MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah ISSN (Onlin. : 2986-6642 Received: 15-09-2024. Revised: 01-12-2024 Accepted: 07-01-2025. Published:17-03-2025 DOI: 10. 59166/mizanuna. ISLAM DAN KAPITALISME (Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif melalui Budaya Spiritual Pancasil. Miswari IAIN Langsa. Aceh. Indonesia Correspondence: miswari@iainlangsa. Abstract This article aims to distill the positive dimensions of capitalism through the spiritual culture of Pancasila which is the basis of the values of the Indonesian. This qualitative research uses a descriptive analysis approach. Data was collected from related literature. Data were reviewed critically and presented narratively. Research findings show that the identity of Indonesia is a spiritual culture that is in line with the values of Pancasila. This identity which is the identity of the nation can be a filtering mechanism for everything that comes from outside, including the capitalist economic system. This system cannot be rejected permanently because many of its dimensions contain positive values that can improve the economic level of society. For this reason, the capital system needs to be studied critically. This critical study mechanism can be taken from the spirit of the Al-Hikmah Al-Muta'alliyah philosophy which was initiated by a Muslim philosopher named Mulla Sadra. The philosopher's way of studying critically and adopting it systematically so as to form a different identity within the flow of Islamic philosophy can be an inspiration for how to study capitalism critically and take its positive dimensions in advancing the economy of Indonesian society. Keywords: Capitalism. Al-Hikmah Al-Muta'alliyah. Islam. Pancasila. Economy Abstrak Artikel ini bertujuan menyaring dimensi-dimensi positif dari kapitalisme melalui budaya spiritual Pancasila yang menjadi landasan nilai bangsa Indonesia. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Data-data dihimpun dari literatur-literatus kepustakaan terkait. Data dikaji secara kritis dan disajikan secara naratif. Temuan penelitian menunjukkan, identitas bangsa Indonesia adalah budaya spiritual yang sejalan dengan nilainilai Pancasila. Identitas yang menjadi jati diri bangsa ini dapat menjadi mekanisme penyaringan atas segala hal yang datang dari luar, termasuk sistem ekonomi kapitalisme. Sistem tersebut tidak dapat ditolak secara permanen karena banyak dimensinya mengandung nilai positif yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Untuk itu, sistem kapital itu perlu dikaji secara kritis. Mekanisme kajian kritis ini dapat diambil dari semangat filsafat AlHikmah Al-MutaAoalliyah yang digagas filsuf Muslim bernama Mulla Sadra. Cara filsuf tersebut mengkaji secara kritis dan mengadopsi secara sistematis sehingga membentuk sebuah identitas berbeda dalam aliran filsafat Islam dapat menjadi inspirasi tentang bagaimana mengkaji kapitalisme secara kritis dan mengambil dimensi-dimensi positifnya dalam memajukan perekonomian masyarakat Indonesia. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ,( Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Kata Kunci: Kapitalisme. Al-Hikmah Al-Muta'alliyah. Islam. Pancasila. Ekonomi PENDAHULUAN Modernisme dalam Islam hadir untuk merespon berbagai situasi perkembangan dunia. Berbagai teori, model, sistem, dan ideologi telah direspon oleh modernisme Islam dalam rangka memajukan masyarakat Muslim. Modernisme Islam bukan hadir untuk menolak berbagai hal yang hadir bersama kemajuan Barat, melainkan meresponnya secara bijak sehingga berbagai dimensi positif dapat diharmonikan dengan ajaran Islam dan hal-hal yang benar-benar bertentangan dengan Islam, dapat disingkirkan. Pengalaman Muhammad Abduh yang banyak menyerap dimensi positif dalam pendidikan Barat telah memberikan kemajuan dan keterbukaan pendidikan modern dalam Islam. Harmonisme islam dan pendidikan modern telah menghadirkan berbagai lembaga pendidikan Islam modern dan telah melahirkan banyak cendikiawan. Di Indonesia. Sumatera Thawalib. Normaal Islam. Madrasah Khairiyah. MAPK, pesantren modern terpadu. IAIN, dan berbagai lembaga pendidikan Islam modern lainnya telah memberikan dampak begitu berarti dalam memajukan masyarakat. Padahal akar dari kemajuan ini merupakan internalisasi nilai-nilai positif dari sistem pendidikan Barat. Banyak bidang lainnya yang berkembang dalam masyarakat muslim, merupakan hasil harmonisasi antara Islam dan kemajuan Barat. Bahkan pada masa awal bangkitnya modernisasi Islam di Indonesia, ajaran komunisme sekalipun diharmoniskan oleh Sarekat Islam yang merupakan salah satu organisasi Islam modern tertua di Indonesia. Untuk itu, kapitalisme yang merupakan sistem perekonomian modern yang dihasilkan Barat, memiliki dimensi-dimensi positif yang dapat diharmoniskan dengan ajaran Islam. Imam Kamaluddin telah meneliti tentang perbandingan antara ekonomi Islam, ekonomi sosialis, dan ekonomi kapital. Dia mengatakan bahwa meskipun pada lapis luarnya tampak berhasil, ekonomi kapital menurutnya ekonomi Islam lebih baik karena memiliki berbagai perangkat kemajuan ekonomi seperti nilai kepemilikan, sistem distribusi, orientasi kesejahteraan dan keseimbangan sosial (Kamaluddin. Hamid Fahmy Zarkasyi meneliti tentang worldview antara Islam dan Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. kapitalisme dan menghasilkan temuan bahwa kapitalisme tidak lagi merupakan sistem namun telah menjadi sebuah pandang dunia yang telah dipengaruhi peradaban Barat sehingga berpeluang mempengaruhi kehidupan muslim (Zarkasyi. Dewi Rahmi Fauziah dan Sarkani menganalisis prinsip-prinsip ekonomi kapital dan prinsip-prinsip ekonomi dalam Islam dan melakukan perbandingan atas Hasil penelitian menunjukkan, prinsip ekonomi kapitalis adalah kepemilikan swasta dan pasar dengan persaingan bebas. Sementara prinsip Islam adalah berorientasi keadilan dan keberlanjutan (Dewi Rahmi Fauziah & Sarkani. Dari beberapa kajian terdahulu, tampak bahwa sistem ekonomi kapital dan dimensi ekonomi dalam Islam kerap diperbandingkan daripada usaha menemukan Artikel ini berargumen bahwa sistem ekonomi kapital memiliki banyak dimensi positif sehingga dapat bertahan lama dan terbukti telah berhasil memajukan perekonomian banyak negara. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam sistem ekonomi kapital perlu ditelusuri secara kritis melalui prinsip identitas bangsa Indonesia yakni budaya religius Pancasila. Dengan demikian, nilai-nilai positif dari berbagai sistem dapat diharmoniskan dengan pandang hidup bangsa Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis deskriptif untuk mendalami hubungan antara nilai kapitalisme dan budaya spiritual Pancasila. Data yang digunakan bersumber dari berbagai literatur kepustakaan relevan, mencakup teori, gagasan, dan kajian kritis tentang kapitalisme serta penerapannya dalam konteks Indonesia. Data dianalisis secara kritis, terinspirasi oleh semangat filsafat Al-Hikmah Al-MutaAoalliyah dari Mulla Sadra, yang mengedepankan sintesis pemikiran secara sistematik. Temuan kemudian disajikan secara naratif untuk menonjolkan relevansi identitas budaya religius Pancasila sebagai mekanisme penyaring nilai positif kapitalisme dalam Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan nilai-nilai keadilan dan spiritualitas bangsa. HASIL DAN PEMBAHASAN Keunggulan Kapitalisme dan Kemustahilan Utopia AuAmerika Serikat adalah Benteng segala Benua,Ay kata Louis Lane Luthor,Ay Benteng kebebasan dan kesetaraan. Ay AuBentengmu dibangun di punggung seorang budak dan imigran. Dan itu belum banyak berubah, bukan?Ay balas Superman Red Son. AuKau dan ras istimewamu hidup dalam kemewahan, sedangkan rakyat dan negaramu banting tulang. Menderita. Sekarat. Ay AuAku tidak menyangkal ada celah antara mimpi Amerika dan realitas Amerika,Ay Louis Lane kembali membalas,Ay Tapi ada celah yang besar dalam visi dunia utopiamu. Ay Dialog di atas terjadi antara Louis Lane Luthor dari Amerika Serikat dengan Superman Red Son dari Uni Soviet dalam sebuah film animasi. Amerika Serikat punya mimpi kebebasan dan kemakmuran setiap individu. Mimpi-mimpi itu dibangun dengan bahan bakar kapitalisme. Sementara Uni Sovyet adalah negara yang memimpikan kesetaraan kelas oleh ideologi kapitalisme yang dianggap sebagai utopia. Komunisme telah terbukti gagal, antara lain karena sebuah utopia itu dibangun tanpa mempertimbangkan realitas nyata yang ada di depan mata. Meskipun komunisme telah tenggelam bersama runtuhnya Uni Sovyet, namun ada banyak ideologi lain yang mengusung utopia, termasuk agama yang dijadikan Namun demikian, kapitalisme juga telah menyeret umat manusia pada krisis identitas. Itu telah terjadi di beberapa negara maju. Ada banyak pegiat media sosial yang meliput tentang Jepang belakangan ini. Pertama, tentang Jepang yang desa-desanya semakin tak berpenghuni karena warganya berbondong-bondong pindah ke kota. Desa-desa yang ditinggal begitu saja bahkan ada yang mirip rumah di film zombie: horor tak berpenghuni. Kedua. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. tentang Jepang yang mengalami krisis demografi. Banyak kaum muda di Jepang memilih untuk tidak memiliki anak, bahkan tidak berkeluarga. Ketiga, banyak orang Jepang yang berbondong-bondong masuk Islam. (Jamil, 2. Tiga fenomena di atas saling berkaitan. Desa-desa yang ditinggalkan sehingga membuat penyebaran penduduk hanya terkonsentrasi di perkotaan adalah karena perkotaan memberikan akses kehidupan yang lebih mudah. Warga yang segala segi kehidupannya bergantung pada atau difasilitasi penuh oleh negara tidak punya cukup alasan untuk tetap bertahan di desa. Pendidikan, energi, pekerjaan yang terkonsentrasi di kota membuat alasan tinggal di desa menjadi Berbarengan pula, karena hidup di kota yang padat dan sibuk dengan pekerjaan, minat berketurunan menurun. Orang-orang yang memilih bertahan di desa akan mengalami usia tua, dirawat oleh negara secara terkonsentrasi, dan tidak memiliki penerus di desa, atau keturunannya memilih bertahan di kota. Jepang, sebagaimana Hongkong. Singapura, dan beberapa negara lainnya, tidak bisa melepaskan diri dari kapitalisme. Bila kapital minggat, negara runtuh. Dalam sudut pandang sistem kapitalisme, negara berfungsi sebagai petugas keagamaan dan administrasi. Negara bertugas mengurus surat-menyurat termasuk penyediaan legalitas formal. Dengan pajak yang dibayar oleh perusahaanperusahaan modal, negara bertanggungjawab menyediakan berbagai fasilitas dalam mendukung agar mesin kapital berputar lancar. Dalam sudut pandang negara, mereka bertanggungjawab melayani kebutuhan warga negara. Dalam hal ini, negara melakukan singularisasi dan simplikasi untuk memenuhi kewajiban itu. Negara menyediakan energi, gizi, kesehatan, pendidikan secara sistemik (Gostin, 2014, vi. Pola negara yang bergantung erat pada kapital membuat warga tidak punya alasan untuk tinggal berpencar dan terpencil di desa-desa. Dengan berkonsentrasi di perkotaan, segala fasilitas yang disediakan negara, termasuk pekerjaan, dapat diakses dengan mudah. Manusia-manusia dalam sistem modern hidup sebagai bagian dari roda kapital. Bila kapitalisme itu adalah sebuah mesin, manusia-manusia itu adalah mur dan baut, bagian kecil dari mesin kapital. Kepada kapital inilah Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. negara berharap agar warganya dapat dilibatkan supaya mereka mempunyai Hidup dalam sistem kapital dan negara mengurusi semua kebutuhan, pada satu sisi membuat warga bergantung mutlak pada negara. Bila sebuah sudah menganut kapitalisme murni, maka kelangsungan negara bergantung pada Jika kapitalisme ambruk, negara runtuh. Tetapi Kapitalisme adalah sistem yang paling siap untuk masa depan (Wol, 2007, . Untuk membuktikan argumentasi tersebut, terlebih dahulu perlu penjelasan tentang bagaimana warga yang bergantung pada negara kapitalisme yang menyediakan segala kebutuhan warga negara dan membuat mereka bergantung secara mutlak. Bahkan kapitalisme menjamin orang-orang yang telah lanjut usia dengan menampungnya di panti-panti atau memberikan segala kebutuhan apabila keluarga menginginkannya berada di rumah (Tian, 2021, . Dengan jaminan seperti itu, banyak warga akan berpikir tidak perlu mempunyai Banyak orang yang berhasrat memperoleh keturunan supaya ada yang merawat saat tua nanti. Tetapi dengan sistem yang dibuat negara kapitalis, orang jompo dijamin penuh oleh negara sehingga orang yang berharap anak sebagai perawat di hari tua, tidak memerlukan anak. Lagi pula, biaya hidup yang amat tinggi di negara kapitalis, membuat orang-orang berpikir secara kalkulatif murni. Meskipun sejak kehamilan, negara telah memberikan santunan, namun itu tidak akan cukup dibandingkan biaya mengurus anak sejak lahir hingga dewasa. Belum lagi masyarakat kapital yang menjadi bagian dari mesin kapitalisme tentu saja tidak punya kebanggaan sama sekali untuk memiliki anak. Mungkin mereka melihat nantinya anak juga akan menjadi mur dan baut mesin kapitalisme. Kenapa kapitalisme merupakan sistem yang paling siap untuk masa depan? Tentu saja dibandingkan rival beratnya komunisme yang telah lama mangkat, kapitalisme sebagai sebuah sistem memiliki banyak kelebihan. Di antara tokoh yang paling berperan dalam membuat kapitalisme menjadi kompatibel adalah Karl Marx. Bapak komunisme ini telah memberikan banyak peringatan mengenai dampak Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. negatif yang dapat muncul apabila kapitalisme diterapkan. Dampak-dampak itu secara perlahan ditanggulangi oleh penganut kapitalisme sehingga sistem ini terusmenerus berproses untuk menghilangkan dampak-dampak positifnya. Di antara yang paling tipikal adalah kemungkinan kapitalisme untuk membuat kekayaan menumpuk pada satu dua orang saja sementara orang lain menjadi kering Beberapa anak bermain game monopoli berhari-hari tanpa mengulang permainan dan akhirnya semua kekayaan menumpuk pada satu orang, sementara pemain lainnya mengalami kekosongan aset dan uang. Bahkan ada yang punya hutang namun sama sekali tidak mampu membayarnya. Itu merupakan salah satu gambaran dampak yang dapat muncul dari sistem kapitalisme. Kapitalisme mengatasi masalah stagnansi itu dengan membagi-bagikan Sehingga sebagaimana yang berlaku saat ini, saham-saham dapat dimiliki oleh siapa saja dalam jumlah tertentu. Bahkan banyak perusahaan yang menerapkan sistem sharing saham dengan karyawan-karyawannya. Hal ini secara otomatis membuat karyawan tidak lagi membuat karyawan sebagai kuli, namun juga menjadi pemilik perusahaan. Kelebihan terus-menerus membuatnya tidak dapat digolongkan sebagai sebuah utopia. Utopia adalah seperti mereka yang beragama dan menjadikan agamanya sebagai sebuah ideologi. Dengan imajinasi ideal agama yang dia bayangkan, segala realitas yang tampak di depan mata dijadikan sebagai keburukan yang harus dirubah sesuai dengan doktrin ideologi aliran agama garis keras yang diciptakan oleh pikirannya yang jumud. Agama yang sebenarnya dapat menjadi inspirasi dikondisikan menjadi (Zainuddin, 2. Siapapun yang beragama tidak sesuai dengan yang dia bayangkan, dianggap sesat. Beragama secara utopis ini banyak dianut para imigran di Barat. Mereka coba memaksakan budaya yang asing baginya itu mengikuti keyakinan yang dia anut. Cara beragama semacam itu kerap merugikan penganut agama lain yang sebenarnya tidak beragama seperti orang-orang garis keras itu. Orang-orang beragama semacam ini cocok dengan ungkapan pepatah: Gara-gara Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. setitik tinta, rusak susu satu belanga. Hanya gara-gara beberapa gelintir orang beragama semacam itu, umat beragama secara keseluruhan terkena imbas. Untung saja orang-orang yang mulai mampu membedakan mana umat beragama yang radikal dan mana yang toleran akhirnya menyadari bahwa cara beragama orang radikal itu bukanlah yang sebenarnya dikehendaki agama. Agama Islam misalnya, sebenarnya sejak kehadirannya agama ini selalu mengajarkan harmonisme dan menjauhi kekerasan. Karen Amstrong dalam The Lost Art of Scripture mengatakan, sebenarnya ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an yang belakangan digunakan kelompok radikal sebagai basis argumentasinya dalam mendukung intoleransi sebenarnya memiliki pemaknaan yang berbeda dengan cara kelompok radikal itu memaknai. Ayat-ayat tertentu itu oleh ulama pada masa perang salib digunakan sebagai motivasi untuk menggerakkan perlawanan atas serangan bertubi-tubi. Kekerasan bukanlah sesuatu yang inhern dalam Islam. Pada masa perang salib. Para ulama dan penguasa membutuhkan waktu empat puluh tahun untuk membangkitkan semangat kepada masyarakat muslim untuk bangkit melawan serangan pasukan salib yang telah datang berkali-kali. Hal ini menunjukkan bahwa sebelumnya tidak ada tafsir dan doktrin kekerasan dalam AlQur'an (Amstrong, 2. Yang aneh adalah, saat ini ketika negara damai, kenapa bisa muncul penafsiran-penafsiran yang mengarah pada radikalisme dan Kecerdasan manusia dewasa ini memberikan banyak dampak yang perlu Banyak di antara mereka yang telah paham bahwa kekerasan yang mengatasnamakan agama oleh sebagian muslim itu adalah karena pemahaman agama mereka yang bermasalah. Orang-orang saat ini sudah dapat mengakses langsung seperti apa ajaran Islam itu sebenarnya dan bagaimana perilaku seorang muslim seharusnya. Banyak buku pengantar Islam yang ditulis para akademisi Buku-buku tersebut menggambarkan bagaimana Islam yang sebenarnya (Amstrong, 2000. Forward, 1. Sehingga banyak orang tidak lagi melihat perilaku sebagian muslim reaksioner sebagai representasi Islam. Bahkan mereka Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. memahami bahwa perilaku-perilaku intoleran sebagian muslim itu sebenarya adalah bentuk kesalahpahaman atas ajaran agamanya. Sebab itulah, di Jepang dan Jerman misalnya, sebagaimana viral di media sosial belakangan ini, banyak orang yang masuk Islam (Oktaviani, 2. Islam dapat menjadi harapan baru bagi orang Jepang penduduk negara kapitalis lainnya. Sudah sepatutnya mereka jenuh dengan sistem kapital yang tak Kapitalisme tidak menawarkan apa-apa kecuali kamu harus bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan materi. Kapitalisme tidak dapat memberikan kebahagiaan ruhani bagi manusia. Namun manusia harus menjaga kesehatan dan kenyamanan dimensi fisiknya. Di Antara semua system ekonomi, kapitalisme telah terbukti mampu untuk itu. Namun manusia tidak hanya hidup dalam dimensi fisik namun juga dimensi psikis. Kenyamanan psikologis memerlukan keamanan materi sebagai sarana material, namun ketenangan batin juga sama-sama dibutuhkan. Dalam hal ini, agama memberikan jaminan kenyamanan dimensi batin itu ( al-Syytibi, n. , . Dengan Islam, diharapkan dapat memulihkan Jepang dan negara kapitalis lainnya dari serangan dahsyat kapitalisme. Dengan Islam, warga Negara kapitalis dapat kembali sembuh dan kembali bangkit sebagai negara yang lebih manusiawi. Pemenuhan dimensi jasmani dan dimensi ruhani merupakan keniscayaan eksistensi manusia (Kerwanto, 2015, . Islam menawarkan sesuatu yang lebih baik daripada kapitalisme(Zarkasyi, 2013, . Islam menawarkan sesuatu yang sesuai dengan naluri manusia yakni mengharapkan adanya zat yang melindungi segenap kehidupan. Dia senantiasa dapat menjadi tempat bergantung mutlak (Hanafi, 1996, . Dialah yang menjanjikan keadilan dalam dunia yang tidak pernah adil. Dialah yang menjanjikan kebahagiaan abadi. Islam menawarkan manusia untuk yakin akan janji dan kebesaran Allah. Secara khusus. Islam dapat menyelamatkan manusia dari jerat tidak hanya Jepang. Hongkong dan Singapura juga memiliki peluang untuk melepaskan diri dari jerat penuh kapitalisme. Setidaknya, dengan kehadiran Islam, jerat kapitalisme pada leher warga dapat sedikit longgar. Setidaknya jerat kapitalisme berpuluh-puluh tahun yang telah Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. melanda warga pada negara-negara tertentu yang telah merubah pandang hidup, seperti enggan memiliki keturunan karena kesibukan bekerja, tidak menyediakan waktu untuk membesarkan anak-anak. Bahkan untuk memiliki hubungan khusus dengan lawan jenis menjadi sulit, karena hubungan itu membutuhkan waktu ekstra. Sementara waktu yang ada itu telah habis untuk mengumpulkan energi esok hari untuk dari pagi hingga malam bekerja. Bekerja yang dimaksud, sebagaimana diungkapkan Superman Red Son, adalah untuk melayani kapital. Lagipula, dalam kehidupan yang telah diliputi kapitalisme hingga ke pandang hidup, memiliki anak sama dengan menyerahkan sesuatu yang sangat berharga untuk melayani Sebuah pandangan diajukan kepada seorang feminis. kenapa perlu punya anak adalah supaya kalau tua nanti, ada yang mengurus. Feminis itu marah. Katanya itu adalah alasan yang jahat. Sulit dipahami bagaimana landasan argumentasi feminis itu. Lagi pula memang mengharap anak akan mengurusi kalau tua nanti, akan sangat merepotkan anak. Seharusnya mereka dapat hidup bahagia dengan pasangan masing-masing dan fokus mendidik anak-anaknya. Kalau berada di negara kapital murni, segala kebutuhan di hari tua akan terpenuhi. Manula diurus mutlak oleh negara (Tian, 2021, . Terdapat diskusi dalam sebuah grup. Salah satu di antara mereka mengomentari bahwa alasan memiliki anak adalah agar ada yang mendoakan kalau mati nanti. Teman yang lain mengatakan, dia tidak dapat menerima alasan Menurutnya, kalau ingin selamat saat mati nanti, baiknya berbuat kebajikan saat hidup, bukan malah mengharapkan kepada anak. Kalau dua di atas tidak dapat diterima sebagai alasan untuk tidak childless, ditambah pula dengan alasan tidak perlu memiliki anak jika kelak dia hanya akan menjadi budak kapital, semakin banyak nantinya orang yang akan memilih childless, atau bahkan tidak Di kampung-kampung. Orang kaya berdoa supaya punya banyak anak agar nantinya harta mereka tidak jatuh ke tangan wali. Baiklah, itu orang kaya. Tapi orang Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. miskin malah yang banyak anaknya. Itu karena antara lain mereka belum punya kesadaran untuk mengikuti program keluarga berencana. Program itu sangat penting agar kekuatan ekonomi dapat mendukung kualitas anak, bukan hanya menambah kuantitas (Ancok, 2. Hari ini, yang memiliki kualitas pendidikan formal saja bisa tersingkir, apalagi mereka kalah dalam urusan pendidikan formal. Beberapa dekade sebelumnya, banyak orang berpikir bahwa program keluarga berencana itu bertentangan dengan agama. Alasan teologisnya antara lain, terdapat Hadis Nabi Muhammad. AuAku akan membanggakan umatku dengan jumlah mereka yang banyak. Ay Namun ternyata belakangan orang ingat Hadis lainnya dari Nabi Muhammad, lainnya. AuJanganlah kau tinggalkan generasi sesudah mu dalam keadaan lemahAy Karena sangat besar kemungkinan mereka dapat menjadi seperti Tetapi kalaupun jumlahnya tidak banyak dan kualitas pendidikannya juga baik, mungkin saja mereka dapat menjadi seperti yang dikhawatirkan Superman Red Son, yakni menjadi budak-budak kapitalisme. Berbicara perdebatan itu, yakni kembali pada dialog antara Louis Lane dan Superman, antara kapitalisme dan komunisme, sebagai perwakilan ideologi-ideologi dunia, semua telah menyaksikan bagaimana ketika kapitalisme dan komunisme memimpin negara-negara tertentu. Korea Utara dan keruntuhan Uni Soviet memang dapat menjadi argumen bahwa kapitalisme merupakan ideologi yang lebih baik. Orang-orang dapat dengan mudah mengagumi Korea Selatan dengan segala capaiannya dan merasa ngeri dengan apa yang terjadi di Korea Utara. Komunisme memang tidak menghendaki adanya kekayaan yang dikuasai segelintir orang. Mereka ingin kekayaan itu terdistribusi secara merata. Semua orang dikehendaki memiliki kekayaan setara. Kepemilikan pribadi sangat dibatasi. Semuanya harus dikuasai negara. Namun pertanyaannya adalah, mampukah komunisme menghasilkan kekayaan? Jawabannya mampu. Banyak orang mengetahui berbagai capaian Uni Soviet yang memiliki banyak keunggulan pada sisi tertentu dibandingkan Amerika Serikat. Tetapi, sebagaimana ungkapan Louis Lane, komunisme itu memang merupakan sebuah utopia. Apapun jenisnya, utopia memang tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 11 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Bahkan kejamnya utopia adalah ia tidak memberikan kesempatan kepada penganutnya mengukur capaian, dilarang mengevaluasi kegagalan-kegagalan. Hasilnya seperti yang terjadi pada Uni Soviet: Tiba-tiba ambruk. Komunisme lebih rentan dibandingkan sistem monarki. Penguasaan segala modal oleh negara sama saja penguasaan tunggal oleh satu pihak. Sistem demikian sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat dikhawatirkan Karl Marx. Dengan demikian, komunisme menjadikan apa yang paling dikhawatirkan atas kapitalisme sebagai landasan sistem praktik. Tetapi apakah kapitalisme itu baik? Jawabannya tidak. Tetapi sebagaimana yang disampaikan Martin Wolf, tidak ada sistem yang lebih baik daripada Kapitalisme itu tidak baik, tetapi tidak ada yang lebih baik darinya (Wol, 2007, . Indonesia sendiri telah mengalami bagaimana kapitalisme telah membantu masyarakat dan negara untuk tumbuh. Setelah Orde Lama lumpuh akibat kisruh politik tanpa henti, akhirnya masyarakat sadar bahwa waktunya mempertahankan semangat revolusi perlu ditindaklanjuti dengan adanya pembangunan, yang diawali dengan mengisi perut rakyat seluruhnya. Tidak dapat dimungkiri, meskipun bukan negara kapitalis. Indonesia telah melewati masa sulit dengan hadirnya kapitalisme yang dibawa oleh Orde Baru (Robison, 2009, . Kapitalisme yang hadir di Indonesia telah merenggut banyak hal seperti kemandirian ekonomi untuk beberapa sektor. Misalnya dahulu dengan memiliki tanah hanya setengah hektar, seorang kepala keluarga dapat menghidupi satu keluarga bahkan untuk mendapatkan kesehatan dan pendidikan yang meskipun tidak dapat dikatakan cukup, tetapi hampir cukup. Namun ketika kapital masuk, tanah-tanah dikuasai perusahaan-perusahaan. Siapa yang kuat dialah yang Banyak yang tidak memiliki tanah, harus bekerja pada pemilik modal. Hidup secukupnya, persis seperti yang dikhawatirkan Superman Red Son. Tetapi setidaknya masyarakat bisa hidup. Daripada hidup dibawah komunisme: statusnya tetap juga sama yakni bekerja hanya cukup untuk makan. Hal ini, tidak ada bedanya antara kolonialisme dan kapitalisme. Tetapi hidup di bawah komunisme tidak dapat Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. dikatakan sebagai kehidupan dalam arti yang sebenarnya. Hidup di bawah komunisme lebih layak disebut sekarat. Orang-orang hidup dibawah bayangbayang. selalu dihantui rasa cemas dan takut (Poeze, 2011, . Komunisme itu Banyak terjadi pembantaian dan pembunuhan terhadap mereka yang tidak setuju dengan ideologi tersebut. Komunisme itu seperti orang yang ekstrem dalam Utopia agama juga sama bahayanya dengan komunisme. Ia hendak menciptakan suatu tatanan ideal sebagaimana dibayangkan oleh aktor tertentu yang dianggap otoritatif oleh kelompok radikal (J. A, 2006, . Imajinasi ideal itu juga muncul pada setiap anggota dengan anggapan bahwa tatanan ideal itu sama namun sebenarnya itu merupakan imajinasi masing-masing. Buktinya, ketika sebuah gerakan dimenangkan oleh kelompok utopis, masing-masing mereka memiliki pemahaman yang berbeda atas tatanan yang hendak diterapkan. Imajinasi negara Islam berbeda-beda oleh setiap tokoh utopis. Lenin punya imajinasi komunisme yang berbeda dengan Stalin. Sebab itulah, baik dalam komunisme maupun utopia agama, sistem politik yang lazim diterapkan adalah monarki (Muqtada, 2017, . Baik komunisme maupun islamisme, sama-sama telah terbukti tidak mampu menjadi sistem ideologi yang dapat diandalkan dalam dunia modern. Komunisme tidak dapat memberikan peluang kepada individu untuk berkembang. Demikian juga islamisme tidak dapat menyediakan keterbukaan dalam berelasi. Padahal, dalam kehidupan modern, kebebasan individu dan keterbukaan menjadi kebutuhan utama manusia. Sebab itulah negara yang bersandar pada komunisme dan islamisme tidak dapat berkompetisi pada jaman modern. Lihat saja negara-negara yang menjadikan Islam sebagai ideologi negara, terisolir dalam konstalasi dunia. Arab Saudi menyadari dilema ini, sehingga karena ingin melesat jauh, negara tersebut secara perlahan mulai mengembalikan agama kepada pribadi masyarakat. Negara yang menjadikan agama sebagai ideologi berarti menjadikan utopia sebagai pandang hidup. Padahal jangankan negara, seorang individu saja yang hidup dalam utopia, akan mengalami stagnansi dalam berkehidupan. Menjadikan apa yang dibayangkan sendiri sebagai prinsip, sementara dia hidup dalam dunia yang Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 13 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. dinamis akan menghasilkan kemustahilan (Demant, 2006, . Mengenai bagaimana imajinasi ideal, setiap orang memiliki imajinasi yang berbeda atas sebuah utopia yang dianggap sama. Modernis dan Utopis Dalam sejarah. Islam modern menghasilkan kualitas yang melampaui Kualitas manusia demikian telah dihasilkan oleh Sumatera Thawalib. Normaal Islam Institute. Madrasah Khairiyah, dan lainnya (Miswari, 2024, 41Ae. Namun kualitas-kualitas itu kini seperti lenyap ditelan bumi. Padahal kualitas modernis seperti itulah yang dibutuhkan saat ini. Ke mana modernis Indonesia yang hebat itu? Sebagian diantara mereka akhirnya bermuara pada Konstituante yang gagal itu. Kenapa gagal, karena memang bukan itu muara asli modernisme Islam. Muara modernisme Islam bukan pada Natsir melainkan Nurcholish Madjid, bukan pada Adian Husaini dan Abdul Qadir Djaelani melainkan pada Utomo Dananjaya dan Dawam Rahardjo. Modernisme Islam tidak bermuara pada konstitusionalisasi agama namun kembali pada esensi agama yang mengharmonikan antara religiusitas, kemanusiaan, keadilan, kemajemukan, demokrasi, dan egaliter (Gaus, 2010, . Pada negara-negara yang telah terjerat habis oleh kapitalisme sebagaimana ungkapan Superman Red Son, agama memang dapat menjadi suatu alternatif untuk sedikit mengendurkan jeratan itu. Kenapa Islam menjadi pilihan? Padahal terdapat agama lainnya seperti Hindu atau Kristen. Antara lain itu karena Islam pada jaman modern berhasil mempertahankan rasionalitasnya. Sekaligus Islam hadir sebagai agama yang praktis dan tepat berada dalam sistem kapitalisme. Hal ini kurang lebih pemikir besar itu mengatakan bahwa Islam dapat eksis pada sistem apapun kecuali komunisme (Akhtar, 2002, . Islam dapat hadir kapanpun dibutuhkan dan tidak menuntut terlalu banyak. Hal ini karena Islam memiliki banyak tingkatan pengetahuan dan pengamalan. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Setidaknya dengan pandangan spiritual keagamaan Islam, masyarakat kapital punya alternatif pandang hidup. Misalnya etika hendak berpikir untuk apa memiliki keturunan, bukankah mereka nantinya juga dapat menjadi budak kapital. Islam datang dengan tawaran bahwa anak keturunan itu adalah kebanggaan dan kita butuh generasi penerus yang dapat mengenang bahwa kita pernah hidup, setidaknya ada orang yang benar-benar menghargai kehidupan kita. Dengan syarat, perhatian perlu diberikan kepada anak agar mereka dapat tumbuh dengan memiliki pandang hidup religius sekaligus dalam kehidupan sehari-hari memiliki target untuk menghasilkan kesejahteraan hidup. Islam yang dipelajari secara sistematik dapat menghindarkan dari pandangan hidup sekularisme dan fundamentalisme. Untuk itu, baik Jepang maupun negara-negara kapital lain seperti Jerman dan Prancis yang menerima Islam sebagai alternatif, perlu memiliki pedoman beragama yang berada pada jalan tengah (Rezi, 2. Banyak masyarakat Eropa yang gerah dengan imigran Timur Tengah dan sekitarnya yang tidak dapat beragama secara proporsional. Seharusnya mereka memiliki prinsip di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Peribahasa ini bukan berarti hendak menanggalkan Islam bagi Muslim imigran di Eropa. Namun sebenarnya cara beragama banyak muslim imigran itu yang perlu diperbaiki. Bukan agamanya yang bermasalah, melainkan cara beragama para imigran itu. Mereka mengira cara beragama literalistik dalam masyarakat homogen di negara asal merupakan satu-satunya cara beragama (Fatoni, 2. Masyarakat Muslim membuang kapitalisme. Karena semua orang paham bahwa sistem itu telah menyelamatkan banyak negara dari keruntuhan. Kapitalisme merupakan sistem yang stabil dalam dunia modern. Lagipula sistem itu turut berperan mengangkat Indonesia dari keterpurukan yang pernah melanda. Namun manusia tidak dapat hidup hanya dengan pandang material dan logika material. Itu bertentangan dengan kemanusiaan itu sendiri. Sejak akhir 1980an dan populer pada 2000an, perusahaan-perusahaan menerapkan emotional-spiritual quotient. Dan dampaknya cukup besar dalam rangka meningkatkan produksi akibat kesehatan mental karyawan yang sangat berkembang. Hasilnya perusahaan memeroleh Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 15 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. keuntungan luar biasa meningkat. Bila dalam sebuah perusahaan saja, kehadiran program peningkatan mental-spiritual dapat meningkatkan produktivitas, bagaimana lagi bila hal itu terjadi dalam kehidupan masyarakat dalam keseluruhan satu negara. Sebab itulah Islam layak menjadi alternatif pandang hidup bagi negaranegara kapital seperti Prancis. Jepang. Jerman, dan bahkan mungkin negara-negara lainnya seperti Singapura (Khobir, 2. Perlu ditekankan kembali bahwa Islam yang diharapkan adalah wajah yang ramah dan berpegang pada jalan tengah (Azra, n. , . Dalam hal ini. Islam Nusantara sangat tepat untuk diproyeksikan bagi negara-negara kapital itu. Seorang pemikir di Indonesia mengatakan. Protestan adalah agama yang paling rasional. Sementara Islam itu mirip seperti kembali kepada Judaisme. Namun negara kapital tidak terlalu membutuhkan agama yang berorientasi rasionalisme. Rasionalitas kapital itu sudah berlebihan. Karena memang yang dibutuhkan masyarakat dalam kapitalisme adalah sedikit ruang alternatif. Ruang itu adalah alternatif itu merupakan suatu pelarian sementara dari kesemrawutan kapitalisme. Ruang dimaksud adalah liburan sejenak pada sebuah oase, liburan dari keringnya Tetapi yang kering itulah yang mampu menyokong kehidupan modern. Dan Islam kompatibel sebagai ruang dimaksud. Sebenarnya Islam kompatibel menjadi ruang pelarian sementara bagi kehidupan modern yang amat kering (Nasr, 2001, . Bahkan implikasi dari spiritualitas, etika, dan pandang hidup alternatif dari pandangan Islam mampu menjadi pelumas mesin kapital. Selama ini banyak orang hanya mengenal Islam sebagai sebuah sistem yang hendak menguasai kehidupan manusia secara Namun pandangan itu sebenarnya karena mereka melihat Islam sebagai ajaran yang memiliki panduan sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Namun sebenarnya dalam perspektif tertentu, holistisitas Islam itu berlaku bagi individu manusia, bukan sebagai sistem. Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa, ''Kalian lebih mengetahui urusan duniamu. '' Itu artinya dalam berkehidupan, manusia perlu membuat sistem sesuai dengan realitas dan Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. posibilitas yang tersedia. Dalam hal ini, dalam urusan politik bahkan ekonomi. Islam membebaskan manusia menyusun secara bersama konsensensus yang dibutuhkan. Apapun hasil konsensus, bila itu bermanfaat bagi kehidupan manusia, itulah yang sejalan dengan pandang hidup Islam. ''Kebijaksanaan adalah harta yang hilang dari umat Islam,'' kata Sayyidina Ali, ''Di manapun kalian mendapatkannya, maka '' Maksudnya adalah, bila manusia dalam kehidupan praktisnya berhasil menyusun kesepakatan-kesepakatan yang mengarah pada kemaslahatan, maka itulah jalan Islam dan Allah meridai serta menjadi saksi atas kesepakatankesepakatan yang dibuat. Cara pandang ini berdasarkan pada kepercayaan besar yang diberikan Allah kepada manusia. Manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah (Mahmud, 2. Menjadi khalifah bagi dirinya, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya, dan bagi negaranya. Kasus jalan menuju maslahat yang dihasilkan umat Islam paling mudah ditinjau dalam sudut histori adalah lahirnya Pancasila sebagai dasar negara (Latif, 2021, 635Ae. Negara dimaksud adalah negara yang memiliki warga negara muslin mayoritas dan bahkan pada negara tersebutlah terdapat populasi umat Islam terbesar di dunia. Pancasila sebagai kesepakatan umat Islam terbesar di dunia menjadi sempurna ketika kesepakatan itu ditetapkan bersama umat beragama lainnya seperti Kristen. Hindu. Budha. Ini merupakan kesepakatan terbesar umat Islam setelah Piagam Madinah yang dirumuskan Nabi Muhammad bersama Muhajirin. Ansor, yang melibatkan Muslim. Kristiani, dan Yahudi. Indonesia akan menjadi negara sangat kuat karena di sini merupakan negara yang berlandaskan pada sebuah kesepakatan besar umat Islam bersama umat lainnya. Sejarah telah menunjukkan bagaimana umat Islam hanya dapat menjadi kuat ketika mereka bersama umat lainnya secara bahu-membahu membangun kebudayaan. Apa yang terjadi di Madinah dan Abbasiyah merupakan bukti historis yang tidak dapat Islam menjadi kuat dan berhasil membangun masyarakat kosmopolit ketika mereka menjadi sangat terbuka. Ini yang terjadi dan akan terus terjadi di Indonesia, sebagaimana pernah terjadi di Madinah. Baghdad, dan Kutaraja (Miswari, 2022, 86Ae. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 17 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Di Baghdad pada masa puncak kejayaan Abbasiyah, ilmu pengetahuan yang maju berhasil membangun kebudayaan yang besar (Laugu, 2005, . Di sana pada masa itu, umat Islam bersama Yahudi dan Kristiani saling menyokong dalam memajukan perekonomian, ilmu pengetahuan, politik, pendidikan dan sebagainya. Bahkan pada masa itu, kajian agama bersifat terbuka. fikih, teologi, filsafat, mistisisme, secara bersama saling berdialektika sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan dan peradaban yang sangat maju. Sementara hari ini, pandang dunia dan pandang agama dalam negara-negara muslim dimonopili hanya oleh sudut pandang fikih dan sedikit teologi dengan dalih punya mistisisme pula sebagai Namun kedok mistisisme artifisial yang dibangun itu tampaklah wujud aslinya dengan terbangunnya ekslisivitas akut dalam beragama dan pembangunan pandang dunia. Semua tafsir agama dimonopoli aliran fikih dan lebih sempit lagi, dimonopoli oleh aliran fikih tertentu. Bahkan pada beberapa negara, satu mazhab diakui sebagai mazhab resmi negara sehingga mazhab-mazhab lainnya dianggap Bila Indonesia ingin benar-benar mencapai puncak kemajuan, aliran tertentu atau mazhab tertentu tidak boleh mendominasi apalagi dijadikan aliran dan mazhab Bila itu terjadi. Indonesia perlu bersiap-siap menjadi negara yang menghadapi status quo dan terisolir dalam kancah global. Padahal dengan segala potensi dimiliki. Indonesia terbuka jalan lebar di depan mata untuk mendominasi perpolitikan dan ekonomi global. Bila itu terwujud, maka berarti ideologi Pancasila yang telah menjadi dasar berbangsa dan bernegara telah menghasilkan makna yang Negara harus mampu merumuskan pandang agama yang benar-benar sejalan dengan Pancasila. Segala agama yang ada di Indonesia perlu bersepakat membangun tafsir yang sesuai dengan esensi Pancasila. Hasbi Ash-Shidiqie misalnya, pernah membangun Islam mazhab Indonesia (Shiddiqi, 1. Rumusan ini bertujuan membangun karakter Islam yang sesuai dengan pandang hidup Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. masyarakat Muslim Indonesia. Namun paradigma itu perlu disempurnakan agar kita mampu membangun Islam Pancasila sebagai pandang hidup. Sejatinya esensi Pancasila itu memang sejalan dengan agama Islam agamaagama lainnya di Indonesia. Untuk itu, tidak hanya Islam, agama-agama lainnya juga perlu membangun tafsir agama yang sejalan dengan Pancasila. Agama Pancasila bukan berarti mensubordinasi agama ke dalam Pancasila, melainkan pembangunan makna-makna agama yang sejalan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatu, demokrasi, dan keadilan (Karim, 2. Sukarno pernah mengatakan bila menjadi muslim, jangan jadi orang Arab. Bila menjadi orang Kristen, jangan menjadi orang Eropa. bila menjadi Hindu, jangan menjadi orang India. Karena memang dalam pandang agama Pancasila, kita perlu cerdas memaknai esensi agama. Terdapat daerah tertentu dan organisasi tertentu, menetapkan Ahlu Sunnah wal Jamaah sebagai landasan teologi. Namun persoalannya adalah. Ahlu Sunnah wal Jamaah mana dan tafsiran siapa atau kelompok apa yang dimaksud? Masalahnya adalah aliran tertentu itu telah ditafsirkan sedemikian rupa oleh kelompok tertentu dan bahkan oleh orang tertentu. Dahulu aliran yang disebut Ahlu Sunnah wal Jamaah merupakan sebuah aliran yang terbuka dan membebaskan. Ragam dialektika ilmu pengetahuan tumbuh subur di dalamnya. Bahkan, di Aceh misalnya, aliran tersebut juga dianut oleh pengikut wahdatul wujud. Namun belakangan aliran Ahlu Sunnah wal Jamaah telah tersegmentarisar sedemikian rupa sehingga meskipun diakui sebagai aliran yang toleran dan mengambil jalan tengah, tetapi telah mengarah menjadi ideologi tertutup. Bahkan oleh kelompok tertentu, banyak yang mengaku Ahlu Sunnah wal Jamaah, tetapi suka mengkafirkan kelompok-kelompok lainnya, bahkan yang juga mengaku Ahlu Sunnah wal Jamaah. Tentu saja cara beragama semacam ini berpeluang menghambat toleransi dan Sehingga, jangankan untuk ditawarkan ke dunia luar, di Indonesia sendiri pemahaman atas makna dan esensi ajaran Ahlu Sunnah wal Jamaah masih perlu diperbaiki sehingga dapat kembali menjadi ajaran yang terbuka dan toleran sehingga mampu menjadi landasan kepercayaan yang mudah diterima siapa saja dan terbuka bagi siapapun. Ahlu Sunnah wal Jamah semacam inilah yang Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 19 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. dianut masyarakat Aceh pada abad kelima belas sehingga mampu menjadikan Aceh sebagai negeri yang terbuka dan kosmopolit (Lombard, 1965, 491Ae. Kini terjadi krisis pemahaman esensial atas ajaran Ahlu Sunnah yang Ahlu Sunnah wal Jamaah telah dimaknai sedemikian rupa. Ahlu Sunnah hari ini telah dipegang oleh kelompok tertentu dan apapun yang muncul selain dari pandangan kelompok itu dianggap menyimpang dari Ahlu Sunnah wal Jamaah. Dengan pemahaman agama yang telah terkodifikasi sedemikian rupa. Sehingga bila hendak mengajukan diri sebagai penyeru bagi masyarakat dunia, pemahaman yang benar terhadap Ahlu Sunnah wal Jamaah perlu diperbaiki terlebih dahulu. Masih bisakah sikap tertutup dalam beragama ditinjau ulang? Mengingat, meskipun tren radikalisme di Indonesia telah menurun, namun masyarakat yang menolak radikalisme itu dihadapkan pada radikalisme dalam dirinya sendiri yakni sikap diskriminatif terhadap ajaran-ajaran selain dari kelompok mereka. Sikap negatif itu antara lain terbentuk melalui semacam pembalasan atas kelompokkelompok lain dengan mengoptimalkan peluang aji mumpung yang dimiliki dengan menomorsatukan kelompok mereka sendiri dalam berbagai akses. Sikap demikian perlu ditinggalkan. Kedewasaan bersikap dan bertindak amat diperlukan, mengingat sudah saatnya Islam Indonesia yang merupakan cara beragama paling moderat sudah saatnya dieksternalisasikan. Dunia modern yang semakin kering dari spiritualitas dan moralitas memerlukan Islam Indonesia sebagai alternatif. Mungkin saja Ahlu Sunnah wal Jamah yang benar-benar inklusif sebagaimana pernah menjadi arus utama di Aceh Darussalam dari Masa Ali Ri'ayat Shah hingga Iskandar Muda tidak dapat dikembalikan. Tetapi setidaknya Islam Pancasila perlu dirumuskan sehingga dapat menjadi alternatif bagi dunia modern. Bila Islam semacam ini tidak berhasil diterima secara masif, maka modernitas yang dilingkupi kapitalisme akan menghasilkan kebebasan tanpa arah dan ovellaping dari potensi dan batas kemampuan manusia, akibatnya sebagaimana tampak pada sebuah tayangan di media sosial tentang kaum muda yang bertingkah seperti zombie di pinggir jalan-jalan di New York. Kita tidak ingin kekhawatiran Superman Red Son Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. terus terjadi. Di Jepang mungkin sudah menjadi fenomena yang biasa ketika ada orang yang menjerit-jerit di pinggir jalan atau di tempat kerja akibat stres berlebihan yang katanya akibat beban kerja yang terlalu tinggi. Peristiwa-peristiwa semacam itu tidak boleh terjadi lagi. Dan Islam Indonesia harus menjadi solusi. Kapitalisme perlu diimbangi pandang dunia Islam Indonesia yang ramah, terbuka, dan lembut. Signifikansi Ideal (Islam Tradis. dan Pragmatis (Kapitalism. Berintegrasi Islam tradisi yang telah kembali menjadi arus utama memang merupakan satu model beragama terbaik yang ada. Model ini mengajarkan Islam jalan tengah sehingga menghindari dua titik ekstrem dalam beragama yakni liberalisme pada satu sisi dan radikalisme pada sisi lain (Junaidi & Ninoersy, 2. Mereka punya kualitas keagamaan yang cukup karena telah mempelajari agama sejak dini secara sistematis kepada guru-guru otoritatif (Arrauf Nasution et al. , 2. Pengalaman ini membuat mereka tidak menjadi reaksioner. Tuntutan-tuntutan modernitas juga dapat diatasi secara memadai. Mengingat, hal-hal modern itu hanya menuntut skil tertentu yang dapat dipelajari dengan mudah dan cepat melalui kursus-kursus dan pelatihan singkat. Selanjutnya keahlian pada bidang-bidang modern masing-masing didalami sambil jalan (Fahmi Arrauf Nasution et al. , 2. Namun sikap kelompok tradisional kepada kelompok modernis terkadang terlalu berlebihan. Sikap demikian itu di lapangan tampak hanya sebagai bagian dari kompetisi untuk mengisi pos-pos yang tersedia. Karena memang sebagian besar kelompok modern itu tidak punya pretensi radikal meskipun sebagian mereka memiliki sikap Modernis memang telah kehilangan momentumnya, mengingat kehadiran mereka sejak awal abad kedua puluh adalah untuk merespon perkembangan pikiran Barat. Modernis generasi awal memiliki kecakapan yang memadai karena menguasai kajian keagamaan secara mendalam. Namun belakangan modernis yang eksis adalah mereka-mereka yang mengkaji agama secara sangat instan dan Sebab itulah sebenarnya mereka kurang cocok untuk maju sebagai Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 21 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. penyuluh agama di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, meskipun pos-pos urban telah banyak diisi kelompok tradisional, kelompok modern juga masih eksis dalam berbagi ruang (Miswari, 2023, 66Ae. Bisa saja dominasi kelompok tradisional yang bermunculan hanya merupakan gejala temporer yang terbentuk oleh situasi tertentu. Mungkin juga mereka menjadi penguasa arus utama karena kelompok modernis telah surut energinya akibat kehabisan bahan bakar. Adapun bahkan bakar yang memicu kebangkitan modernis abad lalu adalah karena mereka punya orientasi yang jelas yakni mengantisipasi perkembangan sekularisme dan kapitalisme. Namun karena kapitalisme dan modernisme itu telah tak terbendung dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat, modernis mulai kehilangan visi. status quo (Miswari, 2. Tradisionalis juga kemungkinan dapat kehilangan dominasinya apabila mereka coba membendung modernisme yang mana energi utamanya adalah Bila tradisionalis mencoba berhadapan langsung dengan kapitalisme, mereka juga akan ikut terseret arus dan hilang begitu saja kecuali hanya bertahan pada pos-pos tertentu secara lokalistik sebagaimana yang mereka alami abad lalu. Namun tradisionalis punya potensi besar untuk bertahan karena mereka punya bekal keagamaan yang lebih sistematis. Dalam pembelajaran agama yang rigid dan sistematik, seorang tradisionalis dapat memahami bagaimana membedakan antara yang sakral dan mana yang profan. Tradisionalis adalah kelompok yang pandai dalam menentukan prioritas. Bekal ini dapat menjaga tradisionalis untuk beradaptasi dengan kapitalisme. Hanya dengan kemampuan membedakan dimensi sakral dan dimensi profan, seseorang atau satu kelompok dapat hidup di masa Dan Islam sangat berpihak pada kesejahteraan manusia di masa depan. Islam merupakan agama yang mendukung modernitas (Madjid, 2008, 300Ae. Masyarakat modern di masa depan berada di tangan kapitalisme. Adapun kapitalisme adalah realita, nyata di depan mata. Hampir tidak ada manusia yang dapat menghindarinya. Siapapun yang tidak dapat bernegosiasi dengan kapitalisme Setiap Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. mengharmoniskan diri dengan realita. Hal ini berlaku pada setiap bidang termasuk sepak bola. Penggemar sepak bola tentu ingat bagaimana Manchester United terseok-seok pasca ditinggalkan Sir Alex Ferguson. David Moyes yang direkomendasikan sebagai pengganti coba membangun ideologi tim dengan merekrut beberapa pemain muda. Tujuannya agar ideologi tim terbangun. Pembangunan ideologi sebuah tim tidak dapat terwujud dalam waktu dekat. Sebab itulah Manchester United di tangan Moyes hanya mampu finish di peringkat ketujuh klasemen akhir Liga Inggris. Itu adalah posisi terburuk yang dialami MU sejak puluhan tahun menjadi langganan papan atas Liga Inggris. Posisi Manchester United yang amat terpuruk itu tentu saja membuat fans gerah. Mereka tidak peduli apakah Moyes akan membangun ideologi baru untuk tim. Yang mereka inginkan adalah kesebelasan favorit mereka menjadi juara liga atau setidaknya masuk Liga Champions. Pengalaman semacam ini juga pernah dialami Frank Lampard saat melatih Chelsea. Sekalipun sedang membangun ideologi tim, perlu pragmatisme. Dalam hal ini, kapitalisme harus bekerja proaktif. Lihatlah Real Madrid pasca juara Liga Champions tiga kali berturut-turut. Meskipun sedang membangun ideologi baru dengan membeli para pemain muda seperti Camavinga. Thcouameni. Bellingham, mereka terus memanfaatkan jasa pemain siap pakai seperti Kroos dan Modric. Ideologi atau keyakinan memang diperlukan untuk membangun filosofi sehingga kukuh sebagai sebuah identitas berkarakter. Ideologi sebuah tim diperlukan untuk menghasilkan mentalitas tinggi dan disegani. Namun ideologi itu tidak akan mengarah kemanapun bila tidak membuka mata terhadap realita. Realitas sebuah kesebelasan adalah mereka harus memuaskan fans dan meraih gelar. Sementara itu, hanya larut dalam kapitalisme namun melupakan ideologi juga bermasalah. Sebab itulah Paris Saint-Germain sulit menjadi juara Liga Champion. Karena mereka hanya fokus menjadi klub yang menampung para pemain yang telah meraih berbagai gelar, pemain yang telah puas dengan capaian-capaian namun masih menginginkan klub yang mampu membayar gaji tinggi. Sementara itu Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 23 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. PSG melupakan dimensi ideologi. Mereka begitu mudah melepaskan atau membiarkan tidak berkembang para pemain muda. Cara paling tepat adalah dengan bernegosiasi. Lihatlah Barcelona pada era meskipun memberi atensi tinggi pada pembangunan ideologi tim dengan menjadikan Iniesta. Xavi. Busquets, dan Messi sebagai jantung pernainan, mereka juga tidak menutup diri untuk merekrut para pemain siap pakai seperti Samuel EtoAoo. Fabregas. David Villa, dan Suarez. Dalam hal menjaga ideologi bangsa sekaligus membuat negara menjadi maju, keputusan-keputusan mirip dengan menangani tim sepak bola perlu diambil. Seiap tim perlu membangun filosofi permainan sekaligus bersiap menghadapi tantangan di depan mata. Prosesnya harus dengan menjaga keseimbangan antara penumbuhan identitas dan kesiapan Identitas Budaya Religius Pancasila Sebuah negara dikenal melalui identitas kebangsaannya. Singapura dikenal sebagai negara kapitalisme karena tidak ada yang lebih tipikal dari negara tersebut selain kemajuannya dalam bidang perdagangan. Meskipun luasnya hanya seukuran Kota Lhokseumawe, tetapi Singapura populer di mata dunia. Jika seseorang ditanyai, apa kesan dia tentang Singapura? Akan dijawab, kemajuan ekonominya. Itu bisa dibuktikan dengan bandar udara dan bandar lautnya yang sibuk. Bandarbandar lainnya juga sibuk termasuk bandar digital. Apabila seseorang mendengar kata 'Singapura', manakah yang lebih tipikal padanya? Negeri Melayu atau negara kapital. Saya yakin citra yang lebih menonjol bagi Singapura adalah eksistensinya sebagai negara kapital. Padahal awalnya Singapura adalah sebuah negara Melayu sama seperti Brunei Darussalam dan beberapa negara Melayu lainnya. Singapura kehilangan identitas Melayunya karena telah tersera penuh oleh kapitalisme. Dengan cara itulah Singapura dikenal sebagai negara maju dan memiliki wibawa di mata dunia. Sebaliknya Brunei Darussalam merupakan sebuah negara yang teguh mempertahankan identitasnya yakni Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. identitas Melayu. Apakah hasilnya, apakah kehilangan identitas . akni identitas Melay. membuat Singapura merugi? Apakah mempertahankan identitas Melayu membuat Brunei Darussalam beruntung? Jawaban untuk pertanyaan tersebut tergantung pada seperti apa perspektif yang diinginkan. Bila perspektifnya adalah kesejahteraan rakyat, maka dengan kapitalismenya. Singapura tidak terlalu berhasil membuat masyarakatnya Demikian juga dengan mempertahankan identitas Melayunya, tidak pula membuat Brunei menjadikan rakyatnya merugi. Tetapi apa sesungguhnya yang dimaksud keuntungan bagi rakyat sebagai warga negara? Sebagai rakyat atau warga, yang mereka inginkan adalah keamanan dan Keduanya mungkin dapat dipenuhi oleh Singapura maupun Brunei Darussalam. Warga Singapura dapat hidup berkecukupan dalam sistem kapital. Mereka memiliki gaji lima ribu dolar yang dihabiskan untuk membayar cicilan apartemen, cicilan mobil, kebutuhan rumah tangga, pergi liburan, dan menyekolahkan anak. Warga Brunei Darussalam juga dapat hidup berkecukupan melalui berbagai tunjangan dari kerajaan dan hasil bekerja, serta memiliki waktu yang cukup untuk berpantun dan beribadah. Bagi Singapura, kebudayaan Melayu cukup untuk berada di museum, lembaga budaya, dan pementasan budaya. Sementara bagi Brunei Darussalam, kapitalisme cukup dengan berada di lingkungan istana dengan cara dilokalisir dalam bentuk furnitur, kendaraan, dan beberapa hal Dari sisi kebahagiaan sebagai warga, mungkin dapat dikatakan warga Brunei Darussalam lebih berkualitas daripada warga Singapura yang berada dalam cengkeraman kapitalisme. Namun sebagai warga negara, warga Singapura dapat dikatakan lebih dapat membanggakan diri. Karena mereka merupakan bagian esensial dari sebuah negara maju yang disegani. Dalam hal ini, indikator sebagai warga saja tidak cukup, melainkan harus utuh yakni sebagai warga negara. sebaliknya meskipun sehari-hari hidup dalam kenyamanan, sebagai warga negara, menjadi warga negara Brunei Darusalam tidak ada yang bisa dibanggakan. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 25 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Perbandingan antara identitas tradisi budaya sebagaimana Brunei Darussalam dan identitas kapital sebagaimana Brunei Darussalam perlu mendapatkan perhatian dalam rangka pembangunan identitas Indonesia masa Mengidentifikasi identitas Indonesia tidak semudah mengidentifikasi identitas Brunei Darussalam. indonesia tidak hanya terdiri dari kebudayaan Melayu namun juga Jawa. Sunda. Minang, dan ratusan kebudayaan lainnya. indonesia juga terdiri dari sejumlah agama yang dianut seperti Islam. Katolik. Hindu. Protestan. Budha. Konghuchu, dan ragam kepercayaan lokal. Semua identitas ini disatukan dalam sebuah identitas Pancasila. Pancasila adalah pandang dunia masyarakat Indonesia yang majemuk. Sayangnya identitas ini tidak diresapi oleh masyarakat secara menyeluruh. Sebuah pandang dunia itu perlu diterjemahkan dalam sebuah pandang hidup agar agar norma Pancasila itu dapat berlaku dalam masyarakat. Ada banyak problem mengenai tidak berlakunya Pancasila sebagai pandang hidup, apalagi munculnya norma Pancasila. Pancasila secara kognitif telah diajarkan dalam buku ajar sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Namun karena merupakan nilai yang amat abstrak. Pancasila sebagai pandang dunia kiranya dapat diterjemahkan secara berbeda dalam setiap kebudayaan sehingga setiap masyarakat Indonesia dalam budaya yang berbeda, masing-masing dapat memiliki pandang dunia Pancasila, sehingga memungkinkan mereka untuk menerapkan etos Pancasila yang integral dengan kebudayaannya. Selama ini Pancasila hanya diterjemahkan secara tunggal dan tersentralisasi sehingga hanya masyarakat dalam budaya tertentu saja yang memiliki pandang hidup Pancasila, dan hanya mereka yang dapat menghidupkan etos Pancasila. Problem lainnya yang menyebabkan etos berbasis Pancasila tidak dapat diterapkan secara menyeluruh adalah pemahaman agama, khususnya oleh mereka yang beragama Islam dan tidak dapat menemukan nilai esensial dari agamanya, tidak dapat menemukan harmonisme agama dan Pancasila. Padahal Islam sendiri hanya menuntut pengamalan agama itu bagi yang berakal sehat saja. Agama hanya Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. berlaku bagi mereka yang berakal, alias telah menjadi manusia. artinya, seseorang harus terlebih dahulu menjadi manusia, berulah perlu menjalankan tuntunan Persoalan keagamaan yang terjadi di Indonesia adalah, belum lagi seseorang memenuhi kriteria kemanusiaan, sudah merasa ahli dalam urusan agama. Seharusnya kelompok manusia yang sejak kecil berfokus pada urusan capaian duniawi lalu setelah berhasil menjadi pilot, polisi, tentara, insinyur, dan berbagai cita-cita yang digambarkan waktu sekolah dasar, ketika sudah mapan dalam urusan dunia lalu teringat hidup akan mati dan mati akan penting taat agama, baiknya menyibukkan diri dalam mempelajari agama, bukan merasa ahli dalam urusan agama. Idealnya agama dipelajari sejak kecil secara sistematis kepada ahli yang punya sanad ilmu agama yang jelas, sehingga ketika dewasa, urusan-urusan agama telah dikuasai. Dengan demikian agama dapat menjadi basis inspirasi dan pedoman nilai yang integral dengan pandang Pancasila. Orang yang belajar agama secara sistematis kepada guru bersanad sejak kecil, sudah cukup bekal keagamaannya dan bahkan nilai-nilai agama telah eksis dalam jiwanya. Dengan demikian mereka dapat fokus pada urusan-urusan profan dan paham bagaimana mendekati urusan profan dan bagaimana menangani urusan Orang demikian tidak akan reaktif dalam hal-hal agama yang bersifat Karena bagi mereka agama telah ditemukan saripatinya, paham bahwa hal-hal yang mengatasnamakan agama itu sebenarnya banyak yang bukan perkara Mereka yang telah mendapatkan saripati agama mampu menemukan nilai esensial pandang dunia Pancasila, sehingga dapat mengintegrasikan nilai tersebut dengan nilai agama dalam membangun pandang hidup. Pandang hidup yang integral antara Islam dan Pancasila itulah yang dapat disebut sebagai pandang hidup Islam Pancasila. Agama-agama lainnya juga dapat membangun hal serupa. Dengan integrasi agama dan Pancasila dalam satu tarikan napas, terbentuklah etos Islam Pancasila. Nilai agama dan nilai Pancasila perlu diharmonikan dengan nilai budaya masing-masing. Dengan demikian, pandang dunia berbasis nilai religiusitas, nilai, budaya, dan nilai Pancasila harus menjadi satu tarikan napas dalam sebuah pandang Dengan demikian Budaya Islam Pancasila dapat menjadi pandang hidup. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 27 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Pandang hidup ini dapat dikonstruksi secara beragam tergantung budaya dan Sehingga, bila kita ditanyai orang, apa pandang hidup masyarakat Indonesia. Jawab, pandang hidup indonesia adalah Budaya Spiritual Pancasila. Budaya Spiritual Pancasila sebagai pandang dunia inilah yang menjadi landasan etos masyarakat Indonesia. Dan tentunya beragam oleh setiap pemeluk agama dan budaya. bentuk identitas masyarakat Indonesia. Berbagai negara menjadikan berbagai dimensi masing-masing sebagai Ada mengedepankan situs sejarah, ada yang mengedepankan sistem kapital, ada yang mengedepankan budaya, dan sebagainya. Untuk Indonesia, kekayaan besar utama yang harus menjadi prioritas adalah kualitas sumberdaya manusianya. Dengan hadirnya setiap individu yang berkualitas, pengelolaan sumberdaya alam, pelestarian budaya, penerapan etos budaya religius Pancasila dapat berlangsung sesuai dengan keluhuran budaya, kebijaksanaan agama, dan moral pancasila. Individu berkualitas memiliki kemampuan dalam menjaga identitas bangsanya. Sebagai warga negara Indonesia, setiap masyarakat tidak hanya berorientasi pada kebahagiaan individu, namun juga memikul tanggungjawab membuat negara menjadi maju dan berwibawa di mata dunia. Semangat ini telah diwariskan oleh leluhur bangsa Indonesia dan kakek-nenek mereka juga merupakan pejuang. Indonesia bukan negara yang memperoleh kemerdekaan melalui sistem pembagian yang kemudian satu-persatu diberikan bendera sebagaimana berdirinya negaranegara di Timur Tengah. Indonesia merdeka adalah melalui perjuangan para patriot bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dalam menghadapi penjajah. Indonesia adalah satu-satunya bangsa, dengan bambu runcing, mengusir penjajah. Di samping jiwa patriot, bangsa Indonesia juga memiliki ilmu pengetahuan alam dan sosial yang tinggi. Perjuangan kemerdekaan tidak hanya diraih dengan bambu runcing, tapi juga melalui negosiasi dan lobi internasional. Kemampuan negosiasi dan lobi internasional itu lebih mewah daripada kemampuan menciptakan bom Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Pembentukan Budaya Religius Pancasila Perlu disadari bahwa untuk mewujudkan identitas bangsa dengan budaya religius Pancasila, diperlukan tahap-tahap yang sistematis dan serius. Para intelektual dapat merumuskan etos budaya religius Pancasila sesuai dengan konteks agama dan budaya suatu masyarakat agar terbangun ontologi dan kosmologis etos sistematis. Pemerintah masing-masing daerah perlu mengerahkan berbagai dayanya untuk hal tersebut. Masyarakat juga perlu mendapatkan motivasi dan pemahaman secara baik. Perlu menjadi manusia yang benar dengan mengaktifkan akalnya (Kermani. Proses ini terlaksana melalui pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan nasional perlu memberikan porsi yang besar pada dimensi budaya dan kearifan lokal agar terbangun pribadi-pribadi yang berbudaya. Usia pendidikan sejak dasar hingga menengah, sangat efektif dalam menanamkan kepribadian untuk menjadi manusia budaya religius Pancasila. Dalam hal ini, pendidikan agama pada sekolah umum kurang memadai. Di madrasah yang punya porsi lebih besar untuk bidang agama juga kurang efektif. Karena memang untuk menanamkan nilai agama, perlu sistem belajar yang sistematis kepada guru bersanad. Sistem ini idealnya berlangsung dalam mekanisme berasrama. Tujuannya agar nilai-nilai agama yang ditanamkan dapat berlangsung secara sistematis. Ini seperti memasukkan kain ke dalam lemari. Bila dimasukkan secara bertahap, teliti, dan tidak terburu-buru, akan memuat pakaian lebih banyak, rapi, berurutan, dan beraturan. Berbeda dengan orang-orang yang mempelajari agama secara instan, serampangan, sporadis, sehingga menjadi umat yang intoleran, radikal, bahkan bisa menjadi teroris, akibat kegagalan memahami agama secara bertahap, sistematis, sehingga tidak mampu memahami mana yang prioritas dan mana yang non prioritas, tidak mampu membedakan mana yang sakral dan mana yang profan . Bila mempelajari agama secara sistematis, akan menjadikan agama sebagai aspirasi, bukan aspirasi. sistem asrama juga memungkinkan pembelajaran agama beserta praktik. Agama, khususnya Islam, tidak hanya sebagai penghayatan dan keyakinan, namun juga mengandung dimensi Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 29 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. ibadah yang menuntut pelaksanaan secara tertib. Dengan beragama secara menyeluruh, akan menjadikan pemahaman agama menjadi proporsional, dan dapat membedakan dimensi sakral dan dimensi profan dalam hidup (Munawar-Rachman. Sistem asrama juga memungkinkan penanaman nasionalisme secara Dalam hal ini, amat diperlukan lembaga pendidikan berasrama yang teguh dengan agama dan nasionalisme. Belakangan banyak lembaga pendidikan berasrama yang hanya fokus pada pembelajaran agama, namun minim penanaman Penanaman nasionalisme hanya berlangsung pada pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan, upacara kenaikan bendera, dan kegiatan Pramuka. Banyak lembaga pendidikan berasrama yang kurang memberi perhatian pada penanaman nasionalisme. Untuk itu, perlu bagi pemerintah dalam mengupayakan pengembangan sistem pendidikan yang memiliki perhatian lebih terhadap penanaman nasionalisme. Lembaga pendidikan berasrama juga belum mampu menyiapkan penanaman nilai-nilai budaya. Hal ini juga perlu dilestarikan, tidak hanya melalui pergelaran pentas kesenian budaya, namun juga menghidupkan lingkungan asrama yang religius, nasionalis, dan teguh dengan nilai-nilai budaya. Integrasi budaya religius Pancasila perlu ditanamkan sejak dini. Itu merupakan identitas bangsa Indonesia. Dengan nilai budaya religius Pancasila, masyarakat dapat dengan siap mengadopsi kapitalisme. Sintesis Melalui Hikmah MutaAoalliyah Persentuhan identitas bangsa dengan kapitalisme adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Dengan sistem penyaringan melalui budaya religius Pancasila, kapitalisme tidak akan dapat merusak identitas bangsa. Pada banyak dimensi, nilainilai agama, termasuk Islam, tidak bertentangan dengan kapitalisme. Islam dapat berdialog dengan sistem kapital yang dikendalikan dengan baik. Demikian juga bila nilai-nilai budaya telah hidup dalam masyarakat, kapitalisme hanya akan menjadi sebuah sistem dalam berkegiatan ekonomi. Pancasila sebagai identitas jiwa bangsa Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. bukanlah ideologi yang menutup diri terhadap sebagai perubahan, melainkan terbuka sejauh tidak merusak nilai-nila ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kekeluargaan, dan keadilan. Untuk itu, kapitalisme bagi masyarakat yang teguh dengan identitas kebangsaannya, tidak akan menutup diri atas sebuah sistem yang terbuka, kompetitif, dan berorientasi pada kemajuan. Kapitalisme sebagai sistem ekonomi tidak akan dapat mengganggu sebuah bangsa yang teguh dengan identitasnya. Sebaliknya sebuah bangsa yang rapuh akan terserap oleh kapitalisme dan kehilangan identitasnya. Untuk itu, diperlukan mekanisme filterisasi untuk membangun sebuah sintesis dalam menyongsong Persoalan utamanya adalah, bagaimana mekanisme yang perlu dilakukan dalam rangka menyintesis identitas bangsa, khususnya identitas agama, terlebih khusus identitas Islam dengan kapitalisme. Warga negara yang telah menjadikan Pancasila dan budaya sebagai bagian identitasnya tentu memiliki cara beragama yang terbuka. Mereka dapat memahami Islam secara esensial dan sistematik. Dengan demikian, akan sangat fleksibel dalam menilai bagaimana sistem keagamaan, khususnya sistem ekonomi dalam Islam untuk dapat berharmoni dengan kapitalisme. Metodologi integrasi Islam dan kapitalisme dapat dipelajari dari bagaimana Mulla Sadra membangun filsafat Hikmah Muta'alliah. Hikmah Muta'alliyah yang dibangun Mulla Sadra berdasarkan hasil kontemplasi dan perenungan yang cukup lama dan mendalam. Keseluruhan bangunan filsafatnya berlandaskan pada prinsip hakikat sederhana adalah segala sesuatu . asit al-haqiqah klli al-asya') (Sadra, 2002. Landasan ini ditopang oleh beberapa pilar yakni ashalat al-wujud . emendasaran wuju. ' al-harakah aljauhariah . erak substans. , ittihad aqil wa ma'qul . esatuan subjek dan obje. , taskik al-wujud . radasi wuju. Berbagai fondasi gagasan ini memang merupakan pemikiran-pemikiran yang dinisbahkan kepada Mulla Sadra. Namun gagasangagasan tersebut diinspirasikan dari pemikiran para filosof sebelumnya, baik dari aliran Al-Hikmah Al-Masya'iyyah seperti Ibn Sina dan Al-Farabi. Al-Hikmah Al- Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 31 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Isyraqi seperti Syihabuddin Suhrawardi, bahkan pemikiran tasawuf falsafi seperti Ibn 'Arabi (Nasution, 2. Dalam hal ini, pemikiran tentang basith haqiqah kulli al-asya' dari Mulla Sadra sebagai landasan pemikirannya merupakan gagasan original dari Mulla Sadra yang diperoleh melalui hasil kajian atas pemikiran-pemikiran sebelumnya, kontemplasi, dan perenungan belasan tahun. Semangat gagasan ini sejalan dengan identitas bangsa yang merupakan pandang dunia yang hadir dari proses panjang sehingga melahirkan berbagai kearifan lokal dan oleh Sukarno dirumuskan menjadi Pancasila yang menjadi ideologi bangsa Indonesia yang majemuk (Latif, 2. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, ideologi bangsa ini tidak menutup diri terhadap kemajuan dan perkembangan jaman. Demikian juga filsafat Mulla Sadra yang hadir dengan membawa gagasan orisinilnya, sekaligus melakukan sintesis atas berbagai aliran pemikiran sebelumnya. Islam sangat mendukung adanya hak individu. Bahkan Islam sangat mengapresiasi usaha dan kepemilikan dengan memberikan perlindungan yang Bahkan keselamatan harta menjadi salah satu dimensi penting dalam landasan pertimbangan hukum Islam. Islam juga mendukung adanya alat produksi oleh individu karena setiap orang diberi tanggungjawab untuk bekerja dan berkreativitas menurut keahliannya. Islam mendorong seseorang untuk bekerja pada ranah yang menjadi minat dan keahliannya. Dimensi-dimensi ini perlu dilaksanakan dengan seksama, namun tetap berada di bawah kendali negara yang berfungsi sebagai pelindung warga negara. Menjadi warga negara dengan sejarah perjuangan yang tidak mudah seperti Indonesia, kurang ideal bila segalanya diserahkan kepada pasar. Negara sebagai pelindung harus memiliki wewenang dalam mengendalikan harga. Warga negara Indonesia dapat hidup dengan bahagia dan menjadi produktif, tetapi bukan untuk kesenangan tanpa tujuan. Sebab kita hidup di atas tanah yang diperjuangkan oleh darah, keringat, dan kerja keras para pendiri bangsa (Latif, 2. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Identitas bangsa, termasuk nilai-nilai agama, dapat dioptimalkan untuk menjadi metode filter atas kapitalisme. Sistem ekonomi kapitalisme, dapat membuka sistem persaingan pasar. Produk dan jasa menjadi kompetitif sehingga masyarakat dapat memiliki pilihan atas kualitas, kenyamanan, dan harga atas produk dan jasa. Kompetisi ini juga dapat membuka lowongan kerja yang lebih luas karena tersedianya ragam produk dan jasa. Namun dalam penentuan upah, sistem kapital perlu dinegosiasikan dengan negara sebagai pelindung, agar terjadi kemaslahatan bagi masyarakat. Tanpa kendali negara, pasar bebas hanya akan berorientasi pasar dan mendiskriminasi masyarakat. Namun dimensi-dimensi positif dari kapitalisme perlu diterapkan agar terwujudnya kesejahteraan (Wolf. Diantaranya adalah dengan adanya kapitalisme, dengan adanya kompetisi, inovasi dalam teknologi juga memungkinkan terjadi. Hal ini dapat menyebabkan produksi berkelanjutan yang berdampak pada lowongan pekerjaan yang Dimensi-dimensi negatif dari kapitalisme seperti budaya konsumsi, eksplorasi alam berlebihan, kesenjangan sosial, konsumerisme, merupakan dimensi negatif dari sistem kapital yang perlu diatasi bersama. Demikian juga kekurangankekurangan lainnya dari kapitalisme seperti kiris ekonomi dan inflasi yang melumpuhkan pasar, perlu mekanisme penanggulangan. Citra negatif linnya dalam sitem kapital sperti eksploitasi buruh, dehumanisasi hubungan kerja, juga perlu penanganan guna perbaikan. Negara perlu terus-menerus menyediakan sarana edukasi dan bahkan terapi bagi warga yang melakukan konsumsi berlebihan dan berdampak pada penyakit sosial seperti anak-anak yang kecanduan gawai, permainan daring, dan judi daring. Kesenjangan sosial, khususnya kesenjangan ekonomi harus diatasi dengan mengusung asumsi dasar bahwa golongan yang lemah secara ekonomi, baik satu individu maupun masyarakat di kawasan tertentu, memerlukan perhatian khusus dalam upaya peningkatan perekonomiannya, tidak hanya melalui bantuan langsung dan tunai yang wajib dilanjutkan, namun juga melalui pemberdayaan pola pikir, gaya hidup, dan mengasah keterampilan. Misalnya melalui gawai, banyak orang bisa Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . ( Miswari ) | 33 MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. menghasilkan uang, tetapi lebih banyak lagi yang hanya bisa menghabiskan uang. Seperti teknik berdagang secara daring perlu dilatih kepada masyarakat. Dampak kapitalisme yang tidak kalah penting dan sedang melanda Indonesia sebagai negara tropis adalah kerusakan lingkungan. Masalah ini tidak dapat teratasi kecuali melalui kesadaran dan komitmen dari negara dan pengusaha. Perlu kesadaran bahwa kekayaan utama kita adalah keanekaragaman hayati. Flora dan fauna di Indonesia adalah paling beragam dan paling unik di dunia. Itu jauh lebih mahal daripada berbagai jenis tanaman pertanian dan bahan tambang yang memang telah memberikan pemasukan besar bagi negara. Perubahan dimensi perencanaan jangka panjang perlu ditetapkan. Misalnya dengan fokus pada potensi pengembangan wisata hayati. Di masa depan, mengunjungi kebun binatang tidak lebih menyenangkan daripada wisata langsung ke hutan rimba untuk melihat langsung flora dan fauna. Fasilitas ke arah itu perlu disiapkan. Misalnya dengan menyediakan kereta api mini yang berdinding dan atap kaca yang dapat menembus hutan-hutan dengan pembangunan jalur yang sangat ramah lingkungan. Bila dimensi ini dapat dioptimalkan, pemasukan negara dan pengusaha dapat lebih besar daripada perkebunan dan pertambangan. Sebelum beberapa satwa liar terancam punah benar-benar musnah, tindakan nyata perlu segera dilakukan. Strategi pengentasan dimensi-dimensi negatif dari kapitalisme dapat diambil semangatnya dari pemikiran Mulla Sadra. Dia menolak gagasan-gagasan yang tidak sesuai dengan visi Hikmah MutaAoalliyah seperti menolak dasar realitas adalah esensi sebagaimana pemikiran Syihabuddin Suhrawardi (Sadra, 2002. Mulla Sadra juga menolak pemikiran Ibn Sina yang berpendapat bahwa eksistensi sebagai dasar realitas itu majemuk sebagaimana kemajemukan esensi. Dalam hal ini. Mulla Sadra membangun filsafat Hikmah MutaAoalliyah dengan eksistensi tunggal sebagai dasar realitas (Kerwanto, 2. Semangat budaya religius Pancasila adalah modal besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Modal ini merupakan kekayaan utama yang dapat diaktifkan dalam rangka membangun ekonomi Pancasila yang mampu menyerap segenap dimensi positif dan mengentaskan segala dimensi negatif dari kapitalisme. Islam dan Kapitalisme : Mekanisme Infiltrasi Nilai Positif . (Miswari ) MIZANUNA: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (Vol. No. Desember 2. Tindakan terbaik bagi ekonomi kapital adalah dengan menyaring secara seksama melalui budaya religius Pancasila yang berlandaskan pada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebijaksanaan, dan keadilan. KESIMPULAN Telah tampak bahwa sistem ekonomi kapital memberikan banyak kemajuan pada berbagai bangsa di Dunia. Untuk itu. Indonesia yang menganut prinsip keterbukaan, namun kritis atas segala macam hal yang datang dari luar, dapat mengendalikan sistem kapitalisme melalui pandang hidup bangsa yakni budaya religius Pancasila. Sarana analisis kritis atas berbagai hal yang datang dari luar dapat dipinjam dari sistem filsafat Al-Hikmah Al-MutaAoalliyah yang digagas Mulla Sadra. Sistem analisis kritis ini dapat memberikan kemajuan bagi perekonomian masyarakat agar terwujudnya daya saing ekonomi yang sehat sehingga dapat menekan kesenjangan sosial untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. DAFTAR PUSTAKA