung makanan, kantin, koperasi atau toko-toko, juga minimarket. Selain itu juga dilakukan pemasaran oleh wali siswa untuk dijual di lokasi sekitar tempat tinggalnya. Adapun keuntungannya dibagi dengan cara bagi hasil setelah dikurangi sebagian untuk yayasan. Agar jangkauan pemasaran bisa lebih luas juga dilakukan pengurusan PIRT ke departemen Dengan cara ini diharapkan dapat membantu meringankan sebagian beban ekonomi para orang tua siswa autis utamanya sekolah Ceria Mandiri. Kata kunci: Pemberdayaan ekonomi. Orang tua siswa autis. Wirausaha Pendahuluan Masalah umum yang dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah tingginya angka kelahiran yang mengakibatkan jumlah penduduk yang cukup besar. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi Kondisi ini diperparah lagi dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan besarnya angkatan kerja. Akibatnya, angka pengangguran di Indonesia cukup tinggi . Apalagi dengan adanya krisis ekonomi mengakibatkan kondisi ekonomi semakin sulit, banyak perusahaan yang gulung tikar dan investor berkurang. Semua ini menjadikan angka pengangguran semakin membengkak. Ada kecenderungan bahwa pengangguran terjadi tidak hanya pada mereka yang berpendidikan rendah tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi . enganguran Fakta ini menyadarkan kita semua bahwa perlu untuk membekali diri ilmu yang dapat menciptakan lapangan kerja yaitu wirausaha . , . Dengan mempelajari ilmu tersebut diharapkan tercipta mindset untuk tidak hanya mencari kerja . ektor formal atau jadi pegawa. , tetapi juga dapat menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang lain. Banyak manfaat yang diperoleh dari wirausaha, diantaranya adalah: C Wirausaha dapat merubah kesulitan menjadi peluang. C Wirausaha dapat diterapkan di semua bidang pekerjaan dan kehidupan. C Wirausaha sebagai alternatif untuk mencari nafkah dan bertahan hidup. C Wirausaha dapat membantu untuk sukses di dunia kerja atau bisnis. C Wirausaha dapat memajukan perekonomian Indonesia. C Wirausaha dapat meningkatkan pendapatan. Wirausaha dapat membudayakan sikap unggul, perilaku positif dan kreatif . Guna meningkatkan ekonomi keluarga maka juga perlu dipikirkan untuk mencari peluang-peluang baru yang bisa diandalkan untuk menambah sumber keuangan keluarga . , . Berawal dari sinilah kami mencoba untuk melakukan tri dharma perguruan tinggi yang ke-tiga yaitu pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen berkolaborasi dengan mahasiswa dalam bentuk penyuluhan dan pengelolaan kelompok wirausaha makanan kecil pada ibu Ae ibu, wali siswa autis sekolah Ceria Mandiri di kecamatan Cepu kabupaten Blora yang berjumlah sekitar 25 orang, mengingat kebanyakan orang tua siswa autis sekolah tersebut kondisi ekonominya tergolong kurang mampu. Berdasarkan analisis situasi yang dikemukakan di atas maka sangat penting untuk turut mrndukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan penyuluhan dan pengelolaan kelompok wirausaha makanan kecil pada ibu Ae ibu, wali siswa autis sekolah Ceria Mandiri di kecamatan Cepu kabupaten Blora. Terkait dengan hal tersebut rumusan masalah pada pengabdian masyarakat ini adalah AuBagaimana implementasi pengelolaan kelompok wirausaha makanan kecil pada ibu Ae ibu wali siswa autis sekolah Ceria Mandiri di kecamatan Cepu kabupaten Blora?Ay Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuat kelompok wirausaha makanan kecil pada ibu Ae ibu, wali siswa autis sekolah Ceria Mandiri di kecamatan Cepu kabupaten Blora sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan dalam pengabdian pada masyarakat yang berjudul AuPemberdayaan Ekonomi Orang Tua Wali Siswa Autis Sekolah Ceria Mandiri Melalui Kelompok WirausahaAy, maka solusi yang akan dilakukan adalah dengan penguluhan dan diskusi serta ditindaklanjuti dengan pembentukan kelompok wirausaha makanan ringan. Literatur Review Wirausahawan adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi mengidentifikasi berbagai peluang penting dan menggabungkan sumberdaya yang diperlukan untuk mengoptimalisasikan sumberdaya-sumberdaya tersebut . Banyak ahli yang berusaha mengidentifikasi karakter seorang wirausaha, namun tidak satupun berhasil dengan pasti dapat menunjukkan ciri-ciri yang dibutuhkan untuk sukses dalam Seorang wirausaha hendaknya memiliki Profil seperti berikut: Komitmen. Menyukai tanggung jawab. Ambisius. Lebih menyukai resiko menengah. Keyakinan mereka untuk berhasil. Kreatif dan fleksibel. Hasrat untuk mendapatkan umpan balik sesegera mungkin. Tingkat energi yang tinggi. Mempunyai motivasi diri yang kuat. Orientasi ke masa depan. Trampil memimpin dan Selalu belajar dari kegagalan Selain karakter-karakter tersebut, masih banyak karakter-karakter lain yang dibutuhkan dalam berwirausaha, diantaranya adalah memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas, mempunyai komitmen yang tinggi, fleksibel, bisa memimpin, dan lain-lain. Jiwa kewirausahaan ini ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif, kreatif, menyukai perubahan kemajuan dan tantangan . Mitos yang Salah Tentang Wirausaha Banyak mitos yang sering menjadi panutan, opini dan pandangan bagi banyak orang yang ingin mulai berwirausaha, tetapi mitos ini sangat mengganggu dan menggelayuti pikiran orang bahkan menimbulkan rasa ketakutan yang berlebihan sehingga orang berusaha menghindarinya. Mitos-mitos tersebut adalah . C Wirausaha yang sukses itu karena sudah takdirnya C Bakat wirausaha adalah keturunan C Sukses menjadi wirausaha setelah ada peluang bagus C Wirausaha sukses karena punya modal besar C Wirausaha adalah bakat dari AusononyaAy Mengapa orang berhasrat untuk berwirausaha? Ada banyak hal yang mendorong orang untuk menjadi wirausahawan. Faktor-faktor tersebut adalah . C Faktor individual atau personal. Suasana kerja. C Tingkat pendidikan. C Kepribadian. C Dorongan keluarga. C Lingkungan dan pergaulan. Ingin lebih dihargai . elf estee. C Terpaksa . arena keadaa. Selain itu, ada motivasi lain mengapa orang pilih berwirausaha, diantarnya adalah keinginan untuk mendapatkan pendapatan tinggi, keinginan untuk lebih puas dalam berkarir, bebas menentukan sikap, bangga memiliki usaha sendiri, bisa memberi pekerjaan orang lain, bebas mengembangkan ide-ide barunya, dan lain-lain . Jadi jelaslah bahwa menjadi pekerja maupun wirausaha sama-sama butuh usaha yang gigih. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Banyak orang mimpi pengin sukses dan hidup enak tanpa susah-susah atau usaha yang keras. Tahap Ae Tahap Menjadi Wirausaha Sukses tidak diperoleh secara mendadak melainkan melalui suatu proses yang butuh Demikian pula untuk menjadi wirausaha sukses, ada tiga tahap yang harus dilalui yaitu . Proses mengenal, memahami dan mengerti kewirausahaan yang meliputi: Tahap perkenalan . ntroduction proces. Pada tahapan ini orang mulai mengetahui arti dan manfaat kewirausahaan dalam meraih impian dengan cara: Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi C Bersentuhan dengan kewirausahaan C Berorientasi pada pola pikir orang yang sukses dalam bisnis C Belajar lebih tentang wirausaha C Mengerti dan menyadari bahwa wirausaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan C Mempersiapkan karir hidup C Mengerti bahwa menjadi wirausaha yang sukses adalah mungkin bagi siapapun Tahap ketertarikan terhadap kewirausahaan . ttractiveness proces. Dalam tahap ini orang mulai tertarik atau bahkan bisa sebaliknya, yaitu orang mulai merasakan ketakutan akan resiko yang akan dihadapi sebagai seorang wirausaha karena dalam tahap inilah orang mulai bisa melihat Auwajah sebenarnyaAy dari Untuk ( key entrepreneurshi. C Merubah persepsinya tentang mitos wirausaha yang salah C Pentingnya untuk mempelajari wirausaha untuk mewujudkan cita-cita C Menyadari bahwa setiap orang sesungguhnya mempunyai jiwa wirausaha C Orang yang ingin sukses dalam karir perlu untuk mempelajari ilmu kewirausahaan C Munculnya rasa ketertarikan yang kuat akan wirausaha yang selama ini belum ia kita ketahui secara tepat Tahap proses gejolak spiritual dan emosi . piritual and emotional proces. Pada tahap ini terjadi gejolak emosi yang memunculkan keberanian untuk memutuskan apakah ingin menjadi wirausaha atau sebaliknya, yang terjadi justru ketakutan luar biasa. Dalam kondisi seperti ini orang mulai mengenal dan mengerti akan ketakutan dan kegagalan wirausaha, mendalami makna kegagalan bagi kesuksesan, membandingkan manfaat dan resiko wirausaha dan mampu mengidentifikasi faktorfaktor kegagalan dan kesuksesan wirausaha. Pada tahap selanjutnya, orang hanya akan termotivasi menjadi seorang wirausaha bila: C Merasa mampu dan yakin bisa mengatasi resiko yang akan terjadi C Bisa melihat peta wirausaha secara jelas C Menyadari bahwa hidup itu tidak ada yang bebas dari resiko sehingga bila ingin menjadi wirausaha yang smart dan sukses maka harus menjadi risk manager dan bukan risk taker. Tahap proses mengambil keputusan . ake a dicision proces. Apabila orang telah berhasil melalui tahap spiritual and emotional process, biasanya memutuskan untuk meneruskan wirausaha dengan cara mempelajari wirausaha secara lebih serius lagi guna meminimalisasi resiko kegagalan yang dihadapi dan membangun komitmen yang tinggi. Mempersiapkan diri dan merencanakan bisnis Dalam tahapan ini ada dua langkah yaitu: Persiapan diri untuk menjadi seorang wirausaha Orang mulai menemukan inspirasi sebuah bisnis secara teori, konsep serta tahapan dan cara menemukan peluang bisnisnya. Tahap merncanakan kerangka bisnis . usiness softwar. Tahap ini bisa dilihat secara detail pada bab-bab perencanaan wirausaha atau Memulai, menjalankan, mengelola dan mengembangkan bisnis Agar usahanya berhasil, selain harus kjerja keras sesuai urgensinya, wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitra usahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan wirausaha dalam menjalankan usaha barunya adalah: Tidak kompeten dalam manajerial. Kurang berpengalaman dalam semua bidang. Kurang dapat memanajemen keuangan. Gagal dalam perencanaan. Lokasi yang tidak strategis. Kurangnya control. Kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha. Tidak mampu atau gagal dalam melakukan atau mengelola perubahan juga mengemukakan faktor-faktor yang berpotensi seorang wirausaha mundur dari usaha barunya adalah: Pendapatan yang tidak menentu. Kerugian yang timbul akibat hilangnya modal investasi. Perlu kerja keras dan waktu lama. Kualitas kehidupan yang rendah meski usahanya mantap . Keuntungan dan Kerugian Wirausaha Keuntungan berwirausaha diantaranya adalah adanya otonomi sepenuhnya, tantangan berwirausaha yang cukup menarik dan motivasi yang tinggi serta kontrol finansial Dalam berwirausaha ada banyak peluang yang bisa dinikmati. Peluangpeluang tersebut berupa peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri dan memanfaat-kan potensi yang dimiliki secara penuh, peluang untuk memperoleh manfaat finansial serta berparitsipasi membangun bangsa. Pada sisi lain, dalam wirausaha juga ada kemungkinan timbul kerugian, berupa pengorbanan personal yang tidak sedikit, beban tanggung jawab yang besar, serta kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal usahanya . , . Metode Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan dalam pengabdian pada masyarakat yang berjudul AuPemberdayaan Ekonomi Orang Tua Wali Siswa Autis Sekolah Ceria Mandiri Melalui Kelompok WirausahaAy, maka solusi yang akan dilakukan sebagai berikut: Survey Awal. Pada tahap ini tim pengabdian pada masyarakat melakukan suvey lokasi yang dijadikan sebagai obyek pengabdian. Alasan pemilihan tempat dan organisasi tersebuat ialah dinilai dari segi lokasi yang masih dapat dijangkau, selain lebih mengedepankan kepentingan masyarakat yang sangat membutuhkan peningkatan perekonomian dan Forum Group Discussion (FGD). Tahap ini dilakukan antara tim dengan para peserta untuk membahas bagaimana cara menentukan jenis usaha dan cara memulai usaha diikuti dengan pembuatan perencanaan wirausaha yang baik dan benar kemudian baru diimplementasikan guna meningkatkan perekonomian mereka. Persiapan workshop. Pada tahap ini tim dan kepanitiaan akan melakukan koordinasi dengan peserta untuk merancang suatu kelompok wirausaha. Tahap ini disepakati tentang jadwal penyuluhan, kepengurusan manajemen usaha dan kegiatan wirausaha. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi Pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan produksi yang dilakukan secara bersama-sama dan produk di pasarkan di Cepu dan daerah sekitarnya dengan sistem bagi hasil . Pelaporan dan Evaluasi. Pada tahap ini masing-masing pengurus memberikan laporan dan evaluasi atas berlangsungnya kegiatan yang telah dilakukan. Menindalanjuti kegiatan dengan pengajuan PIRT ke departemen kesehatan Dengan cara ini diharapkan dapat mempermudah dan memperluas pasar sehingga dapat meningkatkan volume penjualan dan keuntungan usaha. Hasil dan Pembahasan Ketika pengabdian dilaksanakan, antusiasme mereka cukup tinggi. Hal ini nampak dari jumlah peserta yang hadir yaitu hampir 25 orang. Acara diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh pengurus yayasan setempat. Kegiatan pengabdian dimulai dengan perkenalan anggota pengabdian, mengingat anggotanya berasal dari berbagai wilayah sekitar Cepu meski masih dalam satu kabupaten yaitu kabupaten Blora. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk saling mengenal dengan anggota kelompok wirausaha. Dengan saling mengenal anggota satu sama lain, diharapkan akan terbentuk kerjasama yang baik dan saling m,enguntungkan. Selanjutnya kemudian, dilakukan penyuluhan mengenai pentingnya wirausaha dan diikuti dengan pembentukan kelompok wirausaha. Diharapkan dengan adanya penyuluhan wirausaha ini akan tumbuh jiwa dan semangat wirausaha. Setelah itu dilakukan praktik pembuatan makanan kecil. Jenis makanan kecil yang dibuat mengikuti selera pasar daerah pemasaran atau permintaan. Untuk meningkatkan ketrampilan dalam berproduksi dan meningkatkan variasi jenis makanan kecil anggota kelompok wirausaha juga disarankan untuk belajar dari resep-resep yang ada di sosial Sengaja dipilih jenis makanan kecil dengan bahan baku yang mudah dicari di pasaran dan harga yang terjangkau, mengingat keterbatasan modal yang dimiliki oleh kelompok wirausaha ini. Kegiatan produksi dilakukan saat para ibu-ibu anak autis tersebut menunggu putra mereka sekolah. Selesai sekolah biasanya dilanjutkan dengan terapi. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa waktu yang mereka miliki untuk bisa melakukan kegiatan bebas sangatlah terbatas karena anak autis butuh perhatian penuh yang cukup menyita Daripada para ibu-ibu tersebut ngrumpi ketika menunggu anak mereka sekolah dan terapi maka dimanfaatkan untuk membuat makanan ringan. Setelah makanan ringan yang mereka buat jadi, maka mereka bisa membantu memasarkan di daerah mereka masingOemasing. Dengan cara ini mereka mendapatkan tambahan pendapatan, mengingat rataOerata ekonomi mereka kurang mampu. Pemasaran juga dilakukan dengan cara dititipkan di koperasi, toko ataupun minimarket, serta ditawarkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah. Keuntungan yang diperoleh setelah sebagian kecil disisihkan untuk yayasan, sebagian keuntungan sisanya dibagi sejumlah anggota yang terlibat sebagai tabungan mereka yang rencana akan diberikan setahun dua kali yaitu ketika lebaran dan tahun ajaran baru. Kegiatan wirausaha ini selanjutnya akan diusahakan untuk pengurusan PIRT-nya di departemen kesehatan setempat karena beberapa sasaran konsumen menanyakan PIRTnya. Dengan cara ini diharapkan usahanya dapat berkembang lebih baik lagi dan meningkat Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 2 No. Siti Fatimah Nurhayati and Muhammad Hanif Rosyidi Demikian juga dengan kesejahteraan keluarga siswa autis, diharapkan juga ada peningkatan. Kesimpulan Kegiatan wirausaha makanan kecil oleh ibu-ibu orang tua siswa autis sekolah Ceria Mandiri secara umum berjalan lancar meski pertumbuhannya usaha belum tinggi. Hal ini disebabkan kurang intensifnya pemasaran mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki. Meski demikian cukup lumayan untuk menambah pendapatan keluarga terutama untuk uang saku putra putri mereka. Adanya kegiatan wirausaha makanan kecil ini diharapkan juga menjadi sarana untuk mendidik putra putri mereka untuk mengenal wirausaha dan secara perlahan-lahan mereka memahami kegiatan wirausaha. Berangkat dari sini diharapkan timbul keinginan putra putri mereka untuk berlatih hidup mandiri meski mereka mempunyai keterbatasan. Referensi