AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Journal homepage: https://journal. id/index. php/khiyar/index Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie pada Akun Wifeonly The Utilization of Instagram Social Media as Islamic Digital Marketing for Lingerie Promotion on the Wifeonly Account Vina Urwatul Wutsqoa aUniversitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Interdisipliner Islamic Studies. Yogyakarta. Indonesia. Email: vurwatul@gmail. ARTICLEINFO ABSTRACT Article history: Lingerie is a category of women's underwear that implies that it is attractive, fashionable or both. Lingerie is made of light, elastic, smooth, thin, or decorative fabrics such as silk, satin, spandex, chiffon or lace. Wifeonly is a brand owned by Meilia, an entrepreneur from Semarang who initially sold books but shifted to the underwear fashion business due to a continuous decline in book sales. Now wifeonly produces underwear & herbs such as panties, bras and lingerie. Uniquely the system that meilia builds in her business is a Syar'i system or Islamic marketing and makes Instagram the only media to sell her products. The theory used in this research is Islamic digital marketing. This study aims to find out the efforts and attention of business owners in applying the halal system to the products they sell even though their superior products are very vulnerable to being judged negatively in terms of the intended use. The method used in the research is field research, namely a research method that collects data directly in the field, involving observation, interviews, and documentation to understand phenomena in their original context. Now Wifeonly, whose business is rapidly on social media, has a follower of 40,600 people with a turnover of hundreds of millions per month, has answered questions and concerns of some parties about its business, especially the purpose and purpose of using its main product, namely lingerie. The results of the analysis that has been carried out that Wifeonly has implemented Islamic values from the Islamic digital marketing concept. Received: 19 December 2024 Revised: 13 May 2025 Accepted: 14 May 2025 Published: 16 May 2025 Keywords: Instagram, fashion business, and lingerie. ABSTRAK Lingerie adalah kategori pakaian dalam wanita yang menyiratkan bahwa pakaian tersebut menarik, modis ataupun keduanya. Lingerie terbuat dari kain ringan, elastis, halus, tipis, ataupun dekoratif seperti kain sutra, satin, spandex, sifon atau renda. Wifeonly adalah brand milik Meilia, seorang pengusaha asal Semarang yang awalnya menjual buku, namun beralih ke bisnis fashion underwear karena penjualan buku terus menurun. Kini wifeonly memproduksi underwear & herbal seperti celana dalam, bra dan Uniknya sistem yang Meilia bangun dalam bisnisnya ialah sistem syariah atau pemasaran islami dan menjadikan Instagram sebagai satusatunya media untuk menjual produknya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Islamic digital marketing. Studi ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan perhatian bussines owner dalam menerapkan sistem halal pada produk yang dijualnya walaupun produk unggulan mereka sangat rentan dinilai negative dari sisi tujuan pemakaian. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah penelitian lapangan yaitu metode penelitian yang mengumpulkan data secara langsung di lapangan, dengan melibatkan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami fenomena dalam konteks aslinya. Kini Wifeonly yang usahanya pesat di media social 99 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. mempunyai follower berjumlah 40. 600 orang dengan omzet ratusan juta perbulan telah menjawab pertanyaan dan keresahan beberapa pihak tentang usahanya terutama maksud dan tujuan atas penggunaan produk utamanya yaitu lingerie. Hasil analisis yang telah dilakukan bahwa Wifeonly sudah menerapkan nilai nilai islami dari konsep Islamic digital marketing. How to cite: Vina Urwatul Wutsqo. AuPemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie pada Akun WifeonlyAy. AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam Vol. No. : 99-114. doi: 10. 36701/al-khiyar. PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi digital. Berdasarkan data terbaru, jumlah umat Muslim di Indonesia sangat besar dan terus bertambah setiap tahun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan produk halal dan gaya hidup Islami. Tren ini tercermin dalam sektor modest fashion yang menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam ekonomi halal global setelah makanan dan minuman. Pandemi COVID-19 mempercepat peralihan pola konsumsi dari gerai fisik ke platform digital, sehingga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan e-commerce dan media sosial sebagai sarana utama pemasaran. Platform seperti Instagram. TikTok . engan fitur TikTok Sho. Shopee, hingga marketplace lainnya menjadi wadah efektif dalam menjangkau konsumen, terutama generasi muda. Pemerintah turut mendukung transformasi ini dengan membentuk BPJPH dan menerbitkan regulasi sertifikasi halal guna meningkatkan kesadaran produsen dan 1 Dalam konteks ini, muncul fenomena Islamic digital marketing, yakni strategi pemasaran yang mengedepankan nilai-nilai syariah dengan memanfaatkan kekuatan media sosial. Tidak hanya pelaku UMKM, para public figure seperti Zaskia Sungkar. Zaskia Adya Mecca, dan Laudya Cynthia Bella juga terlibat dalam tren ini dengan membangun brand fashion muslim yang dipasarkan secara digital. Perpaduan antara teknologi, media sosial, dan prinsip Islami menjadi fondasi penting dalam membentuk pola pemasaran baru yang relevan dengan kebutuhan pasar muslim masa Salah satu media sosial yang digunakan untuk landing page2 suatu produk serta dijadikan acuan marketing ialah Instagram dengan fitur insight-nya. Instagram merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan individu maupun kelompok untuk mencari dan mendapatkan informasi berupa foto atau video yang diunggah. Fitur unggulan Instagram inilah yang menjadi bagian penting dalam sistem pemasaran brand Wifeonly, sebuah produsen produk fashion underware dan herbal. Ia menjual lingerie sebagai produk unggulan yang dipasarkan melalui platform digital Instagram. Zaman dahulu, lingerie berfungsi sebagai pakaian dalam yang membentuk siluet tubuh. Pakaian ini menjadi dasar yang indah untuk menciptakan tampilan yang diinginkan pada pakaian luar yang dikenakan. 3 Akan tetapi sekarang lingerie dikenal sebagai pakaian dalam khusus yang didesain untuk memperindah lekuk tubuh dan menambah kepercayaan diri Umumnya terbuat dari material lembut dan dihiasi ornamen menarik. Daya Jurnal Ekonomi et al. AuArticle InfoAy 13, no. Landing page adalah halaman web yang digunakan untuk pemasaran produk, promosi produk dan lain sebagainya. Like Gods. AuAesthetics Of,Ay 2019. 100 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. tarik lingerie tidak hanya pada aspek keindahannya saja, akan tetapi dapat meningkatkan keintiman dan gairah dalam relasi romantis. Dengan berbagai desain dan style yang Lingerie memberikan kesempatan kaum perempuan untuk mengekspresikan kepribadian dengan cara yang sensual dan elegan. Terdapat berbagai lingerie diantaranya everday lingerie, novelty lingerie, peignoier, corset. G-string, chemise, camisole, bustier, teddy nighty dan lain sebagainya. Tidak heran jika pakaian ini sangat digemari oleh masyarakat guna menambah keintiman terhadap pasanganya. Pada posisi ini Wifeonly memasarkan produknya dengan sistem Islamic Digital Marketing, walaupun produk unggulan mereka ialah lingerie, produk yang dekat dengan konotasi negative. Akan tetapi Wifeonly mencoba memasarkannya dengan cara yang Islami. Wifeonly ini hadir dari Meilia beserta suaminya Surianto yang berhasil mengubah persepsi lingerie dari pakaian dalam wanita yang dianggap nakal menjadi lebih syariah dan bermartabat dengan sebutan Aupakaian dinas istri untuk menyenangkan suamiAy. Ide penjualan produk lingerie ini muncul ketika kondisi ekonomi keduanya menurun diakhir tahun 2019, berawal dari istrinya yang memberikan kado pernikahan kepada temannya berupa lingerie, kemudian temannya mengabarkan bahwa suaminya sangat menyukai hadiah dari Meilia. Surianto kemudian mendapatkan ide bisnis yang terinspirasi dari pengalamannya tersebut. Mereka akhirnya sepakat untuk memulai berjualan lingerie dengan sistem PO . re-orde. yakni menunggu pesanan terlebih dahulu baru menyediakan barangnya, dengan memanfaatkan jejaring pertemanan istrinya, ia dapat memiliki konsumen dari jejaring pertemanan sampai konsumen dengan jangkauan yang lebih luas. Terdapat beberapa kendala dalam menjalankan bisnisnya seperti waktu penerimaan barang dari supplier yang berasal dari Cina. Meskipun ada tantangan dalam menunggu pengiriman produk dari pemasok di Cina selama dua minggu, permintaan mulai meningkat secara bertahap. Situasi ini mendorong mereka untuk mengimpor langsung dari Cina guna memenuhi permintaan Akan tetapi, perubahan kebijakan bea cukai dan pajak segera memaksa mereka beralih ke pemasok domestik di Jakarta. Akhirnya, pada tahun 2022, mereka memutuskan untuk memulai produksi pakaian dalam wanita secara mandiri, dan kemudian memperluas lini produk mereka ke sektor herbal, termasuk jamu dan susu. Kemudian dalam memasarkan produknya mereka menggunakan sistem yang sangat ketat. Hal ini bertujuan untuk terjadinya penyalahgunaan produk kepada hal-hal yang negative. Karena Wifeonly ini benar-benar menerapkan prinsip Islam dalam memasarkannya4. Apa yang dilakukan wifeonly tersebut sesuai dengan qaidah Fiqih yaitu AuDar'ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalihAy mencegah sesuatu yang mungkar lebih baik dari pada berlomba-lomba pada kebaikan. Inilah salah satu sistem yang dipakai oleh wifeonly dalam memasarkan produknya kepada masyarakat. Sesuai ajaran dalam Al-Qur'an, bahwasanya tujuan hidup manusia adalah pengabdian kepada Allah SWT. Umat Islam berperan sebagai wakil Allah di bumi, bertanggung jawab mengelola dan melestarikannya. Dengan pemahaman ini, umat Islam memiliki misi untuk mengelola ciptaan Allah dan menciptakan tatanan sosial yang adil5. Saat ini kegiatan bisnis, masuk dalam platform media sosial seperti Instagram, harus Taufik budi. Au Cinta dalam Sepaket Lingerie SyarAoI : Perjalanan WImam Gunawan. Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik . (Jakarta: BUMI Aksara,2. , ed. Suryani (Jakarta: Bumi Aksara, ifeOnly Menembus Batas NegeriAy . Cinta dalam Sepaket Lingeri Syar'i: Perjalanan WifeOnly Menembus Batas Negeri . iakses pada 22 September 2024, jam 14. 02 WIB) Nurkhalis Nurkhalis. AuRepresentasi Khilafah Dalam Pemerintahan Republik Spiritual,Ay AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam 23, no. : 283, doi:10. 32332/akademika. 101 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. dipandang sebagai bentuk ibadah. Oleh karena itu, interaksi dengan pelanggan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. 6 Konten media sosial menjadi topik diskusi yang menarik perhatian para ahli. Kemudahan akses internet telah menghasilkan arus informasi yang pesat, namun juga menimbulkan berbagai masalah etika seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, berita palsu, pelanggaran privasi, dan perilaku negatif lainnya di dunia maya. Islamic Digital Marketing hadir sebagai jawaban atas permintaan pasar mengenai praktik bisnis yang sejalan dengan prinsip-prinsip keagamaan. Pemasaran Islam memiliki dua perbedaan mendasar dari pemasaran konvensional. Aspek pertama yang membedakan adalah bahwa prinsip-prinsip pemasaran Islam berlandaskan pada etika AlQur'an yang bersifat tetap dan mutlak. Aspek kedua terletak pada tujuannya, di mana pemasaran Islam lebih menekankan pada optimalisasi nilai yang berdampak positif dan luas terhadap hubungan antar manusia . serta lingkungan, dibandingkan dengan pemasaran tradisional yang cenderung berfokus pada maksimalisasi keuntungan 8 Penerapan strategi pemasaran digital yang mematuhi syariah dapat dicapai dengan mengadopsi panduan-panduan dalam Al-Qur'an terkait etika dalam perdagangan dan pemasaran. 9 Pendekatan ini memenuhi aspirasi para pelaku bisnis yang ingin menjalankan aktivitas komersial mereka sesuai dengan nilai-nilai dan aturan agama. Kebaruan penelitian ini terletak pada objek dan konteks produk yang diangkat. Berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu yang masih berfokus pada produk yang secara eksplisit "syariah" dan aman secara sosial seperti gamis, hijab, atau produk fashion muslimah pada umumnya, penelitian ini secara khusus membahas strategi pemasaran digital Islami untuk mempromosikan produk sensitif seperti lingerie, yaitu produk yang sering mendapat stigma, tetapi tetap dibutuhkan dalam kehidupan rumah tangga muslim. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji akun @wifeonly, sebuah produsen lingerie yang menerapkan prinsip-prinsip Islamic digital marketing dalam aktivitas promosi di Instagram. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berkontribusi untuk memperluas cakupan kajian pemasaran Islami ke produk yang selama ini jarang dijadikan fokus utama, serta membuka diskursus baru mengenai bagaimana batas-batas etika Islam dikelola dalam promosi produk-produk intim melalui media sosial. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji pemanfaatan media sosial Instagram dalam strategi pemasaran Islami, khususnya pada produk fashion Muslim. Syafaruddin dan Mahfiroh dalam penelitiannya yang berjudul Komodifikasi Nilai Islam dalam Fashion Muslim di Instagram menyoroti bagaimana nilai-nilai Islam dikemas secara estetis dan simbolis untuk membangun citra religius melalui akun-akun fashion seperti @santun. 10 Strategi ini mencerminkan bahwa digital marketing dalam konteks Islam tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga mengandung narasi Anthony Letai. AuCitation for This Article,Ay The Journal of Clinical Investigation 115 . 2648Ae55, http://w. Koustav Mukherjee. AuComparision Between Social Communication Ethics and Social Media Communication Ethics: A Paradigm Shift. ,Ay Global Media Journal: Indian Edition 7/8, no. 2/1 . : 1Ae 10, http://search. com/login. aspx?direct=true&db=ufh&AN=129781894&site=ehost-live. Syafwendi Syafril and M. Fuad Hadziq. AuIslamic Principles in Marketing: An Overview of Islamic Marketing Mix in Social-Media Campaign,Ay El-Qish: Journal of Islamic Economics 1, no. 69Ae82, doi:10. 33830/elqish. D P PURNAMA. AuFakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh,Ay Core. Ac. Uk 69, no. Wim 69 . Khairul Syafaruddin and NiAomatul Mahfiroh. AuKomodifikasi Nilai Islam Dalam Fashion Muslim Di Instagram,Ay Profetika: Jurnal Studi Islam 21, no. : 8Ae16. 102 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. keagamaan yang kuat untuk menarik minat pasar muslim. Selain itu ada penelitian yang dilakukan oleh Safitri, ia meneliti dampak fitur Instagram seperti Posts. Stories, dan Reels terhadap kesadaran merek pada produk pakaian Muslim Zombasic, menemukan bahwa fitur Stories dan Reels memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kesadaran 11 Sementara itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa media sosial Instagram efektif digunakan dalam mempromosikan produk-produk gamis syari dengan menekankan kesesuaian nilai produk terhadap syariat Islam sebagai daya tarik utama. Namun demikian, kesenjangan . esearch ga. masih terlihat dalam objek dan konteks produk yang diangkat. Sebagian besar penelitian terdahulu masih berfokus pada produk yang secara eksplisit AusyarAoiAy dan aman secara sosial seperti gamis, hijab, atau produk fashion muslimah pada umumnya. Belum ada penelitian yang secara khusus membahas strategi pemasaran digital Islami untuk mempromosikan produk sensitif seperti lingerie. Dengan pendekatan ini, penelitian ini berkontribusi untuk memperluas cakupan kajian pemasaran Islami ke produk yang selama ini jarang dijadikan fokus utama, serta membuka diskursus baru mengenai bagaimana batas-batas etika Islam dikelola dalam promosi produk-produk intim melalui media sosial. Implementasi Islamic digital marketing yang diterapkan oleh Wifeonly dalam strategi pemasarannya mencakup beberapa aspek krusial. Pertama, perusahaan melakukan segmentasi konsumen yang spesifik, dengan fokus eksklusif pada wanita yang telah menikah. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Selanjutnya, dalam proses logistik dan pengiriman, perusahaan menerapkan kebijakan untuk tidak mencantumkan secara eksplisit bahwa produk yang dikirim adalah lingerie. Sebaliknya, produk tersebut dikategorikan secara umum sebagai pakaian atau busana. Pendekatan ini merupakan manifestasi dari komitmen perusahaan dalam menjaga privasi dan melindungi kehormatan . ifdzi al'ir. konsumen, yang sejalan dengan nilai-nilai etika Islam dalam praktik bisnis. Studi ini bertujuan untuk mengetahui upaya dan perhatian business owner dalam menerapkan Islamic digital marketing pada produk yang dijualnya walaupun produk unggulan mereka sangat rentan dinilai negatif dari sisi tujuan pemakaian. Secara khusus, penelitian ini menganalisis implementasi Islamic digital marketing yang diterapkan oleh Wifeonly dalam strategi pemasarannya, yang mencakup beberapa aspek krusial seperti segmentasi konsumen yang spesifik, dengan fokus eksklusif pada wanita yang telah menikah, serta kebijakan logistik dan pengiriman yang menjaga privasi dan melindungi kehormatan . ifdzi al'ir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual situasi yang diteliti. Pendekatan ini tidak didasarkan pada teori yang telah ada sebelumnya, melainkan berangkat dari data lapangan dan konteks alami, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Gunawan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, yaitu pemilik brand Wifeonly. Mas Surianto dan Mbak Meila, serta observasi terhadap aktivitas promosi yang dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Selain itu, peneliti juga memanfaatkan dokumentasi digital dan sumber data sekunder seperti buku, jurnal halal, dan literatur lain yang relevan. Junaidi Safitri. AuImpact of Instagram Posts. Instagram Stories, and Instagram Reels on Brand Awareness of Muslim Clothing Brand Zombasic,Ay Journal of Islamic Economics Lariba 8, no. 289Ae302. 103 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Penelitian ini berlokasi di akun Wifeonly, yang beralamat di Jl. Argomulyo Mukti VII No. Tlogomulyo. Kecamatan Pedurungan. Kota Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis sistem pemasaran digital yang diklaim telah sesuai dengan prinsip syariah dan mengikuti standar halal di Indonesia, khususnya dalam konteks promosi produk lingerie. Sertifikasi halal pada produk diposisikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kemaslahatan melalui penerapan prinsip-prinsip Islamic digital marketing. PEMBAHASAN Implementasi islamic digital marketing pada produk sensitif: studi kasus Wifeonly. Segmentasi Pasar dan Perlindungan Konsumen dalam Pemasaran Digital Islami. Implementasi Islamic digital marketing yang diterapkan oleh Wifeonly diawali dengan strategi segmentasi pasar yang spesifik dan selektif. Berdasarkan pengamatan terhadap akun Instagram @wifeonly. store yang 600 pengikut dengan 1. 886 postingan, brand ini menerapkan mekanisme seleksi followers yang ketat melalui konfigurasi akun private. Gambar 1. Akun Instagram Private Strategi privasi akun ini merupakan penerapan prinsip "Satrul 'Aurah" dalam Islam yang berarti melindungi hal-hal yang bersifat pribadi. Dalam konteks pemasaran digital, prinsip ini diterapkan untuk memastikan bahwa produk sensitif seperti lingerie hanya dipasarkan kepada segmen yang tepat. Analisis terhadap metode seleksi followers menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab etis dalam memasarkan produk sensitif, sebagaimana dikonfirmasi dalam wawancara dengan pemilik: 104 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Gambar 2. Proses seleksi followers Proses verifikasi melalui dokumen legal seperti KTP dan surat nikah menunjukkan implementasi prinsip kehati-hatian . dalam fiqh Strategi ini tidak hanya menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah tetapi juga mencegah penyalahgunaan produk yang dapat mengarah pada mafsadah . Pendekatan ini mencerminkan penerapan kaidah "Dar'ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih" yang telah disebutkan dalam tujuan penelitian. Visualisasi Produk dan Perlindungan Nilai 'Awrah dalam Pemasaran Digital. Aspek penting dari implementasi Islamic digital marketing oleh Wifeonly terlihat pada strategi visualisasi produk. Alih-alih menggunakan model manusia untuk produk lingerie dan underwear, brand ini menggunakan manekin atau menampilkan produk dalam keadaan terlipat. Gambar 3. Feed Instagram Foto Produk 105 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Konsep 'awrah dalam fikih Islam memiliki signifikansi mendalam dalam konteks pemasaran produk lingerie. Menurut pandangan mayoritas ulama fikih dari empat mazhab (Hanafi. Maliki. Syafi'i, dan Hanbal. , 'awrah perempuan mencakup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, sebagaimana dirujuk dalam Al-Qur'an. 12 Dalam konteks pemotretan produk lingerie, penerapan konsep ini menjadi lebih kompleks karena berkaitan dengan visualisasi pakaian yang secara fungsional menutupi 'awrah, namun ketika divisualisasikan berpotensi mengarah pada objektifikasi atau eksposur bentuk tubuh perempuan. Penggunaan manekin sebagai alternatif menimbulkan diskursus di kalangan ulama kontemporer. Beberapa ulama dari Majelis Ulama Al-Azhar dan Darul Ifta Mesir memandang bahwa penggunaan manekin untuk memamerkan pakaian dalam masih dapat diterima dengan ketentuan bahwa manekin tersebut tidak menampilkan detail anatomi tubuh manusia secara eksplisit yang dapat mengarah pada stimulasi hasrat . Sementara itu, pendapat yang lebih konservatif dari ulama Saudi dan Kuwait cenderung tidak memperkenankan penggunaan manekin yang menyerupai bentuk tubuh manusia berdasarkan larangan pembuatan patung yang menyerupai makhluk bernyawa. Wifeonly dalam hal ini mengambil pendekatan moderat dengan menggunakan manekin yang minimalis . idak mendetai. atau bahkan memilih untuk memotret produk dalam keadaan terlipat. Pendekatan ini mencerminkan aplikasi dari prinsip ihtiyath . ehati-hatia. dan saddu adz-dzara'i . dalam hukum Islam. Dengan menghindari visualisasi yang dapat mengarah pada objektifikasi tubuh manusia. Wifeonly mendemonstrasikan adaptasi prinsip fikih dalam konteks e-commerce Dr. Yusuf Al-Qaradawi dalam karyanya "Al-Halal wal Haram fil Islam" menyatakan bahwa dalam muamalah komersial, perlu memperhatikan 'illat . lasan huku. di balik suatu larangan. 14 Jika tujuan pemasaran adalah untuk memberikan informasi produk dengan cara yang tidak mengarah pada rangsangan seksual atau pelanggaran nilai moral, maka metode visualisasi alternatif yang digunakan Wifeonly dapat dianggap sejalan dengan maqasid syariah, khususnya dalam konteks hifdz al-'ird . erlindungan kehormata. Dengan demikian, metode visualisasi produk ini menjadi bagian integral dari identitas merek dan positioning produk dalam spektrum e-commerce berbasis Syariah. 15 Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap interpretasi syariah yang dipilih, tetapi juga menciptakan diferensiasi brand yang kuat di pasar Muslim, khususnya di kalangan konsumen yang memperhatikan nilai-nilai religius dalam keputusan pembelian mereka. Transparansi dan Amanah dalam Transaksi Digital. Al-Quran. Surah Annur :31. Edisi Pert (Yogyakara: UII Press, 1. Asy-Syaikh AoAbdul AoAziz bin Abdillah bin Baz Rahimahullah. AuKumpulan Fatwa Tentang Hukum Gambar Makhluk Bernyawa,Ay Https://Fawaaidwa. Blogspot. Com/, https://fawaaidwa. com/2015/11/kumpulan-fatwa-tentang-hukum-gambar. Yusuf Qhardawi. Al-Halal Wal Haram Fil Islam. PT. Bina Ilmu, 1993. Abbas Naseri and Ezhar Tamam. AuImpact of Islamic Religious Symbol in Producing,Ay The Public Administration and Social Policies Review I, no. : 61Ae77. 106 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Implementasi prinsip transparansi dan amanah dalam Islamic digital marketing terlihat dari beberapa praktik Wifeonly dalam menyajikan informasi produk dan mengelola transaksi digital. Gambar 4. Format Pemesanan Akurasi informasi produk yang ditampilkan di Instagram, sebagaimana terlihat pada format pemesanan, mendemonstrasikan penerapan prinsip amanah dalam pemasaran digital. Analisis terhadap praktik ini menunjukkan bahwa ketepatan informasi tidak hanya memenuhi standar syariah tetapi juga membangun kepercayaan konsumen, yang terbukti dari testimoni positif yang terdokumentasi di highlight Instagram. Penggunaan akad melalui WhatsApp sebelum transaksi di marketplace mencerminkan prinsip kejelasan . dalam muamalah Islam16: Hanudin Amin. Abdul Rahim Abdul-Rahman, and Dzuljastri Abdul Razak. AuTheory of Islamic Consumer Behaviour: An Empirical Study of Consumer Behaviour of Islamic Mortgage in Malaysia,Ay Journal of Islamic Marketing 5, no. : 273Ae301, doi:10. 1108/JIMA-06-2013-0042. 107 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Gambar 5. Hasil Wawancara dengan Owner Analisis terhadap praktik ini menunjukkan bahwa Wifeonly mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dalam akad dengan kemajuan teknologi digital. Penggunaan WhatsApp sebagai media untuk membangun kesepakatan dan marketplace sebagai platform transaksi menunjukkan adaptasi prinsip-prinsip muamalah dalam konteks e-commerce modern. Perlindungan Privasi dalam Logistik dan Pengiriman. Komitmen terhadap perlindungan privasi konsumen juga terlihat dalam praktik logistik dan pengiriman yang diterapkan oleh Wifeonly: Gambar 6. Packadging Produk Tindakan tidak mencantumkan jenis produk spesifik dalam data ekspedisi merupakan implementasi konsep 'hifz al-'ird' . elindungi kehormata. dalam 108 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. maqasid syariah. 17 Analisis terhadap praktik ini menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan operasional bisnis dengan tanggung jawab etis terhadap Dengan melindungi informasi sensitif terkait pembelian lingerie. Wifeonly tidak hanya mematuhi prinsip syariah tetapi juga mendemonstrasikan penghargaan terhadap martabat konsumen. Manajemen Inventori dan Transparansi dalam Rantai Distribusi Implementasi sistem stock opname dalam jaringan distribusi Wifeonly mencerminkan prinsip-prinsip fundamental dalam Islamic digital marketing: Gambar 7. Hasil Wawancara dengan Owner Analisis terhadap sistem stock opname ini menunjukkan penerapan beberapa nilai inti dalam etika bisnis Islam: Transparansi (As-Shaffafiya. : Sistem ini memastikan informasi inventori yang akurat dan dapat diakses oleh mitra bisnis. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama . dan lebih baik akibatnya. Kepercayaan (Al-Amana. : Melalui transparansi inventori. Wifeonly membangun kepercayaan dengan agen dan reseller. Rasulullah SAW bersabda: "Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhadaAy. Keadilan (Al-'Ad. : Sistem ini mencegah favoritisme dan memastikan distribusi produk yang adil. Allah SWT memerintahkan: "Sesungguhnya Allah menyuruh . berlaku adil dan berbuat 20 Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menegaskan Mohammad hashim Kamali. MAQASID AL-SHARIAH. IJTIHAD AND CIVILISATIONAL RENEWAL (Joint Publication, 2. Al-Quran . Surah Al-Isra : 35 (Yogyakara: UII Press, 1. Sunan At-Tirmidzi. HR. Tirmidzi No 1209, n. Al-Quran. Surah Annahl:90 (Yogyakara: UII Press, 1. 109 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. bahwa keadilan dalam muamalah ekonomi mencakup tidak menzalimi dan tidak dizalimi. Akuntabilitas: Penerapan stock opname mencerminkan konsep muhasabah dalam praktik bisnis. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: "Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan . kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya". 22 Imam Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Hisbah Al-Islam pertanggungjawaban dalam aktivitas ekonomi. Pencegahan (Ghara. : Dengan menyediakan informasi stok yang akurat, sistem ini mengurangi ketidakpastian dalam transaksi. Rasulullah SAW melarang jual beli gharar . sebagaimana diriwayatkan: "Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar". 24 Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menjelaskan bahwa gharar adalah ketidakjelasan dalam objek transaksi yang dapat menyebabkan perselisihan. Penerapan Prinsip Amar Ma'ruf Nahi Munkar dalam Pemasaran PascaPembelian. Aspek unik dari implementasi Islamic digital marketing oleh Wifeonly adalah perhatian terhadap perilaku konsumen pasca-pembelian: Gambar 8. Card Note Penggunaan card note yang menyertai setiap produk merupakan aplikasi dari prinsip "amar ma'ruf nahi munkar" dalam konteks komersial. Analisis terhadap praktik ini menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab etis yang melampaui proses penjualan. Dengan mengingatkan konsumen tentang penggunaan produk sesuai syariah. Wifeonly mencoba mempengaruhi perilaku konsumen dan membentuk ekosistem konsumsi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Namun, pernyataan dalam card note yang menyatakan pelepasan tanggung jawab setelah barang sampai di tangan konsumen juga menunjukkan pemahaman akan batasan tanggung jawab dalam hubungan produsen-konsumen menurut perspektif fiqh muamalah. Al-Ghazali. Ihya Ulumuddin, n. Al-Quran. Surah Al-Baqarah:42 (Yogyakara: UII Press, 1. Ibnu Taimiyah. Al-Hisbah Fi Al-Islam (Kairo, n. Shahih Muslim. AuHR. Muslim,Ay in Kitab:Al-BuyuAo. Buthlaan B, n. No. Ibnu Rusyd. Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid (Kairo:Dar Al-Hadist, 2. 110 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Edukasi Konsumen sebagai Strategi Pemasaran Bernilai Strategi edukasi konsumen yang dilakukan Wifeonly melalui konten di Instagram merupakan implementasi nilai-nilai Islamic digital marketing yang berfokus pada memberikan manfaat: Gambar 8. Highligt Instagram Wifeonly Analisis terhadap strategi edukasi ini menunjukkan penerapan prinsip "sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia"26 dalam konteks pemasaran digital. Dengan menyediakan informasi yang bermanfaat. Wifeonly tidak hanya membangun kredibilitas merek tetapi juga berkontribusi pada pengetahuan konsumen, yang merupakan aspek penting dalam etika bisnis Islam. Penyediaan informasi komprehensif dan testimoni otentik tidak hanya memenuhi prinsip sidq . dan tabligh . dalam etika bisnis Islam, tetapi juga membangun fondasi kepercayaan yang kokoh antara brand dan audiensnya. Pendekatan ini menciptakan nilai bersama . hared valu. antara produsen dan konsumen, yang merupakan manifestasi dari konsep falah . esejahteraan bersam. dalam ekonomi Islam. Analisis Komparatif: Islamic Digital Marketing pada Produk Sensitif vs Konvensional. Implementasi Islamic digital marketing oleh Wifeonly pada produk lingerie menunjukkan bahwa prinsip-prinsip pemasaran Islami dapat diterapkan bahkan pada produk yang secara tradisional dianggap sensitif. Apa yang membedakan pendekatan Wifeonly dari pemasaran lingerie konvensional . Segmentasi yang ketat: Fokus eksklusif pada wanita yang telah menikah, berbeda dengan pemasaran lingerie konvensional yang cenderung lebih terbuka. Ath-Thabarani. AuHR. Ahmad. Al-Musnad. Juz 5. No. ,Ay in Al-MuAojam Al-Ausath, n. No. 111 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. Visualisasi yang menjaga kesopanan: Menghindari objektifikasi tubuh manusia dalam visualisasi produk. Framing produk: Mengubah persepsi lingerie dari konotasi negatif menjadi "pakaian dinas istri untuk menyenangkan suami" yang sejalan dengan nilai-nilai pernikahan dalam Islam. Perhatian terhadap etika pasca-pembelian: Mengingatkan konsumen tentang penggunaan produk sesuai syariah. Analisis ini menunjukkan bahwa Islamic digital marketing tidak hanya tentang mematuhi larangan dalam syariah, tetapi juga tentang reframing produk dan proses bisnis untuk menciptakan nilai yang sejalan dengan worldview Islam. Pendekatan Wifeonly mendemonstrasikan bahwa prinsipprinsip etika Islam dapat diintegrasikan dalam pemasaran digital modern tanpa mengorbankan viabilitas bisnis, bahkan untuk produk yang secara tradisional dianggap sensitif. KESIMPULAN Secara umum baik dari sisi produsen maupun sisi konsumen, mulai dari pelayanan hingga transaksi sudah sangat transparan dan sesuai dengan Syariah Islam dalam hal jual beli. Terlepas dari penggunaan produk itu sendiri sudah bukan pada ranah produsen, karena sesuai dengan pemaparan Meilia selaku owner Wifeonly bahwa mereka sudah sangat selektif dalam hal ini dengan berupaya maksimal untuk tetap menjaga agar tetap berada dalam koridor syariah juga thoyyib sebagaimana konsep Islamic digital marketing. Keyakinan dan target market juga sama penting dalam menjalankan bisnis khususnya untuk produk yang segmentasinya jelas namun rentang Wifeonly Secara konsep maupun teknik sudah sangat matang, seperti apa sistem yang akan dibangun dan kemungkinan-kemungkinan terjadi. Mereka tidak mudah terbawa isme, ketika sedang trend marketplace tiktoshop mereka tidak lantas bergegas untuk mengikuti trend tapi menggali dan memikirkan terlebih dahulu system apa yang harus mereka bangun ketika ingin menjadi bagian dari isme tiktokshop. Akhirnya mereka merasa bahwa tidak ada system yang cocok untuk produk unggulan mereka pada marketplace tersebut, dan mereka yakin bahwa yang saat ini mereka pertahankan ini akan dapat bertahan sesaui dengan perkembangan zaman sekarang. Implementasi strategi digital marketing yang diterapkan oleh Wifeonly, khususnya dalam pemasaran produk lingerie melalui platform media sosial Instagram, menunjukkan keselarasan yang signifikan dengan prinsip-prinsip Islamic digital Marketing. Pendekatan ini mencerminkan adaptasi yang cermat terhadap nilai-nilai etika Islam dalam konteks pemasaran digital kontemporer. Pertama, proses seleksi followers di Instagram dapat diinterpretasikan sebagai manifestasi modern dari konsep "Satrul 'Aurah" dalam Islam. Prinsip ini, yang menekankan pentingnya privasi dan perlindungan terhadap aspek-aspek intim kehidupan, diterjemahkan ke dalam praktik pemasaran digital melalui pembatasan akses konten sensitif hanya kepada audiens yang Strategi ini tidak hanya menjaga kepatuhan terhadap norma-norma syariah, tetapi juga memastikan bahwa komunikasi pemasaran tetap targeted dan relevan. Lebih lanjut, metode pengiriman produk lingerie yang diterapkan oleh Wifeonly mencerminkan implementasi konsep "hifz al-'ird" . elindungi kehormata. dalam Islam. Dengan mengadopsi pendekatan yang menjaga kerahasiaan dan diskritasi dalam proses distribusi, perusahaan mendemonstrasikan komitmennya terhadap perlindungan martabat dan privasi konsumen. Praktik ini tidak hanya selaras dengan prinsip-prinsip 112 | Vina Urwatul Wutsqo Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Islamic Digital Marketing Promosi Lingerie Pada Akun Wifeonly AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah dan Ekonomi Islam, 5. , 2025: 99-114 doi: 10. 36701/al-khiyar. syariah, tetapi juga berpotensi meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan dalam konteks e- commerce yang sensitif secara kultural. Melalui integrasi nilai-nilai Islam ke dalam strategi digital marketingnya. Wifeonly berhasil menciptakan model bisnis yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, tetapi juga menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai religius. Pendekatan ini menawarkan contoh nyata bagaimana prinsipprinsip Islamic digital marketing dapat diaplikasikan secara efektif dalam lanskap ecommerce kontemporer, khususnya untuk produk-produk yang memerlukan sensitivitas kultural dan religius. DAFTAR PUSTAKA